["PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN 3)\t Sulfur, Sulfur diambil oleh tanamaan sebagai molekul sulfat bermuatan negatif (SO42-). Berhubung ini adalah molekul bermuatan negatif atau anion, sulfat mungkin mudah tercuci dari tanah. Sebagian besar S namun demikian tidak tersedia dalam bentuk anion tetapi terikat kuat dalam bentuk bahan organik. Ketersediaan sulfur dikendalikan secara luas dalam jumlah dan laju dekomposisi bahan organik. Dalam kebanyakan tanah persediaan S yang cukup bagi pertumbuhan tanaman disuplai melalui proses dekomposisi dan hujan yang jatuh. Di tanah dengaan suplai sulfur sedikit, defisiensi S mungkin bisa terjadi. Tanaman-tanaman sayuran biasanya memerlukan S dalam jumlah besar. Unsur S yang digunakan sebagai agen keasaman tanah sering sebagai sumber pupuk. b.\t Unsur Hara Mikro Tanah Beberapa unsur hara mikro seperti Mn, Zn, Fe, dan Cu mempunyai kesamaan. Karena pH meningkat, kelarutan unsur mikro menurun. Oleh karena itu defisiensi unsur-unsur ini umum terjadi pada pH tinggi. Bahkan ketika tumbuhan memperlihatkan defisiensi unsur-unsur ini mereka biasanya ada dalam tanah dalam jumlah yang cukup. Namun demikian mereka tidak tersedia bagi pertumbuhan karena kondisi yang tidak cocok, umumnya pH tinggi. Penambahan pupuk mungkin tidak mengoreksi defisiensi, karena penambahan unsur hara akan dengan cepat menjadi tidak tersedia karena kondisi tanah. Ada dua cara untuk memecahkan masalah tersebut. Pertama adalah dengan pengasaman apabila terlalu alkalin. Cara yang lain adalah dengan menambah unsur hara dalam bentuk chelated, yaitu suatu bentuk unsur hara yang dilengkapi bahan yang meningkatkan kelarutan unsur hara dengan mengurangi derajat fiksasi oleh tanah mineral dan bahan organik. Di samping itu semua unsur mikro dapat diberikan lewat daun. Cara ini efektif untuk memenuhi kebutuhan hara mikro tanaman. Tetapi tidak menyelesaikan masalah tanahnya. Unsur hara mikro Mn kelarutannya tergantung pada kandungaan air tanah. Di bawah kondisi air tergenang Mn menjadi sangat terlarut dan dapat bersifat racun. Biasanya ini terjadi pada pH di bawah 5. Zn keberadaannya dalam tanah dipengaruhi oleh keasaman tanah. Defisiensi Zn biasanya terjadi pada pH moderate hingga tinggi dan lebih jelas bila kadar P tinggi. Defisiensi Zn terjadi pada pH 6-7 terutama bila pemupukan P berlebihan dan pada pemupukan bahan organik yang cukup intensif. Besi menjadi berkurang bagi tanaman bila pH-nya tinggi, sebagian besar Fe tidak larut dan tidak tersedia bagi tanaman. Untuk mengurangi pH dapat dengan menambah unsur S atau agen penambah asam yang lain. c.\t Siklus Unsur Hara Tanah Unsur hara tidak dalam keadaan terkunci dalam satu bentuk simpanan saja, proses-proses alami secara periodik mengubahnya dari bentuk satu ke bentuk yang lain. Ini adalah proses transformasi biogeokimia berkesinambungan yang kita kenal dengan siklus unsur hara 90 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN tanah. Unsur hara dalam tanah dapat dibedakan atau dikenali berdasarkan batuan asli dan mineral, larut atau diabsorbsi berupa ion-ion. Bentuk bimasa terdapat dalam jaringan makhluk hidup tumbuhan atau organisme tanah dan bentuk organik dalam jaringan mati yang berada dalam berbagai tahap pelapukan termasuk unsur tanah. Akar tanaman dan organisme tanah mengekstrak unsur hara sebagai ion-ion organik sederhana yang dibebaskan melalui pelapukan batuan dan mineral dan bahan organik tanah. Tumbuhan pada khususnya hanya dapat mengambil unsur hara dalam bentuk ion-ion anorganik sederhana. Ketika organisme mati jaringannya ditambahkan dalam bentuk bahan organik tanah dan beberapa di antaranya dibebaskan secara tiba- tiba oleh adanya sel yang rusak. Seluruh material itu segera memulai pelapukan. Sebagian bentuk yang tahan membentuk humus tanah yang melapuknya sangat lambat. d.\t Faktor yang mempengaruhi unsur hara tanah 1)\t Tektur Tanah Tekstur tanah ditentukan oleh jumlah relatif oleh berbagai ukuran partikel yang menyusun tanah. Partikel tanah dibagi dalam tiga kategori, yaitu partikel yang paling halus, kemudian debu, dan pasir. Proporsi pasir, debu, dan liat menentukan tekstur. Tekstur tanah mempunyai efek terhadap sifat fisik dan kimia tanah. Secara umum partikel halus memiliki luas permukaan lebih besar dibanding tekstur kasar. Permukaan partikel tanah adalah aktif secara kimiawi. Tanah dengan tekstur halus memiliki aktivitas kimiawi lebih baik dibanding tanah dengan tekstur kasar, dan dapat mengikat lebih banyak hara serta lebih banyak mengikat nutrien yang menjadikannya tidak tersedia bagi tanaman. 2)\t Bahan Organik Bahan organik merupakan sumber energi bagi makro dan mikro-fauna tanah. Penambahan bahan organik dalam tanah akan menyebabkan aktivitas dan populasi mikrobiologi dalam tanah meningkat, terutama yang berkaitan dengan aktivitas dekomposisi dan mineralisasi bahan organik. Beberapa mikroorganisme yang beperan dalam dekomposisi bahan organik adalah fungi, bakteri dan aktinomisetes. Di samping mikroorganisme tanah, fauna tanah juga berperan dalam dekomposi bahan organik antara lain, yang tergolong dalam protozoa, nematoda, colembola, dan cacing tanah. Fauna tanah ini berperan dalam proses humifikasi, dan mineralisasi, atau pelepasan hara, bahkan ikut bertanggung jawab terhadap pemeliharaan struktur tanah (Tian, G. 1997). Mikro flora dan fauna tanah ini saling berinteraksi dengan kebutuhannya akan bahan organik, kerena bahan organik menyediakan energi untuk tumbuh dan bahan organik memberikan karbon sebagai sumber energi. Pengaruh positip yang lain dari penambahan bahan organik adalah pengaruhnya pada pertumbuhan AGRIBISNIS TANAMAN 91 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN tanaman. Terdapat senyawa yang mempunyai pengaruh terhadap aktivitas biologis yang ditemukan di dalam tanah adalah senyawa perangsang tumbuh (auxin), dan vitamin (Stevenson, 1982). Senyawa- senyawa ini di dalam tanah berasal dari eksudat tanaman, pupuk kandang, kompos, sisa tanaman dan juga berasal dari hasil aktivitas mikrobia dalam tanah. Di samping itu, dindikasikan asam organik dengan berat molekul rendah, terutama bikarbonat sepertisuksinat, ciannamat, fumarat hasil dekomposisi bahan orgaanik, dalam konsentrasi rendah dapat mempunyai sifat seperti, senyawa perangsang tumbuh, sehingga berpengaruh positip terhadap pertumbuhan tanaman. Sejumlah unsur hara seperti N, P, S, Mo, Cu, Zn, dan B mungkin terkandung dalam bahan organik tanah. Sebagai akibatnya, ketersediaannya tergantung pada proses dekomposisi bahan organik. 3)\t pH Tanah Kandungan pH tanah menerangkan keasaman dan kebasaan dalam sistem cair. Air terdiri dari muatan molekul atau ion hidrogen (H+) dan hidroksida (OH-). Dalam air selalu ada ion-ion yang tidak dikombinasi dalam molekul air. Jumlah air murni, jumlah H+ dan OH- sama yang memiliki pH 7 (netral). Bila suatu sistem memiliki kelebihan ion H+ dinamakan asam. Bila kelebihannya ion OH- maka sistem tersebut dinamakan alkalin. pH yang ukurannya sederhana dari ion H+ dalam sistem tetapi dipresentasikan sebagai negatif logaritma konsentrasi H+. Keasaman tanah penting karena menentukan kelarutan mineral tanah dan mempengaruhi berbagai proses mikroorganisme sepert, dekomposisi bahan organik, dan fiksasi nitrogen. Beberapa mineral tanah mengandung unsur hara, dan hara ini mungkin tersedia bagi pertumbuhan tanaman bila pH-nya dalam range yang sesuai. e.\t Indikator Kesuburan Tanah 1)\t Kapasitas Absorbsi Kapasitas Absorbsi dihitung dengan milli equivalen, adalah kemampuan tanah untuk mengikat\/menarik suatu kation oleh partikel-partikel kolloid tanah partikel kolloid itu terdiri dari liat dan organik, dan ini secara langsung mencerminkan kemampuan tanah melakukan aktifitas pertukaran hara dalam bentuk kation. Semakin tinggi nilai kaapasitas absorbsi, maka tanah dikatakan kesuburannya semakin baik, yang biasanya susunan kationnya didominasi oleh unsur K Kalium, Ca Calsium, dan Mg Magnesium, sehingga nilai pH tanah normal berkisar 6,5. 2)\t Tingkat Kejenuhan Basa Nilainya dalam bentuk persen, mencerminkan akumulasi susunan kation. Peningkatan nilai persen kejenuhan basa mencerminkan semakin tingginya kandungan basa-basa tanah pada posisi nilai pH tanah yang menyebabkan nilai kesuburan kimiawi 92 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN optimal secara menyeluruh. Nilai kesuburan kimiawi secara sederhana dicermnkan oleh nilai pH, karena nilai pH akan mampu mempengaruhi dan mencerminkan aktifitas kimiawi sekaligus aktifitas biologis dan kondisi fisik di dalam tanah. 3)\t Kandungan Liat Kandungan liat, merupakan ukuran kandungan partikel koloid tanah. Partikel dengan ukuran ini (koloid) akan mempunyai luas permukaaan dan ruang pori tinggi, sehingga mempunyai kemampuan absorbsi juga tinggi serta diikuti kemampuan saling tukar yang tinggi pula di antara partikel koloid. Kemampuan absorbsi ini bisa untuk air maupun zat hara, sehingga menjadi cermin peningkatan kesuburan tanah. Namun jika kandungan liat pada komposisi dominan atau tinggi menjadi tidak ideal untuk budi daya maupun pengolahan tanah. Kaandungan liat yang tinggi menyebabkan perkolasi, inlfiltrasi, permeabilitas, aerasi tanah menjadi lebih rendah, sehingga menyulitkan peredaran air dan udara. 4)\t Kandungan Bahan Organik Kandungan bahan organik yang cukup di dalam tanah dapat memperbaiki kondisi tanah agar tidak terlalu berat dan tidak terlalu ringan dalam pengolahan tanah. Berkaitan dengan pengolahan tanah, penambahan bahan organik akan meningkatkan kemampuannya untuk diolah pada lengas yang rendah. Di samping itu, penambahan bahan organik akan memperluas kisaran kadar lengas untuk dapat diolah dengan alat-alat dengan baik, tanpa banyak mengeluarkan energi akibat perubahan kelekatan tanah terhadap alat. Pada tanah yang bertekstur halus lempungan pada saat basah mempunyai kelekatan dan keliatan yang tinggi, sehingga sukar diolah tanah berat dengan tambahan bahan organik dapat meringankan pengolahan tanah. Pada tanah ini sering terjadi retak-retak yang berbahaya bagi perkembangan akar, maka dengan tambahan bahan organik kemudahan retak akan berkurang. Pada tanah pasiran yang semula tidak lekat, tidak liat, pada saat basah, dan gembur pada saat lembab dan kering, dengan tambahan bahan organik dapat menjadi agak lekat dan liat serta sedikit teguh, sehingga mudah diolah. 8.\t Pembagian\/Klasifikasi Iklim a.\t Klasifikasi iklim menurut Mohr Klasifikasi Mohr didasarkan pada hubungan antara penguapan dan besarnya curah hujan, dari hubungan ini didapatkan tiga jenis pembagian bulan dalam kurun waktu satu tahun di mana keadaan yang disebut bulan basah apabila curah hujan >100 mm per bulan, bulan lembab bila curah hujan bulan berkisar antara 100\u201360 mm, dan bulan kering bila curah hujan < 60 mm per bulan. b.\t Klafikasi iklim menurut Schmidt dan Ferguson Membagi iklim berdasarkan banyaknya curah hujan pada tiap bulan yang dirumuskan sebagai berikut. Iklim Schmidt dan Ferguson Tipe AGRIBISNIS TANAMAN 93 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN hujan Rasio Q Klasf iklim A 0 \u2264 Q < 0,143 sangat basah B 0,143 \u2264 Q < 0,333 basah C 0,333 \u2264 Q < 0,6 agak basah D 0,6 \u2264 Q < 1,0 sedang E 1,0 \u2264 Q < 1,67 agak kering F 1,67 \u2264 Q < 3,0 kering G 3,0 \u2264 Q < 7,0 sangat kering H Q \u2265 7,0 luar biasa kering. Rata-rata bulan kering Q = Rata-rata bulan basah. c.\t Klasifikasi iklim menurut Oldemam Oldeman membagi iklim menjadi 5 tipe iklim, yaitu sebagai berikut. Iklim A. Iklim yang memiliki bulan basah > 9 kali berturut-turut. Iklim B. Iklim yang memiliki bulan basah 7-9 kali berturut-turut. Iklim C. Iklim yang memiliki bulan basah 5-6 kali berturut-turut. Iklim D. Iklim yang memiliki bulan basah 3-4 kali berturut-turut. Berdasarkan urutan bulan basah dan kering dengan ketentuan tertentu diurutkan sebagai berikut. a.Bulan basah bila curah hujan lebih dari 200 mm, b.Bulan lembab bila curah hujan 100-200 mm, c.Bulan kering bila curah hujan kurang dari 100 mm. d.\t Klasifikasi iklim menurut Koppen Klasifikasi iklim Koppen adalah salah satu istem klasifikasi iklim yang paling banyak digunakan secara luas. Sistem ini dikembangkan oleh Wladimir K\u00f6ppen, seorang ahli iklim Jerman, sekitar tahun 1884 (dengan beberapa perubahan oleh K\u00f6ppen, tahun 1918 dan 1936). Kemudian, seorang ahli iklim Jerman yang bernama Rudolf Geiger bekerjasama dengan K\u00f6ppen untuk mengubah sistem klasifikasi, sehingga sistem ini terkadang disebut sebagai sistem klasifikasi Koppen Geiger. Sistem klasifikasi ini didasarkan pada konsep bahwa tanaman adalah ekspresi terbaik iklim dan lingkaran zona iklim telah dipilih dengan distribusi tanaman. Menggabungkan temperatur dan kelembaban rata-rata bulanan, tahunan, dan kelembaban musiman. e.\t Klasifikasi iklim menurut Thornthwaite Kenyatakan bahwa tujuan klasifikasi iklim adalah menetapkan pembagian ringkas jenis iklim ditinjau dari segi unsur yang benar- benar aktif terutama presipitasi dan suhu. Unsur lain seperti angin, sinar matahari, atau perubahan tekanan ada kemungkinan merupakan unsur aktif untuk tujuan khusus. Indonesia adalah negara yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. f.\t Klasifikasi iklim menurut Junghuhn Menurut Franz Wilhem Junghuhn berasal dari Jerman membagi iklim di Indonesia berdasarkan ketinggian dan jenis vegetasi yang tumbuh di daerah tersebut, antara lain (a) Daerah panas\/tropis Ketinggian tempat antara 0-600 m dari permukaan laut. Suhu 26,3\u00b0-22\u00b0C. Tanamannya seperti, padi, jagung, kopi,tembakau, tebu, karet, kelapa, dan cokelat. (b) Daerah sedang Ketinggian tempat 600-1500 m dari permukaan laut. Suhu 22\u00b0 -17,1\u00b0C. Tanamannya seperti, padi, tembakau, teh, kopi, cokelat, kina, dan sayur-sayuran. (c) Daerah sejuk. Ketinggian tempat 1500-2500 m dari permukaan laut. Suhu 17,1\u00b0-11,1\u00b0C. Tanamannya seperti, teh, kopi, kina, dan sayur-sayuran. (d) Daerah dingin. Ketinggian tempat lebih dari 2500 m dari permukaan laut. Suhu 11,1\u00b0-6,2\u00b0C. Tanamannya tidak ada tanaman budi daya kecuali sejenis lumut. 94 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN C.\t Teknik Memodifikasi Kondisi Tanah dan Iklim dengan Teknik Budi Daya Perkebu- nan 1.\t Teknik Budi Daya Tanaman Teknik budi daya tanaman merupakan suatu proses menghasilkan berbagai bahan-bahan pangan dan berbagai produk agroindustri dengan cara memanfaatkan sumber daya tumbuhan. Adapun yang menjadi objek budi daya tanaman ini, antara lain, tanaman holtikultura, tanaman pangan, dan tanaman perkebunan. Istilah teknik budi daya tanaman merupakan turunan dari pengertian kata teknik, budi daya, dan tanaman. Teknik memiliki makna pengetahuan atau kepandaian membuat sesuatu, sedangkan budi daya memiliki arti usaha untuk memberikan hasil. Kata tanaman berasal dari pada pengertian tumbuh-tumbuhan yang kerjakan oleh manusia, yang secara global sudah melewati proses pekerjaan domestikasi. Budi daya tanaman\u00a0mempunyai dua ciri utama di antaranya selalu melibatkan barang dalam jumlah besar dan proses dalam memproduksi kandungan dengan rentang pada dampak resiko yang dominan tinggi. Ada tiga hal pokok yang menjadi ciri utama dalam tindakan pekerjaan pembudidayaan. Pertama adalah pekerjaan pengolahan tanah. Kedua adalah pekerjaan memelihara untuk mencapai produksi maksimum dan yang ketiga adalah menetap pada satu pekerjaan dan tidak selalu berpindah. 2.\t Unsur-Unsur Budi Daya Tanaman Unsur budi daya meliputi tiga aspek pokok, yaitu sebagai berikut. a.\t Unsur pemuliaan tanaman Kegiatan mengubah susunan genetik individu maupun populasi tanaman untuk suatu tujuan. Pemuliaan tanaman kadang-kadang disamakan dengan penangkaran tanaman, kegiatan memelihara tanaman untuk memperbanyak dan menjaga kemurnian. Pada kenyataannya, kegiatan penangkaran adalah sebagian dari\u00a0pemuliaan. Selain melakukan penangkaran, pemuliaan berusaha memperbaiki mutu genetik, sehingga diperoleh tanaman yang lebih bermanfaat. Pemulia tanaman terus berupaya untuk menghasilkan berbagai modifikasi keunggulannya guna mencapai peningkatan kebutuhan manusia. Hasil pemuliaan tanaman, berupa varietas yang memiliki berbagai sifaat unggul. Akan tetapi, sifat unggul ini hanya akan muncul bila teknik budi daya yang dilakukan sesuai dengan sifat yang diinginkan varietas unggul tersebut. Dengan kata lain, keberhasilan dalam penggunaan varietas unggul sangat tergantung pada bagaimana pelaku budi daya telah melakukan tindak budi dayanya secara benar. Peningkatan produksi pangan tidak hanya mengandalkan penemuan-penemuan varietas baru yang mempunyai kelebihan-kelebihan tertentu, tetapi juga harus memperbaiki metode atau teknik budi dayanya serta mengusahakan cara bertanam yang benar. b.\t Aspek fisiologi tanaman Kata fisiologi berasal dari dua kata, yakni physis yang artinya alam dan logos yang berarti ilmu pengetahuan. Jadi pengertian fisiologi tumbuhan dapat kita definisikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang keterangan-keterangan perihal kehidupan tumbuhan yang meliputi proses kehidupannya, fungsinya, dan aktivitasnya. AGRIBISNIS TANAMAN 95 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN Adapun ruang lingkup fisiologi tanaman yang dipelajari, antara lain, tentang sel, proses transpirasi, karakteristik molekul air, unsur esensial tumbuhan, fotosintesis, respirasi, serta metabolisme tumbuhan. Akan tetapi secara umum, fisiologi tumbuhan dapat digolongkan menjadi beberapa ruang lingkup, yaitu fisiologi tanaman, fisiologi lepas panen, ekofisiologi, dan fisiologi benih. Aspek fisiologis dalam teknik budi daya tanaman mencakup segenap kelakuan tanaman dari taraf benih sampai taraf panen. c.\t Aspek Ekologi Tanaman Ekologi tanaman merupakan seluruh faktor di luar tanaman utama baik biotik maupun abiotik yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Ekologi merupakan istilah yang berasal dari dua suku kata bahasa Yunani, yaitu Oikos (rumah tangga) dan logos (ilmu). Jadi, secara harfiah ekologi memiliki arti ilmu tentang rumah tangga makhluk hidup. Sedangkan pengertian dari ekologi tanaman adalah ilmu yang mempelajari tentang spektrum hubungan timbal balik antara tanaman dengan lingkungannya beserta antara kelompok-kelompok tanaman. Tanaman saling mempengaruhi antara yang satu dengan yang lainnya juga dengan lingkungan sekitarnya. Ciri khas dari ekologi ini adalah tanaman mampu mengubah energi kimia menjadi energi potensial serta mengubah bahan anorganik menjadi bahan organik. Ekologi dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu autekologi dan sinekologi. Autekologi adalah ekologi yang membicarakan tentang suatu spesies organisme atau organisme secara individu yang berinteraksi dengan lingkungannya. Sedangkan sinekologi aadalah ekologi yang membicarakan tentang kelompok\u00a0orgaanisme\u00a0yang tergabung dalam satu grup yang berasosiasi bersama sebagai satu kesatuan unit dalam daerah tertentu. Sistem pertanian organik sangat memperhatikan kondisi lingkungan, sehingga terus berusaha untuk mengembangkan metode budi daya dan pengolahan yang berwawasan lingkungan yang berkelanjutan. Pertanian organik juga memegang prinsip ekologi yang memandang bahwa pola hubungan antara organisme dengan lingkungan sekitar serta antar organisme itu merupakan sebuah kesatuan yang tak terpisahkan. Pertanian organik memiliki beberapa keunggulan sebagai berikut. 1) Tidak menyebabkan pencemaran lingkungan, baik pencemaran tanah, air maupun udara. 2) Produk yang dihasilkan tidak mengandung racun. 3) Petani mendapatkan keuntungan yang besar karena produknya memiliki harga yang lebih mahal. 4) Produk tanaman yang dihasilkan lebih manis daripada tanaman nonorganik. 5) Menghasilkan produk yang kaya gizi, sehingga mampu meningkatkan kesehatan masyarakat. 6) Lahan pertanian menjadi lebih aman dan sehat untuk para petani dan Kelestarian lingkungan lebih terjamin. 96 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN 3.\t Tempat Tumbuh Tanaman Perkebunan a.\t Tanaman Kepala Sawit 1)\t Iklim. Kelapa\u00a0 Sawit dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis (15\u00b0 LU-15\u00b0 LS). Tanaman ini tumbuh sempurna di ketinggian 0-500 m dari permukaan laut dengan kelembaban 80-90%. Sawit membutuhkan iklim dengan curah hujan stabil, 2000-2500 mm. Tanaman kelapa sawit dapat tumbuh dengan baik paada daerah tropika basah disekitar lintaang Utara-Selatan 12o pada ketinggian 0-500 dpl. Curaah hujan optimum yang diperlukan tanaman kelapa sawit rata-rata 2000-2500 mm\/tahun. Sinaar matahari diperlukan untuk memproduksi karbohidrat dan memaacu pembentukan bunga dan buaah pada tanaman sawit. Lama penyinaran antara5-7 jam\/hari dan membutuhkan suhu yang optimum sekitar 24-28oC. Selain itu, tanamaan kelapa sawit juga membutuhkan kelembaban optimum, yaitu 80% dan kecepatan anginnya 5-6. km\/jam untuk membantu proses penyerbukan. 2)\t Tinggi Tempat. Tanaman kelapa sawit bisa tumbuh dan berbuah hingga ketinggian tempat 1000 m dpl, namun pertumbuhan optimal pada ketinggian maksimum 400 m dpl, dengan kemiringan 0-12o atau 21%. Kesuburan tanah bukan merupakan syarat mutlak bagi perkebunan kelapa sawit. Tanaman kelapa sawit dapat tumbuh diberbagai jenis tanah, yang penting tidak kekurangan air pada musim kemarau dan tidak tergenang air pada musim hujaan, karena drainase tanah dilokasinperkebunan harus baik dan lancar. 3)\t Sinar Matahari. Tanaman kelapa sawit merupakan jenis tanaman yang membutuhkan penyinaran yang normal di mana lama penyinaran matahari yang baik untuk kelapa sawit antara 5-7 jam\/hari. Oleh karena kebutuhan cahaya ini, maka jarak tanam kelapa sawit harus dibuat dengan ukuran 9m x 9m x 9m, sehingga semua tanaman akan mendapatkan cahaya yang cukup untuk menghindaari etiolasi. 4)\t Curah Hujan. Kelapa sawit memerlukan curah hujan yang sangat tinggi, yaitu 1.500-4.000 mm pertahun, sehingga kelapa sawit akan berbuah lebih banyak di daerah dengan curah hujan yang tinggi. Dari hasil beberapa penelitian hal ini terbukti di mana jumlah pelepah yang dihasilkan tanaman kelapa sawit yang di tanam di Papua lebih banyak dibandingkan dengan yang di tanam di daerah Sumatera. Di Papua, kelapa sawit dapat menghasilkan 28-30 pelepaah pertahun, sedangkan di sumatera hanya menghasilkan 26-28 Pelepah setiap tahunnya. AGRIBISNIS TANAMAN 97 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN Gambar 3.10 Cara Penanaman Kelapa Sawit Sumbe: https:\/\/ilmubertani.com\/ 5)\t Tanah. Kelapa sawit dapat tumbuh pada jenis tanah Podzolik, Latosol, Hidromorfik Kelabu, Aluvial, atau Regosol, tanah gambut saprik, dataran pantai dan muara sungai. Produksi kelapa sawit lebih tinggi jika di tanam di daerah bertanah Podzolik jika dibandingkan dengan tanah berpasir dan gambut.\u00a0 Tingkat keasaman (pH) yang optimum untuk saawit adalah 5,0- 5,5. Kelapa sawit menghendaki tanah yang gembur, subur, datar, berdrainase (beririgasi) baik, dan memiliki lapisan solum cukup dalam (80 cm) tanpa lapisan padas. Untuk mencaapai tingkat keasamaan ini maka di daerah gambut diperlukan perlakuan pemberian pupuk Dolomit atau Kieserite dalam jumlah yang lebih besar bila dibandingkan dengan kelapa sawit yang di tanam di tanah darat. Kemiringan lahan kebun kelapa sawit sebaiknya tidak lebih dari 15\u00b0. Jika kemiringan lahan sudah melebihi 15\u00b0 maka diperlukan tindakan konservasi tanah berupa pembuatan terasan, tapak kuda, rorak dan parit kaki bukit b.\t Tanaman Karet 1)\t Iklim. Daerah yang cocok untuk tanaman karet adalah pada zone antara 150 LS dan 150 LU. Di luar itu pertumbuhan tanaman karet agak terhambat, sehingga memulai produksinya juga terlambat. 2)\t Curah Hujan. Tanaman karet memerlukan curah hujan optimal antara 2.500 mm sampai 4.000 mm\/tahun, dengan hari huja berkisar antara 100 sd 150 HH\/tahun. Namun demikian, jika sering hujan pada pagi hari, produksi akan berkurang. 98 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN 3)\t Tinggi Tempat. Pada dasarnya tanaman karet tumbuh optimal pada dataran rendah dengan ketinggian 200 m dari permukaan laut. Ketinggian >600 m dari permukaan laut tidak cocok untuk tumbuh tanamam karet. Suhu optimal diperlukan berkisar antara 250C sampai 350C. 4)\t Tanah. Lahan kering untuk pertumbuhan tanaman karet pada umumnya lebih mempersyaratkan sifat fisik tanah dibandingkan dengan sifat kimianya. Hal ini disebabkan perlakuan kimia tanah agar sesuai dengan syarat tumbuh tanaman karet dapat dilaksanakan dengan lebih mudah dibandingkan dengan perbaikan sifat fisiknya. Berbagai jenis tanah dapat sesuai dengan syarat tumbuh tamaman karet baik tanah vulkanis muda dan tua, bahkan pada tanah gambut <2 m. Tanah vulkanis mempunyai sifat fisika yang cukup baik terutama struktur, tekstur, sulum, kedalaman air tanah, aerasi, dan drainasenya, tetapi sifat, kimianya secara umum kurang baik karena kandungan haranya rendah. Sifat-sifat tanah yang cocok untuk tanaman karet pada umumnya, antara lain sebagai berikut. a)\t Solum tanah sampai 100 cm, tidak terdapat batu-batuan dan lapisan .cadas b)\t Aerasi dan drainase cukup. c)\t Tekstur tanah remah, poreus, dan dapat menahan air. d)\t Struktur terdiri dari 35% liat dan 30% pasir. e)\t Tanah bergambut tidak lebih dari 20 cm. f)\t Kandungan hara NPK cukup dan tidak kekurangan unsur hara mikro. g)\t Reaksi tanah dengan pH 4,5-pH 6,5. h)\t Kemiringan tanah <16%. i)\t Permukaan air tanah <100 cm. Gambar 3.11 Tanaman karet 99 Sumber: https:\/\/www.pupuksupernasa.com\/ AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN c.\t Tanaman Kakao 1)\t Iklim. Ditinjau dari wilayah penanamannya, cokelat ditanam pada daerah-daerah yang berada pada 10o LU-10o LS. Areal penanaman cokelat yang ideal adalah daerah-daerah bercurah hujan 1.100-3.000 mm\/tahun. Suhu udara ideal bagi pertumbuhan cokelat adalah 30- 32oC (maksimum) dan 18-21oC (minimum). Berdasarkan keadaan iklim di Indonesia, suhu udara 25\u201326 oC merupakan suhu udara rata-rata tahunan tanpa faktor pembatas. Karena itu, daerah-daerah tersebut sangat cocok jika ditanami cokelat. Cahaya matahari yang terlalu banyak menyoroti tanaman cokelat akan menyebabkan lilit batang kecil, daun sempit, dan tanaman relatif pendek. 2)\t Tanah yang baik untuk tanaman Kakao adalah sebagai berikut. a)\t Pertumbuhan bibit tanaman kakao terbaik diperoleh pada tanah yang didominasi oleh mineral liat smektit dan berturut-turut diikuti oleh tanah yang mengaandung khlorit, kaolinit, dan haloisit. b)\t Tanaman cokelat dapat tumbuh dengan baik pada tanah yang memiliki keasaman (pH) 6-7,5. c)\t Air tanah yang mempengaruhi aerasi dalam rangka pertumbuhan dan serapan hara, maka kedalam air tanah diisyaratkan minimal 3 m. d)\t Faktor kemiringan lahan sangat menentukan kedalaman air tanah. Pembuatan teras pada lahan yang kemiringannya 8% dan 25% masing-masing dengan lebar minimal 1 m dan 1,5 m. Sedangkan lahan yang kemiringannya lebih dari 40% sebaiknya tidak ditanami cokelat.\u00a0 Daerah yang cocok untuk penanaman coklat adalah lahan yang berada pada ketinggian 200-700 m dpl. d.\t Tanaman Tebu 1)\t Iklim. Hujan yang merata diperlukan setelah tanaman berumur 8 bulan dan kebutuhan ini berkurang sampai menjelang panen. Tanaman tebu tumbuh baik pada daerah beriklim panas dan lembab dan kelembaban yang baik untuk pertumbuhan tanaman ini > 70%. Suhu udara berkisar antara 28-34 derajat C. 2)\t Tanah. Tanah yang terbaik adalah tanah subur dan cukup air, tetapi tidak tergenang. Jika ditanam di tanah sawah dengan irigasi pengairan mudah di atur, tetapi jika ditanam di ladang\/tanah kering yang tadah hujan penanaman harus dilakukan di musim hujan. Ketinggian tempat yang baik untuk pertumbuhan tebu adalah 5-500 m dpl. e.\t Tanaman Kapas Pada musim-musim tertentu tanaman kapas sangat tidak menyukai keadaan yang terlalu basah atau terlalu kering. Selama pertumbuhan vegetatif memerlukan hujan sedikit. Lebih baik jika hujan itu terjadi pada malam hari dan pada siang hari mendapat sinar matahari sepenuhnya. Pada waktu buah masak (merekah), perlu keadaan lebih kering. Perubahan dari musim kering mendadak ke hujan lebat dapat menyebabkan rebahnya pohon. 100 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN Kapas yang umurnya kurang dari 1 (satu) tahun menghendaki curah hujan rata-rata 1500-1800 mm\/tahun. Sebaiknya tanaman kapas ditanam di tanah datar, dan cocok pada ketinggian 10-150 mdpl. Selama masa pertumbuhan hendaknya suhunya sama. Pada suhu di bawah 15oC tumbuhnya lambat. Pertumbuhan yang optimal menghendaki suhu rata- rata 25-28oC dengan kelembaban 70%. Penyinaran matahari juga merupakan aspek penting untuk pertumbuhan\/perkembangan tanaman kapas, dari tanaman muda hingga berbunga penuh. Kurangnya penyinaran sinar matahari akan memperlambat masaknya buah dan tuanya buah tidak serempak. Pada musim yang tepat di mana sinar matahari memenuhi syarat tumbuh kapas, kemasakan buah bisa mencapai 70-90%. Kekeringan tanah dengan angin yang sedang, agak merugikan tanaman kapas. Tetapi angin yang membawa uap air, bagus untuk pertumbuhan kapas f.\t Tanaman Tembakau 1)\t Iklim. Faktor-faktor iklim yang dipengaruh, antara lain, curah hujan, kelembaban, penyinaran, dan suhu. Secara umum persyaratan pertumbuhan tanaman baik tembakau hampir sama. Tanaman tembakau memiliki sistem perakaran yang relatif dangkal, namun sangat peka terhadap drainase yang kurang baik sehingga persediaan air yang cukup di dalam tanah sangat diperlukan. Pada umumnya tanah yang mudah meluluskan air lebih sesuai untuk pertanaman tembakau, namun tanah tersebut harus mempunyai kapasitas menahan air yang cukup. Tanaman tembakau pada umumnya tidak menghendaki iklim yang kering ataupun iklim yang sangat basah. Tanaman tembakau dapat tumbuh pada dataran rendah ataupun di dataran tinggi bergantung pada varietasnya. Ketinggian tempat yang paling cocok untuk pertumbuhan tanaman tembakau adalah 0-900 mdpl. Untuk tanamaan tembakau dataran rendah, curah hujaan rata-rata 2.000 mm\/tahun, sedangkan untuk tembakau dataran tinggi, curah hujan rerata 1500-3000 mm\/tahun. Lokasi untuk tanaman tembakau sebaiknya dipilih di tempat terbuka dan waktu tanam disesuaikan dengan jenisnya Suhu udara yang cocok untuk pertumbuhan tanaman tembakau berkisar aantara 21-32,300C. Pada umumnya tembakau musim kemarau (VO) daunnya lebih tebal daari tembakau musim penghujan (NO). 2)\t Tanah. Setiap jenis tanaman tembakau membutuhkan jenis tanah yang berbeda-beda. Tembakau Deli cocok ditanam di tanah aluvial, tembakau Vosrtenlanden dan Besuki cocok ditanam pada tanah regosol, Tembakau Virginia flue-Cured cocok untuk taanah podsolik. Sedangkan tembakau rakyat dapat tumbuh mulai dari tanah ringan (berpasir) sampai dengan tanah berat (liat). Derajat keasaman yang baik untuk tanaman tembakau adalah 5 -5.6, untuk tembakau AGRIBISNIS TANAMAN 101 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN Virginia pada PH 5,5-6. Apabila PH kurang dari 5 mak perlu diberikan pegapuran untuk menaikkan PH, apabila PH lebih tinggi, maka untuk menurunkan PH dapat diberikan belerang. 4.\t Teknik Memodifikasi Kondisi dengan Teknik Budi Daya a.\t Memodifikasi Iklim Modifikasi iklim adalah upaya untuk menciptakan lingkungan yang optimal atau paling tidak lebih baik untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman dalam kegiatan pertanian. Pendekatan lain untuk memodifikasi iklim secara mikro yang dilakukan manusia, di antaranya dengan merubah kelembaban udara dan temperatur. Untuk itu, perlu dilakukannya pengukuran unsur iklim mikrro agar dapat emngetahui kondisi iklim mikro terbaik bagi tiap jenis tanaman. Selain dengan mengamati secara langsung, iklim mikro dapat dihitung dengan menggunakan persamaan empiris. Metode dalam perhitungan ini ada berbagai macam, akan tetapi metode yang paling sederhana adalah metode Thornthwaite dan metode Blanney-Criddle. Perbedaan antara kedua metode tersebut adalah metode Blanney-Criddle selain menggunakan temperatur untuk perhitungan, juga menggunakan ketetapan tanaman (Kc). Kelembaban udara adalah banyaknya uap air yang terkandung dalam udara. Pengukuran kelembaban udara dapat menggunakan berbagai metode, antara lain, metode termodinamik dan metode perubahan ukuran (panjang) benda higroskopik. Metode perubahan nilai suatu tahanan listrik dan metode kondensasi. Evaporasi adalah proses perubahan fase cair menjadi uap. Evaporasi juga menentukan iklim mikro karena tumbuhan juga melakukan penguapan (evapotranspirasi). Komponen iklim di antaranya sebagai berikut. 1)\t Angin (Air Movement) adalah pergerakan udara atau udara yang bergerak. Gerakan mempunyai arah dan kecepatan (v) serta percepatan (a). Angin merupakan gerak akibat\/penyeimbang di dalam kumpulan partikel-partikel udara. Apabila sebagian partikel-partikel tersebut mendapat\/menerima energi, sehingga geraknya semakin cepat, keregangan meningkat, dan berat jenis berkurang yang menyebabkan pergolakan volume udara tersebut terhadap partikel yang lain. 2)\t Kelembaban adalah jumlah kandungan uap air dalam satuan volume udara. Iklim laut ditandai dengan kelembaban tinggi sedangkan iklim kontinental ditandai dengan kelembaban rendah. 3)\t Curah hujan adalah frekuensi dan banyaknya hujan yang terjadi di suatu daerah. b.\t Pengelolaan Iklim Mikro Iklim mikro adalah faktor-faktor kondisi iklim setempat yang memberikan pengaruh langsung terhadap kenikmatan (fisik) dan kenyamanan (rasa) pemakai di sebuah ruang bangunan. Sistem lingkungan membentuk bangunan (buildings as a modifier, or climate modifier). 102 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN Modifier merupakan cara mengatasi iklim dengan mempergunakan teknologi tepat guna. Modifier adalah barang buatan yang mampu membuat iklim mikro yang nyaman bagi manusia. Pengelolaan cuaca adalah suatau proses perencanaan dan implementasi kegiatan yang bersifat manipulasi unsur cuaca untuk memperoleh manfaat. (tanpa menyebabkan kerusakan sumberdaya atmosfer). Tujuannya adalah untuk menurunkan ketergantungan usaha pertanian terhadap cuaca (iklim). c.\t Penyesuaian Penyesuaian adalah pengelolaan iklim (suatu usaha pertanian) yang dilaksanakan sesuai dengan iklim suatu wilayah. Penyesuaian dapat dilakukan dengan cara, meneliti dengan cermat watak iklim suatu tempat, merekap\/mencatat unsur iklim apa yang dianggap penting (1 atau beberapa), dan mencari syarat tumbuh tanaman yang sesuai dengan iklim. Keunggulan metode penyesuaian, yaitu biaya produksi rendah karena keberhasilannya diserahkan kepada alam. Kelemahan metode penyesuaian penyesuaian biasanya terhadap nilai rata-rata kejadian di atmosfer untuk berbagai unsur cuaca (iklim) yang terdapat nilai ektrim. d.\t Peramalan Peramalan adalah pengelolaan suatu usaha pertanian dengan menduga cuaca (iklim) yang akan terjadi di suatu wilayah. Peramalan jangka pendek (harian) meliputi suhu, curah hujan, kecepatan angin, sehingga dapat digunakan acuan dalam menentukan waaktu pemupukan, pengendalian OPT, dan lain-lain. Peramalaan jangka panjang meliputi strategi usaha pertanian, pola tata tanam, kapan menyebar benih, memindah bibit, memanen, menentukan awal musim hujan (akhir musim kemarau). Caranya menentukan peramalan, yaitu, mengikuti media (Radio, TV, Surat kabar, menghitung, mengolah data cuaca (iklim), menghubungkan antar data cuaca (iklim). Keunggulan metode peramalan peramalan yang baik membantu mengurangi resiko gagal pada penyesuaian, karena dapat mengetahui penyimpangan di waktu yang akan datang. Kelemahan metode peramalan adalah perubahan cuaca yang tidak menentu menjadi faktor penghambat ketepatan peramalan. e.\t Pengubahsuaian Pengubahsuain adalah pengelolaan suatu usaha pertanian dengan mengubah cuaca\/iklim mikro supaya mendekati kebutuhan cuaca (iklim) suatu tanaman. Akan tetapi, cuaca meso dan makro sulit diubah. Keunggulan metode pengubahsuaian adalah menambah wilayah yang cocok untuk daerah perkebunan Kopi. Kelemahan metode pengubahsuaian adalah biaya agak mahal. f.\t Penyulihan Penyulihan subtitusi adalah pengelolaan suatu usaha pertanian dengan mengganti\/menambah unsur cuaca (iklim) yang terbatas atau yang tidak ada. Keunggulan metode penyulihan adalah kepastian AGRIBISNIS TANAMAN 103 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN keberhasilan produksi tinggi. Kelemahan metode penyulihan adalah modal awal investasi tinggi. g.\t Green House Faktor iklim, tanah dan tanaman sangat besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil produksi tanaman. Iklim merupakan faktor yang paling dominan yang mempengaruhi keduanya dan dapat direkaayasa oleh manusia. Tanaman tidak dapat bertahan dalam iklim yang buruk, apabila dapat bertahan, tidak akan dapat diharapkan hasil panen yang optimal. Hal tersebut dapat terlihat dari berbagai tipe greeen house. Gambar 3.12. Green House (Rumah Kaca) Sumber: http:\/\/www.swadayaonline.com\/ Green House\/rumaah kaca atau naungan tertutup merupakan alat pelindung tanaman secara tertutup dari bahan yang terbuat dari plastik atau bahan lainnya berbentuk kasa maupun bahan berlubang, yang mana bahan tersebut diletakkan menyelubungi suatu bahan tanaman dengan ketinggian tertentu, sehingga diperoleh iklim basah dan hangat serta bebas dari stres yang menyebabkan pertumbuhan tanamaan. Ikliim mikro adalah semua pengukuran iklim yang dilakukan untuk mengamati lapisan udara dekat tanah terutama dipengaruhi oleh permukaan tanah dan penutupnya. Naungan kurang lebih tertutup dengan dimensi bervariasi dan dapat turun sampai skala centimeter di mana dapat dilihat. Secara umum iklim mikro dalam Green House yang baik dicirikan oleh temperatur, penyinaran matahari, kelembaban relatif, dan CO2 yang dapaat dikendalikan. 104 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN h.\t Screen house Perbaikan teknik budi daya untuk tanaman holtikultur, yaitu dengan menggunakan screen house atau rumah paranet. Konsep ini lebih mengarah kepada metode protektif. Maksud dari protektif di sini adalah tanaman-tanaman budi daya yang kita budidaayakan ditanam di dalam paranet, dan paranet ini lebih melindungi tanaman dari serangan hama dan penyakit. Gambar 3.13 Screen house (Rumah Paranet) Sumber: https:\/\/godiscover.co.id\/ Screen house tidak berasal dari Indonesia, screen house merupakan introduksi metode dari Eropa, dan kenyataannya ada alih fungsi dari screen house ini ketika sampai di Indonesia. Pada fungsi awalnya dari screen house ketika berada di Eropa adalah untuk menjaga kondisi di dalam screen house terjaga baik suhu dan kelembabannya, dikarenakan keadaan kondisi cuaca di sana sangat ekstrim dan mereka berfikir bahwa screen house bisa menjaadi salah satu solusinya. Screen house ini adalah modifikasi dari Green House, hal ini dikarenakan mungkin Green House terlalu mahal. Hal itu karena kasa\/paranet untuk screen house relatif lebih murah dibandingkan plastik UV untuk Green House. AGRIBISNIS TANAMAN 105 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN LEMBAR PRAKTIKUM Tujuan LEMBAR KERJA Peralatan- Menentukan Syarat Tumbuh Tanaman Perkebunan Bahan Peserta didik mampu menentukan syarat tumbuh Tugas tanaman perkebunan. 1.\t ATK 2.\t Ada lahan tanaman 3.\t Alat pH meter 4.\t Media Ember 5.\t Adanya Air 1.\t Peralatan dan bahan yang diperlukan disiapkan. 2.\t Tanah pada lahan yang akan diukur pHnya telebih dahulu disiram. 3.\t Alat pH meter dimasukkan ke dalam tanah yang telah dibasahi dan biarkan beberapa waktu. 4.\t Lakukan pengamatan pada penunjuk pH meter! 5.\t Secara berulang kegiatan nomo r2, 3, 4, pada 10 titik dan tempat lain. 6.\t Lakukan pencatan pada besarnya pH pada setiap titik! 7.\t Tetapkan banyaknya pengapuran yang diperlukan! CAKRAWALA Pernahkah kalian mendengar istilah Tanaman Transgenik? Tanaman Transgenik merupakan tanaman\u00a0 yang telah diselahi atau memiliki\u00a0 gen\u00a0 asing dari\u00a0 spesies\u00a0 tanaman yang berbeda atau\u00a0 makhluk hidup\u00a0 lain selain dari tanaman aslinya. Penyatuan gen asing ini dimaksudkan guna mendapatkan tanaman dengan sifat dan kualitas yang diinginkan, misaalnya pembuatan tanaman yang tahan terhadap suhu tinggi, suhu rendah,\u00a0 kekeringan,\u00a0 ataupun Gambar 3.14 Petani Kapas Sedang Melakukan Panen ketahanan pada resisten terhadap Sumber:https:\/\/www.liputan6.com\/ organisme pengganggu tanaman, serta kuantitas dan kualitas yang lebih tinggi dari tanaman alami. Di Indonesia pada tahun 1999 pernah melakukan uji coba Penanaman Tanaman Perkebunan, yakni penanaman Kapas Transgenik di\u00a0Sulawesi Selatan. Uji coba itu dilakukan oleh PT\u00a0 Monagro Kimia\u00a0 dengan memanfaatkan benih kapas transgenik Bt dariM\u00a0 onsanto. Hal itu mendatangkan banyak protes dari berbagaiL\u00a0 SM,s\u00a0 ehingga 106 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN CAKRAWALA pada bulan September 2000 areal kebun kapas transgenik seluas 10.000 ha gagal dibuka. Pada tahun yang sama, kampanye penerimaan kapas transgenik diluncurkan dengan melibatkanp\u00a0 etanik\u00a0 apasd\u00a0 an ahli dalam dan luar negeri. Kasus tersebut berlangsung dengan pelik hingga pada Desember 2003, Pemerintah Indonesia menghentikan komersialisasi kapas transgenik. Suatu studi kelayakan finansial terhadap kapas transgenik sempat dilakukan pada tahun 2001 di tiga kabupaten di\u00a0Sulawesi Selatan, yaitu\u00a0Bulukumba,\u00a0Bantaeng, dan\u00a0Gowa. Hasil studi tersebut menunjukkan bahwa budi daya kapas transgenik lebih menguntungkan secaraf\u00a0 inansial\u00a0dibandingkan kapas non transgenik. JELAJAH INTERNET Guna menambah pengetahuan Anda, coba scan dan kunjungi situs di bawah ini, tentang Jenis Komoditas Tanaman Indonesia yang dikenal sejah dahulu kala, kemudian buatlah laporan tertulis dan sampaikan ke guru kalian! Sumber: https:\/\/www.brilio.net\/news\/5-tanaman-asli-indonesia- yang-jadi-buruan-bangsa-asing-sejak-dulu-150905y.html RANGKUMAN Perumbuhan tanaman merupakan hasil dari berbagai proses fisiologi, melibatkan faktor genotipe yang berinteraksi dalam tubuh tanaman dengan faktor lingkungan. Persyaratan pertumbuhan tanaman, antara lain, energi matahari, temperatur udara, kelembaban, oksigen, unsur hara, media perakaran. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan adalah faktor internal genetik, hormon, faktor ekternal nutrisi, cahaya matahari, air dan kelembaban, suhu, dan tanah. Di dalam merumuskan kondisi tanah, iklimm dan lingkungan mikro terlebih dahulu harus memahami tentang pengertian, fungsi, proses, profil, dan struktur tanah kemudian mengidentifikasi kesuburan tanah berupa kesuburan secara fisika, kesuburan kimia, kesuburan biologis, dan unsur hara tanah yang ditentukan oleh faktor tektur, bahan organik, pH tanah. Indikator kesuburan tanah dapat dilihat dari kapasitas absorbsi, tingkat kejenuhan basa, kandungan liat, dan Kandungan Bahan Organik. Pembagian iklim dapat diklasifikasikan sesuai dengan hasil penelitian para ahli, yaitu, iklim menurut Mohr, iklim menurut Schmidt dan Ferguson, iklim AGRIBISNIS TANAMAN 107 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN RANGKUMAN Oldemam, iklim Koppen, iklim menurut Thornthwaite, iklim menurut Junghuhn. Budi daya tanaman adalah suatu proses menghasilkan bahan pangan dan berbagai produk agroindustri lainnya dengan memanfaatkan sumber daya tumbuhan. Hal yang menjadi objek budi daya tanaman ini, yaitu, tanaman holtikultura, tanaman pangan, dan tanaman perkebunan. Aspek budi daya tanaman meliputi, pemuliaan tanaman, fisiologi tanaman, dan ekologi tanaman. Modifikasi iklim adalah upaya untuk menciptakan lingkungan yang optimal atau paling tidak lebih baik untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman dalam kegiatan pertanian. Pendekatan lain untuk memodifikasi iklim secara mikro yang dilakukan manusia, yaitu dengan merubah kelembaban udara dan temperatur. Untuk itu perlu dilakukannya pengukuran unsur iklim mikro agar dapat mengetahui kondisi iklim mikro terbaik bagi tiap jenis tanaman. Pengelolaan cuaca adalah suatau proses perencanaan dan implementasi kegiatan yang bersifat manipulasi unsur cuaca untuk memperoleh manfaat (tanpa menyebabkan kerusakan sumberdaya atmosfer). Tujuannya adalah untuk menurunkan ketergantungan usaha pertanian terhadap cuaca (iklim), meliputi, Penyesuaian iklim, Peramalan adalah pengelolaan suatu usaha pertanian dengan menduga cuaca (iklim) yang akan terjadi di suatu wilayah, Pengubahsuain adalah pengelolaan suatu usaha pertanian dengan mengubah cuaca\/iklim (mikro) supaya mendekati kebutuhan cuaca (iklim) suatu tanaman. Penyulihan (subtitusi) adalah pengelolaan suatu usaha pertanian dengan mengganti\/menambah unsur cuaca (iklim) yang terbatas atau yang tidak ada. Green House dan Screen house. TUGAS MANDIRI Coba amati tanah disekitar sekolah atau tempat tinggal Anda! Amatilah susunan tektur tanahnya yang meliputi, proporsi partikel halus, pasir, debu, tahan liat, humus, dan unsur lainya, kemudian laporkan hasil pengamatan Anda dengan memberi penjelasan tentang kondisi tektur tanah tersebut! PENILAIAN AKHIR BAB Kerjakan Soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar! Soal Observasi: Buatlah kelompok obsevasi di kelas Anda, kemudian lakukan hal berikut! Langkah 1\t : Siapkanlah 9 buah polybag dengan ukuran \u00bd kg tanah! Langkah 2\t : Kemudian isikan ke dalam polybag tersebut tanah yang telah dibersihkan terlebih dahulu dari sampah dan ranting-ranting kayu sebanyaak 2\/3 volume polybag. 108 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN PENILAIAN AKHIR BAB Langkah 3\t : Basahi tanah tersebut sampai keadaan lembab (jika dikepal terasa basah tapi tanah tidak menggumpal jika kepalan dibuka). Langkah 4\t : Tanamlah masing-masing polybag dengan jagung! Langkah 5\t : Kemudian letakkan 3 polybag pada daerah terbuka atau terkena sinar matahari langsung(kelompok A), 3 polybag pada ruangan tertutup (kelompok B), dan sisanya 3 polybag lagi di tempatkan pada ruang terbuka tapi tidak pernah dilakukan penyiraman (hanya pada awalpenanaman saja) (Kelompok C). Langkah 6\t : Amati pertambahan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang dan perubahan morfologinya seperti warna dan ketebalan daun! Langkah 7\t : Buatlah laporan hasil pengamatan mu, dan jawablah pertanyaan berikut berdaskan hasil pengamatan di lapangan! \t\t Berdasarkan pengamatan di lapangan tanaman dari kelompok mana yang memiliki tinggi tanaman terbesar ! \t\t Adakah perbedaan warna daun dari ketiga percobaan ini, apa yang menyebabkan perbedaaan tinggi, jumlah daun, dan diameter batang dari ketiga percobaan tersebut? Soal Uraian: 1.\t Berbeda dengan pertumbuhan, proses perkembangan ini tidak dapat diukur sehingga tidak dapat dinyatakan secara kuantitatif. Jelaskan apakah yang disebut dengan pertumbuhan tanaman! 2.\t Sebutkan tiga syarat pertumbuhan tanaman? 3.\t Faktor ekternal yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman antara lain? Jelaskan! 4.\t Pembagian iklim di Indonesia yang didasarkan kepada ketinggian dan jenis vegetasi yang tumbuh di daerah adalalah klasifikasi iklim menurut? 5.\t Sebutkan aspek-aspek pemulian tanaman! REFLEKSI Setelah mempelajari bab ini, menurut Anda apakah materi yang Anda pelajari sudah sesuai dengan kebutuhan Anda? Apa yang akan Anda kembangkan setelah Anda paham tentang faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman? AGRIBISNIS TANAMAN 109 PERKEBUNAN","PENILAIAN AKHIR PERSIAPAN LAHAN & SEMESTER GASAL PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN PENILAIAN AKHIR SEMESTER GANJIL Pilihlah jawaban di bawah ini dengan tepat ! 1.\t Apakah yang dimaksud dengan Keselamatan kerja, yaitu.... A.\t Usaha untuk sedapat mungkin memberikan jaminan kondisi kerja yang aman dan sehat untuk mencegah kecelakaan, cacat, dan kematian sebagai Akibat kecelakaan kerja pada setiap karyawan dan untuk melindungi sumber daya manusia. B.\t Suatu kondisi optimal dengan menunjukkan keadaan yang fit untuk mendukung terlaksananya kegiatan kerja dalam rangka menyelesaikan proses penyelesaian pekerjaan secara efektif C.\t Suatu pekerjaan yang harus memperhatikan kebersihan pada lingkungan kerja D.\t Usaha untuk menciptakan suasana yang nyaman,aman dan bersih E.\t Kedisiplinan pekerja untuk mentaati ketentuan penggunaan peralatan kerja dan perlindungan keselamatan kerja sesuai denga SOP yang berlaku diperusahaan 2.\t Apakah yang dimaksud dengan Kesehatan kerja\u2026 A.\t Keselamatan kerja dalam segala tempat kerja baik di darat, di dalam air, di dalam tanah maupun di udara B.\t usaha untuk sedapat mungkin memberikan jaminan kondisi kerja yang aman dan sehat untuk mencegah kecelakaan, cacat, dan kematian sebagai Akibat kecelakaan kerja pada setiap karyawan dan untuk melindungi sumber daya manusia C.\t suatu kondisi optimal dengan menunjukkan keadaan yang fit untuk mendukung terlaksananya kegiatan kerja dalam rangka menyelesaikan proses penyelesaian pekerjaan secara efektif D.\t Kejadian yang tidak terduga dan tidak diharapkan karena mengakibatkan kerugian E.\t usaha untuk menciptakan suasana yang nyaman,aman dan bersih 3.\t Melindungi tenaga kerja atas hak keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi dan produktif dan produktivitas nasional merupakan salah satu dari..... A.\t Tujuan K3 B.\t Sasaran K3 C.\t Manfaat K3 D.\t Kebijakan K3 E.\t Dasar hukum K3 4.\t Kejadian yang tidak terduga (tidak ada unsur kesenjagan) dan tidak diharapkan karena mengakibatkan kerugian, baik material maupun penderitaan bagi yang mengalaminya merupakan defenisi..... A.\t Kecelakaan B.\t Kesehatan kerja C.\t Keselamatan Kerja D.\t Kebijakan prosedur K3. E.\t K3LH 110 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN PENILAIAN AKHIR SEMESTER GASAL 5.\t Rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain sehingga menunjukkan adanya suatu urutan tahap demi tahap serta jalan yang harus ditempuh dalam rangka melaksanakan suatu bidang pekerjaan merupakan pengertian dari........ A.\t Prosedur kerja B.\t Keamanan C.\t Keselamatan D.\t Kesehatan E.\t Pelindung diri 6.\t Syarat-syarat alat pelindung diri (APD) seperti helm untuk pelindung diri pada saat bekerja, yaitu..... A.\t Tahan benturan, meredam kejutan, tidak mudah terbakar, sulit disesuaikan. B.\t Tahan benturan, meredam kejutan, tidak mudah terbakar, mudah disesuaikan C.\t Tahan benturan, mudah terbakar, mudah pecah D.\t Tahan benturan, meredam kejutan, anti air, mudah terbakar E.\t Mudah terbakar, anti air, mudah pecah 7.\t Ketika bekerja menyemprotkan pestisida, tiba-tiba angin datang dari arah yang berlawanan dan pestisida mengenai muka dari pekerja tersebut. Tindakan yang dilakukan oleh pekerja tersebut adalah \u2026. A.\t Minum air mineral secara rutin B.\t Membersihkan muka dengan tisu C.\t Mengangin anginka muka D.\t Membasuh muka dengan air bersih.. E.\t Memberi kompresan air dingin 8.\t Yang termasuk pakaian pelindung atau peralatan untuk bekerja di lahan pertanian yang wajib digunakan adalah\u2026. A.\t Sepatu bot, jaket, dan syal B.\t Sepatu bot, topi, dan jaket C.\t Sepatu bot, topi, dan sarung tangan D.\t Sepatu bot, syal, dan sarung tangan E.\t Sepatu bot, syal, kaca mata 9.\t Faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan tenaga kerja adalah\u2026 A.\t Kapasitas kerja, lingkungan kerja dan kesegaran jasmani dan rohani B.\t Lingkungan fisik, beban kerja, dan mental C.\t Beban kerja, lingkungan kerja dan kapasitas kerja D.\t Argonomi, psikologi, dan keterampilan E.\t Benar semua 10.\t Salah satu cara penanganan darurat jika pekerja tidak sengaja meminum cairan pestisida adalah\u2026 A.\tMerangsang korban agar memuntahkan isi perutnya B.\tMemberikan napas buatan yang harus dilakukan C.\tMembawa korban di ruang yang terbuka D.\tMenetralisir keracunan dengan minum air kelapa muda E.\tMembasuh muka dengan air bersih AGRIBISNIS TANAMAN 111 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN PENILAIAN AKHIR SEMESTER GASAL 11.\t Program Sekolah yang diprioritaskan pada pembentukan lingkungan fisik\/hijau dalam menerapkan konsep Lingkungan Hidup yaitu\u2026. A.\t Pengelolaan lahan B.\t Pengelolaan limbah C.\t Pengelolaan penggunakan air D.\t Pengelolaan penggunaan energi E.\t Pengelolaan air 12.\t Setiap ruangan atau lapangan tertutup atau terbuka, bergerak atau tetap, di mana tenaga kerja bekerja atau yang sering dimasuki tenaga kerja untuk keperluan suatu usaha dan di mana terdapat sumber atau sumber-sumber bahaya baik didarat, di dalam tanah, dipermukaan air, di dalam air, diudara, yang berada di dalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia, adalah\u2026. A.\t Area kerja B.\t Tempat kerja C.\t Wilayah kerja D.\t Lokasi kerja E.\t Daerah kerja 13.\t Menyiapkan benih tanaman perkebunan yang berbentuk biji hingga menjadi bibit atau tanaman muda yang siap ditanam di lahan merupakan tujuan dari pada........ A.\t Pembibitan\t\t\t\t B.\t Penanaman\t\t\t\t C.\t Pemupukan D.\t Penyapihan E.\t Penyiraman 14.\t Agar bibit tanaman perkebunan yang ditanam tidak banyak yang mati, maka teknis penanaman yang benar adalah... A.\t Penanaman sedalam-dalamnya agar bibit berdiri tegak B.\t Polybag\/keranjang ikut ditanam agar akar bibit tidak rusak C.\t Penanaman pada pagi hari agar bibit mendapat sinar pagi D.\t Penanaman sedalam leher akar dan tanah di sekitar bibit sedikit dipadatkan E.\t Polybag\/keranjang bibit dibuka, tanah dibersihkan baru ditanam 15.\t Kriteria pohon induk untuk menghasilkan bibit batang bawah yang berkualitas adalah\u2026 A.\t Produksi tinggi B.\t Tahan terhadap penyakit akar C.\t Tahan terhadap penyakit cabang D.\t Kualitas hasil baik E.\t Percabangan pohon kuat 16.\t Ukuran lubang tanam pada tanaman perkebunan tahunan seperti karet (hevca brasiliensis) harus disesuaikan berdasarkan... A.\t Kemiringan lahan B.\t Bibit okulasi C.\t Bibit sedling D.\t Stadium bibit\/jenis karet E.\t Jenis bibit 112 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN PENILAIAN AKHIR SEMESTER GASAL 17.\t Pembibitan tanaman kelapa sawit dilakukan dengan metode double stage sistem yaitu..... A.\t Prenurseri dan pembibitan awal B.\t Main nurseri dan pembibitan utama C.\t Prenurseri dan Main nurseri D.\t Pembibitan yang baik E.\t Pembibitan yang sesuai 18.\t Bedengan yang akan dibuat untuk tempat pembibitan tanaman perkebunan, sebaiknya dibuat memanjang dengan arah... A.\t Utara-barat B.\t Utara-selatan C.\t Utara-timur D.\t Timur-barat E.\t Timur-selatan 19.\t Cara aplikasi pupuk yang paling tepat pada pembibitan tanaman perkebunan adalah...... A.\t Dilarutkan dan disiramkan B.\t Dimasukkan dalam lubang tanam C.\t Penebaran dipermukaan tanaman D.\t Penugalan E.\t Larikan 20.\t Lokasi pembibitan hendaknya memiliki tanah yang baik. Sifat-sifat tanah untuk pembibitan adalah tanah......... A.\t Tidak kedap air\t\t\t\t B.\t Tidak mengandung pasir\t\t\t C.\t Terlindung dari sinar matahari langsung D.\t Tidak lempung E.\t Tidak bebas kontaminasi 21.\t Salah satu ciri benih diikatakan baik secara fisik adalah bernas. Bagaimana cara mengetahui benih bernas tersebut.......... A.\t Benih direndam pada air\t\t\t B.\t Benih berwarna cerah\t\t\t C.\t Benih dirapikan D.\t Benih kelihatan besar E.\t Benih bersih dari kotoran 22.\t Untuk bibit batang bawah, benih dipilih dari pohon induk yang memiliki sifat, di antaranya..... A.\t Produksi tinggi, batang tinggi B.\t Produksi tinggi, tahan penyakit C.\t Tahan penyakit akar dan perakaran kuat D.\t Biji banyak, produksi tinggi E.\t Produksi tinggi dan perakaran kuat AGRIBISNIS TANAMAN 113 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN PENILAIAN AKHIR SEMESTER GASAL 23.\t Metode pemberian air pada areal pembibitan tanaman perkebunan yang paling efisien adalah dengan cara... A.\t Floding B.\t Sprinkler C.\t Furow irigation D.\t Sub surface irigation 24.\t Kemampuan tanah dalam menyediakan nutrisi atau hara, air, udara dan kondisi tanah untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman secara optimal disebut.......... A.\t Kondisi tanah\t\t\t B.\t Tekstur tanag\t\t\t C.\t Unsur hara tanah D.\t Kesuburan tanah E.\t Topografi Tanah 25.\t Kesuburan tanah yang diakibatkan oleh adanya mikrobia tanah, jazad renik atau hewan-hewan dalam tanah, serta tumbuhan yang ada diatasnya disebut kesuburan... A.\t Kimia tanah\t\t\t\t B.\t Biologis tanah\t\t\t\t C.\t Organisme dalam tanah D.\t Fisik tanah E.\t Klimatis tanah 26.\t Unsur hara yang diserap oleh tanaman dari dalam tanah terdiri dari 13 unsur mineral yang sering disebut dengan........ A.\t Unsur hara esensial\t\t\t B.\t Unsur hara mikro\t\t\t\t C.\t Unsur hara P D.\t Unsur hara makro E.\t Unsur hara N 27.\t Cara paling praktis untuk mengoreksi kekurangan magnesium pada tanah ber pH rendah adalah... A.\t Menebarkan pupuk TSP\t\t\t B.\t Menebarkan kapur dolomit yang mengandung kalsium dan magnesium C.\t Menebarkan pupuk k\t D.\t Menebarkan pupuk Mg E.\t Menebarkan pupuk zn 28.\t Kesuburan tanah yang baru akan bisa digunakan oleh tanaman, setelah diadakan perlakuan dalam waktu relatif lebih lama adalah\u2026 A.\t Unsur mikro\t\t\t\t B.\t Kesuburan aktif tanah\t\t\t C.\t Kesuburan potensial D.\t Unsur mikro E.\t Unsur esensial 114 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN PENILAIAN AKHIR SEMESTER GASAL 29.\t Bahan organik memiliki sirkulasi udara yang dihasilkan cukup baik serta memiliki daya serap air yang tinggi karena bahan organik memiliki. A.\t Pori-pori makro dan mikro yang hampir seimbang B.\t Komponen organisme hidup C.\t Mikroorganisme D.\t Sumber unsur hara E.\t Sifat dekomposisi 30.\t Sifat pupuk yang berkaitan dengan potensinya dalam mengikat air dari udara disebut\u2026 A.\t Higroskopisitas\t\t\t\t B.\t Reaksi pupuk\t\t\t\t C.\t Analisis pupuk D.\t Daya larut E.\t Indeks garam AGRIBISNIS TANAMAN 115 PERKEBUNAN","BAB PERSIAPAN LAHAN & IV PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN PERSIAPAN LAHAN TANAMAN PERKEBUNAN BAB IV PERSIAPAN LAHAN TANAMAN PERKEBUNAN TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mempelajari bab ini peserta didik diharapkan dapat menganalisis dan melaksanakan persiapan lahan tanaman perkebunan. PETA KONSEP C3 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN (ATP) Persiapan Lahan & Penanaman Tanaman Perkebunan (TP) K3LH Penentuan Syarat Persiapan Teknik Pengo- Tanaman Komoditas Tumbuh Lahan lahan Tanah Perkebunan Tanaman Tanaman Perkebunan Perkebunan Tanaman Tanaman Perkebunan Perkebunan 1.\t Prosedur persiapan lahan tanam baru 2.\t Prosedur persiapan lahan areal gambut 3.\t Prosedur persiapan lahan ulang (reflating) 4.\t Prosedur pembuatan kontur dan tapak kuda 5.\t Normalitas kerja persiapan lahan cakrawala pengetahuan KATA KUNCI Prosedur Lahan Baru, Lahan Gambut, Repleting, Tapak Kuda. 116 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN PENDAHULUAN Gambar 4.1 Ilustrasi Lahan Perkebunan Indonesia Sumber: https:\/\/www.portalhijau.com\/2018\/ Perhatikan gambar di atas! Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah melepaskan areal untuk perkebunan sawit dari kawasan hutan seluas 5,4 juta hektaree (ha) guna mendukung pembangunan nasional dan peningkatan kesejahtraan masyarakat melalui subsektor perkebunan. Coba kemukakan pertanyaan dan penyataan Anda tentang kebijakan Pemerintah tersebut! Apakah yang harus dilakukan sebagai petani guna program tersebut tercapai sesuai harapan? Diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dan temukan jawabannya berdasarkan pengetahuan kalian, kemudian hasilnya kalian presentasikan di depan kelas! MATERI PEMBELAJARAN A.\t Prosedur Persiapan Lahan Tanaman Baru 1.\t Pembukaan Lahan Sebelum dilakukan pembukaan lahan, biasanya sudah dilakukan kegiatan survei di areal pertanaman. Hal itu dilakukan dengan maksud menandakan batas wilayah kebun, menandakan pembuatan jalan tranportasi, melakukan pengukuran jarak tanam, mengukur pembuatan irigasi dan drainase sesuai dengan topografi wilayah kebun, sehingga pembukaan lahan sesuai dengan yang kita harapkan. Pembukaan lahan dalam arti luas adalah kegiatan yang dilakukan semenjak merencanakan tata ruang, tata letak lahan, sampai akhir selesainya pembukan lahan secara fisik. Sedangkan pengertiaan secara sempit adalah pembersihan AGRIBISNIS TANAMAN 117 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN lahan dari segala macam bentuk tanaman atau akar-akar pertanaman yang mengganggu tanaman yang dibudidayakan. Maksud proses pembersihan lahan ialah agar lebih mudah untuk proses perakaran pada tanaman yang ditanam dan berkembang dengan sempurna serta menghilangkan tumbuhan inang bagi hama dan penyakit yang mungkin ada. Menurut UU No. 18 Ta hun 2004 tentang Perkebunan, pasal 16 dijelaskan bahwa setiap pelaku usaha perekebunan dilarang membuka dan\/atau mengolah lahan dengan cara pembakaran yang berakibat terjadinya pencemaran dan kerusakan fungsi lingkungan hidup. Dari pasal di atas muncul konsep Pembukaan Lahan Tanpa Bakar zero burning, yaitu suatu cara pembukaan lahan perkebunan tanpa melakukan pembakaran. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan serta sisa-sisa tanaman yang tidak diperlukan dapat dibuat kompos untuk menambah kesuburan tanah. Undang-undang No. 18 Tahun 2004 tersebut memerlukan penegakan hukum disertai dengan sanksi yang segar pada waktu pembakaran atau pemancangan, dan untuk menyediakan kayu agar pembakaran dapat dilakukan. Menumbang pohon adalah merobohkan pohon yang mempunyai diameter lebih dari 10 cm. Tinggi maksimum tebangan pohon dari permukaan tanah tergantung pada diameter batang yang ditebang. Ketentuan tebangan pohon, antara lain adalah sebagai berikut. a.\t Diameter 8 cm s.d 15 cm, tinggi maksimum tebangan dari permukaan tanah 30 cm. b.\t Diameter 15 cm s.d 35 cm, tinggi maksimum tebangan dari permukaan tanah 60 cm. c.\t Diameter 35 cm s.d 75 cm, tinggi maksimum tebangan dari permukaan tanah 100 cm. d.\t Diameter 70 cm s.d 150 cm, tinggi maksimum tebangan dari permukaan tanah 150cm. 118 Gambar 4.2 Alat Berat Melakukan Land Clearing di Semukut Merbau Riu Sumber:https:\/\/pekanbaru.tribunnews.com\/2019\/02\/21 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN Tujuan penumbangan adalah untuk merobohkan kayu-kayu besar yang sebelumnya tidak dibersihkan pada saat perlakuan imas serta untuk menyiapkan beberapa tempat pembakaran atau pemancangan. Konsep imas utamanya ditujukan untuk mempermudah proses tumbang dan bakar. Pekerjaan imas dan penumbangan kayu yang baik akan mempengaruhi proses pembukaan lahan. Mengimas sebaiknya dimulai 2-3 bulan sebelum waktu pembakaran. Pohon dan belukar yang dimasakan menjadi umpan api yang baik pada pembakaran pertama. Perlakuan imas yang baik, juga akan mempermudah para pekerja untuk melakukan pekerjaannnya. Kegiatan imas dan penumbangan sebaiknya dilakukan 2 tahun sebelum tanam. Produktivitas pekerjaan imas pada kondisi hutaan di Sumatera dan Kalimantan diperkirakan 4-6 HK\/ha. Pekerjaan menumbang sangat dipengaruhi oleh kerapatan tegakan pohon per hektaree. Penumbangan dapat segera dilakukaan setelah areal dimas, kemudian hasil imas dan tumbang dikumpulkaan jalur tumpukan\/ stacking. Umumnya pekerjaan penumbangan dilakukan dengan tim yang menggunakan gergaji rantai chain saw dan kapak. Menumbang pohon dengan gergaji rantai akan lebih cepat dari pada kapak. Satu gergaji rantai akan sama dengan produktivitas 6 orang memakai kapak. Gambar 4.3 Bulldozer Saat Melakukan Pembersihan Lahan Sumber: http:\/\/lecture.uho.ac.id\/firdaus\/?p=44 Pengoperasian gergaji rantai hasilnya lebih efisien, tetapi membutuhkan keterampilan khusus. Teknik menumbang dengan gergaji rantai biasanya dilakukan dengan sistem tumbang langgar, yaitu pohon-pohon dalam jumlah ketentuannya dipotong 2\/3 bagian dari diameter batang dikoa. Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan kemiringan pohon serta arah angin. Salah satu pohon yang terbesar ditumbangkan untuk menimpa pohon-pohon yang telah dikoak, sehingga semua pohon menjadi tumbang secara bersamaan. AGRIBISNIS TANAMAN 119 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN Gambar 4.4 Pemotongan Kayu Bekas Membukaan Lahan Sumber: https:\/\/th.sith.itb.ac.id\/ Ada yang berpendapat bahwa penebangan pohon hendaknya mengikuti prosedur sebagai berikut. a.\t Membuat potongan berbentuk V yang disesuaikan arah tumbangnya pohon. b.\t Membuat potongan bagian depan secara ringan di atas bagian atas potongan V untuk meningkatkaan akurasi arah tumbangnya pohon. c.\t Tali sangat diperlukan untuk membantu pekerja mengarahkan tumbangnya pohon, tali yang kuat digunakan hingga pohon tumbaang. d.\t Pohon yang tumbang seharusnya tidak mengenai titik tanam dan sejajar dengan rencana baris tanaman. Tumbangkan secara teratur dengan sedikit saling tumpang tindih dan tidak mengenai jalan, saluran drainase, dan aliran air. Dalam mengoperasikan chain saw merupakan pekerjaan yang sangat berbahaya jika tidak ada pengalaman yang memadai. Hal ini bisa menyebabkan operatornya meninggal dunia karena tertimpa pohon. Menumbang pohon dengan sistem tumbang langgar harus memperhitungkan arah angin, kecepatan angin, kemiringan pohon, dan arah kemiringan lahan. Calon operator sebaiknya dipasangkan dengan operator yang sudah berpengalamaan dan berperan sebagai kenek\/helper. Setelah memiliki jam terbang yang cukup (3-6 bulan), barulah kenek ini bisa dipromosikan sebagai operator. 2.\t Pembakaran Bekas Lahan Langkah kedua adalah pembakaran, proses pembakaran dapat dilakukan setelah kayu mulai mengering dengan melihat kulit kayu yang mulai retak pada pohon yang besar dan daun yang mulai mengering dan rontok. Berdasarkan pengalaman di lapangan, sebaiknya pembakaran dilakukan lebih dari luasan 1.000 ha. Umumnya lama proses pembakaran bersifat fleksibel, tetapi yang 120 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN penting adalah adanya periode kering dalam waktu 5-7 hari setelah pembakaran di lakukan. Jika terjadi hujan pada saat pembakaran, maka sebagian pekerjaan harus diulangi bila kondisi cuaca memungkinkan. Keberhasilan proses pembakaran sangat penting, terutama hubungannya dengan biaya yang akan dikeluarkan. Kebutuhan tenaga kerja untuk pembakaran yang baik, yaitu 0,25 HK\/ha. Pembakaran dilakukan pada kayu yang berdiameter lebih kecil dari 14 cm dan dikerjakan segera setelah selesai pembakaran pertama, biasanya setelah 7-10 hari. Kayu-kayu yang belum habis terbakar diperun dan dicincang supaya dapat diangkat dan dirumpuk mengelilingi tunggul-tunggul besar yang belum terbakar sempurna. Pembakaran tumpukan kayu dilakukan secara blok per blok, sehingga penanaman tanaman penutup tanah dapat dilakukan tanpa menunggu seluruh areal (blok) dibersihkan. pohon yang masih tegak, setelah selesai proses pembakaran harus ditebang dan dicincang, kemudian dirumpuk lalu dibakar pada bagian tunggulnya. Gambar 4.5 Pembakaran Sisa Hasil Pembersihan Lahan Sumber: https:\/\/www.borneonews.co.id\/ Penebangan pohon harus dilakukan dengan hati-hati karena resiko kecelakaan kerja yang sangat tinggi, di mana jatuhnya dahan-dahan kering dari atas pohon dapat mengakibatkan kematian. Pemancangan dan pekerjaan konservasi tanah bila diperlukan dapat dimulai setelah pembukaan lahan selesai. Pekerjaan ini dapat dilakukan secara manual dan kimia sambil menunggu penanaman kacangan penutup tanah. Kelemahan sistem pembukaan lahan dengan cara pembakaran adalah sebagai berikut. a.\t Selama terbakar, hampir semua unsur N (Nitrogen) dan S (Sulfur) dalam biomassa hilang menguap keudara. Sedangkan unsur P (Fosfor), K (Kalium), Mg (Magnesium), dan Ca (Kalsium) dilepaskan selama pembakaran, namun AGRIBISNIS TANAMAN 121 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN mudah hilang akibat pencucian maupun terbawa erosi termasuk erosi air permukaan. b.\t Sebagian bahan organik di permukaan tanah hancur dan serasah pada permukaan tanah hilang. c.\t Jika semua kayu yang tumbang telah terbakar akan terjadi erosi tanah. Sistem pembukaan lahan tanpa proses melalui pembakaran, yaitu setelah penumbangan langsung dilakukan proses perun secara mekanis dengan bulldozer atau excavator. Kayu hasil pembukaan hutan ini memiliki nilai ekonomis, tetapi penggunaannya harus sejalan dengan IPK Izin Pemanfaatan Kayu yang dikeluarkan oleh Pemda setempat. Proses zero burning ialah pembersihan lahan dan pematangan tanah tanpa melalui proses pembakaran. Dengan demikian, bahan organik diekploitasi dan diekstrak dari hutan dalam bentuk kayu gelondongan dan chip. Tingkat kesuburan tanah pada lahan yang dibuka dengan sistem zero burning akan lebih rendah dibandingkan dengan proses melalui pembakaran. Hal ini karena pembukaan lahan dengan pembakaran, sebagian bahan organik menjadi abu dan kembali ke dalam tanah. Selain itu, penggunaan alat-alat berat seperti bulldozer dan excavator yang menggunakan penggerak sistem rantai (track-link) akan mempengaruhi struktur dan kepadatan tanah kerugian sistem zero burning lainnya, yaitu efisiensi lahan yang bias ditanami tanaman utama akan lebih rendah. Hal ini disebabkan oleh beberapa tempat lahan yang harus digunakan untuk menjadi tempat rumpukan sisa-sisa pohon yang tidak bias dimanfaatkan lagi secara komersial. Gambar 4.6 Pembukaan Lahan Perkebunan Sawit Sumber: https:\/\/money.kompas.com\/read\/2016\/08\/16 Tumpukkan sisa-sisa pohon ini akan melapuk dan mengalami dekomposisi secara gradual dalam waktu lama. Di samping itu, rumpukan juga berpotensi untuk menjadi sarang hama dan penyakit yang menyerang tanaman utama. Walaupun demikian, teknik zero burning merupakaan satu-satunya alternatif yang tersedia untuk membuka lahan perkebunaan secara ekstensif. 122 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN Dari aspek lingkungan hidup, pembukaan lahan dengan sistem zero burning merupakan alternatif yang paling memadai bila dibandingkan dengan teknik lainnya. Keberhasilan teknik zero burning dalam pembukaan lahan menuntut adanya beberapa prasyarat yang harus dipenuhi, yaitu sebagai berikut. a.\t Adanya industri yang berbasiskan bahan baku kayu gelondongan, seperti saw mill, moulding, dengan industri kayu lapis yang akan mengkonsumsi kayu gelondongan yang dihasilkan b.\t Adanya industri bubur kayu dan kertas yang akan mengkonsumsi kayu chip yang akan dihasilkan. c.\t Lokasi industri berbasiskan bahan baku kayu tersebut masih memungkinkan untuk dicapai secara ekonomis dengan memperhitung-kan nilai kayu gelondongan dan chip dibandingkan dengan biaya pengangkutan dan eksploitasi. Adanya praktik penyewaan alat berat dalam jumlah yang memadai untuk melakukan perun dan rumpuk mekanis. Pertimbaangan yang paling utama adalah biaya mobilisasi yang secara nyata dapat meningkatkan biaya penyewaan alat. Praktik penyewaan yang umum dilakukan HM hour meter yang dipakai dengan pemakaian minimal, misalnya 10 HM per hari. Pemilik alat berat biasanya menyediakan operator sekaligus untuk menjaga alatnya, tetapi ada juga yang tidak menyediakan operator. Sistem sewa putus tanpa operator ini terutama dilakukan untuk penyewaan jangka panjang dengan sistem tahunan. Pembukaan lahan berdasarkan tata gunalahan atau jenis vegetasi dapat dibagi pada beberapa golongan, yaitu hutan primer\/skunder\/gambut, semak belukar, padang alang-alang, tanaman keras\/replanting, tepian aliran sungai, dan pernah ditanami tanaman semusim. Ada beberapa cara yang digunakan dalam pembukaan lahan yaitu dengan cara manual, mekanis, khemis, dan kombinasi dari kedua atau ketiga cara tersebut, berikut adalah penjalasannya. a.\t Manual, cara ini biasa digunakan pada perkebunan rakyat atau kegiatan padat karya menggunakan alat yang dimiliki oleh petani, yaitu, gergaji, kapak, dan arit. b.\t Mekanis, cara ini biasa dilakukan oleh perkebunan besar yang dicirikan dengan penggunaan peralatan mesin dan peralatan yang berat, seperti, gergaji rantai, buldozer, excavator, mesin pembabat semak\/rumput. c.\t Khemis, cara pembukaan lahan dengan cara kimia atau dengan menggunakan herbisida, seperti, paraquat untuk rumput-rumputan, trichlorpyr untuk meracuni pohon. d.\t Kombinasi antara manual, mekanis, maupun khemis, hal ini tergantung dari, vegetasi, sarana, dan sumber daya manusia yang akan direncanakan. 3.\t Pembuatan Jalan dan Irigasi Air Pembuatan jalan dan irigasi air, hal ini dilakukan pada saat awal-awal pembukaan lahan baru karena jalan dibutuhkan untuk mempercepat pelaksanaan pekerjaan dan mempermudah pengontrolan pekerjaan di lapangan. Pembuatan irigasi digunakan untuk mengeluarkan air dari areal saluran utama, sehingga proses penanaman segera dapat dilakukan. AGRIBISNIS TANAMAN 123 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN Pembuatan areal jalan dilakukan sebelum pekerjaan imas dan tumbang. Dengan areal-areal jalan saat memulai pembukaan jalan, akan meningkatkan efektifitas pekerjaan proses pembukaan lahan. Selain itu, pembuatan jalan dirancang dan dibangun sedemikian rupa agar kegiatan prapenanaman, penanaman, pemeliharaan, dan panen dapat dilakukan secara efisien yang menggunakan areal tanam atau kehilangan titik tanam seminimal mungkin. Jaringan jalan dalam area perkebunanan, antara lain, Jalan Tikus (Harvester Parth), Jalan Rintis Tengah (Average Cary), Jalan Pengumpul (Collection Road), Subjalan Utama (Submain Road), dan Jalan Utama (Main Road). Jalan yang sudah terbentuk secara umum harus dapat memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut. a.\t Permukaan jalan harus selalu kering. b.\t Berbentuk cembung (kemiringan < 5 %). c.\t Dapat dilalui baik pejalan kaki, alat angkut, dan kendaraan. Selanjutnya adalah pembuatan saluran drainase. Pembuatan saluran air berguna untuk mengendalikan tata olah air di wilayah areal perkebunan. Pengendalian tata kelola air yang biasa digunakan, yaitu irigasi dan drainase. Irigasi merupakan areal untuk menambah air ke beberapa tempat. a.\t Drainase lapangan, banyak yang menyebut disebut parit tersier ialah saluran air buatan manusia yang mempunyai fungsi menyekap air yang ada atau mengalirkannya ke permukaan tanah dan dalam keadaan tertentu fungsinya menurunkan permukaan air tanah. b.\t Drainase pengumpul, banyak yang menyebut parit sekunder adalah saluran air buatan manusia yang dapat mengumpulkan air dari beberapa areal tertentu dan mengalirkannya kepembuangan, seperti, kolam, waduk, embung air. c.\t Drainase pembuangan, banyak yang menyebut parit primer fungsinya adalah mengeluarkan air dari beberapa areal tertentu, seperti, sungai alami dan jurang. Gambar 4.7 Drainase Lapangan (Field Drains) Sumber: https:\/\/m.trubus.id\/baca\/20989\/ 124 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN Gambar 4.8 Drainase Pengumpul (Collection Drains) Sumber:https:\/\/www.cendananews.com\/2016\/05 Gambar 4.9 Drainase Pembuangan (Outlet Drains) Sumber: https:\/\/www.liputan6.com\/ Saluran drainase harus selesai di bangun sebelum penebangan pohon atau tanaman. Jika memungkinkan, saluran drainase dibangun 1-2 tahun sebelum jadwal penanaman, sehingga terdapat cukup waktu bagi tanah gambut untuk memadat. Pengertian drainase bersifat relatif dan tergantung pada konteks permasalahannya. Contoh, drainase pembuangan bagi afdelling, mungkin merupakan darinase pengumpulan dalam konteks kebun. Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam pembuatan drainase saluran air, antara lain adalah sebagai berikut. a.\t Pembuatan sistem drainase Pembuatan sistem drainase di areal perkebunan, yaitu digunakan untuk dapat mengendalikan kelembapan suhu tanah, sehingga kadar airnya dapat tetap stabil antara 20-30% dengan kedalamaan aras air maksimal 60 cm. Kegunaan pembangunan drainase juga diusahakan terhindar dari kejenuhan air secara terus-menerus selama maksimal sekitar 2 minggu. AGRIBISNIS TANAMAN 125 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN Sistem drainase di buat berdasarakan kemampuan saluran air untuk mengeluarkan kelebihan air dalam 24 jam. Banyaknya air yang akan dialirkan dengan sistem drainase biasanya berkisar 60-80% dari curah hujan, tergantung pada jenis tanah cuaca dan lamanya periode kekeringan. Keutamaan dasar dari sistem drainase adalah menyekap air, ke mudian menampungnya, dan pada akhirnya dibuang keluar areal. Maka dari itu, sistem drainase seharusnya dirancang dalam bentuk jaringan-jaringan yang memanfaatkan topografi dan mengalirkan kelebihan air berdasarkaan gaya berat. Merancang sistem drainase yang terukur harus mengacu pada peta topografi dan bukan berdasarkan kondisi visual saja. b.\t Teknik Pembuatan Saluran Drainase. Kondisi kebun, afdelling, blok-blok yang tergenang banyak air baiknya secara terus menerus merupakan indikasi bahwa sistem drainase alamiah tidak mampu menampung kelebihan air dalam waktu 24 jam, kondisi seperti ini sangat diperlukan peningkatan kemampuan sistem drainase untuk mengeluarkan air keluar areal. Secara maksimal peningkatan ini dapat dilakukan dengan membuat saluraan draenase air. Pembuatan saluran air memerlukan perhitungan dan syarat teknis tertentu supaya tujuannya dapat tercapai. Saluran air harus membentuk suatu jaringan dan saling bermuara secara bertingkat. 4.\t Pembuatan Jembatan Jembatan digunakan sebagai tempat penyeberangan pada sungai maupun saluran drainase yang lebar. Selama tahap pembangunan suatu kebun, jembatan dapat dibangun dari kayu yang ditebang pada saat penyiapan lahan. Pada tahap selanjutnya, jembatan kayu diganti dengan beton atau besi yang lebih parmanen. Jembatan kayu yang baik dapat bertahan hingga 10-15 tahun. Konsultasi perlu dilakukan dengan tukang atau kontraktor jembatan yang berpengalaman untuk memperoleh spesifikasi jembatan yang akan dibangun. Lokasi yang ideal untuk membangun jembatan adalah pada tempat dengan\t sungai yang menyempit, tanah pinggir sungai cukup kuat, dan permukaan air pada saat meluap berada beberapa meter di bawah jembatan yang akan dibangun. Jembatan dengan lebar kurang dari 6 m dapat dibangun secara kuat. Tambahan penyangga di bawah mungkin diperlukan, tergantung pada panjang jembatan dan ukuran tulang-tulang konstruksi jembatan. Jembatan dengan panjang lebih dari 6 m harus dirancang dan dibangun dengan menggunakan beton dan baja. Dasar pondasi harus dibangun secara tepat untuk mencegah runtuhnya jembatan. Pondasi biasanya dipanjangkan 3-4 m ke tunggul sungai, diisi dengan batu dan diperkuat dengan beton atau jaring kawat berisi batu. Penyangga ke rangka jembatan yang lurus dan kuat harus diletakkan secara tepat dan kokoh pada dasar pondasi. Dasar pondasi jembatan harus diperkuat dengan jaring-jaring kawat atau beton pada kedua sisi jembatan untuk mengurangi pengaruh hantaman air dan menghindari terjadinya erosi yang dapat terjadi di bawah pondasi jembatan. Kayu bantalan jembatan disusun dengan jarak teratur pada dasar jembatan. Bantalan ganda dipasang di bawah roda kendaraan, dipaku atau disekrup pada dasar jembatan. 126 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN Permukaan jembatan tersusun atas papan kayu dengan lebar 150 mm dan tebal 50 mm. Permukaan jembatan dipaku pada bantalan jembatan, disusun dengan jarak antar papan 15 mm sebagai tempat kerikil, tanah, dan air hujan lolos ke bawah. Dengan demikian, permukaan jembatan akan selalu bersih. Permukaan jembatan jangan sampai ditutup dengan tanah atau batu kerikil, karena hal ini akan menyebabkan kayu cepat membusuk serta menyulitkan pemeriksaan terhadap kerusakan pada jembatan. Sepasang papan kayu tambahan sebaiknya dipasang pada jalur yang akan dilalui roda kendaraan untuk meningkatkan kekuatan dan ketahanan jembatan. Pembangunan suatu jembatan harus lurus dengan jalan dan permukaannya terletak 10 cm lebih tinggi dari permukaan jalan. Jika jembatan terpaksa dipasang pada belokan, maka papan pada permukaan jembatan diusahakan selalu tegak lurus terhadap arah jalan. Lebar jembatan sesuaikan dengan belokan sehingga kendaraan besar dapat berbelok dengan mudah. Gambar 4.10 Jembatan yang Tidak Layak di Perkebunan Sawit Sumber: https:\/\/www.acehportal.com\/2019\/04\/25 Gorong-gorong diperlukan untuk menyeberangi parit kecil atau saluran drainase kebun. Gorong-gorong yang lebih besar juga digunakan untuk tempat penyeberangan di sungai. Beton bertulang merupakan bahan gorong- gorong yang paling kuat dan tahan lama, umum digunakan pada perusahaan perkebunan karena mampu menahan beban kendaraan yang melewatinya. Pipa baja juga dapat digunakan, namun pipa baja ini umumnya digunakan untuk titik penyeberangan penting dan permanen. 5.\t Konservasi Lahan Konserfasi lahan merupakan upaya penggunaan setiap bidang tanah dengan cara sesuai kemampuan tanah tersebut dan memperlakukannya sesuai syarat-syarat yang diperlukan, sehingga lahan dapat digunakan secara lestari. Konserfasi lahan diperlukan dalam budi daya tanaman perkebunan karena curah hujan tidak dapat seluruhnya masuk ke dalam tanah. Namun, sebagian air hujan justru mengalir di atas permukaan tanah dan menyebabkan erosi. Erosi AGRIBISNIS TANAMAN 127 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN adalah pemindahan atau pengangkutan tanah dari suatu tempat ke tempat lain yang lebih rendah melalui media air atau angin. Di daerah tropis basah, media penyebab erosi yang umum adalah air. Longsoran tanah dianggap sebagai penyebab kerusakan tanah yang utama karena melalui proses ini kerusakan tanah dapat terjadi dalam waktu yang relatif singkat, bergantung pada besar dan kekuatan media pengangkut tanah. Longsoran tanah yang terjadi di areal perkebunan, dapat menyebabkan hilangnya lapisan tanah permukaan yang subur dan diganti dengan munculnya lapisan tanah bawah yang relatif kurang subur. Kurang suburnya tanah di lapisan bawah, antara lain, disebabkaan oleh tanah lebih mampat, kadar bahan organik sangat rendah, hara tanah yang berasal dari hasil penguraian serasah tanaman adalah rendah. Karena itu, longsoran tanah merupakan faktor utama penyebab terjadinya proses degradasi\/kerusakan lahan pertanian\/perkebunan di daerah tropika basah. Akibat longsoran tanah, daya dukung tanah untuk pertumbuhan tanaman menjadi tidak normal atau bahkan berakibat kematian pada tanaman. Tujuan perbaikan lahan adalah sebagai berikut. a.\t Mencegah kerusakan tanah oleh erosi dan aliran permukaan sekaligus memelihara sumber air dan kelestarian fungsinya. b.\t Memperbaiki tanah rusak atau kritis. c.\t Memulihkan dan mempertahan kan kesuburan tanah. d.\t Mengamankan dan memelihara produktivitas tanah agar tercapai produksi tertinggi dalam waktu yang tidak terbatas lestari . e.\t Mempertahankan kemampuan daya dukung lahan dan lingkungannya dalam fungsi lingkungan hidup. f.\t Meningkatkan produktivitas lahan usaha tani sehingga menunjang peningkatan produksi dan pendapatan. Metode dalam penanganan konservasi lahan seperti berikut ini. a.\t Secara agronomi, yaitu meliputi metode TOT tanpa olah tanah, pengolahan tanah minimum minimum tillage, penanaman berdasarkan kontur, penggunaan mulsa, pergiliran tanaman crop rotation, pengelolaan residu tanaman. b.\t Secara vegetatif, yaitu berupa agroforestry, alley cropping, penanaman tanaman penutup tanah (kacang-kacangan\/rumput). c.\t Secara struktur\/konstruksi, yaitu bangunan konservasi seperti teras, tanggul, cek dam. 6.\t Tanaman Penutup Tanah Bercocok tanam merupakan kegiatan utama yang dapat menentukan tingkat keberhasilan usaha perkebunan. Kegiatan yang dilakukan ialah penanamaan kacang-kacangan untuk penutup tanah untuk mempersiapkan kondisi yang baik bagi penanaman tanaman utama tidak banyak yang mati dan mampu meng hasilkan produksi. Penanaman taanaman kacang- kacangan sebagai penutup tanah dimaksudkaan untuk menutup permukaan tanah, sehingga pertumbuhan pengganggu seperti gulma dapat ditekan dan mengurangi kompetisi unsur hara dengan tanaman utama. Tumbuhan penutup tanah yang sering di gunakan dan ditanam di perkebunan adalah sebagai berikut. 128 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN a.\t Tanaman penutup tanah tingkat rendah ialah Tanaman penutup tanah rendah berjenis jenis rumput-rumputan dan tumbuhan merambat atau dan menjalar. Berikut beberapa jenis tanaman penutup tanah rendah dan tanaman rapat. Gambar 4.11 Berbagai Jenis Tanaman Penutup Tanah Rendah Tanam Rapat Sumber: https:\/\/www.forda-mof.org\/ Jenis tanaman penutup tanah dengan pola pertanaman barisan daun panahan, godong, prasman, jukut prasmanlangon, lagetan, randa nunut. Gambar 4.12 Berbagai Jenis Tanaman Penutup Tanah Rendah Tanam Barisan Sumber: https:\/\/www.forda-mof.org\/ Tanaman penutup tanah penguat teras dan saluran-saluran air bayem kremah kremek, dedekan, babandotan, sintrong, bulu lutung gempur watu, akar wangi, rumput benggala, balaban paitan, rumput-rumput gajah. AGRIBISNIS TANAMAN 129 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN Gambar 4.13 Berbagai Jenis Tanaman Penutup Tanah Teras dan Saluran Air Sumber: https:\/\/www.forda-mof.org\/ b.\t Tanaman penutup tanah sedang (perdu) (ki dayang, kirinyuh) dan tanaman penutup tanah dengan pola pertanaman pagar, (tahi ayam, gajahan, seruni), (kakatua, jalakan). (lamtoro merah), (turi), (kaliandra merah), (johar cina, gamal), (urek-urekan, kacang cepel), (kacang hiris, kacang sarde). 130 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN Gambar 4.14 Berbagai Jenis Tanaman Penutup Tanah Sedang\/Perdu Sumber: https:\/\/www.forda-mof.org\/ Manfaat tanaman penutup tanah bagi tanaman perkebunan adalah sebagai berikut. 1)\t Penambahan bahan-bahan organik, sehingga memperbaiki struktur tanah. 2)\t Memperbaiki status unsur hara tanah yaitu, nitrogen. 3)\t Memperbaiki sifat utama tanah akibat pembukaan lahan. 4)\t Melindungi permukaan bawah tanah dan mengurangi erosi, terutama tanah yang sanagat curam. 5)\t Mengendalikan adanya gulma. 6)\t Menyuburkan pertumbuhan tanaman dan meningkatkan produksi. Pekerjaan penting yang harus dilakukan dalam persiapan tanam kacang- kacangan tanaman perkebunan adalah sebagai berikut. 1)\t Pemusnahan Gulma. Selama pekerjaan merumpuk, regenerasi gulma biasanya akan terjadi dan hal ini harus dibersihkan, baik secara manual maupun kimia. Kecepatan regenerasi gulma sangat tergantung pada distribusi curah hujan setelah rumpuk mekanis, tetapi secara umum eradikasi biasanya mulai dilakukan 4-5 minggu setelah rumpuk mekanis. Untuk memudahkan pemberantasan gulma maka sebelum memulai pengendalian gulma, pekerjaan memancang harus sudah selesai dilakukan. Pemusnahan gulma dilakukan beberapa tahap, penyemprot-an herbisida pada seluruh areal dan dilanjutkan dengan membongkar anak kayu pada selang 1-2 minggu kemudian. Pemusnahan gulma ini dapat dilakukan tanpa menunggu seluruh pekerjaan rumpuk selesai dilakukan, sehingga penanaman kacang- kacangan dapat lebih cepat dilakukan. Kebutuhan tenaga kerja untuk AGRIBISNIS TANAMAN 131 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN pemusnahan gulma sangat tergantung pada laju regenerasi gulma di lapangan dan komposisi gulma yang tumbuh. Misalnya, perbandingan antara jenis gulma yang dapat mati bila disemprot herbisida dengan jenis gulma berkayu yang harus dikendalikan secara manual. Untuk pemusnahan secara kimia dan manual, unsur utama yang harus diperhatikan, antara lain adalah sebagai berikut. a)\t Persiapan bahan (herbisida) dan peralatan sprayer gendong, cangkul, dan lain-lain. b)\t Pembatas areal yang akan ditanami kacang-kacangan pada suatu periode tertentu sehingga pengendalian gulma dapat dilakukan secara tuntas pada areal tersebut. c)\t Mempersiapkan organisasi pekerjaan semprot dan bongkar tumbuhan pengganggu. d)\t Mempersiapkan tenaga kerja yang dibutuhkan pada setiap fase pekerjaan. 2)\t Persiapan benih dan\/atau bibit kacang-kacangan Jenis benih kacang-kacangan, dikenal adanya sifat dormansi, sehingga benih tersebut harus di persiapkan dengan cara-cara khusus untuk meningkatkan daya tumbuhnya di lapangan. Kacang-kacangan yang ditanam terdiri dari campuran 6 kg PJ\/ha, 3 kg CM\/ha, dan 0,5 kg CC\/ ha. Untuk memperoleh kacang-kacangan yang mempunyai daya tahan di lapangan yang lebih lama, sebaiknya dilakukan penambahan benih MC 2 kg\/ha. Pemberian CP dapat dikurangi atau ditiadakan. Kacang-kacangan MB biasanya akan lebih vigor dan pertumbuhannya cepat bila ditanam melalui setek. Pemberian campuran benih kacang-kacangan sebanyak 9,5 kg per hektare merupakan nilai baku untuk benih kacang-kacangan yang ber mutu baik dengan daya kecambah 75 persen. Apabila daya kecambah benih kurangdari 75 persen maka tingkat pemberian benih kacang- kacangan diperhitungkan dengan nilai baku (100 : % daya kecambah) x 9,5 kilo gram. Perlakuan benih kacang-kacangan (sed treatment), yaitu meningkatkaan hasil dan mempercepat per kecambahan dilakukan dengan perendaman menggunakan air panas temperatur 75\u00b0 C selama dua jam. Setelah dingin benih di angkat dan disimpan selama satu malam. Penanaman kacang-kacangan dapat dilakukan pada esok harinya. Perlakuan benih tersebut hanya dianjurkan untuk penanaman pada musin hujan. Hal ini karena biji yang sudah diberi perlakuan berkecambah akan mengalami kekeringan dan mudah mati jika curah hujan tidak memadai. Perlakuan benih dilakukan dengan membasahi benih kacang- kacangan menggunakan asam sulfat 98% selama 15 menit lalu benih dicuci dengan air untuk membuang sisa-sisa asam lalu melakukan perendaman dengan air dingin selama 1 malam saja. Benih siap ditanam esok hari. Keperluan asam sulfat untuk perlakuan ini sebanyak 100 samapai 200 cc\/kg benih kacang-kacangan. 132 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN Inokulasi bakteri Rhizobium meningkatkan daya fiksasi nitrogen pada kacang-kacangan yang akan dibudidayakan, yaitu dilakukan pencampuran Rhizobium kompos. Untuk 10 kg campuran benih kacang- kacangan menggunakan 10 gram Rhizobium kompos yang dilarutkan dalam 0,25 liter air. Pencampuran benih kacang-kacangan diaduk dengan larutan Rhizobium hingga rata dan semua benih pastikan basah. Benih yangtelah dinokulasi dikeringkan dalam ruangan yang bertemperatur sejuk. Hal itu dilakukan agar memudahkan penanaman di lapangan, dalam 1 kg benih dicampur dengan 2 liter pasir untuk Pproses inokulasi kacang-kacangan dengan bakteri Rhizobium. 3)\t Bibit Mucuna Bareta Mucuna Bareta Sebagai tanaman penutup tanah mempunyai keunggulaan dari pada jenis tanaman kacang-kacangan lain. Hal ini karena MB lebih tahaan terhadap naungan dan kurang disukai hama, tahan terhadap kekeringaan, memberikan bahan organik lebih banyak. Penanaman MB dengan sistem setek dalam polybag kecil akan lebih optimal karena biaya pemeliharaannya jauh lebih efisien. Polybag kecil yang dipakai untuk penyetekan MB terbuat dari plastic kecil bening ukuran 10 cm x 8 cm x 0,1. Setiap kantong diberi lubang antara 12 samapai 20 buah. Media pembibitan MB menggunakan dari lapisan tanah atas atau top soil yang berhumus. Beberapa bagian tanaman yang akan dilakukan untuk perbanyakan melalui setek yaitu batang yangsudah berakar. Menggunakan zat pengatur tumbuh Rotone-F yang merangsang pertumbuhan akar, batang yang belum berakar dapat juga digunakan sebagai bahan setek. Dicelupkan pangkal batang dalam larutan Rotone-F untuk merangsang pembentukan akar-akar di dalam poliybag. Setek yang sudah ditaanam dalam polybag kecil, ditata dalam pembibitan khusus yang ternaungi dan disiram mengunakan gembor setiap hari pagi dan sore selama tunas baru belum tumbuh. Pengembangan bibit kacang-kacang dapat juga dilakukaan dengan menanam benih di dalam polybag selama 1,5 samapai 2 bulanan. Jika ingin mendapatkan 2.000 kantong bibit yang siap tanam, maka diperlukan sekitar 6.000 benih dengan daya kecambah 70 % dan setiap kantong disi 1 atau 2 benih. Umumnya, 1 kg benih terdiri dari 23.000 benih siap tanam. 4)\t Penanaman kacang-kacangan Penanaman kacang-kacangan bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu cara campuran dan cara murni. Cara campuran, yaitu menggabungkan beberapa jenis tanaman penutup tanah. Sedangkan cara murni adalah menanam tanaman penutup satu jenis saja. Campuran benih merupakan kombinasi penanaman benih PJ, CM, dan CC dalam larikan dengan MC. Kacang-kacangan ditanam sejajar dengan barisan tanaman pokok. Larikan campuran PJ, CM, dan CC sebanyak 2 (dua) baris setiap gawangan hidup dan satu baris antar pokok dalam barisan tanaman. Penanaman di dalam AGRIBISNIS TANAMAN 133 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN larikan dilakukan menurut barisan tanaman, kecuali pada daerah yang berbukit, yaitu penanaman kacang-kacangan harus mengikuti kontur. Letak larikan diusahakan setiap 1 gawang. Penanaman MC dilakukan sebanyak 1 baris dengan barisan tanaman pokok di antara larikan kacang-kacangan PJ, CM, dan CC searah dengan rumpukan kayu. MC ditanam 3 lubang dekat dengan rumpukan batang dan setiap lubang ditanami 3 benih MC. Penanaman dengan pola kontur\/teras, maka kacang-kacangan ditanam searah dengan teras\/barisan tanaman cam puran PJ, CM, dan CC sebanyak 4 titik antara 2 pokok di dekat bibit terasan. MB ditanam di antara titik campuran PJ, CM, dan CC. Penanaman kacang-kacangan pada areal berbukit (terasan) pada tanaman kelapa sawit, disajikan pada Gambar 6.13. Melakukan penanaman di lapang sebaiknya dilakukan menjelang musim hujan dengan jarak tanam 1,5 m dalam barisan sebanyak 2 baris pada setiap gawang tanaman utama, ditambah 2 setek MB di antara 2 pohon tanaman utama di dalam barisan tanaman. Kebutuhan setek untuk populasi 136 pohon\/ha yaitu 2.000 setek, dan tambahan bibit 5%. 5)\t Budi daya kacang-kacangan Pada saat penananan kacang kacangan, juga dilakukan pemberian pupuk Rock Phosphate (RP) sebanyak 30 kg sebagai starter. Kacang- kacangan perlu dipupuk agar tumbuh subur dan cepat menutupi tanah. Anjuran pemupukan kacang-kacangan yang biasa digunakan di perkebunaan dengan tumpang sari. Pemberian pupuk urea pada umur 2 minggu sampai 1 bulan dimaksudkan untuk memberikan nitrogen bagi kacang-kacangan. Hal ini disebabkan pada saat itu adanya pembentukan bintil akar yang akan mengikat nitrogen dari udara masih belum berfungsi dengan baik. Pemeriksaan bintil akar yang me ngandung bakteri Rhizobium dapat dilakukan dengan membelah bintil dan melihat warnanya. Bintil yang aktif berwarna merah muda (pink) sampai merah pucat, sedangkan bintil yang belum aktif masih berwarna krem. Perbedaan warna disebabkan oleh proses fiksasi nitrogen dari udara yang dilakukan oleh bakteri Rhizobium. Gambar 6.13, skema penanaman kacang-kacangan PJ, CM, CC, dan MB di kebun kelapa sawit. Penyiangan kacang-kacangan dilakukan secara berkala dengan cara manual, membuang rumput, dan gulma lainnya, tujuannya mengurangi persaingan dalam pengambilan air dan unsur hara dari dalam tanah. Perlakuan budi daya kacang-kacangan secara manual adalah sebagai berikut. a)\t Membongkar semua gulma lunak yang tumbuh di areal kacang- kacangan dengan garu serta mencabut atau menggulung tumbuhan yang menjalar. b)\t Membongkar gulma keras atau berkayu c)\t Memotong atau menarik kacang-kacangan yang menjalar. 134 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN B.\t Prosedur Persiapan Lahan Areal Gambut 1.\t Pembagian Tanah Gambut Pembagian tanah gambut dapat dikelompokkan pada lima katagori, yaitu tanah gambut berdasar tingkat kematangannya, tanah gambut berdasarkan tingkat kesuburannya, tanah gambut berdasarkan lingkungan pembentukannya, tanah gambut berdasarkan kedalamannya gambut, dan tanah gambut berdasarkan proses dan lokasi pembentukannya. Gambar 4.15 Tanah Gambut Berwarna Kecoklatan (Gelap) dengan Tektur yang Lembek\/Lunak Sumber: https:\/\/bibitbunga.com\/ a.\t Tingkat kematangan ganbut adalah sebagai berikut. 1)\t Gambut saprik atau matang, yaitu lahan gambut yang sudah melapuk dan bahan asalnya tidak dapat dikenali, berwarna coklat tua sampai hitam, kandungan seratnya < 15%. 2)\t Gambut hemik atau setengah matang ialah gambut setengah lapuk dan sebagian bahan asalinya masih bisa dikenali, berwarma coklat, dan bahan seratnya 15 samapai 75%. 3)\t Gambut fibrik atau mentah ialah gambut yang belum melapuk dan bahan asalinya masih bisa dikenali, berwarna coklat, >75% seratnya masih tersisa. b.\t Tingkat kesuburan lahan gambut adalah sebagai berikut. 1)\t Gambut eutrofik ialah gambut yang subur dan kaya akan bahan mineral serta unsur hara lainnyaa. Gambut yang relatif subur, yaitu gambut yang tipis dan dipengaruhi oleh sedimen sungai atau laut. AGRIBISNIS TANAMAN 135 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN 2)\t Gambut mesotrofik ialah lahan gambut yang agak subur karena memiliki kandungan mineral dan basah-basah sedang sekali. 3)\t Gambut oligotrofik ialah lahan gambut yang tidak subur karena miskin sekali akan minera dan basa. Beberapa bagian kubah gambut dan gambut tebal yang jauh dari pengaruh lumpur sungai. c.\t Lingkungan pembentukannya gambut adalah sebagai berikut. 1)\t Gambut ombrogen, yaitu gambut yang terbentuk pada lingkungan yang hanya dipengaruhi oleh air hujan. 2)\t Gambut topogen, yaitu gambut yang terbentuk di lingkungan yang mendapat pengayaan air pasang. Dengan demikian, gambut topogen akan lebih kaya mineral dan lebih subur dibandingkan dengan gambut ombrogen. d.\t Berdasarkan kedalamannya gambut dibedakan menjadi berikut ini. 1)\t Gambut dangkal (50-100 cm). 2)\t Gambut sedang (100-200 cm). 3)\t Gambut dalam (200-300 cm). 4)\t Gambut sangat dalam (> 300 cm). e.\t Berdasarkan proses dan lokasi pembentukannya adalah sebagai berikut. 1)\t Gambut pantai adalah gambut yang terbentuk dekat pantai laut dan mendapat pengayaan mineral dari air laut. 2)\t Gambut pedalaman adalah gambut yang terbentuk di daerah yang tidak dipengaruhi oleh pasang surut air laut tetapi hanya oleh air hujan. 3)\t Gambut transisi adalah gambut yang terbentuk di antara kedua wilayah tersebut, yang secara tidak langsung dipengaruhi oleh air pasang laut. Lahan gambut di Indonesia sebagian besar tergolong gambut mesotrofik dan oligotrofik. Gambut eutrofik di Indonesia hanya sedikit dan umumnya tersebar di daerah pantai dan di sepanjang jalur aliran sungai. 2.\t Karekteristik Lahan Lahan tanah gambut merupakan faktor yang sangat menentukan tingkat produktivitas tanaman yang dibudidayakan pada lahan gambut, karena menentukan kondisi aerasi, drainase, daya menahan beban, serta tingkat atau potensi degradasi lahan gambut. Pemanfaatan lahan gambut untuk pertanian, karakteristik lahan gambut yang penting untuk dipelajari adalah kematangan gambut, kadar air, berat isi bulk density, daya menahan beban bearing capacity, penurunan permukaan tanah subsidence, sifat kering terbalik (Ireversible Drying). a.\t Produktivitas Lahan Gambut Produktivitas lahan gambut diartikan sebagai tingkat pelapukan bahan organik yang menjadi komponen utama dari tanah gambut. Lahan gambut sangat menentukan tingkat produktivitasnya, karena sangat berpengaruh terhadap tingkat kesuburan tanah gambut, dan ketersediaan hara. Ketersediaan hara pada lahan gambut yang lebih matang relatif lebih tinggi dibandingkan lahan ganbut mentah. Struktur gambut yang 136 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN relatif lebih matang juga lebih baik, sehingga lebih menguntungkan bagi pertumbuhan tananan. Oleh karena itu, tingkat kematangan gambut merupakan karakteristik fisik tanah gambut yang menjadi faktor penentu kesesuaian gambut untuk pengembangan pertanian. Berdasarkan tingkat kematangannya, lahan gambut dibedakan menjadi, matang, setengah matang, dan mentah. Mengidentifikasi tingkat kematangan tanah gambut dapat dilakukan secara langsung di lapangan, yaitu, meremas gambut dengan menggunakan tangan, setelah diremas kurang dari sepertiga gambut yaang tertinggal dalam tangan maka lebih dari dua pertiga yang lolos maka ganbut tersebut tergolong sebagai gambut saprik, sebaliknya jika yang tertinggal lebih dari dua pertiga maka gambut tergolong sebagai gambut fibrik. Ganbut yang digolongkan sebagai gambut hemik, jika yang tertinggal sekitar 50%. Pada gambut saprik, bagian gambut yang lolos relatif tinggi karena struktur tanahnya relatif lebih halus, dan sebaliknya ganbut mentah masih didominasi oleh serat yang kasar. Lahan gambut yang terdapat di permukaan (lapisan atas) umumnya relatif lebih matang, akibat laju dekomposisi yang lebih cepat. Namun sering kali juga ditemui lahan ganbut matang pada lapisan gambut yang lebih dalam. Hal ini mengindikasikan bahwa lahan gambut terbentuk dalam beberapa tahap, artinya gambut yang ada pada lapisan dalam pernah berada di posisi permukaaan. b.\t Kadar Air Lahan gambut mempunyai kemampuan menyerap dan menyimpan air jauh lebih tinggi dibanding tanah mineral. Komposisi bahan organik yang dominan menyebabkan lahan ganbut mampu menyerap air dalam jumlah yang relatif tinggi menyatakan air yang terkandung dalam tanah lahan gambut bisa mencapai 300-3.000% bobot keringnya, jauh lebih tinggi dibanding dengan tanah mineral yang kemampuan menyerap airnya hanya berkisar 20-35% bobot keringnya, lahan gambut mampu menyerap air 1 sampai 13 kali berat bobotnya. Tingkatan kematangan lahan ganbut menentukan rata-rata kadar air gambut jika berada dalam kondisi alaminya (tergenang). Pada tingkat kematangan fibrik (gambut sangat mentah), gambut bersifat sangat sarang, sehingga ruang diantara masa gambut terisi air. Namun demikian, karena air sebagian besar berada dalam pori makro, maka begitu gambut didrainase maka air menjadi cepat sekali hilang. Pada kondisi lahan gambut yang lebih mataang, air tersimpan pada tingkat serapan yang lebih tinggi, karena pori mikro, dan meso mulai terbentuk. Gaya gravitasi tidak cukup untuk mengalirkan air yang tersimpan dalam pori-pori mikro atau meso. c.\t Volume air Volume air atau sering disebut juga dengan istilah berat air merupakan sifat fisik tanah yang menunjukkan berat massa padatan dalam suatu volume tertentu. Berat isi air umumnya dinyatakan dalam satuan g cm-3 atau kg dm-3 atau t m-3. BD merupakan karakteristik fisik tanah yang paling AGRIBISNIS TANAMAN 137 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN sering dianalisis, karena bisa dijadikan gambaran awal dari karakteristik fisik tanah lainnya seperti porositas dan kapasitas, potensi daya menyimpan air. Tanah dengan nilai BD relatif rendah pada umumnya mempunyai porositas yang tinggi, sehingga potensi menyerap dan menyalurkaan air menjadi sangat tinggi. Namun jika nilai BD terlalu rendah menyebabkaan tanah mempunyai daya menahan beban yang rendah. d.\t Penurunan lahan Penurunan permukaan lahan (subsiden) kondisi fisik yang sering dialami lahan gambut yang telah didrainase. Proses drainase menyebabkaan air yang berada di antara masa gambut mengalir keluar (utamanya bagian air yang bisa mengalir dengan kekuatan gravitasi), akibat proses ini lahan gambut mengalami penyusutan. Subsiden juga bisa terjadi akibat masa gambut mengalami pengerutan akibat berkurangnya air yang terkandung dalam bahan gambut. Proses lainnya yang menyebabkan penurunan permukaan gambut dikenal dengan proses pelapukan (dekomposisi). Indikasi terjadinya subsiden di lapangan ditunjukkan oleh perakaran tanaman yang muncul di atas permukaan lahaan. Subsiden yang diakibatkan oleh proses pemadatan gambut bisa berdampak positif terhadap peningkatan daya tahan beban dari lahan gambut. Namun subsiden akibat peningkatan laju dekomposisi berdampak terhadap terjadinya penurunan fungsi lahan gambut sebagai penyimpan karbon dan berkontribusisi terhadap peningkatan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer. Subsiden juga menyebabkan keterbatasan ruangan penyimpan-an air, sehingga fungsi lahan gambut sebagai pengatur laju air untuk daerah sekitarnya juga bisa berkurang. e.\t Bearing Capacity (Daya Menahan Beban) Daya menahaan beban lahan gambut yang tergolong rendah merupakan karakter tanah lahan gambut yang sering menjadi faktor penghambat produktivitas tanaman, terutama tanaman tahunan. Kondisi tanaman yang tidak tegak (doyong) yang sering ditemukan di lahan gambut merupakan indikasi rendahnya daya menahan beban tanah gambut. Setelah doyong, tidak sedikit pohon yang tumbang dan akarnya tercabut dari dalam tanah. f.\t Ireversible Drying Lahan gambut dengan kadar air <100% berdasarkan berat umumnya telah mengalami proses kering tidak balik (Ireversible Drying). Pada kondisi ini lahan gambut menjadi mudah terbakar dan mudah hanyut terbawa aliran air. Lahan gambut juga tidak mempunyai kemampuan lagi untuk menyerap air dan unsur hara, sehingga menjadi tidak sesuai lagi untuk menjadi media tanam. Lahan gambut yang telah mengalami kering tak balik sering terlihat di permukaan tanah gambut, atau mengambang di permukaan air. Dalan kondisi kering tak balik gambut nampak seperti pasir, sehingga sering distilahkan sebagai pasir semu. Lahan gambut dalam kondisi kering tak balik juga menjadi sulit diakses mikroba decomposer. 138 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN g.\t Sifat Kimia Tanah Gambut Keragaman sifat kimia tanah dilahan gambut dipengaruhi oleh komposisi bahaan induk, laju dekomposisi dan lingkungan sekitarnya, substratum dari ketebalan gambut. Lahan gambut yang bahan penyusunannya dari lumut lebih subur dibandingkan dari lahan gambut berkayu. Kesuburan lahan gambut matang lebih tinggi dibandingkan lahan gambut mentah. Gambut yang terbentuk pada lingkungan air payau lebih subur dibandingkan air tawar atau tadah hujan. Lahan gambut yang mempunyai substratum liat (marine) lebih subur dibandingkan pasir. Lahan gambut tipis umumnya lebih subur dari gambut tebal. Karakteristik kimia tanah gambut yang utama adalah sebagai berikut. 1)\t Kemasaman tanah gambut tropika umumnya tinggi (pH 3-5), disebabkan oleh buruknya kondisi pengatusan dan hidrolisis asam- asam organik, yang didominasi oleh asam fulvat dan humat. 2)\t Kapasitas Pertukaran Kation (KTK) pada tanah gambut sangat tinggi, berkisar 100-300 me 100g-1 berdasarkan berat kering mutlak. 3)\t Kadar hara makro dan mikro, ketersediaan N, P, K, Ca, dan Mg dalam tanah gambut umumnya rendah, meskipun pada umumnya kandungan N, P, K total tinggi, sebagian besar N, P, K total dalam gambut berada dalam bentuk organik. Selain unsur hara makro, lahan gambut juga kahat unsur mikro seperti Cu, Zn, dan Fe. Kadar unsur hara Cu, Bo, dan Zn di lahan gambut pada umumnya sangat rendah dan seringkali terjadi defisiensi. Pembentukan senyawa organik dan metalik menyebabkan unsur hara mikro kurang tersedia. 4)\t Kadar asam-asam organik, tanah-tanah gambut tropika di Indonesia mempunyai kandungan lignin lebih tinggi dibandingkan gambut di iklim subtropik 5)\t Kadar abu. Kadar abu tanah gambut oligotropik umumnya kurang dari 1%, terkecuali pada tanah gambut yang telah mengalami pembakaran atau telah dibudidayakan intensif dapat mencapai 1 sampai 4. Makin tebal gambut, kandungan abu dan basa-basanya makin rendah. Rendahnya kandungan basa-basa pada gambut ombrogen dipengaruhi oleh proses pembentukan yang banyak dipengaruhi oleh air hujan dan proses pelindian unsur hara ke luar sistem selama proses pembentukan gambut. 3.\t Pengelolaan Lahan Gambut Pengolahan pada lahan gambut dengan ketebalan antara 1,5-2 meter tergolong sesuai kelas S3 untuk beberapa budi daya tanaman tahunan, seperti, karet dan kelapa sawit, sedangkan lahan gambut yang tipis termasuk sesuai kelas S2. Lahan gambut dengan ketebalan 2-3 meter tidak sesuai untuk budi daya tanaman tahunan kecuali jika ada sisipan lapisan tanah atau lumpur mineral. Lahan gambut ketebalannya >3m digunakan sebagai kawasan konservasi sesuai dengan Keputusan Presiden No. 32\/1990. Hal ini disebabkan kondisi lingkungan lahan gambut dalam keadaan rapuh (fragile) jika dikonversi menjadi lahan pertanian. Lahan gambut bagi komoditas tanaman perkebunan tahunan antara lain adalah sebagai berikut. AGRIBISNIS TANAMAN 139 PERKEBUNAN"]
Search
Read the Text Version
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
- 6
- 7
- 8
- 9
- 10
- 11
- 12
- 13
- 14
- 15
- 16
- 17
- 18
- 19
- 20
- 21
- 22
- 23
- 24
- 25
- 26
- 27
- 28
- 29
- 30
- 31
- 32
- 33
- 34
- 35
- 36
- 37
- 38
- 39
- 40
- 41
- 42
- 43
- 44
- 45
- 46
- 47
- 48
- 49
- 50
- 51
- 52
- 53
- 54
- 55
- 56
- 57
- 58
- 59
- 60
- 61
- 62
- 63
- 64
- 65
- 66
- 67
- 68
- 69
- 70
- 71
- 72
- 73
- 74
- 75
- 76
- 77
- 78
- 79
- 80
- 81
- 82
- 83
- 84
- 85
- 86
- 87
- 88
- 89
- 90
- 91
- 92
- 93
- 94
- 95
- 96
- 97
- 98
- 99
- 100
- 101
- 102
- 103
- 104
- 105
- 106
- 107
- 108
- 109
- 110
- 111
- 112
- 113
- 114
- 115
- 116
- 117
- 118
- 119
- 120
- 121
- 122
- 123
- 124
- 125
- 126
- 127
- 128
- 129
- 130
- 131
- 132
- 133
- 134
- 135
- 136
- 137
- 138
- 139
- 140
- 141
- 142
- 143
- 144
- 145
- 146
- 147
- 148
- 149
- 150
- 151
- 152
- 153
- 154
- 155
- 156
- 157
- 158
- 159
- 160
- 161
- 162
- 163
- 164
- 165
- 166
- 167
- 168
- 169
- 170
- 171
- 172
- 173
- 174
- 175
- 176
- 177
- 178
- 179
- 180
- 181
- 182
- 183
- 184
- 185
- 186
- 187
- 188
- 189
- 190
- 191
- 192
- 193
- 194
- 195
- 196
- 197
- 198
- 199
- 200
- 201
- 202
- 203
- 204
- 205
- 206
- 207
- 208
- 209
- 210
- 211
- 212
- 213
- 214
- 215
- 216
- 217
- 218
- 219
- 220
- 221
- 222
- 223
- 224