Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore bissmillah Skripsi Full Jamilah Solihah

bissmillah Skripsi Full Jamilah Solihah

Published by jamilahsolihah00, 2023-08-12 07:16:25

Description: bissmillah Skripsi Full Jamilah Solihah

Search

Read the Text Version

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN ARGUMENTASI PADA MATERI EKOSISTEM SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan oleh : JAMILAH SOLIHAH NIM. 1182060053 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MIPA FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG 2023 M / 1444 H

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN ARGUMENTASI PADA MATERI EKOSISTEM SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mengikuti Sidang Munaqasyah oleh : JAMILAH SOLIHAH NIM. 1182060053 Jurusan : Pendidikan Biologi Pembimbing I : Drs. R. Ading Pramadi, MS. Pembimbing II : Meti Maspupah, M.Pd. PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MIPA FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG 2023 M / 1444 H i

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN ARGUMENTASI PADA MATERI EKSOSISTEM Abtrack. Argumentation skills are skills that can encourage students to provide appropriate facts, data and theories in supporting claims to problems. This study aims to analyze the improvement of students' argumentation skills after the application of the Think Talk Write learning model on Ecosystem material. Researchers use research methods that are pre-experimental Design and use quantitative and qualitative approaches, namely quantitative which emphasizes the analysis of numerical data (numbers) and this research data is obtained based on pretest and posttest analysis while qualitative is used as complementary data through observation and questionnaire results. The results showed that the application of the Think Talk Write learning model was carried out very well, namely for teachers by 100% and students 96.7%. The results of the analysis of students' argumentation skills were carried out using the N-Gain test obtained 0.55 with a moderate category. Students gave a good response of 71% to the process of implementing the Think Talk Write learning model on ecosystem material. From the results of the study it can be concluded that the application of the Think Talk Write learning model can help improve students' argumentation skills on ecosystem material. Keywords: Argumentation Skills, Ecosystem, Learning Model, Think Talk Write. Abstrak. Keterampilan argumentasi merupakan keterampilan yang dapat mendorong siswa untuk memberikan fakta, data dan teori yang sesuai dalam mendukung klaim terhadap permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan keterampilan argumentasi siswa setelah penerapan model pembelajaran Think Talk Write pada materi Ekosistem. Peneliti menggunakan metode penelitian yang bersifat pre-experimental Design serta menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, yaitu kuantitatif yang menekankan pada analisis data numerical (angka) serta data penelitian ini didapatkan berdasarkan analisis pretest dan posttest sedangkan kualitatif digunakan sebagai data pelengkap melalui hasil observasi dan angket. Hasil penelitian menjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Think Talk Write terlaksana dengan sangat baik yaitu pada guru sebesar 100% dan siswa 96,7%. Hasil analisis dari keterampilan argumentasi siswa dilakukan menggunakan uji N-Gain yang diperoleh 0,55 dengan kategori sedang. Siswa memberikan respon yang baik yaitu sebesar 71% terhadap proses penerapan model pembelajaran Think Talk Write pada materi ekosistem. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model ii

pembelajaran Think Talk Write dapat membantu meningkatkan keterampilan argumentasi siswa pada materi ekosistem. Kata kunci : Keterampilan Argumentasi, Materi Ekosistem, Model Pembelajaran, Think Talk Write. iii

LEMBAR PERNYATAAN Dengan ini menyatakan, bahwa skripsi dengan judul “Penerapan Model Pembelajaran Think Talk Write untuk Meningkatkan Keterampilan Argumentasi pada Materi Ekosistem” beserta seluruh isinya, merupakan karya saya sendiri dan saya tidak melakukan penjiplakan ataupun pengutipan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan etika keilmuan yang berlaku dalam masyarakat akademis. Atas pernyataan ini, saya siap menanggung resiko atau sanksi yang dijatuhkan kepada saya apabila dikemudian hari ditemukan adanya pelanggaran atas tika keilmuan atau klaim pihak lain terhadap keaslian karya saya ini. Bandung, 12 Maret 2023 Yang Membuat Pernyataan Jamilah Solihah NIM. 1182060053 iv

LEMBAR PENGESAHAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN ARGUMENTASI PADA MATERI EKOSISTEM Disusun oleh : Jamilah Solihah 1182060053 Menyetujui, Dosen Pembimbing Skripsi I Tanda Tangan Drs. R. Ading Pramadi, MS Tanda Tangan NIP.196003241984031002 Dosen Pembimbing II Meti Maspupah, M.Pd NIP. 198006132009122003 Lulus diuji pada tanggal 09 Juni 2023 Penguji I Tanda Tangan Milla Listiawati, M.Pd. Tanda Tangan NIP. 198003132008012018 Penguji II Astri Yuliawati, M.Pd. NIP. 198507302015032002 Mengetahui, Ketua Jurusan Pendidikan MIPA Dr. Hj. Cucu Zenab Subarkah, M.Pd NIP. 196112181986122001 v

MOTTO “Tidak ada yang bisa memberimu kebahagiaan yang sejati kecuali Allah SWT” – Jamilah Solihah “Jangan memperlakukan orang lain dengan buruk karena mungkin suatu hari nanti kamu membutuhkan pertolongan mereka. Jangan meremehkan siapapun karena Allah dapat membangkitkan mereka berada di atasmu suatu hari nanti” – Dr. Bilal Philips “Dan barang siapa menaruh seluruh kepercayaannya kepada Allah (Tuhan), maka Dia akan mencukupi mereka.” – (QS. At-Talaq : 3) Persembahan “Terimakasih yang paling besar penulis samapaikan kepada orang tua tercinta Bapak Rahmat dan Ibu Soidah yang senantiasa dalam setiap sujudnya selalu mendo’akan untuk keberhasilan anak-anaknya. Terimakasih juga atas limpahan kasih dalam dukungan materi yang tak ternilai yang tiada terhingga.” vi

KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. Wb Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Penerapan Model Pembelajaran Think Talk Write untuk Meningkatkan Keterampilan Argumentasi pada Materi Ekosistem”. Sholawat dan salam tetap tercurahkan kepada baginda Rasulullah SAW. Tujuan penulisan skripsi ini adalah sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan Program Studi Pendidikan Biologi di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Penulis menyadari dalam penulisan skripsi ini tidak mungkin dapat terselesaikan tanpa adanya bantuan, bimbingan dan saran dari berbagai pihak, dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Prof. Hj. Aan Hasanah, M.Pd selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. 2. Dr. Hj. Cucu Zenab Subarkah, M.Pd selaku Ketua Jurusan MIPA. 3. Dr. Sumiyati Sa’adah, M.Si selaku Ketua Program Studi Pendidikan Biologi. 4. Bapak Drs. R. Ading Pramadi, MS selaku pembimbing I dan Ibu Meti Maspupah, M.Pd selaku pembimbing II sekaligus dosen pembimbing akademik atas kesabaran dan keikhlasan hati dalam memberikan bimbingan dan pengarahan selama ini. 5. Seluruh dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan khususnya Program Studi Pendidikan Biologi yang telah mendidik dan memberikan ilmu pengetahuan kepada penulis selama menuntut ilmu di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati. 6. Kepala MA Al-Huda yaitu Bapak Dr. H. A. Rifqi Fuad, M.Ag serta Ibu Nenden Rojawiah, S.Pd selaku Guru Mata Pelajaran Biologi yang telah memberikan bantuan dan kemudahan bagi penulis untuk mengumpulkan data yang penulis perlukan dalam penyusunan skripsi ini. vii

7. Sahabat tercintaku Putri Sonia, terimakasih telah membantu dalam segala hal untuk menyelesaikan skripsi ini serta mengisi keceriaan dan selalu memberikan motivasi kepada penulis, serta kebersamaan kita yang tak terlupakan. 8. Teman-teman kelas Biologi B yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, terimakasih tak terhingga telah memberikan kenangan yang indah selama belajar. 9. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah membantu dalam menyelesaikan skripsi ini. Penulis berharap semoga Allah SWT membalas amal perbuatan dari semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan umumnya bagi pembaca. Wassalamu’alaikum, Wr. Wb. Bandung, 15 Maret 2023 Jamilah Solihah 1182060053 viii

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i ABSTRAK ...................................................................................................... ii LEMBAR PERNYATAAN ........................................................................... iv LEMBAR PENGESAHAN ........................................................................... v MOTTO .......................................................................................................... vi KATA PENGANTAR.................................................................................... vii DAFTAR ISI................................................................................................... ix DAFTAR TABEL........................................................................................... xii DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xiv DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. xv BAB I PENDAHULUAN ............................................................................... 1 A. Latar Belakang ..................................................................................... 1 B. Rumusan Masalah ................................................................................ 3 C. Tujuan Penelitian.................................................................................. 3 D. Manfaat Penelitian................................................................................ 3 E. Kerangka Berpikir ................................................................................ 5 F. Hipotesis............................................................................................... 9 G. Hasil Penelitian yang Relevan.............................................................. 9 BAB II KAJIAN PUSTAKA...............................................................................12 A. Model Pembelajaran............................................................................. 12 B. Model pembelajaran Think Talk Write................................................. 13 1. Definisi Model Pembelajaran Think Talk Write .............................. 13 2. Karakteristik Model Pembelajaran Think Talk Write ...................... 14 3. Sintaks Model Pembelajara Think Talk Write ................................. 15 4. Keunggulan dan Kelemahan Model Pembelajaran Think Talk Write ................................................................................................ 17 C. Keterampilan Argumentasi .................................................................. 17 1. Pengertian Keterampilan Argumentasi .......................................... 17 2. Struktur Argumentasi..................................................................... 18 D. Materi Pokok Ekosistem ...................................................................... 20 1. Pengertian Ekosistem ..................................................................... 20 ix

2. Komponen Ekosistem .................................................................... 20 3. Interaksi Antar Ekosistem.............................................................. 23 4. Aliran Energi.................................................................................. 24 5. Rantai Makanan dan Piramida Ekologi.......................................... 25 6. Daur Biogeokimia .......................................................................... 28 BAB III METODE PENELITIAN ............................................................... 32 A. Pendekatan Penelitian .......................................................................... 32 B. Desain Penelitian.................................................................................. 32 C. Lokasi dan Waktu ................................................................................ 33 1. Lokasi............................................................................................. 33 2. Waktu ............................................................................................ 33 D. Populasi dan Sampel ............................................................................ 33 1. Populasi Penelitian ........................................................................ 33 2. Sampel Penelitian.......................................................................... 34 E. Penilaian Keterampilan Argumentasi .................................................. 34 F. Instrumen Penelitian............................................................................. 36 1. Lembar observasi ........................................................................... 36 2. Soal Pretest dan Posttest................................................................ 36 3. Angket ............................................................................................ 37 G. Jenis Data ............................................................................................. 37 a. Data kualitatif........................................................................... 37 b. Data Kuantitatif........................................................................ 38 H. Teknik Pengumpulan Data................................................................... 38 I. Analisis Instrumen ............................................................................... 38 1. Validitas ......................................................................................... 39 2. Reliabilitas...................................................................................... 40 3. Tingkat Kesukaran ......................................................................... 41 4. Daya Pembeda................................................................................ 42 J. Teknik Analisis Data............................................................................ 43 1. Data Kualitatif................................................................................ 43 a. Lembar Observasi .................................................................... 43 b. Angket ...................................................................................... 45 2. Data Kuantitatif.............................................................................. 46 a. Uji Normalitas.......................................................................... 46 b. Uji Homogenitas ...................................................................... 47 c. Uji Hipotesis............................................................................. 47 d. Uji Nilai N-Gain....................................................................... 48 BAB IV HASIL DAN KESIMPULAN......................................................... 49 A. Hasil Penelitian .................................................................................... 49 1. Keterlaksanaan Model Pembelajaran Think Talk Write pada x

Materi Ekosistem ..................................................................... 49 2. Peningkatan keterampilan Berargumentasi Siswa dengan Model Pembelajaran Think Talk Write pada materi Ekosistem .................................................................................. 50 3. Respon siswa terhadap penggunaan model pembalajaran Think Talk Write untuk meningkatkan keterampilan argumentasi siswa pada materi ekosistem ..................................................... 57 B. Pembahasan Hasil Penelitian .......................................................... 58 1. Keterlaksanaan Proses Pembelajaran dengan Menggunakan Model Pembelajaran Think Talk Write pada Materi Ekosistem .................................................................................. 58 2. Peningkatan Keterampilan Argumentasi Siswa dengan Menggunakan Model Pembelajaran Think Talk Write Pada Materi Ekosistem ...................................................................... 61 3. Pengaruh Model Pembelajaran Think Talk Write terhadap Keterampilan Argumentasi Siswa pada Materi Ekosistem ....... 64 BAB V SIMPULAN DAN SARAN .......................................................... 67 A. Simpulan ......................................................................................... 67 B. Saran................................................................................................ 67 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................ 69 RIWAYAT HIDUP ................................................................................... 217 xi

DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Desain Penelitian Pretest-Posttest One Grup Design...................... 32 Tabel 3.2 Kerangka Toulmin Berdasarkan Level ............................................ 34 Tabel 3.3 Kisi-kisi Uji Coba Soal .................................................................... 37 Tabel 3.4 kisi-kisi soal permintaan .................................................................. 37 Tabel 3.5 Daftar Instrumen beserta Teknik Pengumpulan Data ...................... 38 Tabel 3.6 Kategori Validitas ............................................................................ 40 Tabel 3.7 Kalsifikasi Indeks Reliabilitas Soal ................................................. 41 Tabel 3.8 Kriteria Indeks Kesukaran ............................................................... 42 Tabel 3.9 Klasifikasi Daya Pembeda ............................................................... 43 Tabel 3.10 Kriteria Keterlaksanaan Pembelajaran........................................... 44 Tabel 3.11 Presentase Respon Siswa pada Angket .......................................... 45 Tabel 3.12 Kriteria N-Gain.............................................................................. 48 Tabel 4.1 Aktivitas Guru dengan menggunakan model pemelajaran Think Talk Write ......................................................................... 49 Tabel 4.2 Aktivitas Siswa dengan Menggunakan Model Pembelajaran Think Talk Write ........................................................................................ 50 Tabel 4.3 Nilai Keterampilan Argumentasi Siswa Dengan Menggunakn Model Pembelajaran TTW.......................................................................... 50 Tabel 4.4 Nilai N-Gain Tiap Butir Soal Keterampilan Argumentasi............... 52 Tabel 4.5 Nilai N-Gain Tiap Siswa Berdasarkan Keterampilan Argumentasi 53 Tabel 4.6 Data Uji Normalitas Pretest dan Posttest Menggunakan Model Pembelajaran Think Talk Write ....................................................... 54 Tabel 4.7 Kualitas Argumentasi Siswa Berdasarkan Indikator Argumentasi.. 55 Tabel 4.8 Kualitas Argumentasi Siswa Sebelum dan Sesudah Penerapan Model Pembelajaran TTW Berdasarkan Level Argumentasi.......... 56 Tabel 4.9 Presentase Hasil Respon Angket Siswa ........................................... 58 xii

DAFTAR GAMBAR Gambar 1.1 Kerangka Penelitian ..................................................................... 8 Gambar 2.1 Aliran Energi dan Siklus Kimia ................................................... 25 Gambar 2.2 Rantai Makanan............................................................................ 26 Gambar 2.3 Jaring-jaring Makanan.................................................................. 27 Gambar 2.4 Piramida Energi............................................................................ 28 Gamba 2.5 Siklus Nitrogen.............................................................................. 29 Gambar 2.6 Siklus Fosfor ................................................................................ 30 Gambar 2.7 Siklus Air...................................................................................... 30 Gambar 2.8 Siklus Nitrogen............................................................................. 31 xiii

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran A. Perangkat Pembelajaran.............................................................. 74 A.1 Silabus Pembelajaran ......................................................................... 75 A.2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran .................................................. 77 A.3 Lembar Kerja Peserta Didik............................................................... 89 A.4 Lembar Observasi .............................................................................. 98 A.5 Lembar Angket .................................................................................. 112 Lampiran B. Data Uji Coba Soal ..................................................................... 118 B.1 Kisi-kisi Soal Penelitian ..................................................................... 119 B.2 Soal Uji Coba ..................................................................................... 134 B.3 Rekapitulasi Uji Coba Soal ................................................................ 139 B.4 Analisis Uji Coba Soal ....................................................................... 141 Lampiran C. Data Penelitian ............................................................................ 145 C.1 Kisi-kisi Penelitian ............................................................................. 146 C.2 Soal Penelitian.................................................................................... 157 C.3 Analisis Lembar Observasi ................................................................ 160 C.4 Analisis Data Hasil Penelitian............................................................ 164 C.5 Analisis Angket .................................................................................. 172 Lampiran D. Tabel Perhitungan....................................................................... 174 D.1 Tabel Kumulatif Distribusi Normal Baku (Z).................................... 175 D.2 Tabel Lilifors...................................................................................... 177 D.3 Tabel Distribusi F............................................................................... 178 D.4 Tabel Distribusi t................................................................................ 180 Lampiran E. Dokumentasi dan File Penelitian ................................................ 181 E.1 Dokumentasi Pelaksanaan Penelitian ................................................. 182 E.2 File Lembar Observasi........................................................................ 184 E.3 File Lembar Kerja Peserta Didik ........................................................ 192 E.4 File Soal Pretest ................................................................................. 199 E.5 File Soal Posttest ................................................................................ 202 xiv

E.6 File Foto Angket................................................................................. 206 Lampiran F. Surat-surat Penelitian .................................................................. 209 F.1 Surat Keputusan Pembimbing Skripsi ................................................ 210 F.2 Surat Keterangan Survey/Kunjungan.................................................. 211 F.3 Surat Keterangan Uji Coba Soal......................................................... 212 F.4 Surat Melaksanakan Penelitian........................................................... 213 xv

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Belajar adalah proses transfer ilmu yang dilakukan oleh guru kepada siswa baik secara pengetahuan maupun sikap. Tugas utama guru adalah mendidik, mengajar, melatih, bahkan memfasilitasi siswa untuk mencapai taraf keterampilan atau kecerdasar dan keterampilan mengolah keterampilan yang optimal. Agar hal tersebut bisa tercapai, guru harus mampu berperan dalam pembelajaran sesuai dengan tugasnya dan juga mampu menguasai berbagai keterampilan dan keahliannya. Hal tersebut berbeda dengan fakta yang ada di sekolah yang menunjukkan bahwa proses pembelajaran hanya menggunakan cara mengajar yang biasa-biasa saja, tanpa menggunakan inovasi pembelajaran yang berdampak pada tingkat ketercapaian tujuan pembelajaran yang kurang maksimal. Sehingga membuat proses pembelajaran yang pasif (Azizatul, Joko, & Ari, 2017: 137). Berdasarkan permasalahan tersebut masih terdapat kekurangan dalam proses pembelajaran, yaitu dalam proses pembelajaran tersebut belum ada penekanan perhatian kepada siswa, sehingga proses pembelajaran yang terjadi di dalam kelas yaitu berbasis student center belum terlaksana. Hal tersebut sesuai dengan hasil wawancara dengan salah satu guru Biologi yang ada di Kabupaten Bandung Barat, bahwa masih terdapat beberapa guru dalam proses pembelajaran tidak melibatkan siswanya secara langsung kedalam proses pembelajaran. Sehingga proses pembelajaran dikelas sudah seharusnya melibatkan siswa (student center) secara aktif hal tersebut guna untuk mengembangkan keterampilan yang dimiliki oleh siswa, salah satunya keterampilan argumentasi. Pembalajaran tersebut dilakukan agar terciptanya proses pembelajaran yang efektif dan dapat mengembangkan keterampilan yang ada pada siswa. Akan tetapi, sebagian besar pembelajaran dikelas memiliki pola pembelajaran yang pasif, pola pembelajaran yang pasif yaitu siswa hanya mendapatkan pengiriman pengetahuannya secara transmisif dari guru 1

saja tanpa melibatkan siswa secara langsung kedalam proses pembelajaran (Rahayu, 2018: 51). Rendahnya pembinaan dan pemberdayaan keterampilan argumentasi berdampak pada kemamampuan siswa dalam memecahkan masalah dan siswa yang tidak dapat mengemukakan pendapatnya. Sehingga menjadi hal yang sudah biasa jika pada proses pembelajaran berlangsung siswa cenderung lebih memiliki pengetahuan dan juga pemahaman yang sama persis dengan buku yang dimiliki oleh tiap siswa serta siswa menjadi sulit untuk memahami, menganalisis dan mengembangkan pemahamannya pada suatu materi serta keterampilan yang dimilikinya. Keterampilan yang jarang ditemukan dan dikembangkan pada siswa saat ini yaitu mengembangkan keterampilan argumentasi pada siswa (Rahayu, 2018: 51). Materi yang akan diterapkan pada penelitian ini yaitu pada materi ekoistem. Dalam materi ekosistem mempelajari hubungan timbal balik antar makhluk hidup dengan lingkungannya, juga akan membahas mengenai tingkat organisasi makhluk hidup, komponen ekosistem, tipe-tipe ekosistem, arus energi dan tingkat trofik, rantai makanan dan piramida ekologi, dan daur biogeokimia. Pembahasan materi ekosistem dapat dipelajari oleh siswa dengan membaca pada buku pegangannya, namun tidak semua siswa bisa memahami dan mengemukakan pemahamannya (Kusniana, 2017: 37). Berdasarkan analisis tersebut maka salah satu solusi yang dapat ditawarkan ialah menerapkan model pembelajaran yang inovatif dan menarik bagi siswa, serta dapat membuat pembelajaran mudah dipahami dan membuat siswa mampu dalam menyampaikan argumentasinya. Salah satu solusi pembelajaran yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan menerapkan model pembelajaran Think Talk Write (TTW) yang akan memberikan suatu permasalahan pada materi ekosistem, kemudian akan melatih siswa dalam menyelesaikan masalah, berkomunikasi dalam diskusi atau presentasi dan melatih siswa dalam menulis argumentasinya. 2

Berdasarkan uraian tersebut, maka diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai apakah penerapan model pembelajaran Think Thalk Write (TTW) ini dapat meningkatkan keterampilan argumentasi siswa? Maka akan dilakukan penelitian dengan judul : “Penerapan Model Pembelajaran Think Talk Write untuk Meningkatkan Keterampilan Argumentasi pada Materi Ekosistem”. B. RUMUSAN MASALAH iBerdasarkan ilatar ibelakang imasalah yang telah dipaparkan, dapat ditemukan rumusan masalah sebagai berikut : 1. Bagaimana keterlaksanaan ipenerapan imodel ipembelajaran iThink iTalk iWrite untuk imeningkatkan keterampilan argumentasi pada materi ekosistem? 2. Bagaimana ipeningkatan keterampilan iargumentasi isiswa pada pembelajaran materi ekosistem idengan imodel Think Talk Write? 3. Bagaimana respon siswa terhadap proses pembelajaran dengan model pembelajaran Think Talk Write pada materi ekosistem? C. TUJUAN PENELITIAN Berdasarkan rumusan masalah di atas maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan, sebagai berikut : 1. Untuk menganalisis keterlaksanaan penerapan model pembelajaran Think Talk Write dalam meningkatkan keterampilan argumentasi pada materi ekosistem. 2. Untuk mendeskripsikanipeningkatan keterampilan iargumentasi isiswa ipada pembelajaran materi ekosistem dengan iimodel Think Talk Write. 3. Untuk menganalisis irespon isiswa iterhadap iproses pembelajaran dengan imodel ipembelajaran Think Talk Write ipada imateri ekosistem. D. MANFAATi HASIL iPENELITIAN Penelitian yang akan dilakukan ini diharapkan dapat memberikan manfaat konseptual utamanya dalam pembelajaran biologi yaitu pada materi ekosistem. 3

Adapun beberapa manfaat pada penelitian ini, peneliti telah merumuskan berdasarkan dengan manfaat teoritis dan manfaat praktis, yaitu : 1. Manfaat Teoritis a. iHasil iPenelitian iini idiharapkan idapat imemberikan ipengetahuan dan ipengembangan ipada idunia ipendidikan imengenai ipenggunaan imodel ipembelajaran Think Talk Write. b. iHasil ipenelitian iini idiharapkan ijuga idapat imenambahkan iwawasan dan ipemahaman bagi iguru ibiologi tentang imanfaat ipenggunaan imodel ipembelajaran Think Talk Write untuk imeningkatkan iketerampilan iargumentasi siswa. 2. Manfaat Praktis Penelitian diharapkan akan memberikan kegunaan serta manfaat secara praktis, yaitu pada pihak-pihak yang beada dalam dunia pendidikan diantaranya seperti pada siswa, guru, dan peneliti. a. Bagi Siswa Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan argumentasi siswa dalam proses pembelajaran. Sehingga siswa dapat ikut serta dalam proses pembelajaran secara aktif, siswa terlatih dalam belajar secara mandiri agar dapat memberikan solusi dari berbagai permasalahan yang diberikan, serta siswa menjadi lebih aktif dan berani dalam menyampaikan argumentasinya, dan memberikan pelatihan kepada siswa untuk menuliskan pemahamannya dari hasil diskusi kelompok kedalam bentuk tulisan secara sistematis. b. Bagi Guru Penelitian ini memberikan pilihan alternatif penggunaan model pembelajaran dikelas yang dapat digunakan untuk memingkatkan keterampilan argumentasi pada siswa. Sehingga didalam proses mengajar guru dapat memberikan pembelajaran yang bervariasi dan juga memberikan hal-hal yang baru baik pada materi ekosistem ataupun pada materi yang lainnya. 4

c. Bagi Peneliti Manfaat bagi peneliti dalam penelitian yang akan dilakukan terutama dalam meningkatkan model pembelajaran dan keterampilan argumentasi pada siswa serta peneliti ikut andil dalam iperkembangan iilmu ipengetahuan yang berada dalam ikajian ipendidikan. E. KERANGKA BERPIKIR Biologi merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang makhluk hidup. Umumnya pada biologi menyajikan berbagai pengalaman dalam proses pembelajaran, seperti halnya dalam memahami konsep dan juga proses sains mulai dari yang sederhana sampai yang kompleks. Penyajian contoh yang beragam serta relevan dengan kehidupan sehari-hari dapat memberikan pemahaman bagi siswa dalam pembelajaran biologi dengan mudah. Dikarenakan hal tersebut siswa sering mengalami jenuh ketika pembelajaran biologi terutama dalam memahami yang imembahas ikonsep-konsep ibiologi iyang ikompleks seperti ihalnya pada materi ekosistem. Kenyamanan siswa dalam belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satu faktor yang paling mendasar terlihat dari kinerja guru dalam menciptakan kegiatan proses belajar mengajar di dalam kelas yang cenderung membosankan dan tidak melibatkan siswa secara langsung. Dalam proses mengajar, guru harus kreatif dan juga inovatif, hal tersebut untuk mengembangkan pembelajaran kearah student centere (berpusat pada siswa). Pembelajaran yang berpusat pada siswa ini bisa dilakukan dengan penerapan model pembelajaran Think Talk Write. Dari kondisi tersebutlah lahir ketertarikan untuk menerapkan model pembelajaran yang mewadahi siswa dalam mengembangkan keterampilan argumentasi. iKompetensi iDasar iyang imembangun imateri Ekosistem idalam iPermendikbud iterdiri idari 2 ikompetensi iyaitu ikompotensi 3.5 dan 4.5. kompetensi 3.5 yaitu menganalisis komponen-komponen ekosistem dan interaksi antara komponen tersebut dan kompetensi 4.5. Menyajikan karya yang menunjukkan interaksi antar komponen ekosistem (jaring-jaring makanan dan siklus Biogeokimia). 5

Menurut iSugandi (2011) dalam jurnal Rahayu (2018 : 51) imodel pembelajaran iThink iTalk iWrite imerupakan “model pembelajaran yang berusaha membangun pemikiran, merefleksi dan mengorganisasikan ide kemudian menguji ide tersebut siswa diharapkan untuk menulis ide-ide tersebut”. iModel pembelajaran iThink iTalk iWrite itu isendiri imerupakan isuatu imodel ipembelajaran iyang idimulai idengan ikegiatan iberpikir oleh masing-masing siswa yang selanjutnya dilakukan proses diskus antar siswa (kelompok) dan mempresentasikan hasil diskusinya, iserta iyang iterakhir iyaitu imenuliskan ikembali iberbagai iargumen atau pendapat mengenai pengetahuan yang telah didapatkannya. Proses penelitian menerapkan model pembelajaran melalui 3 tahapan (Think, Talk, Write), yaitu : 1. Think Pada tahap Think atau berpikir merupakan tahapan awal, yaitu pemberian itugas atau ipermasalah kepada siswa yang harus idiselesaikan isecara iindividu. iDengan iberpikir, isiswa dapat menemukan ide-ide dalam menyelesaikan pemecahan masalah tersebut (Think). 2. Talk Selanjutnya siswa akan mendiskusikan hasil temuan ide-ide yang telah dilakukan pada tahap Think dengan teman sekelompoknya untuk memecahkan permasalahan dan mempresentasikan hasil diskusinya (Talk). 3. Write Pada tahap yang terakhir dari model pembelajaran ini yaitu dari masing-masing siswa idiperintahkan iuntuk imembuat iringkasan iberdasarkan ihasil temuannya selama berdiskusi berdasarkan dengan pemahaman yang telah diperoleh dalam proses pembelajaran ke bentuk tulisan secara sistematis (Write). Keterampilan argumentasi dapat dilihat melalui indikator menurut Toulmin (2003) yang menjelaskan bahwa argumen merupakan pernyataan yang disertai dengan alasan yang meliputi komponen, iyaitu : 1. Pernyataan iposisi i(Claim) 2. Data atau ifakta i(Ground) 6

3. Pembenaran (Warrants) 4. Syarat (qualifer) 5. Dukungan i(Backing) 6. Sanggahan (Rebuttal) Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan ipenelitian pre-eksperimental, yang imerupakan salah satu ijenis ipenelitian iyang ihanya imenggunakan isatu kelas isaja sebagai isampel penelitian yang akan dilakukan itanpa iadanya ikelas ikontrol pada penelitian ini idilakukan isebanyak i2 ikali ipertemuan ke-1 dan ke-2 dilakukan untuk pelaksanaan pretest dan posttest. iPretest dan iposttest idigunakan iuntuk imengetahui peningkatan keterampilan iargumentasi pada isiswa iyang iselanjutnya idilakukan perhitungan iN-Gain iterhadap iperolehan inilai ipretest dan iposttest. Jadi pada penelitian ini kelas eksperimen melakukan pretest dulu sebelum diterapkannya model pembelajaran Think Talk Write, dan dilakukannya posttest setelah diterapkannya model pembelajaran ini guna mengetahui peningkatan keterampilan argumentasi pada materi Ekosistem. 7

Berdasarkan pada uraian diatas kerangka berpikir pada penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut : Analisis KI dan KD Materi Ekosistem 3.5. Menganalisis komponen-Gkaommbpaorn1en.1eKkoesraisntgemkadPaenneinlitteiraanksi antara komponen tersebut Indikator Pencapaian Tujuan Pembelajaran : Kompetensi (IPK) : Melalui pembelajaran dengan model Think Talk 1. Memerinci pengertian dan Write, siswa mampu : komponen ekosistem. 1. Siswa dapat memerinci pengertian dan komponen-komponen ekosistem dengan benar. 2. Menganalisis aliran energi. 2. Siswa dapat menganalisis aliran energi dengan 3. Menganalisis daur tepat. biogeokimia. 3. Siswa dapat menganalisis daur biogeokimia dengat tepat. 4. Menguraikan interaksi dalam 4. Siswa dapat menguraikan interaksi yang terjadi ekosistem. dalam ekosistem sesuai dengan petunjuk yang ada. iIndikator Keterampilan Pretes Argumentasi Menurut Toulmin : 1. Pernyataan iposisi (Claim) Tahapan Pembelajaran Menggunakan Model TTW 2. Data atau ifakta i(Ground) Posttest 3. Pembenaran (Warrants) 4. Syarat (qualifer) Analisis Data 5. Dukungan i(Backing) 6. Sanggahan (Rebuttal) Analisis Peningkatan Keterampilan Analisis Respon siswa (Lembar Argumentasi Siswa (Pretest dan Posttest) Observasi dan angket) Kesimpulan Gambar 1.1 Kerangka Penelitian 8

F. HIPOTESIS Mengacu pada rumusan masalah yng telah disusun, maka dapat dirumuskan bahwa hipotesis penelitiannya yaitu “Penerapan model pembelajaran Think Talk Write pada materi Ekosistem tidak dapat meningkatkan keterampilan argumentasi siswa” dan secara statistiknya : H0 : μ1 = μ2 : Penerapan model pembelajaran Think Talk Write pada materi Ekosistem tidak dapat meningkatkan keterampilan iargumentasi siswa. H1 : μ1 ≠ μ2 : Penerapan model pembelajaran Think iTalk iWrite ipada imateri Ekosistem dapat meningkatkan keterampilan iargumentasi siswa. G. HASIL PENELITIAN YANG RELEVAN Penelitian terkait yang membahas penerapan model pembelajaran Think Talk Write pernah idilakukan di iSMA iPlus iAl-Hasan iBanjarsari idengan judul penelitian “Keterampilan Argumentasi pada Pembelajaran Materi Respirasi Manusia Melalui Penerapan Model Pembelajaran Think Talk Write”. iModel ipembelajaran iThink iTalk iWrite ipada imateri isistem irespirasi manua ini idapat imeningkatkan keterampilan iargumentasi isiswa idengan iperolehan inilai irata- rata iN-gain isebesar 0,4 ikategori isedang (Meilyna, Kurniati, & Yusup, 2018: 53). Penelitian yang berikutnya ialah “Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan Argumentasi dengan Menggunakan Model Think Talk Write (TTW) Siswa Kelas X IPA SMA Pertiwi Ambon”. Hasil penelitian tersebut menjelaskan 85% siswa mengalami peningkatan dalam menulis karangan argumentasi dengan jumlah nilai yang diperoleh memenuhi KKM yaitu 78,81. Dengan demikian, penggunaan model TTW dapat meningkatkan keterampilan argumentasi pada siswa (Florida, Heppy, & Elsa, 2020: 101). Penelitian yang relevan selanjutnya dengan judul “Investigating Think Talk Write (TTW) Learning Model to Enhance Primary Students’ Writing Skill” yang dilaksanakan di Sekolah Dasar Pekanbaru. Dari penelitian tersebut hasil nilai rata- rata skor pretest 60,94 dengan kategori terampil cukup, sedangkan pada hasil posttest meningkat menjadi 75,67 dengan kategori terampil. Berdasarkan hasil 9

pretest dan posttest itersebut idapat idisimpulkan ibahwa imodel ipembelajaran Think Talk Write (TTW) idapat imeningkatkan iketerampilan imenulis isiswa (Otang, Titik, & Mansur, 2018: 56). Penelitian selanjutnya dilakukan oleh kusniana (2017: 35) yang idilakukan idi SMAN i1 iMagelang, idengan ijudul ipenelitian “Pengaruh Pembelajaran Model Think Talk Write Materi Ekosistem terhadap Hasil Belajar Siswa”. Pada penelitian tersebut menggunakan sampel ikelas iX MIA i5 i(kelas ieksperimen) dan ikelas X iMIA 1 i(kelas kontrol), ihasil ianalisis idata imenunjukkan ibahwa inilai iposttes isiwa ikelas eksperimen lebih tinggi jika dibandingkan dengan kelas kontrol. Serta siswa dan guru telah memberikan tanggapan yang baik terhadap penerapan model pembelajaran Think Talk Write. Dari penelitian yang telah dilakukan oleh kusniana bahwa terdapat pengaruh yang positif setelah diterapkannya model pembelajaran Think Talk Write terhadap hasil belajar siswa di kelas X SMAN 1 Magelang. Indra Winata melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Talk Wrtie (TTW) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Materi Ekosistem (Kelas VII SMP Al-Amanah Cileunyi Bandung). Berdasarkan penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa adanya pengaruh model Tink Talk Write terhadap hasil belajar siswa pada materi ekosistem, hal tersebut dapat dilihat dari hasil analisis data posttest diperoleh nilai Thitung 2,91> Ttabel – 1,52 (Winata, 2018: 65). Penelitian yang berlaitan dengan model pembelajaran Think Talk Wrtie yaitu dilakukan oleh Fatihatunnisa Ridha Rahman dengan judul penelitian “Implementasi Model Pembelajaran Think Talk Wrtie (TTW) dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Literasi Sains Siswa pada Materi Ekosistem”. Penelitian ini dilakuak di kelas X MA Al-Jawami Cileunyi Kab. Bandung. Hasil penelitian uji-t menunjukkan Thitung 22,6 lebih besar dari Ttabel 20,4, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan literasi sains siswa sebelum dan sesudan penerapan menggunakan model pembelajaran Think Talk Write (Rahman F. R., 2018: 69). Penelitian yang selanjutnya dengan judul “Kemampuan Argumentasi pada Pembelajaran”. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata kemampuan keterampilan argumentasi peserta didik X SMA Adabiah Padang. Nilai rata-rata 10

kelas X MIPA 4 yaitu 57,85% dan X MIPA 5 yaitu 40% rata-rata yang diperoleh oleh peserta didik adalah cukup iaman argumentasi terdiri dari argumen dengan rangkaian claim atau counter claim yang disertai dengan data, jaminan, atau dukungan dan sesekali sanggahan yang lemah (weak rebuttal) (Karlina & Alberida, 2021). Penelitian yang selanjutnya dengan judul “Efektivitas Model Pembelajaran Think Talk Write (TTW) Berbantuan Web Liveworksheet Terhadap Kemampuan Menyelesaikan masalah” yang dilakukan di MTsN 2 Ponorogo. Hasil penelitiannya mengungkapkan bahwa model pembelajaran Think Talk Write efektif terhadap kemampuan menyelesaikan masalah (Hidayah & Arif, 2022). 11

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Model Pembelajaran Model pembelajaran merupakan sebuah gambaran dari suatu proses pembelajaran yang telah di desain serta di evaluasi dengan sistematis oleh pendidik yang bertujuan dapat mencapai proses pembelajaran yang baik (Rokhimawan, Badawi, & Aisyah, 2022: 2080). Model pembelajaran juga diartikan sebagai contoh gambaran dari proses pembelajaran yang dilakukan dari awal sampai dengan akhir pembelajaran di dalam kelas yang sudah di sajikan oleh pendidik. Menerapkan suatu model pembelajaran di dalam kelas akan dipengaruhi oleh kompetensi dasar, tujuan pembelajaran, bahan ajar, serta memiliki langkah atau tahapan-tahapan yang harus dimengerti oleh siswa melalui bimbingan yang diberikan oleh pendidik (Sufairoh, 2017: 14). Menurut Sani (2013: 56) model pembajaran merupakan suatu kerangka yang di dalamnya terdapat tata kelola yang sistematis dalam mengorganisasikan bentuk pengalaman pembelajaran dalam mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan, baik untuk siswa maupun pendidik. Model pembelajaran juga bisa digunakan sebagai bahan pedoman dalam proses pembelajaran di kelas untuk merencanakan kegiatan pembelajaran (Trianto, 2011: 21). Joyce & Weil berpendapat bahwa model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola pembelajaran yang dapat di aplikasikan dalam pembentukan kurikulum (rencana pembelajaran jangka panjang), merancang bahan-bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran di dalam kelas (Khoerunnisa & Aqwa, 2020: 3). Berdasarkan teori-teori di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran merupakan pola atau gambaran dari suatu proses pembelajaran di dalam kelas yang telah disusun berdasarkan berbagai prinsip atau teori 12

pengetahuan menurut para ahli dalam menyusun model pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang baik. Pemilihan model pembelajaran di dalam kelas dilakukan dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi, sumber belajar, kebutuhan dan karakteristik peserta didik yang akan di hadapi tentunya dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Pemilihan model pembelajaran yang tepat akan membuat kualitas belajar mengajar yang terjadi di dalam kelas akan berjalan secara optimal. B. Model Pembelajaran Think Talk Write 1. Definisi Model Pembelajaran Think Talk Write Menurut Hastutik (2022: 64) model pembelajaran TTW (Think Talk Write) dapat mendorong peserta didik agar selalu aktif, partisipatif, komunikatif dalam mengemukakan pendapat secara obyektif, menghargai pendapat orang lain sebagai pembentukan kompetensi sikap yang ada dalam kurikulum 2013 serta melatih peserta didik untuk menuliskan hasil pembelajarannya sehingga peserta didik lebih memahami materi pelajaran. Model pembelajaran Think Talk Write merupakan model pembelajaran untuk melatih keterampilan pada peserta didik dalam menulis, berdiskusi, dan berargumentasi. Model pembelajaran Think Talk Write akan menekankan peserta didik dalam mengemukakan hasil pemikirannya (Halik & Tahir, 2022: 239). Hal serupa yang ditulis Desimyari, Putra, dan Manuaba (2018: 282) menjelaskan bahwa model pembelajaran Think Talk Write adalah model yang berdasar kepada pengembangan kemampuan berpikir terhadap masalah yang dihadapi, kemudian mengkomunikasikannya melalui diskusi dengan kelompok dan menuliskan hasil diskusinya sebagai bentuk pemecahan masalah tersebut. Model pembelajaran Think Talk Write didasarkan pada pemahaman bahwa belajar adalah sebuah perilaku sosial, yaitu mendorong siswa untuk berpikir, berbicara, dan menuliskan suatu topik tertentu (Walvi & Samaya, 2022: 47). Lebih lanjut, menurut Huda (2013: 216) model pembelajaran 13

Think Talk Write adalah model yang memfasilitasi latihan keterampilan menulis dengan lancar. Model Think Talk Write ini dapat memicu siswa untuk berpikir, berbicara dan menulis hasil dari pemikiran atau pendapatnya yang didasarkan pada suatu topik tertentu. Model pembelajaran ini juga dapat membantu siswa dalam menemukan ide yang baru, sehingga hasil dari belajar siswa akan menjadi maksimal. Berdasarkan teori-teori di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran TTW (Think Talk Write) merupakan salah satu model yang dibangun melalui proses berpikir, berbicara, dan menulis. Serta model pembelajaran Think Talk Write dapat membuat siswa menjadi lebih aktif dan komunikatif. Model pembelajaran Think Talk Write mendorong peserta didik untuk berpikir mengenai bacaan atau gambar yang dilihatnya kemudian menceritakannya dalam bentuk lisan dan menuliskannya dalam bentuk tulisan. 2. Karakteristik Model Pembelajaran Think Talk Write Model pembelajaran Think Talk Write memiliki tiga tahapan kegiatan peserta didik. Tahap pertama yaitu Think (berpikir), tahap kedua yaitu Talk (berbicara), dan tahap yang terakhir yaitu Write (menulis). a. Think (Berpikir) Huda (2013: 218-219) menjelaskan bahwa pada tahap Think (berpikir) siswa membaca teks berupa soal ataupun gambar yang menjadi suatu permasalahan bagi siswa (jika memungkinkan permasalahan dimulai dengan hal yang berhubungan dengan permasalahan sehari-hari yang ada di sekitar atau kontekstual). Pada tahap ini siswa secara individu memikirkan jawaban dari permasalahan yang diterima, lalu membuat catatan kecil mengenai ide-ide yang didapatkan dari bacaan dan hal-hal yang tidak dipahami oleh siswa dengan menggunakan bahasanya sendiri. b. Talk (Berbicara) Pada tahap Talk (berbicara), siswa berkomunikasi dengan menggunakan kata-kata dan bahasa yang mereka pahami bersama dengan temannya. Siswa menyampaikan ide-ide yang diperoleh pada 14

tahap Think kepada teman-teman diskusinya. Dalam diskusi tersebutlah terjadi interaksi antar siswa sehingga membangun pemahaman mengenai permasalahan yang mereka dapatkan. Melalui diskusi tersebut juga diharapkan dapat menghasilkan solusi atas masalah yang diberikan. Serta pada tahap ini juga memungkinkan bagi siswa menjadi lebih terampil dalam berbicara. c. Write (Menulis) Menurut Huda (2013: 219) pada tahap Write (Menulis) siswa menuliskan ide-ide yang telah diperolehnya dari tahap Think dan Talk. Hasil dari tulisan ini terdiri atas landasan konsep yang digunakan, keterkaitan dengan materi sebelumnya, strategi penyelesaian dan strategi yang diperoleh. Aktivitas siswa selama menulis dalam tahap ini memberikan solusi terhadap permasalahan yang diberikan dan mengorganisasikan semua pekerjaan agar mudah untuk dibaca dan dipahami. Adapun manfaat dan aktivitas dari menulis ini yaitu untuk melihat pengembangan konsep siswa, memantau kesalahan siswa, mengetahui konsep tulisan siswa, dan mengetahui kelebihan dan kekurangan tulisan siswa. 3. Sintaks Model Pembelajaran Think Talk Write Huda (2013: 220) mengemukakan langkah-langkah pembelajaran TTW adalah sebagai berikut : a. Siswa membaca teks dan membuat catatan dari hasil bacaan secara individual (think), untuk membawa ke forum diskusi. b. Siswa bekerja sama dengan teman satu kelompoknya untuk membahas catatan yang telah dibuat (talk). Dalam kegiatan ini siswa menggunakan bahasa dan kata-kata mereka sendiri dalam menyampaikan ide-idenya. Pemahaman tersebut dimulai melalui interaksi yang terjadi dalam diskusi, karena itu diskusi ini diharapkan dapat menghasilkan solusi dari permasalahan yang diberikan. 15

c. Siswa membuat refleksi dan kesimpulan atas materi yang telah dipelajarinya dengan cara menuliskan kembali hal-hal yang telah dipelajarinya (write). Menurut Susilawati (2012: 145-146) sintaks dari model pembelajaran Think Talk Write sebagai berikut : a. Guru memberikan bahan ajar, LKS, dan soal-soal untuk dipelajari dan dipahami siswa. b. Siswa dibagi kedalam beberapa kelompok, lalu membuat catatan dan mengajukan pertanyaan (think). c. Siswa berdiskusi dengan kelompok yang sudah ditentukan untuk menyelesaikan masalah yang telah diajukan oleh guru (talk). d. Siswa mengkonstruksikan sendiri pengetahuan yang telah didapatkannya dari hasil diskusi kedalam sebuah tulisan (write). e. Perwakilan dari setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi. f. Setiap siswa menyimpulkan hasil diskusi kelompok. g. Quis (refleksi) Pada kegiatan pembelajaran pelaksanaan menggunakan model Think Talk Write menurut Hastutik (2022: 65) sebagai berikut : a. Tahap Think 1) Siswa menerima teks/kartu pertanyaan dari guru. 2) Siswa membaca teks yang diberikan lalu memahami setiap masalah secara individu dan menuliskannya kedalam catatan untuk kemudian didiskusikan dengan teman kelompok. b. Tahap Talk 1) Siswa dibagi kedalam kelompok kecil yang terdiri dari 3-5 siswa. 2) Perwakilan dari setiap kelompok membacakan teks dan setelah selesai kelompok lainnya memberikan pertanyaan dan ditanggapi siswa lainnya dalam kelompok. Setiap siswa mempunyai pertanyaan dan ditanggapi oleh anggota kelompok lainnya. 3) Siswa berdiskusi dalam menyimpulkan jawabannya. 16

c. Tahap Write Semua siswa menuliskan teks deskriptif sederhana mengenai hasil pembelajaran hari ini. 4. Keunggulan dan Kelemahan Model Pembelajaran Think Talk Write Keunggulan menerapkan model pembelajaran Think Talk Write dalam pembelajaran antara lain (Yulianti, Ikhsan, & Kurniasari, 2022: 50) : a. Mempermudah dalam menerima materi ajar dengan memberikan soal yang open ended dapat mengembangkan keterampilan dan kreatif pada siswa di dalam kelas. b. Membantu siswa berinteraksi dan berdiskusi dengan kelompok yang akan melibatkan siswa secara aktif dalam belajar. Sedangkan kelemahan menurut Yulianti (2022: 50) dalam menerapkan model pembelajaran Think Talk Write yaitu : a. Saat siswa berdiskusi dalam kelompok terdapat beberapa siswa yang mengalami penurunan kemampuan dan kepercayaan, karena didominasi oleh siswa yang mampu atau lebih pintar. b. Guru harus menyiapkan media dengan benar agar dalam penerapan model pembelajaran Think Talk Write tidak mengalami kesulitan. C. Keterampilan Argumentasi 1. Pengertian Keterampilan Argumentasi Pengajaran pada abad 21 yaitu berfokus pada keterampilan, pengetahuan dan keahlian yang wajib siswa miliki. Siswa dituntut dalam keahlian seperti berpikir kritis, penguraian permasalahan, komunikasi dan kolaborasi. Hal tersebut menjadi tantangan bagi lingkungan pendidikan untuk mencari solusi agar kemampuan siswa meningkat sesuai dengan tuntutan ajaran abad 21 (Rahman, 2018: 9). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Rahayu (2020) keterampilan argumentasi yang dimiliki oleh siswa masih tergolong dalam kategori rendah serta berdampak pada proses pembelajaran dan hasil belajar siswa. Selain itu, keterampilan argumentasi siswa dalam proses 17

pembelajaran yang berkaitan dengan lingkungan atau ekosistem jarang dilatihkan dalam proses pembelajaran (Istiana & Herawatia, 2019). Argumentasi merupakan landasan bagi siswa dalam berlatih berpikir, bekerja dan berinteraksi dalam proses pembelajaran sains. Disebutkan oleh Ayşe Öztürk dalam Zairina (2022: 32) argumentasi didefinisikan sebagai proses dari menegaskan, mendukung, memurnikan, serta mengkritik perspektif. Argumentasi merupakan proses yang kompleks bagi seseorang dalam membuat, menjelaskan dan membenarkan klaim dan menjelaskan argumen sebagai hasil dari seseorang untuk membenarkan klaim itu sendiri. Keterampilan argumentasi pada siswa diukur berdasarkan kemampuan masing-masing siswa dalam mengekspresikan pandangan atau menyampaikan klaimnya, menyertakan data atau fakta untuk mendukung gagasan, menjelaskan hubungan data dengan gagasan secara tepat, memberikan pembenaran teoritis yang rasional sehingga gagasan dan data dapat diterima serta mampu memberikan pembenaran atau gagasan yang jelas dari siswa (2022: 39). Keterampilan argumentasi merupakan bentuk komunikasi dalam membentuk pemikiran luar melalui rangkaian wacana ilmiah yang merupakan proses pembelajaran penting (Farida, Rosidin, Herlina, & Hasnunidah, 2018). Keterampilan berargumentasi dapat ditampilkan sebagai bentuk dari komunikasi siswa dalam membantuk untuk memperkuat gagasan melalui wacana ilmiah dan dapat menjadi salah satu alternatif bagi siswa dalam meningkatkan kemampuan siswa (Mutiah, 2022: 72). 2. Struktur Argumentasi Menurut Toulmin (2003: 87) argumen menyerupai suatu organisme yang memiliki bagian individual dengan fungsi yang berbeda-beda, berkaitan dengan claim. Toulmin mengungkapkan unsur-unsur untuk menganalisis suatu argumen, yaitu : 18

a. Claim Menurut Inch (2006: 122) claim adalah kalimat yang diajukan kepada orang lain untuk diterima. Claim mengandung informasi yang diajukan seseorang untuk diterima sebagai kebenaran atau tindakan yang diinginkan untuk diterima dan dilakukan. Suatu claim dapat diutarakan secara eksplisit maupun dimengerti secara implisit. b. Data Data (The grounds) adalah kebenaran yang mendasari suatu claim. Data dapat berupa fakta ditambah penalaran berdasarkan suatu claim. Data yang baik adalah data yang tidak dapat dipertentangkan lagi. Data yang dipertentangkan dapat memicu claim baru yang harus dibuktikan dengan informasi yang lebih mendalam. c. Warrant Sebuah warrant menghubungkan data dengan claim. Jaminan dapat diungkapkan eksplisit atau implisit. Warrant yang paling kuat akan menghasilkan argumentasi yang lebih kuat. d. Backing Backing merupakan asumsi dasar dalam bidang tertentu yang mendukung pembenaran. Backing terhadap suatu argumen memberikan efek kuat pada warrant. e. Qualifer Qualifer mengindikasikan kekuatan dari data kepada warrant. Qualifier merupakan istilah yang menunjukkan sifat kemungkinan claim, f. Rebuttal Rebuttal adalah suatu argumen perlawanan terhadap suatu claim, data, warrant, hingga rebuttal lain yang berlawanan, rebuttal dapat berupa claim, data atau warrant. 19

D. Materi Pokok Ekosistem 1. Pengertian Ekosistem Ekosistem adalah interaksi antar organisme dalam sebuah komunitas yang dengan lingkungannya terjadi antar hubungan. Jadi di dalam ekosistem tidak hanya meliputi komunitas organisme atau faktor biotik saja tetapi juga ada faktor abiotik, misalnya cahaya matahari, batuan, tanah, udara, dan air (Huda K. , 2020, hal. 8). 2. Komponen Ekosistem Menurut Karmana (2014: 245-248) suatu ekosistem terdapat dua komponen pokok, yaitu komponen tak hidup (abiotik) dan komponen hidup (biotik), yaitu : a. Komponen Abiotik Baik hewan maupun tumbuhan berhubungan dengan faktor fisik dan faktor kimia. Faktor fisika dan kimia yang penting bagi makhluk hidup, di antaranya sinar matahari, temperatur, air, gravitasi, tekanan gas, dan garam mineral. Setiap faktor lingkungan yang memengaruhi makhluk hidup dapat diukur kekuatannya. Akan tetapi, semua faktor fisik yang memengaruhi tidak dapat bekerja sendiri-sendiri, tetapi merupakan suatu perpaduan antara semua faktor. 1) Sinar Matahari Semua energi yang digunakan oleh makhluk hidup pada dasarnya berasal dari energi matahari. Energi yang berasal dari sinar matahari dapat berubah wujudnya, tetapi tidak dapat dimusnahkan. Tumbuhan hijau yang mengandung klorofil yang mampu menangkap energi dari sinar matahari untuk digunakan dalam proses karbohidrat fotosintesis. Pada proses fotosintesis, terbentuk yang berasal dari CO, dan H,O. Karbohidrat mengandung energi kimia. Pada fotosintesis terjadi perubahan energi cahaya menjadi energi kimia. Energi kimia akan dikonsumsi oleh organisme lain dan diubah menjadi energi organik berupa ATP dalam bentuk panas. 20

2) Temperatur (Suhu) Pada permukaan Bumi, suhu rata-rata berkisar antara 0°C hingga kurang dari 50°C. Namun, umumnya berkisar antara 14°C sampai dengan 32°C yang merupakan kisaran suhu ideal bagi kebanyakan makhluk hidup. Temperatur sangat erat kaitannya dengan proses pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup sebagai hasil aktivitas metabolisme. Metabolisme merupakan reaksi yang menggunakan enzim dan kerja enzim dipengaruhi oleh temperatur. 3) Air Air sangat mutlak diperlukan oleh makhluk hidup. Air merupakan penyusun protoplasma. Adanya pertukaran air antara perairan, darat, dan udara memengaruhi kehidupan makhluk hidup. Kandungan air menentukan suhu. Untuk meningkatkan suhu 1 gram air sebesar 1°C, dibutuhkan energi sebesar 1 kalori. Volume air pada suhu 4°C memiliki volume yang terbesar dan mampu memecahkan batuan. Hal ini berkaitan dengan pembentukan tanah. Semua hewan yang hidup di tanah sangat dipengaruhi oleh kelembapan. Cacing tanah akan bergerak ke permukaan jika kelembapan tanahnya tinggi dan berada di dalam tanah jika kelembapan tanah rendah. 4) Tekanan Gas (Udara) Tekanan udara pada suatu tempat bergantung dari ketinggiannya dari permukaan laut. Konsentrasi oksigen (O) semakin rendah sejalan dengan meningkatnya ketinggian dari permukaan laut. Orang yang hidup di pegunungan tinggi memiliki paru-paru yang lebih besar dan jumlah eritrosit yang lebih banyak dari orang yang hidup di dataran rendah. Hal ini sebagai usaha tubuh untuk mendapatkan oksigen yang memadai bagi tubuh pada kondisi O, yang relatif rendah. 5) Garam Mineral Garam mineral memegang peran penting dalam memelihara kondisi tubuh, baik bagi hewan, tumbuhan, maupun manusia. Manusia dan hewan 21

akan mengalami gangguan pada tulang jika kekurangan Ca (kalsium) dan mengalami anemia jika kekurangan Fe (unsur besi). Tumbuhan yang mengalami kekurangan Ca akan mengalami penghambatan pembelahan sel, sedangkan kekurangan Fe dan Mg akan menimbulkan klorosis. Mineral digunakan sebagai gugus aktif enzim dan penyusun bahan organik. Nitrogen yang diambil dari lingkungan merupakan penyusun asam amino atau protein. 6) Derajat Keasaman (pH) Tumbuhan yang biasa hidup di tanah netral tidak dapat tumbuh di tanah yang asam. Pada pH asam, unsur-unsur yang umumnya tersedia adalah Zn dan Cu. Kedua unsur tersebut dapat meracuni tubuh tanaman. Adapun unsur P, Mg, Fe, dan Mo yang sangat dibutuhkan oleh tanaman tidak tersedia. Derajat keasaman media tumbuh bakteri sangat menentukan kelangsungan hidupnya. Sebagai contoh, bakteri nitrifikasi akan berhenti beraktivitas jika pH tanah lebih rendah dari 4,5. 7) Gravitasi Gravitasi adalah gaya tarik Bumi. Gravitasi memengaruhi gerak pada tumbuhan, misalnya gerak akar ke pusat Bumi (geotropisme positif) dan gerak batang menjauhi pusat Bumi (geotropisme negatif). b. Komponen Biotik Komponen biotik adalah faktor hidup yang meliputi semua makhluk hidup di dunia. Makhluk hidup terdiri atas tumbuhan, hewan, manusia, dan mikroorganisme. Tumbuhan berperan sebagai produsen, hewan dan manusia berperan sebagai konsumen, dan mikroorganisme sebagai pengurai (dekomposer). Faktor-faktor biotik dapat dibagi menjadi suatu sistem tingkatan organisme makhluk hidup. Tingkatan-tingkatan makhluk hidup tersebut akan saling berinteraksi dan mem bentuk suatu sistem yang menunjukkan kesatuan. 22

3. Interaksi Antar Ekosistem Menurut Huda (2020: 10-12) Interaksi antar komponen ekosistem dapat merupakan interaksi antar biotik dengan biotik ataupun biotik dengan abiotik. a. Interaksi antara komponen biotik dengan biotik Interaksi ini bisa terjadi antar organisme, antar populasi, dan antar komunitas. 1) Interaksi antar organisme Semua makhluk hidup selalu bergantung kepada makhluk hidup yang lain. Tiap individu akan selalu berhubungan dengan individu lain yang sejenis atau lain. jenis, baik individu dalam satu populasinya atau individu- individu dari populasi lain. Interaksi antarorganisme dapat dikategorikan sebagai berikut (Anshori & Martono, 2009: 208). a) Netral Hubungan tidak saling mengganggu antarorganisme dalam habitat yang sama, yang bersifat tidak menguntungkan dan tidak merugikan kedua belah pihak, disebut netral. Contohnya : antara capung dan sapi, ayam dan kucing (Anshori & Martono, 2009: 208). b) Predasi Predasi adalah hubungan antara mangsa dan pemangsa (predator). Hubungan ini sangat erat sebab tanpa mangsa, predator tak dapat hidup. Sebaliknya, predator juga berfungsi sebagai pengontrol populasi mangsa. Contoh : Singa dengan mangsanya, yaitu kijang, rusa,dan burung hantu dengan tikus (Anshori & Martono, 2009: 209). c) Parasitisme Parasitisme adalah hubungan antarorganisme yang berbeda spesies, bila salah satu organisme hidup pada organisme lain dan mengambil makanan dari hospes/inangnya sehingga bersifat merugikan inangnya. contoh : Plasmodium dengan manusia, Taeniasaginata dengan sapi, dan benalu dengan pohon inang, nyamuk anopheles dengan manusia) (Anshori & Martono, 2009: 209). 23

d) Komensalisme Komensalisme merupakan hubungan antara dua organisme yang berbeda spesies dalam bentuk kehidupan bersama untuk berbagi sumber makanan, salah satu spesies diuntungkan dan spesies lainnya tidak dirugikan. Contohnya anggrek dengan pohon yang ditumpanginya, ikan hiu dengan ikan remora (Anshori & Martono, 2009: 209). e) Mutualisme Mutualisme adalah hubungan antara dua organisme yang berbeda spesies yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Contoh: bakteri Rhizobium yang hidup pada bintil akar kacang-kacangan, bunga dan lebah (Anshori & Martono, 2009: 209). b. Interaksi Antar Komponen Biotik dengan Komponen Abiotik Interaksi antara komponen biotik dengan abiotik membentuk ekosistem. Hubungan antara organisme dengan lingkungannya menyebabkan terjadinya aliran energi dalam sistem itu. Selain aliran energi, di dalam ekosistem terdapat juga struktur atau tingkat trofik, keanekaragaman biotik, serta siklus materi. Dengan adanya interaksiinteraksi tersebut, suatu ekosistem dapat mempertahankan keseimbangannya. Pengaturan untuk menjamin terjadinya keseimbangan ini merupakan ciri khas suatu ekosistem. Apabila keseimbangan ini tidak diperoleh maka akan mendorong terjadinya dinamika perubahan ekosistem untuk mencapai keseimbangan baru (Huda K. 2020: 12). 4. Aliran Energi Aliran energi (energy flow) adalah lewatnya energi melalui komponen komponen ekosistem. Energi memasuki terarium dalam bentuk sinar matahari (anak panah kuning). Tumbuhan (produsen) mengubah energi sinar matahari menjadi energi kimia melalui proses fotosintesis. Hewan sedangkan z (konsumen) mengambil sejumlah energi kimia ini dalam bentuk senyawa organik ketika mereka memakan tumbuhan. Detritivor dan pengurai di tanah memperoleh energi kimia ketika mereka memakan sisa- sisa tumbuhan dan hewan mati. Setiap penggunaan energi kimia oleh 24

organisme melibatkan hilangnya sebagian energi ke lingkungan dalam bentuk panas (anak panah merah). Oleh karena sedemikian banyak energi yang ditangkap oleh fotosintesis hilang sebagai panas, ekosistem ini akan kehabisan energi seandainya saja tidak terus-menerus memperoleh suplai energi dari matahari (Simon, 2016: 437). Gambar 2.1. Aliran Energi dan Siklus Kimia (Sumber : https://images.app.goo.gl/XUHnNDZWPsLhgSTu6 ) Produsen dan konsumen membentuk aliran energi atau rantai makanan dan bersama dengan pengurai terbentuklah daur materi. Sebuah ekosistem dapat berfungsi dengan adanya aliran materi dan energi. Aliran tersebut mengalir dari mata rantai yang satu ke mata rantai lain dalam suatu rantai makanan. Energi adalah kemampuan melakukan kerja. Sifat energi di ekosistem sesuai dengan hukum termodinamika. Menurut hukum termodinamika energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan, tetapi dapat diubah dari satu bentuk energi menjadi ke bentuk energi yang lain. Energi cahaya dapat diubah oleh tumbuhan menjadi energi potensial kemudian diubah oleh hewan manusia menjadi energi panas dan energi gerak. Dalam sistem ekologi, suatu organisme merupakan komponen pengubah energi. Aliran energi dan siklus materi dalam ekosistem terjadi melalui rantai makanan dan jaring-jaring makanan. 5. Rantai Makanan dan Piramida Ekologi Hubungan makan dan dimakan di antara berbagai spesies dalam suatu komunitas disebut sebagai struktur trofik (trophic structure). Struktur trofik suatu komunitas menentukan transfer energi dan nutrien dari tumbuhan dan 25

organisme fotosintetik lainnya ke herbivor dan lantas ke predator. Urut- urutan transfer makanan antara tingkat-tingkat trofik disebut rantai makanan (food chain) (Simon, 2016: 432). Gambar 2.2. Rantai Makanan (sumber : https://roboguru.ruangguru.com/question/bagaimana- perbedaan-antara-jaring-jaring-makanan-dan-rantai-makanan-dengan- contoh-_QU-7ZD0P4X8 ) Gambar 2.2 menunjukkan dua rantai makanan, satu di darat dan satu di air. Di dasar kedua rantai ada tingkat trofik yang menunjang semua tingkat lainnya. Tingkat ini terdiri atas autotrof, yang disebut produsen (producer) oleh para ekolog. Produsen-produsen fotosintetik mengubah energi sinar menjadi energi kimia yang disimpan dalam ikatan-ikatan senyawa organik. Tumbuhan merupakan produsen utama di darat. Di air, produsen utama adalah protista fotosintetik dan sianobakteri, yang bersama-sama disebut fitoplankton. Alga multiselular dan tumbuhan air juga merupakan produsen penting di perairan dangkal. Pada beberapa komunitas, seperti yang mengelilingi lubang sembur hidrotermal, produsennya adalah prokariota kemosintetik (Simon, 2016: 432). Semua organisme pada tingkat-tingkat trofik di atas produsen merupakan heterotrof, atau konsumen. Semua konsumen bergantung secara langsung atau tidak langsung pada keluaran produsen. Herbivor (herbivore), yang memakan tumbuhan, alga, atau fitoplankton, merupakan konsumen primer (primary consumer). Konsumen primer di darat mencakup belalang dan banyak serangga lain, bekicot, dan vertebrata tertentu, seperti mamalia perumput dan burung pemakan biji dan buah. Di lingkungan akuatik, 26

konsumen primer mencakup berbagai zooplankton (terutama protista dan hewan mikroskopik seperti udang kecil) yang memakan fitoplankton (Simon, 2016: 432). Sedangkan jaring-jaring makanan dalam suatu ekosistem dapat dilihat pada gambar berikut ini : Gambar 2.3. Jaring-jaring Makanan (sumber : https://roboguru.ruangguru.com/question/perhatikan- gambar-jaring-jaring-makanan-dibawah-ini-semua-makluk-hidup-saling- mempengaruhi_QU-1P2KRGJG) 1) Produksi primer atau dapat disebut sebagai primary production ialah sejumlah energi cahaya yang dikonversi menjadi suatu energi kimiawi atau senyawa organik oleh autotrof selama periode waktu tertentu (Campbell, 2010: 408). 2) Produksi sekunder atau dapat disebut sebagai secondary production ialah sejumlah energi kimiawi pada makanan konsumen yang dikonversi menjadi biomassa miliknya sendiri selama periode waktu tertentu (Campbell & Reece, 2010: 413). Menurut Campbell (2010: 413-414) dengan demikian maka dapat dijelaskan bahwa efisiensi dari sebuah produksi atau production efficiency merupakan presentasi energi yang tersimpan di dalam makanan terasimilasi yang tidak diperlukan untuk respirasi. Sedangkan efisiensi trofik atau trophic efficiency merupakan presentasi produksi yang dikirim dari satu tingkat ke tingkatan trofik berikutnya. Kehilangan suatu energi yang 27

progresif di keseluruhan pada rantai makanan akan sangat membatasi kelimpahan karnivora puncak yang dapat didukung oleh ekosistem. Terdapat sekitar 0,1% energi kimiawi yang difiksasi oleh proses fotosintesis dapat mengalir di keseluruhan jalan melalui jenjang makanan ke konsumen tersier, contohnya seperti hiu atau ular. Kehilangan energi pada setiap kali mengirim dalam suatu rantai makanan dapat dipresentasikan oleh piramida produksi bersih atau pyramid of net production, yang tingkatan trofiknya disusun dalam sebuah tingkat-tingkatan. Sedangkan salah satu konsekuensi ekologis yang sangat penting dari sebuah efisiensi trofik yang rendah dipresentasikan dalam suatu piramida biomassa atau disebut biomassa pyramid. Piramida energi dalam sebuah ekosistem dapat dilihat pada gambar berikut ini: Gambar 2.4. Piramida Energi (sumber : https://www.isplbwiki.net/2019/01/piramida-rantai- makanan-pengertian.html) 6. Daur Biogeokimia Daur biogeokimia adalah siklus zat, materi, atau senyawa kimia melalui komponen biotik dan abiotik. Siklus biogeokimia melibatkan reaksi-reaksi kimia dalam lingkungan abiotik. a. Siklus Karbon Dalam Campbell (2016: 441) dijelaskan bahwa fotosintesis mengambil CO₂ dari atmosfer dan menggabungkannya ke dalam molekul- molekul organik, yang akan dibagikan sepanjang rantai makanan. Respirasi selular mengembalikan CO₂ ke atmosfer. Pengurai menguraikan 28

senyawa karbon dalam detritus; karbon itu pun nantinya dilepaskan sebagai CO. Pada skala global, pengembalian CO₂ ke atmosfer oleh respirasi nyaris sama dengan pengambilan CO, oleh fotosintesis. Akan tetapi, peningkatan kadar CO, akibat pembakaran kayu dan bahan bakar fosil (batu bara dan minyak bumi) berkontribusi terhadap perubahan iklim global Gambar 2.5. Siklus Nitrogen (sumber : https://jendelabiologi.com/kelas-x/10-ekosistem/) b. Siklus Fosfor Penggerusan (pengikisan) batu oleh cuaca perlahan-lahan menambahkan fosfat anorganik (PO) ke tanah. Tumbuhan menyerap fosfat yang terlarut dari tanah dan mengasimilasinya dengan cara menggabungkan atom-atom fosfor ke dalam senyawa organik. Konsumen memperoleh fosfor dalam bentuk organik dengan memakan tumbuhan. Fosfat dikembalikan ke tanah ketika pengurai menguraikan kotoran hewan dan sisa-sisa tumbuhan dan hewan mati. Sejumlah fosfat terbawa air dari ekosistem terestrial ke laut, dan di situ mungkin mengendap dan akhirnya menjadi bagian dari bebatuan baru. Fosfor yang diambil dari siklus dengan cara ini tidak akan tersedia bagi organisme hidup sampai proses-proses 29

geologis mengangkat dan memajankan bebatuan tersebut ke proses pengikisan (Simon, 2016: 441). Gambar 2.6. Siklus Fosfor (sumber : https://kejarcita.id/bank/questions/180281) c. Siklus Air Siklus air disebut juga daur hidrologis. Sistem ini adalah sistem yang mendaur ulang air yang ada di Bumi. Aliran siklus ini digerakkan oleh energi matahari. Panas yang dikeluarkan sinar matahari mengakibatkan air laut dan berbagai air yang ada di permukaan Bumi menguap. Ketika uap air menjadi mampat karena dinginnya udara, terbentuklah awan. Selanjutnya, awan digerakkan oleh angin dan energi panas matahari. Akhirnya, awan menjadi jenuh dengan uap air dan turunlah hujan. Siklus ini terus berulang sehingga keseimbangan air di alam terus terjaga. Gambar 2.7. Siklus Air (sumber : https://zonabiokita.blogspot.com/2016/03/siklus-air.html) 30

d. Siklus Nitrogen Gas nitrogen yang berada di udara dapat berdifusi ke dalam tanah melalui peristiwa amonifikasi menjadi NH Jalur lain N, di udara difiksasi oleh bakteri Rhizobium yang dapat langsung digunakan oleh tumbuh- tumbuhan Legumminose. Zat organik yang berasal dari tumbuhan dan hewan akan mengalami pembusukan atau dikomposisi menjadi amonium (NH). Amonium dalam tanah akan mengalami nitrifikasi menjadi senyawa nitrat.Tumbuhan dapat menyerap nitrogen dalam bentuk NH, atau NH,. Adapun senyawa nitrat bersifat racun bagi tanaman. Bakteri nitrifikasi terdiri atas Nitrosococcus dan Nitrobacter (Karmana, 2014: 266). Gambar 2.8. Siklus Nitrogen (sumber : https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-daur- nitrogen/) 31

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu penelitian yang menekankan pada analisis data numerical (angka) yang nantinya akan diolah menggunakan metoda statistika untuk mengelompokkan dan menghubungkan keterkaitan antara variabel penelitian. Data kuantitatif dari hasil penelitian digunakan sebagai informasi utama untuk menjawab rumusan masalah pokok pada data penelitian ini juga didapatkan berdasarkan analisis perhitungan hingga didapatkan kesimpulan data melalui pretest dan posttest. Sedangkan pada data kualitatif digunakan sebagai data pelengkap saja yaitu didapatkannya data melalui hasil observasi dan angket yang kemudian peneliti mereview dan mengolahnya ke dalam kategori tertentu. B. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian penerapan. Arah dari penelitian ini berfungsi untuk menerapkan suatu model pembelajaran Think Talk Write (TTW) terhadap keterampilan argumentasi siswa. Dalam penelitian ini pengambilan data tidak dilakukan secara acak atau random yaitu disesuaikan dengan permasalahan yang terjadi di sekolah, sehingga menggunakan metode penelitian yang digunakan yaitu Pre-experimental dengan Desain One Group Pretest-Posttest. Variabel bebasnya adalah strategi pembelajaran yang terdiri dari Think Talk Write (TTW). Variabel terikatnya adalah keterampilan argumentasi. Berikut desain penelitian yang digunakan : Tabel 3.1. Desain Penelitian Pretest-Posttest One Group Design Kelompok Pretest Perlakuan Posttest X MIPA O1 X1 O2 32

Keterangan : iO1 : iPretest yang diberikan sebelum melaksanakan pembelajaran pada kelas X MIPA iO2 : iPosttest yang diberikan setelah melaksanakan pembelajaran pada kelas X MIPA iX1 : iPembelajaran dengan Model Pembelajaran Think Talk Write Penerapan ini dapat dihitung dengan cara membandingkan hasil dari pretest dan posttest. Bila nilai posttest lebih besar dari nilai pretest, maka perlakuan berpengaruh positif. Begitu juga sebaliknya jika nilai posttest lebih kecil dari nilai pretest, maka berpengaruh negatif Berikut efek perlakuan pada one-group pretest-posttest : Efek perlakuan : O2 – O1 (Sugiyono, 2013: 111) C. Lokasi dan Waktu 1. Lokasi Lokasi penelitian yang dijadikan objek penelitian ini adalah MA Al-Huda. Lokasi ini dipilih karena ditemukan permasalahan yang sesuai dengan topik penelitian. Disamping itu juga belum pernah dilaksanakan penelitian mengenai Penerapan Model Pembelajaran Think Talk Write untuk Meningkatkan Keterampilan Argumentasi pada Materi Ekosistem. 2. Waktu Waktu pelaksanaan penelitian di MA Al-Huda yang sebelumnya sudah melalui konsultasi dan pertimbangan dari pihak guru mata pelajaran Biologi dan guru kurikulum sehingga dijadwalkan pada tanggal 16 Mei – 27 Mei 2022. D. Populasi dan Sampel 1. Populasi Penelitian Populasi berasal dari seluruh siswa-siswi kelas X MIPA di MA Al-Huda tahun ajaran 2021/2022 Kabupaten Bandung Barat dengan jumlah siswa 35 orang. 33

2. Sampel Penelitian Sampel penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh yaitu teknik penentuan sampel dimana semua anggota populasi digunakan sebagai sampel penelitian (Sugiyono, 2013: 85). Satu kelas tersebut akan dijadikan kelas eksperimen yakni kelas X MIPA dengan jumlah siswa 35 orang dalam menerapkan model pembelajaran Think Talk Write untuk meningkatkan keterampilan argumentasi pada materi ekosistem. E. Penilaian Keterampilan Argumentasi Data yang diperoleh dari hasil analisis menggunakan indikator keterampilan argumentasi menurut Toulmin’s Argumentation Pattern. Hasil analisis kemampuan argumentasi lalu dikonversi berdasarkan kriteria level menurut Toulmin’s Argumentation Pattern yang ditampilkan dalam Tabel 1, yaitu sebagai berikut : Tabel 3.2 Kerangka Toulmin Berdasarkan Kriteria Level Level Kriteria Level 1 Argumentasi yang terdiri dari klaim yang sederhana yang berwujud claim vs counter-claim atau claim vs claim Level 2 Argumentasi yang memuat claim dengan data, warrant atau backing namun tanpa rebuttal Level 3 Argumentasi dengan rangkaian claim atau counter-claim dengan data, warrant atau backing disertai rebuttal yang lemah Level 4 Argumentasi dengan sebuah claim yang jelas dengan beberapa rebuttal yang jelas Level 5 Argumentasi yang lebih kompleks dan panjang dengan lebih dari satu rebuttal (Zairina & Hidayati, 2022: 39) Berdasarkan tabel tersebut menentukan dan membagi kriteria level argumentasi siswa terbagi menjadi 5 level. Dengan bertambah tingginya 34


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook