bermain, kamar mandi, dan tempat sampah. Selain digunakan sebagai tempat rekreasi, obyek wisata ini sering digunakan juga sebagai tempat untuk berkemah dan outbond. Tepat parkir dan plataran yang luas biasa digunakan oleh suatu sekolah atau organisasi untuk mendirikan tenda. Sedangkan sungai, air terjun, dan bukit yang masih asri dijadikan tempat untuk kegiatan outbond. Berwisata ke Goa Selarong merupakan wisata alam bersejarah nan murah. Betapa tidak, selain harga tiket masuk yang murah. Jika pengunjung lelah saat berjalan-jalan, maka pengunjung dapat membeli makanan dan minuman di warung yang harganya sangat terjangkau dan merakyat. Warung di sana tidak banyak, beberapa warung hanya buka saat Hari Sabtu, Hari Minggu dan hari libur saja. Mereka menjajakan makanan khas dan hasil bumi lokal daerah Pajangan Bantul. Diantaranya: nasi pecel, bakmi, jambu biji, sawo, dan bengkoang. Beberapa area/spot yang menarik di Goa Selarong adalah Air Terjun Goa Selarong. Jika Anda ingin menikmati keindahan air terjunnya, maka lebih baik datang saat musim penghujan karena saat memasuki musim kemarau debit airnya perlahan-lahan berkurang. Air terjun ini cukup indah untuk dinikmati, ditambah lagi suasana Goa Selarong yang asri, bisa menjadi pilihan untuk melepas kepenatan. Terlepas dari nilai sejarahnya suasana disekitar 151
Goa Selarong juga cukup indah berupa pemandangan alam yang masih alami, taman buatan yang asri serta udara sejuk karena letak goa ini berada di perbukitan. Sumber foto: www.alodiatour.com Selain bisa digunakan sebagai tempat belajar sejarah, Goa Selarong bisa digunakan untuk menyepi dari hiruk pikuknya daerah perkotaan. Di sini para pengunjung akan mendapatkan kenyaman dan ketenangan yang tidak bisa ditemukan di daerah perkotaan. Di area Goa Selarong ini juga tersedia berbagai macam permainan anak yang beraneka ragam. Jadi tempat ini juga bisa menjadi pilihan untuk berakhir pekan bersama keluarga atau hanya sekedar untuk hunting foto. Taman bermain tersebut seperti layaknya taman bermain di Taman Kanak-Kanak. Taman bermain tersebut dibagi menjadi beberapa tempat, ada yang berada di paling bawah dan ada yang berada di atas. Akan sangat nyaman menikmati suasana 152
asri di sekitar goa dengan dilengkapi ayunan dan sejuknya angin sepoi-sepoi. Selain daya tarik alam yang ditawarkan di obyek wisata Goa Selarong ini juga terdapat daya tarik budaya yang di tawarkan di obyek wisata ini yaitu Grebek Selarong atau disebut juga dengan Gunungan Seribu. Grebeg Selarong ini hampir sama dengan acara Sekaten yang didalam acaranya menggunakan gunungan hasil bumi yang diarak mengelilingi desa dan berpusat di area wisata Goa Selarong. Grebeg Selarong biasanya dilakukan setahun sekali di bulan Juni. Obyek wisata Goa Selarong sudah lama ada. Meskipun sudah lama berdiri, objek wisata ini tetap saja ada peminatnya meskipun tidak sebanyak dulu. Sebagian besar pengunjung tertarik datang untuk mengenal, belajar, dan napak tilas perjuangan Pangeran Diponegoro. Jika Anda belum begitu paham tentang sejarah perjuangan Pangeran Diponegoro di Goa Selarong, berikut sejarah singkatnya. 153
sumber foto: www.bantulkab.go.id Asal usul Goa Selarong sendiri adalah berawal dari sejarah perjuangan Pangeran Diponegoro yang bersembunyi dari serangan. Karena kalah dalam hal persenjataan dan pasukan, di goa inilah Pangeran Diponegoro menyusun strategi perang gerilya. Secara kasat mata, Goa Selarong memang buntu. Akan tetapi Pangeran Diponegoro beserta pengikutnya selalu bisa masuk ke dalam dan tidak nampak dari luar. Goa Selarong semacam pintu gaib bagi Pangeran Diponegoro untuk bersembunyi. Kemistikan itulah yang membuat Pangeran Diponegoro beserta pasukannya sulit ditangkap oleh Belanda. Bahkan walaupun pasukan Belanda berada di goa itu, mereka tetap tidak bisa melihat Pangeran Diponegoro meskipun di dalam goa terdapat pangeran yang sedang bersembunyi. Pasukan Belanda hanya bisa melihat bangunan goa saja. Sebagaimana yang diketahui bersama, bahwa Perang Diponegoro sendiri berlangsung dari tahun 1825 154
hingga 1830. Sampai akhirnya Pangeran Diponegoro ditangkap oleh Belanda dan diasingkan di Makasar hingga beliau wafat. Keramatnya kompleks Goa Selarong dengan pintu goa gaibnya ini memang telah tersohor di berbagai kalangan. Daya tarik yang terdapat di Goa Selarong yaitu terdapat dua goa yakni Goa Kakung dan Goa Putri. Goa Kakung menjadi kediaman Pangeran Diponegoro. Sedangkan Goa Putri digunakan sebagai tempat tinggal Raden Ayu Ratnaningsih. Beliau adalah selir pangeran yang paling setia setelah kedua istrinya meninggal dunia. Goa Kakung, yang digunakan sebagai tempat peristirahatan Pangeran Diponegoro terletak di sebelah barat, sedangkan di sebelah timur terdapat Goa Putri yang digunakan sebagai tempat peristirahatan Raden Ayu Ratnaningsih, kedua Goa memiliki kedalaman 1,5 meter dengan lebar yang berbeda, untuk Goa Kakung lebarnya 2 meter sedangkan untuk Goa Putri sendiri memiliki lebar 3 meter. Biasanya di dalam goa-goa ini terdapat bekas sesajen dan bekas bakaran dupa yang digunakan oleh para wisatawan yang berniat berdoa dan mengharapkan keselamatan di kedua goa ini. Pangeran Diponegoro sendiri dikenal sebagai salah satu tokoh yang mengobarkan semangat perjuangan rakyat pribumi dengan semboyannya “Sadumuk Bathuk Sanyari Bumi Dikahi Tekan Pati” Artinya, sejari kepala sejengkal tanah dibela sampai mati. Selain goa di obyek wisata ini juga 155
terdapat dua air terjun yang berada di sebelah kanan dan kiri goa. Cerita mistis lain yang dikenal di obyek wisata ini adalah suara ringkik kuda. Dahulu pasukan Belanda sampai merasa kebingungan di tempat ini. Juru kunci kompleks Goa Selarong, menceritakan bahwa ada cerita misteri mengitari Goa Selarong. Warga yang tinggal di bawah goa sering mendengar suara ringkik kuda pada malam hari. Kadang juga selain ringkik kuda diikuti derap suara segerombolan kuda yang berlari diselingi teriakan- teriakan. Dikatakan juga pada malam Jumat Kliwon atau malam Selasa Kliwon terkadang dari dalam perut Goa Selarong terdengar lantunan gending-gending jawa yang sedang ditabuh. Selalu ada suaranya, namun tidak ada wujudnya. Konon diyakini, pada kedua hari tersebut para gaib sedang berkumpul di tempat-temat keramat, termasuk di Goa Selarong ini. Pada saat itu, dari malam hari sampai subuh tebaran aroma seperti dupa dan kemenyan akan menyeruak. Tetapi walaupun penuh dengan misteri nyatanya hal inilah yang membuat para wisatawan semakin tertarik untuk mengunjungi Goa Selarong yang penuh akan sejarah ini. Setelah membaca tulisan ini, bagaimana pendapat Anda mengenai pesona, sejarah, dan kemistikan Goa Selarong? Apakah Anda tertarik untuk mengunjunginya? Sumber referensi: 156
https://www.alodiatour.com/goa-selarong-bantul/ https://id.m.wikipedia.org/wiki/Gua_Selarong PROFIL PENULIS NANI ISTINI adalah ibu dari dua orang anak yang lahir di Bantul, 21 April 1985. Suami dari Khamid Rifai ini pernah mengeyam pendidikan di jurusan Pendidikan Biologi Universitas Negeri Yogyakarta angkatan tahun 2003 dan Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Universitas Terbuka angkatan tahun 2013. Anak bungsu dari Bapak Ali Suprapto dan Ibu Tumirah ini sekarang menjadi abdi negara sebagai guru di SD Wukirsari Imogiri Bantul. Pernah bekerja selama 11 tahun di SD Unggulan Aisyiyah Bantul. Motto hidupnya adalah “Today must be better than yesterday”. Impiannya adalah beruntung di dunia dan akhirat. Selain mengajar, penulis aktif dalam organisasi otonomnya Muhammadiyah yaitu Nasyiatul Aisyiyah. 157
Leave the road, take the trails. —Pythagoras 158
WISATA DANAU TOBA SUMATERA UTARA Nurdiana Danau Toba merupakan danau terbesar di Indonesia. Terletak di tengah pulau Sumatera bagian utara. Ketinggian permukaannya mencapai 900 meter. Danau Toba memiliki panjang 100 km, lebar 30 km dan kedalaman 505 m. Jika kamu menyusuri pesisirnya, kamu seperti melihat lautan luas. Di sekeliling Danau Toba terdapat hamparan bukit-bukit yang indah dan di tengah Danau Toba terdapat pulau vulkanik yaitu pulau Samosir. Danau Toba terjadi akibat tenaga tektovulkanik. Diperkirakan sekitar 74.000 tahun yang lalu telah meletus gunung Toba yang merupakan supervulkan. Gunung Toba merupakan gunung berapi raksasa yaitu gunung aktif dalam kategori sangat besar, terletak di Provinsi Sumatera Utara. Tingginya mencapai 905 meter. Selain tenaga vulkanik Danau Toba juga terbentuk akibat adanya pergeseran lempeng tektonik yang disebut tenaga tektonik. Akibat kedua kekuatan alam yaitu vulkanisme dan tektonisme maka Danau Toba terbentuk sangat luas dan membentang di tengah pulau Sumatera bagian utara. Pada bagian tengah Danau Toba terdapat pulau Samosir yang banyak memiliki panorama keindahan alam. Danau Toba yang letaknya tepat di jajaran pegunungan bukit barisan di pulau Sumatera, tentunya banyak memiliki 159
fenomena alam yang indah. Di tepi tebing danau Toba terdapat Batu Gantung yang memiliki kisah mistik. Foto Batu Gantung yang memiliki kisah mistik. Foto Gunung Toba di P. Sumatera tepatnya di Propinsi Sumatera Utara 160
Foto gunung Toba tersebut sudah mengalami ledakan. Selanjutnya membentuk kawah luas menjadi danau Toba. Merupakan Kaldera dengan Pulau Samosir di tengahnya. Hal ini dibuktikan pada tahun 1939, geology Belanda Van Bemmelen melaporkan bahwa Danau Toba yang panjangnya 100 kilometer dan lebarnya 30 kilometer, dikelilingi oleh batu apung. Batu apung tersebut bukti dari peninggalan letusan gunung. Jika dilihat dari letaknya, Danau Toba di Indonesia memang rawan bencana. Hal ini terkait dengan posisi Indonesia yang terletak di pertemuan tiga lempeng. Tiga lempeng tersebut meliputi: Eurasia, Indo-Australia dan Lempeng Pasifik. Lempeng benua ini hidup, setiap tahunnya bergeser dengan jarak tertentu. Untuk itu Danau Toba yang luas ini diperkirakan terbentuk bukan hanya karena tenaga vulkanik tetapi juga melainkan pengaruh tenaga tektonik (pergeseran lempeng). 161
Untuk mengelilingi Danau Toba yang sangat luas memakai kapal pesiar Danau Toba. Kapal ini milik pemerintah Kabupaten Samosir. Bentuknya seperti rumah adat Batak. Lengkap dengan berbagai macam ornamen ukir khas yang terbuat dari kayu. Kapal ini telah dilengkapi dengan dua sekoci, pelampung keselamatan, pemadam api, alat petunjuk keadaan darurat, Kompas dan GPS. Daya tampung kapal 20 orang. Dengan menaiki kapal ini kita dapat menikmati keindahan Danau Toba yang sangat luas. Danau Toba letaknya tepat di jajaran pegunungan Bukit Barisan di Pulau Sumatera. Banyak memiliki keindahan alam yang unik. Beberapa tempat wisata di sekitar Danau Toba antara lain: 1. Bukit Holbung di Pulau Samosir (Bukit Teletubbies) Letaknya di Desa Dolok Raja Kecamatan Harian Kabupaten Samosir, Propinsi Sumaetra Utara 162
2. Menara Pandang Tele Samosir, merupakan titik pemandangan Danau Toba di Sumatera Utara, letaknya di Desa Turpuk Limbong, kecamatan Harian kabupaten Samosir. 3. Pantai Pasir Putih Parbaba, di Desa Huta Bolon Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir, Propinsi Sumatera Utara 4. Taman Sipinsur, terletak di Desa Parulohan, kecamatan Peranginan Kabupaten Humbang Hasundutan Propinsi Sumatera Utara. 5. Pulau Sibandang, terletak di Muara Kabupaten Tapanuli Utara, Propinsi Sumatera Utara. Merupakan bagian dari 16 geosite yang ada di kawasan Danau Toba. 6. Air Terjun Eflata di Samosir, terletak di Desa Sosor Dolok Kecamatan Harian Kabupaten Samosir 163
7. Batak Museum di Desa Simanindo kecamatan Ambarita Kabupaten Samosir 8. Air terjun Situmurun Binangalom, air terjun ini airnya mengalir langsung jatuh ke Danau Toba 9. Lembah Bakkara Tempat kelahiran raja Sisingamangaraja XII terdapat aliran sungai Aek Silang dan Aek Simangira yang membentang dan bermuara di Danau Toba. Selain itu ada juga Aek Sipangolu yaitu sumber air yang dipercaya dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit jika di minum. 10. Kebun Bunga Sapo Juma Tongging Penginapan di pinggir Danau Toba yang menyajikan alam Danau Toba dan sekitarnya. 164
PROFIL PENULIS Nurdiana, lahir di Prapat Janji pada tanggal 26 Mei 1979. Seorang pendidik yang penuh semangat belajar dan menambah wawasan sebagai modal untuk mencerdaskan anak bangsa. Diana adalah panggilan akrabnya. Alumni SDN 014680 Buntu Pane tahun 1992, setelah lulus melanjutkan pendidikannya di MTS-S Al-Washliyah Prapat Janji Kecamatan Buntu Pane Kab. Asahan tahun 1995. MAN Kisaran lulus tahun 1998. Melanjutkan study program Strata-1 di Universitas Negeri Medan jurusan Pendidikan Geografi lulus tahun 2003 dan melanjutkan perkuliahannya di Program Magister Pendidikan (S-2) pada Program Study Administrasi Pendidikan di Universitas Negeri Medan (UNIMED) lulus tahun 2007. Tahun 2003 bekerja sebagai guru SMA PLUS di Al Azhar Medan, tahun 2004 sebagai guru di SMP Akselerasi Harapan Medan, tahun 2005 lulus CPNS sebagai guru di SMP N 1 Buntu pane Kab. Asahan, tahun 2012 sebagai guru di SMP N 2 Buntu Pane Satu Atap dan tahun 2019 sebagai guru di SMP N 1 Kisaran Kab. Asahan Provinsi Sumatera Utara hingga saat ini 165
Forget not that the earth delights to feel your bare feet and the winds long to play with your hair. —Khalil Gibran 166
WISATA KALIURANG SLEMAN Sri Hastuti Kaliurang identik dengan Sungai Udang dan di kawasan tersebut terdapat patung Udang. Kaliurang merupakan daerah yang berada di kaki gunung Merapi. Secara administratif, Kaliurang berada di Desa Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kaliurang terletak di daerah dataran tinggi sehingga banyak wisma atau villa sebagai alternatif tempat istirahat dengan udara yang sejuk dan segar. Jadah tempe adalah makanan khas dengan harga murah namun rasanya gurih dan lezat. Jadah yang terbuat dari beras ketan dan kelapa muda yang sudah dikukus, ditumbuk halus dan dicetak dengan tangan. Dilengkapi dengan tempe bacem goreng yang manis dan gurih. Tidak lupa ampyang kacang banyak tersedia di Kaliurang. Wisata Jeep juga tersedia. Rute perjalanan mudah dijangkau baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Di masa pandemi ini, Kaliurang merupakan alternatif para pesepeda untuk olah raga sekaligus menikmati panorama alam guna meningkatkan kesehatan. Beberapa destinasi wisata dapat dikunjungi oleh traveller. 167
1. Museum Gunung Merapi (MGM) Museum Gunung Merapi adalah museum yang dapat dijadikan sarana pendidikan tentang informasi kegunungapian dan kebencanaan lainnya. Lokasi di Jalan Kaliurang Km.22,5 Hargobinangun, Pakem. Tepatnya di jalan Boyong, Dusun Banteng. Dilengkapi dengan area parkir yang luas dan taman. Salah satu lokasi untuk adventure jeep keliling Kaliurang sampai wilayah Kapanewon Cangkringan. Tiket masuk Rp5.000,00. Lantai dua terdapat home theater untuk menikmati film dokumenter tentang erupsi Gunung Merapi dengan tiket Rp5.000,00 dengan judul Mahaguru Merapi. Memasuki museum, sebuah replika sebaran awan panas dari tiga tahun letusan Gunung Merapi pada tahun 1969, 1994, dan 2006. Alat inilah yang membuat seluruh ruangan 168
bergemuruh. Tekan tombolnya , maka sebaran awan panas dan aliran lava pijar akan terlihat menyerupai kejadian waktu itu. Di dalam museum terdapat foto- foto Gunung Merapi dari zaman ke zaman. 2. The Word Landmarks (Merapi Park( Tidak perlu keliling dunia, di Sleman, Yogyakarta kita bisa berfoto di bawah romantisnya Menara Eifel dari Perancis, megahnya Big Ben dari London, cantiknya bunga-bunga tulip, Kincir Angin dari Belanda, patung Liberty dari New York, menara Pisa dari Italia, piramida dari Mesir dan lain-lain. Landmark merupakan taman rekreasi yang merupakan pemandangan alam lereng gunung Merapi. Selain mendapatkan foto yang instagramable, taman bunga, dan serombongan burung merpati siap menyambut Anda. Fasilitas lain adalah resto leyeh- 169
leyeh. Dengan menu spesial lodeh kluwih, lodeh lombok ijo, tempe mendoan, pisang goreng, kopi Merapi dengan konsep prasmanan. Merapi Park merupakan taman yang rapi, indah, dan asri untuk dikunjungi. Lokasi berada di jalan Kaliurang km 22,5 . Tepatnya Jalan Boyong, Banteng, Hargobinangu, Pakem. Pintu masuk Merapi Park disambut dengan gerbang miniatur Bradenburg Gate. Miniatur di Merapi Park dikelilingi taman bunga yang berwarna-wani indah dan cantik menjadi background foto. Tiket masuk Rp20.000,00 per orang. Khusus wekand Rp22.000,00. Untuk biaya parkir sebesar Rp2000,00 untuk sepeda motor dan mobil Rp5000,00. Jam kunjung hari Senin - Jumat pukul 09.00 - 17.00. Hari Sabtu dan Minggu pukul 08.00 – 17.30. Di sekitar area parkir tersedia jajanan slondok renteng dan buah salak yang merupakan ikon kabupaten Sleman. Arena bermain anak dan berkuda juga terdapat di Merapi Park. Untuk menikmati fasilitas main air dan replika taman satwa, pengunjung dikenakan biaya Rp10.000,00. Di Area Cowboy Town, pengunjung diajak jalan-jalan sambil berkuda menikmati keindahan alam sekitar. Pengunjung juga berselfie dengan latar kuda atau sedang menunggang kuda. Seluruh pengalaman berkuda itu dapat dinikmati 170
dalam suasana sejuk. Namun saat pandemi ini, arena ini sementara tutup. 3. Museum Ullen Sentalu Museum Ullen Sentallu dinobatkan sebagai museum terbaik pada tahun 2015 oleh National Geographic. Hadir dengan arsitektur dan interior yang unik. Suasana sejuk dan rindang di dalam museum. Lokasi di jalan Boyong , Kaliurang Barat, Hargobinangun. Perjalanan mengelilingi museum sangat asyik yang dipandu oleh educatur tour museum yang ramah selama sekitar 1 jam. Masuk dalam ruang, ada kursi khusus untuk menikmati satu gelas kecil minuman tradisional yang konon membuat awet muda. Tiket masuk untuk dewasa Rp40.000,00 dan Rp20.000,00 untuk anak. Ada tiket khusus untuk rombongan pelajar. 171
4. Tlogo Putri Tlogo Putri merupakan salah satu wisata alam di Sleman, Yogyakarta y ang menyajikan pemandangan indah dan sejuk. Berada di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Merapi. Lokasi tepatnya di dekat terminal Kaliurang. Lokasi ini berada di ketinggia 900mdpl.Tiket masuk Rp 6000,00 per orang. Biaya parkir mobil Rp10.000,00, sepeda motor Rp2.000,00, dan parkir bis Rp20.000,00. Wahana bermain anak yang meliputi jungkat jungkit, ayunan, bianglala. Terdapat panggung hiburan sebagai tempat pertunjukan seni di daerah Kaliurang. Tersedia menu sate kelinci yang gurih dan lezat dengan harga terjangkau. 5. Taman Kaliurang Taman Kaliurang adalah taman yang terletak di kawasan Kaliurang. Saat pandemi ini operasional 172
terbatas, buka Selasa sampai Minggu pukul 09.00 - 14.00 dan hari Senin tutup. Biaya masuk Rp 8.000 per orang. Di kawasan ini masih banyak pohon tinggi sehingga tidak panas jika berjalan- jalan mengelilingi taman Kaliurang ini. Di sekitar terdapat minuman khas Kalurang yaitu wedang ronde yang disajikan dalam mangkok kecil. 6. Taman Wisata Gardu Pandang Lokasi Taman Wisata Gardu Pandang di jalan Astorenggo, Kaliurang Barat, Hargobinangun. Taman ini difungsikan untuk mengamati keindahan gunung Merapi. Masuk kawasan Gardu Pandang terdapat taman yang di penuhi pucuk merah nan indah. Ada juga tempat bermain anak, seperti ayunan, jungkat- jungkit, dan bianglala. Selain melihat gunung Merapi, juga melihat bukit Turgo yang nampak gagah dan indah. Bukit Turgo juga sebagai wisata religious 173
PROFIL PENULIS Sri Hastuti, lahir di Sleman tanggal 13 April 1974. Profesi sebagai guru SDN Pandanpuro, Pakem, Sleman, D.I Yogyakarta sejak tahun1999. Hobi membaca. Buku ini merupakan buku antologi pertama. Bulan Juni 2020 bergabung dengan Komunitas Belajar Menulis bersama Om Jay. Penulis dapat dihubungi WA 081328748382 dan [email protected] 174
WISATA ALAM CURUG BADAK, TASIKMALAYA JAWA BARAT Iis Siti Mutmainah Daerah Tasikmalaya terkenal dengan banyaknya wisata alam seperti gunung, danau, situ dan air terjun atau curug. Salah satu wisata alam yang sedang viral di Tasikmalaya diantaranya adalah wisata alam Curug Badak. Lokasi wisata ini diresmikan pada tahun 2016, berlokasi di kawasan Gunung Talaga Bodas, tepatnya di Kampung Setiamulya, Desa Sukasetia, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. Wisatawan bisa datang menggunakan kendaraan pribadi roda empat atau roda dua karena akses jalan sudah dalam kondisi baik. Ada beberapa rute yang bisa dilalui, yaitu Jalan Cisinga, dan Cigorowong. Harga tiket masuk yang harus dibayar oleh pengunjung Curug Badak terbilang murah dan terjangkau. Tiket belum termasuk retribusi parkir dan sewa tikar. Harga tiket masuk Rp.8.000 perorang, parkir roda dua Rp.2.000 dan parkir roda empat Rp.5.000. (Harga tiket sewaktu-waktu bisa berubah, terutama menjelang libur panjang dan liburan hari raya). 175
Curug Badak dan Batu Hanoman berada di Gunung Talaga Bodas, Tasikmalaya – Foto: Google Maps/Ayu Lisdiani Wisata alam Curug Badak ini menjadi daya tarik tersendiri karena kawasan curug ini yang dibuat lebih “kekinian”. Saat memasuki pintu masuk, kita akan disuguhkan dengan pemandangan hutan pinus yang memanjakan mata dan segarnya udara hutan yang memanjakan pernapasan. 176
Panorama Curug Badak yang memiliki dua air terjun – Foto: Google Maps/Luxman Sbk Disebut dengan Curug Badak, karena saat aliran air tinggi salah satu batu yang terdapat di tengah aliran air terjun tersebut berbentuk agak lonjong, batu itu tampak menyembul menyerupai cula badak, sehingga dinamakanlah dengan Curug Badak. Curug Badak ini bisa mencapai tinggi 40 meter saat alirannya deras. Sebelum menuju ke Curug Badak, kita akan disuguhkan dengan berbagai keindahan alam pohon pinus dan area foto selfie yang memanjakan mata, diantaranya hammock yang dipasang diantara pohon pinus. Lihat saja barisan hammock berwarna-warni yang dipasang di antara pepohonan. Pengunjung bisa menyewanya dan berayun di hammock sambil menikmati sejuknya suasana hutan. Selain itu kita bisa menikmati 177
bekal makanan atau membeli sendiri di warung-warung yang menyedikan beraneka macam makanan dan minuman. Hammock yang dipasang untuk tempat istirahat sekaligus tempat foto Instagrammable – Foto: Google Maps/Komara Hendrayana Selain itu, bagi para pecinta kopi, kita juga bisa menikmati seruputan kopi panas maupun kopi dingin dia area pohon pinus, tepatnya di kafe Kopisarasa, yang masih berlokasi di area wisata. 178
Pengunjung menikmati kopi di tengah suasana hutan pinus – Foto: Google Maps/Kopisarasa Beberapa fasilitas yang ada di Curug Badak, diantaranya adalah tempat parkir kendaraan, toilet, musola, camping area, warung makan wisata, spot foto instagenic, kafe dan gazebo. Kawasan Curug badak ini dikelola oleh Perhutani Tasikmalaya dengan memberdayakan masyarakat desa hutan dari dua desa, yakni Desa Suka Setia dan Desa Sunda Kerta, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. Dua desa ini diberdayakan masyarakatnya untuk bersama-sama menjaga dan meningkatkan pelayanan, sehingga diharapkan jumlah wisatawan akan terus meningkat. Ada beberapa tips yang bisa dilakukan selama berwisata ke Curug Badak antara lain: 179
Datanglah saat pagi hari supaya bisa merasakan udara yang sejuk, sekaligus bisa memiliki waktu lebih banyak untuk berwisata di sana. Pilih waktu saat cuaca cerah, karena jika saat hujan tiba, arus air terjun akan lebih deras dan area menuju curug menjadi lebih licin untuk ditempuh. Sebaiknya membawa baju ganti jika ingin bermain air di dekat air terjun. Gunakan pakaian dan alas kaki yang nyaman, karena harus menempuh perjalanan yang cukup jauh untuk mencapai lokasi curug. Jika ingin lebih hemat, sebaiknya bawa bekal makanan dan minuman sendiri. Jaga kebersihan di lingkungan air terjun, jangan membuang sampah sembarangan. Utamakan aspek kenyamanan dan keselamatan Patuhi selalu protokol keamanan dan kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan pihak pengelola. Jangan merusak lingkungan sekitar, serta jangan membuang sampah sembarangan. Wisata alam Curug Badak ini sangat menarik untuk dikunjungi, karena harga tiketnya yang ekonomis, area tempat wisata yang bersih dan menyejukkan mata serta berbagai area tempat selfie akan menjadikan liburan dan wisata Anda sekeluarga lebih menyenangkan dan membahagiakan. 180
Selamat Berwisata ke Curug Badak! Sumber Referensi: https://www.nativeindonesia.com/curug-badak/ https://travelspromo.com/htm-wisata/curug-badak- tasikmalaya/ https://sikidang.com/curug-badak/ https://ayobandung.com/read/2020/11/01/147826/wisata- outdoor-segar-di-curug-badak-batu-hanoman- tasikmalaya https://www.idntimes.com/travel/destination/dhiya- azzahra/wisata-curug-badak-batu-hanoman/5 181
PROFIL PENULIS Iis Siti Mutmainah, S.Pd Adalah seorang kelahiran Tasikmalaya, 01 November 1986, akrab disapa bu Ismut. Sekarang penulis merupakan Kepala Sekolah di SMK Bhakti Kencana Ciawi Tasikmalaya, Jawa Barat.. Selain menjadi seorang Kepala Sekolah, penulis juga masih aktif mengajar di sekolah tersebut dan mengampu mata pelajaran Biologi karena waktu kuliah penulis mengambil jurusan Pendidikan Biologi di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. 182
PESONA AIR TERJUN DAN KOLAM BIRU REREBE Fitria Ratnawati Air terjun dan kolam rerebe Travelling bukan lagi hal mewah, kini telah menjadi sebuah gaya hidup. Ada yang menjadikannya sebagai hobi atau juga program wajib dalam sebuah komunitas atau organisasi, bahkan bagi beberapa orang travelling adalah sebuah pekerjaan. Namun tetap saja sebagian orang menganggapnya semata-mata sebagai hobi. Mereka beranggapan, untuk apa kegiatan travelling itu dilakukan? Adakah manfaatnya untuk diri? Jika ditanya seperti itu maka jawabanku tentang travelling adalah bukan hanya sekedar hobi atau jalan- jalan namun orientasinya lebih dari itu. Travelling dapat memberikan sebuah pengalaman untuk mengantarkan diri pada kehidupan yang lebih baik lagi dari sebelumnya, 183
bahkan bisa mendapatkan penambahan perspektif baru mengenai hal apapun dalam segala kesempatan. Baru-baru ini saya dan keluarga mengunjungi suatu tempat yang begitu populer di daerah Gayo Lues, mungkin bagi pembaca se-Indonesia tempat ini masih begitu asing. Maka ketika Bu Kanjeng mengajak untuk menulis dengan tema travelling, saya langsung menyetujui dengan harapan agar semua yang membaca buku ini nantinya dapat melihat tempat wisata di daerah saya, walau hanya lewat tulisan. Kabupaten Gayo Lues merupakan daerah yang didominasi dengan perbukitan dan pegunungan yang menjulang tinggi. Tak heran jika kabupaten ini dijuluki dengan Negeri Seribu Bukit. Daerah ini juga menyimpan berbagai pesona alam dengan keindahannya yang sangat layak untuk dikunjungi. Air Terjun dan Kolam Rerebe merupakan tempat wisata yang menawarkan keindahan air terjun yang bertingkat sekaligus dengan kolam birunya yang memikat hati. Objek wisata ini memang menjadi salah satu andalan Kabupaten Gayo Lues. Saya dan keluarga melakukan perjalanan kurang lebih 2 hingga 3 jam serta menempuh jarak sekitar 50 kilometer dari ibu kota Gayo Lues yaitu Blangkeren. Memang bukan perkara yang mudah untuk sampai ke tujuan, kami harus melewati pemukiman warga sekitar, serta melalui jalan yang masih berupa tanah. 184
Kata orang-orang dahulu para pengunjung harus menyusuri jalan menanjak yang cukup ekstrim dengan melewati perbukitan dan aliran sungai dari air terjun. Hanya sedikit aliran air terjun yang bermuara di kolam biru tersebut. Hal ini berubah ketika pada tahun 2010, pemilik dari kolam berinisiatif membuka jalan baru serta menjadikan tempat indah ini sebagai wisata alam. Barulah kemudian di bangun jalan untuk memudahkan wisatawan berkunjung. Sesampainya di tempat tujuan, saya dan keluarga dibuat takjub oleh keindahan yang tersuguh di depan mata, pesonanya sungguh memikat hati siapapun yang memandangnya, fenomena air terjun yang eksotis serta kolam dengan air yang membiru bak pemandian para bidadari. Seketika itu anak-anak yang sejak tadi sudah tidak sabar ingin menyentuh airnya langsung terjun bebas masuk kedalam kolam, sungguh kebahagiaan terpancar di bola mata mereka. Keceriaan tergambar dari canda tawa yang mengekspresikan kesumringahannya. Sudah sejak lama saya dan suami merencanakan berkunjung ke tempat tersebut. Namun acap kali gagal karena padatnya aktivitas saya sebagai guru dan suami sebagai Babinsa. Melihat keceriaan anak-anak adalah kebahagiaan bagi saya dan suami. Kami menyadari bahwa kebahagian mereka lebih utama dari hal apapun. Tetapi kami juga harus menujukkan bahwa memberikan suatu 185
kebahagiaan kepada anak-anak tidak harus dengan uang semata. Sesekali mengajak mereka travlling ketempat- tempat yang berbau alam bebas, sehingga dapat menumbuhkan rasa syukur dan peduli tentang alam. Setelah puas menikmati air terjun, saya kembali menuju ke kolam biru dimana anak-anak dan suami sedang asyik mandi dan berenang. Warna biru yang terpancar pada air yang terdapat di kolam membuat hati tergoda untuk membasuh muka berkali-kali serta mencicipi kesegarannya. Pandangan mutiara bening di kelopak ini masih tertambat pada sekeliling tempat tersebut, sungguh sebuah lukisan yang amat luar biasa tergambar ketika melihat kolam yang lengkap dengan air berwarna biru muda, dikelilingi pepohonan hijau yang tumbuh subur, membuatku berdecak kagum tiada hentinya “Masyaallah, nikmat mana lagi yang kau sangkal.” Pujiku pada Tuhan, sambil menyebutkan salah satu arti dari ayat Al-qur`an di surat Ar-Rahman. Perpaduan warna hijau biru dari air kolam, dan hijaunya pepohonan di sekitar menjadikan komposisi warna yang sangat nikmat untuk dipandang mata. Nyanyian kicauan burung-burung liar sangat syahdu terdengar membuatku merasakan sebuah ketenangan dan kedamaian di hati. 186
“Ma, apalagi, ayo dong mandi sini. Gabung sama kami, enak lho airnya seger banget!” seru si sulung memanggilku. Serontak terkejut menyelimuti diri, terjaga dari keheningan imajinasi akan kekaguman alam Rerebe. Saya hanya melambaikan tangan seraya mengatakan tidak. Anak-anak sudah mengerti dengan kebiasaan saya yang tidak pernah ingin ikutan bermandi ria. Bukan karena enggan namun hanya ingin lebih menikmati suasana alam luar biasa yang jarang saya nikmati. Waktu solat Ashar pun tiba saya dan keluarga tidak lupa menyempatkan diri berkunjung ke musola yang ada di Desa Rerebe tersebut. Setelah menyelesaikan solat berjama`ah yang dipimpin suami, saya dan anak-anak kemudian membuka bekal makanan yang sengaja di bawa dari rumah. Seharusnya bekal itu sudah dari tadi disantap namun karena keasyikan bermandi ria di kolam hingga melupakannya sejenak. Keroncongan di perut tak dapat dipertahankan lagi, bekal yang dibawa dengan cepat tersikat habis tak tersisa. Tidak terasa senja telah menunjukkan keangkuhannya, menyiratkan kata sudah cukup untuk travelling kali ini. Saya kemudian berberes-beres merapikan barang bekal yang memang sengaja dibawa dari rumah, karena itu adalah bagian dari trik saya dalam menghemat keuangan keluarga. Setelah semuanya beres 187
saya dan keluarga akhirnya meninggalkan tempat yang indah itu. Banyak hal yang sangat luar biasa saya dapatkan dalam perjalanan travelling kali ini, Allah memberikan segudang rasa syukur yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata, syukur akan nikmat usia, kesempatan dan kebahagiaan. Dalam surat Al-Baqarah ayat 152, Allah berfitman: “Maka ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu dan bersukurlah kepada-Ku, dan jangan kamu mengingkari nikmat-Ku. Ayat ini sangat jelas dan gamblang memerintahkan kepada kita untuk selalu mengingat Allah SWT, dan bersyukur akan segala nikmat-Nya. Rerebe adalah sebuah tempat yang memberikan kebahagiaan yang tak bisa di nilai dengan uang. Melihat keindahan memukaunya menenangkan hati dari kegundahan serta kepenatan. Menyematkan rasa cinta akan alam menyadarkan diri untuk selalu tafakur dan menjauh dari sifat serakah akan duniawi. Gayo Lues menyimpan banyak keindahan Pesona Air Terjun dan Kolam Birunya memikat hati Jikalau Tuhan memberi kesempatan Bolehlah kita bersua kembali 188
Semoga pengalaman travelling kali ini bermanfaat bagi semua yang membaca. Dan saya juga berharap melalui tulisan ini dapat menghantarkan bersilaturahmi meski hanya lewat aksara yang menari. Akhir kata saya ucapkan banyak terimakasih. 189
PROFIL PENULIS Fitria Ratnawati, S.Pd., Gr. Lahir di Aceh Utara tepatnya di Desa Batuphat Timur pada tanggal 13 Desember 1981 silam. Anak dari pasangan Bapak Sugiatno dan Ibu Nurifah. Menikah pada tahun 2000 dengan seorang Anggota TNI-AD bernama Raden Mahmud. Anak pertama bernama Elvira Istiqamah, anak kedua bernama Suci Raidhatu Hikmah, anak ketiga Radem Muhammad Istiqlal, dan anak keempat bernama Raden Muhammad Al-Farizy. Berdomisili di Provinsi Aceh Kabupaten Gayo Lues. Prestasi yang telah diraih adalah pernah menjadi juara 1 dalam ajang Cipta Puisi di Festival Sastra Indonesia tahun 2020, menjadi penulis terbaik dalam ajang Quotes Indonesia Tahun 2020, Penulis Cerpen terbaik dengan tema Twins Tahun 2020. Memiliki buku solo berjudul “Menjadi Orang Beruntung” Tahun 2020, “Kisah Kasih dan Takdir” Tahun 2020, “Gayo Sang Pemikat” Tahun 2020. Beberapa Buku Antologi Puisi dan Cerpen berjudul“Penuh Cinta”, “Paling Berharga”, “Nada Cinta”, “The Magic Of Inspiration”, “Saat-Saat Bersama”, “Selagi Ada Mimpi” 190
PESONA BUDAYA KAMPUNG BENA Erry Yulia Siahaan Pesona peradaban lama melekat dan kini malah dicari. Tak jarang menjadi inspirasi penyegar sekaligus kritik untuk kita yang hidup di era pascamodern. Ketika keakraban dengan alam dinyatakan di Kampung Bena, bagaimana semestinya respon kita? Kampung Bena: Bebatuan di sejumlah titik pemukiman. Jejeran rumah penduduk Bena, berjajar di kiri-kanan, memanjang.(Foto-foto: Pedro Pascallo Kefas de Ornay) Perjalanan dari hotel dengan ojek yang relatif singkat mengantar saya sampai di area parkir di ketinggian. Setelah berjalan kaki sekitar 100 meter, saya dapati pemandangan menakjubkan yang sebelumnya 191
hanya saya lihat melalui foto-foto dalam album keluarga dan media maya: Pesona Kampung Bena. Kampung Bena terletak di Desa Tiwuriwu, Kecamatan Aimere, sekitar 19 km selatan Bajawa. Orang mengenalnya sebagai “Kampung Bena di Bajawa”. Dari tempat saya berdiri terlihat lekak-lekuk dataran tinggi. Di antaranya nampak bayangan Gunung Inerie. Di pintu masuk terdapat buku tamu. Setelah mengisi daftar tamu, pengunjung dipinjami sehelai selendang tenun yang diimbau untuk dipakai selama berkeliling di sana. Udara segar dan dingin memacu saya bergerak memasuki area pemukiman tradisional beratap rumbai. Sekitar 40 rumah berjajar berhadapan di sepanjang kiri dan kanan, dalam rupa seragam. Rapi, bak prajurit yang siaga dalam barisan. Bangunan artistik kuno ini berdiri dari utara (satu- satunya tempat masuk) ke selatan yang berujung puncak dan tepi tebing yang terjal. Ada yang menarik dari kediaman yang belum tersentuh peradaban modern ini. Semuanya hanya memiliki satu pintu untuk masuk dan keluar. Strukturnya terbuat dari batu-batu gunung berpadukan kayu dan atap alang-alang. Kekunoan arsitektur dan sisa-sisa artefak seakan membawa tamu kepada kehidupan zaman dulu kala. Tumpukan bebatuan di beberapa tempat, persenjataan kuno, dapur kepul, teknologi kain tenun yang serba alami, menguatkan kesan tersebut. 192
Tradisional: Berbagai benda tradisional (tanduk kerbau, souvenir, tungku kepul, dan lain-lain) di lokasi pemukiman. (Foto-foto: Pedro Pascallo Kefas de Ornay) Wisata budaya Bajawa berada di Kabupaten Ngada, suatu wilayah yang sangat terkenal dengan kebudayaannya, khususnya bagi wisatawan mancanegara. Selain Bena, di daerah ini ada kampung-kampung adat serupa. Yakni Kampung Wogo di Desa Ratogesa, Kecamatan Golewa; Kampung Bela di Desa Beja, Kecamatan Bajawa; Kampung Gurusina di Desa Watumanu, Kecamatan Jerebuu; dan Kampung Belaraghi di Desa Keligejo, Kecamatan Aimere. Bena adalah objek wisata di Ngada yang paling banyak dikunjungi turis. 193
Kabupaten Ngada berada di tengah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, dengan ibukota Bajawa. Berdiri di atas area seluas 1.621 km² dengan penduduk 162.299 jiwa. Ngada memiliki tiga suku besar, yaitu Suku Nagekeo, Suku Bajawa dan Suku Riung. Sembilan Suku Informasi dari pemerintah setempat mengatakan bahwa kampung Bena telah ada sejak 1.200 tahun yang lalu. Pola kehidupan dan budaya masyarakatnya tidak banyak berubah. Adat istiadat warisan nenek moyang masih mewarnai kehidupan mereka. Menurut cerita, di kampung ini mulanya ada satu klan saja, yaitu suku Bena. Kemudian terjadi perkawinan campuran dengaan suku- suku lain dan lahirlah klan-klan baru yang sekarang membentuk keseluruhan penduduk kampung Bena. Ini terjadi karena penduduk Bena menganut sistem kekerabatan matriarkat. Konon, ada sembilan suku yang menghuni Kampung Bena. Yakni suku Bena, Deru Lalulewa, Dizi Azi, Ago, Khopa, Ngada, Wahto, Dizi dan Deru Solamae. Masing-masing suku tinggal di Undakan berbeda (berbeda satu tingkat ketinggian). Hingga kini suku Bena dianggap sebagai pendiri atau suku tertua di Flores. Mereka tinggal di Undakan tengah kampung. “Bena” merupakan nama yang diberikan oleh penduduk asli yang pertama kali menempati daerah ini. 194
Di area pemukiman ini pengunjung dapat melihat Ngadu dan Bhaga di halaman tengah. Kedua bangunan ini memiliki makna khusus bagi penduduk desa. Tenun dan Kopi Suasana kehidupan sehari-hari nampak seperti biasa di sana. Ada ibu yang menenun dan memasak, bapak yang menjemur kopi, anak-anak bermain, hewan piara berkeliaran. Mayoritas penduduk Bena, sebagaimana umumnya warga Bajawa, beragama Katholik. Namun, mereka tetap menjalankan kepercayaan leluhur, termasuk adat dan tradisi mereka. (Sepanjang pengamatan, tak ada kesan seperti cerita-cerita lama bahwa masyarakat di sini dulunya (sebagaimana ciri lama masyarakat di bawah gunung) percaya dan memuja gunung sebagai tempat para dewa. Di mana kepercayaan orang gunung adalah meyakini keberadaan Yeta, dewa yang bersinggasana di gunung sebagai pelindung kampung mereka.) Matapencaharian utama adalah berladang. Komoditi terkenal dari Bajawa adalah kopi. Sepanjang mata memandang ke luar area pemukiman, akan terlihat kebun-kebun menghijau di kejauhan, mengisi relung- relung ngarai di sekeliling kampung. Sebagian perempuan masih menenun. Hasil tenun untuk dipakai sendiri, keperluan adat, atau dijual kepada 195
wisatawan. Di beberapa tempat terlihat kain-kain tenun dalam berbagai warna digantung. Dari apa yang terlihat dapat disimpulkan bahwa masyarakat Bena sangat ramah terhadap lingkungan. Mereka tidak mengeksploitasi. Lahan pemukiman dibiarkan sesuai kontur asli tanah berbukit. Bentuk kampung Bena mirip perahu. Menurut kepercayaan megalitik, perahu dianggap wahana bagi arwah menuju ke tempat tinggalnya. Sebenarnya, perahu menyimpan makna lebih dalam, yakni simbol kerjasama, gotong royong dan kerja keras, yang dicontohkan oleh leluhur mereka dalam menaklukkan alam, mengarungi lautan sampai tiba di Bena. Mama Bena: Seorang ibu di Bena menenun dari bahan alami. Kain-kain tenun yang sudah jadi digantung di depan rumah. Bebatuan dan benda tradisional di Bena. (Foto- foto: Pedro Pascallo Kefas de Ornay) 196
Rute Menuju Bena Ada sejumlah alternatif untuk mencapai Kampung Bena. Biasanya turis menginap di hotel-hotel di Bajawa. Dari sini, turis bisa menyewa kendaraan darat. Kondisi jalan relatif bagus, tapi berliku-liku dan naik turun, selazimnya lintasan area di ketinggian. Bajawa merupakan titik tolak menuju Bena. Artinya, turis dari kota lain seperti Kupang, Ende, dan lain- lain akan lebih mudah ke Bena dengan mencapai Bajawa dulu. Dari Ende, bisa menggunakan jasa travel atau bus jurusan Ende-Bajawa, turun di Mataloko, disambung dengan ojek ke Bena. Dari Kupang, turis mesti menyeberang pulau, dari Pulau Timor ke Pulau Flores. Tentu saja, jalan tercepat idealnya dengan pesawat. Setelah mencapai Ende, baru menyewa mobil travel atau bus ke Bajawa atau Mataloko. 197
PROFIL PENULIS ERRY YULIA SIAHAAN Lahir di Jakarta pada 28 Juli 1963, penulis adalah anak ketujuh dari sebelas bersaudara dari pasangan M Siahaan dan E Silitonga. Penulis mengenyam pendidikan di TK Poerwajaya, SDN Taman Harapan 01 Pagi, SMPN 49, SMAN 14, IPB, dan kini kuliah di Universitas Indraprasta PGRI Jakarta. Menggemari dunia sastra dan musik, penulis aktif mengajar Bahasa Inggris, khususnya untuk anak-anak. Penulis sudah dan sedang menulis sejumlah buku. Catatan penulis: “Menjelajahi Indonesia dan menemukan pesonanya yang begitu kaya akan membuat pikiran kita lebih terbuka. Betapa banyak kekayaan yang telah kita rubuhkan untuk menggantinya dengan pabrik, gedung bertingkat, dan berbagai tampakan buatan. Betapa banyak keindahan yang telah kita lewatkan dengan menghabiskan waktu dan dana untuk kegiatan yang mungkin tak banyak guna.” 198
LEMBAH HARAU Yudesra Liburan akhir tahun yang sudah direncanakan berkumpul bersama keluarga di Bandar Lampung, guna untuk merayakan pernikahan ponakanku Meity Irlanie. Keluarga besar kami akan berangkat di akhir tahun ini. Namun rencana yang punya kita keputusan sama yang kuasa. Kenyataan berkata lain, semua kehendak yang kuasa kita tak tahu apa yang akan terjadi. Karena korona masih melanda negeri ini jadi kita tidak bisa bepergian jauh, membuat planning yang sudah direncanakan dengan matang berubah begitu saja. Keluarga besar kami tidak jadi berangkat ke bandar Lampung. Di balik semua itu kami ambil hikmahnya. Ponakan ku yang baru juga selesai menikah di Bandar Lampung (Lani & Iyan) dan di Jakarta (Marta & Nita), menyempatkan diri untuk pulang kampung Bersama ayah dan bundanya. Pulang kampung ke Barulak, Tanah Datar Padang. Mendengar berita tersebut kami, Uni Ad, Uni Nini dan Uni Nel langsung buat planning. Tanpa buang-buang waktu kami sekeluarga langsung bertelepon di grup WA keluarga merencanakan peresmian pernikahan ponakan kami untuk diadakan di kampung halaman. Jadilah kami berkumpul bersama keluarga besar dari Bandung, Jakarta, Solo, Jogja, Bekasi, Bandar Lampung. Semua menyatakan sempat untuk pulang kampung. 199
Suntiang Gadang (Dokpri) Alhamdulillah ya Allah mungkin ini rencana-Mu, yang kami belum tahu ada apa di balik semua itu. Dalam waktu 3 hari semua rencana kami, bisa dilaksanakan. Kami bisa meresmikan pernikahan dua pasangan pengantin Meity Irlani dengan Sebastian Listianto, dan pasangan kedua yaitu Marta Muhammad Thohir dengan Anita Khairunnisa di kampung halaman. Semua ini kami lakukan adalah untuk memberitahukan sanak saudara bahwa 2 orang ponakan kami sudah melangsungkan pernikahan di rantau orang karena para menantu kami tidak ada yang berasal dari Sumatera. Malahan keduanya berasal dari pulau Jawa tepatnya Sebastian dari Kota Kembang Bandung dan Anita dari Bekasi. Siangnya ke dua pasang pengantin kami pasangkan pakaian adat Minang (Suntiang dan Saluak) 200
Search
Read the Text Version
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
- 6
- 7
- 8
- 9
- 10
- 11
- 12
- 13
- 14
- 15
- 16
- 17
- 18
- 19
- 20
- 21
- 22
- 23
- 24
- 25
- 26
- 27
- 28
- 29
- 30
- 31
- 32
- 33
- 34
- 35
- 36
- 37
- 38
- 39
- 40
- 41
- 42
- 43
- 44
- 45
- 46
- 47
- 48
- 49
- 50
- 51
- 52
- 53
- 54
- 55
- 56
- 57
- 58
- 59
- 60
- 61
- 62
- 63
- 64
- 65
- 66
- 67
- 68
- 69
- 70
- 71
- 72
- 73
- 74
- 75
- 76
- 77
- 78
- 79
- 80
- 81
- 82
- 83
- 84
- 85
- 86
- 87
- 88
- 89
- 90
- 91
- 92
- 93
- 94
- 95
- 96
- 97
- 98
- 99
- 100
- 101
- 102
- 103
- 104
- 105
- 106
- 107
- 108
- 109
- 110
- 111
- 112
- 113
- 114
- 115
- 116
- 117
- 118
- 119
- 120
- 121
- 122
- 123
- 124
- 125
- 126
- 127
- 128
- 129
- 130
- 131
- 132
- 133
- 134
- 135
- 136
- 137
- 138
- 139
- 140
- 141
- 142
- 143
- 144
- 145
- 146
- 147
- 148
- 149
- 150
- 151
- 152
- 153
- 154
- 155
- 156
- 157
- 158
- 159
- 160
- 161
- 162
- 163
- 164
- 165
- 166
- 167
- 168
- 169
- 170
- 171
- 172
- 173
- 174
- 175
- 176
- 177
- 178
- 179
- 180
- 181
- 182
- 183
- 184
- 185
- 186
- 187
- 188
- 189
- 190
- 191
- 192
- 193
- 194
- 195
- 196
- 197
- 198
- 199
- 200
- 201
- 202
- 203
- 204
- 205
- 206
- 207
- 208
- 209
- 210
- 211
- 212
- 213
- 214
- 215
- 216
- 217
- 218
- 219
- 220
- 221
- 222
- 223
- 224
- 225
- 226
- 227
- 228
- 229
- 230
- 231
- 232
- 233
- 234
- 235
- 236
- 237
- 238
- 239
- 240
- 241
- 242
- 243
- 244
- 245
- 246
- 247
- 248
- 249
- 250
- 251
- 252
- 253
- 254
- 255
- 256
- 257
- 258
- 259
- 260
- 261
- 262
- 263
- 264
- 265
- 266
- 267
- 268
- 269
- 270
- 271
- 272
- 273
- 274
- 275
- 276
- 277
- 278
- 279
- 280
- 281
- 282
- 283
- 284
- 285
- 286
- 287
- 288
- 289
- 290
- 291
- 292
- 293
- 294
- 295
- 296
- 297
- 298
- 299
- 300
- 301
- 302
- 303
- 304
- 305
- 306
- 307
- 308
- 309
- 310
- 311
- 312
- 313
- 314
- 315
- 316
- 317
- 318
- 319
- 320
- 321
- 322
- 323
- 324
- 325
- 326
- 327