Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore Persiapan Lahan Penanaman Tanaman Perkebunan(1)

Persiapan Lahan Penanaman Tanaman Perkebunan(1)

Published by km6 smks pertanian paba binjai, 2023-08-18 06:50:26

Description: Persiapan Lahan Penanaman Tanaman Perkebunan(1)

Search

Read the Text Version

["PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN 2)\t Sistem Irigasi dengan Curahan Sistem irigasi ini dilakukan dengan teknis menyerupai air hujan, yaitu menyemprotkan air ke atas udara agar jatuh ke tanah seperti hujan, hal ini dilakukan dengan harapan air dapat merata diserap oleh tanah dan membasahi seluruh tanaman dengan sempurna. Penggunaan sistem curahan ini lebih efektif menggunakan pompa air dengan tenaga semprot yang kuat dan daerah yang memiliki kecepatan angin tidak terlalu besar. Gambar 2.11 Irigasi Curah pada Tanaman Sumber: http:\/\/www.cyber.pertanian.go.id 3)\t Sistem Irigasi dengan Tetesan Penggunaan sistem irigasi ini sangat cocok di daerah yang memiliki kondisi tanah tidak terlalu kering, hal ini dikarenakan sistem ini mengandalkan pipa yang disalurkan menuju tanaman, dan secara perlahan-lahan air diteteskan langsung ke dalam pori tanah dan menyebar melalui gaya kapilaritas dan gravitasi. Gambar 2.12 Saluran Selang Sistem Irigasi Tetas pada Tanaman Sumber: http:\/\/www.cyber.pertanian.go.id 40 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN Sistem irigasi tetes ini menyerupai sistem irigasi pada permukaan tanah namun sistem irigasi tetes air secara langsung didistribusikan pada bagian akar tanaman dengan saluran pipa dan dengan mudah akar tanamanan akan menyerap sendiri. Penggunaan pipa air dengan diameter 10 cm dan tebal 1 cm. Gambar 2.13 Saluran Pipa dan Selang Irigasi Tetes pada Tanaman Sumber: http:\/\/www.cyber.pertanian.go.id D.\t Penetapan Komoditas Tanaman Berdasarkan Unsur Teknis Budi Daya Dalam menetapkan komoditas tanaman berdasarkan unsur teknis budi daya dibutuhkan suatu perencanaan yang seksama, perencanaan tersebut, yaitu sebagai berikut. 1.\t Penentuan Lahan Perkebunan Penentuan lahan perkebunan atau wilayah perkebunan merupakan penentuan ketersediaan lahan agroklimat dan jenis tanah yang sesuai dengan budi daya tanaman yang dilakukan secara terintegrasi, perlindungan kawasan perkebunan secara geografis dan spesifikasi lokal lahan. Pembukaan dan pengembangan lahan perkebunan dapat berupa hak guna usaha, lahan halayat, hukum adat, atau ketentuan lain sesuai peraturan yang belaku, persetujuan masyarakat, dan pemuka masyarakat setempat. Luas dan area lahan tanah perkebunan secara agroklimat, modal, kapasitas mesin pengolah atau pabrik, jumlah kepadatan penduduk serta pola pengembangan usaha, keadaan geografis serta azas kemanfaatan lahan, tata ruang, dan fungsinya harus sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku. 2.\t Mengetahui Bentuk Lahan Dengan mengetahui bentuk lahan secara menyeluruh, maka dapat ditentukan bentuk, gambaran, karakteristik lahan yang akan ditanami, lahan di pegunungan memiliki kontur tanah yang tidak rata, lereng curam, solum tanah relatif dangkal. Berbeda dengan bentuk lahan aluvium akan memberi gambaran tentang kondisi yang datar dengan drainase yang kurang baik, teksturnya halus dan solum tanahnya dalam. AGRIBISNIS TANAMAN 41 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN Skala survei merupakan parameter dalam menilai bentuk suatu lahan, bentuk bukit\/hill secara terperinci dapat dikatagorikan pada bentuk atas bukit, lereng atas, lereng tengah atau lereng bawah. Untuk skala tinjau hanya berupa bukit saja. Kemudian skala semi digunakan pada perisalahan lapangan, dengan rincian yang ditunjang foto udara dengan skala satu banding lima puluh ribu atau lebih besar lagi, sehingga penjelaan terperinci bentukan lahan perlu diuraikan secara mendetail. 3.\t Arah Kemiringan Lereng Data dan informasi kemiringan lereng merupakan hal yang sangat penting diketahui, hal ini sangat dibutuhkan dalam rangka menentukan teknis pengelolaan tahan termasuk pengelolaan lapangan. Dengan mengetahaui kemiringan lahan, maka klasifikasi diperlukan untuk menentukan fungsi lindung dan teknis budi daya. Perbedaan perkembangan tanah akan mengakibatkan perbedaan karakteristik tanah, dengan topgrafi yang berbeda, maka berarti kemiringan tanah juga berbeda dan perkembangan tanah juga akan beda, maka hal ini menunjukkan bahwa ada keterkaitan kelerengan lahan dengan parameter lain sangatlah dominan. Arah kemiringan lereng juga menjadi faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan tanah, hal ini berpengaruh pada proses percepatan pelapukan bebatuan menjadi tanah, keadaan ini berdampak pada terjadinya perbedaan tekstur tanah, keadaan kondisi drainase, dalamnya tanah, dan jenis komoditas tanaman yang akan ditanam. 4.\t Keadaan Muka Lahan Keadaan prosentase yang terkandung dalam tanah berupa batuan singkapan dan batuan permukaan berbanding dengan luas unit lahan merupakan penentua keadaan kondisi permukaan lahan. Pada penanaman jenis tumpang sari kondisi jenis batuan singkapan dan bebatuan permukaan sangat penting terlebih dahulu diketahui, kemudian dari pada itu, apabila sudah diketahui akan kondisi prosesntase batuan singkap yang cukup luas, maka penanaman harus dikurangi atau bahkan tidak mungkin dilaksanakan penanaman. Batuan singkap yang telah menjadi tanah singkap yang terjadi melalui proses endogen atau akibat tenaga dorongan dari dalam bumi, dan apabila terjadi pada lereng bukit biasanya disebabkan oleh tenaga eksogen atau akibat erosi dan pengikisan yang berasal dari luar tanah, dan hal ini akan menyebabkan tingkat bencana erosi, pengikisan, dan lonsor kerap kali akan menjadi rintangan dan gangguan yang cukup besar setiap saat, dan secara otomatis akan megurangi produktifitas hasil tanaman. Efisiensi produksi tanaman ditentukan oleh keakuratan perhitungan luas lahan yang terdegradasi atau mengalami kemerosotan permukaan lahan akibat kondisi permukaan yang didominasi tanah lapangan. 5.\t Klasifikasi Tanah Keadaan iklim, vegetasi dan jenis batuan induk yang menyusun tanah dan karakteristik tanah menjadi dasar utama dalam mengelompokkan berbagai jenis tanah, cara khusus pengelompokan atau klasifikasi tanah akan dibahas 42 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN pada bagian lain, suatu misal, tanah jenis vertisol biasa ditemukan di daerah dataran atau berkapur, sedangkan tanah entisol berada kdi dalam tanah yang dangkal. Secara detail hanya beberapa lokasi saja yang memiliki peta tanah, namun yang umum kita jumpai adalah peta yang memiliki skala kecil, yaitu 1:100.000 atau 1:250.000, tetapi walapun demikian tetap dapat dijadikan bahan pertimbangan sebagai informasi terutama tentang diskripsi profil tanah. Dengan mengetahui deskripsi profil tanah pada peta yang tersedia, maka identifikasi tanah di lapangan, dengan menggabungkan hasil peta tanah dan hasil surver berupa pengetahuan perbatasan terhadap jenis tanah di lapangan, maka kita akan dapat mengklasifikasikan tanah yang akan kita tanamani. 6.\t Erosi Tanah Terjadinya erosi biasanya akan selalu terjadi di awal permbukaan lahan baru sampai usia tanaman dua tahun, tindakan usaha konservasi lahan dapat dirancang sejak dini dengan menganalisa jenis dan tingkat erosi serta prosentase luasnya erosi pada setiap lahan, tindakan ini lebih efektif dalam hal mengetahui terjadinya erosi dengan penggunaan lahan yang berkelanjutan. Erosi tidak dapat ditetapkan dengan pasti sebab berubah setiap waktu, namun dengan melakukan pencatatan dan pembaharuan setiap terjadinya erosi, maka terjadinya erosi dapat diprediksi dan mencengah erosi yang lebih parah. Pembagian erosi secara kualitatif dapat dibedakan pada ringan, sedang, dan berat. Erosi angin tidak begitu banyak terjadi di Indonesia, sementara erosi air terjadi berupa erosi lembah, erosi parit, erosi jurang, erosi tebing dan erosi longsoran. 7.\t Identifikasi Persyaratan Teknis Tanaman Perkebunan a.\t Persyaratan tumbuh tanaman. b.\t Pesyaratan pengolahan lahan. c.\t Persyaratan proses pembibitan. d.\t Persyaratan lubang tanaman. e.\t Persyaratan pemupukan dasar. f.\t Persyaratan proses tanam. g.\t Persyaratan proses sulaman tanaman. h.\t Persyaratan pemeliharaan tanaman. i.\t Persyaratan pemanenan. j.\t Persyaratan setelah panen. 8.\t Daerah Tempat Tinggal Daerah tempat tinggal terkait erat dengan karakteristik aktivitas penduduk yang dipengaruhi oleh kondisi geografis suatu wilayah. Penduduk yang berada di pantai memilih mata pencaharian yang sesuai dengan ketersediaan yang terkandung di alam, yaitu bekerja sebagai nelayan dibandingkan bercocok tanam. hal ini dikarenakan kondisi tanah untuk ditanami kurang baik, penduduk pantai lebih dominan beraktifitas sebagai nelayan baik di air payau, tambak, atau jasa pariwisata, pelabuhan, dan berbagai aktifitas trasnportasi, serta perdangangan laut. AGRIBISNIS TANAMAN 43 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN Sementara daerah dataran rendah merupakan daerah yang penuh dengan kedinamisan dan kegiatan penduduk yang sangat beragam. Daerah dataran rendah cocok dijadikan wilayah pertanian, perkebunan, peternakan, kegiatan, industri, dan sentra-sentra bisnis. Dengan lokasi yang datar, menyebabkan pengembangan daerah dapat dilakukan seluas mungkin. Keanekaragaman aktifitas penduduk ini menunjukkan adanya heterogenitas mata pencaharian penduduk, seperti, petani, pedagang, buruh, dan pegawai kantor. 9.\t Manusia dengan Sumber Dayanya Kebutuhan dan keberadaan serta pemakai para tenaga kerja haruslah dilaksanakan secara selektif, yaitu menggunakan pekerja yang memiliki pengetahuan, kemampuan, pengalaman, serta pendidikan yang sesuai dengan bidang kegiatan yang akan dilaksanakan, sedangkan untuk tenaga kerja dasar atau buruh harian, yang belum memiliki pengalaman atau pengetahuan dalam kegiatan perkebunan akan diberikan bimbingan dan pembinaan pengetahuan, dan kemampuan kerja. 10.\t Pembenihan Kewajiban untuk melindungi, memperkaya, memanfaaatkan, dan mengembangkan, serta melestarikan sumber daya genetik tanaman perkebunan mutlak dilakukan oleh otoritas birokrasi pusat maupun birokrasi daerah sesuai dengan ketentuan peraturan. Benih yang sudah dikembangkan oleh pemerintah dapat dijadikan sebagai benih yang bisa dikembangkan oleh pelaku usaha perkebunan dan atau masyarakat. Benih yang dikembangkan dalam suatu usaha harus dilakukan inventarisasi, pendaftaran, pendokumentasian dan pemeliharaan terhadap sumber daya genetik tanaman perkebunan. E.\t Pengenalan Gangguan Endemik yang Terjadi di Suatu Kawasan Dalam mengenal gangguan pada tanaman ada beberapa istilah yang digunakan, antara lain, endemik, epidemik, exotik, pandemik, sporadik, dan epidemologi. Epidemik adalah suatu penyakit pada populasi tanaman yang terjadi dalam suatu wilayah, tempat, ruang, waktu, dengan skala yang tidak merata. Sedangkan apabila penyakit populasi tanaman tersebut terjadi sepanjang musim pada suatu daerah tertentu, maka disebut sebagai endemik. Berbeda halnya dengan penyakit exotik adalah suatu penyakit populasi tanaman yang terjadi secara merata dengan asal penyakit dari daerah lain. Sedangkan penyakit sporadik adalah penyakit tanaman yang hanya terjadi sementara dan berada dalam suatu tempat. Tetapi jika itu terjadi dan menyebar secara merata pada seluruh populasi tanaman di dunia disebut sebagai pandemik\/pandemi. Ilmu epidemologi sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari dan melalukan penelitian tentang perkembangan penyakit pada suatu populasi tanaman yang berpotensi dapat menjadi wabah sangatlah bermanfaat untuk mengetahui secara dini ketika suatu tanaman mengalami penyakit. Klasifikasi ganggunan pada tanaman secara umum dapat dibagi menjadi dua, antara lain sebagai berikut. 44 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN 1.\t Faktor internal adalah gangguan tanaman yang berasal dari tanaman itu sendiri seperti, keadaan genetis, proses fisiologis dari tumbuhan. 2.\t Faktor ekternal adalah gangguan tanaman yang disebabkan oleh pathogen yang berasal dari luar tumbuhan seperti, mikoplasma, cendawan, bakteri, dan virus. Faktor intrenal dan ekternal secara bersama-sama membentuk, mempengaruhi, merangsang, dan membedakan perkembangan epidemiologi tumbuhan. Faktor ekternal terdiri dari faktor fisik, biotik dan nutrisi makanan yang dibutuhkan tanaman. Sementara penyebaran atau epidemiologi tumbuhan dipengaruhi oleh cuaca, iklim, dan topografi suatu wilayah. Parasit, predator, kompetisi, dan resistensi tanaman merupakan faktor biotik yang memiliki fungsi sebagai penyeimbang populasi epidemiologi tumbuhan. Faktor makanan merupakan unsur penentu bagi perkembangan organisme pengganggu tanaman (OPT), tersedianya inang tumbuhan dan hewan sebagai sumber makanan merupakan penentu taraf kejenuhan populasi (carrryng capaciity) lingkungan atas epidemiologi tumbuhan. Siklus kehidupan serangga secara umum dipengaruhi oleh cuaca, suhu, kelembaban, cahaya, dan kondisi angin\/udara dapat menyebabkan pengaruh bagi penyebaran dan kelimpahan yang kemudian menjadi faktor utama penyebab timbulnya serangan hama. Mempelajari suhu merupakan hal penting untuk dilakukan khususnya bagi negara yang berada di garis lintang utara 40\u00ba atau garis lintang selatan 35\u00ba dan garis lintang utara 60\u00bd\u00ba atau garis lintang selatan 66\u00bd\u00ba. Bumi dengan kondisi iklim sedang sampai dingin, dalam kondisi ini suhu berubah sesuai musim. Berbeda halnya dengan negara yang berada di daerah tropis seperti Indonesia, di mana variasi suhu udara sepanjang tahun relatif tidak ada perbedaan yang sangat jauh, variasi suhu hanya disebabkan oleh faktor ketinggian. Bagi perkembangan serangga kondisi suhu menentukan seberapa jauh perkembangan telur, pertumbuhan, dan penyebarannya. Faktor kelembaban juga dapat mempengaruhui kehidupan serangga. Semakin sedikit kandungan air dalam tubuh serangga akan menyebabkan perkembangan dan metabolisme tubuhnya terhambat sehingga dapat menyebabkan kematian. Kandungan air dalam tubuh serangga bervariasi, yaitu berkisar antara 50% sd 90% dari berat tubuhnya. Untuk mempertahankan diri serangga dapat beradaptasi dengan kelembaban yang minim bahkan dalam kondisi kering. Serangga juga mampu menahan lapar untuk beberapa hari. \u00a0 Faktor cahaya, intensitas pencahayaan secara langsung maupun tidak langsung memiliki peran penting dalam pertumbuhan dan perkembangan serangga, baik sebagai penentu pertumbuhan maupun dalam hal mencari makanan. Adapun jenis serangan yang dipengaruhi oleh intensitas cahaya terbagi menjadi 3, yaitu sebagai berikut. 1.\t Jenis serangga diurnal aktif mencari makan berlangsung pada saat siang hari, jenis serangga ini membutuhkan intensitas cahaya yang tinggi. 2.\t Jenis serangga krepskular adalah jenis serangga yang mencari makan pada waktu senja hari, sehingga intensitas cahaya terang tidak terlalu dibutuhkan. AGRIBISNIS TANAMAN 45 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN 3.\t Jenis serangga nokturnal adalah jenis serangga yang mencari makan pada saat malam hari, di mana intensitas cahaya sangat randah. Penyakit pada tanaman perkebunan yang merupakan faktor patologis (pathoogen) yang berada di luar tumbuhan dapat dibagi sebagai berikut. 1.\t Hama Phyllosticta sp menyebab cacar pada daun cengkeh Hama Phyllosticta sp umumnya menyerang pada daun muda yang masih berwarna lebih merah dari biasnaya, namun juga dapat menyerang pada seluruh fase pertumbuhan cengkeh. Serangan hama Phyllosticta ditandai dengan bercak pada daun muda seperti tetesan minyak tembus cahaya dan akan membesar, cekung permukaan bawah daun dan cembung pada permukaan atas daun. 2.\t Hama Cendawan Rigidoporus lignosus pada tanaman karet Serangan hama Cendawan RL pada tanaman karet menyebabkan daun menjadi pucat kuning dengan ujung menggulung, ujung ranting mati, akar dibalut cendawan berwarna putih kekuning-kungingan dan pada akhirnya akan berwarna coklat membusuk. 3.\t Hama Mouldy Rot pada tanaman karet Hama cendwan CF pada tanaman karet menyebar dengan spora yang ditebangkan oleh angin hama ini ditandai dengan adanya selaput tipis berwarna putih pada sayatan sadap, dan selaput tipis berlanjut seperti beludru warna kelabu dan akan berwarna bintik coklat\/merah apabila disayat, dan pada saat parah akan mengitam kecoklatan. 4.\t Hama Oidium heveae pada daun tanaman karet Hama Oidium heveae berspora menyerang karet dengan ditandai bercak bundar berwarna putih seperti tepung yang menyelimuti daun muda, hama ini dapat menyerang pada saat pembibitan maupun dilahan pertanaman. 5.\t Hama Heelminthoporium heveae pada daun karet Serangan hama ini biasanya terjadi pada musim kemarau, dan akan semakin meningkat bila tanaman dipupuk N dalam dosis tinggi dan kekurang air. Hama ini menyebabkan daun karet yang tua menjadi berbintik coklat, bundar warna kelabu dan pada bagian tengahnya tipis tembus cahaya dan akhirnya gugur rontok. 6.\t Hama Phytophthora sp pada buah coklat Hama Phytophthora sp pada buah tanaman coklat menyebabkan bercak hitam terdapat air pada ujung buanya dan akhirnya membusuk. 7.\t Hama Vascular Streak Dieback (VSD) pada daun coklat Hama Oncobasidium theobromae pada daun coklat ditandai dengan daun menguning bercak hijau, rontok serta kulit cabang disekitar bekas tempat daun membengkak kasar dan pucuk menjadi mati. 8.\t Hama hemelia vastatriix biasanya menyerang kopi arabika dengan adanya cacar pada daun. 9.\t Hama Ganoderma pseudoferrum pada akar tanaman teh Hama Ganoderma pseudoferrum menyerang akar tanaman teh dengan ditandai warna putih hitam dan dapat berubah merah darah bila kena air miselium. 10.\t Hama Ganoderma SP pada batang tanaman kelapa sawit Hama Ganoderma SP menyebabkan kelapa sawit layu dan pucat, daun muda terbuka lebih, produksi secara drastis akan menurun dan akar kurang berfungsi. 46 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN 11.\t Hama Marasmius palmivorus pada tanaman kelapa sawit Hama marasmius palmivorus pada kelapa sawit dimulai pada umur tiga sampai enam tahun. Permulaan hama ini menyerang dengan adanya benang jamur putih mengkilap pada permukaan tandan buah sawit, kemudian jamur masuk buah daging, busuk, dan berwarna cokklat muda. 12.\t Hama Fusarium sp tanaman panili Tanda terjangkit haman ini adalah daun panili menguning lalu mengering dan berwarna hitam. Pembusukkan akar lalu tanaman mati mendadak setiap ruasan berubahan dari hijau menjadi coklat lalu cabang ranting mati. 13.\t Hama Jamur Gloesporium vaniliae Hama ini menyebabkan noda kuning kecoklatan, permukaan daun licin, batang dan buah panili, noda tersebut pecah dan keluarlah spora disertai mengairnya lendir abu-abu hingga merah muda. 14.\t Hama Rosellinia arcuata pada tanaman teh Hama rosellinia arcuata menyebabkan kulit bagian luar dari akar pada ujung berbenang cendawan putih sampai kelabu dan kemudian berubah menjadi hitam bila terkena air dan cendawan leher akar oleh Ustulina maxima pada tanaman teh. F.\t Penentuan Komoditas dan Jenis Klon-klon Unggul 1.\t Pensiapan Benih a.\t Persyaratan Benih Tanaman Sebagai bahan utama pembanyakan benih harus diseleksi guna mendapatkan mutu terbaik. Keuntungan dengan menggunakan benih yang bermutu agar dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi penggunaan benih, populasi tanaman yang akan tumbuh dapat diketahui sebelumnya, yang dapat dilihat dari data label daya kecambah dan kemurniannya. Jenis benih bermutu apabila telah memenuhi komponen-komponen mutu benih di antaranya mutu fisik, mutu fisiologis, genetik, dan pathologis. Persyaratan mutu benih dilihat dari karakteristik bentuk fisik benih adalah sebagai berikut. 1)\t Kualitas kebersihan benih, kebersihan benih dapat dilihat dari kualitas kebersihan benih dari kotoran, biji gulma, potongan tangkai, dan butiran tanah, abu, dan pasir. 2)\t Bentuk, ukuran dan keseragaman benih, ukuran besar kecilnya volume setiap butir benih yang normal dan seragam akan memiliki struktur embrio serta cadangan makanan yang cukup baik. 3)\t Berat benih, pengukuran berat benih dapat diukur dengan menghitung jumlah hitungan berat benih setiap 100 butir sampai 1000 butir. 4)\t Warna benih, benih dengan warna cerah, tidak kusam, mulus, tidak bercak atau terang sesuai dengan warna dasar merupakan benih yang memiliki kualitas terbaik. Selain itu kualitas benih dapat diukur dari lama tidaknya tersimpan dan metode teknis penyimpanan. Benih memenuhi kriteria fisiologis benih bila memiliki viabilitas dan daya kecambah yang tinggi sesuai dengan persyaratan mutu benih yang AGRIBISNIS TANAMAN 47 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN ditetapkan. Kriteria pathologis bila benih tersebut tidak terinfeksi penyakit sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan. Sedangkan benih dinyatakan memiliki mutu genetis yang baik bila benih tersebut memiliki tingkat kemurnian yang tinggi sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan. b.\t Kebutuhan Benih Hal yang perlu dilakukan sebelum menyemai adalah menghitung kebutuhan benih dengan cermat, ini dilakukan terutama diperlukan untuk keperluan benih dalam jumlah besar, perhitungan kebutuhan benih ini memberikan beberapa keuntungan seperti efiisiensi biaya. Guna menghindari pembengkakan biaya yang disebabkan oleh kelebihan benih yang disemai, maka harus dilakukan dengan cermat. Dengan penghitungan yang cermat benih yang seragam dapat mempermudah proses pembudidayaan dan penyulaman mengganti apabila terdapat tanaman yang mati pada saat penyemaian. Dalam menghitung kebutuhan benih antara lain, luas lahan yang ditanami, jarak antar tanamam, prosentase daya tumbuh kecambah benih, cadangan penyulaman untuk tanaman yang mati, kecambah dapat dipindah, bibit dapat ditanam. Apabila luas lahan dan jarak tanam yang akan ditanami sudah diketahui maka perhitungan kebutuhan benih sudah dapat dilakukan. Secara umum perhitungan kebutuhan benih menggunakan cara sederhana, untuk kebutuhan benih yang menggunakan pola jarak tanam persegi empat dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut. Keterangan: Y = Jumlah benih diperlukan. B = Luas lahan ditanami (m2). C = Jarak tanam antar barisan (m). D = Jarak tanam dalam barisan (m). E = Penyulaman (pohon). F = Daya kecambah benih (%). G = Kecambah dapat dipindah. H = Bibit dapat ditanam. 2.\t Hal-hal yang Dapat Mempengaruhi Perkecambahan Biji a.\t Pengaruh dari dalam biji adalah sebagai berikut. 1)\t Kematangan biji, biji yang dipanen sebelum tingkat kemasakan fisiologisnya tercapai tidak mempunyai viabilitas tinggi. 2)\t Ukuran biji, berat biji menentukan besarnya perkecambahan pada saat permulaan dan berat tanaman saat dipanen, karena biji yang berukuran besar dan berat mengandung cadangan makanan lebih banyak dibandingkan dengan biji kecil. 3)\t Dormansi biji, suatu biji dikatakan dorman apabila biji itu sebenarnya 48 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN viable hidup tetapi tidak mau berkecambah walaupun pada lingkungan yang memenuhi syarat bagi perkecambahannya. Periode dormansi ini dapat berlangsung musiman atau dapat juga selama beberapa tahun, tergantung pada jenis biji dan tipe dormansinya. b.\t Penyebab Lingkungan 1)\t Air, salah satu syarat penting bagi berlangsungnya proses perkecambahan biji. Ada dua penyebab yang mempengaruhi penyerapan air oleh biji, yaitu, (a) sifat dari biji itu sendiri terutama kulit pelindungnya dan (b) jumlah air yang tersedia pada media di sekitarnya. 2)\t Temperatur, merupakan syarat penting yang kedua bagi perkecambahan biji. Tanaman umumnya dapat dikelompokkan berdasar kebutuhan akan temperatur. Temperatur optimum, yaitu temperatur yang paling menguntungkan bagi berlangsungnya perkecambahan biji. Pada kisaran temperatur ini terdapat prosentase perkecambahan biji yang tertinggi. Temperatur optimum bagi kebanyakan biji tanaman antara 26,5\u00ba-35\u00ba C. 3)\t Oksigen, pelaksanaan respirasi dan pengambilan oksigen dengan melespaskan karbon dioksida, energi, dan air mengalami peningkatan pada saat kecambah tumbuh, apabila suplai oksigen terbatas, maka akan mengakibatkan pertumbuhan kecambah menjadi lamban, gagal dan mati. 4)\t Cahaya, setiap tanaman mengalami perbedaan dalam pertumbuhan kecambah, pada proses pencahayaan ini tanaman terdiri dari, pertama tanaman yang sangat membutuhkan cahaya, kedua tanaman yang dapat mempercepat pertumbuhan, dan ketiga adalah tanaman yang apabila mendapat cahaya menjadi terhambat pertumbuhaannya, serta tanaman yang tidak terpengaruh oleh cahaya, dan tanpa cahaya\/gelap. 3.\t Proses Pembibitan pada Tanaman Tahunan Proses awal dalam proses pembitan antara lain, penyeleksian biji, proses cambah, serta proses semai. Sebagai contoh pelaksanaan proses pembibitan pada jenis tanaman tahunan seperti, karet, kakao dan kelapa sawit sebagai berikut. a.\t Pembibitaan Tanaman Karet 1)\t Penyeleksian Biji Penyeleksian biji karet harus dilakukan secara seksama sesuai kriteria kemurnian klon dan daya kecambahnya, tidak semua biji karet yang terkumpul dari lahan dapat langsung dimanfaatkan untuk pembibitan. Kemurnian biji dan daya cambah biji yang telah dipilih tidak boleh dicampur dari biji dari area lahan\/kebun yang berbeda, hal ini untuk memastikan kualitas biji dapat diketahui, terutama pada ukuran biji, kesegaran biji, daya lenting, warna biji dan daya apungnya pada saat direndam. Pemilihan biji paling ideal adalah dalam kondisi segar, baru jatuh dari pohonnya dan jatuh tidak lebih dari empat hari, besar kecilnya biji juga menjadi faktor penyeleksian kualitas biji. Berikut ukuran biji karet dari yang terkecil sampai terbesar, menurut Indriaty lndyah S Dalam Tim Penulis PS, 1991. AGRIBISNIS TANAMAN 49 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN a)\t Biji terkecil, yaitu, Panjang 1.733 cm, Lebar 1.545 cm, Tebal 1.393 cm, jumlah butir 508 butir\/Kg, Berat 1.650 gram\/buit. b)\t Agak kecil, yaitu, Panjang 1,887 cm, Lebar 1.671 cm, Tebal 1,464 cm, jumlah butir 434 butiir\/Kg, Berat 2,064 gram\/buit. c)\t Kecil, yaitu, Panjang 1,978 cm, Lebar 1,733 cm, Tebal 1,536 cm, jumlah butir 410 butiir\/Kg, Berat 2,231 gram\/buit d)\t Sedang, yaitu, Panjang 2,060 ccm, Lebar 1,794 cm, Tebal 1,626 cm, jumlah butir 310 butir\/Kg, Berat 2,840 gram\/buit e)\t Besar, yaitu, Panjang 2,291 cm, Lebar 1,928 cm, Tebal 1,750 cm, jumlah butir 287 butiir\/Kg, Berat 3,300 gram\/buiitt Sesuai ukuran biji terbaik untuk dijadikan bibit adalah berukuran sedang, kemudian ukuran jombo atau besar dan terakhir bijih yang berukuran kecil. Secara penglihatan biji yang berkualitas kulitnya berwarna mengkilap, dan apabila dilempar pada lantai dapat melenting dengan baik dan keras. 2)\t Pembutan bedengan Pembuataan bedeng kecambah agar telah disiapkan pra proses terkumpulya biji, sehingga kala biji sudah terkumpul bisa cepat dilakukan perkecambahan, hal ini dilakukan disebabkan sifat biji karet memiliki daya tumbuh yang cepat menurun. Teknis dalam pembuatan bedengan perkecambahan sebagai berikut. a)\t Membersihan media tanah dari bebatuan, gulma, tanah yang menggumpal, dan berbagai sisa-sisa akar. b)\t Memberikan pembatas dan penguat pada bibir atau pinggir bedengan agar tidak longsong dengan menggunakan kayu, papan ataupun bambu, dan pada bagian permukaan atas secara merata dengan ketebalan kira-kira lima centimeter diberi ayakan pasir sungai. c)\t Untuk memudahkan semua proses pendederan benih, penyiraman, pemeliharaan, dan pekerjaan lainnya, maka lebar bedengan dibuat sekitar 1,2 meter, sedangkan ukuran panjang lahan bedengan menyesuaikan dengan kebutuhan dan tempatnya. d)\t Sebaiknya arah terbit dan terbenam matahari menjadi petunjuk untuk menentukan arah memanjangnya bedengan, yaitu arah utara selatan, penutup bedengan antara timur dan barat memiliki perbedaan, yaitu 1,2 meter sebelah timur dan 0,9 sebelah barat, penutup bedengan dapat berupa material yang mudah menyerap dan meneruskan aliran air seperti, daun kelapa, jerami, ataupun paranet. 3)\t Melaksanakan Proses perkecambahan Pencucian dengan air bersih yang mengalir serta dilakukan perendaman selama 48 jam biji harus dilakukan terlebih dahulu sebelum dilakukan penanaman\/pendederan. Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas tumbuh biji. Biji yang diterima pada hari bersamaan, dapat disemaikan di tempat yang sama. Biji didederkan pada media yang telah disiapkan. Dibuat pada permukaan bedengan garis-garis lurus dengan jarak kurang lebih 5 cm. Ambilah biji\/benih dan 50 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN semaikan dengan jalan menekan biji ke dalam tanah. Bagian perut yang rata mengarah ke bawah sedalam sampai \u00be bagian tebalnya biji. Bagian punggung di sebelah atas masih kelihatan. Aturlah agar arah mata tempat keluarnya lembaga mengarah ke satu arah. Jarak tanam antar barisan sekitar 5 cm dan jarak dalam barisan 2-3 cm. Bila jumlah benih yang akan dikecambahkan banyak, penanaman biji pada bedengan persemaian pengecambahan dapat lebih rapat. 4)\t Pemeliharaan persemaian perkecambahan Persemaian perkecambahan harus dipelihara dengan baik agar benih dapat berkecambah dengan baik pula. Pemeliharaan persemaian perkecambahan yang terpenting adalah penyiraman. Penyiraman harus dilakukan pagi dan sore hari agar bedengan selalu dalam keadaan lembab. Untuk penyiraman persemaian harus menggunakan alat penyiraman yang dapat mengeluarkan beberapa butiran air yang halus dan menyebar, misalnya gembor. 5)\t Pemeriksaan dan pemindahan kecambah Benih karet akan berkecambah dalam jangka waktu 5-30 hari. Biji yang tidak berkecambah setelah 21 hari sebaiknya disingkirkan, karena kualitas bibit akan jelek. Benih-benih yang tidak sehat, bercendawan, berlubang, atau diserang hama\/penyakit harus dibuang. Setelah benih berkecambah, benih dapat dipindahkan ke persemaian. Ada tiga jenis stadium kecambah, yaitu sebagai berikut. a)\t Jenis stadium bintang b)\t Jenis stadium pancing c)\t Jenis stadium jarum Secara teori ketiga stadium tersebut dapat dipindahkan ke persemaian, namun yang terbaik untuk dipindahkaan adalah stadium pancing. Untuk memudahkan pemindahan kecambah dari bedengan pengecambahan dapat menggunakan solet, yaitu alat yang dibuat dari bambu yang dapat digunakan untuk mencungkil kecambah dari bedengan. Bila kecambah dipindah ke persemaian pada stadium bintang kelemahannya adalah sebagai berikut. a)\t Perkembangan akar belum cukup kuat untuk menembus lahan yang agak keras. b)\t Bakal batang belum muncul, sehingga bila menutupnya kecambah terlalu padat, bakal batang sulit menembus tanah. Apabila kecambah dilakukan pemindahan pada lapangan pada saat usia stadium jarum, memiliki kekurangan adalah sebagai berikut. a)\t Sinar matahari dapat memberikan pengaruh secara langsung. b)\t Memudahkan terhadap serangan serangga\/hama lain. c)\t Lebih rentang akar dan batang mengalami kerusakan pada saat proses pencabutan dan pengangkutan. AGRIBISNIS TANAMAN 51 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN 6)\t Persemaian Bibit Pesemaian bibit adalah pesemaian tempat pemeliharaan bibit sebagai calon batang bawah yang akan diokulasi. Di persemaian ini bibit akan dipelihara sampai beberapa bulan, yaitu sampai tiba saatnya okulasi dilaksanakan. Adapun syarat tempat untuk dijadikan persemaian bibit adalah datar atau agak miring sedikit, dekat dengan sumber air, bebas dari sisa-sisa akar dan gulma dan dekat dengan areal yang akan di tanami. Lahan untuk pesemaian perlu diolah dengan cara dicangkul sedalam \u00b1 40 cm, bekas-bekas akar dan kotoran lainnya harus dibuang. Tanah di haluskan dan diratakan, kemudian dibentuk menjadi petak-petak atau bedengan-bedengan yang tingginya 0,20 m. Diantara bedengan- bedengan dibuat parit-parit untuk mengalirkan kelebihan air selebar 0,50 m. Apabila menggunakan lahan yang miring, sebaiknya dibuat teras lebih dahulu sebelum dijadikan persemaian bibit. Benih yang telah berkecambah dan mencapai tingkat pertumbuhan kecambah yang baik dipindahkan dan ditanam di persemaian bibit. Pada saat pemindahan harus dijaga agar akar tunggang dan pucuknya tidak mengalami kerusakan. Kecambah ditanam dengan jarak sebagai berikut. a)\t 40 cm x 40 cm x 60 cm, bila bibit kelak akan diokulasi dengan cara okulasi coklat (brown budding). b)\t 20 cm x 20 cm x 60 cm, bila bibit kelak akan diokulasi dengan cara ukolasi hijau (green budding). Untuk memperoleh bibit yang baik dan sehat pertumbuhannya, bibit dipersemaian harus mendapat pemeliharaaan yang baik yang meliputi berikut ini. a)\t Penyiraman Penyiraman dilakukan terutama pada awal pertumbuhan bibit kecambah di persemaian, bila keadaan cuaca kering. Setelah bibit tumbuh dengan baik, penyiraman dapat dihentikan. b)\t Penyulaman Penyulamaan dilakukan pada bulan-bulan pertama untuk mengganti bibit-bibit yang mati atau pertumbuhannya jelek. Sebagai bahan sulaman menggunakan kecambah yang baik dari pesemaian perkecambahaan. c)\t Penyiangan Penyiangan adalah pembuangan gulma (rumput-rumputan dan tumbuhan pengganggu lainnya) yang tumbuh di sekitar bibit dengan jalan mencabut atau mengorednya. Penyiangan ini biasanya dilakukan bersama-sama dengan penggemburan tanah. d)\t Pemupukan Tujuan pemupukan untuk memperoleh tanaman batang bawah yang sehat dan cepat pertumbuhannya, memperoleh tanaman batang bawah yang mudah diokulasi kulitnya mudah mengelupas, sehingga okulasi dapat dengan mudah dilakukan dan untuk memperoleh hasil persentase okulasi yang tinggi. 52 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN Dosis pupuk untuk tanaman batang bawah yang berasal dari biji untuk klon GT 1, adalah;16,50 gr ZA\/8,0 gr Urea + 4 gr TSP + 2 gr ZK\/ KCI per pohon\/sekali memupuk. Waktu memupuk diberikan tiap tiga bulan sekali, sewaktu keadaan tanah masih lembab. Pupuk diberikan dalam parit sedalam 5-7 cm di sekeliling batang dengan jarak 7-10 cm dari batang. Setelah parit diisi pupuk, kemudian ditutup kembali. e)\t Menyiapkan batang atas atau entres Batang atas atau entres adalah bahan utama dalam proses pelaksanaan okulasi, tunas muda yang memiliki mata tunas dapat diambil dari tanaman induk yang memiliki usia 1-2 bulan dan kulitnya telah bergabus dapat dijadikan entres. Untuk memperbanyak entres dapat dilakukan dengan melakukan pemotongan ranting yang memiliki besar minimal sepergelangan tangan dan dibiarkan mengalami pertumbuhan tunas muda. Tunas muda inilah kemudian datap dimanfaatkan sebagai entres. Pada lahan yang khusus untuk menghasilkan bibit entres jarak taman tanaman induk dapat dibuat rapat, yaitu 50 x 100 cm\/100 x 100 cm, hal ini dilakukan agar tunas muda yang muncul dan tumbuh tidak dengan mudah terpapar sinar matahari secara langsung dan mengurangi penguapan air dan kesegaran tugas muda selalu terjaga. Proses entres atau pengambilan batang atas ini dapat dilakukan dengan cara menggunalan alat pemotong yang tajam serta tidak menyakiti tanaman, pemotongan entres dapat dipotong sepanjang 100 cm, dan bekas potongan tunas yang diolesi parafin agar tidak mudah mengalami penguapan, kemudian batang yang diperoleh dimasukkan plastik sesuai ukuran dan ditata dalam peti kayu. Untuk tetap menjaga kelembaban tunas disela-sela penataan tunas dapat diberikan serabut kelapa yang telah dibasahi, proses okulasi harus sudah dilakukan sebelum usia pengambilan entres mencapai tiga hari. Bahan entres dapat disediakan dari kebun sumberkayu okulasi kebun entres, budwoood yang dilakukan di kebun sendiri ataupun dapat membeli dari balai penelitian karet. Bila menyediakan sendiri berupa membuat kebun entres. Dapat dilakukan dengan cara seperti menanam bibit tanaman bahan okulasi klon yang diperlukan. Bibit yang digunakan dapat berbentuk bibit stump atau bibit polybag dengan penanaman berjarak 1m x 1m. Tanaman hasil okulasi dilakukan pemeliharaan secara kontinu antara lain, penyiangan, menggemburkan tanah, dan yang terpenting adalah memupuk. Pemupukan tanaman bahan okulasi bertujuan untuk mendapatkan tumbuhan kayu okulasi yang baik, yang memiliki jumlah mata tunas yang banyak pda tiap satuan panjang kayu bahan okulasi entres. AGRIBISNIS TANAMAN 53 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN Pemupukan dapat dilakukan setiap tiga bulan sekali dengan anjuran takaran atau dosis pemupukan antara lain sebagai berikut. a)\t Tahun pertama, takaran 20 g ZA (10 GR Urea)+10 GR TSP+10 g ZK (10 gram KCI) per pohon. b)\t Tahun kedua, takaran 30 g ZA (15 GR Urea)+15 g TSP+15 gr ZK (15 g KCI) per pohon. 7)\t Pembiakan karet melalui proses okulasi Berikut terdapat dua teknis proses pelaksanaan okulasi pada tanaman karet, yaitu antara lain teknis okulasi coklat, dan teknis okulasi hijau. Teknis okulasi coklat, dilakukan apabila bibit batang bawah telah berumur 9 -18 bulan. Kulit batang sudah berwarna coklat. Entres batang atas juga berwarna coklat. Sedangkan teknis okulasi hijau, dilakukan apabila bibit batang bawah telah berumur sekitar 3-6 bulan. Dan pada biasanya ukuran batang sebesar ukuran pensil serta berwarna hijau. Entres yang digunakan juga masih muda dan berwarna hijau. Alat dan teknis akulasi antara lain sebagai berikut. a)\t Peralatan, alat-alat yang dibutuhkan dalam kegiatan okulasi adalah gergaji entres, pisau okulasi, pita plastik atau tali rafia, pelepah pisang, lilin cair, kuas, dan kain lap. b)\t Waktu okulasi, penyebab iklim mempengaruhi aktivitas tumbuh tanaman, sehingga dapat mempengaruhi hasil okulasi. penyebab tersebut adalah suhu dan curah hujan. Suhu optimum untuk okulasi adalah 27-29\u00b0C. Saat terbaik melakukan okulasi adalah pada awal musim hujan karena saat itu kelembapan tinggi. Tidak dianjurkan melakukan okulasi pada pertengahan musim kemarau karena resiko kegagalannya sangat tinggi akibat udara yang kering dan panas. Sebaiknya kegiatan okulasi dilakukan pukul 07.00-10.00, saat matahari belum bersinar terik. c)\t Tahapan melakukan okulasi (1)\tMengiris kulit batang bawah pada bagian kulit yang halus kurang lebih pada ketinggian 7-10 cm dari permukaan tanah dengan lebar 1\/3 lingkaran batang dan panjangnya sekitar 5 cm. Dalam membuat irisaan harus hati-hati, irisan tidak boleh terlalu dalam, kedalaman irisan yang baik adalah setebal kulit batang. (2)\tMengambil mata dengan cara penyayatan di mulai dari bawah mata tunas ke atas dengan panjang sayatan kurang lebih 3 cm dari mata tunas. Lebar sayatan 2 cm dengan mengikut sertakan sebagian kayu. Dalam pelaksanaan pekerjaan kayu diangkat dengan hati-hati dari ujung ke pangkal. Kemudian potongan mata okulasi dibuat dengan panjang empat centimeter dan lebar satu setengah centimeter. (3)\tMata tunas yang diperoleh kemudian sisipkan di bawah kulit batang pokok yang telah diiris, hal ini dilakukan dengan sangat seksama dan hati-hati. Penyisipan atau penempelan mata tunas tidak boleh 54 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN ada kotoran yang menempel pada kambium, karena mengganggu menyatunya tempelan. (4)\tMata tempelan kemudian diikat menggunakan pita plastik atau tali rafia. Cara mengikat tempelan dari bawah ke atas. Hal yang perlu diperhatikan dalam pengikatan ini adalah bagian mata tempelan jangan diikat terlalu erat, sehingga dapat mengakibatkan kerusakan pada mata tempelan. (5)\tSetelah kurang lebih 2 minggu dari waktu pengikatan, okulasi sudah dapat dilakukan pemeriksaan tingkat berhasil-tidaknya pengokulasian. Ikatan kita buka, lalu mata tempelannya dilihat. Apabila warna mata tempelan itu telah menjadi hijau kemerahan atau hitam, ini berarti pengokulasian kita tidak berhasil atau mata tempelannya telah mati. Tetapi jika mata tempelan masih kelihatan hijau segar dan sudah melekat dengan batang pokok, ini pertanda bahwa okulasi berhasil. (6)\tBila telah ada kepastian bahwa mata tempelan sudah hidup empat minggu setelah pemeriksaan pertama, berikutnya adalah melakukan pemotongan batang pokok. Pemotongan batang pokok sepanjang 5 cm di atas mata tempelan, irisan potongan berbentuk miring ke balakang, hal ini dimaksudkan agar apabila ada air hujan atau air siraman dapat mengalir sempurna dan tidak tertampung pada daerah dan tempat tempelan, sehingga mata tunas menjadi cepat tumbuh dan tidak busuk, kemudian agar terhindar dari parasit, bakteri dan jamur bekas luka pada potongan batang dioleskan lilin atau ter secara halus dan merata pada seluruh bagian yang terluka. b.\t Proses pembibitan kakao 1)\t Perkecambahan Benih Mengecambahkan benih merupakan pekerjaan untuk menumbuhkan benih agar tumbuh menjadi kecambah. Plumula dan radikula merupakan fase awal benih tersebut dikatakan telah tumbuh, pertumbuhan ini berlangsung dalam kurun waktu tertentu. Proses pekerjaan perkecambahan benih dapat meliputi sebagai berikut. a)\t Tahu terhadap proses daya kecambah benih. b)\t Mengelompokkan benih yang memiliki tumbuh cepat, tumbuh lambat dan tumbuh jelek. c)\t Mendapatkan keseragaman dalam pertumbuhan. Mengingat tidak adanya masa dormansi pada buah kakao, maka apabila benih sudah dikeluarkan dari polongnya sesegera mungkin dilakukan proses pengerjaan kecambahnya. Proses pekerjaan perkecambahan bisa dilakukan dengan menggunakan dua teknis, yaitu teknis perkecambahan dalam bedengan dan perkecambahan dengan karung goni. a)\t Perkecambahan dalam Bedengan Pekerjaan perkecambahan dalam bedengan dilakukan jika jumlah benih yang dikecambahkan cukup banyak. Bedengan AGRIBISNIS TANAMAN 55 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN perkecambahan dibuat di tanah yang datar. Setelah tanahnya dicangkul dan dibersihkan dari gulma, akar-akar pohon, dan batu, selanjutnya di atasnya diberi lapisan pasir halus setebal sekitar 15 cm. Lebar bedengan 0,80-1 m dan panjangnya sesuai dengan kebutuhan. Di bagian tepi bedengan diberi pembatas berupa bata merah atau papan agar pasir tidak hanyut oleh air siraman. Bedengan dibuat membujur dari utara ke selatan. Bedengan diberi atap dari daun kelapa, daun tebu, atau alang- alang. Atap dibuat miring ke barat dengan ketinggian sebelah timur 1,5 m dan sebelah barat 1,20 m.Cara menanam benih di bedengan adalah bagian yang besar diletakkan di bawah. Bagian itu merupakan tempat keluamya calon akar. Benih dipendam 2\/3 bagian benih, sehingga hanya sebagian kecil yang muncul di atas pasir. Benih disusun rapat dengan jarak antara alur 3 cm dan jarak dalam alur 1 cm. Selanjutnya benih ditutup dengan satu lapis karung goni yang telah dibasahi. Bedengan disiram setiap pagi dan sore sampai lembab, serta dihindarkan dari binatang penggangu. Setelah 4-5 hari, benih kakao mulai berkecambah dan dalam waktu 12 hari, sebagian besar benih telah berkecamb\u00ad ah. Saat yang tepat untuk memindahkan kecambah ke kantong plastik adalah jika keping biji (kotiledon) mulai tersembul ke permukaan pasir. Pemindahan dikatakan terlambat jika hipokotil telah memanjang, apalagi jika kotiledon telah terbuka. Pencabutan kecambah dilakukan dengan solet, yaitu alat pencongkel yang terbuat dari bambu. b)\t Perkecambahan dengan karung goni Tanah bedengan diratakan dan dibersihkan dari gulma, Selanjutnya di atas tanah bedengan diletakkan satu lapis bata merah untuk menjamin drainase yang baik. Bedengan dibuat membujur Utara- Selatan dan ukurannya disesuaikan dengan kebutuhan. Bedengan juga diberi atap. Media perkecambahan berupa satu lapis karung goni yang dihamparkan pada lapisan bata merah. Sebelum benih disemai, karung disiram air sampai jenuh. Benih kakao disusun merata di atas media goni dengan jarak 2 x 3 cm. Setelah selesai disusun, benih ditutup lagi dengan satu lembar karung goni. Karung tersebut sebelumnya dicelupkan ke dalam larutan fungisida. Penyiraman dilakukan pada pagi dan sore sampai media persemaian benih cukup basah. Empat hari kemudian karung dibuka. Benih-benih yang telah berkecambah segera dipindahkan ke polybag dan ditanam di tempat pembibitan. Pemindahan benih ini dapat dilakukan dua kali sehari. Sisa benih ditutup lagi dengan karung goni dan disiram air pada pagi dan sore. Pemeriksaan benih yang ber\u00adkecambah dilakukan setiap hari sampai hari ke-12. Benih-\u00adbenih yang sampai pada batas itu belum berkecambah, termasuk benih yang mutunya tidak baik. 2)\t Menyapih Bibit Benih yang tumbuh secara masal di bedeng perkecambahan biasanya tumbuh saling berdesakan karena rapatnya jarak penebaran 56 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN benih. Oleh karena itu, kecambah harus segera dipindahkan ke media penyapihan agar pertumbuhannya dapat berlangsung baik. Penyapihan bibit dilakukan di dalam polybag yang ditata di bedengan. Bedengan penyapihan dibuat dengan lebar 1,2 m, panjang bedengan disesuaikan dengan kebutuhan dan membujur dari utara ke selatan. Antara bedengan yang satu dengan lainnya diberi jarak 0,5 meter untuk drainaase sekaligus untuk jalan pemeliharaan. Selanjutnya bedengan diberi atap untuk mengurangi intensitas sinar matahari. Media pembibitan dibuat dari campuran tanah lapisan atas (top soil) yang subur, pupuk kandang, dan pasir halus. Perbandingan ketiganya relatif beragam, tergantung pada berat dan ringannya tanah lapisan atas. Perbandingan yang lazim adalah 1:1:1 atau 2:1:1. Sebelum dicampur, setiap komponen diayak dan lolos ukuran lubang 1 cm. Wadah media pembibitan yang lazim digunakan adalah polybag hitam berukuran 30 x 20 cm dan tebal 0,8 mm yang diberi lubang drainase sekitar 18 lubang per polybag. polybag diisi media sampai batas 1 cm di bawah bibir polybag, yang selanjutnya disusun di bedengan pembibitan. Kecambah ditanam di bagian tengah polybag, yakni di lubang yang dibuat dengan jari atau kayu. Saat penanaman, kecambah perlu dihindarkan dari kerusakan akar. Setelah ditanam, tanah di kanan dan kiri kecambah dipadatkan sedikit dengan jari. Jika kulit benih yang ditanam belum dikupas, sering dijumpai kecambah tumbuh abnormal karena mengalami kesulitan membuka keping biji kotiledon yang terhambat oleh kulit biji testa. Akibatnya, ujung tunas dari kecambah kakao (epikotil) tumbuh sangat lemah dan pertumbuhan selanjutnya tidak normal. Jumlah kecambah yang tampak seperti itu bisa mencapai sekitar 6%. Cara mengatasinya adalah membantu pembukaan kotiledon dengan cara membuang testa yang masih menempel di kotiledon yang telah terangkat ke permukaan tanah. Dengan cara itu abnor\u00admalitas kecambah dapat ditekan sampai hanya tinggal 1%. Tindakan pemeliharaan bibit yang diperlukan meliputi penyiraman, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, serta pengendalian gulma. Sampai berumur dua bulan, penyiraman dilakukan dua kali sehari pada pagi dan sore hari. Selanjutnya sampai berumur enam bulan, penyiraman dilakukan satu kali sehari. Tujuan penyiraman adalah untuk menyediakan lengas yang cukup, sehingga perlu diperhatikan agar tidak terjadi pencucian hara. Karenanya, sebaiknya penyiraman dilakukan secukupnya, tidak kurang dan tidak lebih. Penyiraman dianjurkan menggunakan gembor atau sprayer yang memiliki ukuran atau takaran. Bibit perlu dipupuk agar pertumbuhannya kuat. Jenis dan jumlah pupuk yang diberikan ditentukan oleh tingkat kesuburan media. Media yang menggunakan pupuk kandang atau kompos, lazimnya cukup dipupuk nitrogen, yaitu dengan ZA 2 gram\/bibit (sekitar 1 sendok teh) dan diberikan sekitar 5 cm di sekitar batang. Jika menggunakan Urea, dosisnya setengah dari dosis ZA tersebut. Pemberian pupuk dimulai satu bulan setelah kecambah ditanam. Segera setelah pupuk diberikan dilakukan penyiraman secukupnya. Bibit perlu dilindungi dari serangan hama dan penyakit. Hama yang sering menyerang bibit kakao antara lain belalang, berbagai macam AGRIBISNIS TANAMAN 57 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN ulat, siput (bekicot), dan kutu. Hama bisa dikendalikan secara manual dan dapat juga dengan insektisida yang dianjurkan. Penyakit yang sering menyerang bibit kakao adalah bermacam- macam jamur, seperti, Fusarium, Phytophtora, dan Colletotrichum. Penyakit ini bisa dikendalikan dengan fungisida yang dianjurkan. Penyebaran serangan penyakit perlu dicegah dengan jalan memisahkan bibit yang terserang dan jika perlu memusnahkannya. Tindakan sanitasi bedengan dan sekitamya perlu selalu dilakukan agar tercipta lingkungan yang sehat. Penyiangan tumbuhan penggangu bisa dilakukan secara manual, tetapi teratur. Gulma, baik yang tumbuh di dalam polybag maupun di luar harus dikendalikan. Bentuk pemeliharaan yang lain berupa membuang (mewiwil) tunas-tunas samping yang kadang-kadang tumbuh dari ketiak daun pertama kecambah dari keping biji, Perlu diusahakan agar bibit hanya mempunyai satu tunas, sehingga pertumbuhannya lebih gigas daripada bibit yang mempunyai dua tunas atau lebih. 3)\t Menyambung Pucuk a)\t Menyiapkan batang bawah Untuk keperluan penyambungan, terlebih dahulu kita harus menyediakan batang bawah. Batang bawah inilah yang kelak akan disambung dengan entres dari pohon yang kita kehendaki. Batang bawah ini bisa diperoleh dengan menyemai benih yang unggul dalam perakarannya seperti tahan terhadap serangan penyakit akar dan sistem perakaran yang kuat. Umur batang bawah untuk dapat disambung adalah 4-6 bulan di mana batang masih berwarna hijau. b)\t Menyiapkan entres Batang atas dari bibit sambung adalah entres, yakni cabang yang diambil dari bagian pucuk pohon induk. Agar hasil sambungan memuaskan tentu saja entres ini harus diambil dari pohon induk yang telah diketahui silsilahnya, tingkat pertumbuhan, tahan terhadap penyakit percabangan serta kualitas dan kuantitas buahnya. Entres harus diperoleh dari cabang yang umurnya sama dengan umur batang bawah. Entres yang memenuhi syarat adalah berwarna hijau kelabu atau kecoklatan. Cabang entres yang sudah kita pilih dipotong pada waktu pagi hari. Jumlah cabang yang dipotong harus disesuaikan dengan jumlah sambungan yang dapat dilakukan dalam satu hari. Bila cabang entres akan dibawa ke tempat yang jauh, maka perlu mendapat perlakuan khusus. Caranya dengan mengikat cabang-cabang yang telah dipotong menjadi satu, lalu dibungkus dengan pelepah pisang yang rapat. Apabila dalam jumlah banyak dapat dibungkus dengan lumut sphagnum, atau serbuk gergaji lalu dimasukkan ke dalam peti kayu dan disimpan di tempat yang terlindung dan sejuk. c)\t Waktu menyambung Penyebab iklim mempengaruhi aktivitas tumbuh tanaman, sehingga dapat mempengaruhi hasil sambungan. Penyebab tersebut 58 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN adalah suhu dan curah hujan. Suhu udara berpengaruh terhadap pembentukan sel-sel parenkim penyusun jaringan kalus yang terbentuk akibat adanya perlukaan (irisan). Suhu optimum untuk penyambungan adalah 27-29\u00b0C. Waktu yang tepat untuk melakukan sambungan adalah awal musim hujan dan kegiatan sebaiknya dilakukan pukul 7.00-10.00 saat matahari belum bersinar terik. d)\t Tahapan menyambung pucuk (1)\t Pada ketinggian 10-30 cm dari leher akar batang bawah dipotong. Permukaan batang yang telah dipotong ini lalu dibelah menjadi dua bagian yang sama besar. Panjang belahan ini 2-5 cm. (2)\tEntres yang sudah disiapkan dipotong, sehingga panjangnya antara 7,5-10 cm. Bagian pangkal disayat pada kedua sisinya sepanjang 2-2,5 cm, sehingga bentuk irisannya seperti mata kapak. (3)\tEntres yang sudah disiapkan selanjutnya dimasukkan ke dalam belahan batang bawah. Langkah ini harus dilakukan secara hati- hati. Pokok keberhasilan dalam sambungan adalah pada saat menyisipkan entres. Pada waktu memasukkan entres ke belahan batang bawah perlu diperhatikan agar kambium entres bisa bersentuhan dengan kambium batang bawah. (4)\tGuna mengikat sambungan dapat menggunakan pita plastik polivinil chlorida. Ukuran dari pita plastik yang digu\u00adnakan pada biasanya panjang 20cm, lebar 1,5cm, dan tebalnya 0,1 mm. Cara menyatukan sambungan dari bawah ke atas. Sambungan kemudian disungkup menggunakan kantong plastik bening. Yang bertujuan sungkup plastik tidak lepas bagian bawahnya perlu diikat. Pekerjaan penyungkupan ini untuk mengurangi penguapan serta untuk menjaga kelembaban udara di sekitar sambungan agar tetap tinggi. (5)\tSetelah kurang lebih tiga minggu dari waktu pengikatan, kini tiba saatnya melakukan pemeriksaan berhasil-tidak\u00adnya sambungan. Sambungan yang berhasil akan tumbuh tunas sedangkan yang gagal akan berwarna hitam dan kering. Pada saat ini sungkup plastiknya sudah bisa dibuka. Namun, pita pengikat sambungan baru boleh dibuka 3-4 minggu kemudian. Untuk pekerjaan selanjutnya tinggal merawat sampai bibit siap dipindah ke kebun. c.\t Pembibitan Kelapa Sawit 1)\t Pengecambahan Biji Buah yang telah dipilih, dagingnya dikupas dengan pisau atau dengan alat pengupas daging buah (depericarper) kemudian dicuci bersih, hingga tidak mengandung minyak lagi. Kemudian biji dikering anginkan selama 24 jam sebelum dikecambahkan. Ada berapa cara pengecambahan benih kelapa sawit, yaitu pengecambahan terbuka, pengecambahan alam peti, pengecambahan dengan pemanas kering dan pengecambahan dalam germinator. AGRIBISNIS TANAMAN 59 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN Berikut adalah cara pengecambahan dalam germinator. Cara ini diangap yang terbaik di antara cara pengecambahan yang lain karena, suhu dan kelembaban udara di dalam germinator dapat diatur secara otomatis. Germinator sederhana merupakan suatu bangunan beton berukuran 6,3 x 3,6 x 2,1 m yang di dalamnya dilengkapi alat pemanas listrik, kipas pengisap udara dan saluran pemasukan udara. Agar selalu di dalam germinator tetap panas, maka dinding dan langit-langitnya dibuat ganda. Sebelum dikecambahkan biji direndam di dalam air selama lima hari dan setiap hari air perendam diganti. Pada biji-biji itu, kemudian dibersihkan dan dikeringkan sampai tidak ada lagi air yang melekat pada cangkangnya. Biji-biji kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik. Setiap kantong berisi 500-1000 butir. Setelah itu, kantong berisi biji diatur pada rak-rak di dalam germinator selama 80 hari dengan suhu rata-rata 39,50 C dan tidak perlu disiram. Setelah 80 hari, biji dikeluarkan dari germinatoor dan dipindahkan ke ruangan lain yang bersuhu 280 C. Selama 14 hari disiram sampai berkecambah secara merata. Prosentase perkecambahan dapat mencapai 90%. 2)\t Pembibitan Pembibitan kelapa sawit dengan benih yang telah dikecambahkan dapat dilaksanakan dengan dua cara, yaitu cara dua tahap Prenursery dan Mainnursery, serta cara satu tahap langsung ke Mainnursery. Melalui cara 1 atau 2, bibit baru siap dipindahkan ke lapangan (kebun) apabila telah berumur 11\u201312 bulan. Pelaksanaan pembibitan sebagai berikut. a)\t Tempat pembibitan, areal harus datar dan rata, dekat dengan sumber air, letaknya sedapat mungkin di tengah-tengah areal yang akan ditanami dan mudah diawasi. b)\t Pengolahan lahan pembibitan, lahan pembibitan harus diratakan dan dibersihkan dari segala macam gulma dan dilengkapi dengan instalasi penyiramaan misalnya, tersedia springkle irrigation, serta dilengkapi dengan jalan-jalan dan parit-parit drainase. Luas kompleks pembibitan harus sesuai dengan kebutuhan. c)\t Dederan atau prenursery (1)\tBenih yang sudah berkecambah dideder dalam polybag kecil, kemudian diletakkan pada bedengan-bedengan yang lebarnya 120 cm dan panjang bedengan secukupnya (2)\tUkuran polybag yang digunakan adalah 12 x 23 cm atau 15 x 23 cm. (3)\t polybag diisi dengan 1,5-2,0 kg tanah atas yang telah diayak. Tiap polybag diberi lubang untuk drainase. (4)\tKecambah ditanam sedalam \u00b1 2 cm dari permukaan tanah. (5)\tSetelah bibit dederan yang berada di prenursery telah berumur 3-4 bulan dan berdaun 4-5 helai, bibit dederan sudah dapat dipindahkan ke pesemaian bibit mainnursery. 60 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN (6)\tKeadaan tanah di polybag harus selalu dijaga agar tetap lembab tapi tidak becek. Pemberian air pada lapisan atas tanah polybag dapat menjaga kelembaban yang dibutuhkan oleh bibit. (7)\tPenyiraman dengan sistem springkel irrigation sangat membantu dalam usaha memperoleh kelembaban yang diinginkan dan dapat melindungi bibit terhadap kerusakan karena siraman. d)\t Persemaian bibit mainnursery (1)\tUntuk penanaman bibit pindahan dari dederan dibutuhkan polybag yang lebih besar, berukuran 40 cm x 50 cm atau 45 cm x 60 cm, tebal 0,11 mm, dan diberi lubang pada bagian bawahnya untuk drainase. (2)\t Polybag diisi dengan tanah atas yang telah diayak sebanyak 15- 30 kg per polybag, disesuaikan dengan lamanya bibit yang akan dipelihara sebelum dipindahkan dipersemaian bibit. (3)\tBibit dederan ditanam sedemikian rupa sehingga leher akar berada pada permukaaan tanah polybag besar dan tanah sekitar bibit dipadatkan agar bibit berdiri tegaak. Bibit pada polybag besar kemudiaan disusun di atas lahan yang telah diratakan, dibersihkan dan diatur dengan hubungan sistem segitiga sama sisi dengan jarak misalnnya 100cm x 100cm x 100 cm. e)\t Pemeliharaaan pada pembibitaan. Bibit yang telah ditanam di prenursery atau mainnursery perlu dipelihara dengan baik agar pertumbuhannya sehat dan subur, sehingga bibit akan dapat dipindahkan ke lapangan sesuai dengan umur dan saat tanam yang tepat. Penyiraman bibit dilakukan dua kali sehari, kecuali apabila jatuh hujan lebih dari 7-8 mm pada hari yang bersangkutaan. Air untuk menyiram bibit harus bersih dan cara menyiramnya harus dengan semprotan halus agar bibit dalam polybag tidak rusak dan tanah tempat tumbuhnya tidak padat. Kebutuhan air siramaan \u00b12 liter per polybag per hari, disesuaikan dengan umur bibit. Gulma yang tumbuh dalam polybag dan di tanah antara polybag harus dibersihkan, dikored atau dengan herbisida. Penyiangan gulma harus dilakukan 2-3 kali dalam sebulan, disesuaikan dengan pertumbuhan gulma. Pengawasan bibit ditujukan terhadap pertumbuhan bibit dan perkembangan gangguan hama dan penyakit. Bibit yang tumbuh kerdil, abnormall, berpenyakit dan mempunyai kelainan genetis harus dibuang. Pembuangan bibit dilakukan pada saat pemindahan ke mainnursery, yaitu pada saat bibit berumur 4 bulan dan 9 bulan, serta pada saat pemindahan bibit ke lapangan. AGRIBISNIS TANAMAN 61 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN Memelihara bibit melalui perbanyakan generatif. a.\t Polybag sebagai media memelihara bibit Guna mencegah tertularnya bibit penyakit dari tanah yang sering melalui cipratan air hujan, maka penempatan pembibitan dapat menggunakan rak dari bahan baku bilah bambu atau besi. Pemberian fentilasi atau angin- angin pada bagian bawah rak bibit dimaksudkan untuk memudahkan kelebihan air siraman atau hujan agar dapat menetes secara bebas ke bawah, sehingga media tanam aman dari becek dan menjaga kelembaban udara di area bibit tidak terlalu tinggi, mekanisme ini bermanfaat untuk menjaga dan menghindari cendawan tumbuh dengan baik. Dengan penempatan bibit pada rak-rak tersebut, maka pertumbuhan akar tunggang akan terhambat atau berhenti apabila terkena udara di lubang dasa polybag dan sebaliknya pertumbuhan akar lateralnya bertambah, sehingga semakin menguatkan kedudukan bibit. Pekerjaan dengan menggunakan alas dari mulsa plastik hitam perak. Pemakaian alas berupa mulsa plastik hitam perak dapat bermanfaat untuk meminimalisir dan mencegah pertumbuhan gulma di sekitar bibit tanaman dan untuk mencegah siraman air ke media polybag terus mengalir ke bawah atau lapisan tanah di bawah polybag, karena tertahan oleh lapisan mulsa plastik. Proses pertumbuhan pada akar tunggang akan dapat terhambat atau bahkan berhenti disebabkan tidak mampu menembus lapisan mulsa plastik dan sebaliknya pertumbuhan akar lateralnya bertambah, sehingga semakin menguatkan kedudukan bibit. Untuk biji yang disemaikan langsung di bedengan persemaian perlu dibuatkan naungan untuk menghindari percikan tanah yang dapat menempel pada bibit tanaman karena pengaruh hujan. b.\t Pekerjaan dalam menyiram Pada musim kemarau pekerjaan penyiraman dapat dilakukan setiap dua hari sekali, sedangkan pada musim penghujan penyiraman dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi tanaman. Salah satu cara penyiraman yang praktis dan tidak menuntut peralatan modern adalah penyiraman menggunakan gembor. Pengairan sistem genangan dapat dilakukan apabila pembibitannya dilakukan di sawah. Cara penyiramannya dengan menutup saluran pembuangan air, kemudian air dimasukkan ke daerah tanaman sampai media di polybag menjadi basah. Pemasukan air ini sebaiknya dilakukan pada waktu sore\/malam hari, ketika suhu tanah tidak tinggi. Lama perendaman satu sampai dua jam dengan tinggi air cukup tiga perempat dari ketinggian polybag. c.\t Pekerjaan mengendalikan penyakit dan hama Insektisida dapat disemprotkan apabila mulai terdapat serangan hama dan penyakit. Biasanya hama tanaman yang menyerang di pembibitan adalah kutu perisai, kutu putih, dan ulat daun. Penyemprotan dengan fungisida apabila terdapat serangan penyakit. Biasanya penyakit yang menyerang tanaman di pembibitan terutama yang disebabkan oleh Rhizoctonia sp, Phytophthora sp, Fusarium sp dan Phytium sp. Bibit yang terserang supaya tidak menular segera dipisahkan dari kelompok yang masih sehat, kemudian seluruh bibit disemprot dengan fungisida. 62 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN d.\t Pekerjaan Pemupukan Pekerjaan pemupukan bisa dilakukan dengan menggunakan pupuk daun seperti Metalik atau Gandasil D dengan konsentrasi 2 cc\/l air atau menggunakan pupuk NPK (15:15:15) dengan konsentrasi 1-2 g\/l air. Pemberian pupuk ini dilakukan seminggu sekali. Selain itu pemupukan dapat juga diberikan melalui tanah dengan dosis 1-2 gram per tanaman yang dilakukan sebulan sekali. e.\t Penyiangan Penyiangan tumbuhan pengganggu gulma, karena gulma selalu bersaing dengan bibit dalam pengambilan hara, ruang tempat tumbuh, air dan sinar matahari. Penyiangan sebaiknya dilakukan secara manual hindari penyiangan dengan herbisida. f.\t Perubahan dan pengganti polybag Penggantian polybag yang lebih besar sudah harus dilakukan apabila kondisi perkembangan perakaran sudah tidak lagi dapat ditampung oleh kapasitas daya muat polybag. Penggantian polybag dilakukan dengan perlahan lahan dan hati-hati, yaitu dengan cara menyobek bagian pinggir polybag dengan pisau, hal ini dilakukan agar akar tidak putus pecah dan berhamburan. Proses pemindahan polybag ini dimulai dengan menyiram terlebih dahulu sebelum dilakukan pemindahan tanam. Media polybag yang baru diisi dengan media tumbuh\/tanah sampai seperempat dari kapasitas volome polybag, kemudian dengan gunting setek dilakukan proses pengurangan pada bagian akar yang sudah mengalami pengeringan, mati dengan perlahan-lahan. Setelah itu bibit dimasukkan ke dalam polybag pengganti. Bibit diatur dengan posisi letak tepat berada di tengah polybag, kemudian media tumbuh yang baru dimasukkan ke dalam media polybag sampai hampir menyentuh bibir polybag pengganti. Lakukan proses penyiraman pada bibit yang baru dalam polybag sampai cukup basah. Hal ini dilakukan agar media tumbuh baru yang telah dimasukkan dapat menjadi padat dan pada akhirnya akan menyebabkan posisi dan kedudukan bibit menjadi kuat. g.\t Pengepakan bibit Bibit yang dikirim dalam bentuk stump cabutan, pengiriman dapat dilakukan dengan menggunakan pelepah pisang atau bahan lain yang bersifat lembab, hal ini bertujuan untuk tetap menjaga daya kering tidak cepat terjadi pada akar bibit, khususnya pada bibit karet. Proses packing bibit yang peka, seperti bibit kakao, dapat dilakukan dengan cara mengeluarkan separuh kandungan tanahnya dari polybag, setelah itu ditambahkan serbuk kelapa cocopit atau dengan menggunakan gel Agrosoft, kemudian polybag diikat dengan cara ini bibit mampu bertahan empat sampai satu pekan tanpa dilakukan penyiraman. Guna mengurangi dan menghilangkan stres, sebelum diangkut bibit diletakkan dahulu di bawah naungan selama sepekan dan dilakukan penyiraman secukupnya, sehingga tanaman dapat beradaptasi. Kemudain setelah mencapai sepekan secara umum akan terlihat bibit sudah segar kembali dan dapat dipak dalam peti berventilasi untuk dilakukan proses pengiriman kembali. AGRIBISNIS TANAMAN 63 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN Dengan metode packing seperti ini, maka bibit dalam polybag yang semula mempunyai berat 4-7 kg\/bibit akan berkurang menjadi 0,5-1 kg\/bibit. Khusus untuk pengepakan tanpa melakukan pengurangan media tanam terlebih dahulu, biasanya untuk angkutan darat. 4.\t Jenis Klon Unggul Tanaman Perkebunan di Indonesia Di indonesia sudah dikenal beberapa jenis klon unggul dari komoditas tanaman perkebunan, sebagaimana data tabel berikut ini. Tabel 2.1 Jenis Klon Unggul Komoditas Tanaman Perkebunan Jenis Tanaman Klon Unggul Klon tanaman Kopi BP 534, BP436, BP 936, BP 939, BP 288, BP 234, BP 935, BP 42, BP 397, dan BP 913 Klon Tanaman Karet BPM 24, BPM 107, BPM 109, IRR 104, PB 217, PB 260. AVROS 2037, BPM 1, RRIC 100, PB 330, PB 340, IRR 5, IRR Klon Tanaman 32, IRR 39, IRR 42, IRR 112, IRR 118. Kakao IRR 70, IRR 71, IRR 72, IRR 78 Klon Tanaman Teh ICCRI 03 SK Mentan No. 530\/Kpts\/SR.120\/9\/2006 Klon Tanaman Tebu ICCRI 04 SK Mentan No. 529\/Kpts\/SR.120\/9\/2006 ICCRI 07 SK Mentan No.2793\/Kpts\/SR.120\/8\/2012 Klon tanaman Sulawesi 01 SK Mentan No. 694\/Kpts\/SR.120\/12\/2008 Kelapa Sawit Sulawesi 02 SK Mentan No. 695\/Kpts\/SR.120\/12\/2008 Sulawesi 03 SK Mentan No.2795\/Kpts\/SR.120\/8\/2012 RCC 70 SK Mentan No. 530\/Kpts\/SR.120\/9\/2006 MCC 01 MCC 02 GMBS 1, GMBS 2, GMBS 3, GMBS 4, dan GMBS 5 PSMLG 1 PSMLG 2 PS 04 117, (2) PS 04 259, (3) PS 04 129, (4) PS 05 258, (5) PS 06 391, (6) PS 06 370, (7) PS 06 188, (8) JR 01. D X P Simalungun D X P Langkat D X P Bah Jambi D X P Dolok Sinumbah D X P Lame D X P SP1 D X P Yangambi D X P Marihat D X P AVROS D X P SP2 64 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN LEMBAR PRAKTIKUM LEMBAR KERJA Menentukan Gangguan Endemik yang terjadi pada Tanaman Perkebunan Tujuan Peserta Didik mampu mengidentifikasi gangguan endemik yang terjadi pada tanaman perkebunan. Alat dan 1.\t Alat tulis Bahan 2.\t Kerta Kerja 3.\t Alat potongg 4.\t Camera Tugas Lakukan hal berikut. 1.\t Mengidentifikasi lingkungan tanaman perkebunan. 2.\t Mengidentifikasi jenis gangguan pada tanaman perkebunan. 3.\t Mendokumentasikan temuan gangguan pada tanaman perkebunan. 4.\t Menggambarkan bagian tanaman yang terserang hama. 5.\t Melaporkan secara tertulis dan mempresentasikan di depan kelas. CAKRAWALA MUSEUM PERKEBUNAN PERTAMA DI INDONESIA Tahukan kalian bahwa Indonesia telah memiliki Museum Perkebunan Indonesia atau dikenal dengan Musperin. Museum Perkebunan Indonesia didirikan dengan tujuan untuk menjadi pusat informasi dan pendidikan tentang perkebunan yang ada di Indonesia. Museum ini didirikan pada tanggal 10 Desember 2016 yang tepatnya berada di Jalan Brigjen Katamso nomor 53,\u00a0 Kota Medan Sumatra Utara, Gambar 2.14 Museum Perkebunan Indonesia (Musperin) tokoh inisiator yang memiliki inisiatif https:\/\/id.wikipedia.org\/ perkebunan nasional ini adalah Soedjadi Kartasasmita yang menyatakan bahwa Indonesia seharusnya memiliki sebuah museum yang membahas tentang perkebunan. Museum ini menggunakan sebuah bangunan tua peninggalan Kolonial AGRIBISNIS TANAMAN 65 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN CAKRAWALA Belanda yang bernama Gedung Avros. Avros ini adalah singkatan dari Algemene Vereniging van Rubberplanters ter Ooskust van Sumatera dan merupakan sebuah organisasi perkebunan karet Sumatera Timur yang berdiri pada tahun 1911. Di ruang pertama terdapat garis waktu yang menjelaskan sejarah perkebunan di Indonesia yang telah dimulai semenjak jaman prakolonial di mana saat itu masyarakat Indonesia mata pencahariannya adalah bercocok tanam atau biasa disebut sebagai negara agraris. Ruang selanjutnya adalah Ruang Kelapa Sawit. Kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan terbesar di Sumatera Utara saat ini. Di ruang ini terdapat berbagai informasi mengenai kelapa sawit hingga berbagai produk hasil pengolahan kelapa sawit. Ruang kopi, teh, tebu dan kakao. Empat jenis perkebunan ini juga merupakan komoditas perkebunan yang sangat besar dan sangat terkenal dari Indonesia. Ruang Tembakau, Tembakau sendiri dulunya merupakan komoditas utama di Sumatera Utara. Ketika kolonial Belanda masih berkuasa di Sumatera Utara, mereka membangun perkebunan tembakau yang cukup besar di sini. Hasil tembakau ini juga diakui sebagai bahan pembungkus cerutu terbaik di dunia. Dan ruang terakhir di lantai satu ini adalah ruangan tanaman kaaret. Di lantai dua museum ini tersimpan berbagai peralatan yang dulunya digunakan sebagai alat bantu pertanian seperti, pemotong tembakau, tempat penjemuran, dan berbagai benda lainnya. Di sini juga terdapat berbagai barang- barang kuno seperti, timbangaan, mesin hitung, dan benda-benda lainnya yang digunakan di kantor perkebunan maupun pabrik. Berbagai koleksi yang ada di dalam museum ini ditampilkan secara sederhana namun cukup menarik. Di setiap ruangannya terdapat hasil nyata dari perkebunan tersebut dan produk yang dibuat dari perkebunan itu. Di sini juga ada diorama dan miniatur yang menggambarkaan cara kerja perkebunan di masa lalu. Di bagian halaman ini juga ada transportasi perkebunan yang dulu pernah digunakan. Di antaranya adalah sebuah pesawat yang dulu berfungsi untuk menyiram tanaman tembakau dan kereta uap yang berfungsi untuk mengangkut hasil tembakau dari perkebunan ke pabrik. JELAJAH INTERNET Guna menambah wawasan tentang materi penentuan komoditas tanaman perkebunan khususya tentang jenis- jenis tanah di Indonesia kunjungilah situs website di bawah ini, kemudian untuk mempermudah pemahamannya buatlah tabel yang memuat jenis tanah, karakteristik tanah, jenis tanaman yang cocok, dan sebaran tanahnya. Sumber: https:\/\/brainly.co.id\/tugas\/516165 66 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN RANGKUMAN Letak Indonesia yang sangat strategis bagi perlintasan dan perdagangan dunia dengan garis pantai mencapai 99.030 kilometer dengan memiliki daratan seluas 1.922.570 km2 dan 82,71% adalah lahan Pertanian. Produksi tanaman perkebunan Indonesia secara global besar terbagi menjadi dua, yaitu tanaman perkebunan semusim dan kelompok tanaman perkebunan tahunan. Keputusan Kementan nomor 511\/Kpts\/PD.310\/9\/2006, pemerintah memfokuskan pada lima belas komoditas strategis yang menjadi unggulan nasional, yaitu, karet, kelapa sawit, kelapa, kakao, kopi, lada, jambu mete, teh, cengkeh, jarak pagar, kemiri sunan, tebu, kapas, tembakau, dan nilam, sedangkan kepada Pemerintah Daerah didorong untuk memfasilitasi dan melakukan pembinaan komoditi spesifik dan potensial di wilayah masing-masing. Asas, tujuan dan fungsi perkebunan di Indonesia sangatlah besar guna tercapainya kemakmuran rakyat dan keadilan sosial serta kelestarian SDA Indonesia (ekonomi, ekologi dan sosial budaya). Aspek kesesuaian tanah dan iklim komoditas perkebunan Indonesia meliputi, lokasi usaha, kondisi lokal yang meliputi, iklim, tanah, sarana transportasi, dan pasokan air. Sedangkan pada unsur teknik budi daya tanaman perkebunan meliputi, wilayah, bentuk lahan, kemiringan, arah lereng, permukaan lahan, jenis tanah, kondisi erosi, proses mengidentifikasi syarat teknis dan jenis tanaman, benih, serta sumber daya manusia. Terjadinya penyakit yang secara merata, berlangsung terus menerus di setiap musim dengan asal usulnya berasal dari daerah yang bersangkutan adalah disebut penyakit endemik, secara garis besar berasal dari dalam tubuh dan fisiologis tanaman tersebut dan berasal dari luar tubuh tanaman fisik, biotik dan makanan\/nutrisi tumbuhan. TUGAS MANDIRI Pernahkan Anda mengunjungi atau mendengar keberadaan Ekowisata atau Wisata Agro? Carilah informasi apakah yang disebut Ekowisata dan Wisata Agro! Tulislah hasil informasi yang didapatkan kemudian presentasikan di hadapan kelas! Gambar 2.15 Wisata Agro Kopi Banaran Semarang Jawa Tengah Sumber: https:\/\/food.detik.com\/ AGRIBISNIS TANAMAN 67 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN PENILAIAN AKHIR BAB Kerjakan Soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar! Soal Observasi 1.\t Bentuklah kelompok untuk mengobservasi jenis tanah yang ada disekitar tempat tinggal Anda! 2.\t Lakukan observasi di tempat dan lokasi yang berbeda, putuskan melalui musyawarah di kelas! 3.\t Lakukan analisis terhadap jenis tanah dan karakteristik tanah yang Anda obeservasi! 4.\t Bawalah contoh tanah yang Anda obsevasi kemudian presentasikan di depan kelas secara bergiliran! 5.\t Bandingkan hasil observasi dengan kelompok yang lain apakah memiliki perbedaan dan kesamaan! Soal Uraian: 1.\t Berdasarkan usia, siklus hidup dan produksi tanaman, jenis tanaman perkebunan dibagi menjadi dua jelaskan jenis-jenis tamanan tersebut, berikut berikan dengan contoh jenis tanamannya! 2.\t Jelaskan strategi pemerintah dalam memprioritaskan penanganan komoditas unggulan nasional dan daerah pada tanaman perkebunan! 3.\t Pada kawasan global komoditi perekebunan Indonesia mengalami tekanan dalam perdangangan Internasional, coba Anda sebutkan tantangan komoditi yang perkebunan berkelanjutan di Indonesia! 4.\t Pasokan air sangat berperan penting dalam meningkatkan produktifitas tanaman perkebunan, pengelolaan sistem irigasi menjadi hal pokok dalam pendistribusian air agar dapat diterima langsung sesuai kebutuhan tanaman. Dalam implementasinya ada tiga sistem irigasi yang diterapkan di Indonesia coba jelaskan ketiga sistem irigasi tersebut! 5.\t Pemilihan bening unggul yang baik dapat dilihat dan ditentukan secara fisik dan pada saat proses pekecambahan. Jelaskan kriteria pemilihan benih secara fisik yang Anda ketahui! REFLEKSI Indonesia selain dikenal dengan negara Maritim juga terkenal dengan sebutan negara Agraris, sebutan ini sangatlah selaras dengan potensi kemaritiman dan pertanian Indonesia yang sudah terkenal sejak zaman kolonial. Gemah ripah loh jinawi adalah suatu semboyan negara Indonesia yang menggambarkan betapa kaya potensi alam Indonesia. Namun demikian sebutan dan semboyan Indonesia ini belum sepenuhnya dipahami guna kemakmuran rakyat. Menurut Anda sebagai generasi milenial apa yang perlu dilakukan agar sektor pertanian dan perkebunan Indonesia di masa mendatang semakin maju dan berdaya saing? Diskripsikan pendapat Anda pada selembar kertas dan kumpulkan ke guru Anda! 68 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & BAB PENANAMAN TANAMAN III PERKEBUNAN SYARAT TUMBUH TANAMAN PERKEBUNAN BAB III SYARAT TUMBUH TANAMAN PERKEBUNAN TUJUAN PEMBELAJARAN Dengan mempelajari bab ini peserta didik diharapkan dapat mengidentifikasi dan menentukan syarat tumbuh tanaman perkebunan, persyaratan tumbuh tanaman, merumuskan kondisi tanah, iklim, dan lingkungan mikro, serta teknik memodifikasi kondisi tanah dan iklim dengan berbagai teknik budi daya. PETA KONSEP C3 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN (ATP) Persiapan Lahan & Penanaman Tanaman Perkebunan (TP) K3LH Penentuan Syarat Persiapan Teknik Pengo- Tanaman Komoditas Tumbuh Lahan lahan Tanah Perkebunan Tanaman Tanaman Perkebunan Perkebunan Tanaman Tanaman Perkebunan Perkebunan Persyaratan tumbuh tanaman dan merumuskan kondisi tanah, iklim dan lingkungan mikro. Teknik memodifikasi kondisi tanah dan iklim dengan berb- aggai teknik budidaya. KATA KUNCI Syarat Tumbuh Tanaman, Memodifikasi Kondisi Tanah dan Iklim. AGRIBISNIS TANAMAN 69 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN PENDAHULUAN Gambar 3.1 KlasifikasiI\u00a0 klim\u00a0Junghuhn untuk Menentukan Jenis Tanaman Sumber: https:\/\/www.zenius.net\/prologmateri\/geografi\/a\/1339\/iklim-junghuhn Perhatikan gambar di atas! Coba kemukakan pertanyaan Anda tentang pembagian Iklim menurut Junghuhn untuk menentukan jenis tanaman yang dapat tumbuh sesuai ketinggiannya. 1.\t Ada berapakah pembagian Iklim Junghuhn? 2.\t ............................................................................................................ 3.\t ............................................................................................................ 4.\t ............................................................................................................ 5.\t ............................................................................................................ Diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dan temukan jawabannya berdasarkan MATERI PEMBELAJARAN A.\t Persyaratan Tumbuh Tanaman, Merumuskan Kondisi Tanah, Iklim, dan Lingkun- gan Mikro 1.\t Pengertian Pertumbuhan Secara bahasa pertumbuhan memiliki pengertian timbul atau hidup dan bertambah besar atau sempurna secarah fisik, pengertian ini merujuk pada proses perubahan yang terjadi pada masa hidup makluk hidup. Sedangkan dalam pertumbuhan tanaman, pertumbuhan diartikan sebagai peristiwa perubahaan biologis yang terjadi pada makhluk hidup berupa perubahan ukuran yang bersifat irreversible atau tidak berubah kembali ke asal atau tidak dapat balik. Pertumbuhan tanaman merupakan hasil dari berbagai proses fisiologi, melibatkan faktor genotipe yang berinteraksi dalam tubuh tanaman dengan 70 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN faktor lingkungan. Proses tersebut meliputi, pertambahan ukuran, bentuk, dan jumlah. Ciri pertumbuhan pada tanaman yang tampak sebagai fenotipe utamanya dipengaruhi oleh faktor genotipe, sedangkan ciri yang ditentukan oleh pengaruh lingkungan, sehingga pertumbuhan merupakan funngsi dari genotipe X lingkugan. Gambar 3.2 Perkecambahan Hipogeal dan Epigeal Sumber: https:\/\/www.smakita.net dan blog.uad.ac.id Aspek pertumbuhan tanamaan dalam usaha perkebunan dan pertanian menekankan pada tujuan utamanya, yaitu memaksimalkan laju pertumbuhan dan hasil panen melalui manipulasi genetik dan lingkungan. Dalam keadaan normal pertumbuhan bukan saja pertambahan volume tetapi juga diikuti oleh pertambahan bobot kering. Proses pertumbuhan tanaman terdiri dari pembelahan sel, lalu diikuti oleh pembesaran sel dan terakhir adalah difrensiasi cell. Pertumbuhan hanya terjadi pada lokasi tertentu saja, yaitu pada jaringan meristem. Jaringan meristem adalah jaringan yang sel- selnya aktif membelah Mitosis terjadi pada daerah meristem dan untuk pembelahan ini yang paling aktif dalam pembelahan sel ini adalah jaringan meristem ujung akar dan batang. Aktivitas meristem kedua bagian ini menyebabkan terjadinya pertumbuhan ke bawah dan ke atas yang disebut juga pertumbuhan primer. Sedangkan pertumbuhan ke samping yang dimotori oleh pembelahan sel-sel pada kambium disebut pertumbuhan sekunder. Proses pertumbuhan ini terjadi karena adanya pembelahan mitosis, yaitu pembelahan sel-sel tubuh yang memerlukan karbohidrat dan protein dalam jumlah yang relatif besar. AGRIBISNIS TANAMAN 71 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN Pembelahan itu sendiri ada dua jenis, yaitu miosis dan mitosis. Mitosis adalah pembelahan dari sel tubuh sedangkan miosis pembelahan sel kelamin. Untuk kegiatan mitosis ini maka pengangkutan air, karbohidrat, protein, dan zat-zat lain ke daerah meristem berjalan lancar. Setelah pembelahan sel, akan terjadi pembesaran sel. Seperti pada pembelahan sel, pembesaran sel juga terjadi pada jaringan meristem. Urutan terakhir dari proses pertumbuhan tanaman disebut diferensiasi. Pertumbuhan merupakan salah satu ciri makhluk hidup. Tumbuhan tumbuh dari kecil menjadi besar dan berkembang dari satu zigot menjadi embrio kemudian menjadi satu individu yang mempunyai akar, batang, dan daun. Pertumbuhan merupakan hasil interaksi antara faktor dalam dan luar. Pertumbuhan merupakan proses yang irreversible artinya tidak dapat balik perubahan dari kecil menjadi dewasa, pada kedelai misalnya, merupakan akibat dari proses pertumbuhan dan perkembangan. Berbeda dengan pertumbuhan, proses perkembangan ini tidak dapat diukur, sehingga tidak dapat dinyatakan secara kuantitatif. Perkembangan pada tumbuhan merupakan suatu proses menuju tercapainya kedewasaan pada tumbuhan tersebut. Tumbuhan dikatakan dewasa jika tumbuhan tersebut sudah membentuk bunga. Pertumbuhan dan perkembangan merupakan gejala- gejala yang saling berhubungan. Pertumbuhan sebagaimana telah didefinisikan sebagai pertambahan ukuran (biasanya dalam bobot kering) yang tidak dapat balik (irreversible). Sedangkan perkembangan mencakup proses diferensiasi, dan ditunjukkan oleh perubahan-perubahan yang lebih tinggi, menyangkut spesialisasi secara anatomi dan fisiologi. Diferensiasi merupakan salah satu proses penting dalam budi daya tanaman. Akan tetapi perubahan dari sel sederhana ke organisme bersel banyak yang kompleks, belum dapat dipahami secara sempurna. Mekanisme diferensiasi tanaman menjadi sel yang kompleks tidaklah jelas. Akan tetapi faktor-faktor penting yang mempengaruhi diferensiasi jaringan sudah banyak di teliti. Sebagai hasil dari penelitian tersebut dikatakan beberapa faktor seperti, hara dan hormon tumbuh merupakan faktor yang memegang peranan penting dalam diferensiasi tanaman. Pertumbuhan yang terjadi pada tumbuhan dibagi menjadi dua macam, yaitu pertumbuhan primer, dan pertumbuhan sekunder. Pertumbuhan primer adalah pertumbuhan ukuran panjang pada bagian batang tumbuhan, karena adanya aktivitas jaringan meristem primer. Sedangkan pertumbuhan sel sekunder adalah pertambahan besar dari organ tumbuhan karena adanya aktivitas jaringan meristem sekunder, yaitu kambium pada kulit batang, kambium batang, dan dan akar. 72 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN Gambar 3.3 Gambar Pertumbuhan Primer dan Sekunder pada Tumbuhan Sumber: http:\/\/www.ebiologi.net Berdasarkan aktivitasnya, daerah pertumbuhan pada ujung akar dan ujung batang dibedakan menjadi tiga daerah pertumbuhan, yaitu, daerah pembelahan sel, daerah perpanjangan sel, dan daerah diferensiasi sel. 2.\t Persyaratan Pertumbuhan Tanaman a.\t Energi Matahari Iklim mikro tanaman adalah kondisi unsur-unsur lingkungan fisik yang ada di sekitar tanaman, mulai dari daerah perakaran sampai di atas tajuk tanaman. Variasinya sangat berkaitan erat dengan karakteristik tajuk tanaman, sistem pengelolaan tanaman maupun aktivitas dan perkembangan tanaman. Situasi tajuk tanaman sendiri berpengaruh terhadap penetrasi energi matahari ke dalam tajuk. Karena energi matahari sangat berperan dalam proses fisika di dalam tajuk tersebut, maka dampaknya akan berpengaruh terhadap kondisi suhu, kelembaban udara, keseimbangan gas yang dihasilkan oleh adanya aktivitas respirasi maupun fotosintesis. Oleh sebab itu, manipulasi iklim mikro tanaman diharapkan dapat menciptakan lingkungan di sekitar tanaman yang ideal, sehingga tanaman dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal, menghindarkan timbulnya gangguan- gangguan yang dapat timbul akibat lingkungan yang tidak menguntungkan, misalnya, munculnya frost, kekeringan, angin kencang, kelebihan air, ataupun gangguan hama, dan penyakit. AGRIBISNIS TANAMAN 73 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN Gambar 3.4 Proses Fotosintesis Sumber: http:\/\/www.ebiologi.net Manipulasi radiasi matahari pada prinsipnya ditujukan untuk mengatur distribusi energi matahari yang ada di dalam tajuk tanaman disesuaikan dengan tingkat kebutuhan tanaman. Dengan menggambarkan intensitas radiasi seluruh energi yang diterima per satuan luas dan waktu, pada masing-masing tanaman memiliki respon yang berbeda. Kelompok tanaman sun loving, yaitu tanaman yang aktivitas hidupnya membutuhkan intensitas radiasi yang tinggi, dan kelompok yang disebut shady plant atau tanaman yang tidak menghendaki intensitas radiasi yang terlalu tinggi, sehingga membutuhkan pelindung atau naungan. penetrasi radiasi sangat berpengaruh terhadap ketersediaan energi di dalam tajuk, semakin besar jumlah energi yang mampu diteruskan ke bagian dalam tajuk, maka dapat berdampak pada semakin tingginya peluang daun untuk dapat melakukan fotosintesis serta berpengaruh terhadap suhu, kelembaban, sirkulasi udara (gas) di dalam tajuk tanaman. Oleh karena itu, kegiatan pemangkasan ataupun defoliasi pada tajuk mempunyai peranan cukup penting dalam meningkatkan efisiensi fotosintesis maupun keseimbangan unsur iklim mikro di sekitar tanaman Bagi tanaman yang menghendaki tingkat kejenuhan cahaya rendah, misalnya, kelompok indoor plant, pengaturan intensitas cahaya mempunyai arti sangat penting. Pasalnya, kelompok tanaman ini biasanya tidak tahan bila terpapar radiasi matahari langsung. Untuk itu, pengaturan sumber pencahayaan, baik kekuatan, kualitas, jarak penempatan maupun waktu pencahayaan sangat penting. Kualitas energi yang diartikan sebagai unsur raadiasi yang memperlihatkan spektrum cahaya matahari yang terdiri dari beberapa tingkatan panjang gelombang cahaya, mempunyai pengaruh spesifik terhadap kehidupan tanaman. 74 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN b.\t Tempertur Udara Salah satu faktor yang sukar untuk dilakukan pengendalian adalah cuaca dan iklim. Dengan sebab inilah setiap usaha pertanian secara global dapat disesuaikan dengan kondisi iklim setempat. Junghuhn mengelompokkan pada beberapa pengklasifikasian daerah iklim di Pulau Jawa secara vertikal sesuai dengan kehidupan tumbuh-tumbuhan. Suhu merupakan salah satu faktor lingkungan yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan makhluk hidup, termasuk tumbuhan. Suhu dapat memberikan pengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung. Menurut Rai dkk (1998) dalam Atmaja (2013) suhu dapat berperan langsung hampir pada setiap fungsi dari tumbuhan dengan mengontrol laju proses- proses kimia dalam tumbuhan tersebut, sedangkan berperan tidak langsung dengan mempengaruhi faktor-faktor lainnya terutama suplai air. Suhu akan mempengaruhi laju evaporasi dan menyebabkan tidak saja keefektifan hujan tetapi juga laju kehilangan air dari organisme. Sebenarnya sangat sulit untuk memisahkan secara mandiri pengaruh suhu sebagai faktor lingkungan. Misalnya energi cahaya mungkin diubah menjadi energi panas, ketika cahaya diabsorpsi oleh suatu substansi. Suhu sering berperan bersamaan dengan cahaya dan air untuk mengontrol fungsi-fungsi dari organisme. Relatif mudah untuk mengukur suhu dalam suatu lingkungan tetapi sulit untuk menentukan suhu yang bagaimana yang berperan nyata, apakah keadaan maksimum, minimum atau keaadaan harga rata-ratanya yang penting. Temperatur udara dapat meliputi, variasi suhu lingkungan, dan suhu tumbuhan, pengertian variasi suhu lingkungan dan suhu tumbuhan adalah sebagai berikut. 1)\t Suhu lingkungan, sangat sedikit berbagai tempat di permukaan bumi secara menerus berada dalam kondisi terlalu panas atau terlalu dingin untuk sistem kehidupaan, suhu biasanya mempunyai variasi baik secara ruang maupun secara waktu. Variasi suhu ini berkaitan dengan garis lintang, dan sejalan dengan ini juga terjadi variasi lokal berdasarkaan topografi dan jarak dari laut. Terjadi juga variasi dari suhu ini dalam ekosistem, misalnya dalam hutan dan ekosistem perairan. Perbedaan yang nyata antara suhu pada permukaan kanopi hutan dengan suhu di bagian dasar hutan akan terlihat dengan jelas. Demikian juga perbedaan suhu berdasarkan kedalaman air. Seperti halnya dengan faktor cahaya, letak dari sumber panas (matahari), bersama- sama dengan putarannya bumi pada porosnya akan menimbulkan variasi suhu di alam tempat tumbuhan hidup. Jumlah panas yang diterima bumi juga berubah-ubah setiap saat tergantung pada lintasan awan, bayangan tumbuhan setiap hari, setiap tahun dan gejala geologi. Begitu matahari terbit pagi hari, permukaan bumi mulai memperoleh lebih banyak panas dibandingkan dengan yang hilang karena radiasi panas bumi, dengan demikian suhu akan naik dengan cepat. Setelah beberapa jam tercapailah suhu yang tinggi sekitar tengah hari, setelah AGRIBISNIS TANAMAN 75 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN lewat petang mulailah terjadi penurunan suhu bumi ini akibat reradiasi yang lebih besar dibandingkan dengan radiasi yang diterima. Pada malam hari penurunan suhu muka bumi akan bertambah lagi, panas yang diterima melalui radiasi dari matahari tidak ada, sedangkan reradiasi berjalan terus, akibatnya ada kemungkinan suhu permukaan bumi lebih rendah dari suhu udara di sekitarnya. Proses ini akan menimbulkan fluktuasi suhu seharian, dan fluktuasi suhu yang paling tinggi akan terjadi di daerah antara ombak di tepi pantai. 2)\t Suhu Tanaman, kehidupan di muka bumi ini berada dalam suatu kisaran suhu antara 0\u00b0 C sampai dengan 50\u00b0 C, dalam kisaran suhu ini individu tumbuhan mempunyai suhu minimum, maksimum dan optimum yang diperlukan untuk aktifitas metabolismenya. Berbagai suhu tadi yang diperlukan organisme hidup dikenal dengan suhu kardinal. Suhu tumbuhan biasanya kurang lebih sama dengan suhu sekitarnya karena adanya pertukaran suhu yang terus-menerus antara tumbuhan dengan udara sekitarnya. Pengaruh suhu sangat besar. Beberapa tumbuhan dapat tumbuh dengan baik pada suhu yang lembab, dan beberapa lainnya tumbuh hanya pada suhu yang baik. Suhu mempengaruhi daya tahan, fungsi, bahkan bentuk tumbuhan. c.\t Kelembaban Dalam pertumbuhan tanaman, sering terjadi keragaman dalam satu jenis pohon yang disebabkan oleh perbedaan lingkungan. Dalam kehidupan di bumi ini kelembaban udara merupakan salah satu unsur penting bagi manusia, hewan dan pertumbuhan pohon. Kelembaban udara juga menentukan bagaimana mahluk hidup tersebut dapat beradaptasi dengan kelembaban yang ada di lingkungannya. Dengan mengetahui kelembaban udara yang ada dilingkungan tempat yang akan di tanam tumbuhan, kita dapat menentukan pemilihan jenis tanaman yang sesuai Kelembaban udara berpengaruh terhadap penguapan pada permukaan tanah dan penguapan pada daun. Bila kelembaban udara tinggi, maka pertumbuhan pohon itu akan terganggu karena tidak ada keseimbangan antara unsur air dan cahaya, sehingga pertumbuhan pohon itu akan ternganggu. Tetapi kelembaban yang tinggi akan berpengaruh terhadap tumbuhnya organ vegetatif pada pohon. Kelembaban udara akan berpengaruh terhadap laju penguapan atau transpirasi. Jika kelembaban rendah, laju transpirasi meningkat, sehingga penyerapan air dan zat-zat mineral juga meningkat. Hal itu akan meningkatkan ketesediaan nutrisi untuk pertumbuhan tanaman. Jika kelembaban tinggi, laju transpirasi rendah, sehingga penyerapan zat-zat nutrisi juga rendah. Hal ini akan mengurangi ketersediaan nutrisi untuk pertumbuhan tanaman sehingga pertumbuhannya juga akan terhambat. d.\t Oksigen Carbon, Oksigen dan Hidrogen merupakan bahan baku dalam pembentukan jaringan tubuh tanaman, berada dalam bentuk H2O (air), H2CO3 (asam karbonat) dan CO2 (gas karbondioksida). Karbon adalah unsur 76 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN penting sebagai pembangun bahan organik, karena sebagian besar bahan kering tanaman terdiri dari bahan organik. Unsur Karbon (C), ini diserap tanaman dalam bentuk gas CO2 yang selanjutnya digunakan dalam proses yang sangat penting, yaitu FOTOSINTESIS: CO2 + H2O ---> C6H12O6, tanpa gas CO2 proses tersebut akan terhambat, sehingga pertumbuhan dan produksi tanaman pun akan terhambat. Oksigen (O) juga terdapat dalam bahan organik sebagai atom dan termasuk pembangun bahan organik, diambil oleh tanaman dalam bentuk gas O2 esensi utama dari unsur. Oksigen ini berperan pada proses respirasi. Proses respirasi tanaman adalah proses perombakan gula (karbohidrat) hasil fotosintesis dan hasil akhir dari proses respirasi, yaitu terbentuknya ATP yang merupakan sumber energi utama bagi tanaman untuk melakukan semua kegiatan seperti absorbsi, transpirasi, transportasi, pembelahan sel, pembungaan maupun fotosintesis. Oksigen digunakan di mitokondria untuk membantu menghasilkan adenosina trifosfat (ATP) selama fosforilasi oksidatif. e.\t Unsur Hara Tanaman memerlukan makanan yang sering disebut hara tanaman. Berbeda dengan manusia yang menggunakan bahan organik, tanaman menggunakan bahan anorganik untuk mendapatkan energi dan pertumbuhannya. Dengan fotosintesis, tanaman mengumpulkan karbon yang ada di atmosfir yang kadarnya sangat rendah, ditambah air yang diubah menjadi bahan organik oleh klorofil dengan bantuan sinar matahari. Unsur yang diserap untuk pertumbuhan dan metabolisme tanaman dinamakan hara tanaman. Mekanisme perubahan unsur hara menjadi senyawa organik atau energi disebut metabolisme. Dengan menggunakan hara, tanaman dapat memenuhi siklus hidupnya. Fungsi hara tanaman tidak dapat digantikan oleh unsur lain dan apabila tidak terdapat suatu hara tanaaman, maka kegiatan metabolisme akan terganggu atau berhenti sama sekali. Di samping itu umumnya tanaman yang kekuranngan atau ketiadaan suatu unsur hara akan menampakkan gejala pada suatu organ tertentu yang spesifik yang biasa disebut gejala kekahatan. Unsur hara yang diperlukan tanaman, adalah Karbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O), Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), Sulfur (S), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Seng (Zn), Besi (Fe), Mangan (Mn), Tembaga (Cu), Molibden (Mo), Boron (B), Klor (Cl), Natrium (Na), Kobal (Co), dan Silikon (Si). Unsur Na, Si, dan Co dianggap bukan unsur hara esensial, tetapi hampir selalu terdapat dalam tanaman. Misalnya, unsur Na pada tanaman di tanah garaman yang kadarnya relatif tinggi dan sering melebihi kadar P Fosfor. Silikon (Si) pada tanaman padi dianggap penting walaupun tidak diperlukan dalam proses metabolsime tanaman. Jika tanaman padi mengandung Si yang cukup, maka tanaman tersebut lebih segar dan tidak mudah roboh diterpa angin sehingga seakan Si meningkatkan produksi tanaman. AGRIBISNIS TANAMAN 77 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN Gambar 3.5 Unsur Hara Penyusun Tanah Sumber: http:\/\/www.ebiologi.net f.\t Media Perakaran 1)\t Tekstur Tanah. Tekstur tanah adalah susunan relatif dari tiga ukuran zarah tanah, yaitu, pasir berukuran 2 mm-5 mikrometer, debu berukuran 50-2 mikrometer dan liat berukuran < 2 mikrometer. Untuk keperluan pemeliharaan ada 13 kelas tekstur tanah, yaitu, pasir, debu, liat, pasir berlempung, pasir berdebu, pasir berliat, lempung berpasir, lempung berdebu, lempung berliat, lempung liat berpasir, lempung, dan liat berdebu. 2)\t Struktur dan konsistensi tanah. Struktur tanah merupakan sifat fisik tanah yang menggambarkan susunan keruangan partikel-partikel tanah yang bergabung satu dengan yang lain membentuk agregat. Dalam tinjauan morfologi, struktur tanah diartikan sebagai susunan partikel-partikel primer menjadi satu kelompok partikel (cluster) yang disebut agregat, yang dapat dipisah-pisahkan kembali serta mempunyai sifat yang berbeda dari sekumpulan partikel primer yang tidak teragregasi. Daalam tinjauan edafologi, sejumlah faktor yang berkaitan dengan struktur tanah jauh lebih penting dari sekedar bentuk dan ukuran agregat. Dalam hubungan tanah-tanaaman, agihan ukuran pori, stabilitas agregat, kemampuan teragregasi kembali saat kering, dan kekerasan (hardnes) agregat jaauh lebih penting dari ukuran dan bentuk agregat itu sendiri. 78 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN Gambar 3.6 Lapisan Tanah Sumber: http:\/\/www.ebiologi.net Konsistensi tanah merupakan kekuatan daya kohesi butiran tanah atau daya adhesi butir-butir tanah dengan benda lain. Hal ini ditunjukan oleh daya tahan tanah terhadap gaya yang akan mengubah bentuk. Tanah yang memilki konsistensi yang baik umumnya mudah diolah dan tidak melekat pada alat pengolah tanah. Oleh karena tanah dapat ditemukan dalam keadaan lembab, basah atau kering, maka penyifataan konsistensi tanah harus disesuaikan dengan keadaan tanah tersebut. Dalam keadaan lembab, tanah dibedakan ke dalam konsistensi gembur mudah diolah sampai teguh agak sulit dicangkul. Dalam keadaan kering tanah dibedakan kedalam konsistensi lunak sampai keras. Dalam keadaan basa dibedakan plastisitasnya, yaitu dari plastis sampai tidak plastis atau kelekatannya, yaitu dari tidak lekat sampai lekat. Dalam keadaan lembab atau kering konsistensi tanah ditentukan dengan meremas segumpal tanah. Bila gumpalan tersebut mudah hancur, maka tanah dikatakan berkonsistensi gembur bila lembab atau lunak bila kering. Bila gumpaalan tanah sukar hancur dengan remasan tersebut tanah dikatakan berkonsistensi teguh lembab atau keras kering. Dalam keadaan basah ditentukan mudah tidaknya melekat pada jari melekat atau tidak melekat, atau mudah tidaknya membentuk bulatan dan kemampuannya memprtahankan bentuk tersebut plastis atau tidak plastis. AGRIBISNIS TANAMAN 79 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN 3)\t Drainase dan Aerasi. Drainase lahan pertanian didefinisikan sebagai pembuatan dan pengoperasian suatu sistem di mana aliran air dalam tanah diciptakan sedemikian rupa, sehingga baik genangan maupun kedalaman air tanah dapat dikendalikan, sehingga bermanfaat bagi kegiatan usaha tani. Definisi lainnya, drainase lahan pertanian adalah suatu usaha membuang kelebihan air secara alamiah atau buatan dari permukaan tanah atau dari dalam tanah untuk menghindari pengaruh yang merugikan terhadap pertumbuhan tanaman. Pada lahan bergelombang drainase lebih berkaitan dengan pengendalian erosi, sedangkan pada lahan rendah (datar) lebih berkaitan dengan produksi. Tujuan tersebut di atas dicapai melalui dua macam pengaruh langsung dan sejumlah besar pengaruh tidak langsung. Pengaruh langsung terutama ditentukan oleh kondisi hidrologi, karakteristik hidrolik tanah, dan rancangan sistem drainase, yaitu penurunan muka air tanah di atas atau di dalam tanah, mengeluarkan sejumlah debit air dari sistem drainase. Gambar 3.7 Sistem Drainase Perkebunan Kelapa Sawit Sumber: https:\/\/dosenpertanian.com\/ Pengaruh tak langsung ditentukan oleh iklim, tanah, tanaman, kultur teknis dan aspek sosial dan lingkungan. Pengaruh tak langsung ini dibagi ke dalam pengaruh berakibat positif dan yang berakibat negatif atau berbahaya. Pengaruh tak langsung dari pembuangan air yang memiliki pengaruh positif terhadap tanaman adalah pencucian garam atau bebagai bahan berbahaya dari profil tanah, pemanfaatan kembali air drainase. Pengertian aerasi tanah menurut endafologik ialah tanah yang mengandung gas yang tersedia dalam jumlah dan perbandinganyang tepat bagi organisme aerobik dan mampu menunjang berlangsungnya proses metabolik yang esensial bagi organisme tersebut pada kecepaatan optimum. Aerasi baik jika ada ruang cukup tanpa air dan mineral tanah dan ada kesempatan bagi gas-gas untuk keluar masuk pepori tanah. 80 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN Dua reaksi biologi paling penting yang melibatkan gas\/ udara yang terdapat dalam tanah, yaitu respirasi tanaman tingkat tinggi dan proses dekomposisi residu organik oleh mikroorganisme. Walaupun berbeda dalam beberapa hal, kedua proses tersebut sama- sama merupakan proses oksidasi komposisi\/rangkaian organik. setiap proses di atas menggunakan O2 dan menghasilkan CO2. Respirasi pada tumbuhan memiliki arti bernafas. Respirasi dilakukan oleh semua makhluk hidup sebagai proses kehidupan. Gambar 3.8 Aerasi Tanah Sumber: https:\/\/dosenpertanian.com\/ 4)\t Kedalaman efektif. Kedaalaman sangat berpengaruh dalam faktor pertumbuhan tanaman. Kedalaman tanam tergantung juga pada tipe perkecambangan dan kandungan air serta oksigen pada media tanam. Kedalaman tanah sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan akar tanaman, selain itu juga menentukan jumlah unsur hara dan air yang dapat diserap tanaman. Kedalaman efektif tanah adalah suatu kedalaman yang diukur dari permukaan tanah sampai pada lapisan kedap air, yakni lapisan pasir, kerikil, batu lignit. 3.\t Hal-hal yang Mempengaruhi Pertumbuhan Hal-hal yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu faktor intenal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman, yaitu sebagai berikut. a.\t Genetik Pembawa sifat yang diturunkan dari induk ke generasi berikutnya adalah disebut gen. Pada gen pengaruh ciri dan sifat makhluk hidup di antaranya pada tanaman mempengaruhi bentuk tubuh, warna bunga, dan rasa buah. Gen juga menentukan kemampuan metabolisme, sehingga sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman tersebut. Tanaman yang memiliki gen tumbuh yang baik akan menjadi tumbuh dan berkembang cepat sesuai dengan periodenya. AGRIBISNIS TANAMAN 81 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN Meskipun faktor dari gen sangat penting, namun faktor ini bukan saatu-satunya yang menentukan pola pertumbuhan dan perkembangan tanaaman. Di samping itu ada faktor lingkungan yang ikut berpengaruh. Misalnya, pada tanaman yang memiliki sifat unggul, hanya dapat tumbuh dengan cepat, berbuah lebat, dan rasanya manis di lahan yang subur dan kondisinya sesuai. Bila ditanam di lahan tandus dan kondisinya tidak sesuai, pertumbuhan dan perkembangan tanaman ini tidak akan optimal. b.\t Hormon Zat yang memiliki peran untuk mengendalikan berbagai fungsi di dalam tubuh adalah hormon. walapun jumlahnya minimal, hormon memberikan pengaruh langsung dalam pengaturan berbagai proses dalam tubuh. Hormon yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman ada beragam jenisnya. 1)\t Yang mempengaruhi serta memacu proses pemanjangan, pembelahan, dan diferensiasi sel disebut dengan Auksin. 2)\t Yang berperan untuk pembentukan biji serta perkembangan dan perkecambahan embrio disebut dengan giberlin. 3)\t Kemudian Etilen berperan dalam pematangan buah dan rontoknya daun. 4)\t Yang berperan untuk pembelahan sel atau sitokenesis, seperti merangsang pembentukan akar dan cabang tanaman adalah Sitokinin 5)\t Yang berperan untuk proses penuaan dan gugurnya daun adalah asam absisat. 6)\t Untuk proses organogenesis tanaman, asam traumalin, berperan untuk regenerasi sel apabila mengalami kerusakan jaringan adalah koalin. 7)\t Sementara asam traumalin adalah berperan untuk regenerasi sel apabila mengalami kerusakan jaringan. 4.\t Faktor Eksternal a.\t Nutrisi Nutrisi merupakan bahan baku dan sumber energi dalam proses metabolisme tubuh. Kualitas dan kuantitas nutrisi akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tanaman membutuhkan nutrisi berupa air dan zat hara yang terlarut dalam air. Melalui proses fotosintesis, air dan karbon dioksida diubah menjadi zat makanaan. Zat hara tidak berperan langsung dalam proses fotosintesis, namun sangat diperlukan agar tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. b.\t Cahaya Matahari Cahaya berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Tanaman sangat membutuhkan cahaya matahari untuk fotosintesis. Namun keberadaan cahaya ternyata dapat menghambat pertumbuhan tumbuhan karena cahaya dapat merusak hormon auksin yang terdapat pada ujung batang. c.\t Air dan Kelembaaban Air dan kelembaban merupakan faktor penting untuk pertumbuhan dan perkembangan. Air sangat dibutuhkan oleh makhluk 82 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN hidup. Tanpa air, makhluk hidup tidak dapat bertahan hidup. Air merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi kimia di dalam tubuh. Kelembaban mempengaruhi keberadaan air yang dapat diserap oleh tanaman mengurangi penguapan. Kondisi ini sangat mempengaruhi sekali terhadap pemanjangaan sel. Kelembaban juga penting untuk mempertahankan stabilitaas bentuk sel. d.\t Suhu Suhu memiliki pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Contohnya pada padi yang ditanam pada awal musim kemarau di mana suhu rata-rata tinggi akan lebih cepat dipanen daripada padi yang ditanam pada musim penghujan di mana suhu rata-rata lebih rendah. Hal ini disebabkan karena semua proses dalam pertumbuhan dan perkembangan seperti penyerapan air, fotosintesis, penguapan, dan pernapasan pada tanaman dipengaruhi oleh suhu. e.\t Tanah Tanah berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tanaman akan tumbuh dan berkembang dengan optimal bila kondisi tanah tempat hidupnya sesuai dengan kebutuhan nutrisi dan unsur hara. Kondisi tanah ditentukan oleh faktor lingkungan lain, misalnya suhu, kandungan mineral, air, dan derajat keasaman atau pH. B.\t Merumuskan Kondisi Tanah, Iklim, dan Lingkungan Mikro 1.\t Pengertian Tanah Dalam kehidupan sehari-hari kita telah mengenal tanah secara umum. Contoh tanah lapangan sepak bola, tanah lapangan parkir, tanah untuk bangunan rumah, atau industri dan sebagainya. Tanah yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah sebidang tanah yang dikelola dengan cara sedemikian rupa untuk proses produksi tanaman. Dalam kegiatan agrobisnis perkebunan, tanah merupakan investasi yang sangat mahal, sehingga diperlukan pengelolaan tanah yang baik agar terjaga kesuburannya. Tanah dalam kegiatan pertanian lebih khusus dijelaskan bahwa tanah berasal dari hasil pelapukan batuan bercampur dengan sisa-sisa bahan organik dari organisme (vegetasi atau hewan) yang hidup di atasnya atau di dalamnya. Selain itu di dalam tanah terdapat pula udara dan air. Air dalam tanah berasal dari air hujan yang ditahan oleh tanah, sehingga tidak meresap ke tempat lain. Dalam proses pembentukannya terdiri pula lapisan-lapisan atau horision-horison tanah. Karena itu, pengertian tanah secara ilmiah adalah kumpulan dari benda alam di permukaan bumi yang tersusun dalam horison-horison, terdiri dari campuran bahan mineral, bahan organik, air, dan udara, dan merupakan media untuk tumbuhnya tanaman. 2.\t Fungsi Tanah Fungsi tanah dalam pembahasan ini adalah mengarah kepada fungsi tanah sebagai lahan pertanian\/perkebunan sebagaimana pengertian tanah di atas, fugsi tanah tersebut antra lain sebagai berikut. a.\t Tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran. b.\t Penyedia kebutuhan primer tanaman (air, udara, dan unsur- unsur hara). AGRIBISNIS TANAMAN 83 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN c.\t Penyedia kebutuhan sekunder tanaman (zat-zat pemacu tumbuh, hormon, vitamin, dan asam-asam organik, antibiotik, dan toksin anti hama, enzim yang dapat meningkatkan kesediaan hara). d.\t Sebagai habitat biota tanah, yang berdampak positif, yaitu karena terlibat langsung atau tak langsung dalam penyediaan kebutuhan primer dan sekunder tanaman tersebut, maupun yang berdampak negatif, karena merupakan hama dan penyakit tanaman. 3.\t Proses Pembentukan Tanah Pembentukan tanah merupakan proses perkembangan tanah yang dimulai dari batuan induk yang bersifat padat menjadi bahan induk agak lunak. Kemudian secara berangsur-angsur menjadi lapisan tanah bawah sub soil dan lapisan tanah atas top soil. Proses perubahan terjadi karena adanya peristiwa pelapukan, yaitu proses penghancuran karena faktor iklim. Proses pelapukan tersebut dapat berlangsung ratusan atau ribuan tahun. Proses pelapukan merupakan proses penghancuran dan pelembutan batuan tanpa disertai perubahan kimia. Peristiwa pelapukan terjadi akibat pengaruh iklim. Proses pelapukan dapat terjadi secara berikut ini. a.\t Pelapukan Fisik Proses pemecahan dan pelembutan batuan tanpa mengalami perubahan susunan kimia dan tak ada pembentukan mineral baru. Proses pelapukan fisik berlangsung secara cepat terutama pada daerah beriklim dingin, daerah beriklim kering, dan daerah beriklim panas. Proses pelapukan fisik terjadi karena adanya perubahan\/pergantian suhu sangat besar antara siang hari dan malam hari. Kondisi ini akan menyebabkan permukaan tanah akan mengembang ketika suhu turun, dan permukaan tanah akan menjadi sempit, sehingga permukaan tanah akan bercelah. b.\t Pelapukan Kimia Proses pelapukan dan penguraian pecahan-pecahan batuan dan mineral-mineral ke dalam unsur-unsur penyusun yang biasanya disertai dengan pembentukan mineral-mineral baru. Pelapukan terjadi karena pengaruh reaksi kimia. c.\t Pelapukan Biologis Merupakan pelapukan yang diakibatkan oleh adanya aktifitas tanaman, hewan tingkat tinggi maupun tingkat rendah. Sejak terjadinya pemecahan batuan yang akhirnya menjadi tanah, di dalamnya merupakan kegiatan zat-zat hidup tanah. Organisme hidup yang pertama kali adalah bakteri autotrof, kemudian lumut-lumut mati menjadi bahan organik. Akar-akar tanaman tinggi menembus celah-celah bebatuan. Hasil dari kegiatan pelapukan biologis, yaitu karbon dioksida, asam-asam organik dan anorganik yang membantu proses pelapukan. Ketiga proses pelapukkannya itu secara fisik, kimia dan biologis berlangsung secara bertahap atau bersama-sama bekerja menghancurkan batuan. Ada beberapa faktor yang berpengaruh terhadap proses pembentukaan tanah, yaitu sebagai berikut. 1)\t Iklim 2)\t Batuan induk 84 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN 3)\t Vegetasi 4)\t Relief 5)\t Manusia 6)\t Waktu 4.\t Profil Tanah Profil tanah adalah irisan vertikal tanah dari lapisan paling atas hingga kebatuan induk tanah. Hal ini dapat dijumpai apabila Anda menggali tanah yang dalam, dari permukaan tanah hingga ke batuan induk. Dari galian tersebut akan tampak berbagai macam lapisan yang berbeda-beda, baik tebal lapisan, warna, susunan, dan sebagainya. Gambar 3.9 Jenis-jenis Tanah Sumber: https:\/\/dikatama.com\/jenis-jenis-tanah\/ Ciri-ciri kesuburan tanah dapat diketahui melalui dua cara, yaitu pertama dengan memperhatikan profil tanah. Kedua adalah dengan menganalisis tanah di laboratorium. Pengamatan di lapangan melalui horison-horison tanah,profil tanah atau pengamatan di laboratorium dapat diketahui apakah tanah tersebut dapat memenuhi kebutuhan tanaman atau tidak. Tanah yang memenuhi syarat bagi pertumbuhan tanaman adalah cukup gembur, sehingga akar dapat berkembang di dalamnya, peredaran udara, air dan panas cukup untuk perkembangan tanaman. Ditinjau dari kandungan mineral, tanah ada yang kaya mineral, sehingga memenuhi syarat bagi pertumbuhan tanaman, tetapi ada juga tanah yang tidak mengandung mineral. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa sejengkal tanah memiliki kondisi kesuburan yang berbeda-beda, sehingga dalam proses budi daya tanaman diperlukan pengolahan tanah secara baik. Melalui pengolahan tanah yang baik akan terbentuk tanah yang memiliki sifat fisik, biologi, dan kimia sesuai persyaratan tumbuh tanaman. AGRIBISNIS TANAMAN 85 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN Tujuan pengolahan tanah antara lain, agar tanah siap memberikan dukungan penyediaan unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Bila kondisi tanah cukup gembur, maka akan berpengaruh positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman serta produktifitas tanaman. Sebaliknya, bila kondisi tanah padat\/tidak gembur, maka akan mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan tanaman atau bahkan menimbulkan kematian pada tanaman. 5.\t Struktur Tanah Di atas telah diuraikan bahwa tanah tersusun oleh partikel-partikel tanah. Di antara partikel partikel tanah tersebut dapat berinteraksi atau terikat satu dengan yang lainnya. Sehingga membentuk satu kesatuan yang lebih besar. Penyatuan partikel-partikel tanah membentuk struktur tanah. Struktur tanah digolongkan kedalam tiga bentuk, yaitu sebagai berikut. a.\t Berbutir Tunggal. Struktur tanah dikatakan berbutir tunggal apabila keseluruhan partikel-partikel tanah saling lepas satu sama lain. Contohnya, adalah tanah pasir. b.\t Masif. Struktur tanah dikatakan masif apabila keseluruhan partikel tanah saling terikat kuat, sehingga terbentuk bongkahan-bongkahan tanah yang sangat kohesif. c.\t Beragregasi. Struktur tanah dikatakan beragregat apabila keseluruhan partikel tanah saling terikat dengan bentuk ikatan sedang. Tanah pada kondisi berstruktur agregat cocok untuk pertumbuhan tanaman. 6.\t Mengidentifikasi Kesuburan Tanah Kesuburan tanah adalah Suatu keadaan tanah di mana tata air, udara dan unsur hara dalam keadaan cukup seimbang dan tersedia sesuai kebutuhan tanaman, baik fisik, kimia, dan biologi tanah. Atau dengan kata lain kesuburan tanah adalah kemampuan tanah untuk menyediakan unsur hara esensial dalam jumlah dan proporsi yang seimbang untuk pertumbuhan. Tanah yang subur adalah tanah yang mempunyai profil yang dalam kedalaman yang sangat dalam melebihi 150 cm, strukturnya gembur remah, pH 6-6,5, mempunyai aktivitas jasad renik yang tinggi (maksimum). Tanah memiliki kesuburan yang berbeda-beda tergantung sejumlah faktor pembentuk tanah yang merajai di lokasi tersebut, yaitu, bahan induk, iklim, relief, organisme, atau waktu. Tanah merupakaan fokus utama dalam pembahasan ilmu kesuburan tanah, sedangkan kinerja tanaman merupakan indikator utama mutu kesuburan tanah. Kesuburan tanah merupakan mutu tanah untuk bercocok tanam, yang ditentukan oleh interaksi sejumlah sifat fisika, kimia dan biologi bagian tubuh tanah yang menjadi habitat akar-akar aktif tanaman. Ada akar yang berfungsi menyerap air dan larutan hara, dan ada yang berfungsi sebagai penjangkar tanaman. Kesuburan habitat akar dapat bersifat hakiki dari bagian tubuh tanah yang bersangkutan, dan\/atau diimbas induced oleh keadaan bagian lain tubuh tanah dan\/atau diciptakan oleh pengaruh anasir lain dari lahan, yaitu bentuk muka lahan, iklim, dan musim. Karena bukan sifat melainkan mutu, maka kesuburan tanah tidak dapat diukur atau diamati, akan tetapi hanya dapat ditaksir (asesed). 86 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN Kesuburan tanah ditentukan oleh keadaan fisika, kimia dan biologi tanah sebagai berikut. a.\t Kesuburan Fisika Sifat fisik tanah yang terpenting adalah solum, tekstur, struktur, kaadar air tanah, drainase dan porisitas tanah. Pengaruh struktur dan tekstur tanah terhadaap pertumbuhan tanaman terjadi secara langsung. Struktur tanah yang remah (ringan) pada umumnya menghasilkan laju pertumbuhan tanaman pakan dan produksi persatuan waktu yang lebih tinggi dibandingkan dengan struktur tanah yang padat. Jumlah dan panjang akar pada tanaman makanan ternak yang tumbuh pada tanah remah umumnya lebih banyak dibandingkan dengan akar tanaman makanan ternak yang tumbuh pada tanah berstruktur berat. Hal ini disebabkan perkembangan akar pada tanah berstruktur ringan\/ remah lebih cepat per satuan waktu dibandingkan akar tanaman pada tanah kompak, sebagai akibat mudahnya intersepsi akar pada setiap pori- pori tanah yang memang tersedia banyak pada tanah remah Selain itu akar memiliki kesempatan untuk bernafas secara maksimal pada tanah yang berpori, dibandingkan pada tanah yang padat. Sebaliknya bagi tanaman makanan ternak yang tumbuh pada tanah yang bertekstur halus seperti, tanah berlempung tinggi, sulit mengembangkan akarnya karena sulit bagi akar untuk menyebar akibat rendahnya pori-pori tanah. Akar tanaman akan mengalami kesulitan untuk menembus struktur tanah yang padat, sehingga perakaran tidak berkembang dengan baik. Aktifitas akar tanaman, dan organisme tanah merupakan salah satu fackor utama pembentuk agregat tanah. Warna adalah petunjuk untuk beberapa sifat tanah. Biasanya perbedaan warna permukaan tanah disebabkan oleh perbedaan kandungan bahaan organik. Semakin gelap warna tanah semakin tinggi kandungan bahan orgaaniknya. Warna tanah di lapisan bawah yang kandungan bahan organiknya rendah lebih banyak dipengaruhi oleh jumlah kandungan dan bentuk senyawa besi\/Fe. Di daerah yang mempunyai sistem drainase serapan air buruk, warna tanahnya abu-abu karena ion besi yang terdapat di dalam tanah berbentuk Fe2+. Komponen mineral dalam tanah terdiri dari campuran partikel- partikel yang secara individu berbeda ukurannya. Menurut ukuran partikelnya, komponen mineral dalam tanah dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu, pasir, berukuran 50 mikron-2 mm, debu, berukuran 2-50 mikron dan liat, berukuran di bawah 2 mikron. Tanah bertekstur pasir sangat mudah diolah, tanah jenis ini memiliki aerasi (ketersediaan rongga udara) dan drainase yang baik, namun memiliki luas permukaan kumulatif yang relatif kecil, sehingga kemampuan menyimpan airnya sangat rendah atau tanahnya lebih cepat kering. Tekstur tanah sangat berpengaruh pada proses pemupukan, terutama jika pupuk diberikan lewat tanah. Pemupukan pada tanah bertekstur pasir tentunya berbeda dengan tanah bertekstur lempung atau liat. Tanah bertekstur pasir memerlukan pupuk lebih besar, hal ini AGRIBISNIS TANAMAN 87 PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN disebabkan karena unsur hara yang tersedia pada tanah berpasir lebih rendah. Di samping itu, aplikasi pemupukannya juga berbeda karena pada tanah berpasir pupuk tidak biasa diberikan sekaligus, karena akan segera hilang terbawa air atau menguap. b.\t Kesuburan Kimia Sifat kimia tanah berhubungan erat dengan kegiatan pemupukan. Dengan mengetahui sifat kimia tanah akan didapat gambaran jenis dan jumlah pupuk yang dibutuhkan. Pengetahuan tentang sifat kimia tanah juga dapat membantu memberikan gambaran reaksi pupuk setelah ditebarkan ke tanah. Sifat kimia tanah meliputi kadar unsur hara tanah, reaksi tanah (pH), kapasitas tukar kation tanah (KTK), kejenuhan basa (KB), dan kemasaman. Salah satu sifat kimia tanah adalah keasaman atau pH potensial of hidrogen. pH adalah nilai pada skala 0-14, yang menggambarkan jumlah relatif ion H+ terhadap ion OH- di dalam larutan tanah. Larutan tanah disebut bereaksi asam jika nilai pH berada pada kisaran 0-6, artinya larutan tanah mengandung ion H+ lebih besar daripada ion OH-, sebaliknya jika jumlah ion H+ dalam larutan tanah lebih kecil dari pada ion OH- larutan tanah disebut bereaksi basa alkali atau miliki pH 8-14. Tanah bersifat asam karena berkurangnya kation Kalsium, Magnesium, Kalium, dan Natrium. Unsur-unsur tersebut terbawa oleh aliran air ke lapisan tanah yang lebih bawah atau hilang diserap oleh tanaman. Kemasaman tanah merupakan hal yang biasa terjadi di wilayah- wilayah bercurah hujan tinggi yang menyebabkan tercucinya basa-basa dari komplek serapan dan hilang melalui air drainase. Pada keadaan basa- basa habis tercuci, tinggalah kation Al dan H sebagai kation dominan yang menyebabkan tanah bereaksi masam (Coleman dan Thomas, 1970). Di Indonesia pH tanah umumnya berkisar 3-9 tetapi untuk daerah rawa seperti tanah gambut ditemukan pH di bawah 3 karena banyak mengandung asam sulfat sedangkan di daerah kering atau daerah dekat pantai pH tanah dapat mencapai di atas 9 karena banyak mengandung garam natrium. Menentukan mudah tidaknya ion-ion unsur hara diserap oleh tanaman, pada umumnya unsur hara mudah diserap oleh akar tanaman pada pH tanah netral 6-7, karena pada pH tersebut sebagian besar unsur hara mudah larut dalam air. pH tanah juga menunjukkan keberadaan unsur-unsur yang bersifat racun bagi tanaman. Pada tanah asam banyak ditemukan unsur alumunium yang selain bersifat racun juga mengikat phosphor, sehingga tidak dapat diserap oleh tanaman. Pada tanah asam unsur-unsur mikro menjadi mudah larut, sehingga ditemukan unsur mikro seperti, Fe, Zn, Mn, dan Cu dalam jumlah yang terlalu besar, akibatnya juga menjadi racun bagi tanaman. Kandungan pH tanah sangat mempengaruhi perkembangan mikroorganisme di dalam tanah. Pada pH 5.5-7 bakteri jamur pengurai organik dapat berkembang dengan baik, tindakan pemupukan tidak 88 AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN","PERSIAPAN LAHAN & PENANAMAN TANAMAN PERKEBUNAN MATERI PEMBELAJARAN akan efektif apabila pH tanah di luar batas optimal. Pupuk yang telah ditebarkan tidak akan mampu diserap tanaman dalam jumlah yang diharapkan, karenanya pH tanah sangat penting untuk diketahui jika efisiensi pemupukan ingin dicapai. Pemilihan jenis pupuk tanpa mempertimbangkan pH tanah juga dapat memperburuk pH tanah. Derajat keasaman (pH) tanah sangat rendah dapat ditingkatkan dengan menebarkan kapur pertanian, sedangkan pH tanah yang terlalu tinggi dapat diturunkan dengan penambahan sulfur. Dapat disimpulkan, secara umum pH yang ideal bagi pertumbuhan tanaman adalah mendekati 6.5-7. Namun kenyataannya setiap jenis tanaman memiliki kesesuaian pH yang berbeda. c.\t Kesuburan Biologi Sifat biologi tanah meliputi bahan organik tanah, flora, dan fauna tanah (khususnya mikroorganisme penting seperti, bakteri, fungi dan Algae), interaksi mikroorganisme tanah dengan tanaman (simbiosa) dan polusi tanah. Tanah dikatakan subur bila mempunyai kandungan dan keragaman biologi yang tinggi. Organisme mikroorganisme tanah penting dalam menjaga dan meningkatkan kesuburan tanah hal ini dikarenakan sebagai berikut. a)\t Berperan dalam siklus energi. b)\t Berperan dalam siklus hara. c)\t Berperan dalam pembentukan agregat tanah. d)\t Menentukan kesehatan tanah suppresive\/conducive terhadap munculnya penyakit terutama penyakit tular tanah soil borne pathogen. 7.\t Unsur Hara Tanah a.\t Unsur Hara Sekunder Tanah, unsur hara sekunder tanah antara lain meliputi sebaga berikut. 1)\t Kalsium, Kalsium adalah molekul bermuatan dominan positif pada hampir semua tanah kecuali tanah-tanah yang pH-nya sangat rendah. Pada tanah dengan pH di atas 4,8 kalsium biasanya ada dalam jumlah cukup untuk pertumbuhan tanaman. Pada tanah asam kalsium cenderung tercuci dan kalsium asli biasanya rendah. Dalam keadaan seperti ini tanah harus dikoreksi dengan cara menambahnya dengan kapur 2)\t Magnesium, Magnesium merupakan molekul bermuatan positif seperti Ca yang mengalami defisiensi pada pH rendah. Di bawah kondisi asam Mg sangat larut dan dapat hilang karena tercuci. Bila tanah asam dikapur dengan material yang mengandung sedikit Mg dapat mengakibatkan defisiensi pada unsur ini. Bila pengapuran pada tanah yang sangat asam yang pH-nya di bawah 5,2 maka penggunaan kapur yang mengandung Mg sangat tepat. Magnesium dan kalium sangat bersaing untuk diserap tanaman. Tanaman yang tumbuh dalam tanah yang sangat tinggi kadar K-nya mungkin merangsang defisiensi Mg bila Mg tanah rendah. AGRIBISNIS TANAMAN 89 PERKEBUNAN"]


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook