Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore Sejuta Pesona Nusantara 2021

Sejuta Pesona Nusantara 2021

Published by rita wati, 2022-02-19 06:47:06

Description: Sejuta Pesona Nusantara 2021

Search

Read the Text Version

Halimun National Park which is currently known as the Mount Halimun Salak National Park (TNGHS). Apart from the campground of Mount Bunder, other tourist objects in Mount Bunder are Curug Cihurang, Curug Ciampea, Curug Ngumpet II, Curug Cigamea, Curug Pangeran, and Curug Seribu, and Curug Cipatat and Wana Wisata Kawah Ratu with Crater Mati I and II objects. and Situ Hyang, and others. Besides referring to a mountain name, Mount Bunder is the name of a village in the Pamijahan sub- district, Bogor, West Java, Indonesia. The Mount Bunder area has an altitude between 750-1,050 meters above sea level (asl). Camp Mount Bunder is located on Mt. Bunder 2, Kec. Pamijahan, Bogor, West Java. on Mount Bunder. As in the camping area which is in the National Park area and the tourist forest managed by Perum Perhutani, the Mount Bunder campground which has an area of about 7 ha, is located under a standing pine merkusii (Pinus sp.), Rasamala (Altingia excelsa) and mixed vegetation lower montane forest (sub-montane). The location of the Mount Bunder camping ground is close to the entrance gate to the Mount Halimun Salak National Park. Cool air with beautiful natural scenery is a potential that the Mount Bunder campground has, in addition to supporting facilities for camping, such as Outbound area, The camping spot (Campsite), A prayer room, Toilet / WC, Information center, and others. 251

3. Cikuluwung 1 & 2 Waterfalls Pamijahan is one of the sub-districts with many and interesting natural tourism potentials. One of them is Curug Cikuluwung which is located in Cibitung Wetan Village, Pamijahan District, Bogor Regency. Access to the waterfall is quite easy, it only takes about 10 minutes from the parking lot to get to Curug Cikuluwung. For visitors who bring a vehicle, parking is available by paying five thousand rupiah. Apart from easy access, the ticket price to the waterfall is quite affordable, only fifteen thousand rupiah. Cikuluwung Waterfalls has two waterfalls, there are Cikuluwung 1 and 2. Both have different roads, and of course different tickets to enter the waterfall. However, the Cikuluwung 1 and 2 waterfalls are still in the same location, only different in the entrance alley. The difference between the two waterfalls is that the Cikuluwung 1 waterfall has more rocks and the road is fairly steep and the waterfall is quite high. Cikuluwung 1 252

waterfall is not suitable for swimming, because the water is quite fast and deep. While Cikuluwung 2 waterfalls the water is quite calm, allowing visitors to swim even though using a float. The facilities provided at the cikuluwung 1 and 2 waterfalls tourist attractions are quite adequate, there are buoys and inflatable boats that can be rented. but rubber boats can only be rented for the Cikuluwung 1 waterfall because the water is calm. This tour is perfect for visitors who want to unwind and get tired, because in addition to easy access and cheap tickets. The nature around the waterfall is very beautiful and cool, and this tour is open every day. There are also many visitors who come to the Cikuluwung waterfall from outside the city, such as Jakarta. They are willing to come from afar just to enjoy the natural charm of Cikuluwung 1 and 2 waterfalls. 4. Cigamea Waterfall 253

For tourists who want to spend the weekend, Bogor is certainly the choice. The reason is, Bogor is quite famous for its natural attractions, including waterfall. There are many waterfall tours in Bogor Regency, one of which is Curug Cigamea on Jalan Curug Cigamea, Gunung Picung Village, Pamijahan District. The price of admission to Curug Cigamea is very affordable. One person is charged IDR 10,000 and motorbike parking IDR 5,000. The existing facilities at Curug Cigamea are quite good roads, guard posts, rest areas, food and beverage traders, prayer rooms, toilets, and lodging is also available. To get to Curug Cigamea, tourists must pass a downhill road and then cover a distance of 400 meters from the entrance or about 15 minutes. The access road from the entrance to the waterfall is neatly arranged with a staircase with staircases. The path is equipped with a fence or road guardrail to limit the side of the ravine area. Rows of hills filled the scenery along the way. Several white monkeys are often seen in the trees around this trekking path. Birds chirping also colored the beautiful atmosphere around him. Curug Cigamea has two adjoining waterfalls in the same place. The height of the two waterfalls is different, respectively 30 meters and 50 meters. The route to Curug Cigamea has a distance of approximately 40 kilometers from the center of Bogor City. To get to this location, there are four paths that can be passed. First you can pass Cemplang or 254

Cibungbulang. Then head to Pamijahan and Salak Endah. Second, through the Cikampek direction towards Salak Endah. The three directions Cibatok to Salak Endah and the fourth via Tamansari to Mount Bunder, then to Salak Endah. 5. Poeti Mountain Resort Poeti mountain resort is a luxury destination in Mount Salak Endah Tourism Park. The resort sits on the edge of a stunning valley, mixed with lush rainforest. Each Villa is designed with a canopy in harmony with nature. This park has native flora and fauna such as bamboo, fire trees, resin trees, pine trees and many types of flowers to create a tropical paradise. Mount Poeti Resort is located at the waist of Mount Salak, around which a forest is still 255

preserved. You can enjoy the majestic peaks of Mount Salak or the dazzling layers of hills and valleys. For those of you who are adventurous, you can explore pine forests, beautiful and clear waterfalls and the very exotic queen crater, which can be reached 1-1.5 hours on foot. Poeti mountain resort offers modern and classic villa concepts. At Poeti Mountain Resort you can feel the coolness of the air in each villa and the characteristic atmosphere of each villa. Starting from the cool air that you can feel, splashing water, the morning to night views are very refreshing. interestingly the name of the villa name from this resort is taken from the name of the area in Pamijahan. 256

PROFIL PENULIS WAWAT SRINAWATI, Lahir di Bogor Seorang dosen, peneliti dan penulis. Bertempat tinggal di Bogor, bekerja di sebuah kampus di Bogor. Pernah bekerja sebagai editor dan reviewer prosiding Internasional conference dan freelance beberapa kegiatan akademik. Sekarang penulis sedang melanjutkan studi S3 (Ph.D). Pada Tahun 2019 pernah mendapat penghargaan hibah Skema Penelitian Dosen Pemula (PDP) dari Kemenristekdikti. Karya yang pernah di terbitkan beberapa buku ajar, buku referensi, book chapter, prosiding, jurnal dan beberapa buku dan puisi antalogi. Penulis dapat di hubungi melalui email [email protected], https://atsrinawati.blogspot.com/. No WA. 081288653199 257

258

PANTAI PANDAWA, BALI Nur Faridatul Khasanah View Pantai Pandawa dari atas (Dokpri) Pekerjaan dan aktivitas manusia yang tiada hentinya membuat penat di badan maupun pikiran. Oleh karenanya manusia membutuhkan waktu untuk refreshing. Refreshing adalah salah satu cara yang banyak digunakan untuk melepas kepenatan tersebut. Mengunjungi tempat-tempat wisata seperti pantai, taman, pegunungan, dan tempat-tempat hiburan lainnya membuat badan dan pikiran kembali fresh. Pantai adalah salah satu tempat untuk refreshing yang paling banyak diminati oleh sebagian besar manusia di permukaan bumi ini. Sebagai contoh adalah Pantai Pandawa yang ada di Bali. Pulau Bali adalah salah satu destinasi impian banyak orang. Ragam pesona pantai dan objek wisata alam di sini menjadi faktor utama Pulau Dewata dikunjungi 259

wisatawan. Pantai Pandawa bisa dijadikan destinasi terbaik selama di Bali. Membahas Bali khususnya dalam bidang pariwisata memang selalu menarik. Apalagi bagi kita yang menyukai travelling. Bali yang juga dikenal dengan julukan Pulau Dewata dan Pulau Seribu Pura ini memang merupakan salah satu icon wisata Indonesia di dunia. Hal tersebut semakin dipertegas dengan berhasilnya pulau yang terletak di antara Pulau Jawa dan Lombok ini meraih penghargaan sebagai #1 Travel Choice Tripadvisor 2017.Penghargaan tersebut adalah bukti nyata akan kedigdayaan Pulau Bali dalam hal pariwisata, yang tidak mampu daerah manapun menyamai keindahannya. Bali memang merupakan pulau yang sarat akan keindahan. Mulai dari adat budaya penduduknya hingga tempat wisatanya, semuanya mengandung nilai keindahan yang mampu membuat mata dan jiwa terpesona. Bali juga memiliki berbagai jenis objek wisata. Mulai dari wisata adat, sejarah, religi, hingga wisata kekinian serta wisata pantai. Khusus untuk wisata pantai, banyak yang sudah familiar dengan Pantai Kuta atau Tanah Lot, yang merupakan dua icon wisata pantai di Bali. Namun belakangan objek-objek wisata pantai yang lain juga mulai bermunculan dan meramaikan khazanah pariwisata di Bali. Salah satunya yang cukup terkenal dan menyita perhatian, ialah Pantai Pandawa yang terletak di Bali Selatan, yang dikenal juga dengan sebutan The secret 260

beach atau pantai rahasia. Orang Bali menyebutnya Pantai Kutuh atau Pantai Melasti disebut demikian, karena diibaratkan surga tersembunyi di balik tebing-tebing. Harmonisasi berbagai keindahan berpadu di pantai yang tidak terlalu padat wisatawan tersebut. Tidak seperti Pantai Kuta yang terkesan glamor dengan banyaknya wisatawan asing. Pantai Pandawa lebih banyak dikunjungi oleh wisatawan dalam negeri atau lokal. Pantai Pandawa yang berlokasi di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung ini, merupakan salah satu pantai yang cocok untuk wisata keluarga, karena ombaknya tidak terlalu besar. Pantai yang aman untuk bermain air bagi keluarga terutama anak-anak. Pantai ini juga terkenal dengan pola hidup bersih. Pantai yang. sangat menjaga akan kebersihan sehingga menjadi daya tarik utama pantai ini. Matahari Terbit dan Terbenam Momen matahari terbit dan tenggelam merupakan keindahan tersendiri. Momen tersebut banyak dinantikan oleh para wisatawan ketika sedang mengunjungi tempat wisata favoritnya. Pantai Pandawa salah satu tempat favorit untuk mengabadikan momen matahari terbit maupun tenggelam. Pantai Pandawa memiliki pesona di sepanjang harinya dengan kondisi lingkungan yang alami dan terawat. Wisatawan dapat 261

datang untuk menikmati keindahan pantainya baik pagi, siang ataupun sore hari. Letaknya yang sangat strategis di sisi timur membuat Pantai ini sangat cocok untuk melihat sunrise. Bagi wisatawan yang ingin menikmati kesejukan udaranya, disarankan untuk datang saat sore hari. Apalagi saat matahari mulai terbenam, suasana pantai akan menyuguhkan pemandangannya sunset-nya yang memukau. Wisata Religius dan Kawasan Suci Sudah disebut di atas bahwa Bali memiliki berbagai jenis objek wisata. Mulai dari wisata adat, sejarah, religi, hingga wisata kekinian serta wisata pantai Pantai Pandawa makin populer karena dipilih sebagai tempat menjalankan Upacara Melasti. Banyak wisatawan tertarik untuk melihat ritual tersebut di pantai ini. Bahkan upacara ini juga terkenal hingga level internasional. Karena digunakan sebagai Upacara Melasti. Pantai ini dianggap suci oleh masyarakat setempat. Wisatawan harus menaati peraturan yang ada dan menjaga kebersihan lingkungan, karena selalu terjaga kebersihannya hal inilah yang menjadi daya tarik tersendiri untuk melihat langsung Pantai Pandawa. 262

Pantai Pandawa sangat kental dengan adat istiadatnya. Setidaknya terdapat enam titik kawasan yang disucikan yang jika dilanggar akan mendapat sangsi adat. Di beberapa titik, wisatawan akan menjumpai papan peringatan dan larangan yang berlaku di kawasan ini. Kawasan suci pertama, Batu Cupid yang dianggap masyarakat sebagai gerbang masuk ke alam niskala. Niskala adalah alam gaib dalam kepercayaan masyarakat Hindu Bali. Lokasinya ada di gerbang masuk menuju pantai, berdekatan dengan Pura Gunung Payung. Kedua, tempat Upacara Melasti, simbol pemurnian jiwa dan raga dalam kepercayaan Hindu. Upacara Melasti diadakan setiap bulan purnama pada bilangan tahun ganjil. Ketika proses ini diselenggarakan, banyak wisatawan yang tertarik untuk menyaksikan. Kawasan suci ketiga, Pura Dalem Segara, tempat masyarakat Hindu sembahyang. Keempat, sumur (sukan) yang merupakan sumber air minum utama masyarakat Desa Kutuh. Kelima, Sawan Mela di ujung timur.Keenam, Sawan Sambing di ujung barat.(sumber; https://travelspromo.com/htm- wisata/pantai-pandawa-bali/). Daya Tarik Pantai Pandawa. Pantai Pandawa mempunyai daya tarik yang berbeda dari pantai-pantai lainnya. Daya tarik pantai ini terletak pada tebing karst dengan Goa Pandawa dan 263

pantai berpasir putih. Memasuki area pantai, wisatawan akan melewati deretan patung Pandawa. Menuju ke lokasi inti wisata, wisatawan dapat berbelok setengah lingkaran ke kanan. Di sanalah lokasi pantai, bermain kano, paragliding, pertanian rumput laut, dan wisata spiritual ke pura. Pantai Pandawa terletak di balik tebing kokoh yang membuatnya tampak eksotis. Tebing kapur mengapit kiri dan kanan jalan beraspal menuju lokasi utama pantai yang berada di bawah tebing. Semak belukar memberikan kehidupan pada tebing yang menjulang tinggi. Setelah melewati tebing kapur, pemandangan luas tersingkap menyibak surga yang tersembunyi. Wisatawan akan langsung terpesona dengan pemandangan di depannya. Hamparan lautan dengan air yang hijau jernih. Berpadu dengan pasir putih di sepanjang garis pantai, membuat keindahannya sangat memesona. Wisatawan juga bisa menikmati indahnya panorama pantai dari ketinggian. Terdapat juga tulisan berukuran besar di atas tebing : ‘Pantai Pandawa!’, nama pantai yang diambil dari cerita pewayangan Mahabarata dari lima bersaudara Putra Pandu. Patung raksasa dari para Pandawa dan Ibu Kunti dipahat di Bukit Kapur. Patung para kesatria tersebut berjejer di tebing berjarak 264

setiap lima meter sebelum masuk lokasi pantai untuk wisatawan yang ingin berfoto-foto, mengabadikan moment yang berharga ini. 1. Lima Patung Ksatria Pandawa Patung Pandawa juga salah satu daya tarik Pantai Pandawa. Di dalam tebing yang dipapas membentuk gua, terpampang kegagahan patung-patung hasil pahatan pematung asli Bali. Patung-patung tersebut akan langsung menyambut wisatawan setelah melewati dua tebing besar ikonik khas Pantai Pandawa. Patung Ksatria Pandawa dan Patung Dewi Kunti (Sumber: Shutterstock) Tak hanya hamparan tebing, yang sangat mempesona, tapi ada juga unsur budaya di pantai ini. Lima patung ksatria Pandawa yang menghiasi antara dinding- dinding tebing tersebut. Lima ksatria tersebut adalah Arjuna, Bima, Yudistira, Nakula, dan Sadewa. Di lokasi 265

yang sama, ada pula patung Dewi Kunti yang merupakan ibu dari kelima ksatria Pandawa. Semua patung-patung tersebut berwarna putih dengan tinggi sekitar lima meter, diberikan kain warna ungu di bagian pinggang, dan berjajar menghadap ke pantai. Kelima patung “penjaga” pantai tersebut diukir dengan indah oleh para seniman asli Bali. 2. Berenang sambil menikmati pesona pantai Keindahan pantai ini tak ragukan lagi. Angin yang sepoi-sepoi membuai para pengununjung pantai. Hamparan pasir putih yang bersih, air laut yang jernih berkilau oleh pancaran sinar matahari, dan ombak yang berkejaran dengan tenang sangat menarik perhatian setiap pengunjung untuk berenang atau menikmati keindahan pantai sambil duduk santai. Aktifvitas ini sangat mungkin dilakukan di Pantai Pandawa karena kondisi airnya yang sangat bersih serta gelombang ombaknya yang tenang. Sambil berenang menikmati segarnya air, kita bisa bermain pasir ataupun mencari kerang-kerang kecil yang biasanya bersembunyi di dalam pasir. Kalau datang bersama anak-anak aktivitas ini pasti akan sangat mereka sukai. Tapi jika anak-anak belum bisa berenang, sebaiknya pilih lokasi bermain pasir yang tidak terlalu dekat dari bibir pantai. Panorama yang indah dan menakjubkan tak akan membuat bosan menghabiskan waktu di sini. Suasana 266

yang tidak begitu ramai membuat para pengunjung nyaman dan enjoy. Pantai Pandawa ini tergolong cukup sepi dibanding dengan suasana Pantai Kuta dan Pantai Nusa Penida. Suasana di Panntai Pandawa (Dokpri) Bagi yang ingin bersantai di tepian atau hanya berjemur, fasilitas telah tersedia. Ada banyak jasa penyewaan bangku tidur plus payung lebar dengan harga terjangkau. Cocok sekali untuk dijadikan tempat berteduh sambil menikmati keindahan pantai dan keseruan pengunjung yang sedang bermain air. Jadi di sela-sela aktivitas berenang ini, kita bisa menikmati indahnya pantai dari bangku tersebut sebelum berenang kembali. “Pantai yang indah, bersih, dan nyaman. Pasirnya putih bersih, air lautnya biru, dan anginnya sepoi-sepoi. Dapat berenang dengan nyaman. Fasilitas komplit, 267

banyak penyewaan kursi pantai dengan harga terjangkau. Sangat nyaman dan enjoy,” kesan saya dan keluarga. PROFIL PENULIS Nur Faridatul Khasanah, M.Pd.I., lahir di Sragen Jawa Tengah, dengan nama familiarnya Nur Farida adalah seorang guru yang suka di bidang tulis menulis. Pandangan hidupnya “Orang yang baik adalah orang yang berguna bagi sesama”. Tidak akan menyerah walau sudah lelah. Belajar sepanjang hayat. Keluarga adalah utama. Itu prinsip hidupnya. Jejak bisa ditemukan di instagram @nur_farida_39, facebook @Nur Farida, Blogger di [email protected]. Twitter @Nur Farida. Segalanya bisa dikirim melalui: [email protected] dan [email protected] Pertemuan ilmiah, seminar, dan kelas online sering diikuti terutama di bidang pendidikan yang ada hubungannya dengan tulis menulis. Penelitian yang dilakukan juga seputar pendidikan. Buku yang telah diterbitkan berhubungan dengan pendidikan, buku pelajaran dan sedikit fiksi. 268

TRACKING AROUND JATINANGOR SUMEDANG IN FRESHY AIR PLAYGROUNDS Diah Trisnamayanti Walking around a little bit in freshy air is still touching when you do in Jatinangor Sumedang Tandang. It’s in the East Region of Kota Bandung. But lately we get disturbed on a busy roaring machine which prepares the highway through Jakarta-Cileunyi into Sumedang till the north part of Java. At the foggy morning, I walk through the path which is all sides in rice fields and so many trees make the street is so extremely shady and breezy. The sweats begin falling down slowly when I reach the road where so many garments and all factories stand up its building are strongly enough. In front of them, the street vendors and peddlars are always offering their products. After ending the free market in front of factories, I see the street which connects Jakarta to Garut or Sumedang. Meanwhile I look at so far the west view from there Manglayang mountain covering cloud that sometime makes me calm to live. Many kinds of transportation can be delivering to the center of Jatinangor region. 269

Picture taken by google and private document I take Sumedang-Cileunyi public trasnportation at about 10 minutes in order to arrive in, a suburb district, in which was called “Djati Nangor” at Dutch Colonization. It was 600 hectare land as the rubber plantation owned by Baron Baud, the plantation director at that time. This city was named Djati Nangor based on the grassy land over the district was grown a kind of grasses which people over there called as Jatinangor. But the other side people interpreted as Djati nu ngora with the same meaning as the raw Jati wood. I knew the Jatinangor history from the head leader of Hegarmanah District. I often visit the town, which is right now as the education town in West Java; where many universities is located such Padjajaran University, Winaya Mukti University, The Indonesia Governtment College (STPDN), Indonesia Management Cooperative Institute (IKOPIN), 270

and Bandung Technology Intitute (ITB), for window shopping in Jatinangor square. Eventhough all Universities what I tell above have still main office in Kota Bandung but they can’t stop growing the economical site for Sumedang after labeling district as the education town. It actually contributes Jatinangor for developing Sumedang City in economic sector. But unfortunately, it hardly loses after Covid-19 pandemic. Before attaining there, then I start to walk in high land between Padjajaran University and Bandung Technology Institute in Jatinangor called the campground “Kiara Payung” on foot at about 3 - 4 kilometres from the starting point below and arriving at about 1 – 2 hours. Perhaps everyone can ride on “Ojek” by renting around 10 K – 20K to be there with 10-20 minutes. Sometime many students from those Universities just used it for leadership camp activity. I pay only 20K to camp there. When arriving campground, I stand out in one of side angle where I can see a Rancaekek-Tanjungsari ex- railway that people surround called Cincin Railway. It had a mysterious stories upon this railway because it was built by salt mine people from Dutch East Indies and they buried below it. From the rooftop, the wonderful scenery can be depicted all Universities, Manglayang Mountain, Geulis hill, the ring design of the railway, beautiful ten sturdy pillars sticked up, graceful lodge bell’s pillar with some flowers in Loji Park upon Cikeruh-Hegarmanah 271

district compose the magical view in my heart . The freshy air up there make me comfortable to stepping bye the campground. It has got up my imagination to leisure more deeply about Jatinangor. Picture taken by google documents Wearisome around the Campground, I remind that I will see my friend who is indigeunous from Rancakalong a part of Sumedang districts. But before I am going to meet her, I would like to relax time with some snacks upon Sumedang by tasting Ubi Cilembu that is like sweet potatoes. In the main road Sumedang Bandung, the vendors who sell souvenirs and typical snack are so many. Ubi Cilembu can be deserved in steam or roasted which will be out of sweety liquid from. It’s so amazing taste. To eat this sweet potato should be with green hot tea or plain hot tea in the high land at Campground “Kiara Payung”. You have to know these sweet potatoes can’t 272

be as sweety as the original one when it is planted in another subdistrict beside Cilembu subdistrict. That’s why we call it Ubi Cilembu. It contains with so many vitamins like “Vitamin A 7.100 IU (International Unit); Calsium with 46 mg per 100 gram, Vitamin B-1 0,08 mg, Vitamin B-2 0,05 mg, Niacin 0,9 mg, Vitamin C 20 mg. “ said Agustina Monalisa Tangapo who took her doctoral level as a student in ITB as her reasearch. So how enrich Vitamin from Sweet Potatoes is, right! Actually everyone can be buying it per kilo at about 6K till 8K. The other snack what I like very much is Tahu Sumedang. It’s kind of Tofu which fried in having creamier and the empty inside with being served in lontong (a dish from rice cake with the form of cylinder wrapped inside a banana leaf) and hot chilli sauce, soya hot chilli sauce or bird’s eye chilli. Both Ubi Cilembu and Tahu Sumedang can be a gift for your neighbours or family if you come to pass bye from Sumedang. 273

Picture taken by google documents and private pictures As I get everything I need to fill out my soul for imagening the euphoria day in travelling around Jatinangor. I must meet my friend comes from Sumedang. She would like to see in my school. At about twenty five till an hour from Jatinangor through Kota Bandung by taking in a bus, I have arrived for this little bit interview about curious suburb Sumedang City especially Jatinangor. So excited noon when finally I met my friend who has ancestors in Sumedang, She told me when there are people, who have an activity to finish the yield in the rice field and to welcome for dancing to purpose grateful through Sri-Goddess who actually in Sumedang was called as Nyai Sri Pohaci. The chosen people were just being able to Tarawangsa dance. But after this decade, everyone who would like to learn the dance is permitted by karuhun (the tribe). The belief to God and Goddes is as the cultural herritage from Sumedang eventhough more people are moslems; they are still faith to the God and Goddes. Some time they will do to the girls who grow into adult people for ritual endevour through God or Goddes blessing. It’s habitually on taking splash over the girls’s head at midnight. The cultural herritage must be learnt more deeply to enrich the knowledge so that everyone can carefully say or do something through Sumedang people. 274

Tarawangsa frankly is the same kind as high Rebab as the influenced Arabian music instrument. It was taken around the 15-16 Ages. The Tarawangsa exhibition was usually showed by playing two kinds of music instruments, Tarawangsa (high Rebab) and Jentreng according to Rancakalong’s culture, Sumedang. Learning from Sumedang history, Prabu Geusan Ulun is Sumedang figure who had the bravely hero to relinguish Sumedang from the west authority (Lebak Banten) and east authority (Cirebon) Of West Java Kingdom. He reigned the kingdom at 1579 till 1601 as Prince Angkawijaya; The cultural features of his government was bravely to state independece through another block, hinduism, obey to his parent rule. His ancestor was Prabu Tajimalela had given Sumedang name for his authority land; it was from Insun Medal Insun Madangan which meant “I was born; I illuminated”. But because of hard to pronounciation from Sun Madangan taken of Insun Madangan, sometime people said “Sumedang” for making an easy calling this city. Then the other word after Sumedang is Larang as the first time meant that Sumedang people were the best competitioner. Because of that, the historical story about the abdicating throne from Prabu Tajimalela to his sons, Prabu Lembu Agung and Prabu Gajah Agung who weren’t interested in governing the kingdom as the good lesson for the best abdicating throne in West Java is, actually. He 275

only asked for the simple work to his sons such waiting Sword and Young Coconut Grains. The loser should be the next king. How interested story, didn’t it? After speaking about the cultural herritage and the ancestors of Sumedang till the real name “Sumedang”, we talked more about where the place are attractively to play for the kids. It’s in Ciherang Village and Jarami Village. These two playgrounds are recommended to try on. Beside the freshy air, real forest, and the challenge in playground are motivated to be great for making our kids learning about life. Kampung Ciherang or Ciherang Village offers all naturally tour. Everyone can feel wild nature, to let out the tiring problem in life’s activities, he can rent a hammock by sleeping with the breezy wind upon him at about 5 K till 12 K for his relaxing time through himself or with his family group. He can step ground through the village when he is an active person. But for visitors who loves relaxing while going to camp; this challenge can be recommended to find the freshy air and safety. Not only to camp but also cook you can do together with your family. You just spend 10 K till 40 K per person for joining to the activities in Ciherang or Jarami Village. For visitors who love extreem games, they can take Arung Jeram. The alternated place to get relaxing for one’s leisure in Sumedang West Java is going to be able to promise through domestic and international visitors that 276

there are some naturally places as the villagers. They knows how to live such in semi jungle, get a camp and every kind of heritage cultures which are still preserving from the harm human whom he will destroy it. We hope the cultural heritage from Sumedang will make everybody learn about Indonesia culture, especially West Java. Referensi 1. https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbjabar/t arawangsa-kesenian-tradisional-kabupaten- sumedang/ 2. https://travelspromo.com/htm-wisata/kampung- ciherang-sumedang/ 3. https://tekno.tempo.co/read/1138327/doktor-itb- ini-ungkap-misteri-kenapa-ubi-cilembu-sangat- manis/full&view=ok 4. https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Sumedang _Larang 5. http://hegarmanah- jatinangor.blogspot.com/2018/06/sekilas-tentang- sejarah- jatinangor.html#:~:text=Jatinangor%20dulunya%2 0adalah%20bekas%20perkebunan,Baud%20yang%2 0berdiri%20tahun%201841.&text=Di%20Jatinangor 277

%20terdapat%20Loji%20(Kantor,mengurusi%20hasi l%20hasil%20perkebunan%20Jatinangor. 6. https://id.wikipedia.org/wiki/Ubi_Cilembu 7. https://en.wikipedia.org/wiki/Tahu_sumedang 8. https://travel.detik.com/domestic-destination/d- 5147248/kampoeng-jarami-wisata-murah-meriah- di-sumedang. 278

PROFIL PENULIS Born in Jakarta, 1968 as Diah Trisnamayanti live in Sumedang Jatinangor. Graduated from English Literature Department, Universitas Nasional Jakarta, 1994; teaching English since 1993. Now, teaching in MedikaCom Vocational High School (SMK) Bandung. In 2020, writing actively in my blog http://www.ibnucienna.blogspot.com is the way to enhance everyone about everything in other side. This is the fifth anthology book written, among others: “Morse Code Play dalam 75 Indonesia Maju; Belajar Itu Menyenangkan”, “Insya Allah Barakah dalam Semangat Berbagi! Semangat Menginspirasi!”, “Antologi Travelling jilid 1: Pesona Nusantara” All works are done by enjoying as a teacher loves writing for students. 279

280

PANTAI JATIMALANG Ismanto Salah satu destinasi wisata pantai di Purworejo adalah Pantai Jatimalang. Tepatnya di Desa Jatimalang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Berdekatan dengan Jalan Daendels yang merupakan jalur alternatif dari arah Yogyakarta menuju Cilacap. Lokasi wisata pantai ini mudah ditempuh dari berbagai arah. Jika dari arah Purworejo kota, jarak tempuhnya sekitar 20 km. Melalui jalan beraspal maupun beton yang halus, maka perjalanan ke pantai akan sangat lancar dan cepat sampai tujuan. Perempatan Nampurejo yang juga dilengkapi lampu bangjo bagi pengendara di Jalan Daendels maupun dari Purworejo menjadi titik menuju jalur utama pintu masuk lokasi. Sekitar 500 km ke arah selatan, akan ditemukan gerbang pintu masuk sebagai penyedia tiket wisata. Pengunjung dikenakan harga rata-rata tiket masuk Rp 5.000,00 pada weekday maupun weekend. Memasuki kawasan pantai, pengunjung akan disambut oleh Patung Dewaruci. Patung berukuran besar di tengah pelataran area utama sebagai sambutan selamat datang bagi semua pengunjung. Tidak jarang pengunjung yang datang menyempatkan diri untuk berpose di dekat patung tersebut. 281

Patung Dewaruci (Dokpri) Di sisi kanan maupun kiri pelataran disediakan area parkir bagi pengunjung yang berkendara roda dua maupun empat. Terhubung oleh jalan menuju arah timur, pengunjung bisa memarkir kendaraannya di bawah pohon yang rindang dan menghijau. Tepat di belakang Patung Dewaruci, terhampar pasir hitam yang luas. Bentangan pantai dari barat ke timur dengan deburan ombak yang besar menjadi satu ciri khas pantai selatan. Udara segar dan hembusan angin yang semilir membuat suasana menjadi nyaman untuk duduk-duduk bersantai di dekat bibir pantai. Bagi pengunjung yang ingin bermain air lautpun bisa mendekat ke air laut. Mengingat karakter pantai yang curam dan berombak besar, pengunjung tidak diijinkan untuk mencebur mandi atau berenang ke laut. Satu 282

pilihan bagi anak-anak maupun orang dewasa jika sudah dekat dengan air laut adalah membuat keseruan dengan bermain ombak maupun bereksplorasi dengan pasir basah untuk membentuk sebuah objek sesuai kesukaan. Bagi pengunjung yang menginginkan bersantai menikmati semilir angin, disediakan pula gubug-gubug kecil. Atap yang lebar cukup melindungi pengunjung dari terik matahari. Barang bawaan juga bisa diletakkan dan terjaga kebersihannya karena ada alas pada papan panggungnya. Dengan harga sewa gubug per duduknya yang terjangkau, pengunjung tidak akan merasa keberatan memanfaatkan kenyamanan yang ditawarkan. Keseruan lain yang bisa diperoleh pengunjung di area sekitar pantai adalah dengan menggunakan jasa persewaan kuda maupun motor beroda empat. Bagi yang 283

ingin merasakan sensasi berkuda di pantai, pengunjung bisa membayar uang sewa sebesar Rp 20.000,00 per orangnya. Dengan rute yang sudah ditentukan sang pemilik kuda, pengunjung bisa naik kuda berkeliling pantai dengan didampingi sang pemilik kuda tersebut. Berbeda dengan layanan sewa motor roda empat. Pengunjung diberi kebebasan untuk mengemudikan sendiri motor yang dipilihnya. Harga sewa motornya Rp 20.000,00 per sepuluh menitnya. Sensasi berkendara motor di medan berpasir terasa sangat menantang. Sebuah pengalaman bermain rute yang pendek namun menjadi hal yang sangat berkesan. Mengemudi motor roda 4 (Dokpri) Ada satu wahana dikhususkan untuk anak-anak, antara lain yaitu kolam renang anak. Di sini anak-anak bisa bermain bola di air, berenang dan bercanda tawa di kolam 284

yang kedalamannya seukuran setengah badan anak-anak. Wahana lain yang juga tidak kalah seru adalah odong- odong dan kereta api putar. Dengan harga sewa yang sangat terjangkau, anak-anak bisa bermain berlama-lama bersama di sini. Mengakomodasi kebutuhan akan kenyamanan pengunjung, di Pantai Jatimalang juga disediakan kedai- kedai kuliner. Di sepanjang pantai tersedia kedai jajanan, minuman maupun masakan siap saji. Bagi penggembar sea food, banyak tersedia olahan ikan dan camilan asli dari laut. Rombongan keluarga maupun memanfaatkan momen kebersamaan di sini. Acara keakraban, reuni, bahkan rapat juga siap diselenggarakan dengan nuansa alami dengan sajian menu yang lezat dan memadahi. Di sudut timur, terdapat Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Di sini pengunjung bisa membeli ikan segar hasil tangkapan nelayan. Banyak jenis ikan yang ditawarkan. Ada bawal, martil, hiu dan sebagainya. Pengunjung juga bisa melihat kegiatan melaut nelayan setiap pagi maupun sore. Sebagai dermaga tradisonal tempat nelayan melaut. Nelayan yang berangkat menangkap ikan dengan kapal motornya di sini. Kegiatan persiapan menangkap ikan ke laut menjadi pemandangan yang menarik. Begitu pula ketika ada nelayan yang baru kembali dari laut membawa ikan hasil tangkapannya. Banyak pengunjung yang ikut mendorong kapal motor untuk membawa ke darat. Dengan sorak sorai dan riang gembira pengunjung ikut 285

membantu mengarahkan kapal menuju daratan bersama rombongan nelayan. Itulah keseruan-keseruan maupun fasilitas yang ditawarkan Pantai Jatimalang. Selain menikmati suasana pantainya yang indah, pengunjung juga bisa memanfaatkan sebagai lokasi berolahraga. Banyak pengunjung dari berbagai penjuru bersepeda pada pagi hari. Ada juga yang mengadakan kegiatan senam, lomba- lomba dan gelar budaya. Satu keunikan lagi banyak pengujung yang sengaja datang pada pagi hari sekitar pukul 04.30 WIB untuk terapi kesehatan. Satu aset alam yang dimiliki Purworejo yang menunjang perekonomian rakyat. Pemerintah yang terus mengembangkan layanan maupun kenyamanannya dan diharapkan menjadi satu ikon kemajuan pembangunan. 286

PROFIL PENULIS Ismanto, S.Pd. Lahir di Purworejo, Jawa Tengah 20 Oktober 1978. Lulusan Universitas Muhammadiyah Purworejo pada tahun 2003 jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Pada tahun 2015 lulus kuliah di jurusan PGSD UT UPBJJ Yogyakarta. Dan pada tahun 2020 lulus kuliah pasca sarjana di STIE Widya Wiwaha Yogyakarta. Kegiatan sehari-hari mengajar di SD Negeri Semawung Purworejo. Kegiatan menulis menjadi satu bagian pengembangan diri di era pandemi Covid-19. Salah satunya yaitu Antologi Senandung Guru Jilid 2 dan Sejuta Pesona Nusantara. 287

In all things of nature there is something of the marvelous. — Aristotle 288

KECANTIKAN GUNUNG KELUD PENUH PESONA DAN BAHAYA Ni’matul Hasanah Pesona Gunung Kelud yang terletak di perbatasan Kabupaten Kediri, Blitar dan Malang, dengan ketinggian 1.731 mdpl yang berada 35 km sebelah timur pusat Kota Kediri dan 25 km sebelah utara Kota Blitar. Tepatnya berada di Desa Sugihwaras Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri. Gunung teraktif di Indonesia tercatat meletus tiga puluh kali sejak tahun 1.000 Masehi, Letusan Gunung mencapi skala lima dari delapan level merupakan letusan sangat besar menurut Volcanic Explosivity Index (VEI). Keunikan Gunung Kelud di jalan utama menuju lereng terdapat seratus meter Mystery Road jalan yang tampak menanjak, namun dengan menggunakan kendaraan apabila mesin dimatikan akan berjalan mendaki. Fenomena ini menarik banyak wisatawan yang ingin mencobanya. 289

Foto:jnlines.com, 2007 Kecantikan Gunung Kelut Pasca erupsi selalu membawa wajah baru yang memesona, letusan tahun 2007 menghasilkan suatu sumbat lava yang mengakibatkan hilangnya danau kawah di tengah gunung. Kepulan asap putih di tengah kawah membentuk kubah lava yang semakin membesar di malam hari kubah lava di hiasi sorotan lampu berwarna warni. 290

Foto:Elsa F. Bena Tahun 2014 Kubah Lava yang menyumbat kawah meletus. gemuruh suara ledakan terdengar radius 200 Km dari pusat suara . Hujan abu dan kerikil selama dua hari melumpuhkan mobilitas di pulau jawa. Banyak bangunan yang rusak yang mengakibatkan kerugian besar. Gunung Kelud bersolek setelah letusan 2014 menawan hati para wisatawan, kawah yang terbentuk setelah letusan berada di antara Puncak Kelud, Puncak Gajah Mungkur dan Puncak Sumbing. Pengunjung bisa menikmati melalui Puncak Gajah Mungkur yang dibangun garda pandang dengan tangga dari semen. Memanjakan mata untuk menikmati keindahan kawah kelut. Di puncak Gajah Mungkur pengunjung harus bergilir untuk naik karna di saat musim hujan rawan tanah longsor, selain itu terdapat alat seismograf yang mencatat aktivitas kawah Gunung Kelud. Jika banyak 291

pengunjung dikhawatirkan menganggu kinerja alat tersebut. Pesonanya semakin memikat ketika berada di Puncak Gajah Mungkur, kawasan wisata akan terlihat 360 derajat. Saat matahari terbit diantara Puncak Kelud dan Sumbing tampak terlihat siluet dengan latar kemerahan sangat indah. Mata akan takjub ketika matahari muncul secara perlahan dari balik pegunungan menjadi momen yang indah. Foto: jdline.com Aliran kawah panas yang keluar dari perut bumi yang dipanaskan oleh magma mengandung mineral senyawa belerang mengalir dilereng gunung bertemu dengan sumber air dingin menjadikan suhu panas air menjadi nyaman untuk berendam, dengan kandungan belerang bagus untuk kesehatan. Di sebelah danau kawah terdapat panjat tebing di Punjak Sumbing yang sangat ekstrim, untuk mencoba 292

wahana ini pengunjung harus mendapatkan izin dari Federasi Panjat Tebing Indonesia cabang Kediri, Kantor Vulkanologi, pos Penjagaan Dinas Pariwisata Kediri, serta Polsek Ngancar. Tebing dengan ketinggian 200 meter bagian dinding berupa batuan andesit yang keras dengan beberapa pijakan yang mudah lepas sangat berbahaya hanya direkomendasikan bagi pemanjat yang sudah berpengalaman. Larung Saji setiap satu Suro menjadikan Gunung Kelut tampak istemewa dan berbeda. Kegiatan yang dikemas dalam festifal kelud menampilkan tarian dan kebudayaan kediri oleh para sesepuh kawasan Gunung Kelud diiringi musik gamelan dan tarian sesajen serta gunungan hasil bumi menuju puncak. Sesampai di kawah diawali dengan doa bersama kemudian melarungkan melarungkan sajen dikawah gunung kelud. Acara festifal di tutup dengan pembagian gunungan hasil bumi berupa sayur dan buah –buahan. 293

PROFIL PENULIS Ni’matul Hasanah, M.Pd.I Menyelesaikan pendidikan di tanah kelahiran Kediri Jawa timur. lahir di Kediri 15 Pebruari 1982, Menyelesaikan pendidikan S1 di UNP Kediri, S2 di IAIN Kediri, Aktifitas saat ini menjadi Praktisi Pendidikan Anak Usia Dini, menggemban amanah menjadi kepala sekolah di RA Al Muwazanah 1 Gondang Plosoklaten kediri . Penulis juga aktif di organisasi Ikatan Guru Raudhatul Athfal ( IGRA ), Kelompok Kerja Guru ( KKG), Kelompok Kerja Kepala RA ( K3RA ) , FATAYAT NU. Pengalaman menulis Buku Antologi “ Pesona Nusantara “, “ Sejuta Kisah Ibu” , “Kisah Inspiratif Membumi Mewangi “ , “ Kumpulan Cerpen Anak “ , “Quotes For Kids”. Penulis dapat di hubungi di nomer WA : 08563557399 Fb: https://www.facebook.com/nikmah.hasanah.73/ Ig : https://www.instagram.com/nima_kediri/ Email : [email protected] 294

PESONA SURGA TERSEMBUNYI KALIMANTAN TIMUR Nur Wijayati Kalimantan Timur merupakan salah satu provinsi yang memiliki sejuta pesona wisata alam yang begitu memukau. Bentang kekayaan alam yang terdapat di Kalimantan Timur sangat beragam dan masih begitu asri. Setelah ditetapkan secara resmi pada tanggal 26 Agustus 2019, bahwa sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara akan menjadi ibu kota baru Negara Republik Indonesia. Kini, Kalimantan Timur terus berbenah dan terus melakukan berbagai pembangunan kawasan-kawasan industri dan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah. Sebagai calon Ibukota Negara, Kalimantan Timur juga terus membangun dan menata berbagai potensi wisata yang telah dimiliki agar semakin menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara untuk mengunjungi Pulau Borneo ini. Potensi budaya dan pariwisata yang dimiliki juga tak kalah menariknya dengan daerah-daerah lain di Indonesia. Hampir sembilan puluh persen objek wisata yang ada di Kalimantan Timur disediakan oleh alam dan sepuluh persen lainnya adalah objek wisata buatan untuk mendukung kepariwisataan di daerah ini. Ketersediaan objek wisata alam berupa flora dan fauna yang ada di Kalimantan Timur begitu berlimpah dan beraneka ragam. Mulai dari pantai, air terjun, sungai, danau, gua, kawasan hutan lindung serta Kawasan Konservasi Satwa yang digunakan untuk kepentingan 295

riset dan obeservasi serta sebagai kawasan untuk melindungi satwa-satwa yang ada di Kalimantan Timur. Hampir setiap wilayah di Kalimantan Timur menyimpan potensi wisata yang begitu indah dan memukau. Seperti yang ada di wilayah Balikpapan, Penajam Paser Utara, Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Kutai Barat, Kutai Timur, Bontang, serta Kabupaten Berau. Banyak sekali destinasi wisata yang layak dijadikan sebagai tujuan berlibur kita. Sebagai provinsi yang dikenal dengan sebutan hutan tropis, Kalimantan Timur banyak sekali menyimpan surga yang tersembunyi yang belum banyak diketahui khalayak ramai. Seperti Pulau Derawan, Pulau Kakaban, Pulau Maratua, Pulau Sangalaki, Danau Labuan Cermin, Gua Haji Mangku, serta Blue Light Café yang mempunyai pemandangan yang sangat menakjubkan dan begitu memesona. Nama-nama pulau di perairan sekitar Kepulauan Derawan mempunyai sejarah tersendiri, berasal dari mitos yang berkembang di masyarakat. Konon pada jaman dahulu terjadi pernikahan antara sepasang kekasih dari pulau yang berbeda. Karena pernikahannya berada di Pulau Panjang maka mempelai dan keluarga berangkat ke pulau tersebut dengan perahu. Musibah pada saat perjalanan ternyata datang, badai besar datang dan menghempaskan kapal beserta penumpangnya ke sebuah karang. Semua penumpang tenggelam yang terdiri atas anak perempuan yang akan menikah (Derawan atau perawan), kakak laki-laki 296

(Kakaban), dan ibu mempelai perempuan (Semama atau mama). Sedangkan dari pihak laki-laki terdiri atas mempelai laki-laki (Sangalaki) dan juga ibu mertua dari pengantin perempuan (Maratua). Nama-nama tersebut saat ini merupakan nama pulau-pulau yang tersebar di perairan Kepulauan Derawan. Derawan Island Image by: indonesiatrip.id Pulau Derawan terletak di Kecamatan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Pulau Derawan merupakan salah satu tempat wisata yang layak disebut sebagai “Surga Dunia” karena menghadirkan sebuah keindahan panorama alam, baik di atas laut maupun di dalam laut yang sungguh mengagumkan dan memanjakan mata yang melihatnya. Dari atas laut, Pulau Derawan menyajikan sebuah hamparan permukaan air laut yang berwarna gradasi biru dan hijau, hamparan pasir putih yang begitu cantik dan lembut bagaikan permadani. Barisan pohon kelapa berjejer melambai indah di pesisir pantai seolah menyapa 297

setiap pengunjung di pantai ini. Resort dan Penginapan yang ada di Kepulauan Derawan banyak tersebar di pinggir pantai yang berderet yang menyajikan suasana dan pemandangan yang begitu laur biasa. Kita dapat menikmati beraneka ikan warna-warni dan penyu yang berlalu lalang secara bebas di bawah tempat penginapan kita. Pulau Derawan memiliki taman bawah laut yang begitu eksotis dan apik sehingga banyak diminati oleh wisatawan lokal dan juga wisatawan mancanegara terutama para penyelam kelas dunia. Karena begitu kaya serta begitu indahnya pemandangan yang ada di Pulau Derawan ini hingga membuat seorang peneliti dari Australia enggan untuk meninggalkan pulau ini. Peneliti yang berasal dari Australia bernama Dr. Carden Wallace Australia ini juga mengatakan bahwa \"Surga kehidupan bawah laut yang selama ini dimiliki planet bumi ini, ternyata berada di Pulau Derawan ini,\". Pasalnya ia telah melakukan penilitian dalam waktu yang cukup lama dan menemukan 50 jenis hewan laut langka baru (arcropora) dari 852 spesis yang sudah terbukti secara ilmiah ditemukan di Pulau Derawan ini. Di taman laut ini terdapat beraneka macam biota laut yang hidup dan berkembang secara berdampingan, diantaranya beraneka jenis terumbu karang, gurita, cumi- 298

cumi, ikan pipa, belut pita, ikan skorpion dan kuda laut ubur-ubur, serta masih banyak lagi yang lainnya. Untuk menuju ke Pulau Derawan kita dapat menempuh perjalanan melalui jalur darat serta udara. Jarak dari Samarinda menuju Berau yaitu sekitar 560 KM. Jika kita melakukan perjalanan dari Samarinda, dapat kita tempuh selama sekitar 13 sampai 16 Jam perjalanan dengan kondisi jalan yang sudah cukup baik, meskipun ada beberapa bagian jalan yang masih rusak dan berlubang. Setelah sampai ke Tanjung Redeb, terlebih dahulu kita menuju Pelabuhan Tanjung Batu. Kemudian dilanjutkan dengan menggunakan speedboat untuk menuju Pulau Derawan atau Maratua. Jika melalui jalur udara, kita dapat memilih penerbangan dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiaman Sepinggan Internasional Airport (Bandara Balikpapan) ataupun Bandara Aji Tumenggung Pranoto Samarinda (APT. Pranoto) Bandar Udara Samarinda untuk menuju Bandara Tarakan maupun Berau. Saat ini sudah banyak sekali jasa “Paket Tour Wisata menuju pulau Derawan dengan varian harga yang terjangkau serta dengan berbagai fasilitas yang memadai. Jadi, bagi Anda yang ingin berlibur ke Pulau Derawan, tidak perlu ragu dan bingung lagi dengan berbagai pilihan alternatif yang ada. 299

Sensasi Berenang Bersama Ubur-Ubur di Pulau Kakaban Image By: Sepinggan Airport.com Jika berada di Derawan, kita tidak boleh melewatkan destinasi wisata yang tak kalah memukau yaitu berenang bersama ribuan ubur-ubur di Danau Kakaban. Danau air tawar yang terdapat di Pulau Kabakan ini didominasi danau hingga 80 persen daripada daratannya ini, dahulunya berada dalam gugusan Pulau Derawan. Kakaban merupakan danau yang sangat istimewa, karena airnya berasal dari rembesan air laut dan kucuran hujan sehingga membuat suatu habitat endemik yang berbeda pada kebanyakan kawasan danau lain di dunia. Danau ini merupakan habitat ubur-ubur mini yang tidak menyengat dalam jumlah ribuan. Mereka “terperangkap” sejak ribuan tahun silam yang akhirnya hidup tenang. Ada dua jenis ubur-ubur di danau ini, Golden Jellyfish dan Moon Jellyfish. Masing-masing berbeda 300


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook