Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore Sejuta Pesona Nusantara 2021

Sejuta Pesona Nusantara 2021

Published by rita wati, 2022-02-19 06:47:06

Description: Sejuta Pesona Nusantara 2021

Search

Read the Text Version

PROFIL PENULIS Sri Mulianah lahir dan besar di Kota Parepare Sulawesi Selatan, 29 September 1972. Menyelesaikan SD, MTsN, PGAN di kota kelahirannya. Studi S1 Jurusan Pendidikan Agama Islam di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, S2 Program Studi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan (PEP) di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Saat ini sedang menempuh program Doktor PEP di UNJ dengan beasiswa program MORA 5000 Doktor dari Kementerian Agama. Penulis berkarir sebagai dosen PNS di IAIN Parepare sejak tahun 2009. Pengalaman menulis buku referensi Pengembangan Instrumen Teknik Tes dan Non Tes. Buku Antologi The Meaningful True Story (Berbagi Kisah Penggugah Jiwa) dan Senandung Guru 1 dan 2 Penulis bermukim di Parepare dapat dihubungi melalui tlp/wa: 085342989723. Facebook: sri.mulianah Instagram: srimulianah_ email: [email protected] Dapat dikunjung di http://srimulianahamid.blogspot.com 51

Nature is an infinite sphere of which the center is everywhere and the circumference nowhere. —Blaise Pascal 52

WISATA ALAM DI NEGERI ATAS AWAN Agus Yuwantoro Tidak terasa kurang satu hari lagi pergantian tahun 2020 menjadi 2021, begitu juga dengan aku tidak terasa usianya semakin berkurang. Tinggal sisa-sisa umur ini aku manfaatkan untuk selalu membaca dan menulis sebagai aset sedekah ku. Untuk kebaikan juga ajang amal jariah lewat tulisanku baik itu berbentuk opini, artikel, tajuk, puisi, sajak, cerpen bahkan novel. Hal itu dalam rangka ikut meriahkan nuansa literasi yang hampir lesu di planet ini sebab di jajah tekhnologi nyaris animo minat baca tulis tertinggal jauh dengan komunitas para maniak pembaca WA, FB, internet, blog dan lainnya. Hari Kamis kliwon akhir pergantian tahun baru ada harapan baru membuat konsep inovasi diri sendiri merubah perilaku yang lebih baik dan berusaha selalu mendekatkan diri pada Tuhan agar bisa meraih kebahagiaan hidup baik dunia maupun akhirat. Libur akhir tahun selama empat hari ada undangan nulis bareng dengan tema Traveling Wisata Alam. Aku akan mencoba mencari inspirasi nulis lewat wisata manual aja tidak pakai mobil, atau sepeda motor kesayanganku Honda CBR 150 Cc. Sebab jalanan pasti ramai pakai sepeda ontel tua Federal seri kris cet beli di pasar loak Muntilan buatan tahun 80an. 53

Aku upgrade sesuai dengan kantong sakuku. Ban depan belakang juga pelek ruji aku ganti semua. Operan gigi yang manual aku ganti dengan shimano seri 3x8, satu set rem juga kuganti biar lebih nyaman untuk goes jarak jauh. Hampir 85% sepeda ontel tua federalku mendekati sempurna. Untuk testimoni pada hari Minggu uji nyali goes dari daerah wilayah Kecamatan Sapuran meluncur ke Kota Purworejo lalu menuju pantai Jatimalang nyaris lancar tidak ada kendala. Sepeda Federal nglancir jalan mulus pelan pasti sampai tujuannya. Pada liburan ini Aku ingin uji nyali naik ke negeri di atas awan Dieng salah satu wilayah tertinggi di peta Indonesia dengan jalur Sapuran - Kretek – Wonosobo - Garung belok ke kiri jalan terebos ke puncak Dieng sambil lewat istirahat dan melihat objek wisata telaga Menjer yang terletak di wilayah Kecamatan Garung. Perjalanan dengan sepeda tua Federal memang nyaman nyaris sempura. Aku butuh waktu hampir satu jam setengah masuk jalan Kota Wonosobo tetapnya di alun-alun kabupaten untung kubawa bekal dari rumah ramuan rempah-rempah dari gula aren dengan campuran beberapa asam jawa menjadi minuman sehat dan segar. Tidak lupa juga membawa bekal lima buah apel hijau dan tiga alpokat matang sebagai pengganti karbo hidrat dalam perjalananku. Istirahat di bawah pohon beringin tua persis di depan Pendopo kabupaten dengan bentuk bangunan bergaya joglo jawa kolaborasi dengan 54

gaya moderen. Di bawah pohon beringin tua ada foto berwarna ukuran 4x7 pasangan calon bupati dengan lawan kotak kosong. Aa..h masa bodoh dengan dengan aroma politik lokal Pilkada. Aku hanya positif thingking yang jadi bupati adalah orang yang terbaik sebab terpilih lewat suara terbanyak dan menang dari hasil suara dari semua warga penduduk di wilayah Kabupaten Wonosobo yang terkenal dengan kota hujan juga berudara dingin. Hampir setengah jam aku duduk istirahat sambil melihat burung emprit yang bereterbangan bebas di atas pohon beringin tua. Lima ekor burung srigunting berkejaran seperti pesawat tempur masuk keluar dari lobang angin gedung tinggi Gedung Gereja Jawa bersebelahan dengan Masjid di tengah kotaku. Kemudian aku mengayun sepeda federal menuju daerah kecamatan Garung melewati kolam renang Kalianget bersebelahan dengan pabrik jamur. Dua puluh tahun yang lalu pabrik ini menyerap tenaga kerja warga yang berada di lereng gunung Sumbing. Seiring era reformasi dan krisis ekonomi global perlahan-lahan pabrik jamur bangkrut akhirnya terjadi PHK besar-besaran ratusan karyawan nganggur banting setir ada yang mencoba menjadi pedagang, sopir angkot, kondektur bus malam, tukang ojek, bakul obat keliling di pasar tradisional. Kini gedung bekas pabrik jamur seperti batu nisan diam membisu tanpa suara. Ada selentingan dari bakul- bakul di pinggiran jalan pabrik jamur bangkrut sebab 55

sistem menejemennya yang tidak beres. Dari bagian personalia, produksi, mandor, juga satpam tiap hari membawa produk jamur di jual sembunyi di pasar gelap. Akhirnya sampai juga aku di kawasan wisata telaga menjer airnya berwarna hijau natural penuh di tanami berbagai macam bunga di setiap gang jalan masuk udaranya dingin sejuk segar. Ada dua perahu mesin siap mengantar tamu untuk keliling di tepian Telaga Menjer. Di bawah air yang jernih nampak sirip ikan-ikan berenang bebas di sekitar Telaga Menjer. Setelah puas menikmati juga melihat pemandangan yang masih natural aku genjot lagi sepeda federalku naik ke jalur paling ekstrim dalam pergoesan. Di tengah jalan ternyata bukan aku saja yang uji nyali naik ke Dieng dengan sepeda ada sepuluh goeser Federalis Indonesia dari Jakarta dengan naik sepeda federal yang sudah di afgrade dengan sparepart dari altus bahkan peleknya sudal almunium dengan ban depan belakang dari Mexsis siset rem hidrolis. Tim ini sudah hari ke enam touring federalis Indonesia dari Jakarta ke wilayah Dieng. Bahkan di belakangku rombongan dari Kota Bandung tujuh rombongan goeser dengan sepeda seli lipat. Jalannya naik terus melalui jalur Kejajar-Setieng sampai ke titik pertama pos pertama gardu pandang di bawah tebing Dieng. Aku istirahat di gardu pandang sambil melihat sejumlah kota di Jawa Tengah dari atas. Yogya, Magelang, Purworejo, Banjarnegara bahkan ada 56

bayangan fatamorgana seperti gambaran laut lepas Pantai Parangtritis dan Glagah kelihatan berwarna membiru luas di atas gardu pandang pos pertama. TimAkhirnya aku bergabung dengan rombongan t Federalis Indonesia dari Jakarta juga komunitas sepeda lipat Seli dari Kota Kembang Bandung. Badanpun mulai basah kuyup bukannya kehujanan tapi jalan terus nanjak keringat keluar semua. Hampir setiap melewati gardu lepas pandang kami istirahat untuk mengumpulkan power agar bisa naik lagi ke atas Dieng. Aku menghitung hampir sepuluh kali istirahat. Aku bersama komunitas lainnya selalu istirahat ketika napas ini sudah ngos- ngossan. Tapi ada dua goeser dari Magelang dengan naik sepeda RB terus naik ke atas sebab usianya masih kepala dua puluhan jadi powernya masih hebat. Di bandingkan denganku juga yang lainnya hampir kepala lima puluhan ingin menaklukkan Dieng dengan bersepeda ontel. Hampir empat jam perjalananku. Akhirnya sampai juga di dataran tinggi Dieng dengan napas ngos-ngossan badan basah kuyup penuh dengan air keringat. Butiran keringat menetes terus dari ujung rambut wajah sampe merambat ke bibir air keringat mengkristal dalam kulit tubuh terasa asin seperti air pantai parangtritis. Ada kepuasan batin bisa menaklukkan ke Dieng dengan sepeda ontel tua Federal. Rombongan Federalis Indonesia dari Jakarta langsung foto selfi di pintu masuk wisata Dieng. Sebentar 57

kemudian disusul komunitas sepeda lipat Seli dari Kota Bandung. Sementara Aku hanya ikutan selfi. Sayang sekali Aku membawa HP baterainya sudah habis tidak bisa membuat foto kenangan di dataran tinggi Dieng. Hanya ikut nimbrung foto selfi dengan komunitas sepeda lainnya dengan gaya senyum pringas-pringis. Setelah puas melihat beberapa situs candi di Dieng naik lagi menuju wisata kawah. Sesampai di kawasan kawah aku melihat gelombang air mendidih panas dengan bau belerang menusuk lobang hidungku. Di tambah udaranya sangat dingin di sebelah selatan pipa gas bersuara gemuruh dari dalam tanah menyedot gas alam menjadi gas untuk keperluan industri dan rumah tangga di kelola oleh Pertamina. Penjual jagung bakar, teh, kopi panas berjejer di setiap pinggiran jalan masuk kawasan kawah tidak ketinggalan pula biro jasa tukang potret jalanan menawarkan jasa potret. Begitu juga komunitas hewan burung hantu menawarkan pada tamu wisatawan untuk selfi sambil menaruh burung hantu di pundaknya. Penjual bubuk tanah belerang dimasukkan dalam botol plastik aqua bekas berjalan mondar-mandir menawarkan bubuk tanah belerang. Tiga penjual telur asin memperagakan di hadapan tamu wisatawan menaruh telur mentah dimasukkan dalam tanah panas berbau belerang lima menit kemudian telur bebek sudah matang. Ada kawasan kawah yang berbahaya dibatasi pagar besi melingkar 58

tidak boleh mendekat sebab kelihatan dari bawah api menyala merah bercampur uap belerang. Airnya mendidih membentuk gelombang kecil lalu besar kemudian bersama asap putih. Dengan jarak pandang tiga meter suhu panasnya terasa menyentuh dalam kulit tubuhku. Menurut kabar burung dari penjual buah karika dan kacang Dieng. Pernah ada salah satu pemuda putus cinta. Akhirnya bunuh diri masuk ke dalam kawah yang sedang mendidih sebentar kemudian berubah menjadi kerangka sebab seluruh badannya meleleh hancur terbakar dalam kawah. Bukan hanya itu saja ada juga seorang PNS terlilit utang sebab istrinya selalu menuntut hidup serba mewah. Akhirnya terlilit utang tiap hari ditagih hutang di tambah setiap hari istri tercinta ngomel dan minta cerai. Akhirnya tidak tahan bunuh diri masuk dalam kawah untuk mengakhiri beban kehidupannya. Setelah puas aku melihat beberapa situs Candi Dieng, taman bunga, juga kawasan kawah yang penuh bau belerang. Aku turun menuju telaga warna butuh lima belas menit naik sepeda ontel tua Federal sampai di kawasan Telaga Warna. Airnya persis cahaya pelangi di atas langit sehabis hujan reda. Di kawasan Telaga Warna di atas tebing banyak di tanami sayuran kobis, wortel juga pohon buah karika di setiap batas tanaman sayuran. Di kawasan telaga warna di penuhi pasangan muda-mudi sedang memadu kasih. Di bawah pohon jambu air, juga di 59

bawah pohon buah karika bahkan ada yang duduk di atas batu di tengah ladang tanaman sayur buncis dan kacang panjang saling memadu kasih pacaran di pinggiran telaga warna. Menurut kabar burung dahulu dalam sejarah perang Kerajaan di Tanah Jawa ada salah satu prajurit kerajaan yang menyimpan batu permata berwarna pelangi dalam telaga sehingga airnya bisa memancar beberapa warna. Bahkan pada zaman klaster ke dua banyak tentara Belanda penasaran menyelam ke dalam telaga warna untuk memburu permata dalam telaga warna tetap tidak diketemukan. Menurut pendapatku telaga warna dengan paduan air yang berwarna adalah tanda-tanda kebesaran ciptaan Tuhan. Sehingga ketika Aku melihat air telaga warna dengan corak warna warni airnya itulah salah satu ciptaan Tuhan agar kita selalu taat dan bertakwa kepada Tuhan sebab kita juga sebagian kecil ciptaan-Nya. Setelah puas aku melihat telaga warna aku naik ke daerah dusun yang membuat penasaran juga bergetar batinku. Dusun Legetang daerah Kecamatan Batur jaraknya hampir dua kilo meter dari dataran tinggi Dieng Kabupaten Banjarnegara di hadapan gunung Penamu- namu. Menurut mitos atau kabar burung semua warga tewas dalam satu malam. Tapi menurutku sebagai peringatan untuk semua warga yang tinggal di daerah situ. Diceritakan oleh tokoh kesepuhan daerah situ bahwa 60

pada tanggal 17 April 1955 ada satu dusun tenggelam rata dengan tanah hanya dalam waktu satu malam. Sebab semua warga berbuat menyimpang suka minum arak, berjudi, main perempuan. Sex bebas dengan hiburan kesenian lengger bahkan ada komunitas homo dan lesbian. Sebab hasil pertaniannya melimpah ruah didukung tektstur tanah subur hasil panen melimpah menghasilkan uang banyak. Sayang lupa akan rasa syukurnya kepada Tuhan. Dengan uang banyak dari hasil pertanian dari tanaman jagung, kentang, wortel, kubis juga tembakau lupa diri pada Tuhan. Tiap malam berbuat maksiat bahkan setiap mendapatkan uang hasil panen digunakan untuk menanggap kesenian lengger dengan pesta pora mabuk- mabukkan, sex bebas, berjudi. Pada menjelang malam penuh maksiat terjadi hujan deras bersama suara kilat halilintar bersama suara ledakan yang sangat keras. Akhirnya semua warga Dusun Legetang berjumlah 350 tewas tenggelam dalam tanah beserta harta benda juga semua harta hasil pertaniannya. Sekarang Dusun Legetang hilang rata dengan tanah tinggal tugu kenangan yang menancap setinggi sepuluh meter di atas dataran tinggi Dieng. Aku melihat tugu itu sepertinya memberikan isyarat denganku jangan meniru pola pikir warga Dusun Legetan yang telah di berikan rezeki melimpah ruah dari Tuhan. Tanah subur hasil tani melimpah ruah. Harta 61

melimpah sayang tidak bisa mensyukuri nikmat dan rezeki dari Tuhan. Ingkar pada nikmat Tuhan akhirnya hanya satu malam Dusun Legetan tenggelam rata dengan tanah. Aku tidak berani mendekati tugu di atas tanah dusun Legetan bibirku bergetar dadaku gemuruh seperti gelombang air pantai Glagah secara reflek batinku menyebut asma-Mu lewat bacaaan tasbih, zikir. Aku naik sepeda Federalku turun ke jalan aspal meninggalkan Dusun Lagetan wilayah Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara Propinsi Jawa Tengah. Turun dari negeri atas awan dengan naik sepeda ontel tua Federal duduk di atas sedel sepedaku sebab jalan turun hanya kedua tanganku yang berfungsi selalu mengontrol rem depan dan belakang. Setelah sampai di pinggiran terminal Dieng komunitas sepeda lipat Seli dari Bandung menghampiriku agar ikut gabung loding naik mobil bak terbuka Mitsubisi Setrada seri terbaru. Sepeda ontel Federal Aku naikkan dalam bak terbuka. Aku duduk bersandar kaca mobil belakang sebentar kemudian mobil berjalan turun meninggalkan Negri di atas awan penuh cerita misteri dalam dada yang jarang di kunjungi oleh para wisatawan. Dalam perjalanan loding dengan komunitas sepeda lipat Selvi dari Bandung. Rencana besok pagi mau meneruskan turing strar dari kota Magelang lewat Candi Borobudur lalu Candi Mendut menuju Yogyakarta. Sambil duduk bersandar kaca mobil belakang Aku jadi teringat 62

kisah-kisah kaum yang di binasakan oleh Tuhan dalam tafsir Al Quran. Seperti Kaumnya Nabi Nuh kaum tidak taat pada Tuhan selalu menggingkari nikmat dari Tuhan akhirnya tenggelam semua lewat banjir yang luar biasa termasuk istri dan anak Nabi Nuh tenggelam tewas. Juga kaum Samud kaumnya Nabi Lut menikah dengan sesama jenis azab gempa bumi dahsyat bersama hujan batu akhirnya tewas semua terkubur dalam tanah. Kaum Firaun selalu menggingkari dan menantang ajaran Nabi Musa bahkan Firaun mengaku dirinya adalah Tuhan yang harus di sembah oleh para pengikutnya akhirnya di tenggelam di laut merah. Kaum saba di berikan kebun subur dengan hasil perkebunan yang melimpah ruah tapi tidak taat pada Tuhan malah menggingkari segala bentuk nikmat dari Tuhan akhirnya di tenggelamkan dalam tanah. 63

PROFIL PENULIS AGUS YUWANTORO, Lahir di Kalasan, 5 Agustus 1965, Pendidikan Terakhir S2 di Unsiq Prop Jateng. Prodi Magister Pendidikan Agama Islam 2009. Tahun 2010 mendapatkan penghargaan dari Bapak Gubernur Jawa Tengah juara pertama menulis sajak dan puisi dalam rangka peringatan 100 Tahun Meninggalnya Presiden RI Pertama Bung Karno juga mendapatkan Piagam kehormatan dari Panitia Pusat Jakarta an. Prof.DR.H. Soedijarto, MA. Aktif nulis fiksi sudah 15 Buku Antologi baik puisi dan cerpen yang sudah terbit. Juga memberikan kontribusi menulis puisi dalam rangka peringatan Hari Ibu Tahun 2020. Awal tahun ini mererbitkan Novel perdana dengan judul “Gadis Bermata Biru “.Alamat Penulis Gedangan RT.08 / RW.05. Ds. Pecekelan. Kec.Sapuran.Wonosobo, Jateng Hp.WA: 081586190078 64

WISATA SUBAN AIR PANAS DI TANAH REJANG Afriani Fitriana Curup merupakan sebuah kota kecil yang terletak di Provinsi Bengkulu yang merupakan ibu kota Kabupaten Rejang Lebong. Kota kecil yang berada di daerah pegunungan bukit barisan dan dikelilingi oleh Bukit Kaba dan Bukit Daun ini memiliki suku asli yaitu suku Rejang dengan bahasa ibunya adalah Bahasa Rejang. Udara di kota ini sejuk dan segar hal ini sangatlah terasa ketika kita memasuki Kota Curup dari jalur Kota Lubuk Linggau selain udara yang sangat sejuk rintikan hujan pun masih sering mengiringi perjalanan kita. Jalan yang kita lewati pun cenderung naik turun dan berkelok-kelok karena berada disepanjang bukit barisan. Memasuki Kota Curup kita akan disuguhi pemandangan alam berupa pegunungan yang hijau berpadu dengan masih banyaknya rumah-rumah tradisional yang khas berupa rumah panggung berbahan dasar kayu. Rumah ini pun dibangun lebih menjorok ke dalam dari jalan raya, bukan tidak ada alasan kenapa mereka mendesain seperti ini tetapi pastilah ada fungsinya. Halaman ini biasanya dimanfaatkan oleh pemilik rumah untuk menjemur kopi ataupun padi hasil panen mereka. Maka jemuran kopi yang menghiasi halaman mereka salah satu keunikan tersendiri ketika 65

melewatinya. Selain itu kita juga akan disuguhi pemandangan berupa hamparan sayuran yang segar sekali, barisan tanaman kol, cabe, tomat, buncis seolah berlomba menujukkan pesonanya, sangat segar dan juga cantik mungkin karena penataan tanaman yang dilakukan oleh petani dengan sangat luar biasa sehingga perpaduannya sangat memanjakan mata bagi kita yang melewatinya. Pemandangan seperti inilah yang menemani kita ketika kita akan mengunjungi salah satu objek wisata yang ada di kota kecil ini yaitu objek wisata Suban Air Panas. Objek Wisata Suban Air Panas Objek Wisata Suban Air Panas yang biasa dikenal dengan kata “suban” dapat kita tempuh sekitar 6 Km dari pusat Kota Curup tepatnya di desa Cawang Baru. Kompleks objek wisata suban air panas ini meliputi area seluas 30 hektar lebih. Biasanya pada saat liburan baik itu 66

liburan sekolah, perayaan hari raya atau liburan akhir pekan tempat ini termasuk terpavorit untuk dikunjungi baik itu wisatawan dari lokal maupun dari beberapa provinsi terdekat seperti Jambi dan Sumatra Selatan. Namun akibat pandemi Covid-19 aktivitas dipemandian ini relatif sepi sebagaimana objek lainnya di Indonesia. Lokasi Objek Wisata Suban ini sendiri tidak jauh dari jalan lintas atau Jalan Utama. Dari depan jalan sudah dapat terlihat tulisan yang bertuliskan Objek Wisata pemandian Suban Air Panas, masuk kira-kira sejauh 2 km dari jalan utama maka kita akan langsung memasuki portal utama Suban dan kita akan diarahkan kelokasi parkiran yang telah tersedia baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Dari parkiran kita akan menuju area pintu depan dengan membayar karcis masuk sebesar Rp.10.000, per orang untuk dewasa dan Rp.5000,- per orang untuk anak-anak. Setelah membayar karcis kita akan berjalan kaki melewati jembatan besar yang mana di bawahnya adalah aliran air dengan ratusan ikan mas yang menyambut seolah memberi ucapan selamat datang. Begitu melewati jembatan kemudian kita menemui kolam-kolam pemandian air panas yang kalau kita pergi di pagi hari maka kepulan ASAP terlihat sekali dibagian atas kolam setelah ini kita bisa langsung saja memilih kolam air panas yang kita sukai, karena banyak banyak sekali kolam yang tersedia baik itu kolam ukuran kecil maupun ukuran besar. 67

Cerup (sumber integral: Curup_kito) Sumber air panas yang terdapat di Suban ini adalah dari mata air panas alam yang dialirkan melalui pipa-pipa atau bambu-bambu sehingga membentuk seperti pancuran. Suban memiliki satu kolam renang yang cukup luas dengan dinding dan lantai yang sudah dilapisi keramik dan terbagi menjadi dua untuk dewasa airnya sedalam 2 meter sedangkan untuk anak-anak sedalam 70 cm. Tidak jauh dari lokasi kolam besar ini terdapat juga kolam-kolam kecil yang berbentuk bulat dan juga persegi dimana dindingnya hanya semen kasar biasa sementara lantainya hanya bebatuan baik berukuran kecil ataupun besar, selain itu yang membuat berbeda adalah sumber airnya tidak menggunakan aliran pipa atau bambu tetapi berasal dari sumber mata air langsung yang berada didasar kolam diantara bebatuan yang ada dilantai. 68

Membawa beberapa anggota keluarga rasanya lebih nyaman kalau menggunakan kolam kolam kecil ini, anak-anak pun bisa mandi di pinggiran kolam karena di dalam kolam ini juga dibuat tingkatan yang menyerupai anak tangga tempat anak-anak ataupun bisa juga dijadikan tempat duduk ketika kita berendam. Suasana Kota Curup yang dingin sangatlah tepat rasanya jika kita berendam dengan air panas sambil menikmati suasana alam dengan tebing-tebing yang ditumbuhi pepohonan yang masih sangat asri. Untuk suhu air panasnya kolam di Suban ini bisa dibilang tidak terlalu panas sehingga membuat kita betah untuk berlama-lama berendam. Lokasi pemandian (Sumber: Traverse.id dan Curupekspres.com) Air ini dipercaya berguna untuk penyembuhan berbagai penyakit kulit seperti jerawat dan gatal- gatal bahkan untuk orang tua yang memiliki masalah dengan tulang juga sangat bagus sekali seperti pegal linu dan rematik. Selain lokasi pemandian air panas ada beberapa bagian lain yang bisa kunjungi di daerah objek wisata suban ini yaitu air terjun bercabang dua, untuk menuju ke 69

lokasi air terjun kita perlu membayar karcis masuk sebesar Rp.3000,- untuk dewasa dan anak-anak digratiskan. Di lokasi ini kita akan menikmati bentangan sungai yang sejuk dan sangat dingin khasnya air pegunungan yang jatuh dari ketinggian yang lebih dari 90 meter (Sumber: rmolbengkulu.com) Wisata Suban Air Panas ini juga terdapat Cagar Budaya dengan adanya beberapa cerita mistis kepercayaan dari penduduk setempat yang ceritanya diketahui secara turun temurun yaitu adanya batu keramat “Tri Sakti” Sejarahnya batu ini dikuasai oleh penguasa yang bernama Rajo Bitan (orang Rejang), kemudian datanglah orang Rajo Bengkulu serta seorang putri dari Mojopahit yang bernama Putri Selangkah. Tersebutlah tiga tokoh perempuan sakti yaitu: Sebei Sebietan, Sebei Kikis dan Sebei Teret. Ketiga tokoh ini bersama-sama bermusyawarah dan saling mendukung dalam hal keamanan wilayah bahkan ada yang mempercayai bahwa merekalah yang menjaga 70

pengunjung yang datang sampai saat ini. Sebagai tanda monumen peninggalan mereka ini oleh masyarakat Rejang Lebong disebut “Batu Tri sakti” . (Sumber : sarahjalan.com) Sekitar 100 meter dari lokasi Tri sakti kita akan menemui Batu Menangis atau sekarang disebut “Putri Selangkah”. Batu ini juga memiliki cerita yang mana konon katanya dahulu kala batu tersebut dijadikan tempat merenung dan menangis sang putri yang bernama Gemercik Emas yang tidak mau dijodohkan dengan putra Gambir Melang yang merupakan putra Suku Rejang. Dikatakan Putri Selamhkah karena dahulu setiap putri tersebut hendak pergi ke arah empat penjuru mata angin baru selangkah putri itu berjalan kemudian langsung menghilang dan telah sampai di tempat tujuan yang ingin ia datangi. Menurut penunggu disana bahkan masyarakat sekitar batu menangis ini memang sering mengeluarkan air. Sebagian warga mempercayai bahwa air tersebut adalah air mata Putri Slangka. Air putri slangka ini juga diyakini bisa melancarkan urusan jodoh 71

dengan cara mengusapkan air yang berasal dari batu itu ke alis mata pengunjung. Seru kan menikmati indahnya bentangan alam dari tanah rejang yang asri. Kolaborasi antara wisata dan sejarah. Jika anda sedang mudik atau sekadar melewati kota curup salah satu destinasi ini bisa dicoba. Mari berkunjung ke Kota Curup untuk menikmati wisata Suban dan mengeksplor lebih jauh lagi beberapa objek wisata khas pegunungan dengan suasana pedesaan yang indah. Curup Kota Idaman (Indah dan Aman). 72

PROFIL PENULIS Afriani Fitriana lahir pada tanggal 15 April 1986 di Kota Curup. Ibu dari dua orang pura ini sangat menyukai travelling dan mendengarkan musik. Alumni Universitas Jambi angkatan 2003 ini sekarang sedang bertugas menjadi abdi negara di SMKN 2 Tanjung Jabung Timur Jambi sebagai guru produktif jurusan agribisnis perikanan air tawar. “Do the best and pray. God will take care of the rest” merupakan motto hidup yang sampai saat ini selalu dipegang saat melakukan hal apapun termasuk menyelesaikan tulisan perdana ini. 73

74

LEMBAH INDAH MALANG LERENG GUNUNG KAWI JAWA TIMUR Dian Riasari Mobil menderu tak terlalu kencang. Anak-anak satu per satu terlena. Perjalanan selama satu jam lebih, rupanya cukup mendatangkan kantuk. Sementara kami, orang-orang dewasa, masih asyik mengobrol. Tak lama kami hampir sampai di tujuan. ”Anak-anak, ayo bangun!” kata adikku. ”Sudah sampai ya, Tante?” Tanya anak laki-lakiku. ”Ya, sebentar lagi kita lewat gerbangnya.” Mobil mulai berjalan lambat, di depan berderet dua buah mobil lain. Seorang petugas tampak memeriksa penumpang, sepertinya untuk urusan pembayaran tiket. Kini giliran mobil kami. Adikku menyampaikan bahwa ia sudah ada janji dan akan bertemu dengan Bapak pengelola objek wisata. Dengan sigap, petugas mempersilakan mobil kami masuk. ”Lihat Mbak, itu gerbang yang didesain Doni,” kata adikku sambil menunjuk gerbang atau jalan masuk menuju tempat wisata. Doni adalah rekan kerja adikku. Menurutku, itu lorong/terowongan semacam gerbang torii Jepang. Pemandangan indah di lembah itu mulai tertangkap mata. Mobil di parkir di tempat parkir pertama. Sebenarnya mobil bisa lebih masuk ke tempat 75

parkir di dalam lokasi wisata, tetapi kami berencana berjalan kaki sambil melihat-lihat pemandangan sekitar. Adikku adalah salah satu arsitek yang ikut bekerja dalam pengembangan objek wisata ini, bersama tim yang lain. Sebenarnya ia ke tempat ini dalam rangka kerja, tetapi karena hari ini anak-anak libur, kami pun ikut serta. Wah, asyik juga deh. ”Nah, ini dia, LEMBAH INDAH MALANG lereng Gunung Kawi. Hmmm, sejuknyaaa,” seru adikku riang. ”Wow, keren!” seru anak-anak melihat pemandangan perbukitan yang memesona. Adikku langsung menuju kantor untuk menemui pengelola objek wisata, sementara kami mulai melemaskan kaki. Si Oom (suami adikku), dan anak ketiganya yang berumur empat tahun menuju suatu lahan berumput. Di sana disediakan beberapa papan kanvas bergambar. Anak-anak bisa memilih gambar yang disukai dan mewarnainya dengan cat yang sudah disediakan. Mereka cukup membayar Rp10.000,00 untuk satu kanvas bergambar. Anak keduaku dan anak kedua adikku langsung berlari menuju tanah lapang berumput. Kedua anak laki-laki itu berlarian sambil menangkap belalang. Sementara, aku, anak pertamaku, anak pertama adikku, dan adik Si Oom berjalan-jalan melihat kebun strawberry sambil ber-selfie ria. Siang itu tak terasa panas, udara sangat sejuk, khas pegunungan. Anak-anak mulai lelah setelah 76

berlarian. Kami menuju salah satu gerai untuk membeli minuman dan buah strawberry. Anak-anak juga membeli mie instan, sekadar untuk mengganjal perut yang mulai keroncongan. Setelah menyelesaikan urusan kerjanya, adikku keluar dari kantor dan bergabung dengan kami. Sejak mulai dioperasikan di bulan Maret 2020, foto-foto keindahan objek wisata Lembah Indah Malang mulai viral di media sosial. Namun, pandemi Covid-19 membuat berbagai tempat wisata sementara ditutup, termasuk Lembah Indah Malang. Meskipun sementara ditutup, pembangunan tempat ini tetap dilaksanakan dan terus dikembangkan. Kini, tak dipungkiri, Lembah Indah Malang telah menjadi salah satu objek wisata yang diincar banyak wisatawan, baik dari dalam maupun luar Jawa Timur. Adikku yang mengikuti pembangunannya, turut senang melihat perkembangan fasilitas yang ada di lokasi wisata. LEMBAH INDAH MALANG merupakan objek wisata yang terletak di kaki Gunung Kawi, tepatnya di Dusun Gendogo, Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Jam bukanya dari pukul 08.00 – 17.00 WIB. Medan menuju lokasi wisata cukup mudah dilalui. Medan agak menanjak, tetapi tidak tajam. Jalan cukup luas untuk dua mobil berpapasan. Bus pun bisa menjangkau hingga tempat parkir. Untuk mencapai lokasi ini, tidak terlalu sulit. Jika berangkat dari alun-alun Kota Malang, kita akan lanjut 77

menuju Jalan Supriadi, hingga menuju Jalan Kebonsari. Selanjutnya menuju arah wilayah Kabupaten Malang melalui Jalan Raya Genengan. Setelah Kantor Pelayanan Pajak Kepanjen Kabupaten Malang, belok kanan ke Jalan Lingkar Barat Kepanjen. Setelah sampai di ujung jalan, belok kanan menuju Jalan Raya Gunung Kawi. Selanjutnya ke Jalan Raya Tumpang Rejo, melewati daerah Kebobang, Kecamatan Wonosari. Sesudah itu, di persimpangan ada papan petunjuk untuk sampai destinasi Lembah Indah Malang, menuju Desa Balesari. Dari Kota Malang perjalanan sekitar 1,5 jam. Lokasi bisa juga dicapai dari Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, langsung menuju ke arah Kecamatan Ngajum. Di daerah ini juga sudah ada papan petunjuk ke lokasi wisata. Gambar 1. Pemandangan di Lembah Indah Malang Objek wisata Lembah Indah Malang berada di lahan seluas kurang lebih 18 hektare, pada ketinggian 78

kurang lebih 1000 meter dari permukaan air laut. Ketinggian ini membuat suhu cukup rendah berkisar antara 180 – 230 C. Konsep objek wisata Lembah Indah Malang adalah wisata suasana dan vista pegunungan dengan Glamping (Glamour Camping). Tiket masuk ke Lembah Indah Malang seharga Rp50.000,00. Nilai tersebut untuk tiket masuk, yaitu Rp30.000,00 dan Rp20.000,00 berupa voucher makanan yang bisa ditukar di restoran. Harga ini layak, sesuai dengan pemandangan dan fasilitas yang didapatkan, termasuk free parking dan free kamar mandi bersih yang airnya mak nyess, dingin. Harga-harga tersebut kemungkinan bisa berubah seiring berkembang dan berjalannya waktu. Saat masuk ke lokasi, yang sangat menarik adalah pemandangan alam yang begitu menawan. Di hamparan lembah terlihat lahan-lahan dengan beberapa dome, semacam bangunan berbentuk setengah lingkaran yang berfungsi sebagai tempat penginapan. Tampak pula camping ground, play ground untuk anak, lahan perkebunan, termasuk perkebunan terasering, dan bangunan untuk bertanam hidroponik. Lembah ini dilingkupi kebun, hutan pinus, dan bukit hijau, dengan latar belakang pegunungan. Hasil bumi di sekitar lokasi dikelola langsung oleh pihak objek wisata untuk bahan pangan restoran di tempat ini. Ada view yang cukup menarik perhatian berupa angka besar terbuat dari kayu dengan kerangka besi, 79

berbentuk angka 360. Ini adalah semacam slogan objek wisata Lembah Indah Malang. Pandangan mata pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan alami gunung dalam 3600 pandangan mata. Fasilitas yang disediakan di Lembah Indah Malang cukup untuk berekreasi, me-refresh kepenatan raga ataupun pikiran. Sesuai konsep objek wisata, yaitu glamping, maka di Lembah Indah Malang disediakan berbagai tempat penginapan. Di sini ditawarkan paket Fun Camp. Paket pertama seharga Rp400.000,00 per tenda (untuk 2 orang), paket kedua seharga Rp600.000,00 per tenda (untuk 3 orang), dan paket ketiga seharga Rp800.000,00 per tenda (untuk 4 orang). Masing-masing paket include: tenda, matras, sleepingbag, tiket masuk, snack, dan breakfast. Apabila ingin kenyamanan yang lebih, pengunjung bisa menyewa Vila Dipayana. Vila unik ini berkonsep rumah panggung tradisional khas Manado. Vila Dipayana menawarkan pengalaman menginap yang berbeda. Bangunan yang serba kayu akan membuat pengalaman menginap di tengah alam pegunungan, membuat liburan jadi lebih berkesan. Vila ini bisa untuk 8 orang, dengan 3 bedroom, kitchen, 2 bathroom (dengan bathtub dan shower), dan garden. Juga difasilitasi free breakfast, TV, dan Wi-Fi. Pada hari biasa vila dihargai Rp1.500.000,00, sedangkan pada weekend seharga Rp1.750.000,00 per malam. 80

Sedangkan glamping yang unik dan viral berupa dome, yakni Glamping Dawala dan Carani. Glamping ini menawarkan pengalaman menginap yang berbeda, dengan sensasi menginap di dalam tenda. Dome didesain unik, membuat pengalaman menginap berkesan di tengah alam pegunungan. Glamping Dawala merupakan dome VIP untuk 3 orang, dengan double bed, bathroom (shower), dilengkapi mini garden, TV, Wi-Fi, AC, dan free breakfast. Harganya Rp600.000,00 per malam pada hari biasa atau Rp750.000,00 per malam pada weekend. Tiap- tiap dome Dawala dibatasi oleh pagar, sehingga penyewa bisa lebih nyaman. Glamping Dawala terletak di atas, sehingga view yang terlihat sangat indah. Terlihat lembah yang terhampar di bawah, juga pemandangan kebun, hutan pinus, dan bukit yang melingkupi seluruh lokasi wisata. Sedangkan Glamping Carani terletak di bawah/di lembah, bisa dipergunakan untuk 6 orang. Harganya lebih murah, Rp500.000,00 per malam pada hari biasa atau Rp650.000,00 per malam pada weekend. Fasilitasnya yaitu single bed, public bathroom (shower). Jika menyewa glamping ini, kita tidak mendapat breakfast, tetapi additional breakfast. Bagi penikmat kuliner, tak perlu khawatir, ada Resto Bambu yang menyediakan menu-menu masakan yang tidak mengecewakan lidah. Pengunjung yang menginginkan privacy, bisa menikmati makanan di 81

gazebo-gazebo bambu. Tempat makan ini terletak di atas. Dari sini juga tampak pemandangan lembah yang indah. Ada pula pujasera dengan gerai-gerai makanan dan minuman yang beraneka. Juga kantin semi outdoor di area terpisah. Selain itu, ada Cafe Oval yang terletak paling tinggi dari semua bangunan. Dari lantai dua Cafe Oval, pengunjung bisa melihat seluruh lokasi wisata. Penggemar kopi bisa berkunjung di Jadid Cafe yang menyediakan aneka kopi yang langsung diolah dari biji kopi Gunung Kawi. Di beberapa titik ada pula gerai-gerai yang menjual kopi, teh, jus, camilan, mie instan, dan hasil kebun setempat, seperti strawberi, sawi, dan wortel. Gambar 2. Glamping (Glamour Camping)/Dome di Lembah Indah Malang Fasilitas lain, seperti minimarket, musala, gazebo, dan toilet bersih juga sudah disediakan. Di atas bangunan toilet terdapat gazebo yang dilengkapi kursi dan meja. Dari sini pengunjung bisa berswafoto dengan latar 82

belakang dome-dome di bawah, panggung pentas, kebun, pepohonan menghijau, dan pegunungan menjulang. Di lahan berumput yang luas dibuat panggung untuk life music. Spot-spot menarik dan instagramable bisa kita bidik dari setiap penjuru. Terutama tampak indah jika dilihat dari posisi atas. Para pengunjung tidak hanya bisa berfoto dengan background pemandangan dan fasilitas di lokasi wisata. Di sini juga tersedia tempat-tempat yang dibuat secara aesthetic dan instagramable untuk mengabadikan foto diri atau keluarga. Di Lembah Indah Malang kita tidak hanya bisa duduk-duduk atau berfoto-foto saja, ada juga fasilitas outbound dan eduwisata untuk anak-anak. Pengelola menyediakan kebun hidroponik dan tempat penggemukan sapi. Pengunjung dapat belajar tentang cara berkebun, bertanam sayuran, dan beternak sapi di lokasi-lokasi yang sudah disediakan. Pengunjung juga bisa memanen sendiri sayuran atau strawberry yang akan dibeli dan dibawa untuk buah tangan. Pada pukul 16.00 kabut mulai turun. Dalam waktu sepuluh menit, semua area di Lembah Indah Malang diselimuti halimun putih. Kadang tak berapa lama kabut pun pergi. Namun, kadang kabut tetap tebal. Oleh sebab itu, pada pukul 17.00 lokasi wisata ditutup dan kebanyakan pengunjung yang menginap sudah berada di tempat penginapan masing-masing atau duduk-duduk di 83

resto. Jangan lupa memakai pakaian hangat dan menggunakan alas kaki yang nyaman jika berkunjung ke Lembah Indah Malang. Tentunya kita harus tetap menerapkan 3M dan membuang sampah pada tempat yang disediakan. Kami sekeluarga menikmati keindahan Lembah Indah Malang hingga sore menjelang, ketika lampu-lampu mulai dinyalakan. Perut kami telah nyaman dengan santapan dari resto. Tak lupa kami mengabadikan setiap kenangan di sana. Sementara kabut mulai menipis, kami pun bersiap pulang. Jika ingin berekreasi ke daerah Gunung Kawi atau berburu anggrek hutan, tentunya tepat apabila kita menginap di Lembah Indah Malang. Lembah Indah Malang memang recommended sebagai tempat kunjungan wisata bagi mereka yang ingin sekadar refreshing atau berlibur dan menginap. Ayo, ambil agenda Anda, catat tanggal mainnya. Rencanakan kunjungan ke Malang, Jawa Timur. Tak lupa berkunjung ke Lembah Indah Malang di lereng Gunung Kawi. 84

PROFIL PENULIS Dian Riasari, seorang ibu dengan dua orang anak, putri dan putra. Lahir dan kini tinggal di Malang. Alumnus Akademi Gizi Malang (sekarang Politeknik Kesehatan Malang) dan S-1 Jurusan THP, FTP Universitas Brawijaya Malang. Pernah bekerja sebagai pendidik di Bimbingan Minat Baca dan Belajar Anak, Yayasan Pendidikan Anak Indonesia, Purwokerto. Berkontribusi pada belasan buku antologi, baik antologi cerpen, cerita inspiratif, cerita anak, dongeng, artikel, maupun puisi. Karya tunggalnya adalah buku Kumpulan Puisi, Dian dalam Goresan Pena. Salah satu kegiatannya saat ini adalah menjadi editor untuk beberapa buku dan belajar berliterasi bersama komunitas Pegiat Literasi Nusantara. WA: 082242638945, FB: Dian Riasari, surel: [email protected]. 85

86

PASEBAN MENAWAN, BOGOR KA SOHOR Supriyati Salah satu sisi baik dari media social adalah menjadi sarana penyebaran informasi yang sangat efektif, sebut saja aplikasi instagram, di sanalah kami mengawali keikutsertaan kami dalam lomba menyanyi virtual yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Kabupaten Bogor. Dengan persiapan yang minim waktu kami tekadkan tetap ikuti ajang tersebut, dan hasil yang kami peroleh tidak mengecewakan. Masuk kategori 20 peserta terbaik diantara 100 peserta, merupakan hal yang cukup mengejutkan buat kami, namun itulah bukti keseriusan kami dalam menyumbangkan bakti kami sebagai warga Bogor meski hanya dapat urun suara. Panitia memberikan hadiah Family trip berikut uang saku yang tak akan kami lewatkan kesempatan baik ini. Saatnya kita berkumpul para finalis yang ternyata bergabung pula beberapa komunitas lomba lainnya, senangnya bisa ngetrip bareng komunitas baru. Jadwal kami dalam dua hari perjalanan begitu padat, karena kami akan menyambangi beberapa tempat wisata di wilayah Kabupaten Bogor. Tidak seperti biasanya rombongan tourism menggunakan bus, tapi kali ini kami menggunakan jeep sebagai sarana transportasi karena route perjalanan yang tidak memungkinkan dengan bus. 87

Sungguh suatu perjalanan yang beda dan cukup menantang sekaligus menyenangkan buatku. Diawali dengan kunjungan pertama kami di Stadion Pakansari, yaitu stadion yang berlokasi di Cibinong ibu kota Kabupaten Bogor. Stadion Pakansari merupakan stadion bertaraf internasional multi fungsi, terdapat beberapa venue cabang olahraga di sana. Di resmikan sejak tahun 2014, dapat menampung 30.000 penonton sepak bola. Stadion kebanggaan kami ini masuk dalam nomine stadion terbaik dunia tahun 2016, bersaing dengan 29 stadion lainnya. Pernah pula digunakan sebagai venue piala AFF 2016 menggantikan stadion utama Gelora Bung Karno yang sedang direnovasi, stadion ini juga digunakan sebagai venue sepak bola pria pada saat Pekan Olahraga Asia tahun 2018, serta kejuaraan Piala Asia U-19 tahun 2018 digelar di stadion kebanggaan kami tersebut. Dan saat ini Stadion Pakansari menjadi markas klub sepakbola TIRA-Persikabo. Senangnya bisa berfoto bersama semua peserta famtrip di sana. Selanjutnya kami mengunjungi Sirkuit Internasional sentul, sebuah sirkuit balap yang terletak di desa Sentul Babakan Madang Kabupaten Bogor. Sirkuit ini sering digunakan untuk menyelenggarakan balap motor ajang Asian F3, ajang A1 Grand Prix, ajang GP 2 Asia, Formula BMW Asia, Formula V6 Asia dan tercatat sebagai penyelenggara MotoGP. Terdapat 50.000 kapasitas 88

penonton dengan panjang lintasan 4,12 km. Sirkuit yang pengerjaan nya rampung tahun 1994, saat ini fasilitas nya agak sedikit tertinggal sehingga kurang cocok lagi untuk menyelenggarakan ajang super cepat sekelas F1, namun sering pula digunakan untuk ajang balap motor dan balap mobil ISSOM yang diadakan sepanjang tahun. Sebagai warga setempat kami cukup berbangga memiliki area sirkuit setaraf internasional ini. Iringan 20 mobil jeep mengantar perjalanan kami selanjutnya, nampak menggembirakan, seraya menikmati perjalanan dengan route yang tidak biasa, kami melewati perkebunan teh yang begitu hijau sejuk dan indah dipandang mata, kondisi jalan yang juga tidak bagus, tepi jurang, bahkan menanjak hingga ketinggian empat puluh lima derajat cukup memacu adrenalin, namun driver handal cukup menenangkan hati. Setibanya di tujuan Kampung Paseban nan menawan, terbayar sudah keletihan perjalanan dengan sajian pemandangan yang asri dengan cuaca yang sangat bersahabat setelah sebelumnya hujan lebat. Tepatnya di desa Paseban Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor, berjuluk kampung budaya Sunda ini menyuguhi para wisatawan dengan tradisi Sunda yang sangat kental meliputi, budaya pencak silat, budaya bambu, budaya dongeng, budaya kecapi suling dan budaya pertanian. Berada di kawasan dengan ketinggian mencapai 1100 mdpl, dikelilingi hutan tropis yang rindang menambah 89

suasana sejuk dan nyaman. Kampung Paseban ini sangat cocok dijadikan tempat untuk merileksasikan diri, melampiaskan penat dari kebisingan kota. Di sana juga terdapat musium senjata khas Jawa Barat yang menyimpan keris kujang raksasa berukuran 13 meter dengan berat 1,5 ton. Kujang Naga yang diberi nama Kujang “Kanjeng Kyai Birawa” ini dicatatkan dalam rekor muri pada tahun 2018. Pembuatan dilakukan di Sumenep Jawa Timur, memakan waktu dua tahun, menggunakan bahan baku campuran besi, baja dan nikel, melibatkan para perajin dari kampung budaya Sunda Paseban bersama Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI). Beberapa fasilitas yang disajikan KBS Paseban selain musium ada gazebo, gardu pandang, sanggar seni, perpustakaan, camping ground, juga track hecking ke air terjun Curug Cibulao. Pada moment tertentu yang sudah dijadwalkan, pengunjung disuguhkan pertunjukan seni wayang kulit, wayang golek, atraksi pencak silat, tarian tradisional, seni gamelan serta arumba yang mempersilakan para tamu untuk ikut bernyanyi, sedangkan tiket masuk kawasan wisata tersebut sangatlah terjangkau. Penginapan kami bersebelahan dengan Komunitas Mojang Jajaka Kabupaten Bogor, senangnya bisa berkenalan dengan mereka yang masih sangat muda, berprestasi pula. Selepas makan malam kita berkumpul di bukit Karuhun sebuah tempat terbuka 90

serbaguna digelar acara api unggun diiringi arumba dan kami bergiliran menyanyi. Semakin malam suasana semakin hangat meski suhu semakin merendah ke sepuluh derajat celcius. Paseban nan Menawan Mengawali pagi tentunya kami jalan-jalan berkeliling area kampung paseban, pemandangan indah begitu memanjakan mata, orang-orang di sana sangat ramah, tak lupa berfoto ria mengabadikan moment yang sangat berkesan ini. Kegiatan hiking ke Curug Cibulao juga tidak kami lewatkan, dengan medan perjalanan yang menawarkan beragam pesona alam yang masih terjaga keasliannya. Meski tidak mudah namun sungguh keindahan air terjun yang memikat hati pengunjung, air nya yang begitu jernih hingga nampak dasar sungai nya terlebih di musim kemarau, sesuai dengan etimologi cibulao “ci” berarti air dan “bulao” berarti biru, menunjukan bahwa kondisi air yang biru jernih. Di sana 91

pengunjung dapat berenang, menyelam hingga melompat dari bebatuan tinggi. Untuk keamanan pengelola menyediakan jaket pelampung dan tali pegangan bagi yang tidak mahir berenang tentunya dengan harga yang sangat terjangkau. Kedamaian yang terasa di suasana air yang biru dan jernih. Wisata berikutnya yang akan kami datangi adalah telaga Saat berada di Desa Tugu Utara Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor. Daerah ini belum popular, belum banyak wisatawan yang datang, kebanyakan dari warga sekitar saja, padahal tempat ini sangat eksotis. Jeep kami melaju perlahan agar dapat menikmati kesejukan hamparan perkebunan teh dan pemandangan Gunung Gede Pangrango serta Gunung Kencana yang memesona. 92

Suara gemericik air dari sungai-sungai kecil yang kami lintasi memberikan rasa nyaman dan tenang. Karena keindahan panoramanya tak heran Telaga Saat dijuluki surga tersembunyi di kawasan puncak. Konon telaga seluas 1,5 ha ini dibuat pada masa kerajaan Pajajaran untuk menjebak para penunggang kuda yang dipimpin oleh Prabu Kian Santang, mereka mengejar Raja Pajajaran Prabu Siliwangi agar masuk Islam, namun para penunggang kuda itu terperosok ke dalam lubang yang saat ini dikenal Telaga Saat, hingga melegenda jika dicium bau air telaga menyerupai bau air seni kuda. Telaga Saat wisata eksotis nan menenangkan. Touring jeep kami diakhiri di agro wisata gunung mas, terletak di kawasan puncak Bogor. Tempat ini tak kalah menariknya dari yang sebelumnya kami kunjungi, banyak aktivitas yang bisa dilakukan seperti berkeliling kebun teh atau tea walk, berkuda, out bond hingga mengujungi pabrik pengolahan teh. Sensasi menyatu dengan alam begitu terasa, pengunjung menyaksikan 93

proses pemetikan daun teh bahkan boleh ikut membantu memetik daun teh nya. Bagi pengunjung yang suka memacu adrenalin tersedia wahana terbang layang, pengujung akan dibawa terbang melayang melintasi birunya langit Gunung Mas, tentunya akan menjadi pengalaman yang tak kan terlupakan. Lebih mengesankan lagi patut dicoba jelajah ekstrim off road komodo, dengan mengendarai mobil khusus yang didesain untuk jalur ekstrim yang tentunya sangat mengasyikan. Meski tak murah tapi layak dicoba bagi penyuka tantangan. Keseruan yang sangat mengesankan menyisakan lelah yang menyenangkan, tak kan pernah terlupa perjalanan famtrip Bogor kali ini, terimakasih ibu bupati yang telah menghadiahkan kami kenangan yang tak lekang dimakan waktu, bukan sekedar kado yang dapat punah sesaat. Saya sebagai warga Bogor berbangga hati dengan kekayaan alam hayati yang kami miliki dan ternyata semakin kenal, semakin dekat, semakin cinta dengan bumi Bogor untuk kita jaga sebagai warisan peradaban kepada generasi selanjutnya agar tetap lestari. Di tengah pandemi wisata Kabupaten Bogor harus tetap bangkit. Di balik pesona wisata Kabupaten Bogor yang tertulis, masih banyak destinasi wisata lainnya yang tak kalah mempesona dan sangat memanjakan para wisatawan. Hayuuu ka Bogor, nuju Bogor ka sohor. 94

PROFIL PENULIS Supriyati,M.Pd adalah anak kedua dari tujuh bersaudara. Lahir di Jakarta , 18 Juni 1969. Menamatkan Sekolah Dasar di SDN Menteng Atas 13 Petang Jakarta Selatan pada tahun 1981. Menamatkan sekolah menengah di SMP Taman Harapan Jakarta Selatan pada tahun 1984 dan tamat SPGN 2 Jakarta pada tahun 1987. Kemudian melanjutkan ke tingkat perguruan tinggi yaitu D2 IKIP Muhamadiyah Jakarta Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan lulus tahun 1998. Menamatkan S1 PGSD pada Universitas Terbuka pada tahun 2011. Untuk meningkatkan kompetensi selanjutnya menamatkan S2 di Universitas Indraprasta Fakultas Pasca Sarjana Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Saat ini saya bertugas sebagai kepala SDN Surakarya 01 Kecamatan Bojonggede Kabupaten Bogor. Penulis dapat di hubungi melalui FB [email protected] , WA 081298285872 , dan IG upiekupie. 95

96

PESONA WISATA ALAM DAN SEJARAH BUKIT KARST MAROS Ratip 1.Wisata Alam Bantimurung Taman Nasional Bantimurung (dok: abdhi grifindors) Lokasi Taman Nasional Bantimurung terletak di kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros. Menyodorkan beragam atraksi wisata menarik, seperti air terjun yang mengalir deras, aliran sungai dengan tepian berbatu diapit tebing terjal, danau, serta hawa sejuk yang menenangkan. Bantimurung dikenal luas sebagai “The Kingdom of Butterfly”, seperti julukan yang diberikan oleh Alfred Russel Wallace (1857) karena keanekaragaman dan kelimpahan kupu-kupunya. Di wilayah ini terdapat juga 97

lokasi penangkaran Taman Kupu-kupu yang sekaligus jadi wahana pendidikan konservasi bagi masyarakat umum..Di Taman Nasional Bantimurung, terdapat air terjun yang menjadi objek wisata dengan kesejukan yang bersumber dari Gunung Bulusaraung. Suhu dingin yang menembus kulit para wisatawan seolah menjadi pelengkap berlibur Anda di Bantimurung. Bagi para pengunjung yang ingin datang, nanti sebelum masuk di kawasan Obyek Wisata Air Terjun Bantimurung ini Anda akan disambut dengan monumen kera, dan kupu –kupu juga sederetan penjual souvenir khas dari Bantimurung yang berupa kupu-kupu yang diawetkan. Tersedia juga warung dan kedai kopi serta makanan-makanan khas daerah serta penginapan bagi wisatawan yang ingin menginap. Air terjun Bantimurung memiliki ketinggian sekitar 15 meter yang mana disertai dengan air yang jernih dan sejuk serta adanya arus yang cukup deras. Bahkan tepat di bawah air terjun, ada landasan batu kapur yang bisa digunakan sebagai tempat pemandian. Batuan kapur yang keras ini sudah tertutup lapisan mineral karena terkena aliran air yang berusia beratus tahun. Ada yang istimewa dari air terjun ini yakni Anda bisa mandi di bawah kucuran langsung air terjun yang ada di atas batu raksasa seperti dipijit terapi air dan berselancar menggunakan pelampung. 98

Air terjun bantimurung (Dok: wikipedia) Sementara di sebelah kiri air terjun, ada dua buah goa yang namanya adalah Goa Mimpi dan Goa Batu. Goa Mimpi merupakan gua yang cukup dalam dengan kedalaman sekitar 1500 meter. Gua ini tembus ke sumber mata air terjun di atas pegunungan. Sementara untuk menuju gua, ada tangga yang terbuat dari beton yang tingginya adalah 10 meter. Sepanjang 500 meter menyusuri Gua Mimpi disajikan stalaktit dan stalakmit yang indah dan menakjubkan. Tempat ini dilengkapi gazebo dan rumah sewa bisa digunakan untuk bercengkerama sama keluarga sembari menikmati suasana sejuknya udara dan menikmati bekal yang kita bawa. Banyak yang mengenal bahwa objek wisata Air Terjun Bantimurung juga sebagai rumah dari berbagai jenis spesies kupu-kupu langka. Dulunya di zaman 99

penjajahan Belanda tempat ini pernah dijuluki sebagai Kingdom of Butterfly atau pusat pelestarian kupu-kupu terbesar di Indonesia. Terdapat 247 jenis spesies kupu- kupu di Bantimurung. Ini belum termasuk jenis mods atau kupu-kupu malam yang muncul pada malam hari bila ada cahaya penerangan lampu. Kemunculan ribuan kupu- kupu ini terjadi dua kali dalam setahun. Yaitu, pada musim peralihan kemarau ke musim hujan, atau musim hujan ke musim kemarau. \"Ini terjadi karena kupu-kupu sedang menetas dalam skala yang besar. Wisatawan yang ingin lebih mengenal jenis kupu-kupu yang ada, tersedia di museum kupu-kupu di dekat air terjun Bantimurung. 2. Wisata Sejarah Leang - Leang Gerbang Taman purbakala leng leng (Dokpri) Taman Prasejarah Leang-Leang yang merupakan objek atau situs sejarah yang berlokasi di Kabupaten Maros yang berada tidak jauh dari Taman Wisata Alam Air Terjun Bantimurung. Leang-leang dalam bahasa lokal berarti gua. Di sekitar Taman Prasejarah ini terdapat 100


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook