Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore Persiapan Lahan Penanaman Tanaman Perkebunan(1)

Persiapan Lahan Penanaman Tanaman Perkebunan(1)

Published by km6 smks pertanian paba binjai, 2023-08-18 06:50:26

Description: Persiapan Lahan Penanaman Tanaman Perkebunan(1)

Search

Read the Text Version

["PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN a.\t Pengelolaan Air Alih fungsi lahan gambut untuk pertanian tanaman tahunan memerlukan jaringan drainase makro yang dapat mengendalikan tata air dalam satu wilayah dan drainase mikro untuk mengendalikan tata air di tingkat lahan. Sistem drainase yang tepat dan benar sangat diperlukan pada lahan gambut, baik untuk tanaman holtikultura maupun perkebunan. Sistem drainase yang tidak tepat akan mempercepat kerusakan lahan gambut. Tanaman tahunan memerlukan saluran drainase dengan kedalaman berbedaa-beda. Tanaman karet memerlukan saluran drainase mikro sekitar 20 cm, tanaman kelapa sedalam 30-50 cm, sedangkan tanaman kelapa sawit memerlukan saluran drainase sedalam 50-80 cm. Gambut yang relatif tipis (<100 cm) dan subur juga dapat ditanami dengan tanaman kopi dan kakao dengan saluran drainase sedalam 30-50 cm. Semakin dalam saluran drainase yang dibuat akan semakin cepat pula terjadi penurunan permukaan atau subsiden dan dekomposisi gambut sehingga ketebalan gambut akan cepat berkurang dan daya sangganya terhadap air menjadi semakain menurun. b.\t Pengolahan Kesuburan pada Tanah Pengolahan tanah lahan gambut terutama, yaitu unsur P dan Kalium. Tanpa unsur tersebut pertumbuhan tanaman sangat merana dan hasil tanaman yang diperoleh sangat rendah. Sedangkan unsur hara, seperti Natrium dibutuhkan dalam jumlah yang relatif rendah karena bisa tersedia dari proses dekomposisi lahan gambut. C.\t Prosedur Persiapan Lahan Tanam Ulang (Replanting) 1.\t Pengertian dan Tunjuan Tanam Ulang (Replanting) Pengertian peremajaan (replanting) adalah penanaman kembali kebun atau lahan diarea tanaman yang saman dan membongkar tanaman yang sudah tidak lagi produktif. Pada teknik replanting tanaman tua yang sudah tidak produktif ditumbangkan terlebih dahulu kemudian baru ditanami bibit tanaman yang baru. Peremajaan area tanaman yang sudah tua tidak produktif dapat dilakukan dengan antara lain yaitu penumbangan tanaman lama, pencacahan cabang ranting dan batang, perumpukan, penanaman tanaman penutup tanah, pemancangan, konservasi tanah, pembuatan lubang tanam, dan penanaman bibit tanaman perkebunan baru. Tujuan pelaksanaan replanting, antara lain sebagai berikut. a.\t Mengganti tanaman yang sudah tua atau tidak produktif. b.\t Melakukan penanaman ulang kembali dengan tanaman yang sama. c.\t Untuk kontinuitas\/kesinambungan budi daya tanaman yang sama. d.\t Untuk meningkatkan produksi dan kualitas hasil produksi kebun. 2.\t Prosedur Pelaksanaan Replanting Secara operasional pelaksaaan replanting dapat meliputi hal berikut ini. a.\t Perencanaan penanaman adalah merencanakan dan mendesain kebun yang akan dikelola dengan mempertimbangkan, antara lain, lingkup 140 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN pekerjaan, ketersediaan mesin-mesin dan peralatan yang memadai, waktu pelaksanaan, serta biaya yang dibutuhkan. b.\t Pemancangan jalur adalah menentukan jalur tanaman baru, jaringan jalan, jalan pemanenan saluran irigasi dan drainase, untuk meminimalisir resiko infeksi serangan hama jalur tanaman baru diletakkan di antara jalur tanaman lamaa. c.\t Merencek adalah mencingcang dengan menggunakan kapak atau chain saw. d.\t Peracunan adalah salah satu kegiatan yang dilakukan untuk mematikan tanaman tua yang belum tumbang. e.\t Peta akses adalah lokasi-lokasi kebun kelapa sawit guna memonitoring batas wilayah perkebunan. f.\t Tanaman tumpang sari adalah tanaman lain yang ditanam di antara tanaman kelapa sawit, biasanyanya menggunakan jenis tanaman hortikultura, seperti, kedelai, kacang tanah, dan sebagainya. Pemilihan teknik replanting mempertimbangkan kelangsungan pendapatan petani selama masa replanting, sehingga memberikan alternatif pendapatan bagi petani selama replanting berlangsung, teknik replanting yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut. a.\t Kegiatan penumbangan serempak, yaitu teknik peremajaan yang dilakukan dengan cara menumbangkan tanaman tidak produktif secara keseluruhan diikuti dengan pengolahan tanah dan penanaman tanaman baru. Sistem ini merupakan teknik umum yang diterapkan perkebunan khususnya pada perkebunan besar. b.\t Penyusunan rencana peremajaan, antara lain sebagai berikut. 1)\t Melakukan survei hamparan dan luas area lahan. Dilakukan pemetaan lahan berikut peta akses dan pertimbangan mengenai kendala di lapangan. 2)\t Survei hamparan didasarkan pada produksi, kerapatan, serangan hama\/penyakit, tinggi tanaman, dan efektivitas kegiatan pemanenan yang secara keseluruhan menjadi pertimbangan dalam menentukan umur ekonomis tanaman. 3)\t Order bibit unggul kelapa sawit pada produsen kelapa sawit terpercaya sebagai bibit tanaman baru bersertifikat 4)\t Seleksi lokasi pembibitan tanaman yang sesuai dengan persyaratanya, yaitu, topografi datar, ketersediaan air, bebas hama penyakit tanaman, akses transportasi mudah dilalui. 5)\t Mempersiapkan alat dan bahan serta perencanaan administrasi modal peremajaan. c.\t Pembongkaran pohon tidak produktif 1)\t Penumbangan pohon tua dilakukan menggunakan alat berat namun dapat juga dilakukan secara manual untuk skala yang lebih kecil. 2)\t Penumbangan pohon tua menggunakan alat berat dilakukan dengan mendorong pohon kelapa sawit yang sudah tua sampai roboh, dilanjutkan membongkar bonggol dan akar yang tertinggal. AGRIBISNIS TANAMAN 141 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN 3)\t Penumbangan pohon tua secara manual dapat dilakukan dengan menggunakan kapak ataupun gergaji mesin. 4)\t Penumbangan tanaman tua ditumbangkan searah dengan jalur penamnaman. 5)\t Tumbangan pohon tua disusun dalam rumpukan dengan arah utara selatan atau searah dengan jalur tanam awal. d.\t Merencek dan Memotong. Kandungan air dalam batang yang sangat tinggi sebaiknya dilakukan pemotongan batang termasuk bagian dahan\/pelepah menjadi bagian yang lebih kecil \u00b1 1 meter, agar membantu percepatan proses pengeringan. e.\t Perumpukan tanaman tua 1)\t Perumpukan tanaman tua merupakan kegiatan menyusun dan menimbun batang kelapa sawit yang tumbang ke dalam jalur penimbunan\/rumpukan. 2)\t Batang besar kelapa sawit yang telah ditumbang disusun sesuai dengan jalur tanaman (memanjang searah jalur tanam kelapa sawit). 3)\t Perumpukan dilakukan dengan selang dua baris tanaman. f.\t Penanaman tanaman penutup tanah adalah tanaman yang khusus ditanam untuk melindungi tanah akan terjadinya erosi serta akan memperbaiki sifat kimia dan fisik tanah. Manfaat dari budi daya tanaman penutup tanah, yaitu berfungsi untuk menahan dan mengurangi daya rusak butir hujan dan aliran permukaan, sebagai sumber pupuk organik dan untuk menghindari dilakukannya penyiangan yang dilakukan secara intensif. Penyiangan secara terus menerus akan menyebabkan tergerusnya lapisan atas tanah. Untuk menghindari persaingan antara tanaman penutup tanah dengan tanaman utama, dapat dilakukan penyiangan melingkar. Pada replanting kriteria tanaman yang dapat digunakan sebagai tanaman penutup tanah tanaman yang digunakan sebagai tanaman penutup memerlukan beberapa syarat, yaitu sebagai berikut. 1)\t Tanaman yang dibudidayakan mudah diperbanyak. 2)\t Sistem perakaran tidak menimbulkan persaigan unsur hara dengan tanaman utama. 3)\t pertumbuhanya cepat dan dapat menghasilkan banyak dedaunan. 4)\t Tidak terjadi tingkat kesuburan tanaman yang relatif tinggi. 5)\t Efektif terhadap perlakuan pemangkasan dan resisten terhadap hama, penyakit, kekeringan, dan injakan. 6)\t Mampu menanggulangi pertumbuhan gulma yang tumbuh. 7)\t Tidak menjadi gulma bagi tanaman utama. 8)\t Tidak mempunyai kriteria yang dapat mengganggu tanaman utama, seperti adanya duri dan sulur yang membelit. g.\t Pemancangan, yaitu rencana untuk mendapatkan letak dan barisan tanaman yang teratur terlebih dahulu dengan melakukan pemancangan areal. Pemancangan pada areal yang rata jarak antara barisan dan dalam barisan sesuai dengan jarak yang telah ditentukan. Sedangkan untuk areal yang berbukit dan berkontur arah barisan mengikuti arah kontur 142 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN yang ada dan jarak antara barisan merupakan proyeksi jarak antar barisan. Mempersiapkan alat-alat untuk melakukan pancangan yaitu sebagai berikut. 1)\t Kompas atau teodolit untuk menentukan akurasi arah. 2)\t Bambu atau kayu panjang 2 meter. 3)\t Anak pancang berukuran 1 samapai 1,5 meter diikat menggunakan plastik putih. 4)\t Kawat Sling 100 meter yang telah diberi tanda jarak tanam dan jarak antar barisan. h.\t Pelubangan Tanah Mineral 1)\t Lubang tanaman telah dipersiapkan maksimal 2 bulan sebelum tanam untuk mematangkan tanah. 2)\t Pancang tanam tidak boleh diangkat sebelum pola lubang (60 cm x 60 cm) digambar di atas permukaan tanah supaya pancang tepat berada di tengah-tengah pola tersebut. 3)\t Ukuran pembuatan lubang tanam adalah 60 cm x 60 cm x 60 cm. 4)\t Tanah atas dan tanah bawah hasil galianya dipisahkan, top soil di sebelah Selatan dan subsoil di sebelah Utara 5)\t Sesudah lubang tanam dibuat, pancang dikembalikan keposisi semula. 6)\t Untuk menjamin keseragaman ukuran lubang tanam, setiap pekerja dilengkapi dengan mal yang berukuran 60 cm x 60 cm. 7)\t Pada saat melakukan penanaman, tanah yang lebih dahulu ditimbun adalah top soil, lalu kemudian subsoil. i.\t MelubangTanah Gambut 1)\t Perlakuan pembuatan lubang tanam dilakukan setelah tanah pada jalur tanam dipadatkan. 2)\t Perlakuan pembuatan lubang tanaman bisa dilakukan secara manual, tetapi lebih efisien menggunakan alat berat untuk mempersiapkan lubang tanam dalam hamparan kebun yang luas. Sedangkan untuk membuat lubang tanam pada lahan yang tidak luas, maka perlu dipertimbangkan penggunaan alat berat bisa tidak efisien. 3)\t Bila perlakuan secara mekanik, maka pancang titik tanam menjadi as dari lubang titik tanam yang akan dibuat, dengan alat berat menekan preplant compactor sampai seluruhnya masuk ke dalam tanah. 4)\t Lalu ditarik kembali, sehingga terbentuk lubang tanam sesuai dengan ukuran yang telah dinginkan. 5)\t Saat alat mesin berat membuat lubang tanam, kegiatan ini juga berfungsi untuk memadatka jalur-jalur panen. 6)\t Penanaman tanaman di areal yang tidak terlalu luas atau terpencar. 7)\t Pembuatan lubang tanam dapat dilakukan secara manual dengan sistem lubang di dalam lubang. 8)\t Tahapan awal pembuatan lubang tanam dengan ukuran 120 cm x 100 cm x kedalaman 30 cm, pada bagian tengah lubang dibuat lubang tanam dengan ukuran normal yaitu 60 cm x 60 cm x 60 cm. AGRIBISNIS TANAMAN 143 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN j.\t Pemupukan berdasarkan jenis tanah 1)\t Tanah mengandung mineral: untuk setiap lubang diberi 500 g RP. 2)\t Tanah lahan gambut: untuk setiap lubang diberi 500 g RP dan 15 g CuSO4 2. Teknis Pemupukan. 3)\t Tanah mengandung mineral: pupuk lubang ditabur secara merata ke dalam lubang tanaman, di dasar lubang, dan dinding lubang tanam (1\/2 dosis), sisanya dicampurkan kebekas galian top soil. 4)\t Tanah lahan gambut: pupuk RP dan Cu diberikan setelah bola tanah di masukkan ke dalam lubang tanaman. 5)\t Pemupukan dilakukan dengan takaran yang dibuat dari bahan triplek berbentuk kubus atau wadah dari plastik yang telah distandardisasi. k.\t Pengangkutan bibit 1)\t Kecepatan pengangkutan bibit kelapangan disesuaikan dengan laju penanaman. 2)\t Jumlah bibit yang disebar sesuai dengan jumlah yang akan ditanam. 3)\t Pengawasan pengangkutan bibit ke alat angkut harus diawasi secara ketat. 4)\t Bibit telah sampai di tempat tujuan, harus ditangani dengan baik. 5)\t Pada saat pagi hari, bibit disiram terlebih dahulu agar ketika tidak turun hujan masih ada persediaan air. 6)\t Bibit yang telah dikelompokan dan diseleksi diangkut menuju lokasi penanaman. 7)\t Bibit yang diangkut kelapangan, diturunkan pada titik lokasi yang telah ditentukan. 8)\t Bibit yang telah sampai diletakkan di samping lubang tanam oleh regu pengecer. 9)\t Pengangkatan bibit dilakukan dengan hati-hati, upayakan bola tanah tidak rusak dan jangan diangkat pada leher pangkal batanng. 10)\tBibit diangkat dalam keadaan berdiri dan bagian bawah ditopang dengan bahu. Saat meletakkan bibit di sisi lubang harus hati hati, jangan dibantinng. 11)\tBibit harus diangkut dengan jarak >5 km, tajuk bibit harus diikat dengan tali rafia untuk menghindari kerusakan bibit. 12)\tKapasitas angkut bibit \u00b1 150 bibit\/truk dan bibit tidak boleh di susun tumpang tindih. 13)\tUntuk menghindari kerusakan tajuk dan kerusakan tanah dalam polybag, kecepatan kendaraan angkut bibit (truck atau whel tractor) tidak boleh lebih dari 60 km\/jam. l.\t Penanaman Tanaman Perkebunan 1)\t Lubang tanam diukur kembali menggunakan mal untuk memastikan kebenaran ukurannya. 2)\t Bibit yang akan ditanam dimiringkan dan alas polybag disayat keliling, kemudian atasnya ditarik. 3)\t Bibit yang akan ditanam dimasukan kedasar lubang. 4)\t Memasukkan tanah top soil terlebih dahulu sedikit demi sedikit dan dipadatkan. 144 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN 5)\t Sekelilingtanaman dibuat piringan selebar 1 meter dan menaburkan pupuk sisa disekitar piringan. 6)\t Bekas polybag ditancapkan pada pancang tanam agar dapat dikaetahui bahwa tanaman benar-benar sudah ditanam. D.\t Prosedur Pembuatan Kontur dan Tapak Kuda 1.\t Garis Kontur Garis kontur ialah garis yang menghubungkan beberapa lokasi berbeda yang berada pada ketinggian yang sama. Apabila dua lokasi dihubungkan oleh garis kontur yang sama, maka dipastikan kedua lokasi tersebut memiliki ketinggian yang sama. Garis kontur pada umumnya digunakan pada peta topografi yang merupakanp\u00a0 etak\u00a0 husus untuk meberikan informasi mengenai ketinggian dan bentuk rupa bumi. Peta batimetri gari kontur digantikan dengan garis isobat. 2.\t Pembagian Garis Kontur Untuk membaca dan menggambarkan garis kontur, ada beberapa peraturan umum yang harus ditaati, yaitu sebagai berikut. a.\t Semakin dekat jarak antar garis, semakin terjal daerah tersebut. Karena garis kontur merupakan representasi dari ketinggian suatu lokasi, jarak antar garis kontur menjadi representasi perbedaan ketinggian dan jarak dari suatu areal. Semakin jauh jarak antara dua titik ketinggian, semakin landai lereng yang ada pada daerah tersebut. Sebaliknya ketika jarak antar dua titik ketinggian dekat, maka semakin curam lereng yang ada pada areal tersebut. b.\t Garis kontur tidak akan pernah memotong garis kontur lainnya. Ketika garis kontur memotong, maka dapat diasumsikan bahwa areal tersebut memiliki dua nilai ketinggian. Suatu areal tidak mungkin memiliki dua nilai ketinggian yang berbeda beda. c.\t Garis kontur yang memotong sungai akan berbentuk V terbalik dengan arah ke hulus ungai. Gambar 4.16 Efek Aliran Sungai pada Garis Kontur Sumber:https:\/\/insanpelajar.com\/garis-kontur\/ AGRIBISNIS TANAMAN 145 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN Apabila memotong adanya sungai garis kontur akan cenderung berbentuk V terbalik ke arah hulu sungai. Keadaan ini terjadi karena garis kontur merepresentasikan lokasi dengan ketinggian yang sama. Sungai yang mengalir ke hilir tidak memiliki ketinggian yang sama dengan lokasi sekitarnya. Hal ini terjadi karena sungai memiliki kedalaman, sehingga dasar sungai yang berketinggian sama dengan lokasi sekitarnya ada pada daerah yang lebih ke hulu. d.\t Garis kontur jika memotong jalan, akan selalu berbentuk U ke arah lokasi yang lebih rendah. Garis kontur umumnya akan berbentuk U mengarah ke lokasi yang lebih rendah. Kegiatan ini disebabkan oleh ketinggian jalan yang umumnya lebih tinggi dari lokasi sekitarnya. e.\t Garis kontur selalu menunjukkan ketinggian yang sama sepanjang garis tersebut. Tidak mungkin suatu garis garis tiba-tiba berubah nilai ketinggiannya atau terdapat dua nilai ketinggian pada satu garis. 3.\t Pembuatan Garis Kontur Gambar 4.17 Ilustrasi Pembuatan Garis Kontur Sumber: https:\/\/insanpelajar.com\/garis-kontur\/ Garis kontur dibuat dengan cara memetakan informasi ketinggian suatu objek yang didapat dari survei yang valid dan menginterpretasikan-nya dengan menggunakan garis. Dapat dilihat pada garis kontur di atas bahwa pada awalnya, garis kontur berasal dari informasi ketinggian suatu suatu objek. Informasi tersebut kemudian dipetakan menjadi titik-titik yang nantinya akan dihubungkan dengan garis. Garis-garis yang ada menghubungkan titik-titik dengan ketinggian yang sama. Garis inilah yang disebut sebagai garis kontur. 4.\t Pembuat Garis Kontur Garis kontur memiliki korelasi dengan ketinggian asli dari suatu bentang alam. 146 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN Garis-garis kontur melambangkan nilai ketinggian tertentu dari suatu objek. Gambar 4.18 Ilustrasi Korelasi antara Ketinggain Objek dengan Garis Kontur Sumber: https:\/\/insanpelajar.com\/garis-kontur\/ Berdasarkan gambar di atas, dapat dilihat bahwa garis-garis membulat yang ada pada peta kontur berkorelasi dengan garis-garis yang ada pada bukit yang merupakan objek yang dipetakan. kesimpulannya bahwa semakin dekat jarak antar garis akan semakin terjal pula kelerengan sasaran yang dipetakan. Gambar 4.19 Ilustrasi Punggungan (Ridge) Umumnya Memiliki Kontur U sedangkan Jurang V Sumber: https:\/\/insanpelajar.com\/garis-kontur\/ Punggungan dan jurang juga memiliki karakteristik kontur yang berbeda satu dengaan yang lainnya. Punggungan pada umumnya memiliki bentuk kontur yang lebih landai dan berbentuk U, sedangkan jurang pada umumnya memiliki kontur yang lebih terjal dan berbentuk V. AGRIBISNIS TANAMAN 147 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN 5.\t Interval Garis Kontur Interval garis kontur ialah ada perbedaan ketinggian antar dua garis kontur di dunia nyata. Interval kontur dalam satu peta harus sama agar peta dapat diukur dengan akurasi. Berikut rumus interval kontur. CI = Skala Peta: 2000 Rumus tersebut, yaitu interval kontur memiliki nilai sama dengan\u00a0skala peta\u00a0 dibagi 2000. Rumus di atas umumnya digunakan ketika hendak menggambar garis kontur pada peta yang skalanya telah diketahui. Rumus interval dapat diubah sesuai dengan informasi yang ada, berikut ini merupakan variasi rumus tersebut jika ditanya skala peta dan diketahui interval konturnya. Skala Peta = CI x 2000 6.\t Indeks Kontur Indeks kontur ialah garis kontur yang ditebalkan. Kegunaan Indeks kontur adalah memudahkan pembaca peta dalam menganalisa pola kenaikan atau penurunan ketinggian suatu tempat. Indeks kontur umumnya di tempatkan pada garis kontur keempat atau kelima dalam suatu peta topografi. 7.\t Kemiringan Lereng Kemiringan lereng pada peta dapat dihitung dengan menggunakan informasi jarak antardua titik serta perbedaan ketinggian antara dua titik. Perhitungan ini menggunakan rumus segitiga phytagoras sederhana yang mengasumsikan bahwa kemiringan ialah selisih tinggi dibagi dengan jarak antar titik pengukuran. Kelerengan = Tinggi : Jarak Rumus yang digunakan di atas akan menghasilkan angka kelerengan jika dikalikan dengan 100, akan menjadi persen kelerengan. Contohnya, sebuah sudut dengan jarak antar ketinggian 1 meter dan perbedaan tinggi 1 meter. Sudut ini akan memiliki kelerengan 1 dan persentase kelerengan 100%. Rumus yang dapat menghasilkan derajat. Berikut ini rumus tersebut. Derajat lereng = arctan (Tinggi: Jarak) Rumus di atas menggunakan fungsi matematika arcus tangent atau tan-1. Oleh karena itu, perhitungan derajat lereng umumnya digunakan menggunakan software atau kalkulator saintifik. 8.\t Tapak Kuda Tapak kuda adalah salah satu cara konservasi tanah dan air pada lahan miring. Tapak kuda yaitu tanah yang di ratakan berbentuk melingkar di sekeliling tanaman. Ukuran standar tapak kuda 3 m x 3 meter sampai 4 meter x 4 meter bertujuan agar kegiatan yang dilaksanakan di perkebunan kelapa sawit menjadi 148 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN terbantu karena diperlukan piringan yang lebar. Pembuatan tapak kuda dapat dilakukan, antara lain sebagai berikut. a.\t Pemancangan areal yang akan dibuat tapak kuda. b.\t Permukaan tanah dibersihkan dari humus, akar, tunggul, dan kayu. c.\t Tanah yang digali disusun untuk tanah bagian yang ditimbun, akan lebih baik jika menggunakan tanah yang dimasukkan ke dalam karung. d.\t Pengerasan tanah dilakukan hingga tanah timbunan menjadi padat. e.\t Tanah timbunan dibentuk hingga memiliki kemiringan 50 sampai 100. f.\t Kemudian membuat benteng kecil di pinggir tanah timbunan. Fungsi dari tapak kuda adalah sebagai berikut. a.\t Mempermudah aktivitas pekerja. b.\t Menampung unsur hara makro\/mikro dan air. c.\t Mengurangi terjadinya erosi tanah. d.\t Mengurangi kehilangan unsur hara makro dan mikro. e.\t Meningkatkan produktivitas pekerja. Pada metode konservasi penaman tanaman perkebunan hal yang perlu diperhatikan adalah pembiatan teras dan penanaman penitup tanah. Pembuatan teras pada tanaman perkebunan. Teras adalah tanggul yang berkesinambungan yang memotong lerengbukit dan dibangun sepanjang teras kontur. Teras dibangun untuk menyediakan tempat penanaman yang baik, memudahkan akses jalan untuk pemeliharaan dan melakukan pemanenan. Ada tiga jenis teras yang selama ini dikenal, yaitu teras bangku, teras gulud, dan teras individu. Teras tersebut dibuat searah dengan garis kontur, agar aliran air di dalam teras tidak deras. Pada lahan miring, arus air akan semakin cepat, volume air mengalir di atas permukaan tanah semakin besar sehingga kekuatan merusak semakin besar. Akibatnya, sering terjadi erosi. Mengatasi keadaan ini, sebaiknya lahan dibuat teras yang secara efektif mampu menekan kecepatan aliran air sekaligus memberikan peluang peresapan air hujan ke dalam tanah. Bentuk teras yang tahan pada kecepatan aliran yang deras dan memperbesar peresapan air ke dalam tanah adalah teras bangku, teras gulud, dan teras individu. Manfaat teras yaitu sebagai berikut. a.\t Mengurangi panjang lereng dan menurunkan kemiringan lereng. b.\t Memperlambat laju aliran permukaan dan menyalurkannya dengan kekuatan yang tidak merusak. c.\t Meningkatkan laju infiltrasi air yang masuk ke dalam tanah. d.\t Mencegah banyaknya air hujan dan aliran permukaan yang dapat mengalir dengan kekuatan yang merusak. e.\t Mempermudah pengelolaan tanah dan tanaman. f.\t Teras tidak dibuat pada areallyang sangat curam (>40\u00b0). Teras bangku adalah teras yang dibuat memotong lereng dan meratakan tanah dibagian bawah, se hingga membentuk susunan, seperti anak tangga. Teras bangku tidak dianjurkan untuk tanah-tanah yang mudah longsor, jeluk tanahnya dangkal, lapisan tanah bawah mengandung unsur yang tersedia berlebihan, dan dapat meracuni tanaman. Teras bangku dibuat AGRIBISNIS TANAMAN 149 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN sedikit miring ke dalam, sehingga bibir teras sedikit lebih tinggi dari pada dalam teras. Tujuannya agar aliran permukaan memiliki peluang lebih besar untuk meresap ke dalam tanah. Tebing teras dapat diperkuat tanaman rerumputan atau tanaman merambat lainnya. Bibir teras juga dapat ditanami dengan tanaman penguat teras untuk memperkuat teras dari kemungkinan longsor. Saluran drainase di lahan dengan teras bangku dibuat bukan di pinggir teras, yaitu tepat di bawah tebing teras di atasnya. Teras gulud dibuat dengan memotong lereng yang sesuai dengan kontur dilengkapi dengan saluran pembuangan air. Teras gulud sebaiknya dibuat di lahan yang kedalaman tanahnya dangkal dan kemiringan lahan kurang dari 15 persen. Kondisi lahan dengan kedalaman tanahnya dangkal, tidak mungkin dibuat teras bangku karena teras bangku cenderung akan memperdangkal kedalaman efektif tanah. Akibatnya, daerah perakaran minimal yang diperlukan tanaman utama untuk tumbuh normal tidak terpenuhi. Kedalaman efektif minimal untuk tanaman utama dewasa adalah 60 cm. Saluran drainase di lahan dengan teras gulud dibuat di pinggir teras, sebelah dalam guludan. Teras individu adalah teras yang dibuat dengan meratakan tanah di sekitar pokok tanaman dengan garis tengah 1-1,5 meter. Contoh di areal kelapa sawit, teras tapak kuda adalah teras individu yang memotong lereng. Teras individu menyediakan tempat penanaman yang baik, tetapi tidak bersambung dan memudahkan akses pemeliharaan dan panen pada lahan miring dengan ukuran minimal 3 x 3 meter. Teras individu adalah satu-satunya teras yang dapat dibuat di lahan yang kemiringannya lebih dari 40 persen. Piringan teras perlu dibuat sedikit miring ke dalam seperti pada teras bangku. Pemilihan bentuk teras harus tetap memperhatikan kesesuaian jeluk efektif yang tersisa bagi tanaman utama. Pembuatan teras dilahan yang tanahnya peka terhadap erosi mempertimbangkan efektivitasnya dalam menekan volume dan kecepatan aliran air permukaan. E.\t Normalitas Kerja Persiapan Lahan 1.\t Pengertian Tenaga Kerja Tenaga kerja merupakan penduduk yang berada dalam usia kerja. Menurut Peraturan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Nomor. 7 tahun 2013. Bab I pasal 1 ayat 7 disebutkan bahwa Pekerja\/Buruh adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain. Secara garis besar penduduk suatu negara dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu tenaga kerja dan bukan tenaga kerja. Penduduk tergolong tenaga kerja jika penduduk tersebut telah memasuki usia kerja. Batas usia kerja yang berlaku di Indonesia adalah berumur 15 tahun-64 tahun. Menurut pengertian ini, setiap orang yang mampu bekerja disebut sebagai tenaga kerja. Ada banyak pendapat mengenai usia dari para tenaga kerja ini, ada yang menyebutkan di atas 17 tahun ada pula yang menyebutkan di atas 20 tahun, bahkan ada 150 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN yang menyebutkan di atas 7 tahun karena anak-anak jalanan sudah termasuk tenaga kerja. Tenaga kerja adalah penduduk yang siap melakukan pekerjaan, penduduk yang telah memasuki usia kerja adalah sebagai berikut. a.\t Angkatan kerja ialah penduduk yang berumur 15 sampai dengan 65 tahunyang sedang bekerja atau masih mencari pekerjaan, Susunan penduduk menurutumurnya dikelompokkan sebagai berikut. 1)\t Penduduk usia produktif umur 15-65 tahun. 2)\t Penduduk usia nonproduktif di bawah usia kerja umur 14 tahun ke bawah. 3)\t Penduduk usia nonproduktif di atas usia kerja umur 65 tahun ke atas. b.\t Dampak dari rendahnya kualitas tenaga kerja Rendahnya kulitas tenaga kerja di Indonesia dapat mengakibatkan banyaknya penganggurana. Pengangguran adalah penduduk usia kerja yang sedang mencari pekerjaan. Orang semacam ini merugikan negara dan secara khusus memberatkan keluarga karena kebutuhan menjadi beban atau tanggungankeluarga yang sudah bekerja. c.\t Usaha meningkatkan kualitas tenaga kerja di Indonesia Pada dasarnya ada beberapa upaya peningkatan kualitas kerja, antara lain, magang di suatu lembaga atau instansi pemerintah maupun swasta, pelatihan atau job training agar mempunyai kesempatan kerja yang baik, belajar di BLK (Balai Latihan Kerja) di suatu daerah atau kota, kursus keterampilan, penataran, dan seminar, atau lokakarya, menekuni ilmu yang dipelajari untuk meningkatkan kualitas diri dengan menekuni bidang yang diminati, meningkatkan tenaga kerja terampil dengan meningkatkan pendidikan formal maupun informal bagi setiap penduduk. 2.\t Jenis-JenisTenaga Kerja a.\t Berikut berdasarkan pemakaian jenis tenaga kerja. 1)\t Tenaga Kerja Manusia, tenaga kerja manusia dipengaruhi oleh umur, pendidikan, keterampilan, pengalaman, tingkat kecukupan, tingkat kesehatan, faktor alam berupa iklim, dan kondisi lahan. 2)\t Tenaga Kerja Ternak, tenaga kerja ternak pada masyarakat Indonesia dapat digunakan sebagai pengganti tenaga manusia berupa pengolahan tanah dan pengangkutan. 3)\t Tenaga Kerja Mesin, tenaga kerja mesin bersifat subsitusi, yaitu penggati tenaga manusia dan ternak. b.\t Berdasarkan tingkat pendidikn, pengetahuan, keterampilan, dan keahlian yang dimiliki tenaga kerja dibagi menjadi tiga bagian berikut. 1)\t Tenaga kerja terdidik. Tenaga kerja terdidik ialah tenaga kerja yang mempunyai suatukeahlian atau kemahiran pada suatu bidang karena sekolah atau pendidikan formaldan nonformal. Contohnya, seperti para sarjana. 2)\t Tenaga kerja terlatih. Tenaga kerja terlatih ialah tenaga kerja yang memiliki keahlian dalam bidang tertentu yang didapat melalui pengalaman kerja. Keahlian yang terlatih ini tidak memerlukan AGRIBISNIS TANAMAN 151 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN pendidikan karena yang dibutuhkan adalah latihan dan melakukannya berulang-ulang sampai dapat menguasai pekerjaan tersebut. Salah satu contohnya adalah supir, pelayan, dan lain-lain. 3)\t Tenaga Kerja Tidak Terdidik dan Tidak Terlatih. Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih adalah tenaga kerja kasar yang hanya mengandalkan tenaga saja. Contoh tenaga kerja model ini seperti kuli, buruh angkut, buruh pabrik, pembantu, tukang becak, dan masih banyak lagi contoh lainnya. c.\t Faktor yang mempengaruhi tenaga kerja, antara lain sebagai berikut. 1)\t Sistem Upah, Upah borong adalah upah yang diberikan sesuai dengan perjanjian antara pemberi kerja dengan pekerja tanpa memperhatikan lamanya kerja. Upah waktu adalah upah yang diberikan berdasarkan lamanya waktu kerja, ukurannya HOK. Upah premi adalah upah yang diberikan dengan memperhatikan produktfitas dan perstasi kerja. 2)\t Lamanya Waktu Kerja, lamanya waktu kerja seseorang dipengaruhi oleh seseorang tersebut, selain itu juga dipengaruhi oleh keadaan iklim suatu tempat tertentu. 3)\t Kehidupan sehari-hari, hal ini dapat dilihat dari makanan sehari-hari, menu gizi, rumah, kesehatan, dan lingkungannya yang nantinya akan berpengaruh pada kuaalitas pekerjaan. 4)\t Umur tenaga kerja, semakin berat pekerjaan fisik seseorang akan menuntut usia semakin muda, tetapi pada hal tanggung jawab seseorang semakin tua dan berpengalaman akan semakin bertanggung jawab. 3.\t Tenaga Kerja Perkebunan Perkebunan merupakan salah satu usaha yanag dilakukan oleh masyarakat Indonesia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Adapun pengertian macam-macam usaha perkebunan berdasarkan SK. Menteri Pertanian No. 325\/kpts\/Um\/1982 adalah sebagai beriku. Perusahaan perkebunan adalah usaha budi daya tanaman perkebunan yang dilaksanakan di atas lahan Hak Guna Usaha (HGU). Perusahaan perkebunan terdiri dari perkebunan besar dan perkebunan, selain perkebunan besar. Perkebunan skala besar merupakan perusahaan perkebunan yang lahannya seluas 25 hektare atau lebih dan diusahakan oleh Badan Hukum Indonesia (BHI). Perkebunan besar dapat dikelola secara sendiri atau bentuk kerja sama yang saling menguntungkan dengan perkebunan rakyat, atau dengan perusahaan perkebunan di luar perkebunan besar dengan pola PIR maupun dengan pola lainnya. Perusahaan perkebunaan di luar perkebunan besar dapat diusahakan oleh perseorangan warga negara Indonesia atau Badan Hukum Indonesia. Perkebunan rakyat merupakan usaha budi daya tanaman perkebunan yang diusahakan tidak di atas lahan HGU. Berdasarkan penjelasan di atas jelas bahwa perkebunan terbagi atas 2 macam, yaitu Perkebunan Rakyat dan Perusahaan Perkebunan. Perbedaan antara kedua perkebunan tersebut adalah terletak pada luas lahan yang digunakan dan pada Hak Guna Usaha (HGU). 152 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN Dalam bidang pertanian rakyat, sering digunakan tenaga kerja anak- anak (di bawah usia 10 atau 12 tahun). Tenaga kerja yang berasal dari keluarga petani disebut TKDK Tenaga Kerja Dalam Keluarga. Sedangkan yang berasal dari luar keluarga keluarga disebut TKLK Tenaga Kerja Luar Keluarga atau tenaga kerja sewa. Satuan tenaga kerja disebut dengan HKP Hari Kerja Pria dewasa. Satu HKP adalah tenaga kerja seorang pria dewasa yang bekerja efektif selana 8 jam per hari. Untuk tenaga kerja seorang dewasa wanita setara dengan 0,8 HKP dan tenaga kerja seorang anak-anak setara dengan 0,5 HKP. Dalam pertanian rakyat, petani merangkap sebagai pekerja dan pengelola (labour and manager). Sebagai labour petani terjun mencangkul, merumput, dan sebagainya. Sebagai manager petani memikirkan\/merencanakan jenis tanaman yang diusahakan, di mana pupuk dibeli, seberapa banyak jumlah pupuk dibeli, dan lain-lain. Dengan kata lain, tugas managerialnya adalah dalam membuat keputusan (decision making). Perkebunaan skala besar tidak dikenal TKDK dan umumnya tidak menggunakan tenaga kerja anak-anak. Setiap orang yang bekerja dibayar dengan tarif upah tertentu menurut jenis pekerjaaan dan lamanya sudah bekerja. Tenaga kerja sudah berbeda menurut tingkat pekerjaan tertentu. Mulai dari pekerjaan managerial, yaitu Direktur, Administrator, Asisten, Mandor, tugas-tugasnya tidak bersifat fisik, tetapi upah yang diterimanya lebih besar. Level paling bawah disebut buruh atau karyawan, mereka itu memakai tenaga fisik dengan upah lebih rendah dari petugas manajerial. Bidang perkebunan sebenarnya bukan menggaji pangkat, perkebunan adalah usaha ekonomi karena itu pengupahan berdasarkan efisiensi. ADM dapat menambah keuntungan kebun melalui decision making yang tepat. Keuntungan bertambah melalui penghematan biaya atau dengan menaikkan produktivitas. Bila salah ADM bertindak, kebun dapat mengalami kerugian besar. Buruh tidak mampu menaikkan keuntungan, dan seandainyapun ada kesalahan dibuat buruh, danpaknya tidak besar, tidak akan sebesar dampak kesalahan yang dibuat ADM. Pengaruh tenaga kerja terhadap produksi berbeda untuk setiap usaha tanaman. Sifat padat karya (labour intensive), maka pengaruh Tenaga Kerja sangat kuat, sebaliknya jika sifat padat modal (capital intensive), maka pengaruh tenaga kerja lemah. Kebutuhan dan distribusi tenaga kerja dapat diketahui dengan menghitung setiap kegiatan masing-masing komoditas yaang diusahakan kemudian dijumlahkan untuk seluruh usaha perkebunaan. Proses produksi perkebunan sebagian besar merupakan proses biologis, konsekwensi dari proses ini adalah bahwa kebutuhan kerja pada perkebunan juga mengikuti ritme biologis tersebut. Produktivitas kerja ialah kemanpuan tenaga kerja untuk menghasilkan suatu output hasil kerja persatuan kerja tertentu. ILO produktivitas adalah perbandingan antara apa yang dihasilkan dengan apa yang dimasukkan (Kg kering per HKP). AGRIBISNIS TANAMAN 153 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN Produktivitas kerja atau perstasi kerja dapat diukur dengan memperhatikan jumlah produksi, penerimaan perhari dan luas lahan yang diusahakan. a.\t Memperhatikan Produksi \t b.\t Memperhatikan penerimaan per hari kerja c.\t Memperhatikan luas lahan Standar rasio penggunaan tenaga kerja lapangan yaang optimal pada komoditas tanaman perkebunan antara lain sebagai berikut. a.\t Tanaman Tahunan 1)\t Karet\t\t\t : 0,50 TK\/orang\/ha\/tahun 2)\t Kelapa Sawit\t\t : 0,50 TK\/orang\/ha\/tahun 3)\t Kelapa dalam\t\t : 0.40 TK\/orang\/ha\/tahun 4)\t Kelapa hibrida\t\t : 1.19 TK\/orang\/ha\/tahun 5)\t Kopi robusta\t\t : 1.19 TK\/orang\/ha\/tahun 6)\t Kopi arabika\t\t : 1.38 TK\/orang\/ha\/tahun 7)\t Kakao\t\t\t : 0.80 TK\/orang\/ha\/tahun 8)\t Cengkeh\t\t : 2.50 TK\/orang\/ha\/tahun 9)\t Lada\t\t\t : 3.50 TK\/orang\/ha\/tahun b.\t Tanaman Semusim 1)\t Tembakau\t\t : 4.00 TK\/orang\/ha\/tahun 2)\t Sereh wangi\t\t : 2.00 TK\/orang\/ha\/tahun 3)\t Akar wangi\t\t : 1.50 TK\/orang\/ha\/tahun 154 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN LEMBAR PRAKTIKUM Tujuan LEMBAR KERJA Alat dan MELAKUKAN PEMANCANGAN PADA AREAL PERKEBUNAN Bahan Peserta didik mampu melakukan pemancangan Tugas pada areal perkebunan. 1.\t Alat tulis 2.\t Lahan tanaman perkebunan 3.\t Kompas 4.\t Kayu pancang (pancang induk dan anak pancang) 5.\t Parang 6.\t Meteran 7.\t Tali rami\/kawat. 8.\t Setiap tim pancang terdiri atas 5 orang, yaitu 1 orang tukang teropong, 2 orang tukang pancang, dan 2 orang tukang tarik tali. Lakukan hal berikut! 1.\t Tentukan garis pancang pokok garis pancang pokok ini biasanya merupakan kelanjutan dari pemancangan sebelumnya! 2.\t Areal yang akan dipancang dibagi menjadi blok-blok dan diberitanda sementara pancang sudut. 3.\t Tentukan jalur pancang kepala dengan sudut yang tepat (90\u1d52) terhadap garis pancang pokok! Garis pancang kepala blok harus sejajar dengan jalan produksi! 4.\t Berilah tanda titik tanam sepanjang garis pancang kepala! 5.\t Tali ditarik dengan membentuk sudut 60\u1d52 antara titik- titik pada garis pancang kepala blok dengan titik-titik pada garis pancang kepala pokok. Titik-titik di antaranya diberi tanda dengan pancang. 6.\t Sekali satu bagian areal telah dipancang, selanjutnya bagian ini dijadikan acuan untuk pe mancangan pada blok tersebut. Tentukan titik tanam dengan menggunakan kawat yang telah diberi tanda jarak tanam! 7.\t Berilah tanda tengah-tengah calon jalan produksi dengan pancang merah dan jalan produksi ini akan mengorbankan satu titik tanam setiap 2 baris tanam! AGRIBISNIS TANAMAN 155 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN CAKRAWALA PERINGATAN HARI PEKEBUNAN NASIONAL Gambar 4.20 Logo Dinas Pertanian RI Tahukah kalian bahwa Indonesia memiliki Hari Sumber: http:\/\/ditjenbun.pertanian.go.id\/ Pekebunan Nasional? Hari Perkebunan Nasional Indonesia ditetapkan setiap tanggal 10 November, peringatan Hari Perkebunan adalah untuk merajut kembali perjalanan panjang sejarah perkebunan Indonesia. Indonesia merupakan negara dan bangsa di khatulistiwa yang sejak dahulu kala telah dikenal oleh bangsa bangsa lain di dunia. Kekayaan sumber daya alam dengan keragamannya, kebesaran, serta kemuliaan budayanya telah menjadi sumber utama pendapatan dan penghidupan bangsa. Adapun yang mendasari penetapan hari perkebunan nansional diawali pengambilalihan kepemilikan perkebunan besar (nasionalisasi) dari negara asing kepada pemerintah In\u00addonesia dilakukan berkali-kali. Pertama, sebagai konsekuensi dari kemenangan Indonesia dalam Konferensi Meja Bundar tahun 1949. Kedua, sebagai perwujudan deklarasi ekonomi untuk kemandirian bangsa pada tanggal 10 Desember 1957. Ketiga, dalam rangka konfrontasi dengan Malaysia pada tahun 1964. Setiap tanggal 10 Desember inilah, Indonesia ditetapkan sebagai hari Perkebunan Nasional. Perkebunan-perkeb\u00adunan besar milik Belanda dinasionalisasi menj\u00adadi milik pemerintah Republik Indonesia. Dalam proses nasionalisasi perkebunan, terlihat nyata jiwa patriorisme dan nasionalisme yang kuat yang menginginkan kedaulatan ekonomi harus berada di tangan bangsa sendiri. Inilah sebuah tonggak sejarah yang menunjukkan kemampuan bangsa ini untuk mengelola perusahaan perkebunan tanpa tergantung pada keahlian bangsa Belanda. Seiring dengan kemampuan pemerin\u00adtah Indonesia melakukan nasionalisasi perkeb\u00ad unan besar milik Belanda, perkebunan rakyat yang dikelola para pekebun atau petani kecil terus melakukan ekspansi, relatif tanpa ban\u00adtuan pemerintah. Bahkan dapat diikatakan tak terjadi kerjasama antara perkebunan besar dan perkebunan rakyat. Masing-masing berjalan sendiri sesuai dengan kepentingan dan kemamp\u00ad uan masing-masing. Nasionalisasi perkebun\u00ad an segera dikuti oleh konsolidasi manajemen perkebunan negara dan pengembangan perkeb\u00ad unan rakyat yang diatur pada satu kesatuan struktur dalam pemerintahan. 156 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN JELAJAH INTERNET Guna menambah pengetahuan Anda! Scan dan kunjungi situs di bawah ini, tentang bagaimana budaya kearifan lokal bangsa Indonesia, yaitu Petani Dayak Bakumpai mampu menjaga lahan gambut di daerahnya, kemudian buatlah laporan tertulis dan sampaikan ke guru kalian tentang bagaimana lahan gambut tetap terjaga oleh kearifan lokal! Sumber: https:\/\/hijauku.com\/2018\/03\/25\/belajar-menjaga-lahan- gambut-dari-petani-dayak-bakumpai\/ RANGKUMAN 1.\t Pembukaan lahan dalam arti luas adalah kegiatan yang dilakukan mulai dari perencanaan tata ruang dan tata letak lahan sampai dengan pembukaan lahan secara fisik. Sedangkan pengertian secara sempit adalah pembersihan lahan dari segala macam bentuk tanaman atau akar-akar pertanaman yang meng ganggu tanaman yang diusahakan. 2.\t Prosedur persiapan lahan tanam baru, meliputi, pembukaan lahan, pembersihan dan penebagan pohon, pembakaran bekas lahan dan tanpa pembakaran (zero burning), pembuatan jaringan jalan dan saluran air, pembuatan jembatan, konservasi lahan, tanaman penutup tanah. 3.\t Untuk persiapan lahan area gambut, antara lain, memperhatikan pembagian jenis tanah gambut, karakteristik lahan gambut (kematangan gambut, kadar air, berat isi, subsiden, daya tahan beban tanah gambut, ireversible drying\/kering tidak balik, sifat kimia tanah gambut), pengelolaan lahan gambut (pengelolaan air dan kesuburan tanah). 4.\t Pengertian peremajaan (replanting) adalah penanaman kembali kebun atau lahan diarea tanaman yang saman dan membongkar tanaman yang sudah tidak lagi produktif. Pada teknik replanting tanaman tua yang sudah tidak produktif ditumbangkan terlebih dahulu kemudian baru ditanami bibit tanaman yang baru dan prosedur replanting. 5.\t Garis kontur adalah garis yang menghubungkan lokasi-lokasi berbeda yang berada pada ketinggian yang sama. Jika dua lokasi dihubungkan oleh garis kontur yang sama, maka dapat dipastikan kedua lokasi tersebut memiliki ketinggian yang sama. AGRIBISNIS TANAMAN 157 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN TUGAS MANDIRI Carilah alat mesin pertanian (alsintan) yang ada disekitar Anda yang digunakan dalam melakukan persiapan lahan tanaman baru! Tulislah hasil informasi yang didapatkan kemudian dipresentasikan di dapan kelas! PENILAIAN AKHIR BAB Kerjakan Soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar! Soal observasi 1.\t Bentuklah kelompok untuk mengobservasi persiapan lahan tanaman perkebunan yang ada disekitar anda! 2.\t Lakukan observasi di tempat dan lokasi yang berbeda,putuskan melalui musyawarah di kelas! 3.\t Lakukan analisis terhadap prosedur persiapan lahan tanaman perkebunan yang Anda observasi! 4.\t Lakukan observasi dan identifikasi persiapan lahan penanaman sesuai situasi kondisi setempat! Hasil observasi dicatat dan didiskusikan dengan teman Anda! 5.\t Bandingkan hasil observasi dengan kelompok yang lain apakah memiliki perbedaan dan kesamaan! Soal uraian: 1.\t Apa yang dapat Anda persiapkan untuk melakukan persiapan lahan pada areal bekas bukaan hutan? 2.\t Dalam areal perkebunan terdapat jaringan jalan untuk sarana transpotasi dan komunikasi. Bagaimana prinsip pembuatan jaringan jalan kebun agar sesuai persyaratan? 3.\t Jelaskan pengertian pengolahan lahan tanaman perkebunan! 4.\t Jelaskan tujuan dari pengolahan lahan tanaman perkebunan! 5.\t Sebutkan beberapa sistem pengolahan lahan tanaman perkebunan REFLEKSI Pemahaman tentang metode-metode pengolahan tanah, berbagai jenis peralatan yang digunakan untuk pengolahan tanah, kinerja dari peralatan pengolahan tanah sangat dibutuhkan. Menurut Anda sebagi generasi milenial apa perlu menggunakan dalam pekerjaannya baik sebagai perencana maupun sebagai pelaksana dalam usaha manufaktur alsintan pengolahan tanah atau usaha pertanian yang memerlukan dukungan mekanisasi pertanian? Diskripsikan pendapat Anda pada selembar kertas dan kumpulkan kepada guru Anda! 158 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & BAB PENANAMAN TANAMAN V PERKEBUNAN TEKNIK PENGOLAHAN LAHAN PERKEBUNAN BAB V TEKNIK PENGOLAHAN LAHAN PERKEBUNAN TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mempelajari bab ini, peserta didik diharapkan dapat menerapkan dan melaksanakan teknik pengolahan tanah. PETA KONSEP C3 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN (ATP) Persiapan Lahan & Penanaman Tanaman Perkebunan (TP) K3LH Penentuan Syarat Persiapan Teknik Pengo- Tanaman Komoditas Tumbuh Lahan lahan Tanah Perkebunan Tanaman Tanaman Perkebunan Perkebunan Tanaman Tanaman Perkebunan Perkebunan 1.\t Metode pengolahan tanah 2.\t Pemberian perlakuan awal pengolahan tanah 3.\t Prosedur Pengolahan tanah 4.\t Normalitas kerja pengolahan tanah KATA KUNCI Metode, Prosedur, Mengolah Tanah, Normalitas Kerja AGRIBISNIS TANAMAN 159 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN PENDAHULUAN Gambar 5.1 Pengolahan Lahan Pertanian di Indonesia Sumber: https:\/\/www.antarafoto.com\/ Perhatikan gambar di atas! Para petani di Indonesia dalam mengolah lahan pertanian masih didominasi dengan cara tradisional, yaitu dengan tenaga manusia dan penggunaan binatang ternak. Sementara penggunaan alat mesin pertanian belum sepenuhnya dilakukan. Kemukakan pertanyaan dan pendapat Anda kenapa itu terjadi dan bagaimana pendapat Anda mengenai cara untuk memaksimalkan penggunaan alat mesin bagi para petani? Diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dan temukan jawabannya berdasarkan pengetahuan kalian, kemudian hasilnya kalian presentasikan di depan kelas! MATERI PEMBELAJARAN A.\t Metode Pengolahan Tanah 1.\t Pengelolahan Lahan Pengolahan lahan adalah mengubah keadaan lahaan pertanian dengan alat manual atau mesin hingga memperoleh susunan lahan struktur tanah yang dikehendaki oleh tanaman. Kriteria pengolahan lahan yang benar adalah sebagai berikut. a.\t Terbentuknya struktur tanah yang dibutuhkan untuk tempat tumbuh tanaman. Tanah yang padat diolah sampai menjadi gembur, sehingga mempercepat infiltrasi air, berkemampuan baik menahan curah hujan, memperbaiki aerasi, dan memudahkan perkembangan akar. b.\t Peningkatan kecepatan infiltrasi akan menurunkan run off dan mengurangi bahaya erosi. c.\t Pemberian perlakuan awal pengolahan tanah. d.\t Prosedur pengolahan tanah. e.\t Normalitas kerja pengolahan tanah. f.\t Menghambat atau mematikan tumbuhan pengganggu tanaman. g.\t Membenamkan tumbuhan dan gulma atau sampah-sampah yang ada di atas tanah ke dalam tanah, sehingga menambah kesuburan tanah. h.\t Membunuh sarang serangga, larva, atau telur-telur serangga melalui perubahan tempat tinggal dan terik matahari. 160 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN 2.\t Cara Pengolahan Tanah Lahan adalah lingkungan fisis dan biotik yang berkaitan dengan daya dukungnya terhadap kehidupan dan kesejahteraan hidup manusia. Lingkungan fisis meliputi topografi, iklim, tanah, dan air. Sedangkan lingkungan biotik meliputi hewan, tumbuhan, dan manusia. Setiap kegiatan pertanian pasti membutuhkan pengolahan lahan. Setiap upaya pengolahan lahan akan menyebabkan terjadinya perubahan sifat-sifat tanah. Tingkat perubahan yang terjadi sangat ditentukan oleh cara atau metode pengolahan tanah. Perubahan sifat tanah akibat pengolahan tanah juga berhubungan dengan seringnya tanah dalam keadaan terbuka, terutama antara dua musim tanam, sehingga menjadi lebih riskan terhadap, erosi, dan proses pencucian lapisan tanah yang selanjutnya dapat memadatkan tanah. Ada beberapa sistem pengolahan tanah yang biasa dilakukan, yaitu sebagai berikut. a.\t Pengolahan Lahan Sempurna, adalah pengolahan lahan yang meliputi seluruh kegiatan pengolahan lahan. Dimulai dari pembukaan lahan hingga lahan siap untuk ditanami, meliputi pembajakan, penanaman pemupukan, dan rotary b.\t Olah Lahan Minimum. Pengelolaan lahan dengan olah tanah minimum hanya meliputi pembajakan tanah diolah, dibalik, kemudian tanah diratakan. Pada pengolahan tanah ini banyak dilakukan untuk lahan tanaman semusim. c.\t Tanpa Olah Tanah (TOT). Pengolahan lahan pada cara ini hanya, meliputi, penyemprotan menggunakan bahan kimia guna membunuh atau menghilangkan gulma pada lahan, kemudian menunggu hingga gulma yang disemprot mati, dan lahan siap untuk dibuat lubang tanam untuk ditanami. 3.\t Alat Pengolah Tanah a.\t Peralatan Pengolahan Tanah Pertama Primary tillage Alat pengolahan tanah pertama adalah alat-alat yang pertama digunakan, yaitu untuk memotong, memecah, dan membalik tanah. Bisa menggunakan alat tradisional dan alat mesin, seperti berikut ini. 1)\t Cangkul Cangkul adalah peralatan tradisional pengolahan tanah, kegunaan cangkul adalah untuk membalik dan memecahkan tanah. Keuntungan pengolahan tanah menggunakan cangkul adalah dapat digunakan pada tempat yang sulit atau sempit yang tidak bisa dilakukan oleh alat mesin traktor berbajak dan pada tempat yang bersudut miring. Umumnya tangkai cangkul terbuat dari besi dan kayu. Sudut tangkainya antara 50-70 derajat dengan mata cangkul yang tajam. Lubang pada daun cangkul dibuat persegi empat. 2)\t Garpu Tanah Garpu tanah diperlukan ketika tanah yang akan diolah keras dan kering, sehingga sulit untuk dicangkul. 3)\t Linggis Linggis diperlukan apabila lahan yang akan diolah banyak batu-batu yang besar, yang dapat mengganggu dalam pengolahan tanah, sehingga batu- batu tersebut perlu dibongkar dulu dengan menggunakan linggis. AGRIBISNIS TANAMAN 161 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN 4)\t Bajak singkal moldboard plow Bajak singkal termasuk bajak yang sudah lama digunakan oleh petani. Di Indonesia bajak singkal paling sering digunakan oleh petani untuk melakukan pengolahan tanah, dengan menggunakan sapi atau kerbau sebagai sumber daya penariknyaa. Berikut bagian-bagian bajak singkal. Gambar 5.2 Bajak Singkal SatuB\u00a0 ottom Sumber: http:\/\/web.ipb.ac.id\/ Bagian pisau bajak share, fungsinya adalah memotong tanah secara horisontal. Alat ini terbuat dari logam yang berbentuk tajam. Singkal fungsinya untuk menghancurkan dan membolak-balik tanah, karena bentuknya yang melengkung, maka pada waktu bajak bergerak maju, tanah yang terpotong akan terangkat ke atas dan kemudian dibalik dan dilemparkan sesuai dengan arah pembalikan bajak. Bagian penahanan samping landside berfungsi untuk mempertahankan gerak maju bajak agar tetap lurus, dengan cara menahan atau mengimbangi gaya ke samping yang diterima bajak singkal pada waktu bajak tersebut digunakan untuk memotong dan membolak-balik tanah. Bagian penyatu frog menyatukan tiga bagian utama, yaitu moldboar, share, dan landside. Bagian batang penarik beam adalah batang yang dihubungkan dengan penarik bajak singkal. Bagian Rangka frame adalah rangka dari bajak singkal. Bagian Land whel berfungsi untuk mengatur kedalaman, sehingga kedalamannya konstan. Bagian mata bajak point of share, berfungsi untuk memotong tanah dan mengarahkan lempengan tanah hasil pemotongan ke bagian moldboar. Bagian daun singkal (mold board), daun singkal adalah bagian yang menerima lempengan tanah dan membalik serta memecahkan lempengan tanah tersebut. dan bagian wing of share, ujung dari pisau bajak singkal. 162 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN 5)\t Bajak piring disk plow Sangat cocok pada tanah yang lengket, tidak mengikis, dan kering di mana bajak singkal tidak bisa masuk pada tanah yang berbatu, atau banyak sisa-sisa akar, tanah gambut, serta untuk pembajakan tanah yang berat. Gambar 5.3 Bajak Piring (Disk Plow) Sumber: http:\/\/web.ipb.ac.id\/ Tidak bisa menutup serasah dengan baik dan bekas pembajakan tidak dapat betul-betul rata, hasil pengolahan tanahnya masih berbongkah-bongkah, tetapi untuk lahan yang erosinya besar hal ini justru dianggap menguntungkan. 6)\t Bajak pisau berputar rotary plow Gambar 5.4 Bajak Berputar (Rotary Plow) Sumber: http:\/\/web.ipb.ac.id\/ Pengolahan tanah menggunakan bajak akan menghasilkan bongkahan-bongkahan tanah yang masih besar, sehingga masih perlu pengolahan tanah selanjutnya untuk memperoleh keadaan tanah yang lebih halus lagi. Rotary memiliki bagian-bagian yang sangat penting, yaitu, pisau, poros putar, rotor, penutup belakang (rear shield) AGRIBISNIS TANAMAN 163 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN dan roda dukung (land whel). Pisau berfungsi untuk mencacah tanah pada waktu pengolahan tanah dengan bajak putar, pisau-pisau potong dipasang pada poros yang digerakkan horisontal yang bekerja dengan 300 putaran per menit. Rotor berfungsi sebagai tempat pemasangan pisau-pisau tajam dari bajak putar. Rearshield berfungsi untuk membantu penghancuran tanah, dengan adanya penutup belakang ini memungkinkan tanah lebih hancur karena tanah yang terlempar dari pisau terbentur pada penutup. Land whel berfungsi untuk mengatur kedalaman pengolahan tanah yang dinginkan. Fungsi kerja rotary ini adalah pisau-pisau dipasang pada rotor secara melingkar, sehingga beban terhadap mesin merata dan dapat mencacah tanah secara bertahap. Saat rotor berputar dan alat bergerak maju, maka pisau akan mencacah tanah. Luas tanah yang tercacah dengan ke dalam yang dinginkan sesuai pada lebar rotary, dan kedalaman serta kecepatan bergerak maju. Gerakan putaran rotor dan pisau diakibatkan daya dari rotor yang telah terhubung dengan sistem penerusan daya khusus sampai ke rotor tersebut. 7)\t Bajak pahat Fungsi dari bajak pahat, yaitu untuk merobek dan menembus kedalaman tanah dengan menggunakan alat yang menyerupai pahat atau ujung sekop sempit yang disebut dengan mata pahat\/chisel point. Mata pahat terletak pada ujung tangkai atau batang yang dikenal dengan nama bar. Fungsi bajak pahat, yaitu untuk memecahkan tanah yang keras dan kering. Kegiatan ini biasanya dilakukan sebelum pembajakan tanah tertentu, seperti untuk pengerjaan pada tanah bawah, yaitu digunakan pada tanah yang berjerami dan untuk menutup sisa-sisa dari perakaran yang berada di dalam tanah dan berfungsi juga untuk memperbaiki infiltrasi air pada tanah sehingga mengurangi terjadinya erosi. Pada umumnya bajak pahat dipakai untuk pembajakan dangkal maupun pembajakan dalam hingga kedalaman 45 cm atau lebih sesuai keperluan dan jenis mata pahatnya. Jenis dan lebar alat berfariasi tergantung keperluan dan sumber daya penariknya. Gambar 5.5 Bajak Pahat\/Chisel (Chisel Plow) Sumber: http:\/\/web.ipb.ac.id\/ 164 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN Fungsi bajak pahat\/chisel tidak sama dengan fungsi bajak singkal atau bajak piringan. Fungsi bajak pahat yaitu digunakan untuk memecahkan tanah\u00a0yang keras dan kering, ini sering dilakukan sebelum pembajakan untuk tanah tertentu. Dapat digunakan juga untuk pengerjaan praktis pada tanah bawah. Digunakan pada tanah yang berjerami, dan juga dipergunakan untuk memotong sisa- sisa perakaran yang berada dalam tanah. Bisa digunakan untuk menghancurkan lapisan tanah keras (hardpan) atau plow sole. Berfungsi memperbaiki infiltrasi air pada tanah, sehingga dapat mengurangi erosi tanah. 8)\t Bajak subsoil (subsoil plow) Gambar 5.6 Bajak Subsoil (Subsoil Plow) Sumber: http:\/\/web.ipb.ac.id\/ Bajak tanah bawah dapat diikategorikan dalam jenis bajak pahat, tetapi dengan konstruksi yang lebih berat. Fungsinya tidak terlalu banyak berbeda dengan bajak pahat, tetapi dipergunakan untuk pengerjaan tanah dengan kedalaman yang lebih dalam lagi, yaitu mencapai kedalaman antara 50-90 cm. Untuk jenis standar tunggal biasanya sering digunakan untuk mengerjakan tanah dengan kedalaman sampai 80-90 cm, sedang penarikannya menggunakan traktor dengan daya 60-85 HP. Kemudian untuk bajak tanah bawah jenis standar dua atau lebih, biasanya dipergunakan untuk pekerjaan tanah lebih dangkal. 9)\t Bajak raksasa giant plow Bajak raksasa berbentuk sangat besar dan dipergunakan untuk membalik tanah pada ke dalamaan 100-180 cm. Dengan menggunakaan bajak raksasa ini tanah subur yang ada di dalam tanah dapat diangkat ke atas permukaaan tanah. Dengan berbentuk bajak singkal atau bajak piring. AGRIBISNIS TANAMAN 165 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN Gambar 5.7 Bajak Raksasa (Giant Plow) Sumber: http:\/\/web.ipb.ac.id\/ Alat pengolahan tanah pertama dapat berupa bajak plow dengan jenis yang bermacam-macam, ditarik oleh traktor atau hewan. Bajak adalah sebuah alat pertanian yang berfungsi untuk menggemburkan tanah sebelum melakukan penanaman dan penaburan benih. Membajak adalah untuk membalik tanah bagian dalam yang subur ke permukaan. Bajak biasanya ditarik oleh seekor sapi, kuda, dan kerbau. Sedangkan, di negara mempergunakan tenaga uap. b.\t Alat Pengolah Tanah Kedua Pengolahan tanah kedua dilakukan setelah pembajakan pertama. Dengan pengolahan tanah kedua, tanah akan menjadi gembur dan rata, bedengan diperbaiki, sisa-sisa akar, tanaman yang masih tumbuh pengganggu dihancurkan dan dicampur dengan lapisan tanah atas, diberikan kepadatan tertentu pada permukaan tanah, juga dibuatkan guludan atau alur untuk pertanaman. Alat pengolah tanah kedua yang menggunakan daya traktor, antara lain adalah sebagai berikut. 1)\t Garu 2)\t Perata dan penggembur 3)\t Teknik pembukaan lahan Perkembangan budi daya tanaman perkebunan, dapat digunakan di daerah yang memiliki tofografi yang berbeda, baik yang berupa vegetasi tumbuhan kayu, semak belukar, areal konversi untuk peremajaan kebun, dan pada lahan gambut. Urutan pekerjaan dan alat yang digunakan serta teknis pelaksanaan dalam pembukaan lahan sangat tergantung pada keadaan lahan yang akan diolah. Di samping itu, juga tergantung kepada kerapataan vegetasi dan cara pembukaan lahan yang digunakaan. Pembukaan lahan baru maupun pengembangan perkebunan dilarang adanya kegiatan pembakaran lahan walaupun cara ini relatif lebih mudah, cepat, dan murah. Pembukaan lahan baru ataupun pengembangan 166 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN cara membakar bertentangan dengan UU No 18 Tahun 2004 tentang Perkebunaan pada pasal 26 yang berbunyi \u201cSetiap pelaku usaha perkebunaan dilarang membuka dan atau mengolah lahan dengan cara pembakaran yang berakibat pada terjadinya pencemaran dan kerusakan fungsi lingkungan hidup\u201d. Pelaksanaan pembukaan lahan dan pengembangan tanpa dibakar disesuaikan dengan kondisi vegetasi yang akan dibuka, yang harus diperhatikan adalah tetap menjaga lapisan olah tanah, urutan pelaksanaan pekerjaan, alat yang digunakan, dan teknik pelaksanaannya, jenis pembukaan dan pengembangan lahan tanpa pembakaran, meliputi, kegiatan menebang, menebas, dan merumpuk pada jalur antara tanaman. Beberapa perlakuan untuk pembukaan lahan dapat dilakukan dengan cara manual dan cara mekanis. 1)\t Perlakuan secara manual a)\t Melakukan rintisan dan mengimas, vegetasi yang berdiameter hingga 10 cm dipotong dan dibabat, agar memudahkan penebangan pohon yang berdiameter lebih dari 10 cm. Pekerjaan ini dilakukan dengan menggunakan alat, seperti parang dan kapak. b)\t Penebangan dan merencek. Pohon kayu yang besar dan sedeng di areal tersebut ditebang dan dicincang. Alat yang biasa digunakan parang dan kapak atau gergaji rantai. c)\t Pembuatan pancang jalur tanam. Jalur tanam dibuat menurut jarak antar barisan tanaman. Perlakuan ini untuk memudahkan pembersihan jalur tanam. d)\t Membersihkan jalur tanam. Hasil rencekan di tempatkan di antara jalur tanaman, dengan jarak 1 m di kiri dan kanan pancang. Dengan perlakuan tersebut diperoleh 2 m jalur yang ber sih dari potongan kayu -kayuan. 2)\t Cara Mekanis Teknik perlakuan pembukaan lahan tanpa dibakar dengan cara mekanis dapat dilakukan pada lahan yang mempunyai topografi datar hingga berombak. Cara mekanis ini alat penumbangan dapat menggunakan traktor. a)\t Pembabatan dilakukan terlebih dahulu setelah itu mengimas, jenis vegetasi semak pohon berkayu ditebas dan menyisakan tunggul dengan tinggi maksimum 40-50 cm. b)\t Penumbangan. Pohon yang berukuran agak besar maupun kecil ditumbang dengan menggunakan traktor atau menggunakan gergaji rantai. Penumbangan dilakukan secara merata agar seluruh perakarannya ikut terangkat ke permukaan tanah. Arah kerja penumbangan dimulai dari pinggir ke arah tengah, dan pohon ditumbangkan ke arah luar agar tidak menghalangi jalannya traktor. AGRIBISNIS TANAMAN 167 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN c)\t Merumpuk. Semua kayu yang masih dapat dimanfaatkan dipotong sepanjang 3-5 m, kemudian dikeluarkan dari areal dan sisanya dirumpuk pada daerah rendahan dengan menggunakan traktor rantai. d)\t Pemberantasan alang-alang. Pada tempat-tempat tertentu sering dijumpai alang-alang secara berkelompok. Pemberantasan dilakukan menggunakan herbisida. e)\t Membuat pancang jalur tanam. Jalur tanam dibuat menurut jarak antar barisan tanaman. f)\t Membersihkan jalur tanam. Hasil rencekan yang masih tersisa di tempatkan di antara jalur tanaman, dengan jarak 1 m di sebelah kiri-kanan pancang. Dengan demikian akan diperoleh jalur elebar 2 m yang bebas dari potongan-potongan kayu atau ranting. 3)\t Faktor yang menghambat pengolahan tanah menggunakan traktor a)\t Faktor teknis. Penggunaan traktor di lapangan untuk pengolahan tanah terlihat bahwa masih banyaknya sisa tunggul pada petakan olahan dapat menghambat penggunaan alat pengolahan tanah, sehingga dapat menurunkan kapasitas dan efisiensi kerja alat. Akibatnya dapat menyebabkan menurunnya pendapatan dari penggunaan traktor. Selain itu, ketersediaan suku cadang juga menjadi faktor penghambat. b)\t Faktor ekonomi. Kemampuan daya beli alat mesin pertanian mempengaruhi pengembangan pengolahan tanah secara mekanis khususnya para petani. c)\t Faktor sumber daya manusia. Penggunaan alat\/mesin pertanian biasanya menuntut pengetahuan dan keterampilan. Begitu pula dengan penggunaan alat pengo lahan tanah. Tingkat pendidikan petani di Indonesia pada umumnya masih rendah. d)\t Teknik Pengajiran. Pada dasarnya pemancangan ajir adalah untuk menandai tempat lubang tanaman dengan ketentuan jarak tanaman. Ada dua cara pemancangan ajir sebagai tempat titik tanam, yaitu pertama pada areal lahan yang relatif datar\/landai (kemiringan antara 0-8%) jarak tanam berbentuk barisan lurus mengikuti arah Timur-Barat berjarak sesuai jarak tanam. Kedua pada areal lahan bergelombang atau berbukit (kemiringan 8%- 15%) jarak tanam disesuaikan dengan lebar teras-teras yang diatur bersambung setiap 1,25 m (penanaman secara kontur). Jarak tanam bergantung pada kesuburan tanah. Semakin subur tanah terseb u t, ma ka jarak tanam semakin lebar. e)\t Teknik Pembuatan Lubang Tanam. Caranya, lubang tanam digali bertahap. Langkah pertama gali \u00bd bagian permukaan lubang tanam bagian atas sedalam \u00bd lubang. Lalu letakkan tanah galian di samping kanan. Berikutnya, dalami lubang hingga mencapai kedalaman yang ditentukan. Letakan terpisah dari galian pertama. Ukuran lubang tanam disesuaikan dengan kesuburan 168 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN tanah. Semakin subur tanah tersebut, maka ukuran lubang tanam semakin sempit. B.\t Pemberian Perlakuan Awal Pengolahan Tanah Tanah dan lahan memiliki pengertian dan maksud yang berbeda. Tanah adalah komponen lahan yang utama. Semua jenis tanah memiliki sifat dan memenuhi syarat untuk disebut sumber daya. Tanah dapat menghasilkan bahan nabati, kemudian menghasilkan bahan hewani. Tanah mempunyai daya tumpu, sehingga di atasnya dapat didirikan bangunan. Tanah merupakan bahan mentah untuk membuat beraneka ragam barang. Tanah mampu menyerap berbagai jenis cairan, menguraikan bahan organik, mematikan Patogen, berdaya sangga terhadap zat kimia, dengan demikian, berfungsi untuk sanitasi lingkungan. Mempunyai kemampuan infiltrasi dan perkolasinya tanah dapat menyalurkan sebagian air hujan untuk mengisi cadangan air tanah. Taman, jalur hijau, pohon-pohon besar untuk peneduh atau pematah angin, dan hutan wisata dibangun di atas tanah. Tanah diperlukan untuk tujuan estetika dan rekreasi sesuai dengan jenis tanah. Lahan adalah suatu daerah dipermukaan bumi dengan sifat tertentu meliputi biosfer, atmosfer, tanah, lapisan geologi, hidrologi, populasi tanaman, dan hewan, serta hasil kegiatan manusia dari masa lalu hingga sekarang, sampai pada tingkat tertentu dengan sifat tersebut mempunyai pengaruh yang berarti terhadap fungsi lahan oleh manusia pada masa sekarang dan masa yang akan datang. Proses pengolahan tanah merupakan suatu proses mengubah sifat-sifat tanah dengan mempergunakan alat-alat pertanian sedemikianrupa sehingga dapat diperoleh lahan pertanian yang sesuai dengan kebutuhan yang dikehendaki oleh manusia sesuai untuk pertumbuhan tanaman. Dengan kata lain, pengolahan tanah adalah tindakan persiapan media tumbuh agar sesuai dan mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal. Tujuan melakukan pengolahan tanah adalah sebagai berikut. 1.\t Memperbaiki aerasi dan drainase. 2.\t Menghilangkan kemasaman tanah. 3.\t Mencampur pupuk organik dengan tanah yang diolah. 4.\t Mengurangi terjadinya erosi tanah. 5.\t Menyiapkan kondisi yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman. 6.\t Mengendalikan serangan organism pengganggu tanaman. 7.\t Menempatkan sisa-sisa tanaman pada tempat yang sesuai agar dekomposisi berjalan dengan baik. Dalam mengolah tanah, faktor yang dapat mempengaruhinya antara lain sebagai berikut. 1.\t Sifat fisik tanah dan tekstur tanah, tanah berat atau ringan. 2.\t Kemiringan lereng. 3.\t Jenis tanaman yang akan dibudidayakan. 4.\t Waktu dan peralatan yang tersedia. 5.\t Dana yang dibutuhkan AGRIBISNIS TANAMAN 169 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN C.\t Prosedur Pengolahan Tanah 1.\t Pengolahan Tanah Secara Umum a.\t Pengolahan pertama atau primer Pengolahan primer\u00a0dilakukan dengan menggunakan mesin bajak, yang disebut dengan pembajakan. Tujuan dari pengolahan tanah primer adalah untuk membalik atau membongkar tanah menjadi gumpalan- gumpalan tanah. Pembajakan dilakukan sedalam 30-50 cm. Peralatan yang biasa digunakan dalam pengolahan primer, yaitu, bajak singkal, bajak priringan, bajak rotari, bajak brujul, bajak bawah tanah, dan bajak raksasa. b.\t Pengolahan tanah kedua atau sekunder\u00a0 Pengolahan tanah sekunder dilakukan setelah pembajakan pengolahan primer. Dapat artikan sebagai pengadukan tanah sampai jeluk yang relatif tidak terlalu dalam kedalaman tertentu yaitu 10-15 cm. Tujuan pengolahan tanah sekunder, yaitu sebagai berikut. 1)\t Untuk memperbaiki lahan pertanian dengan menggemburkan tanah yang lebih bagus. 2)\t Memperbaiki dan mengawetkan lengas tanah. 3)\t Memperaiki tanah dan menghancurkan sisa-sisa tanaman yang tertinggal dan mencampurnya dengan tanah lapisan atas. 4)\t Mempebaiki dan memecah bongkahan tanah dan sedikit memantapkan lapisan tanah atas, sehingga menempatkan tanah dalam kondisi lebih baik untuk penyebaran perkecambahan benih yang akan di semai. 5)\t Memperbaiki dan mempersiapkan kondisi tanah yang siap tanam dengan membuat guludan atau bedengan. 6)\t Menghancurkan gulma dan mengurangi penguapan terutama tanah bero. Peralatan yang biasa digunakan dalam pengolahan tanah sekunder, yaitu, garu, bajak pengaduk tanah di bawah permukaan, ataupun dapat menggunakan peralatan dalam pengolahan tanah primer dengan melakukan beberapa modifikasi. 2.\t PengolahanT\u00a0 anah\u00a0Sesuai Keperluanya a.\t Tanpa Olah Tanah (TOT) Pengolahan lahan atau TOT adalah sistem pengolahan tanah yang merupakan pengalihan dari sistem perladangan dengan memasukkan konsep pertanian modern. Tanah dibiarkan tidak diolah, kecuali alur kecil atau lubang tanam untuk penempatan benih atau bibit. Tanam sisa tanaman atau gulma dikendalikan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu penempatan benih atau bibit yang dibudidayakan. Serasah tanaman yang mati dan dihamparkan dipermukaan tanah ini dapat berperan sebagai mulsa dan menekan pertumbuhan gulma baru yang tumbuh dan pada akhirnya dapat memperbaiki sifat dan tata air tanah. Sistem tanpa olah tanah, erosi tanah dapat diperkecil dari 17.2 ton\/ha\/tahun menjadi 1 ton\/ha\/tahun dan aliran permukaan ditekan 30- 45%. Keuntungan lain yang di dapat pada sistem tanpa olah tanah, yaitu, adanya kepadatan perakaran yang lebih banyak, penguapan lebih sedikit, air tersedia bagi tanaman makin banyak dan tercukupi. 170 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN b.\t Pengolahan Lahan Minimal Pengolahan minimal\u00a0 merupakan suatu pengolahan lahan yang dilakukan seperlunya saja seminimal mungkin, disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan kondisi tanah. Pengolahan minimal bertujuan agar tanah tidak mengalami kejenuhan yang dapat menyebabkan tanah rusak\u00a0dan menjaga struktur tanah. Selain itu, pengolahan minimum dapat menghemat biaya produksi. Sistem pengolahan minimal, tanah yang diolah hanya pada spott\u00a0 ertentu di mana tanaman yang akan dibudidayakan tersebut ditanam. Pengolahan tanah minimum biasanya dilakukan pada bagian perakaran tanaman saja, sehingga bagian tanah yang tidak diolah akan terjaga struktur tanahnya karena agregat tanah tidak rusak dan mikroorganisme tanah berkembang dengan baik. Pengolahan lahan minimal, tidak semua lahan diolah, sehingga ada\u00a0 spot\u00a0 dari lahan tersebut yang distirahatkan. Hal-hal tersebut dapat memperbaiki struktur tanah karena dalam lahan yang distirahatkan, mikroorganisme tanah akan melakukan dekomposisi bahan organik. Selain itu,\u00a0 mikroorganisme\u00a0 akan mengimobilisasi logan-logan berat sisa pemupukan yang ada dalam tanah sepertiA\u00a0 l, Fed\u00a0 anM\u00a0 n. c.\t Pengolahan Lahan Maksimal Pengolahan lahan secara maksimal merupakan pengolahan lahan secara intensif yang dilakukaan pada keseluruh lahan yang akan ditanami. Ciri-ciri utama pengolahan lahan maksimal ini, antara lain, membabat bersih, membakar atau menyingkirkan sisa tanaman\/gulma, perakarannya dari areal penanaman, serta melalukan pengolahan tanah lebih dari satu kali baru dapat ditanamai. Pengolahan lahan maksimal mengakibatkan permukaan tanah menjadi bersih, rata, dan bongkahan tanah yang padat menjadi halus. Hal tersebut dapat mengakibatkan rusaknya struktur tanah karena tanah mengalami kejenuhaan,\u00a0 biologi tanah\u00a0 yang tidak berkembang produktif, serta meningkatkannya biaya produksi. 3.\t Pengolahan Tanah secara Kimia, Biologi, dan Fisika a.\t Pengolahan Tanah Kimia 1)\t Pengapuran Keracunan aluminium merupakan penyebab paling umum, ketidaksuburan tanah masam. Kadar aluminium yang tinggi dalam larutan tanah dapat merugikan terhadap akar dan mengurangi pertumbuhan perakaran dan pemindahan kalsium dan posfor ke tanaman bagian atas. Keracunan aluminium dapat diperbaiki melalui mengapur tanah masam menjadi pH 5,5-6,0, untuk mengendapkan aluminium sebagai aluminium hidroksida. Keracunaan mangan terjadi pada tanah tertentu yang tinggi kadar mangan terlarutnnya. Masalah ini juga dapat diatasi dengan mengapur taanah menjadi tingkatt pH 5,5-6,0. Pada pH ini kelarutan mangan cukup menurun untuk menghilangkan keracunan, tetapi tidak cukup untuk mencegah kekahatan. Kekahatan kalsium dan magnesium merupakan penyebab penting ketidak suburan tanah masam. Sering kekurangaa tersebut terjadi bersamaan dengan keracunan aluminium AGRIBISNIS TANAMAN 171 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN atau mangan, tetapi pada jenis tanah tertentu yang rendah akan semua unsur ini. Pengapuran berfungsi sebagai pupuk kalsium dan atau magnesium. Tanaman tropika berbeda dalam kemampuannya untuk dapat toleransi terhadap keadaan taanah masam. Kopi, karet, rerumputan, dan legum padang rumput tertentu sangat toleransi akan tingkat kejenuhan aluminium yang tinggi. Padi juga cukup toleran, sedangkan sorgum dan kapas sangat tidak toleran. Perbedaan penting menurut varietas dalam hubungan dengan toleransi terhadap aluminium terdapat pada padi dan jagung. Dosis pengapuran dapat dihitung berdasarkan 1,65 ton\/ha kapur setara dengan Ca CO3 per miliekuivalen aluminium dapatditukar. Dosis tersebut dapat meningkatkan pH tanah menjadi kisaran 5,5-6,0 sesungguhnya menghilangkan kejenuhaan aluminium di sebagain besar tanah mineral. Untuk spesies atau varietas yang lebih toleran, pengapuran harus ditujukan untuk menurunkan kejenuhan aluminium menjadi 20\/40%. Oxisols yaang teragregat dengan baik dengan tanah-tanah bawah yang sangat masam, pengapuran tanah atas tidak memecahkan masalah perkembangan akar yang terhalang pada tanah bawah untuk dapat memanfaatkan air yang tersimpan. Pemberian kapur dapat dilaksanakan pada tanah tertentu mengakibatkan sangat meningkatnya hasil panen yang melimpah, karena perkembangan akar yang lebih dalam dan membaiknya saluran air. Pada tanah beroksida yang teragregat baik, berlangsunglah gerakan kalsium dan magnesium turun ke tanah bawah. Pengaplikasian kapur yang memadai dapat mempunyai pengaruh berjangka panjang pada beberapa tanah, dan pengaruh yang nisbi pendek pada tanah yang lain. Pengaplikasian kapur secara berkala untuk pemeliharaan dapat dihitung menurut patokan aluminium dapat ditukar. Aplikasi pengapuran yang berlebihan sampai pada nilai pH lebih besar dari 6-7 dapatt menurunkan hasil panen, terutana pada tanah dengan kadar oksida besi dan oksida aluminium yang tinggi. Aplikasi pengapuran sampai netral dapat menyebabkan kerusakan pada struktur tanah, mengurangi ketersediaan fosfor dan menyebabkan kekahatan seng, boron, dan mangan. Pengaplikasian pengapuran di wilayah tropika harus diarahkan untuk menentukan tingkat minimum kapur yang diperlukan, memilih spesies dan varietas yang lebih toleransi pada aluminium, menggunakan cara yang dapat memacu perkembangan akar lebih dalam pada tanah bawah yang masam. 2)\t Pengaplikasian bahan organik Bahan organik merupakan bahan sangat penting dalam menciptakan kesuburan tanah, baik secara fisika, kimia, maupun dari segi biologi tanah. Bahan organik merupakan bahan pemantap agregat 172 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN tanah yang tiada taranya. Sekitar setengah dari kapasitas tukar kation berasal bahan organik, merupakan sumber hara yang diserap tanaman. Di samping itu, bahan organik adalah sumber energi dari sebagian besar organisme tanah. Dalam penggunaan peranan tersebut bahan organik sangat ditentukan oleh sumber dan susunannyaa, karena kelancaran dekomposisinya, serta hasil dekomposisi itu sendiri. Masalah yang terjadi jika tanah yang ditanami secara terus- menerus akan terjadi merosotnya kadar bahan organik dalam tanah. Kekurangan kandungan bahan organik lebih dari 40% sudah berbahaya sekali karena mengakibatkan produksi menurun. Mengingat peranan bahan organik dalam tanah, maka tidak saja perlu dipertahankan, tetapi harus ditingkatkan secara teratur. Kandungan bahan-bahan organik sebenarnya mudah untuk dipertahankan ataupun ditingkatkan. Cara yang dapat dilakukan, di antaranya adalah sebagai berikut. a)\t Sumber bahan organik tidak disia-siakan, seperti, membenamkan bahan hijauan sukulen, menambah pupuk kandang, menutup sisa-sisa tanaman di atas tanah. b)\t Mempertahankan pelapukan melalui, menjaga reaksi tanah (pH), menciptakan drainase yang baik, menambahkan pupuk yang cukup. c)\t Pengulangan tanaman adalah mengatur penanaman secara bergilir dapat mempertahankan bahan organik tanah. Setiap jenis tanaman akan menghasilkan jumlah bahan organik berbeda, sehingga dapat saling mengimbangi. Sehubungan dengan kriteria yang telah dikemukakan, suatu pengelolaan tanah yang baik, hendaknya selalu mencari tambahan bahan organik yang serasi sesuai kebutuhan, menciptakaan sifat fisika dan kimia optimal, mengatur urutan tanaman yang tidak merusak kehilangan unsur hara karena kegiatan biologi terkecil. Dengan demikian, setiap kali panen tidak akan terjadi kehilangan humus yang terlalu banayak, dengan kata lain kadar bahan organik tanah yang sangat berguna itu dapat dipertahankan atau ditingkatkan lagi. 3)\t Pemupukan Secara alamiah pertumbuhan tanaman, misalnya hutan yang lebat dan padang rumput yang luas pada iklim yang sesuai, merupakan bukti bahwa tanah dapat menyediakan seluruh unsur hara yang esensial bagi proses pertumbuhan dan kehidupannya. Setelah ada campur tangan manusiaa, maka akan terjadi gangguan keseimbangan dari unsur-unsur hara di dalam tanah. Hal ini disebabkan dengan penanaman tanaman pertanian yang mempunyai arti ekonomi. Budi daya tanaman dapat menyebabkan hilangnya unsur hara esensial melalui proses panen, apalagi kalau diusahakan secara terus menerus. Oleh karena itu, untuk mempertahankan keadaan tanah agar tetap mampu menyediakan unsur hara untuk pertumbuhan tanaman, AGRIBISNIS TANAMAN 173 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN penambahan unsur hara yang digunakan melalui pupuk menjadi bahan pertimbangaan. Pemupukan menurut pengertian khusus adalah pemberian bahan yang dimaksudkan untuk menyediakaan hara bagi tanaman. Umumnya pupuk diberikan dalam bentuk padat atau cair melalui tanah dan diserap oleh akar tanaman. Namun pupuk dapat juga diberikan lewat permukaan tanaman, terutama daun. Pemberian bahan yang dimaksudkan untuk memperbaiki tanah, baik fisik, kimia ,atau biologi disebut pembenahan berarti perbaikan (reparation) atau penggantian restitution. Bahan-bahan tersebut termasuk mulsa pengawet lengas tanah, penyangga temperatur, pembenah tanah soil conditio ner, untuk memperbaiki struktur tanah,kapur pertanian untuk menaikkan pH tanah yang terlalu rendah, atau untuk mengatasi keracunan Al dan Fe, tepung belerang untuk menurunkan pH tanah yang semula tinggi dan gipsum untuk menurunkan kegaraman tanah. Rabuk kandang dan hijauan legum diberikan ke dalam tanah dengan maksud sebagai pupuk maupun pembenah unsur tanah. Pemupukan merupakan salah satu usaha pengelolaan kesuburan tanah. Dengan mengandalkan ketersediaan hara dari tanah asli,tanpa penambahan hara, produksi pertanian akan semakin berkurang. Hal ini disebabkan ketimpangan antara pasokan hara dan kebutuhan tanaman. Hara dalam tanah secara berangsur-angsur akan berkurang karena terangkut bersama hasil panen. Pengelolaan hara terpadu antara pemberian pupuk dan pembenah akan meningkatkan efektivitas penyediaan unsur hara, serta menjaga mutu tanah agar tetap berfungsi secara lestari. Tujuan utama pemupukan adalah menjamin ketersediaan hara secara optimal untuk mendukung pertumbuhan tanaman, sehingga diperoleh peningkataan hasil panen. Penggunaan pupuk yang efisien pada dasarnya, yaitu memberikan pupuk bentuk dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tanaman, dengan cara yang tepat dan pada saat yang tepat sesuai dengan kebutuhan serta tingkat pertumbuhan tanaman tersebut. Tanaman yang dibudidaya-kan dapat menggunakan pupuk hanya pada perakaran aktif, tetapi sukar menyerap hara dari lapisan tanah yang kering. Efisiensi pemupukan dapat ditaksir berdasarkan kenaikan bobot kering atau serapan hara terhadap satuan hara yang ditambahkan dalam pupuk tersebut. Fakator yang berpengaruh terhadap pemberian pupuk adalah sebagai berikut. a)\t Tanah, kondisi fisik kelerengan, jeluk mempan perakaran, retensi lengas dan aerasi, kondisi kimiawi hara tersedia, reaksi tanah, bahan organik tanah, sematan unsur hara, status dan imbangan hara, kondisi biologis, Patogen, dan gulma. 174 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN b)\t Tanaman, umur dan hasil panen yang diharapkan melimpah. c)\t Pupuk, sifat, mutu, ketersediaan, dan harga. d)\t Iklim, temperatur, curah hujan, panjang penyinaran, dan angin. Jenis-jenis tanaman yang akan dipupuk harus menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kebutuhan pupuk. Sudah tentu tanaman yang mempunyai nilai ekonomi tinggi, seperti sayuran memerlukan jumlah pupuk yang relatif lebih banyak satuan berat jika dibandingkan dengan tanaman yang bernilai ekonomi rendah. Di samping itu, kebutuhan dari berbagai tanaman terhadap unsur hara juga berbeda-beda. Misalnya, tanaman yang banyak mengabsorpsi kalium, seperti ubi kayu, tentu memerlukan pemupukan kalium lebih tinggi. Demikian pula kemampuan tanaman dalam mengabsorpsi sesuatu unsur hara berbeda. Misalnya, tanaman kacaang tanah masih dapat mengabsorpsi kalium tanah dengan cukup, walaupun kadar kalium tanah sangat rendah. 4)\t Pengelolaan unsur hara Produktivitas tanah dapat ditingkatkan melalui pengelolaan lahan, tanah, dan tanaman secara terpadu. Bermacam-macam cara untuk melakukan kesuburan tanah yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi sifat fisik tanah, yaitu kimia dan biologi tanah. Dalam pertaniaan konvensional, penggunaan pupuk kimia merupakan praktek pengelolaan yang cukup dominan. Masukan lain yang tidak dapat dihindarkan dalam pertanian konvensional adalah penggunaan mesim pertaniaan, tanaman monokultur, varietas unggul berproduksi tinggi, merupakan usaha perbaikan lahan, dan pengelolaan bahan organik. Untuk mengembangkan pertanian berkelanjutan, maka diperlukan keseimbangan pengelolaan lahan yang lebih baik lagi. Tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan unsur hara tanaman, yaitu mempertahankan apabila mungkin meningkatkan produktivitas tanaman secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan bahan pokok dasar lainnya, dan untuk meningkatkan kualitas sumber daya lahan dan air. Tidak ada hal yang bersifat kontradiksi antara usaha mempertahankan produktivitas tanaman dan usaha meningkatkan kualitas sumber daya. Dengan demikian, kerusakan lingkungan dapat ditekan dengan cara mensinkronkan antara hara tananan dan kebutuhan tanaman, serta melaksanakan prinsip-prinsip konservasi tanah dan air. Intensifikasi pertanian apapun bentuknya selalu menyebabkan terjadinya kehilangan unsur hara dari tanah maupun dari lingkungan usaha pertanian. Akibatnya, apabila sistem usaha tani akan dilestarikan, maka unsur hara yang hilang harus digantikan menggunakan unsur hara yang telah tersedia. Pada saat ini, konsep yang banyak mendapatkan perhatian adalah sistem gizi tanaman terpadu yang bertujuan mempertahankan dan meningkatkan AGRIBISNIS TANAMAN 175 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN produktivitas tanah melalui penggunaan unsur hara yang berasal dari pupuk mineral dan pupuk organik secara berimbang, termasuk fiksasi nitrogen secara biologis. Berwawasan secara ekologi dan sosial dapat diterima dan menguntungkan secara ekonomis, dapat meningkatkan produktivitas tanah dan hasil tanaman. Pelaksanaan diawali pertama kali pada sistem pertanaman semusim. Kedua, pengelolaan unsur hara pada keseluruhan sistem usaha pertanian. Ketiga, penerapan SGTT pada keseluruhan pedesaan atau masyarakat daripada lahan individu. Tujuan utama SGTT menurut FAO ialah mempertahankan atau meningkatkan produktivitas tanah melalui penggunaan pupuk mineral secara berimbang yang dikombinasikan dengan sumber unsur hara yang berasal dari bahan organik dan kegiatan biologi. Meningkatkan cadangan hara di dalam tanah, memperbaiki efisiensi unsur hara tanaman, atau membatasi kehilangan unsur hara ke dalam lingkungan. SGTT dapat dioperasikan pada berbagai tingkatan, petak pertanaman, sistem usaha tani, wilayah pedesaan bahkan wilayah regional. Pada aras petak pertanaman, SGTT dirancang untuk mengoptimalkan penyerapan hara oleh tanaman dan meningkatkan produktivitas nisbah antara hasil panen dan penyerapan hara sekaligus menekan kehilangan hara. Pasokan hara secara optimal ditentukan oleh metode produksi yang dilaksanakaan, harga pupuk, biaya pengangkutan hara yang diperlukan dan harga jual hasil tanaman. SGTT yang dikuti dengan pola pergiliran tanaman dapat meningkatkan fiksasi nitrogen, pengelolaan residu tanaman, mengembangkan sistem perakaran tanaman yang bertujuan untuk mengeksplorasi unsur hara, dan mengembangkan sistem pengelolaan tanah yang dapat menekan kehilangan hara mengeksploitasi unsur hara yang dilepaskan secara lambat, baik dari bahan organik maupun bahan mineral lainya. Tabel 5.1 Pengelolaan Tanah untuk Mengurangi Kehilangan Unsur Hara Perlakuan Tanah untuk Mengurangi Kehilangan Unsur Hara Penyebab Kehilangan Unsur Hara Teknologi Pertanian yang Diperlukan Pelindian, volatilisasi, atau Tanaman penutup tanah untuk imobilisasi sesudah panen menangkap sisa unsur hara. Produksi jenis tanaman berumur pendek yang memerlukan unsur hara dalam jumlah sedikit sesudah tanaman utama cukup tua. Pembakaran, pelindian, dan Modifikasi metode penyiapan lahan, limpasan residu tanaman dan memberi pakan ternak, rotasi tanaman, kompos atau penggunaan lahan 176 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN Perlakuan Tanah untuk Mengurangi Kehilangan Unsur Hara Penyebab Kehilangan Unsur Hara Teknologi Pertanian yang Diperlukan Limbah hasil ternak Kotoran ternak dikumpulkan, diproses dan diaplikasikan ke lahan pertanian. Pengelolaan pupuk kandang dan limbah cair yang lebih baik dengan cara memodifikasi kandang dan mengembangkan sistem pengelolaan limbah yang murah dan tidak banyak memerlukan tenaga sistem yang dikembangkan dapat diterima secara sosial dan budaya oleh petani. Limbah yang dihasilkan sisa Daur ulang limbah dengan cara kegiatan rumah tangga dan sumber mengembangkan sistem pengelolaan daya manusia yang murah dan efektif, dan sedikit menggunakan tenaga kerja dalam proses pengumpulan limbah. Sistem yang dikembangkan harus aman, dapat diterima secara sosial dan kultural. Limbah proses fermentasi yang disimpan dalam tangki dengan temperatur tinggi dicampur dengan limbah dan residu tanaman. b.\t Pengolahan Tanah Biologi Keberadaan mikroorganisme yang ada di dalam tanah sangat penting karena mempunyai peranan dalam mempertahankan dan meningkatkan kesuburan taanah. Peranan mikroorganisme di dalam tanah, antara lain, daur-ulang unsur hara, penyimpanan sementara, dan pelepasan unsur hara untuk dimanfaatkan tanaman. Keberhasilan memanfaatkan mikroorganisme untuk meningkatkan kesuburan tanah memerlukan pengetahuan dari berbagai ilmu secara terpadu. Nitrogen dan fosfat merupakan dua unsur hara yang paling banyak diperlukan tanaman dan merupakan faktor pembatas pertumbuhan dan hasil tanaman. Sampai saat ini permasalahan yang dihadapi dalam program pemupukan yaitu kemangkusannya yang sangat rendah. Pupuk hayati merupakan alternatif bagi petani untuk memanfaatkan pasokan N2 udara yang cukup besar, di samping memanfaatkan bentuk Posfor tak tersedia menjadi bentuk tersedia. Melalui masukan teknologi sangat rendah, petani dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar. 1)\t Pupuk Hayati Pemasok Nitrogen Rhizobium adalah bakteri yang paling banyak digunakan untuk pupuk hayati di antara bakteri-bakteri yang bermanfaat. Koloni AGRIBISNIS TANAMAN 177 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN bakteri Rhizobium bersimbiosis dengan tanaman legum, membentuk bintil akar yang berperan dalam penyematan nitrogen. Rhizobium yang berasosiasi dengan tanaman legum mampu menyemat 100\u2013 300 kg N\/ha dalam satu musim dan meninggalkan sejumlah N untuk tanaman berikutnya. Permasalahan yang perlu diperhatikaan yaitu efisiensi inokulan Rhizobium untuk jenis tanaman tertentu. Azospirillum, mempunyai potensi cukup besar untuk dikembangkan sebagai pupuk hayati. Bakteri ini banyak dijumpai berasosiasi dengan tanaman jenis rerumputan, termasuk beberapa jenis serealia, jagung, dan gandum. Sampai saat ini ada tiga spesies yang telah ditemukan dan mempunyai kemampuan sama dalam menambat nitrogen, yaitu, Azospirillum brasilense, A. lipoferum, dan A. amazonense. Infeksi yang disebabkan oleh bakteri ini tidak menyebabkan perubahan morfologi perakaran, meningkatkan jumlah akar rambut, menyebabkan percabangan akar lebih berperanan dalam penyerapan unsur hara. Keuntungan lain dari bakteri ini, apabila saat berasosiasi dengan perakaran tidak dapat menambat nitrogen, maka pengaruhnya ialah meningkatkan penyerapan nitrogen yang ada di dalam tanah. Azotobakter juga merupakan bakteri nonsimbiosis yang hidup di mintakat perakaran. Dijumpai hampir pada semua jenis tanah tetapi polulasinya relatif rendah. Selain kemampuaannya dalam menambat N, bakteri ini juga menghasilkaan sejenis hormon yang kurang lebih sama dengan hormon pertumbuhaan jenis jamur tertentu. Seperti halnya Azospirillum, Azotobacter dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman melalui pasokan N, pasokan pengatur tumbuh, mengurangi kompetisi dengan mikrobia lain dalam menambat nitrogen, atau membuat kondisi tanah lebih menguntungkan pertumbuhan tanaman. Ada dua pengaruh positif Azotobakter terhadap pertumbuhan tanaman, yaitu mempengaruhi perkecambahan benih dan memperbaiki pertumbuhan tanaman. 2)\t Meningkatkan unsur hara fosfat Bakteri pelarut fosfat kebanyakan tanah-tanah di wilayah tropika yang bereaksi asam ditandai kahat hara fosfat. Sebagian besar bentuk fosfat disemat oleh koloid tanah, sehingga tidak tersedia bagi tanaman. Kebanyakan tanah tropika diperkirakan hanya 25% fosfat yang diberikan dalam bentuk superfosfat yang diserap tanaman dan sebagian besar atau 75% diikat oleh tanah. Beberapa jenis fungi dan bakteri, seperti, Bacillus polymyxa, Pseudomonas striata, dan Penicillium digitatum yang didentifiksi mampu melarutkan bentuk P tak larut menjadi bentuk tak tersedia bagi tanaman. Mikoriza, Mikoriza merupakan jenis fungi yang menguntungkan pertumbuhan tanaman terutama pada tanah-tanah yang mengalami kekahatan P.Mikoriza tidak hanya menguntungkan pertumbuhan tanamaan, tapi juga menekan kebutuhan pupuk P sampai 20%-30%. 178 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN Mikoriza bersimbiosis dengan perakaran tanaman dan membantu dalam penyerapan fosfat. Ektomikoriza seperti Pisolitus, Laccaria, Amanita, dan Tricholomu berasosiasi dengan tanaman yang termasuk famili Pinaceae, Betulaceae, dan Fagceae. Jenis fungi ini meningkatkan luas permukaan akar, sehingga meningkatkan absorpsi hara, terutama jenis hara fosfat yang mempunyai mobilitas yang rendah dalam larutan tanah. Di samping itu, juga membantu penyerapan air dan melindungi akar dari serangan patogen akar. Ektomikoriza berasosiasi dengan tanaman jenis pohon, seperti, pinus, oak dan eukaliptus. Vesicular Arbuscular Mycorhizal VAM merupakan jenis fungi yang hidup berkoloni pada beberapa jenis tanaman pertanian, termasuk tanaman hortikultura dan kehutanan. Beberapa jenis yang dapat diidentifikasi termasuk dalam genus Glomus, Gigaspora, dan Scerocystis. Tiga mekanisme pengaruh mikoriza terhadap hara P yang diperlukan tanaman, yaitu, jaringan miselium mikoriza kemungkinan besar sebagai perpanjangan sistem perkaran sehingga kontak dengan tanah lebih besar, miselium mikoriza atau perakaran yang terinfeksi bersifat lebih efisien dalam menyerap fosfor daripada akar yang tidak terinfeksi, mikoriza kemungkinan besar mampu memanfaatkan fosfor tidak terlarut yang ada di dalam tanah. c.\t Secara Fisika 1)\t Mulsa Konservasi air hujan sangat penting bagi daerah-daerah aridic, ustic, dan xeric, di mana terjadi defisit air yang besar. Konservasi air di daerah ini umumnya ditekankan untuk meningkatkan jumlah air yang memasuki tanah dan mengurangi jumlah kehilangan air. Ini berarti, meningkatkan laju infiltrasi dan kapasitas penyimpanan air di daerah perakaraan, dan mengurangi kehilangan air karena evaporasi dan run off. Mulsa ialah setiap bahan yang dipakai di permukaan tanah untuk menghindari kehilangan air melalui penguapan atau menekan pertumbuhan gulma. Bahan mulsa, antara lain, sisa tanaman, pupuk kandang, limbah industri serbuk gergaji, kertas, dan plastik. Mulsa sisa tanaman merupakan bahan sisa dari tanaman yang ditanam sebelumnya, seperti jerami, tongkol jagung, dan lain-lain. Dengan menggunakan alat mesin atau sabit, sisa tanaman ini dipotong- potong dan disebarkan di atas permukaan tanah. Mulsa cukup efektif dalam mengendalikan kehilangan air melalui penguapan terutama di daerah-daerah subhumid dan semiarid. Mulsa kertas dan plastik merupakan bahan yang dibuat secara khusus untuk mulsa, yang dihamparkan di atas permukaan tanah, diikat sehingga tidak mudah terbuang. Tanaman tumbuh melalui lobang-lobang yang telah dibuat. Selama tanah tertutup mulsa, air dapat diawetkan dan pertumbuhan gulma tertekan, mulsa kertas dan plastik tidak akan mengganggu infiltrasi. AGRIBISNIS TANAMAN 179 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN 2)\t Drainase Pembuatan fasilitas drainase sangat diperlukan di daerah- daerah di mana muka air dekat dengan permukaan tanah atau bahkan tergenang. Hal yang dimaksud untuk membuang air yang berlebihan pada profil tanah, terutama pada lapisan atas sehingga aerasi tanah yang baik dapat dipertahankan. Secara praktis, drainase tidak hanya penting dalam rangka reklamasi daerah rawa, tetapi juga perlu di setiap areal pertanian. Ujung akar merupakan daerah pembelahan dan perpanjangan sel, sehingga memerlukan banyak oksigen. Pada umumnya akar tanaman lahaan kering tidak mampu menembus lapisan tanah yang jenuh air karena defisiensi oksigen. Drainase, langsung dan tidak langsung berhubungan dengan aerasi. Drainase yang baik memungkinkan difusi oksigen ke CO2 dari akar tanaman. Juga berpengaruh terhadap aktivitas mikroorganisme aerobik dalam tanah, yang pada gilirannya mempengaruhi ketersediaan unsur hara seperti N dan S. Demikian juga toksisitas unsur Fe dan Mn dapat dikurangi pada keadaan aerasi yang baik. Tujuan drainase di lahan pertanian dan kehutanan ialah menurunkan muka air tanah untuk meningkatkan kedalaman dan efektivitas daerah perakaran. Ini berarti bahwa jumlah unsur hara yang mungkin dapat diserap oleh tanaman dapat dipertahankan pada level yang tinggi. Ada dua cara yang umum dipakai dalam sistem drainase, yaitu drainase permukaan seperti tipe drainase saluran dan drainase dalam seperti tipe drainase gonggorong. Drainase permukaan ialah cara pengumpulan dan pembuangan air dari permukaan tanah. Tipe drainase ini cocok untuk di daerah yang menerima limpahan air dari daerah yang lebih tinggi dan daerah-daerah yang tanahnya impermeable, sehingga kapasitas melewatkan kelebihan air ke dalam profil tanahnya rendah. Tipe drainase permukaan ini banyak dipakai dalam reklamasi daerah rawa, tipe drainase saluran ini mempunyai keuntungan dapat menampung air banyak dan menyalurkannya secara cepat. 3)\t Irigasi Irigasi artikan sebagai penggunaan air pada tanah untuk keperluan penyediaan cairan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman. Atau irigasi bisa didefinisikan sebagai upaya pemberian air ke tanah untuk menunjang curah hujan yang tidak cukup agar tersedia lengas bagi pertumbuhan tanaman. Kebutuhan air irigasi untuk tanaman dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti, keadaan iklim, jenis tanaman, sifat fisik lahan, serta cara bercocok tanam. Kebutuhan air irigasi ditentukan oleh kebutuhan air untuk pengolahan tanah, kebutuhan air tanaman, perkolasi dan rembesan, pengganti lapisan permukaan. 180 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN Kebutuhan pasokan air untuk persiapan lahan tergantung dari komoditas yang akan ditanam atau cara pengelolaan lahannya, apakah lahan kering atau lahan basah. Kebutuhan air untuk tanaman adalah sejumlah debit air yang dibutuhkan untuk memenuhi transpirasi tanaman dan evaporasi dari permukaan tanah. Besarnya evapotranspirasi tergantung pada kondisi cuaca, jenis tanaman dan kondisi lingkungan. Sebagian besar sumber air untuk irigasi adalah air permukaan yang berasal dari air hujan dan pencairan salju. Air ini secara alami mengalir di sungai-sungai, yang membawanya ke laut. Jika akan dimanfaatkan untuk irigasi, sungai dibendung, dan air dialirkan melalui saluran-saluran buatan ke daerah pertanian, atau air ditampung dahulu ke waduk yang selanjutnya disalurkan secara teratur melalui jaringan irigasi ke daerah pertanian. Di beberapa tempat sumber air berupa air bawah tanah yang dipompa atau dengan kekuatan sendiri menyebur ke permukaan dan dialirkan ke areal pertanian. Metode pemberian air irigasi adalah distribusi musim hujan, kemiringan lereng dan bentuk permukaan lahan, suplai air, rotasi tanaman, dan permeabilitas tanah lapisan bawah. Metode pendistribusian air irigasi dikelompokkan ke dalam irigasi permukaan, irigasi lapisan bawah, sprinkler, dan drip. Irigasi permukaan mengalirkan air melalui saluran ke dalam petakan lahan yang dibatasi oleh galengan, baik secara merata menggenangi permukaan lahan atau melalui selokan di antara guludan. Penggenangan ke seluruh permukaan untuk tanaman padi, sedangkan irigasi selokan untuk tanaman yang ditanam berlarikan dalam guludan, seperti, kentang, gula dan bit. Irigasi lapisan bawah merupakan cara pemberian air melalui pergerakan air ke atas dalam profil tanah dari aliran air yang berbeda beberapa puluh sentimeter di bawah permukaan tanah. Irigasi curah sangat sesuai bagi daerah yang tanahnya mempunyai laju infiltrasi yang tinggi dan topografi wilayahnya tidak mungkin untuk diratakaan, sehingga tidak menguntungkan bila diterapkan irigasi permukaaan. Di samping itu, alat-alatnya dapat disetel secara otomatis. Irigasi drip merupakan cara pemberian air dengan jalan meneteskannya melalui pipa-pipa secara setempat di sekitar tanaman atau sepanjang larikan taanaman. Di sini hanya sebagian dari daerah perkaran yang terbasahi, tetapi hampir seluruh air yang ditambahkan dapat diserap dengan cepat oleh akar pada kelembaban tanah yang rendah. Keuntungan cara ini adalah penggunaan air irigasi yang sangat efisien. Cara ini juga sangat adaptif pada daerah berlereng curam di mana cara irigasi lain tidak dapat diterapkan. Banyaknya pemberian air yang ideal adalah sejumlah air yang dapat membasahkan tanah di seluruh daerah perakaran sampai keadaan kapasitas lapangan. Jika air diberikan berlebih mengakibatkan penggenangan di tempat-tempat tertentu yang memperburuk aerasi tanah. AGRIBISNIS TANAMAN 181 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN 4.\t Pengolahan Tanah Khusus a.\t Pelumuran Pelumuran biasanya terjadi khusus pada budi daya holtikultura dan beberapa jenis sayuran, pengolahan dilakukan pada kondisi jenuh air yang bertujuan untuk membuat struktur lumpur dan hanya dilakukan jika kandungan liat tanah kurang lebih 20% dan ketersediaan air melimpah, perlakuan awal adalah pembajakan, penggenangan, dan penggaruan sedangkan permukaan areal dibuat cembung agar air dapat dikeluarkaan pada saat melakukan pemupukan, penyiangan dan panen. b.\t Reynoso dan Juringan Reynoso diunakan pada budi daya tebu lahan sawah, pekerjaan dimulai dengan membuat got\/saluran bertujuan untuk menurunkan muka air tanah, pengolahan hanya dilakukan padabagian yang akan ditanami, pekerjaan dilakukan sepenuhnya manua, sangat banyak membutuhkan tenaga kerjaa. Juringan adalah pengolahan tanah untuk tanaman tebu di lahan kering, hasil pengolahan tanah adalah lubang tanam atau juringan, seperti, pada pola Reynoso, pekerjaan dilakukan secara mekanis atau semimekanis, seluruh permukaan tanah dibajak, digaru dan dibuat juringan, dan saluran drainase dibuat sesuai dengan kondisi areal. c.\t Bedengan Pada budi daya hortikultura atau pada areal pembibitan. sedbeds lebih lebar dibandingkan saluraan, tujuaannya untuk menyediakan media tumbuh yang optimal bagian akar taanaman dan menghindarkandari genangan air, lebar bedengan dibuat sesuai dengan kemampuan untuk memelihara, sebab antar bedengan dipisahkan oleh saluran drainase. contoh budi daya bawang merah. d.\t Guludan Tujuannya untuk menyediakan tempat tumbuh akar dan umbitanaman yang ideal, serta menghindari genangan air, lebar guludan, dan saluran hampir sebanding, Bibit atau benih ditanam di atas guludaan, contoh, kentang, ubi jalar, dan singkong, e.\t Pembuatan lubang tanam Pengolahan tanah hanya dilakukan pada lokasi penanaman, areal di bersihkan saat landc learing kemudian pada titik tanam dibuat lubang tanam dengaan jarak yang telah ditentukan, areal lainnya ditanami dengan cover crop untuk menghindari tumbuhnya gulma. Cara ini contohnya pada penanamaan tanaman karet. D.\t Normalitas Kerja Pengolahan Tanah 1.\t Membagi Pekerjaan dan Mengawasi Tenaga Kerja Pekerjaan yang dikerjakan oleh pekerja harus dibagi secara merata tanpa adanya perlakukan yang diskriminatif (berbeda-beda). Tenaga kerja perusahaan perkebunan yang bekerja di lapangan umumnya jauh dari perkampungan, sehingga disarankan para pekerja bekerja secara berkelompok. 182 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN Hal ini dimaksudkan bilamana terjadi sesuatu kecelakaan kerja, maka dapat saling membanatu. Salah satu tugas seorang mandor adalah membagi pekerjaan yang harus dilakukan oleh tenaga kerja. Dalam membagi pekerja dan seorang mandor harus mempertinbangkan berbagai aspek, yaitu sebagai berikut. a)\t Seberapa besar pengaruh jenis pekerjaan tersebut terhadap produk tivitas dan mutu hasil sampai batas usia ekonomis tanaman perkebunan habis. Untuk jenis pekerjaan yang mempunyai resiko tinggi terhadap produktivitas dan mutu hasil tanaman pada umumnya diserahkan atau dikerjakan oleh pekerja-pekerjayang memiliki kecakapan khusus untuk melakukan pekerjaan tersebut. b)\t Beban kerja dan norma kerja yang berlaku pada suatu daerah. Seorang mandor harus mengenali apakah beban kerja tersebut bersifat harian atau musiman. Bilamana beban kerja bersifat tetap sepanjang tahun maka cenderung diserahkan kepada pekerja tetap dan sebaliknya. c)\t Budaya yang berlaku pada suatu daerah. Pada daerah tertentu ada jenis- jenis pekerjaan tertentu yang khusus dikerjakan oleh tenaga kerja wanita atau pria dan sebaliknya ada jenis pekerjaan yang dapat dikerjakan, baik oleh tenaga kerja pria dan wanita. Pembagian pekerjaan untuk dapat membagi pekerja dan pekerjaan, seorang mandor harus menghitung beban kerja dan mengetahui norma atau standar kerja yang berlaku pada suatu daerah. Setiap jenis komoditi dan daerah atau pekerja memiliki norma kerja yang berbeda-beda. Dengan mengetahui berapa beban kerja dan norma kerja, dapat diketahui berapa tenaga kerja yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan tersebut, dan melakukan tindakan penambahan tenaga kerja harian lepas, apabila tenaga kerja bulanan, tetap, atau harian tetap tidak mencukupi untuk melakukan beban kerja tersebut. Pada umumnya jenis-jenis pekerjaan yang memiliki resiko tinggi terhadap produktivitas dan mutu hasil tanaman perkebunan, serta beban kerja bersifat rutin harian, dilakukan oleh tenaga kerja tetap khusus atau terlatih. Jenis-jenis pekerjaan yang memiliki resiko terhadap roduktivitas tanam. Misal pada agribisnis tanaman karet, pekerja yang melakukan penyadapan, dan pembibitan khususnya okulasi adalah tenaga kerja terampil khusus yang kesehari annya mengerjakan pekerjaan tersebut. Contoh lain untuk tanaman kelapa sawit, panen tandan buah segar berpengaruh terhadap mutu minyak. Tandan yang muda akan menghasilkan minyak yang sedikit, sebaliknya tandan yang terlalu tua akan menghasilkan minyak dengan kandunganasam lemak bebas tinggi. Sehingga, panen harus dilakukan pada tandan buah yang cukup matang dan ini dilakukan oleh tenaga pemanen yang terlatih untuk mengenali tandan buah matang. Areal tanaman perkebunan yang luas, dibagi ke dalam blok-blok atau ancak. Dalam pembagian pekerjaan dikenal dengan pembagian ancak\/ blok tetap dan ancak\/blok giring. Pada sistem ancak tetap pekerja akan mengerjakan pekerjaan pada ancak tersebut. Sedangkan pada ancak giring pekerja akan menger jakan pekerjaan berpindah-pindah dari satu ancak ke ancak yang lain. AGRIBISNIS TANAMAN 183 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN Penentuan apakah akan menggunakan ancak tetap atau ancak giring diperngaruhi oleh jenis tanaman, jenis pekerjaan, dan beban kerja. Dasar pertimbangan untuk menentukan sistem pembagian kerja ancak tetap atau ancak giring dipengaruhi oleh beban kerja, sistem pengawasan yang digunakan. Bilamana beban kerja bersifat tetap dan harian, maka cenderung digunakan ancak tetap dan sebaliknya. Pada setiap jenis tanaman perkebunan memiliki karak teristik khusus, sehingga pada jenis ancak giring, sedangkan pada pekerjaan lain menggunakan ancak tetap. Pada tanaman karet, untuk penyadapan pada umumnya digunakan sistem ancak tetap yaitu seorang penyadap akan diberi tang gungjawab untuk luasan tertentu yang harus disadap setiap hari kerja. Sedangkan pada pemeliharaan gawangan di antara baris tanaman aplikasi pupuk dan pestisida pada umumnya digunakan sistem ancak giring, yaitu pekerja akan mengerjakan pekerjaan tertentu pada suatu ancak, bila sudah selesai pindah ke ancak berikutnya. Mengapa pada penyadapan karet menggunakan sistem ancak tetap? Salah satu pertimbangan adalah beban kerja relatif tetap dan merata setiap hari serta untuk memudahkansistem penilaian kinerja para pekerja. Dengan ancak tetap, pekerja penyadap apakah berkinerja baik atau tidak baik, mudah dikenali\/diidentifikasi melalui bekas luka sadapan dan pemakaian bidang sadap. Contoh kasus lain pada tanaman kelapa sawit yaitu untuk panen tandan buah segar pada umumnya menggunakan sistem ancak giring. Pemetik tandan buah berpindah dari ancak yang satu ke ancak yang lain. Hasil panen berupa tandan buah dikumpulkan di tempat pengumpulan hasil (TPH) dan diberi kode nomor pemanen. Mandor dapat memeriksa tandan hasil panen, apakah memenuhi standar mutu atau tidak. Bila tidak memenuhi standar mutu maka dilakukan pemotongan upah atau gaji atau premi yang akan diterima pegawai tersebut. Pengawasan pekerja, tenaga kerja sebagai manusia mempunyai kecenderungan untuk melaku kan pelanggaran kerja, sepanjang pelanggaran tersebut memberikan keuntungan bagi dirinya. Terdapat banyak bentuk pelanggaran kerja yang dilakukan para pekerja bergantung dari sistem kompensasi yang diterapkan oleh perusahaan. Bilamana perusahaan menggunakan sistem prestasi, mereka cenderung untuk meningkatkan prestasinya meskipun tidak meningkatkan mutu prestasi kerjanya. Sebaliknya bilamana menggunakan sistem waktu, maka bentuk pelanggarannya pun berbeda adalah cenderung untuk mengulur pekerjaan sehingga memerlukan waktu yang lebih lama. Misalnya pada panen teh, pemberian upah didasarkan atas prestasi kerja yaitu berat pucuk daun teh yang berhasil dipanen oleh pemanen, maka bentuk pelanggarannya adalah memetik daun teh dengan jumlah daun tua lebih banyak sehingga berat hasil panen meningkat. Oleh karena itu, para manajer\/mandor harus melakukan pengawasan agar pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja memenuhi persyaratan kerja dan memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. 2.\t Kompensasi atau Pemberian Upah Kompensasi atau dapat disebut pula upah dari suatu pekerjaaan yang telah dilakukan\/diselesaikan oleh pekerja merupakan daya tarik bagi pekerja. 184 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN Berikut akan dibahas tentang apa dan bagaimana kompen sasi \/upah harus diberikan kepada pekerjaa. Hubungan pekerjaan antara perusahaan dan pegawai, karena pegawai telah memberikan tenaganya berupa pikiran maupun fisik, maka perusahaan memberikan imbalaan yang disebut dengan istilah umum kompensasi. Kompensasi yang diterima pegawai dapat berupa kompensasi material maupun non material, dibayarkan secara langsung maupun tidak langsung. Kompensasi merupakan hak dari para tenaga kerja. Kompensasi bergantung kesepakatan antara perusahaan dan tenaga kerja sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan dan perundangan yang sudah berlaku. Dalam peraturan ketenaga kerjaan disebutkan bahwa setiap pekerja mendapatkan haknya mendapatkan penghasilaan yang layak bagi para pekeja. Untuk mewujudkan penghasilan yang layak sebagaimana dimaksud pada ayat tersebut, Pemerintah menetapkan perlindungan pengupahan bagi pekerja. Sebagai wujud penghasilan yang layak pemerintah menetapkan upah minimum atas dasar kebutuhan hidup yang layak. Kompensasi adalah semua pemdapatan tenaga kerja berbentuk uang atau barang langsung atau tidak langsung yang diterima tenaga kerja sebagai bayaran atas jasa yang telahdiberikan kepada perusahaan. Jenis dan besaran bayaran yang diberikan oleh perusahaan didasarkan pada 3 teori yang menjadi latar belakang bayaran para pekerja, yaitu sebagai berikut a.\t Teori kompensasi ekonomi pasar, teori ekonomi pasar adalah penciptaan suatu harga upah atau bayaran yang didasarkan atas kekuatan tawar- menawar negosiasi atau negoisasi antara para pekerja, pegawai, karyawan dan buruh, dengan pihak manajemen perusahaan. b.\t Teori kompensasi standar hidup, standar hidup ialah suatu sistem kompensasi di mana upah atau gaji ditentukan dengan menyesuaikan standar hidup yang layak. Artinya para pekerja dapat menikmati hidup dengan aman, tentram dan sejahtera mencakup jaminan pensiun di hari tua, tabungan, pendidikan, tempat tinggal, dan transportasi c.\t Teori kompensasi kemampuan membayar, kemampuan membayar ialah suatu sistem penentuan besar kecil kompensasi yang diberikan kepada parapekerja sesuai dengan tingkat pendapatan dan keuntungan perusahaan. Ketika perusahaan sedang mengalami kesuksesan, maka karyawan diberikan tambahan kompensasi. Tetapi jika perusahaan mengalami kerugian, maka pegawai juga akan mendapat pengurangan kompensasi. Dari beberapa pandangan dari teori tersebut di atas ditemukan berbagai ragam jenis kompensasi. Misal, gaji, upah buruh harian, premi, asuransi, layanan pemeliharaan kesehatan, tunjangan hari raya, dan lain-lain. Tujuan akhir setiap kebijakan kompensasi ialah untuk menciptakan rasa pengakuan dan keadilan pegawai yang sekarang maupun calon pegawai tetap. Di samping itu, suatu kebijakan kompensasi juga harus membuat suatu keseimbangan antara tuntutan memuaskan pegawai dan kemampuan organisasi untuk menggaji. Tujuan kebijakan kompensasi adalah sebagai berikut. AGRIBISNIS TANAMAN 185 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN a.\t Menarik dan merekrut bakal calon yang memuaskan kebutuhan organisasi. b.\t Memberikan pengakuan kepada pegawai dengan menawarkan upah atau gaji yang adil. c.\t Menghormati keadilan internal. d.\t Kompetisi dalam hubungannya dengan beberapa pasar. e.\t Mengendalikan biaya gaji karyawan. Penentuan besaran kompensasi, besaran kompensasi yang diterima oleh tenaga kerja ditentukan dengan harga pekerjaan, sistem kompensasi yang diterapkan perusahaan dan faktor lainnya yang mempengaruhi kompensasi. Penilaian harga suatu pekerjaan merupakan tindakan pertama yang dilakukan dalam menentukan besarnya kompensasi yang akan diberikan kepada karyawan. Harga pekerjaan dihitung berdasarkan analisis jabatan seperti jenis keahlian yangdibutuhkan, resiko pekerjaan, perilaku yang dituntut perusahaan. Analisis harga pekerjaan berdasarkan analisis jabatan tidaklah memadai, sehingga perlu survei harga pekerjaan pada perusahaan lain. Harga pekerjaan juga dipengaruhi oleh waktu, misalnya pada saat musim tanam dan musim panen tenaga kerja lepas cenderung akan memprioritaskan tenaga kerja untuk melakukan tanam dan panen. Sehingga perusahaan akan sulit memenuhi kebutuhan tenaga kerja. Harus diberikan insentif yang menarik agar para tenaga kerja lepas mau bekerja pada perusahaan. Sistem kompensasi yang ditetapkan perusahaan turut menentukan besarnya kompensasi. Sistem kompensasi yang biasa digunakan oleh perusahaan, antara lain sebagai berikut a.\t Sistem prestasi, kompensasi menurut sistem prestasi disebut sebagai bayaran sistem hasil. Kompensasi ini mengkaitkan langsung antara besarnya upah atau kompensasi dengan prestasi yang ditunjukkan oleh tenaga kerja. Sedikit banyaknya kompensasi bergantung pada banyak sedikitnya hasil yang diperoleh para pekerja. Cara ini dapat diterapkan bilamana hasil kerja dapat diukur secara kuaantitatif. Dengan demikian, dapat memberikan pelatihan karyawan yang kurang produktif menjadi produktif. Cara ini sangat memberikan keuntungan para tenaga kerja yang dapat bekerja cepat dan berkemampuan tingkat tinggi. b.\t Sistem waktu, besarnya kompensasi dihitung berdasarkan standar waktu seperti jam, hari, minggu dan bulan. Besarnya gaji ditentukan oleh berapa lama para tenaga kerja melaksanakan pekerjaanya. Pada umumnya cara ini diterapkan bila ada kesulitan dalam penerapan kompensasi berdasarkan prestasi. Kelemahan sistem waktu ini ialah mengakibatkan kendornya semangat pekerja yang produktivitasnya tinggi, tidak membedabedakan usia, pengalaman dan kemampuan pekerja, membutuhkan pengawasan yang ketat, sehingga pekerja benar benar bekerja dan kurang mengakui adanya prestasi kerja pekerja. Sedangkan kelebihan sistem waktu ini ialah dapat mencegah hal-hal yang kurang dinginkan seperti diskriminasi, kompetisi yang kurang sehat, dan tidak memandang rendah pekerja yang lanjut usia. 186 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN 3.\t Penentuan Banyaknya Para Tenaga Kerja Penentuan banyaknya tenaga kerja yang dibutuhkan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan dilakukan melalui analisis kebutuhan tenaga kerja yang salah satu metodenya, yaitu menggunakan indeks tenaga kerja (ITK). Nilai ITK dapat mencerminkan apakah jumlah tenaga kerja pada suatu perusahaan efisien atau tidak. Berikut rumus perhitungan Indeks Tenaga Kerja (ITK) \t LEMBAR PRAKTIKUM LEMBAR KERJA I Pengolahan Tanah Pertama Menggunakan Traktor Roda Empat Tujuan Peserta didik mampu mengolah tanah pertama menggunakan traktor roda empat. Alat dan 1.\t Alat tulis Bahan 2.\t Traktor roda empat 3.\t Bajak Bawah Tanah Beberapa Standar (Bajak Chisel) 4.\t Bajak Bawah Tanah Satu Standar (Subsoiler) 5.\t Roda Kanan dan Kiri Traktor 6.\t Besi Pemberat Depan Tugas Lakukan hal berikut! 1.\t Siapkan bahan dan alat yang diperlukan! 2.\t Buat batas-batas lahan yang akan diolah dan tempat head land apabila diperlukan! 3.\t Traktor dibawa ke lahan dan diletakkan sesuai pola yang dinginkan. 4.\t Pengaturan gas dan posisi gigi yang direkomendasikan pabrik. Karena itu, Anda disarankan membaca buku petunjuk pengoperasian (manual). 5.\t Pengaturan pembajakan dimulai. Kedalaman pembajakan pada alur pertama (pada saat kedua roda traktor belum masuk ke alur), tidak perlu terlalu dalam. 6.\t Pengaturan mesin rotary, kedalaman pengolahan dapat diatur dengan cara memutar tangkai pengendali roda belakang. Untuk bajak singkal ada juga yang di lengkapi tuas pengatur posisi singkal yang berpengaruh terhadap kedalaman pengolahan tanah. 7.\t Pada saat berbelok, implemen diangkat. 8.\t Pengaturan pembajakan berikutnya dilakukan dengan cara memasukkan salah satu roda ke alur. Sehingga kedalaman pembajakan menjadi lebih dalam. AGRIBISNIS TANAMAN 187 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN LEMBAR PRAKTIKUM Tujuan LEMBAR KERJA Alat dan Pengolahan Tanah Kedua Menggunakan Traktor Roda Empat Bahan Peserta Didik Mampu Mengolah Tanah Kedua Menggunakan Tugas Traktor Roda Empat 1.\t Alat tulis 2.\t Traktor roda empat 3.\t Piringan bulat 4.\t Garu bergigi 5.\t Piringan garu 6.\t Rangka garu 7.\t Bantalan Lakukan hal berikut! 1.\t Siapkan bahan dan alat yang diperlukan! 2.\t Pada kondisi lahan banyak sisa tanaman yang harus dipotong, piringan bergigi dianjurkan untuk dipakai pada kelompok piringan depan. Piringan bertepi rata untuk kelompok piringan belakang. Daun piringan mempunyai diameter yang berkisar antara 16 sampai 28 inci (40,6 sampai 71 cm). 3.\t Rangkaian piringan pada garu terdiri atas 3 sampai 13 daun piringan yang dirakit sepanjang batang kelompok yang biasanya berbentuk bujur sangkar. Jarak antar piringan ber kisar 6 sampai 9 inci (15,2 sampai 22,9 cm) untuk garu tugas ringan. Piringan berukuran 10 sampai 12,5 inci (25,4 sampai 31,8 cm) untuk garu tugas berat. 4.\t Rangka rangkaian garu kerja ganda dihubungkan dengan sambungan yang dapat diatur, untuk mengatur sudut rangkaian piringan-piringan agar dapat masuk ke dalam tanah dengan kedalaman yang berbeda-beda. Sistem penyambungan dipasang pada rangka kedua rangkaian. 5.\t Garu piringan yang ringan biasanya mempunyai dua bantalan untuk setiap rangkaian piringan. Untuk bajak pada kondisi semak-semak atau rawa-rawa yang berat, mungkin mempunyai beberapa bantalan untuk setiap rangkaian piringan. 188 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN CAKRAWALA TRAKTOR MESIN PERTAMA DI DUNIA Gambar 5.8 Traktor Mesin Holt 75 (s\/n 3580) Pertama di Dunia Sumber: https:\/\/www.jejaktapak.com\/2018\/05\/19 Tahukah kalian! Siapakah penemu traktor pertama di dunia? Traktor pertama kali ditemukan oleh orang Amerikan bernama Benjamin Holt Leroy, ia dilahirkan pada 1 Januari 1849 dan meninggal pada 5 Desember 1920. Benjamin Holt Leroy hidup dalam keluarga yang terbiasa dengan aktifitas pembuatan kayu dan pertanian, aktifitas tersebut digeluti oleh seluruh keluarga dari mulai orang tuanya sampai saudara-saudaranya. Pada tahun 1868 Traktor pertama kali mulai digunakan dan populer dalam pertanian. Kemudian pada tahun 188 Benjamin Holt tiba di California. The Holt bersaudara membentuk perusahaan Stockton Whel, perusahaan tersebut mempersiapkan lahan untuk digunakan dalam lembah gersang di Central Valley kota Stockton California, di mana daerah ini memiliki iklim yang cocok untuk pengeringan roda kayu. Pada saat itu Benjamin Holt mampu memulihkan kembali ladang yang sebelumnya tidak menghasilkan dengan memproduksi mesin mekanik pertamanya\u00a0yang bernama Link-Belt Combined Harvester. Mesin ini menggunakan sabuk rantai fleksibel bergigi untuk mengirimkan daya dari roda ke tanah yang bekerja secara mekanis dengan bantua tenaga kuda sebagai penariknya. Pada tahun 1890, Benjamin Holt membuat\u00a0 mesin traktor bertenaga uap\u00a0 pertama\u00a0 yang dijuluki Old Betsy. Mesin tersebut memiliki spesifikasi, 60 horsepower (45 kW) on a 24 fet (7.3 m)-long frame from a single 11 inches (280 mm)-diameter, 12 inches (300 mm)-stroke piston. Bahan bakar yang digunakan adalah kayu bakar, batu bara, atau minyak. Tercatat 675 US galon (2.560 l, 562 imp gal) air, beratnya \u00a3 48.000 (22.000 kg), dan naik pada roda logam besar. Pada tahun 1903 Benjamin Holtpergi ke Inggris untuk mempelajari lebih lanjut tentang berbagai ilmu tentang pembangunan jalan, dengan kegigihannya Holt kembali lagi ke California dan pada tanggal 24 November 1904 sukses mengembankan dan menjalankan traktor yang dikenal sebagai caterpilar. Traktor AGRIBISNIS TANAMAN 189 PERKEBUNAN"]


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook