Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore Pengembangan FLIPBOOK Dengan Pendekatan SAVI Pada Mata Latih Teknik Celup Shibori Bagi Mahasiswa Autis di London School Beyond Academy

Pengembangan FLIPBOOK Dengan Pendekatan SAVI Pada Mata Latih Teknik Celup Shibori Bagi Mahasiswa Autis di London School Beyond Academy

Published by Sujatmiko Wicaksono, 2023-08-22 07:43:44

Description: Bilal Wegig Wirawan_Pengembangan FLIPBOOK Dengan Pendekatan SAVI Pada Mata Latih Teknik Celup Shibori Bagi Mahasiswa Autis di London School Beyond Academy

Search

Read the Text Version

["133 Gambar 4.4 Hasil Survei Buku Panduan Sumber: Olahan Peneliti (2023) Gambar 4.5 Hasil Survei Media Pembelajaran Sumber: Olahan Peneliti (2023) Pembelajaran yang dinamis dan aktif dapat terjadi apabila peserta didik tertarik dalam proses pembelajaran, terlebih lagi peserta didik ASD memiliki gaya belajar visual yang tinggi serta pemahaman yang cukup beragam. Sehingga berdasarkan analisis kebutuhan dan tujuan pembelajaran maka peserta didik memerlukan media bahan ajar yang baru dan menarik untuk meningkatkan minat belajar. Hasil dari wawancara terhadap pengajar dan peserta didik juga menyebutkan memerlukan bahan ajar yang efektif dan efisien yang dapat dipelajari baik dirumah maupun di kelas. Oleh sebab itu peneliti memilih bahan ajar media flipbook dengan tujuan penggunaan media memenuhi kebutuhan pembelajaran Teknik celup shibori yang membantu masalah belajar peserta didik ASD.","134 2) Menentukan Peta Konsep, Tema dan Ruang Lingkup Multimedia Pada tahap menentukan peta konsep peneliti merancang pada materi shibori sesuai dengan kompetensi dasar yang berada di LSBA sebagai berikut: Gambar 4.6 Peta Konsep Teknik Celup Shibori Teknik Shibori Teknik Shibori Teknik Shibori Kanoko Itajime Arashi Sumber: Olahan Peneliti (2023) Selanjutnya pada tema dan ruang lingkup media, peneliti memperoleh informasi dari pengajar LSBA berdasarkan wawancara yang dilakukan pada tanggal 16 Juni 2022 menyebutkan bahwa materi shibori pada mata latih Teknik Celup belum memiliki media bahan ajar yang menunjang proses pembelajaran. Pengajar menerangkan materi pelajaran masih menggunakan cara konvensional seperti ceramah dan menulis pada papan tulis dan menginstruksikan peserta didik mencatat. Sehingga pembelajaran masih kurang efektif dan efisien serta penyerapan materi oleh siswa masih belum diterima dengan maksimal. Selain itu pengajar juga kesulitan menerangkan materi praktek pada teknik celup shibori kepada siswa dan juga belum menerapkan metode maupun pendekatan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki peserta didik. Oleh karena itu pengajar membutuhkan media pembelajaran berupa video tutorial serta bahan ajar yang terintegrasi dengan beberapa materi seperti gambar, teks, animasi, dan link website yang tergabung dalam satu kesatuan yaitu flipbook. Sehingga peserta didik dapat dengan mudah mempelajari dan menyerap materi yang disampaikan oleh pengajar.","135 Peneliti telah melakukan analisis kebutuhan media dengan memberikan angket kepada bapak Dr. Cecep Kustandi, M.Pd yang merupakan dosen dari Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Jakarta, yang menunjukkan multimedia dalam bahan ajar flipbook sesuai dengan kebutuhan peserta didik dalam menyampaikan materi khususnya pada keterampilan teknik celup shibori. Sehingga diharapkan media flipbook dapat membantu pengajar untuk menyampaikan materi dengan efektif dan efisien dikarenakan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dilakukan. Hasil analisis kebutuhan media dapat dilihat pada lampiran 1 halaman 204. Berdasarkan dari data analisis kebutuhan media dalam pembelajaran teknik celup shibori, maka peneliti menentukan bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan pengajar serta peserta didik menggunakan media flipbook. Dalam mengembangkan media flipbook peneliti menentukan aplikasi yang akan digunakan dalam mendesain serta memilih konten seperti gambar, teks, video, dan animasi untuk mengembangkan flipbook. Penyesuaian konten pada flipbook diharapkan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang optimal. Penelitian ini peneliti menggunakan aplikasi untuk mengembangkan flipbook dengan aplikasi FlipBuilder, Di dalam bahan ajar flipbook peneliti memilih video tutorial untuk menjelaskan cara pembuatan pewarnaan pada kain menggunakan teknik shibori, seperti menjelaskan alat dan bahan, cara membentuk motif pada kain, cara mewarnai kain, dan cara pengeringan pada kain. 3) Mengembangkan Kemampuan Prasyarat Dalam penelitian ini peneliti mengembangkan media bahan ajar flipbook pada mata latih Teknik Celup dengan materi Shibori, yang bertujuan untuk memudahkan pengajar serta peserta didik dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis kebutuhan bagi pengguna dalam menentukan media bahan ajar yang","136 tepat dan sesuai dengan kebutuhan tujuan pembelajaran. Peneliti melakukan pengembangan bahan ajar flipbook dengan pendekatan SAVI untuk mahasiswa ASD batch 7 dikarenakan adanya kebutuhan akan media pembelajaran yang membantu peserta didik dalam mempermudah materi pelajaran keterampilan shibori. Peserta didik ASD memiliki gaya belajar visual yang tinggi sehingga memerlukan media bahan ajar yang menekankan visual seperti terdapat gambar, video, dan animasi. Selain itu dikarenakan materi shibori lebih kearah praktek maka peserta didik ASD memerlukan bahan ajar berupa video tutorial, sehingga dengan video tutorial peserta didik dapat memutar ulang video tersebut dan dipraktekkan baik di sekolah maupun di rumah. Hal ini sesuai dengan penelitian yang menyebutkan peserta didik ASD menggunakan video tutorial dalam mempelajari keterampilan dapat lebih efektif serta proses pemahaman akan suatu materi lebih cepat (Thomas et al., 2020). Pada tahap menggembangkan kemampuan prasyarat bagi pengguna dalam pembelajaran dari hasil angket yang diberikan bahwa peserta didik terbiasa menggunakan smartphone dan perangkat komputer, selain itu aktivitas peserta didik dalam penggunaan komputer tertera pada diagram dibawah ini: Gambar 4.7 Hasil Survei Aktivitas Penggunaan Komputer\/Laptop\/Smartphone Sumber: Olahan Peneliti (2023)","137 Dari hasil wawancara peserta didik juga terbiasa menonton video pembelajaran dari youtube meskipun dari hasil wawancara dengan peserta didik video tersebut berbeda dengan yang diajarkan pengajar. 4) Menilai Sumber Daya Tahap terakhir dari Decide (menentukan) yaitu memastikan pengajar dan peserta didik ASD telah memenuhi kemampuan prasyarat untuk menjadi subjek penelitian. Responden memiliki smartphone dan jaringan internet yang stabil serta juga memiliki laptop masing-masing. Selain itu dari hasil wawancara dengan pengajar, pihak lembaga sekolah memfasilitasi perangkat komputer, proyektor, dan jaringan internet di setiap ruang kelas. Peserta didik juga sebanyak 30 responden atau 100% memiliki PC dan smartphone dirumah. Gambar 4.8 Hasil Survei Aktivitas Penggunaan Komputer\/Laptop\/Smartphone Sumber: Olahan Peneliti (2023) b. Design (Perancangan) Media Flipbook Pada tahap pengembangan desain penelitian ini didasarkan pada hasil observasi awal yang telah dilakukan merancang sebuah desain cetak biru blueprint untuk bahan ajar flipbook yang dikembangkan. Cetak biru berupa outline atau garis besar isi materi, tampilan interface (antar muka), flowchart, dan storyboard. Outline merupakan materi disusun yang berdasarkan Kompetensi Dasar dan Tujuan Pembelajaran.","138 1) Membuat Online Konten atau Interface Pada penelitian ini desain interface disesuaikan dengan template yang peneliti tentukan pada aplikasi. Rancangannya juga terdapat menu- menu yang akan ditampilkan pada interface telah diatur pada bagian pengaturan aplikasi. Dibawah ini merupakan desain interface yang didalamnya terdapat konten seperti cover, logo, dan komponen- komponen yang telah dirancang terlebih dahulu dengan aplikasi FlipBuilder. Gambar 4.9 Desain Interface Logo LSBA Logo UNJ JUDUL DESKRIPSI PENGEMBANG Sumber: Olahan Peneliti (2023) Adapun bagian-bagian dari desain flipbook adalah: a) Menu Utama Pada menu utama berisi tentang gambaran isi bahan ajar yang akan digunakan secara keseluruhan, selain itu pada menu utama didesain semenarik mungkin dengan nuansa biru yang memberikan efek ketenangan, melambatkan metabolisme sehingga dapat menurunkan ketegangan tubuh (Dwinanda et al., 2022) dengan sentuhan warna orange. Selanjutnya warna orange memberikan dampak yang serupa dengan warna merah tetapi lebih soft, yang","139 memberi manfaat untuk sedikit menurunkan efek kecemasan. Dari pemilihan warna pada media bahan ajar flipbook diharapkan peserta didik tertarik dan memotivasi untuk mempelajari Teknik celup Shibori. Menu utama pada tampilan flipbook dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 4.3 Menu Utama Tampilan Flipbook No. Komponen Keterangan Hasil flipbook Bagian luar berisikan 1. Halaman utama cover judul buku, keterangan buku identitas bahwa buku tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa Autism, penulis, dan gambar 2. Bagian Pada bagian ini berisikan pendahuluan kata pengantar, daftar isi, pendahuluan (makna bahan ajar flipbook, deskripsi singkat mata kuliah, kemampuan prasyarat, karakteristik peserta didik, Kompetensi Dasar, Indikator, dan tujuan pembelajaran),petunjuk penggunaan, peta kompetensi","140 Sumber: Olahan Peneliti (2023) b) Materi Materi yang dipelajari peserta didik ASD yaitu tentang cara membuat pewarnaan kain dengan Teknik-teknik shibori. Pada desain materi berisikan materi yang berbasis digital. Materi yang didesain berdasarkan dari Kompetensi Dasar dari kurikulum yang dikembangkan dari pihak LSBA, namun telah disusun secara menarik dan lebih rapi. Materi yang didesain juga telah dievaluasi dengan ahli materi sehingga mudah dipahami dengan bahasa yang jelas serta persuasive. Selain itu desain materi juga dilengkapi evaluasi di akhir bab. Tabel 4.4 Desain Materi Flipbook No. Komponen Keterangan Hasil flipbook 1. Bagian isi Berisikan bab 1 materi materi tentang konsep teknik shibori (pengertian shibori, karakteristik, dan jenis-jenis teknik membuat motif shibori), bab 2 tentang membuat pewarnaan kain dengan teknik shibori (kanoko, itajime dan arashi), soal latihan, kesimpulan, glosarium, dan Riwayat penulis","141 4. Penutup sampul cover belakang Sumber: Olahan Peneliti (2023) c) Video Secara umum materi yang dikemas untuk membantu peserta didik ASD dalam menggambarkan cara membuat pewarnaan dengan Teknik celup shibori. Pada bagian video tutorial di desain jelas dan detail serta semenarik mungkin sehingga siswa tertarik untuk menonton dan mempelajarinya. Video didesain menggunakan Filmora 9 dengan pendekatan SAVI. Setiap tahap-tahap pengerjaan seperti membuat pola, membuat warna, dan pembuatan pewarnaan kain di chunk atau di potong-potong, sehingga peserta didik memahami urutan yang ditonton. Selain itu juga terdapat penguatan terhadap materi yang disampaikan di dalam video seperti tujuan video tutorial, materi tutorial, kuis, perintah untuk memperhatikan alat dan bahan serta langkah-langkah membuat","142 teknik shibori dan juga terdapat kesimpulan di akhir video. Berikut ini akan dijelaskan pada tabel komponen video tutorial membuat teknik shibori dengan pendekatan SAVI. Tabel 4.5 Komponen Video Tutorial No. Komponen Keterangan Hasil Video Tutorial 1. Bagian cover Berisikan judul teknik depan video tutorial 2. Bagian isi Pada bagian isi video tutorial terdapat tujuan video tutorial, pertanyaan apersepsi, pengertian, penjelasan isi materi video tutorial, penguatan, dan kesimpulan","143 3. Penutup sampul cover belakang Sumber: Olahan Peneliti (2023) d) Gambar Pada konten gambar diambil di internet dan dokumen dari peneliti sendiri. Untuk mendesain gambar peneliti menggunakan software Adobe Photoshop CS3, namun pada gambar tidak memerlukan waktu untuk menyelesaikannya. Gambar di desain semenarik mungkin dengan penempatan layout yang mudah dilihat dengan diberikan keterangan pada gambar, sehingga memudahkan peserta","144 didik dalam memahami materi. Dibawah ini beberapa foto atau gambar yang terdapat pada media flipbook. Gambar 4.10 Komponen Video Tutorial Sumber: Olahan Peneliti (2023) 2) Membuat Flowchart Pada rancangan selanjutnya yaitu membuat flowchart yaitu alur skenario pembelajaran. Peneliti merancang flowchart yang berguna untuk memudahkan pengguna atau peserta didik ASD dalam menggunakan bahan ajar flipbook pada mata latih Teknik Celup Shibori. Hal tersebut dikarenakan ada beberapa menu yang ditampilkan sehingga peserta didik ASD mengerti saat menggunakannya. Berikut ini merupakan tampilan flowchart yang ditampilkan dalam bentuk diagram:","145 Gambar 4.11 Flowchart Pengembangan flipbook Sumber: Olahan Peneliti (2023)","146 3) Membuat Storyboard Pada perancangan terakhir yaitu pembuatan storyboard. Rancangan storyboard dilakukan bersamaan dengan pengembangan bahan ajar secara langsung. Hal ini dikarenakan untuk menjelaskan tampilan dan tata letak pada bahan ajar flipbook. Dibawah ini merupakan tampilan storyboard yang telah dirancang: Gambar 4.12 Storyboard Flipbook Scene: 1 Materi Daftar Materi DAFTAR Glosarium Daftar Materi: 1. Konsep Dasar Teknik Celup 1. Kata pengantar 2. Teknik Shibori Arashi 2. Daftar Isi 3. Teknik Shibori Kanoko 3. Pendahuluan 4. Teknik Shiboru Itajime 4. Daftar Petunjuk Judul Flipbook Keluar Bantuan Pengantar Bahan Ajar Kata Pengantar Daftar Isi Pendahuluan \u2026\u2026\u2026\u2026\u2026\u2026\u2026\u2026\u2026 \u2026\u2026\u2026\u2026\u2026\u2026\u2026\u2026 \u2026\u2026\u2026\u2026\u2026\u2026\u2026\u2026 \u2026\u2026\u2026\u2026\u2026\u2026\u2026\u2026\u2026 \u2026\u2026\u2026\u2026\u2026\u2026\u2026\u2026 \u2026\u2026\u2026\u2026\u2026\u2026\u2026\u2026 \u2026\u2026\u2026\u2026\u2026\u2026\u2026\u2026\u2026 \u2026\u2026\u2026\u2026\u2026\u2026\u2026\u2026 \u2026\u2026\u2026\u2026\u2026\u2026\u2026\u2026 Kembali Lanjut Sumber: Olahan Peneliti (2023)","147 Berdasarkan beberapa tahapan yang disajikan diatas mulai dari outline konten, pembuatan flowchart, dan mendesain tampilan (interface) dengan model pengembangan DDD-E tiap tahap dilakukan evaluasi. Pada bagian pembuatan outline konten dilakukan diskusi terlebih dahulu dengan ahli media yaitu oleh pak Dr. Cecep Kustandi, M.Pd, seperti apakah sesuai dengan tujuan dari pengembangan bahan ajar atau tidak, seperti dalam menentukan judul dan tujuan media. Selanjutnya pada tahap pembuatan flowchart dan proses desain juga dilakukan evaluasi oleh ahli media. Pada tahap mendesain terdapat beberapa masukan seperti dalam bentuk desain materi yang digunakan, lalu video apa saja yang sesuai dengan materi serta desain gambar yang sesuai dengan materi Teknik Shibori. c. Tahap Pengembangan (Develop) Tahap selanjutnya setelah peneliti mendesain rancangan media bahan ajar, yaitu melakukan pengembangan (develop). Dalam tahap ini peneliti melakukan pembuatan konten-konten pada bahan ajar flipbook yang telah ditentukan sebelumnya sesuai desain. Tahapan yang dilakukan peneliti dalam proses pengembangan produk dapat dilihat dibawah ini: Gambar 4.13 Proses Pengembangan Bahan Ajar Flipbook Mulai Penginstalan Penginstalan Theme FlipBuilder dan Plugin Pendukung Membuat panduan Menginput link video Menginput materi penggunaan flipbook tutorial dari Youtube (teks dan gambar) dan link Latihan soal pembelajaran Selesai Sumber: Olahan Peneliti (2023)","148 Dalam melakukan pengembangan bahan ajar flipbook peneliti merancang berdasarkan bagan diatas, berikut ini keterangan proses pengembangan bahan ajar flipbook dengan materi teknik shibori: 1) Penginstalan aplikasi flipbuilder Pada tahap ini peneliti melakukan penginstalan software Flipbuilder. Flipbuilder merupakan sebuah software yang dapat mengubah tampilan format PDF menjadi lebih menarik dengan tampilan sebuah buku elektronik. Dalam menginstal software ke dalam komputer berikut ini langkah-langkah yang harus dilakukan yaitu a) Pertama-tama instal aplikasi flip pdf professional di https:\/\/www.flipbuilder.com\/flip-pdf-pro\/, kemudian extract file, dan buka file flip pdf-pro.exe. b) Kemudian extract file, lalu klik Run as administrator, seperti gambar dibawah ini: c) Lalu klik \u201cyes\u201d dan pilih bahasa yang Inggris, kemudian klik \u201cok\u201d dan klik next.","149 d) Setelah itu klik next e) Lalu pilih sesuai petunjuk dan klik next f) Setelah itu klik instal dan menunggu","150 g) Yang terakhir ada menu finish yang menandakan software sudah dapat digunakan 2) Pengembangan flipbook Media bahan ajar flipbook disusun dengan perancangan awal membuat format yang disajikan pada tabel dibawah ini: Tabel 4.6 Format awal flipbook No Komponen Keterangan Hasil Video Tutorial 1. Bagian Bagian luar berisikan judul buku, keterangan cover depan buku identitas bahwa buku tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa Autism, penulis, dan gambar 2. Bagian isi Pada bagian ini berisikan kata pengantar, daftar isi, pendahuluan (makna bahan ajar flipbook, deskripsi singkat mata kuliah, kemampuan prasyarat, karakteristik peserta didik, Kompetensi Dasar, Indikator, dan tujuan pembelajaran),petunjuk penggunaan, peta kompetensi","151","152 3. Penutup sampul cover belakang","153 Sumber: Olahan Peneliti (2023) d. Tahap Evaluasi (Evaluate) Tahap evaluasi merupakan tahap terakhir dari desain pengembangan DDD-E, yaitu media bahan ajar yang telah dikembangkan akan disosialisasikan dan dievaluasi ke kelompok peserta didik lainnya. Namun sebelum media bahan ajar disosialisasikan, perlu dilakukan evaluasi. Evaluasi dilakukan setelah prototype I dari ahli media, ahli materi, ahli desain pembelajaran, evaluasi uji skala kecil, dan evaluasi uji skala besar. 1) Evaluasi Ahli Media, Ahli Materi, dan Ahli Desain Pembelajaran Evaluasi ahli yang dilakukan oleh ahli media, ahli materi serta pengajar mata latih sebagai evaluator. Hasil dari evaluasi penilaian dari ahli media sudah dinyatakan layak untuk dapat digunakan pada instrumen penelitian dengan perbaikan minor. Berikut ini merupakan hasil dari ahli media yang dilakukan pada prototype II. a) Kelayakan dari Ahli Materi Nama : Dra. Harsuyanti R Lubis M.Hum Jabatan : Dosen Tata Busana Universitas Negeri Jakarta Hasil dari uji kelayakan oleh ahli materi mengacu dari instrumen yang diberikan tidak terdapat dalam skala 1 dan 2 sehingga, hasil dari rata-rata dalam skor 95.45% Dengan kategori sangat baik. Bahan ajar flipbook yang dikembangkan dapat layak digunakan di kelas tanpa revisi. Saran dan masukan dari beliau adalah dengan menambahkan gambar-gambar serta keterangan yang lebih menarik dan mudah dipahami dalam kegiatan pembelajaran. selain","154 itu ditambahkan kriteria hasil penilaian produk pada evaluasi pretest dan post-test. Setelah mendapatkan masukan dari beliau, peneliti melakukan revisi dengan memberikan gambar yang sesuai dan keterangan gambar yang mudah dipahami oleh peserta didik ASD. Tabel 4.7 Deskripsi Hasil Validasi dan Ahli Materi Aspek Persentase Kriteria Penilaian Aspek Kurikulum\/Materi 95% 100% Aspek Pembelajaran 100% 100% Bahasa 100% 100% Sumber: Olahan Peneliti (2023) Pada pemaparan diatas pada aspek kurikulum\/materi mendapati nilai terendah 95% yaitu pada evaluasi sumatif dan menyederhanakan materi. Arahan dari Ibu Harsuyanti media flipbook telah diperbaiki dengan menambahkan kriteria penilaian berdasarkan hasil produk yang dikerjakan oleh peserta didik. b) Kelayakan dari Ahli Media Nama : Dr. Cecep Kustandi, M.Pd Jabatan : Dosen Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Jakarta Hasil yang dari uji kelayakan dari ahli media diperoleh skor 86,67% Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahan ajar flipbook yang dikembangkan dengan kategori baik serta layak digunakan dalam proses pembelajaran dikelas dengan revisi. Saran dan masukan dari beliau yaitu perlu diperbaiki tampilan kekontrasan antara warna dasar dengan teks, karena cenderung tidak jelas, selain itu pada video tutorial ditambahkan voice over, Pak Cecep juga menyarankan untuk mengganti jenis font teks dengan Century Gothic, namun apabila tidak memungkinkan tidak perlu diganti dikarenakan jenis font pada flipbook sudah termasuk kategori baik","155 yaitu Arial. Dalam komposisi warna juga diatur dengan warna yang soft sehingga peserta didik dalam melihat tidak jenuh dan membosankan. Kemudian yang terakhir pada judul teks diganti warna menjadi biru tua, agar terlihat lebih kontras. Tabel 4.8 Deskripsi Hasil Validasi dan Ahli Media Aspek Persentase Kriteria Penilaian Tampilan Visual 81,82% 100% Efektifitas Produk 100% 100% Bagi Pengguna 100% 100% Sumber: Olahan Peneliti (2023) Dari pemaparan diatas dapat dijelaskan pada aspek tampilan visual menempati angka terendah 81,82% dari aspek lainnya. Sehingga perlu adanya perbaikan agar media flipbook dapat dimanfaatkan oleh peserta didik dengan baik. Menurut perbaikan beliau lebih ditekankan pada jenis font, kekontrasan, serta ukuran font. Setelah mendapatkan masukan dari beliau, peneliti mengubah tampilan warna antara background dengan teks menjadi lebih variatif dan menarik serta kontras. Pada video tutorial juga telah diberikan voice over dan diganti untuk besar kecil pada teks. Perbaikan revisi sbb: - Kekontrasan Sebelum Perbaikan Sesudah Perbaikan","156 - Ukuran font Sesudah Perbaikan Sebelum Perbaikan - Peta Konsep Sesudah Perbaikan Sebelum Perbaikan - Jenis Font Perbaikan pada jenis font adanya dalam aplikasi flipbuilder. Ahli Media menyarankan pada bagian kuis jenis font yang digunakan sudah cukup dengan font century gothic, tetapi menggunakan font arial sudah baik. Sedangkan pergantian jenis font pada kuis mengalami dalam aplikasi flipbuilder yaitu tidak terdapat pilihan pergantian jenis font. c) Kelayakan Ahli Desain Pembelajaran Nama : Dr. Mohammad Arif Taboer, M.Pd Jabatan : Dosen Pendidikan Khusus Universitas Negeri Jakarta Dari hasil uji kelayakan oleh ahli instruksional dan telah diujicobakan sebelumnya didapat skor 95%, sehingga bahan ajar","157 flipbook dapat dikatakan sangat baik dan layak digunakan pada proses pembelajaran dikelas dengan sedikit revisi. Saran dan masukan dari beliau yaitu pada mengubah bentuk soal latihan menjadi soal praktek sehingga menambah wawasan dan keterampilan bagi peserta didik ASD. Dikarenakan latihan lebih diutamakan pada melatih keterampilan sehingga perlu ditanamkan pengalaman pembelajaran bagi peserta didik. Selain itu perlu menambahkan pendekatan pada tiap tahapan materi yang diberikan. Dari masukan beliau peneliti segera memperbaiki dengan latihan yang lebih mengeksplorasi peserta didik dan menambahkan pendekatan yang lebih kompleks pada tiap tahapan di dalam materi pelajaran. Tabel 4.10 Deskripsi Hasil Validasi dan Ahli Desain Pembelajaran Aspek Persentase Kriteria Penilaian Perumusan Kompetensi Dasar 100% 100% dengan materi dan Strategi Pembelajaran Kelayakan Isi Modul 87,5% 100% Kelayakan Bagi Pengguna 100% 100% Sumber: Olahan Peneliti (2023) Dari hasil Validasi ahli Desain Pembelajaran hasil terendah 87,5% pada aspek kelayakan isi modul pada butir pertanyaan kecukupan waktu untuk mendalami materi yang terdapat pada flipbook, arahan dari beliau untuk selanjutnya disederhanakan materi agar peserta didik dapat memahami materi dengan maksimal. Dalam tahap model pengembangan DDD-E penelitian dilakukan hanya pada validasi dari para ahli. Sedangkan dalam penelitian ini diperlukan adanya hasil untuk menjawab kelayakan dan keefektifan penggunaan media flipbook untuk peserta didik ASD dalam mempelajari mata latih Teknik Celup Shibori. Sehingga pada penelitian ini melakukan uji lapangan melalui uji T dan N","158 Gain untuk menjawab kelayakan dan keefektifan penggunaan media flipbook dengan menganalisa dari tiga kelompok yaitu kelompok one to one, kelompok skala kecil, dan skala besar. 2) Kelayakan dari sisi pengguna (peserta didik) Teknik Celup Shibori Kelayakan dari sisi pengguna yaitu pengajar Teknik Celup Shibori secara one to one dengan dua pengajar. Setelah diujicobakan terdapat hasil yang diperoleh dengan penjelasan dibawah ini: a) Nama :V Jabatan : Batch 7 Lokasi : London School Beyond Academy (LSBA) Dari hasil uji kelayakan yang telah dilakukan oleh peserta didik dengan wawancara didapatkan dengan kategori sangat baik. Beliau mengatakan dengan adanya bahan ajar media flipbook ini sangat membantu proses pembelajaran khususnya dalam melatih keterampilan pewarnaan Teknik Celup Shibori. Di samping itu selain dengan media yang menarik pengajar juga terbantu dengan adanya pendekatan pada proses pembelajaran sehingga metode yang digunakan oleh guru variatif dan membuat peserta didik antusias dalam belajar. Dari hasil kelayakan ini tidak terdapat revisi dari beliau, sehingga dapat digunakan pada tahap selanjutnya. b) Nama :W Kelas : Batch 7 Lokasi : London School Beyond Academy (LSBA) Hasil yang didapat dari uji kelayakan kepada peserta didik dengan wawancara mendapatkan dikategorikan sangat baik tanpa ada revisi. Masukan yang diperoleh yaitu pada beberapa bagian dari Teknik pewarnaan pada Teknik shibori serta ditambahkan gambar yang menunjukan bahan-bahan tambahan dalam memproses","159 pewarnaan. Setelah diperbaiki menurut beliau sudah dapat dilakukan uji skala kecil maupun besar. c) Nama : Ax Kelas : Batch 7 Lokasi : London School Beyond Academy (LSBA) Hasil yang didapat dari uji kelayakan kepada peserta didik dapat dikategorikan sangat baik dengan tanpa revisi. Beliau berkata dengan adanya media flipbook ini belajar lebih menyenangkan dan dapat di putar ulang video tutorial, sehingga dapat menyelesaikan tugas praktek dengan baik. Selanjutnya sudah dapat dilakukan uji skala kecil maupun besar. 3) Evaluasi Peserta Didik Uji Skala Kecil (small group) Kelayakan dari sisi peserta didik ASD di LSBA dengan 9 peserta didik. Tahap evaluasi uji skala kecil yaitu prototype II ini dilakukan untuk mengetahui kendala dan kekurangan pada media bahan ajar flipbook yang dikembangkan. Masukan dari saran dan komentar dari uji skala kecil akan dijadikan acuan untuk perbaikan kembali jika terdapat kekurangan. Hasil dari perbaikan uji skala kecil dapat disebut dengan prototype III. Hasil dari uji skala kecil dapat dilihat pada tabel dibawah ini: No Responden Tabel 4.11 % Kategori 1 Komentar dan Saran dari Uji Skala 83.33 Tinggi 1 MA 1 91.67 Tinggi 2 WW 1 Pertanyaan Tinggi 3 MN 1 Total Skor Ideal 75 Tinggi 4 KA 1 100 Tinggi 5 GA 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 83.33 Tinggi 6 CK 1 100 Tinggi 7 Ni 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 10 12 83.3 Tinggi 8 EJ 1 91.7 Tinggi 9 HJ 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 11 12 100 0 110 1 1 1 1 1 1 0 9 12 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12 12 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 10 12 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12 12 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 10 12 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 11 12 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12 12","160 Sumber: Olahan Peneliti (2023) Dari hasil diatas didapatkan rata-rata skor dengan kategori tinggi, saran dan masukannya lebih menekankan gambar diperbesar dan pada video tutorial dalam menjelaskan jangan terlalu cepat. Kesembilan peserta didik yang menjadi uji kelayakan skala kecil mendapatkan skor rata- rata 90 dengan kategori tinggi. Peneliti masih melakukan perbaikan- perbaikan untuk diujicobakan ke kelompok besar. Dari hasil uji kelayakan yang telah dilakukan, peneliti masih memperbaiki kekurangan pada bahan ajar flipbook sesuai saran dan masukan dari responden. 4) Evaluasi Uji Lapangan Peserta Didik Skala Besar Tahap terakhir yaitu uji evaluasi skala besar atau field test yang dilakukan dengan 18 peserta didik ASD di LSBA Jakarta. Tahap pada uji ini dimulai dengan peserta didik ASD terlebih dahulu mengerjakan pretest yang diberikan oleh peneliti. Soal yang dikerjakan peserta didik sudah terlebih dahulu divalidasi untuk mengetahui tingkat kemampuan awal peserta didik baik secara kognitif maupun psikomotor. Setelah itu peneliti memberikan arahan dan menyampaikan konsep dan praktek Teknik celup shibori, kemudian pada akhir pembelajaran peneliti memberikan soal praktek post-test. Kegiatan ini berlangsung selama 5 hari dari pretest dimulai. Dari hasil yang didapat peserta didik baik pre-test maupun post-test, tahap selanjutnya menjadi acuan untuk mengetahui keefektifan bahan ajar flipbook yang telah dikembangkan. Responden Tabel 4.12 Kategori 1 Hasil Skala Besar Tinggi JO 1 Pertanyaan Tinggi MR 1 Total Skor Ideal % Tinggi JP 1 Tinggi ZT 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Tinggi AF 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12 12 100 Tinggi SA 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 11 12 91,7 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 11 12 91,7 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12 12 100 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12 12 100 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 9 12 75","161 RW 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12 12 100 Tinggi 100 Tinggi CM 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12 12 100 Tinggi 83,3 Tinggi AP 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12 12 91,7 Tinggi 100 Tinggi HI 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 10 12 83,3 Tinggi 83,3 Tinggi MC 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 11 12 100 Tinggi 83,3 Tinggi RW 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12 12 100 Tinggi 100 Tinggi CN 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 10 12 Ru 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 10 12 AP 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12 12 SM 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 10 12 AI 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12 12 EN 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12 12 Sumber: Olahan Peneliti (2023) Selain instrumen tes berupa soal pretest dan post-test, peneliti juga memberikan instrumen non-tes berupa angket sebagai acuan sebagai cara untuk mengetahui keefektifan bahan ajar flipbook. Hasil dari analisis evaluasi skala besar menggunakan rumus pada Ms. Excel dengan t-Test: Paired Two Sample for Means dapat dilihat dibawah ini: Tabel 4.13 Pre Test Hasil Uji T Posttes Mean 80.70588235 58.76470588 Variance 4.470588235 5.691176471 Observations 17 17 Pearson Correlation 0.07215774107 Hypothesized Mean Difference 0 df 16 t Stat 29.45374328 t-Hitung P(T<=t) one-tail 0 t Critical one-tail 1.745883676 P(T<=t) two-tail 0 t Critical two-tail 2.119905299 t-Tabel Sumber: Olahan Peneliti (2023) Sesuai hasil tersebut didapatkan skor t-hitung 29,45 sedangkan t-tabel 2.1199 sehingga nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel. Maka dari hasil tersebut media bahan ajar flipbook layak digunakan bagi peserta didik ASD dalam pembelajaran mata latih Teknik Celup Shibori dengan taraf","162 signifikansi 0,05. Maka dari hasil tersebut dapat disimpulkan rata-rata nilai praktek peserta didik sebelum mempelajari bahan ajar flipbook pada mata latih Teknik Celup Shibori dapat ditingkatkan nilainya sehingga melebihi batas KKM di LSBA. Media bahan ajar flipbook dengan pendekatan SAVI memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar peserta didik ASD . Tahap terakhir untuk melihat keefektifan media bahan ajar flipbook menggunakan Uji N Gain dapat dilihat hasil N Gain pada tabel dibawah ini: Tabel 4.14 Hasil Uji N Gain No Responden Pretest Posttest Post - pre Skor Ideal N Gain Score N Gain Score (100-pre) (%) 1 SAS 60 82 22 40 0,55 55 2 RW 59 84 25 41 0,6097560976 60,97560976 3 CM 60 84 24 40 0,6 60 4 A P P 61 85 24 39 0,6153846154 61,53846154 5 HI 58 86 28 42 0,6666666667 66,66666667 6 MC 59 79 20 41 0,487804878 48,7804878 7R 59 83 24 41 0,5853658537 58,53658537 8 Ca N 58 81 23 42 0,5476190476 54,76190476 9 Ru 56 80 24 44 0,5454545455 54,54545455 10 Ai Pr 62 84 22 38 0,5789473684 57,89473684 11 SiM 59 82 23 41 0,5609756098 56,09756098 12 Ah i 57 80 23 43 0,5348837209 53,48837209 13 Er Nu 60 82 22 40 0,55 55 14 Jo O 53 87 34 47 0,7234042553 72,34042553 15 M Re 60 87 27 40 0,675 67,5 16 J P P 59 83 24 41 0,5853658537 58,53658537 17 ZT 56 82 26 44 0,5909090909 59,09090909 18 AF P 63 89 26 37 0,7027027027 70,27027027 58,83333 83,33333 24,5 41,1666666 0,5950133503 59,50133503 333 333 7 Sumber: Olahan Peneliti (2023) Berdasarkan penjelasan diatas, maka dapat disimpulkan bahan ajar flipbook yang dikembangkan ada beberapa perbaikan pada tahap","163 pengembangannya. Hasil dari uji N Gain dengan skor akhir 59,5 yang dapat dinyatakan Cukup Efektif. Sehingga bahan ajar media flipbook cukup efektif digunakan dalam mata latih Teknik Celup Shibori. Masukan serta saran dari tenaga ahli serta pengajar dan siswa yang diberikan seperti evaluasi ahli, evaluasi uji skala kecil dan besar, hal tersebut dapat menjadi acuan untuk perbaikan selanjutnya dan dikembangkan dengan optimal. Bahan ajar flipbook jika telah di uji coba dan apabila hasilnya layak dan efektif akan diproduksi prototype-nya. Sehingga bahan ajar flipbook yang dikembangkan akan menjadi pilot project untuk bahan ajar lainnya yang ada di LSBA. Peneliti meyakini bahan ajar yang dikembangkan dapat bermanfaat bagi Lembaga dan menjadi sebuah kontribusi nyata keilmuan Teknologi Pendidikan pada bidang mengatasi masalah pembelajaran. Berdasarkan dari keterangan diatas maka perlu adanya bahan ajar yang membantu pengajar dalam memberikan materi khususnya dalam melatih keterampilan vokasional ASD. Selain dengan bahan ajar pengajar juga perlu diberikan sebuah pendekatan yang tepat dalam memberikan pelatihan yaitu dengan mengoptimalkan tiap gaya belajar para peserta didik dengan model pembelajaran SAVI. Sehingga pengajar dapat memberikan pembelajaran yang variatif dan mudah dimengerti oleh peserta didik. Peserta didik juga dapat melatih keterampilannya di kelas maupun dirumah dengan mempelajari materi yang diberikan lewat bahan ajar elektronik flipbook. Flipbook juga dapat membantu para orang tua atau wali peserta didik dalam mendampingi pembelajaran di rumah. Penelitian ini dalam mengambil data dilakukan secara offline sejak tanggal 12 Januari 2023 sampai tanggal 20 Januari 2023 selama 8 hari, semenjak sudah diberlakukan offline oleh pemerintah dari pandemi Covid 19. Sebelum pembelajaran secara offline para peserta didik belajar dengan online, sehingga siswa sudah terbiasa menggunakan smartphone atau gadget dalam pembelajaran. Kemudian setelah offline pembelajaran","164 yang dilakukan oleh pengajar masih menggunakan media seadanya dengan memanfaatkan papan tulis dan terkadang menggunakan proyektor untuk menampilkan gambar dengan langkah-langkah membuat pewarnaan pada kain dengan teknik celup. Hal ini membuat para peserta didik kurang termotivasi dalam belajar dikelas, selain itu bagi orang tua juga mengalami kesulitan dalam mendampingi belajar di rumah dikarenakan catatan yang ditulis oleh siswa para orang tua kadang sulit memahami proses pengerjaannya. Dari hasil data N-gain tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahan ajar flipbook cukup efektif untuk digunakan sebagai sumber belajar alternatif media pembelajaran pada teknik celup shibori. Sehingga fokus dalam penelitian ini hanya pada pengembangan bahan ajar flipbook dan pencapaian nilai peserta didik melebihi batas KKM yang ditetapkan LSBA yaitu 70. Dari hasil pretest nilai rata-rata peserta didik sebesar 58.83 dan pada hasil posttest 83.33. Sehingga dengan adanya peneliti, tahap pengembangannya dihentikan hanya sampai tahap pengembangan flipbook dan nilai melebihi batas KKM. 2. Hasil Produk Akhir Penelitian ini merupakan sebuah penelitian pengembangan bahan ajar flipbook dengan materi teknik celup dengan pendekatan SAVI bagi mahasiswa autis. Pengembangan yang dilakukan menggunakan model pengembangan DDD- E, dimana tiap langkah pengembangannya melakukan evaluasi yang berguna untuk melihat kelayakan serta keefektifan bahan ajar yang akan dikembangkan. Bahan ajar yang dikembangkan yaitu flipbook memuat materi teknik-teknik shibori dimana terdapat video tutorial dalam tiap tekniknya serta dibantu dengan visual seperti gambar, animasi, serta teks yang menarik. Pengembangan bahan ajar flipbook menggunakan software flipbuilder, yaitu sebuah aplikasi yang merubah format pdf menjadi tampilan yang bergerak dan memuat beberapa link seperti, video, soal-soal latihan, dan beberapa panduan didalamnya.","165 Berdasarkan hasil dari analisis data uji coba evaluasi formatif mengungkapkan bahwa bahan ajar flipbook yang dikembangkan layak dengan kualitas sangat baik serta cukup efektif untuk digunakan dalam pembelajaran untuk melatih keterampilan khususnya dalam materi teknik celup shibori. Setelah analisis dilakukan, ada beberapa yang perlu diketahui yaitu produk ini memiliki kelebihan dan kekurangan untuk dijadikan sebagai media alternatif pembelajaran. Bahan ajar flipbook dapat diakses melalui smartphone, tablet, laptop, dan PC. a. Deskripsi Produk Akhir Hasil bahan ajar yang dikembangkan, digunakan sebagai media pembelajaran yang dapat membantu pengajar, dalam menyampaikan sebuah materi khususnya keterampilan bagi mahasiswa ASD. Bahan ajar flipbook dapat diakses dimanapun dan kapanpun, seperti smartphone, tablet, laptop, dan PC, dan memerlukan jaringan internet. Penelitian ini menggunakan software FlipBuilder. Bahan ajar yang dikembangkan dapat berupa link yang dapat diakses dimanapun. Pengajar biasanya membagikan link kepada peserta didik menggunakan aplikasi whatsapp, Penggunaan pembelajaran dengan bahan ajar flipbook dapat mengakses materi pembelajaran, mengerjakan soal secara langsung yang terhubung dengan hyperlink, menonton video tutorial dengan link pada youtube, serta dipadukan agen pedagogik sebagai pemandu pengguna. Dibawah ini merupakan cover pada bahan ajar flipbook: Gambar 4.14 Cover Bahan Ajar Flipbook Sumber: Olahan Peneliti (2023)","166 Pada gambar diatas yang menunjukan cover flipbook. Peserta didik tidak perlu melakukan penginstalan aplikasi apapun, serta melakukan login, hanya mengklik link yang diberikan. Berikut ini merupakan tampilan dari animasi sebagai pemandu peserta didik dalam menggunakan bahan ajar flipbook. Gambar 4.15 Tampilan Animasi Bahan Ajar Flipbook Sumber: Olahan Peneliti (2023) Selain itu terdapat tampilan halaman yang menunjukan gambar-gambar alat dan bahan serta terdapat link video tutorial. Gambar 4.16 Keterangan Alat dan Bahan Sumber: Olahan Peneliti (2023)","167 Gambar 4.17 Video Tutorial Sumber: Olahan Peneliti (2023) Para siswa dapat mempelajari beberapa teknik-teknik shibori dengan jelas, dikarenakan terdapat video tutorial yang menampilkan pengajar yang telah biasa mengajar di kelas. Materi yang dipelajari dalam bahan ajar flipbook yaitu: pengenalan alat dan bahan teknik arashi, kanoko, dan itajime, selanjutnya tata cara pembuatan motif pada kain, pembuatan pewarnaan, lalu yang terakhir teknik pewarnaan kain. b. Kelebihan Produk Berdasarkan hasil dari uji coba serta masukan dan komentar yang diberikan, secara formatif yaitu bahan ajar flipbook dikembangkan memiliki kelebihan sebagai berikut: 1) Kejelasan dan kelengkapan pada materi yang disajikan, 2) Pengguna dapat menggunakan produk dengan mudah dimanapun dan kapanpun, menggunakan smartphone, tablet, laptop, dan PC, 3) Isi konten pada bahan ajar flipbook seperti gambar, animasi, teks, beserta video tutorial, dan alat evaluasi di dalam flipbook, sehingga dapat membantu peserta didik ASD yang dapat memberikan motivasi untuk belajar karena menarik dan mudah dipahami, 4) Pengguna dapat memilih secara bebas materi yang akan dipelajari baik di kelas","168 maupun di rumah, 5) membantu pendamping baik pengajar maupun wali murid dalam membantu proses pembelajaran, 6) Konsep materi praktek teknik celup shibori menjadi lebih menarik, 7) Pengguna merasa peningkatan dalam belajar dan tampilan desain yang menarik sehingga membuat pembelajaran teknik celup shibori mudah dipelajari. c. Kekurangan Produk Dari beberapa kelebihan produk yang dikembangkan diatas, bahan ajar flipbook masih memiliki kekurangan. Kekurangan yang ditemukan berdasarkan dari analisis dan komentar serta saran yang diberikan saat uji coba, seperti: 1) Pengguna memerlukan jaringan internet saat membuka materi seperti video tutorial dan kuis, 2) pengguna memerlukan kemampuan dalam memahami penggunaan teknologi seperti smartphone,tablet, laptop, dan PC. 3) Pengguna dari pihak pengajar tentunya perlu lebih kreatif dalam mengkombinasikan antara media belajar serta strategi dikelas. 4) Pengguna merasa dengan bahan ajar flipbook ini perlu dibuat dalam beberapa versi bahkan aplikasi untuk menambah materi dan yang lainnya. B. Pembahasan Pada penelitian ini menghasilkan bahan ajar flipbook dengan pendekatan SAVI, pada mata latih Teknik Celup dengan materi teknik shibori, menggunakan software FlipBuilder. Hasil dari pengembangan bahan ajar flipbook dengan format https:\/\/teknikcelupshiboribagiautism.netlify.app\/ dengan ukuran 560 MB serta buku panduan pengguna https:\/\/bukupanduanteknikshibori.netlify.app\/ dengan ukuran . Bahan ajar flipbook dapat mudah di akses pada google drive serta google classroom di Lembaga London School Beyond Academy (LSBA). Selain itu juga terdapat di deskripsi whatsapp grub siswa batch 7 yang sedang belajar mata latih Teknik Celup Shibori. Peserta didik ASD yang diteliti di memiliki karakteristik yang sudah diasesmen terlebih dahulu saat masuk ke lembaga LSBA. Pada proses penerimaan","169 peserta didik baru, LSBA menerapkan seleksi yang sangat ketat, yaitu diawali dengan calon peserta didik mengisi formulir pendaftaran dan melampirkan tes psikologi untuk mengetahui gambaran peserta didik ASD baik dari sisi kemampuan kognitif, perilaku, dan kemampuan komunikasinya. Setelah tes psikologi yang dianalisis sesuai standar yang diperlukan, yaitu tidak memiliki perilaku agresif dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik, selanjutnya mengikuti tes kognitif untuk mengukur kemampuan daya berfikir peserta didik ASD. Kemudian melakukan tes wawancara kepada peserta didik dan orang tua untuk mengetahui apa saja hambatan, kekurangan, serta yang menjadi kekuatan pada peserta didik. Apabila semua rangkaian sudah dipenuhi dan hasilnya sesuai standar yang ditetapkan, maka peserta didik dapat diterima di LSBA. Peserta didik ASD yang mengikuti mata latih Teknik Celup Shibori harus sudah di semester 5. Pada semester awal para peserta didik harus dapat menguasai materi keterampilan motorik halus seperti kemampuan menggunting, melipat, meremas, dan menjahit dengan tangan. Setelah itu peserta didik juga harus mampu mengetahui kegunaan dan fungsi alat yang berbahaya seperti: gunting, jarum, dan bahan kimia pewarna. Peserta didik juga sudah dapat mengetahui urutan pengerjaan pada materi tertentu, sehingga setelah peserta didik mampu menguasai kemampuan prasyarat. Keberhasilan belajar peserta didik ASD di LSBA dipengaruhi dari salah satu komponenya yaitu alat atau media pembelajaran yang digunakan membantu siswa mempermudah dalam proses pemahaman. Sebaiknya media yang dipilih dilihat dari siswa pengguna yaitu siswa. Dirancang sedemikian rupa untuk tidak menyulitkan dan membingungkan (Johar & Hanum, 2016). Sehingga proses pengembangan media pembelajaran flipbook melalui beberapa tahapan yang harus dilakukan. Tahapan tersebut dapat menghasilkan media flipbook cukup layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Dalam pengembangan media, model pengembangan yang digunakan adalah model DDD-E (Decide, Design, Develop, dan Evaluate). Model DDD-E menurut (Tegeh et al., 2014) sangat baik digunakan dalam mengembangan multimedia dikarenakan memiliki siklus waterfall yaitu","170 tiap tahapan perlu dievaluasi terlebih dahulu sehingga dalam mengembangan produk sesuai dengan tujuan pembelajaran. Model pengembangan DDD-E terdiri dari 4 tahapan Decide (memutuskan), Design (mendesain), Develop (mengembangkan), dan Evaluate (evaluasi). Pada tahap pertama decide (memutuskan) yaitu tahapan dalam memutuskan sebuah produk untuk mengetahui keefektifan pengembangan, kesesuaian media yang akan dikembangkan, dan kemampuan peserta didik dengan melakukan analisis kebutuhan. Pada tahap decide terdapat urutan yang harus dilakukan seperti a) menetapkan tujuan pembelajaran. Dalam merumuskan tujuan pembelajaran, perlu mencari tahu tentang masalah yang dihadapi dengan cara mengobservasi baik dari pihak sekolah, guru maupun siswa. Observasi yang dilakukan dapat menggunakan form wawancara atau menyebar kuesioner. Dalam penelitian ini peneliti menemukan masalah yang dihadapi peserta didik ASD khususnya di batch 7 dalam proses pembelajaran, masalah yang menonjol yaitu terdapat penurunan nilai yang signifikan pada mata latih Teknik Celup Shibori. Peneliti menggali informasi dengan wawancara kepada peserta didik yang mengalami kesulitan dalam mempraktekkan pelajaran yang diberikan oleh pengajar. Hal tersebut dikarenakan pengajar pada saat menyampaikan teori hanya dengan metode ceramah dan terkadang meminta peserta didik untuk mencatat di kelas. Sehingga peserta didik tidak memiliki materi yang dibutuhkan untuk mengingat langkah-langkah dalam hal praktek khususnya dalam mata latih Teknik Celup Shibori. Setelah menemukan permasalahan tahap selanjutnya yaitu mencari informasi tentang kurikulum yang digunakan oleh lembaga pelatihan yaitu di LSBA serta hasil nilai siswa batch 7 yang mengalami penurunan. Data yang diperlukan seperti Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, serta acuan lembaga LSBA dalam merumuskan kurikulumnya. LSBA mengacu pada KKNI level 3 yaitu setara dengan D1 yang telah dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan peserta didik ASD. Selanjutnya peneliti bersama pihak lembaga merumuskan tujuan pembelajaran serta strategi pendekatan, hal ini peneliti menggunakan pendekatan SAVI dalam mengembangkan produk bahan ajar untuk","171 mata latih Teknik Celup Shibori pada materi Teknik Shibori. Agar pesan atau bahan ajar yang disampaikan guru dapat diterima oleh peserta didik maka diperlukan wahana penyalur pesan, yaitu media pembelajaran (Safei, 2011), sehingga diperlukan adanya media flipbook menjadi bahan ajar mata latih Teknik Celup Shibori. Dalam menentukan materi yang akan dikembangkan dalam media flipbook, peneliti melakukan diskusi dengan ibu Dr. Harsuyanti R Lubis, M.Hum, beliau merupakan dosen Tata Busana Universitas Negeri Jakarta pada tanggal 18 Agustus 2022. Masukan yang beliau berikan terkait evaluasi sebaiknya dalam bentuk kognitif dan praktek. Setelah menetapkan tujuan pembelajaran tahap selanjutnya b) menentukan peta konsep, tema, dan ruang lingkup multimedia. Di tahap ini peneliti menentukan media bahan ajar yang dibutuhkan dengan meminta masukan kepada ahli media bapak Dr. Cecep Kustandi, M.Pd. Beliau memberi masukan atribut- atribut media yang tepat sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan dengan memberikan instrumen analisis kebutuhan awal media pembelajaran. Respon beliau dari penilaian media yang dipilih dapat diterima dikarenakan sesuai dengan materi yang dipilih yaitu yang difokuskan pada praktek, sehingga membutuhkan media yang mencakupi beberapa elemen seperti teks, gambar, dan video tutorial. Kesimpulan dari diskusi dengan ahli media peneliti ingin mengembangkan media flipbook dengan pendekatan SAVI. Tahap selanjutnya 3) mengembangkan kemampuan prasyarat, yaitu peneliti mencari informasi tentang subjek yang diteliti yaitu peserta didik ASD. Dalam mengembangkan kemampuan prasyarat bagi pengguna peneliti memberikan angket kuesioner tentang kemampuan peserta didik dalam menggunakan perangkat elektronik seperti smartphone, laptop, dan PC. Dari hasil angket yang diberikan, peneliti menemukan bahwa para peserta didik terbiasa menggunakan gadget dalam kehidupan sehari-hari khususnya pada saat pembelajaran berlangsung. Pihak lembaga LSBA juga memfasilitasi prasarana yang membantu peserta didik dalam proses pembelajaran seperti perangkat komputer, proyektor dan jaringan internet di setiap ruangan kelas. Peserta didik juga telah dibekali keterampilan sebelum mendapatkan mata latih Teknik Celup","172 Shibori seperti keterampilan membuat pola, memotong kain, menjahit, melipat, serta mengetahui urutan pengerjaan dalam membuat karya. Selanjutnya pada tahap kedua design (perancangan), dimana pada tahapan ini terlebih dahulu membuat outline atau garis besar dari isi media bahan ajar flipbook yang dikembangkan mulai dari menentukan judul flipbook, menentukan tema dari flipbook, tujuan flipbook, dan tujuan dari dibentuknya media tersebut. Kemudian membuat flowchart atau konsep urutan materi pada flipbook. Urutan kegiatan diatas dapat dijabarkan seperti a) membuat tampilan (interface) yaitu peneliti merancang template tampilan awal media flipbook. Peneliti mendesain tampilan yang didalamnya terdapat cover, logo, dan komponen-komponen pendukung seperti menu utama, yang didalamnya terdapat halaman depan (cover) dan bagian pendahuluan. Selain menu utama peneliti mendesain isi materi Shibori dengan penempatan layout yang menarik untuk dibaca seperti bagian isi mater flipbook dan penutup. Pada media flipbook terdapat komponen terpenting yaitu video tutorial. Pada video tutorial peneliti membuat dengan dibantu pengajar Teknik Celup Shibori ibu Anies Alwi, S.Sn yang sebelumnya telah membuat storyline dalam pembuatan video tutorial. Video yang dibuat yaitu tentang cara pembuatan teknik shibori Kanoko, Itajime, dan Arashi. Selanjutnya peneliti menambahkan gambar-gambar pada media flipbook, gambar yang ditambahkan yaitu tentang motif-motif dari teknik shibori, alat,bahan, serta potongan video. Setelah membuat tampilan (interface) tahap selanjutnya membuat flowchart atau alur skenario pembelajaran. Peneliti merancang flowchart bertujuan untuk memudahkan pengguna atau peserta didik ASD dalam menggunakan bahan ajar flipbook. Komponen di dalam flowchart antara lain cover depan, halaman muka, pendahuluan, materi pokok, rangkuman, soal latihan, rangkuman, latihan, daftar pustaka, tes formatif. Kemudian merancang storyboard pada flipbook. Tahapan ini peneliti menyesuaikan tata letak yang mudah dibaca atau dilihat oleh peserta didik berdasarkan dari masukan ahli media. Storyboard di desain dengan menempatkan gambar di antara teks dengan diberi jarak serta ukuran gambar disamakan dengan yang satu dengan yang lainnya. Setelah semua tahapan dilakukan peneliti meminta masukan dan arahan kepada ahli media","173 dengan wawancara. Komentar yang diberikan untuk tahap selanjutnya peneliti memperbaiki tampilan sehingga lebih menarik dan mudah digunakan oleh pengguna atau peserta didik. Pada tahap ketiga develop (pengembangan) yaitu melakukan mengembangkan produk yaitu bahan ajar flipbook sesuai dengan desain yang telah dilakukan. Desain komponen yang telah dikembangkan di masukan dalam bentuk Power Point dengan tampilan warna bernuansa biru dan orange. Setelah menyusun materi dan komponen pada Ms. Power Point untuk selanjutnya di save dalam format Pdf. Tahap selanjutnya menginstal aplikasi FlipBuilder di komputer dan meng-upload materi Pdf dan diterbitkan dalam bentuk link. Selanjutnya peneliti membuat instrumen kuesioner untuk diberikan ke para ahli, namun sebelum memberikan kuesioner kepada para ahli, peneliti melakukan validasi instrumen terlebih dahulu kepada Bapak Dr. Indra Jaya, M.Pd sebagai Ahli Instrumen, beliau merupakan dosen Pendidikan Khusus lulusan S2 dan S3 jurusan Penelitian dan Evaluasi Pendidikan. Beliau menyarankan untuk memperbaiki instrumen sebelum diberikan, masukannya yaitu menambahkan aspek pada Ahli Media dan berbentuk pertanyaan. Setelah selesai dan mendapatkan kategori instrumen layak digunakan, selanjutnya peneliti memberikan hasil perbaikan instrumen beserta produk pengembangan kepada ahli yaitu, Bapak Dr. Cecep Kustandi, M.Pd sebagai Ahli Media, beliau dosen Teknologi Pendidikan, selanjutnya Bapak Dr. Muhammad Arif Taboer, M.Pd sebagai Ahli Desain Pembelajaran adalah dosen Pendidikan Khusus yang khusus mengajar tentang Autisme dan Ibu Dr. Harsuyanti R Lubis, M.Hum sebagai Ahli Materi, beliau dosen Tata Busana di Universitas Negeri Jakarta. Kuesioner penilaian yang diberikan dengan skala Likert. Hasil dari masukan para ahli yaitu menyatakan media flipbook dengan kategori layak digunakan dengan perbaikan, namun para ahli menyarankan tidak perlu melakukan validasi untuk kedua kalinya. Aspek yang dinilai pada media flipbook yaitu dengan Ahli Materi terdapat aspek kurikulum\/materi dengan skor 95%, aspek pembelajaran 100%, dan bahasa 100% sehingga mendapatkan rata- rata skor 95%. Selanjutnya pada Ahli Media terdapat aspek tampilan visual","174 sebesar 81,82%, aspek efektivitas produk 100%, bagi pengguna 100%, sehingga rata-rata skor untuk Ahli Media sebesar 81,82%. Kemudian Ahli Desain Pembelajaran terdapat aspek Perumusan Kompetensi Dasar dengan Materi dan Strategi Pembelajaran sebesar 100%, Kelayakan Isi Modul 87,5% dan Kelayakan Bagi Pengguna 100%, sehingga mendapat rata-rata skor 87,5%. Pada media flipbook terdapat perbaikan seperti pada Ahli Media yaitu perlu diperbaiki warna teks sehingga lebih kontras, kemudian untuk video tutorial diberikan voice over sehingga pengguna lebih jelas. Selanjutnya terdapat masukan dari Ibu Yanti untuk menyederhanakan materi agar tidak terlalu banyak teks dan menambahkan penilaian kriteria hasil produk pada saat evaluasi. Dalam desain pembelajaran Pak Arif menyarankan untuk menambahkan strategi SAVI yang disesuaikan dengan peserta didik ASD. Setelah masukan dari para ahli dirangkum selanjutnya peneliti memperbaiki media flipbook agar lebih menarik dan mudah dibaca oleh pengguna selain itu peneliti juga melakukan penghitungan skor instrumen dan menyatakan bahwa . Setelah media flipbook selesai divalidasi, peneliti meminta izin kepada kepala Lembaga Pelatihan LSBA yaitu Dr. Chrisdina untuk melakukan penelitian, setelah itu membuat lembar pernyataan kepada orang tua peserta didik untuk melakukan penelitian. Setelah mendapatkan izin, peneliti meminta izin kepada pengajar Teknik Celup Shibori Ibu Anies Alwi. Awal penelitian peneliti mengambil 3 (tiga) peserta didik sebagai penelitian one to one, dengan memberikan penjelasan kepada ketiga siswa tentang bahan ajar flipbook seperti tujuan media dan cara penggunaannya. Setelah peserta didik menggunakan media flipbook, peneliti melakukan wawancara kepada ketiga peserta didik terkait media flipbook. Hasil dari wawancara menyebutkan peserta didik memberikan pernyataan bahwa media flipbook sangat membantu dalam pelajaran Teknik Celup Shibori dikarenakan terdapat video tutorial, selanjutnya menurut mereka media flipbook praktis digunakan dimana saja dan kapan saja, sehingga media flipbook dapat digunakan untuk penelitian selanjutnya. Setelah melakukan penelitian one to one dan memperbaiki dari saran-saran yang diberikan. Peneliti melakukan penelitian small group kepada peserta didik","175 lainnya berjumlah 9 orang. Pada penelitian ini peneliti menggunakan ruang kelas dan meminta izin terlebih dahulu kepada pengajar untuk menayangkan dan menjelaskan bahan ajar flipbook, peneliti juga memberikan buku panduan penggunaan media flipbook. Setelah peserta didik memahami dan menggunakan media flipbook, tahap selanjutnya peneliti memberikan kuesioner dengan skala Guttman dengan jawaban Ya dan Tidak, hal tersebut untuk mempertegas pernyataan peserta didik terhadap media yang akan digunakan. Kemudian peneliti menjelaskan tata cara pengisian kuesioner kepada para peserta didik yang dijadikan sampel penelitian. Setelah peserta didik mengisi kuesioner peneliti menghitung dan mendapatkan hasil skor rata-rata 90 dengan kategori tinggi. Namun peneliti masih melakukan perbaikan media flipbook dari masukan para peserta didik di small group, untuk melanjutkan penelitian ke skala besar field test. Tahap terakhir dalam penelitian pengembangan media flipbook dengan pendekatan SAVI yaitu melakukan uji lapangan besar field test. Uji lapangan besar dilakukan dimulai pada tanggal 8 Januari 2023 dengan melibatkan 18 peserta didik untuk melakukan pretest yaitu dengan melakukan tugas praktek dengan cara berkelompok, hal ini melibatkan pengajar mata latih Teknik Celup Shibori untuk melakukan penelitian. Hal pertama yang dilakukan adalah memberikan tugas praktek untuk pewarnaan kanoko dengan penilaian indikator menyiapkan alat dan bahan, pembuatan pola kain, pewarnaan kain, dan penilaian hasil produk seperti motif, komposisi warna, kreatifitas, dan keharmonisan ide dan motif. Hasil pretest menunjukan nilai yang diperoleh peserta didik rata-rata sebesar 58,83, nilai terendah yang diperoleh peserta didik sebesar 53 dan terbesar 63. Hasil pretest menunjukkan nilai tersebut dibawah KKM yaitu \u226570 yang ditetapkan oleh LSBA. Sehingga masih diperlukan peningkatan nilai untuk mencapai KKM. Selanjutnya peneliti bersama pengajar memberikan pelatihan terhadap penggunaan media flipbook kepada peserta didik selama 2 minggu yang berakhir pada tanggal 20 Januari 2023. Kegiatan ini dilakukan pada masa Semester Pendek yang diterapkan oleh LSBA dengan 3 kali pertemuan dalam 1 minggu, sehingga ditotal terdapat 5 kali pertemuan untuk mengajarkan peserta","176 didik menggunakan media flipbook. Pada pertemuan keenam dilakukan evaluasi dengan soal tes praktek yang sama. Hasil tes posttest menunjukan terdapat peningkatan yang sangat signifikan dari hasil rata-rata pretest dan posttest. Nilai rata-rata posttest sebesar 83,33, sehingga terdapat selisih angka sebesar 24,50. Selanjutnya peneliti menghitung kelayakan media flipbook dengan rumus Uji T yaitu untuk mengukur menguji perbedaan rata-rata antara dua sampel, disini yaitu hasil pretest dan posttest. Untuk menguji Uji T peneliti mengerjakan dengan bantuan Ms. Excel dengan t- Test: Paired Two Sample for Means. Hasil dari Uji T menunjukkan T-Hitung dengan skor 29,4537 lebih besar dari T-Tabel 2.1199 dengan signifikansi 0,05. Sehingga dapat disimpulkan peserta didik dalam menggunakan media flipbook untuk mata latih Teknik Celup Shibori dapat ditingkatkan dengan baik. Setelah menghitung hasil skor Uji T, peneliti memberikan lembar kuesioner dalam skala Guttman untuk melihat respon dari pengguna dari uji skala besar. Hasil dari lembar kuesioner terhadap 18 peserta didik menunjukan rata-rata skor 94 dengan kategori \u201cTinggi\u201d. Namun Dari 18 peserta didik terdapat 1 peserta didik yang menilai \u201cTidak\u201d dari 1 pertanyaan tentang media flipbook menarik digunakan, kemudian terdapat 3 peserta didik yang menjawab \u201cTidak\u201d pada 1 pertanyaan tentang soal latihan mudah dilakukan, dan yang terbanyak sebanyak 7 peserta didik menjawab \u201cTidak\u201d pada soal pertanyaan apakah tampilan media flipbook menarik. Sehingga peneliti melakukan wawancara bagian media mana yang kurang menarik. Setelah mendapatkan masukan dari peserta didik peneliti memperbaiki media flipbook agar lebih menarik dan mudah digunakan. Tahap selanjutnya peneliti melakukan Uji N Gain yang bertujuan untuk melihat keefektifan media flipbook yang akan digunakan peserta didik ASD secara luas. Pada saat menghitung Uji N Gain, peneliti menggunakan Ms. Excel sesuai rumus N-Gain. Hasil menunjukan skor pada uji N-Gain akhir yaitu 59,5 dengan kategori \u201cCukup Efektif\u201d. Dengan hasil yang diperoleh penelitian ini dengan peneliti sudah dapat dinyatakan selesai dikarenakan sudah melewati tahapan yang harus dilakukan dalam penelitian pengembangan.","177 Berdasarkan dari hasil pembelajaran yang diperoleh, dengan nilai persentase yang sangat baik, terdapat perubahan nilai yang sangat signifikan dari nilai pretest rata-rata 58,83 mengalami peningkatan pada posttest dengan rata-rata 83,33 menggunakan media pembelajaran flipbook. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran Flipbook dengan pendekatan SAVI sangat berpengaruh positif terhadap hasil belajar peserta didik. Selain itu juga telah dipaparkan dari peneliti sebelumnya yaitu penelitian dari Nur Hayati Harahap (2021) sebuah penelitian dengan judul \u201cEfektivitas Media Flipbook Berbasis Praktek Langsung Dalam Meningkatkan Keterampilan Vokasional Membuat Puding Ubi Ungu Pada Anak Tunarungu Kelas VIII di SLB N Padang Sidempuan\u201d yang memperoleh hasil penelitian positif dan signifikan terhadap hasil belajar yang belajar yang mencapai 84% dan rata-rata nilai mencapai 93, berdasarkan hal itu media flipbook yang digunakan dikatakan sangat signifikan dapat dilihat dari meningkatnya hasil belajar peserta didik. Kelebihan dari media pembelajaran flipbook dengan pendekatan SAVI ini yaitu dapat mempermudah proses pembelajaran bagi peserta didik ASD dan juga pengajar, selain itu dapat menghemat biaya peserta didik dengan adanya smartphone tidak perlu lagi menggunakan buku ajar dan mengeprint kertas serta dapat digunakan dimana dan kapan saja. Sesuai dengan salah satu karakteristik yang dipaparkan oleh Susilana dan Riyana dalam (Rahmawati et al., 2017) bahwa media flipbook merupakan media digital yang efektif, efisien, dan mengutamakan kemandirian peserta didik dalam melakukan kegiatan belajar sehingga peserta didik mampu memecahkan masalah dengan caranya sendiri. Selain itu seperti yang dilakukan dalam penelitian oleh Dapa (2021) bahwa model pembelajaran SAVI ini dapat mengakomodasi kebutuhan belajar peserta didik berkebutuhan khusus, peserta didik dapat saling peduli dan menerima keadaan satu sama lain, suasana atau iklim dalam pembelajaran sangat inklusif. dan menyenangkan, serta pengajar dapat memahami potensi dan modalitas mahapeserta didik dengan baik. Sehingga itu menjadi kelebihan adanya pembelajaran menggunakan media flipbook dengan pendekatan SAVI","178 Sedangkan kekurangan pada media pembelajaran flipbook dengan pendekatan SAVI ini yaitu harus menggunakan perangkat digital seperti smartphone sehingga mempersulit peserta didik yang tidak memiliki smartphone, selain itu juga membutuhkan jaringan internet yang stabil, dikarenakan apabila jaringan terganggu proses membuka medianya lama. Kemudian dari sisi kesehatan jika terlalu lama menggunakan smartphone dapat membahayakan mata. Oleh karena itu solusi untuk media pembelajaran flipbook dengan pendekatan SAVI untuk penelitian kedepannya yaitu dibuat semenarik mungkin, lebih ditingkatkan kualitas dari menu pada media seperti voice over diperbanyak dan agen pedagogiknya dibentuk 3D sehingga dapat menarik peserta didik. Berdasarkan informasi yang diperoleh dan penjelasan diatas ditinjau dari valid, layak, dan efektifnya media yang dikembangkan setelah dilakukan revisi dari beberapa tahap sebelumnya sudah memenuhi kriteria valid, layak, dan cukup efektif sesuai dengan uji coba yang dilakukan sehingga media yang dikembangkan ini bisa diterapkan di lembaga LSBA dan membantu proses jalannya pembelajaran. Bahan ajar media flipbook ini dapat diaplikasikan oleh siswa-siswi LSBA sehingga meningkatkan nilai mata latih Teknik Celup Shibori. Hasilnya siswa dapat lebih terampil dan cakap sehingga bisa menjadi bekal masa depan siswa untuk bekerja atau berusaha dan diapresiasi oleh masyarakat sekitar. Seperti diharapkan dari pengertian pendidikan vokasi yaitu pendidikan yang menyiapkan terbentuknya keterampilan, kecakapan, pengertian, perilaku, sikap, kebiasaan kerja, dan apresiasi terhadap pekerjaan-pekerjaan yang dibutuhkan oleh segenap masyarakat dunia usaha\/industri diawasi oleh masyarakat dan pemerintah, atau dalam sebuah kontrak dengan lembaga serta berbasis produktif (Sukoco et al., 2019). Serta penyusunan program pembelajaran bidang keterampilan yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan belajar peserta didik dapat meningkatkan partisipasi peserta didik autis di sekolah inklusif baik secara fisik, sosial, dan prestasi belajar (Prayogo, 2019).","179 C. Keterbatasan Penelitian Penelitian pengembangan media flipbook dengan pendekatan SAVI telah dilakukan dengan sebaik mungkin, serta sesuai dengan prosedur penelitian pengembangan, namun peneliti menyadari bahwa hasil yang diperoleh tidak luput dari kekurangan atau kelemahan-kelemahan akibat keterbatasan yang ada selama proses penelitian, sehingga menimbulkan hasil yang kurang sesuai seperti yang diharapkan. Keterbatasan yang dapat diamati dan terjadi selama proses penelitian ini baik sebelum, selama, hingga akhir peneltian dapat dijelaskan yaitu, sebelum penelitian peneliti mengalami kendala dalam menentukan permasalahan yang terjadi disebuah lembaga pendidikan khususnya dalam peserta didik ASD, dikarenakan masalah yang dihadapi peserta didik ASD yang berkaitan dengan pembelajaran sangat kompleks, mulai dari masalah perilaku, pubertas, komunikasi, dan belajarnya. Oleh karena itu peneliti mengobservasi dengan bertanya kepada pihak lembaga baik pengajar, staff, serta kepala lembaga LSBA untuk mendapatkan masalah yang paling menonjol diantara masalah peserta didik ASD. Setelah berdiskusi peneliti menemukan bahwa salah satu visi dari LSBA yaitu \u201cMemberikan kesempatan kepada remaja berkebutuhan khusus untuk mendapatkan pelayanan pendidikan khusus sesuai dengan potensi dan kemampuannya\u201d, maka peneliti mencara permasalahan yang berkaitan dengan keterampilan vokasional untuk menunjang karir peserta didik ASD dikemudian hari. Peneliti menelusuri masalah yang dihadapi peserta didik dalam keterampilan vokasional dengan cara menganalisis kebutuhan terhadap masalah belajarnya. Sehingga ditemukan dari beberapa keterampilan yang diberikan oleh LSBA mata latih Teknik Celup Shibori merupakan mata latih unggulan, dikarenakan hasil yang diproduksi oleh peserta didik setelah lulus dari LSBA memiliki nilai jual dan dalam menjualnya mudah dikarenakan banyak peminat. Oleh karena itu peneliti memfokuskan penelitian terhadap masalah yang dihadapi peserta didik dari mata latih shibori dikarenakan mengalami penurunan yang signifikan. Selain penurunan nilai mata latih Teknik Celup Shibori sangat bermanfaat keterampilannya bagi peserta didik dikarenakan beberapa teknik","180 seperti melipat, menggulung, mengikat merupakan salah satu terapi bagi peserta didik dalam melatih motorik halus, sensori, dan bersosialisasi, dikarenakan dalam membuat pewarnaan kain memerlukan pembelajaran kolaboratif, karena kemampuan peseta didik ASD sangat beragam ada yang mampu melipat, namun sulit mengikat, ada yang mampu mencelup namun sulit membuat pewarna, dan seterusnya. Pembelajaran kolaboratif yang dilakukan dapat meminimalisir kegagalan produksi pewarnaan kain sehingga mendapatkan hasil yang maksimal. Setelah menemukan masalah yang dihadapi peserta didik ASD peneliti juga menemukan kendala yaitu mendapatkan silabus mata latih Teknik Celup Shibori yang sesuai dengan standar seperti terdapat Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Materi Pokok\/Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran, Indikator Pencapaian Kompetensi, Penilaian, Alokasi Waktu, dan Sumber Belajar (Tim Pusdiklat, 2016). Silabus yang diperoleh peneliti belum sesuai sehingga peneliti perlu menyesuaikan dengan menentukan Tujuan Pembelajaran dari latar belakang masalah peserta didik ASD yang dihadapi, selain itu peneliti menghadapi kendala terhadap menemukan materi Shibori, dikarenakan pengajar belum maksimal dalam menyusun materi shibori yang disesuaikan dengan pelajarannya, sehingga peneliti perlu menambahkan dengan berdiskusi kepada ahli materi. Dari masalah diatas dikarenakan pengajar yang mengampu mata latih Teknik Celup Shibori bukan dari lulusan guru atau pengajar, sehingga kaidah- kaidah dalam merumuskan tujuan serta menyusun materi memiliki kendala. Selain kendala yang dihadapi peneliti diatas, selanjutnya peneliti menemukan hambatan untuk melakukan analisis kebutuhan kepada para peserta didik ASD pada Batch 7 yang berjumlah 30, dikarenakan memiliki jadwal yang berbeda tiap kelas, sehingga perlu berdiskusi kepada orang tua peserta didik dengan pengajar-pengajar yang lain untuk menentukan waktu penelitian. Peneliti juga menhadapi kendala untuk menjelaskan kepada peserta didik ASD dalam menjelaskan cara mengisi kuesioner dikarenakan menurut mereka yang dilakukan peneliti adalah ujian, maka peneliti bersama pengajar memberikan penjelasan","181 bahwa hal ini bukanlah ujian melainkan ingin mengetahui masalah yang dihadapi peserta didik dalam proses pembelajaran pada mata latih Teknik Celup Shibori. Setelah peneliti mempersiapkan sebelum penelitian pengembangan yang telah dijelaskan diatas, peneliti juga menemukan kendala pada saat penelitian, yaitu pertama peneliti bersama pengajar berdiskusi untuk memilih peserta didik 3 orang yang bervariasi kemampuannya mulai dari yang rendah, sedang, dan tinggi. Peneliti melakukan research dengan melihat rata-rata nilai peserta didik, sehingga menemukan peserta didik mana yang memiliki kemampuan ringan, sedang, dan tinggi untuk dijadikan bahan penelitian one to one dan small group. Setelah menentukan peserta didik ASD, kendala yang dihadapi yaitu menentukan hari untuk melakukan penelitian uji skala besar (field test) yang dilakukan oleh 18 peserta didik ASD dikarenakan mereka memiliki waktu yang bersamaan dengan mata latih lainnya. Sehingga peneliti melakukan diskusi dengan pengajar lain dan meminta izin kepada lembaga LSBA untuk melakukan uji skala besar. Kendala yang peneliti hadapi selain proses sebelum dan selama melakukan penelitian, peneliti juga mengalami kendala pada saat menghitung hasil dari uji skala perorangan, kecil, dan besar, dikarenakan keterbatasan peneliti dalam menghitung menggunakan rumus. Namun dengan berdiskusi kepada teman seangkatan peneliti menemukan cara menghitung dengan benar. Sehingga hasil yang diperoleh menunjukan bahwa peserta didik ASD dengan media flipbook dapat meningkatkan motivasi dan belajar belajar dikarenakan dapat memutar kembali materi yang dipelajarinya baik di LSBA maupun dirumah. Selain meningkatkan motivasi dan minat belajar, peserta didik juga mengalami peningkatan nilai pada mata latih Teknik Celup Shibori yang cukup signifikan, sehingga peserta didik ASD mendapatkan skor melebihi KKM yang ditentukan oleh LSBA. Dari sisi pengajar juga dengan adanya media flipbook, pengajar dapat terbantu dalam proses pembelajaran dikarenakan pendekatan yang dimiliki oleh media flipbook.","BAB V KESIMPULAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian pengembangan yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1. Langkah-langkah pengembangan media pembelajaran flipbook dengan pendekatan SAVI telah memenuhi sesuai kriteria untuk peserta didik ASD pada batch 7 di LSBA Jakarta dilakukan dengan prosedur pengembangan R&D dengan model tahapan DDD-E yaitu: (1) Decide (Pengambilan keputusan) yang terdiri dari keefektifan pengembangan, kesesuaian media, dan kemampuan peserta didik, (2) Design (Perancangan) yang terdiri dari pemilihan format dan rancangan awal, (3) Develop (Pengembangan), dan (4) Evaluated (Evaluasi), media pembelajaran flipbook dengan pendekatan SAVI yang memenuhi sesuai kriteria. 2. Kelayakan dalam mengembangkan multimedia flipbook dengan pendekatan SAVI pada mata latih Teknik Celup Shibori untuk pelatihan vokasi peserta didik ASD sesuai dengan penelitian yang sudah dilaksanakan. Kelayakan pada penelitian ini dinilai oleh ahli media, ahli materi, ahli desain pembelajaran, serta peserta didik. Dapat disimpulkan bahwa bahan ajar flipbook dengan pendekatan SAVI layak digunakan. 3. Efektivitas multimedia flipbook dengan SAVI pada mata latih teknik celup shibori untuk pelatihan vokasional peserta didik ASD setelah dilakukan penilaian pada penelitian ini. Berdasarkan penilaian dari hasil posttest dan pretest dari peserta didik dengan uji lapangan skala besar sebanyak 18 responden dapat disimpulkan cukup efektif. Hasil nilai uji T sebesar 29,45 sedangkan t-tabel 2.1199 sehingga t-hitung lebih besar dibandingkan t- tabel. Berdasarkan hasil nilai uji T sebesar 59,5 dinyatakan cukup efektif. 182"]


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook