Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore MAJALAH LITERASI EDISI VIII - APRIL 2022

MAJALAH LITERASI EDISI VIII - APRIL 2022

Published by Abdur Rohman, 2022-05-27 09:11:25

Description: Majalah Literasi edisi VIII 2022 mengulas tentang Digitalisasi Buku Semakin Pesat, Mediaguru dengan
KUBUKU Bersinergi. Ada juga ulasan Mewujudkan Jawa Timur Provinsi Literasi. Perpustakaan Digital Bisa
Jadi Alternatif Pengganti Perpustakaan Fisik, dan puluhan Opini para penulis dari seluruh Indonesia. Serta ada juga rubrik fotografi dan karya sastra tampil juga pada edisi ini.

Search

Read the Text Version

ARTIKEL 249 OPINI MG MEI 2022 PENTINGNYA PEMBELAJARAN DIFERENSIASI Oleh: Siti Zulaikah, S.Pd. Guru SDN Pacarkembang 1/192 Surabaya Pergantian pembelajaran yang berpusat kurikulum sudah kepada murid. Pembelajaran sebelas kali terjadi yang mampu memberikan di negeri tercinta pelayanan berdasarkan ini. Namun, kebutuhan murid adalah pelaksanaan pendidikan di pembelajaran diferensiasi. Indonesia hingga saat ini masih cenderung bersifat Menurut Tomlinson dan klasikal massal. Program Edison (2003), pembelajaran pendidikan dilaksanakan diferensiasi di sekolah dasar untuk melayani murid adalah pembelajaran yang sebanyak-banyaknya. Intinya secara proaktif melibatkan pembelajaran di kelas masih murid selama prosesnya, berpusat pada guru. Guru serta memandang kelas- yang berperan penting dalam proses pembelajaran. Guru sebagai pendidik harus mampu memberikan pelayanan berdasarkan kebutuhan murid yang memiliki beragam bakat dan minat. Bukan murid yang menyesuaikan strategi pembelajaran guru. Akan tetapi, guru harus mau dan mampu mewujudkan Majalah Literasi Indonesia | MG

250 ARTIKEL OPINI MG MEI 2022 kelas sekolah dasar sebagai kelebihannya. Guru tidak kelas yang memadukan dibenarkan menyamakan berbagai kesiapan, minat, cara mendidik dan dan profil belajar murid. menuntun murid. Guru tidak bisa memaksakan seorang Penulis yang sudah murid langsung memahami melaksanakan pembelajaran materi yang diajarkan dan berdiferensiasi sangat mencapai nilai maksimal meyakini bahwa setiap murid secara instan dengan gaya memiliki keunikan tersendiri belajar yang sama. di balik kelemahan dan MG | Majalah Literasi Indonesia

ARTIKEL 251 OPINI MG membaca, atau menulis. Pembelajaran diferensiasi MEI 2022 mempunyai tiga komponen “ Pada akhirnya penting. Pertama adalah penulis berharap isi, yaitu hal apa saja yang dipelajari murid yang semua guru berkaitan dengan kurikulum dan materi. Guru harus melaksanakan pandai memodifikasi keduanya berdasarkan pembelajaran gaya belajar murid. Kedua, proses, yaitu cara murid diferensiasi yang berinteraksi dengan materi yang menentukan pilihan mampu meningkatkan belajar murid. Ketiga, produk, yaitu bukti nyata motivasi. Hal ini bisa dari hal-hal yang sudah dipelajari dan dipahami membantu mereka murid. Sebagai contoh murid yang suka menggambar mencapai hasil menghasilkan produk sebuah gambar, murid belajar yang optimal pendiam menghasilkan tulisan, dan murid yang suka dengan produk yang bicara menghasilkan cerita atau presentasi. dihasilkan sesuai Pada akhirnya penulis dengan minatnya. berharap semua guru melaksanakan pembelajaran Memetakan kebutuhan diferensiasi yang mampu murid berdasarkan minat, meningkatkan motivasi. Hal kesiapan belajar, dan profil ini bisa membantu mereka belajar adalah langkah mencapai hasil belajar yang awal yang harus dilakukan optimal dengan produk yang guru. Setiap guru harus dihasilkan sesuai dengan mengetahui minat murid minatnya. n untuk mengorelasikan materi dengan proses, produk, dan Majalah Literasi Indonesia | MG konten yang akan dilalui murid. Kesiapan belajar atau readiness diperlukan saat guru akan memberikan konten kepada murid agar mereka tidak terbebani dalam proses pembelajaran. Sementara itu profil belajar murid mengacu pada gaya belajar di kelas yaitu visual, audiotori, kinestetik,

252 ARTIKEL OPINI MG MEI 2022 ADA APA DENGAN PTM 100 PERSEN Oleh: Sri Budi Handayani Guru SMA Negeri 1 Gresik Covid-19 memang dan perekonomian lesu. benar-benar Bagaimana di sektor pen- belum hengkang didikan? Covid-19 menjadi dari bumi ini. Bah- catatan tersendiri dalam kan telah berganti perkembangan sejarah wajah. Sebut saja varian delta bangsa ini. Awal 2019 menjadi dan omicron. “Varian terakhir tonggak peringatan seluruh ini terdeteksi masuk ke Indo- bangsa di dunia ini bahwa nesia Januari 2022,” ungkap sebagian dari sanak saudara, Airlangga Hartarto dalam kerabat, dan keluarga pergi Evaluasi Pemberlakuan Pem- selama-lamanya menghadap batasan Kegiatan Masyara- Sang Pencipta disebabkan kat (PPKM) mingguan yang Covid-19. Sampai sekolah- disiarkan melalui Youtube sekolah harus menerapkan Sekretariat Presiden. lockdown guna mencegah penyebaran Covid yang Cukup. jangan sampai ada merajalela. tambahan varian lagi masuk ke Indonesia. Usaha pemer- intah untuk menekan angka kematian karena Covid-19 patut diapresiasi. Hal ini dapat dilihat dalam penanga- nan pasien Covid-19, pemu- lasaran jenazah Covid-19, dan pemberian vaksin kepada masyarakat. Harus diakui kalau Covid-19 telah memporak-porandakan seluruh lini kehidupan. Sek- tor pariwisata nyaris lumpuh MG | Majalah Literasi Indonesia

ARTIKEL 253 OPINI MG MEI 2022 Walaupun kasus Covid-19 Pemberian vaksin menjadi masih belum sirna di negeri tumpuan harapan banyak ini, penyelenggaraan PTM orang agar terlindungi dari terus menggelinding bak penularan Covid-19. Namun, bola panas. Tepatnya Januari tidak sedikit yang meragu- 2022 seluruh satuan pendi- kan keandalan vaksin terse- dikan pada wilayah PPKM but sehingga diperlukan level 1, 2, dan 3 wajib melak- pendekatan dan sosialisasi sanakan PTM terbatas. Hal tentang pentingnya vaksin. ini merujuk SKB 4 menteri Para pendidik, peserta didik, tentang PTM. Menyoal PTM dan tenaga kependidikan 100 persen menyisakan harus mendapat prioritas tanya. Orang tua tidak punya pelayanan vaksin secara leng- pilihan dan harus mengikuti kap agar tidak menimbulkan ketentuan tersebut. Di sisi kekhawatiran. lain memang PTM sangat dirindukan banyak pihak. Pemerintah jangan kendur Tapi, orang tua juga masih melakukan pemantauan mengkhawatirkan kondisi untuk persiapan sekolah anak-anaknya. PTM 100 persen. Jika kondisi sekolah belum memenuhi Majalah Literasi Indonesia | MG

254 ARTIKEL OPINI MG MEI 2022 persyaratan sebaiknya diberi waspada dan prokes pun kelonggaran untuk meny- ditegakkan baik di dalam elenggarakan pembelajaran kelas atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) sampai seko- maupun di luar kelas (jam lah benar-benar memenuhi istirahat). Mulai di pintu standar kelayakan PTM. masuk utama sekolah dan di depan kelas masing-masing Meskipun demikian, seko- disediakan tempat cuci tan- lah setiap saat mengajak gan dengan air mengalir dan warga sekolah agar tidak sabun. lengah untuk menerapkan protokol kesehatan seperti Tampaknya PTM 100 persen memakai masker, men- perlu ditinjau kembali karena jaga jarak, mencuci tangan, kondisi berubah dan terjadi menghindari kerumunan, lonjakan Covid-19 varian dan membatasi mobilitas. Omicron pada awal Februari. Hal ini harus menjadi per- Beberapa kelas terpaksa lock- hatian utama sejak aktivitas down bila terdapat peserta mulai marak di berbagai didik dinyatakan positif atau tempat. salah satu keluarga peserta didik seperti saudara atau Wajah pendidikan mulai orang tua yang serumah juga cerah. Pembelajaran pun positif Covid-19. berlangsung dengan aman dan nyaman. Sekolah pun Akhirnya, PTM tidak 100 tak segan-segan mengingat- persen lagi. Selanjutnya kan bahwa anak-anak yang pemerintah menggunakan mengikuti pembelajaran pertimbangan-pertimban- harus sehat dan mengon- gan yang lebih matang. sumsi makanan yang sehat Memang manusia hanya bisa agar imun terjaga. Saat PTM berencana, tapi Tuhan berke- 100 persen kantin di sekolah hendak lain. Semua ranah tidak diperbolehkan buka. baik kesehatan, pendidikan, Jadi, mau tidak mau anak- pariwisata, dan ekonomi anak harus membawa bekal. harus bersabar menghadapi Orang tua pun diajak kerja ujian Covid-19. Kondisi negeri samanya untuk memantau ini diharapkan bisa kembali kondisi anak-anaknya. normal dan warganya bisa beraktivitas kembali. Tidak Sebisa mungkin anak-anak perlu menyalah-nyalahkan diantar orang tua bukan berbagai pihak karena bisa menggunakan transportasi mengganggu imun. n umum. Sekolah pun tetap MG | Majalah Literasi Indonesia

ARTIKEL 255 OPINI MG MEI 2022 URGENSI SEKOLAH MODEL LITERASI Oleh: Sri Siti Rasida, S.Pd., M.Si. Guru SMP Negeri 3 Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumut Indonesia telah literasi gencar dilaksanakan. mencanangkan Gerakan Aktivitas membaca Literasi sekolah (GLS) dan menulis menjadi melalui Permendikbud tumpuannya. Gerakan No. 21 2015 tentang Literasi Sekolah merupakan Penumbuhan Budi Pekerti. sebuah upaya yang dilakukan Sejak saat itu kegiatan secara menyeluruh untuk Majalah Literasi Indonesia | MG

256 ARTIKEL OPINI MG MEI 2022 menjadikan sekolah sebagai “ Tujuan GLS organisasi pembelajar yang sangat luar warganya literat sepanjang biasa sehingga hayat melalui pelibatan sekolah tidak publik (Kemendikbud, 2016). bisa dilepas begitu saja melaksanakannya. Tujuh tahun kegiatan Peranan dinas di literasi dilaksanakan faktanya masing-masing daerah minat membaca pelajar sangat menentukan Indonesia masih rendah. keberhasilan, baik UNESCO menyebutkan dalam pelaksanaan, minat baca masyarakat pengembangan, Indonesia hanya 0,001 persen. maupun apresiasi. Artinya, dari 1000 orang Indonesia hanya satu orang semua sekolah mampu yang gemar membaca. Hal menafsirkan, merancang, ini menggambarkan tujuan dan melaksanakan kegiatan dan muara berliterasi untuk literasi dengan baik. menumbuhkan budi pekerti pelajar yang luhur masih jauh dari yang diharapkan. Permendikbud No. 21 2015 telah dilaksanakan. Sayangnya sekolah melaksanakan amanat permendikbud ini sendiri- sendiri. Dengan penafsiran masing-masing. Berjalan begitu saja dengan pengawasan ala kadarnya dan capaian yang tidak jelas. Jika sekolah ditanya atau diberi daftar isian supervisi tentang pelaksanaan literasi di sekolah, jawabnya pasti sudah. Namun, bagaimana literasi itu dilaksanakan di sekolah maka jawabannya bisa beragam. Fakta di lapangan memperlihatkan tidak MG | Majalah Literasi Indonesia

ARTIKEL 257 OPINI MG MEI 2022 Jangankan di satu daerah, Tidak terbangun kesadaran di satu kecamatan saja pada mereka menumbuhkan pelaksanaan literasi sekolah budi pekerti anak didik berbeda-beda. Hal ini sebagai menjadi tanggung jawab indikasi GLS yang telah bersama. dilaksanakan tidak bermuara mencapai tujuan yang sama. Oleh karena itu, alangkah Tidak ada indikator yang jelas baiknya pemerintah keberhasilan kegiatan literasi menginisiasi untuk membuat di sekolah itu seperti apa. sekolah model literasi. Sekolah model literasi ini Hal ini diperparah dengan menjadi rujukan bagi sekolah pemikiran sebagian besar lain untuk menerapkan guru bahwa kegiatan literasi literasi di sekolahnya masing- di sekolah menjadi tanggung masing. Sekolah-sekolah jawab guru tertentu saja. dapat melihat keberhasilah Guru bahasa Indonesia atau sekolah model literasi dalam guru yang ditunjuk semata. menerapkan literasi di sekolah itu. Kreativitas dan inovasi di setiap sekolah mungkin bervariasi, namun bagaimana menjalankan literasi di sekolah bisa diimitasi dari sekolah model literasi tempat merujuk. Tujuan GLS sangat luar biasa sehingga sekolah tidak bisa dilepas begitu saja melaksanakannya. Peranan dinas di masing- masing daerah sangat menentukan keberhasilan, baik dalam pelaksanaan, pengembangan, maupun apresiasi. Jika GLS dianggap mengangkat banyak hal di kancah nasional dan internasional mengapa sekolah dibiarkan menjalankannya sendiri tanpa pedoman? n Majalah Literasi Indonesia | MG

258 ARTIKEL ESAI MG APRIL 2022 MENGHAPUS STIGMA NEGATIF GUNUNG KEMUKUS Oleh: Sriyono, S.Pd. Kepala SMP Negeri 3 Geyer, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah Objek wisata Kecamatan Sumberlawang, Gunung Kabupaten Sragen, Jawa Kemukus berada Tengah. Tempat ini dikenal di Dusun Soko, oleh masyakat sebagai Desa Pendem, tempat peristirahatan MG | Majalah Literasi Indonesia

ARTIKEL 259 ESAI MG kabar dari Amy Ziniak, seorang penulis berita untuk APRIL Daily Mail Australia, pada 18 2022 November 2014. “Selamat “ Adanya mitos datang di Sex Mountain, yang sudah situs religi terpencil di Indonesia. Tempat pria, berkembang ibu rumah tangga, dan politisi yang sudah menikah sejak turun pergi berhubungan seks dengan orang asing … untuk temurun tentang membawa keberuntungan bagi diri mereka sendiri.” ritual seks menjadikan Berita tersebut sangat tujuan ziarah bukan merisaukan peziarah, pemilik usaha, penyedia untuk mendekatkan jasa, dan masyarakat yang menggantungkan hidup diri kepada Tuhan. dari keberadaan Gunung Kemukus. Berita ini sekaligus Justru untuk membuat telinga Gubernur Jawa Tengah Ganjar mendapatkan Pranowo, dan Bupati Sragen Agus Fathurahman, beserta keuntungan dan jajarannya memerah. kesenangan diri Sesungguhnya kedatangan mereka mempunyai sendiri. tujuan mulia untuk berziarah. Namun, sebagian terakhir Pangeran Samodro, pengunjung memanfaatkan bangsawan dari Kerajaan kegiatan religi itu untuk Demak. Pro dan kontra tujuan negatif. Adanya mitos tentang Pangeran Samudro yang sudah berkembang menjadi hal yang biasa bagi sejak turun temurun tentang masyarakat. ritual seks menjadikan tujuan ziarah bukan untuk Jumat Pon adalah hari mendekatkan diri kepada istimewa. Kehadiran peziarah Tuhan. Justru untuk membawa berkah bagi mendapatkan keuntungan masyarakat sekitar. Mulai dan kesenangan diri sendiri. dari tukang ojek, pemilik warung, penginapan, tempat karaoke, jasa parkir, tukang pijat, pengamen, pengemis, hingga pencopet sekali pun. Restribusi daerah juga bertambah. Namun, kedamaian dan ketenangan peziarah mulai terusik sejak beredarnya Majalah Literasi Indonesia | MG

260 ARTIKEL ESAI MG “ Sejak Oktober APRIL 2020 mulai berdiri 2022 bangunan megah di kawasan New Kemukus. Pintu muhrim. Sudah selayaknya gerbang, loket masuk, jika pemerintah Kabupaten jalan, jembatan, Sragen mendukung Ganjar tempat parkir luas, Pranowo yang menyebut pusat kuliner, gardu praktik ritual seks sebagai pandang, dermaga aliran sesat dan harus segera perahu, area bermain, melakukan penertiban di dan spot foto. wilayah Gunung Kemukus. Keberadaan warung, rumah Sejak Oktober 2020 mulai karaoke, dan penginapan berdiri bangunan megah menambah subur praktik di kawasan New Kemukus. seks. Sebagian dari mereka Pintu gerbang, loket masuk, memiliki keyakinan jalan, jembatan, tempat jika tindakan itu bisa parkir luas, pusat kuliner, mempercepat tercapainya gardu pandang, dermaga tujuan. Harapan memperoleh perahu, area bermain, dan kekayaan dan kedudukan spot foto. Hal ini akhirnya tinggi cepat terwujud. Tak menghapus stigma negatif perlu menunggu tujuh menjadi New Kemukus yang Jumat Pon yang setara nyaman untuk keluarga dan dengan delapan bulan. peziarah. n Ziarah sejatinya mengingatkan kita untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Bukan untuk tujuan maksiat dengan mencari kenikmatan sesaat dengan pasangan yang bukan MG | Majalah Literasi Indonesia

ARTIKEL 261 OPINI MG APRIL 2022 TRIK JITU KEPALA SEKOLAH YANG DIRINDU Oleh: Sulistyaningsih, S.Pd.SD Kepala Sekolah SD Negeri 5 Sindurejo Menjadi kepala tangan. Tidak hanya tanda sekolah tidak tangan. Kepala Sekolah semudah harus mampu memahami membalikkan kebutuhan sekolah dan telapak siswa. Untuk menarik calon Majalah Literasi Indonesia | MG

262 ARTIKEL OPINI MG MEI 2022 “ Pemerintah dengan strategi dan sebenarnya menyiasati dengan lomba sudah berupaya atau petandingan yang tidak meminimalisasi diminati oleh sekolah lain penyelewengan karena biaya tinggi. anggaran dana BOS, namun itu sangat sulit. Untuk masalah dana BOS, Kenyataannya masih walaupun kepala sekolah ada oknum yang dan bendahara adalah menyalahgunakannya. sebagai pengelola, bukan berarti kepala sekolah dapat siswa baru juga perlu melakukan semaunya diupayakan dengan cara sendiri. Banyak kepala menggali bakat dan keahlian sekolah yang ikut membawa siswa agar tersalurkan uang BOS, sengaja dikelola dengan baik. Dapat juga sendiri dan tidak transparan, yang akhirnya laporan BOS dipalsukan dan direkayasa. Pemerintah sebenarnya sudah berupaya meminimalisasi penyelewengan anggaran dana BOS, namun itu sangat sulit. Kenyataannya masih ada oknum yang menyalahgunakannya. Saat ini menjadi kepala sekolah harus bisa menjadi pemimpin yang dirindukan dan akan dikenang oleh warga sekolah bila ditinggalkan. Kepala sekolah harus mampu menciptakan betapa ia sangat dibutuhkan oleh warga sekolah dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan. Kepala sekolah harus memiliki kreativitas yang tinggi untuk memajukan sekolah. Terbukti dengan MG | Majalah Literasi Indonesia

ARTIKEL 263 OPINI MG “ Kepala sekolah harus memahami MEI pentingnya 2022 hubungan yang mengikuti lomba yang harmonis antarwarga sekiranya tidak diminati dan sekolah. Selalu tidak ada ketertarikan oleh bijaksana dalam sekolah lain dengan alasan mengambil keputusan, biaya bisa kita ambil sebagai tidak bertindak kesempatan. Contohnya semaunya sendiri. sudah terbukti di SDN 5 Sindurejo. Dalam waktu dua Semoga tulisan ini dapat tahun sudah memperoleh bermanfaat bagi pembaca kejuaraan di kabupaten terutama bagi kepala sekolah dengan 13 medali, baik emas dan calon kepala sekolah. maupun perak. Ini adalah Mari kita bersama-sama cabang olahraga panahan memajukan negeri tercinta yang sekolah lain enggan ini. Sekarang pemerintah mengikuti karena alasan sedang merindu sosok kepala biaya. sekolah seperti ini, yang akan memberikan dampak bagi Kepala sekolah yang hebat kemajuan pendidikan yang akan menghasilkan siswa akan datang. Insyaallah. n yang hebat pula. Kepala sekolah harus mampu menjadi contoh untuk guru bagaimana memajukan sekolahnya. Hebat tidak hanya itu, tapi kepala sekolah juga harus memiliki tekad, kemauan, dan kesabaran untuk memimpin. Kepala sekolah harus giat dalam proses belajar mengajar. Dapat menunjukkan komitmen yang besar untuk siswa, mengisi jam kosong karena gurunya berhalangan hadir. Kepala sekolah harus memahami pentingnya hubungan yang harmonis antarwarga sekolah. Selalu bijaksana dalam mengambil keputusan, tidak bertindak semaunya sendiri. Majalah Literasi Indonesia | MG

264 ARTIKEL OPINI MG MEI 2022 Implementasi AKM Tuntut Fasilitas yang Memadai Oleh: Sundari, S.Pd., M.Pd. Kepala Sekolah dan Guru di SDI Riyadlul Mubtadiin Kedok Turen Malang Pada April yang lalu, minimal (AKM) adalah ujian siswa kelas lima nasional berbasis komputer di sekolah kami yang berupa AKM literasi telah melakukan dan AKM numerisasi. Para asesmen siswa terutama pada tingkat berbasis komputer (ANBK). satuan pendidikan dasar Keterbatasan komputer masih belum akrab dengan yang menyebabkan pola asesmen yang baru pelaksanaan ujian menjadi itu. Maka tak heran jika dua tahap. Perubahan dalam kenyataannya masih tersebut diputuskan oleh ada guru dan peserta didik menteri pendidikan dan yang mengalami kesulitan. kebudayaan (mendikbud) Model evaluasi yang baru Nadiem Makarim. Dengan itu pada asesmen nasional perlahan ujian nasional telah diganti dengan asesmen nasional yang sudah dimulai sejak 2021. Sebagai gantinya, telah memperkenalkan tiga instrumen baru, yaitu asesmen kompetensi minimal (AKM), survei karakter, dan survei lingkungan. Pergantian itu tentu saja membawa efek tersendiri. Asemen kompetensi MG | Majalah Literasi Indonesia

ARTIKEL 265 OPINI MG MEI 2022 tidak lagi menyangkut permasalahan berikut pengevaluasian capaian penyelesaiannya dan peta peserta didik secara individu, risiko saat penyelenggaraan akan tetapi mengevaluasi UNBK. Mandiri dalam dan memetakan sistem melakukan intensifikasi pendidikan secara holistik pelatihan dan workshop berupa input, proses, dan oleh proktor, teknisi, guru, hasil. siswa, dan pemangku kepentingan lain yang Mendikbud mengharapkan terlibat dalam pelaksanaan perubahan standar kelulusan AKM. Akan mengalami dari ujian nasional menjadi kesulitan jika penyedia asesmen nasional bisa jasa tidak melakukan mendorong perbaikan pemerataan dan penyamaan mutu pembelajaran dan pelayanan koneksi jaringan hasil belajar peserta didik internet antarsekolah dan di Indonesia. AKM literasi antardaerah. dan numerasi dilihat sebagai instrumen strategis Kita dituntut untuk dalam menggenjot mutu adaptif dalam kehidupan pendidikan. Pendidikan di sehingga harus berkembang Indonesia diharapkan akan menyesuaikan diri dengan berubah sesuai dengan kemajuan teknologi informasi perkembangan teknologi dan komunikasi. Semangat yang sangat pesat. untuk berliterasi membaca dan literasi matematika Tentunya kemendikbud (numerasi). Sedikit sulit telah menyiapkan dan namun harus berusaha melakukan beberapa untuk mengikuti instrumen antisipasi agar AKM bisa yang dirancang demi terselenggara lebih baik. menghasilkan informasi Sebagai penyelenggara yang memicu perbaikan pendidikan sekolah dasar kualitas belajar-mengajar, tentu berusaha dalam yang pada gilirannya dapat pemenuhan kebutuhan meningkatkan hasil belajar infrastruktur dan fasilitas murid. Berusaha baik dan penyelenggaraan AKM. Harus bijak dalam mengikuti mandiri dalam memberikan perubahan zaman sehingga tindakan positif digital agar belajar tidak merasa ada tidak ada kesenjangan digital. beban. n Belum bisa mencermati Majalah Literasi Indonesia | MG

266 ARTIKEL OPINI MG MEI 2022 PARADIGMA KURIKULUM PROTOTIPE Oleh: Susanti, M.Pd. Guru Fisika SMAN 1 Surabaya Pandemi Covid-19 sekolah di Amerika Serikat membawa dampak pada 2021 untuk mata buruk bagi dunia pelajaran matematika pendidikan, mengalami penurunan yakni hilangnya 10 poin. Sedangkan untuk kemampuan atau potensi kemampuan membaca, kemampuan akademik nilai mereka tertinggal siswa. Baik dalam hal pengetahuan sembilan poin. Tentunya maupun hasil tersebut keterampilan dibandingkan yang dikenal dengan sebelum dengan pandemi. istilah learning Hal serupa loss. juga terjadi di Mendikbudristek Indonesia, riset Nadiem Makarim Bank Dunia yang dirilis menyebut learning September 2021 loss sebagai kerugian lalu menyebutkan, besar bagi para murid. Nadiem menilai, anak penutupan sekolah sejak Indonesia seperti kehilangan awal 2020 hingga Juni 2021 satu tahun pendidikan telah meng­akibatkan hilang­ akibat dilaksanakannya nya sekitar 0,9 tahun waktu pembelajaran jarak jauh (PJJ). pembelajaran dan 25 poin skor PISA di bidang kemampuan Laporan riset seperti yang membaca. Me­ngutip laporan dilansir oleh acerforeducation. tersebut, learning loss telah id, 16/11/2021 menunjukkan mengakibatkan 70% anak bahwa, dari 1,6 juta siswa sekolah dasar di Indonesia memiliki nilai kemampuan MG | Majalah Literasi Indonesia

ARTIKEL 267 OPINI MG MEI 2022 membaca yang berada di bawah pekerjaan rumah akan tingkat kemahiran minimal. berkurang. Pembelajaran Lebih lanjut dijelaskan, selain akan berorientasi pada karena penutupan sekolah, discovery, inquiry, problem learning loss di Indonesia juga base learning, dan project terjadi akibat tidak efektifnya base learning. Semua akan pelaksanaan pembelajaran tertuju pada implementasi online. proyek profil pelajar Pancasila. Oleh karena itu, siswa dituntut Saat ini dunia pendidikan menjadi pembelajar sejati dan Indonesia tengah berada pada berorientasi pada kecakapan masa pemulihan setelah masa abad 21. kritis pembelajaran akibat pandemi Covid-19 berangsur Begitu juga orang tua mulai terlewati. Oleh sebab diminta untuk jauh lebih itu, pada masa pemulihan bijaksana. Diharapkan jangan ini diperlukan satu model menuntut supaya menjadi kurikulum yang mampu anak yang serba tahu me­ memitigasi learning loss ngenai banyak hal. Ini secara lebih efektif dan efisien. disebabkan karena di sekolah Model kurikulum inilah yang materi pelajaran akan bergeser kemudian disebut Kurikulum dari kuantitas menuju kualitas prototype (kurikulum materi yang essensial. Maka, merdeka). orang tua diharapkan mampu mendorong serta memfasiltasi Tantangan penerapan anaknya untuk fokus pada kurikulum prototipe menyasar minat, bakat, kemampuan, pada tiga pihak yang sangat dan potensi pada dirinya untuk berkepentingan terutama pada digali serta diarahkan bersama guru, siswa, dan orang tua. Pada pihak sekolah. penerapan kurikulum prototipe menuntut pada penekanan Kunci sukses terletak pada materi esens­ ial. Proses KBM niat baik, komitmen, dan tidak lagi berorientasi pada kerja keras semua pihak yang hasil melainkan sangat berkepentingan memajukan memperhatikan proses pendidikan. Harapannya sehingga tumbuh pribadi siswa dengan penerapan kurikulum yang mampu belajar mandiri. prototipe membawa angin segar atas tantangan yang Demikian pula pada siswa, saat ini terjadi maupun masa karena berorientasi pada yang akan datang. n materi esensial, maka jumlah Majalah Literasi Indonesia | MG

268 ARTIKEL OPINI MG MEI 2022 KURIKULUM PROTOTIPE, PILIHAN UNTUK MENGHINDARI LEARNING LOSS Oleh: Susanti, S.Pd. Kepala SDN 28 Cupak Kecamatan Gunung Talang Pandemi pembelajaran yang biasanya Covid-19 yang secara tatap muka dialihkan berkepanjangan menjadi pembelajaran membuat jarak jauh. Kemudian ada pelaksanaan juga pembelajaran yang MG | Majalah Literasi Indonesia

ARTIKEL 269 OPINI MG MEI 2022 menggabungkan tatap “ Learning loss muka dan pembelajaran adalah istilah jarak jauh. Kebosanan siswa yang mengacu menerima pembelajaran satu pada hilangnya arah dan ketidaksiapan guru pengetahuan dan menggunakan teknologi keterampilan baik pembelajaran juga menjadi secara umum atau faktor penyebab terjadinya secara spesifik learning loss. atau terjadinya kemunduran proses Learning loss adalah akademik karena istilah yang mengacu pada suatu kondisi tertentu. hilangnya pengetahuan dan keterampilan baik secara dan kurikulum prototipe umum atau secara spesifik untuk membantu atau terjadinya kemunduran pemulihan kemunduran proses akademik karena capaian pembelajaran suatu kondisi tertentu. akibat pandemi. Kurikulum prototipe akan diterapkan Untuk itu diperlukan secara nasional pada 2024. kurikulum yang bisa mengatasi masalah di atas. Kurikulum prototipe Menurut undang-undang sudah diterapkan pada tentang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 pasal 1 ayat (19), kurikulum merupakan seperangkat pengaturan dan rencana mengenai tujuan, isi, dan materi pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman kegiatan pembelajaran guna mencapai tujuan pembelajaran. Pemerintah melalui kemendikbudristek memberi tiga pilihan kepada sekolah untuk memilih salah satu dari kurikulum yang disediakan, yaitu kurikulum 2013, kurikulum darurat (kurikulum 2013 yang disederhanakan), Majalah Literasi Indonesia | MG

270 ARTIKEL OPINI MG “ Pada kurikulum MEI prototipe 2022 jenjang SD, mata pelajaran IPA dan IPS digabung menjadi Pancasila dengan enam ciri Ilmu Pengetahuan utama, yaitu beriman dan Alam dan Sosial bertakwa kepada Tuhan Yang (IPAS). Tujuannya Maha Esa, beraklak mulia, agar siswa lebih siap berkebhinnekaan global, ketika melanjutkan bergotong royong, mandiri, pendidikan di tingkat bernalar kritis dan kreatif. SMP. Pada kurikulum prototipe 2.500 sekolah penggerak. jenjang SD, mata pelajaran Salah satu karakteristik IPA dan IPS digabung kurikulum prototipe adalah menjadi Ilmu Pengetahuan menerapkan pembelajaran Alam dan Sosial (IPAS). berbasis proyek untuk Tujuannya agar siswa lebih mendukung pengembangan siap ketika melanjutkan karakter sesuai dengan pendidikan di tingkat profil pelajar Pancasila. SMP. Untuk jenjang SMP, Dalam pelaksanaan jika sebelumnya pelajaran kurikulum prototipe, informatika bersifat pilihan sekolah diberi keleluasaan maka pada kurikulum dan kemerdekaan untuk prototipe dianggap wajib. memberikan proyek- Pada jenjang SMA, pemilihan proyek pembelajaran yang jurusan atau peminatan dekat dan relevan dengan dimulai saat siswa kelas lingkungan sekolah. 11 dengan melakukan konsultasi terlebih dahulu Profil pelajar Pancasila dengan wali kelas atau guru merupakan perwujudan bimbingan konseling (BK). pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang Perubahan adalah kenisca­ kompeten dan memiliki yaan. Begitu juga kurikulum. karakter sesuai nilai-nilai Jadi, apa pun kurikulumnya, semoga kita sebagai guru bisa mengimplimentasikan kurikulum pada satuan pendidikan tempat kita mengabdi sehingga tujuan pendidikan nasional dapat tercapai den­ gan optimal. n MG | Majalah Literasi Indonesia

ARTIKEL 271 OPINI MG MEI 2022 LEARNING LOSS DAN KURIKULUM PROTOTIPE Oleh: Syafrida, S.S. Guru SMAN 12 Batam Dampak pandemi siswa yang pengetahuan dunia pendidikan dan keterampilannya makin terasa. semakin menurun. Sebagai Salah satunya ilustrasi sederhana di tempat munculnya penulis, apabila siswa kelas kehilangan pembelajaran 10 sekolah menengah (learning loss). Apabila atas yang seharusnya learning loss ini belum lancar membaca terus berlanjut maka teks hikayat maka ketika dikhawatirkan akan banyak tahun ajaran berikutnya ia Majalah Literasi Indonesia | MG

272 ARTIKEL OPINI MG MEI 2022 duduk di bangku kelas 11 menyelamatkan polemik akan mengalami kesulitan belajar yang terdampak memahami bacaan teks oleh pandemi Covid-19. selanjutnya. Ini akan Ditambah lagi dengan menyulitkan siswa di kelas omicron membayangi atas (kelas 12) nantinya. masuk sekolah. Upaya Apalagi untuk menguasai pemulihan ini dibutuhkan mata pelajaran lain seperti agar siswa mampu mengejar geografi, ekonomi, biologi, ketertinggalannya akibat dan lain-lain. Padahal mereka terlalu lama belajar dalam sudah diharuskan untuk kondisi darurat. Upaya menguasai materi tersebut. tersebut memunculkan Besar kemungkinan tentu penyesuaian dan akan berpengaruh pada penyederhanaan kurikulum, tingkat yang lebih tinggi. yaitu kurikulum prototipe. Menghindari hal yang Kurikulum prototipe lebih jauh memerlukan membangun kembali strategi secara lebih nilai-nilai idealitas sebuah efektif dan efisien guna pendidikan yang sempat MG | Majalah Literasi Indonesia

ARTIKEL 273 OPINI MG MEI 2022 “ Kurikulum seperti diskusi, kerja prototipe dapat kelompok, pembelajaran mengatasi learning berbasis problem dan loss sebagai upaya proyek, dan lain-lain. Guru intropeksi atas segala tidak perlu lagi dikejar-kejar pengalaman dan imbas target materi pembelajaran kebijakan kurikulum yang padat. Guru bisa lebih masa lalu. fokus pada materi esensial yang berorientasi pada terhambat di era pandemi. kebutuhan dan penguatan Salah satu karakteristik karakter siswa. Metode utama kurikulum prototipe pembelajarannya lebih adalah bertujuan untuk bervariasi, situasi belajar memberi ruang yang lebih lebih menyenangkan bagi luas bagi pengembangan guru dan siswa, serta guru karakter dan kompetensi diberi kesempatan untuk dasar siswa. Kalau meng- menggali potensi siswa gunakan kurikulum yang melalui berbagai inovasi padat materi sementara PTM pembelajaran sehingga dilakukan secara terbatas, itu menjadi bagian dari merdeka tidak mungkin. Muncullah belajar. Bahkan guru juga penyederhanaan melalui diberi kesempatan untuk kurikulum prototipe ini. mengadakan penilaian kolaboratif dalam lintas mata Kurikulum prototipe pelajaran. Pada akhirnya bisa mengarahkan pada materi mengurangi beban belajar esensial pembelajaran bagi siswa. Dengan demikian kurikulum prototipe dapat mengatasi learning loss sebagai upaya intropeksi atas segala pengalaman dan imbas kebijakan kurikulum masa lalu. Bagi masyarakat Indonesia, kurikulum baru ini menjadi solusi pemulihan semangat belajar dalam du- nia pendidikan nasional saat masih dilanda pandemi. n Majalah Literasi Indonesia | MG

274 ARTIKEL OPINI MG MEI 2022 MEMBIDIK KEKERASAN SANG PENDIDIK Oleh: Titarini, S.Pd. Guru MTs Baitul Hikmah Tempurejo, Kabupaten Jember Wajah kelam tindak kekerasan yang dunia dilakukan oleh oknum guru pendidikan di lembaga pendidikan pada awal seolah tak pernah reda meski 2022 sangat pandemi masih melanda memprihatinkan. Kasus negeri tercinta. Masih segar MG | Majalah Literasi Indonesia

ARTIKEL 275 OPINI MG MEI 2022 “ Jika selama ini Pada penghujung 2021 pemerintah yang lalu kita juga dikejutkan lebih banyak dengan terkuaknya kasus memperhatikan tindak kekerasan seksual guru dari sisi yang dilakukan oleh oknum kompetensi guru terhadap 13 santriwati di profesional, kini Bandung, Jawa Barat. Masih saatnya kompetensi banyak lagi kasus tindak pedagogik juga perlu kekerasan, baik fisik maupun diperhatikan. psikis yang dilakukan oleh oknum guru, kepala sekolah, dalam ingatan kita, beberapa maupun teman sebaya di hari yang lalu seorang lembaga pendidikan. oknum guru sekolah dasar di Buton, Sulawesi Tenggara, Tindak kekerasan apa menghukum siswa dengan pun yang dilakukan oleh menyuruh mereka makan oknum guru memang sampah plastik. Baru-baru ini tidak dibenarkan. Guru penetapan tersangka kasus seharusnya menjadi orang tindak kekerasan pada siswa yang patut diteladani. Guru oleh oknum guru SMP di merupakan perwujudan Surabaya, yang juga menjadi makhluk separuh dewa yang perhatian khalayak. dapat digugu perkataannya, dicontoh tingkah lakunya. Sebagai seorang pendidik, guru seharusnya bisa mengendalikan diri, menahan emosi, dan memiliki sikap empati, serta peka terhadap lingkungannya. Tidak usah jadi pengendali udara, air, ataupun api karena guru bukanlah Avatar. Cukup bisa mengendalikan diri itu sudah baik. Jika selama ini pemerintah lebih banyak memperhatikan guru dari sisi kompetensi profesional, kini saatnya kompetensi pedagogik Majalah Literasi Indonesia | MG

276 ARTIKEL OPINI MG MEI 2022 juga perlu diperhatikan. “ Kasus tindak Penyuluhan hukum tentang kekerasan hak perlindungan guru saat menjalankan tugas juga di sekolah perlu disosialisasikan agar guru merasa aman dan atau lembaga nyaman saat menjalankan tugas. Guru seharusnya pendidikan yang tidak perlu takut dalam memberi sanksi kepada dilakukan oleh oknum siswa jika memang dalam rangka mendisiplinkan guru sudah saatnya siswa. Asalkan sanksi yang diberikan bersifat mendidik mendapat perhatian sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. lebih dari pemerintah. Kasus tindak kekerasan memiliki masalah juga di sekolah atau lembaga perlu mendapat penguatan pendidikan yang dilakukan dan dukungan untuk oleh oknum guru sudah menemukan jalan keluar saatnya mendapat perhatian atas permasalahannya. lebih dari pemerintah. Bukan Peran organisasi profesi guru hanya kurikulum pendidikan bisa dioptimalkan untuk yang selalu dibongkar membantu meningkatkan pasang setiap kali ganti kapasitas guru, baik secara menteri. Perlu analisis yang profesional maupun mendalam dan penanganan pedagogik. Semoga tidak yang komprehensif untuk ada lagi tindak kekerasan menelisik latar belakang yang dilakukan oknum guru oknum guru yang melakukan terhadap siswa di lembaga tindak kekerasan pada siswa pendidikan. Hal ini demi di lembaga pendidikan. terwujudnya pendidikan Indonesia yang berkemajuan. Guru juga perlu mendapat n konseling. Tidak menutup kemungkinan guru juga memiliki masalah pribadi. Hal tersebut dapat menjadi pemicu seorang guru melakukan tindak kekerasan kepada siswa. Guru yang MG | Majalah Literasi Indonesia

ARTIKEL 277 OPINI MG MEI 2022 INTIP 15 MENIT LITERASI DI SEKOLAH Oleh: Dra. Tri Murniati, M.Pd. SMP 2 Mejobo Kudus Pembiasaan menumbuhkan budaya, kegiatan literasi minat, dan keterampilan sedang digalakkan. membaca para siswa. Kegiatan ini Berdasarkan Peraturan bertujuan Menteri Pendidikan dan Majalah Literasi Indonesia | MG

278 ARTIKEL OPINI MG MEI 2022 Kebudayaan Nomor 23 pembiasaan membaca Tahun 2015, mewajibkan para berlangsung dengan baik, siswa untuk membaca buku maka dapat dilaksanakan minimal 15 menit sebelum dengan cara menyusun melakukan kegiatan belajar jurnal pembiasaan mengajar di sekolah setiap membaca. Jurnal ini hari. Permendikbud ini juga digunakan sebagai kendali menyebutkan bahwa buku siswa sampai di mana yang dibaca adalah buku mereka membaca dan nonteks pelajaran. Esensi dari berapa buku yang dibacanya. kebijakan ini adalah kegiatan Berikutnya menyusun jadwal membaca perlu dibiasakan kunjungan ke perpustakaan. sebagai rutinitas harian. Di perpustakaan mereka Melakukan hal sederhana bisa memilih bacaan sesuai tetapi rutin lebih efektif yang diinginkan. Variasi membentuk kebiasaan yang lain kegiatan literasi adalah berkelanjutan. membuat pohon literasi kelas. Siswa bisa menulis Menilik kenyataan di buku-buku yang telah lapangan, masih ada mereka baca dalam bentuk beberapa sekolah yang daun. Semakin banyak buku mengalami kendala dalam yang mereka baca, semakin melaksanakan program literasi ini. Ketika siswa melaksanakan kegiatan membaca hanya sekadar membaca saja, tidak ada tindak lanjutnya. Hal ini menjadikan kegiatan literasi sekolah tidak maksimal. Fakta ini menunjukkan bahwa pelaksanaan literasi hanya sekadar menggugurkan himbauan saja. Apabila kita kaitkan dengan maksud pemerintah mencanangkan kegiatan membaca selama 15 menit setiap hari, hal tersebut tentu menyimpang dari tujuan. Solusi agar pelaksanaan MG | Majalah Literasi Indonesia

ARTIKEL 279 OPINI MG MEI 2022 lebat pohon literasinya. kegiatan ini dapat mengatasi Menyediakan pojok baca kejenuhan siswa. kelas merupakan salah satu kegiatan menumbuhkan Gerakan 15 menit minat baca. Siswa bisa membaca merupakan membaca buku yang sebuah gerakan dalam disediakan di pojok baca. menumbuhkan budaya membaca dan menulis. Kegiatan 15 menit Dengan demikian, tercipta membaca di kelas tidak pembelajaran sepanjang ditujukan kepada siswa hayat. Menumbuhkan saja. Keteladanan guru kegemaran membaca pada sangat penting. Guru dapat siswa hendaknya dibuat memvariasikan kegiatan ini menyenangkan sehingga dengan membacakan salah siswa tetap mau membaca , satu buku, lalu memberi bisa membaca, dan akhirnya pertanyaan tentang buku gemar membaca. n yang dibacanya. Guru menayangkan cerita atau Majalah Literasi Indonesia | MG motivasi belajar lewat video, lalu siswa disuruh menceritakan kembali apa yang ditayangkan. Variasi

280 ARTIKEL OPINI MG MEI 2022 GURU YANG DIRINDUKAN Oleh: Uki Lestari, S.Pd.I. Guru SDN 18 Muara Panas, Kabupaten Solok, Sumatera Barat MG | Majalah Literasi Indonesia

ARTIKEL 281 OPINI MG MEI 2022 Menjadi guru Lantas, sudah semestinyalah yang disayangi, guru itu dimuliakan. dirindukan, dan diharapkan “Good teacher know how kehadirannya to bring out the best in oleh para peserta didiknya students…” (Charles Kuralt). di sekolah adalah salah satu Ya, menurut Charles, guru keinginan terbesar bagi yang baik itu adalah guru seorang guru. Bahkan, dia yang tahu cara mengeluarkan tidak saja ingin dianggap yang terbaik dari siswa. Guru sebagai guru, namun lebih dari yang bisa menggali potensi itu. Seorang guru berharap yang ada di dalam diri peserta dianggap sebagai orang tua, didiknya. sahabat, ataupun tempat curhat, tempat berbagi cerita Banyak guru yang bahagia ataupun sedih bagi memimpikan hubungan yang peserta didiknya. harmonis dengan peserta didiknya. Karena sejatinya Sejatinya menjadi seorang kelas adalah ruangan yang guru itu tidaklah mudah. digelutinya hampir seharian Banyak tanggung jawab yang penuh. Mau tidak mau, disandang tatkala panggilan interaksi guru dengan para itu telah diberikan kepada seseorang. Menjadi seorang guru, ada tuntutan agar selalu dan terus menuntut ilmu, belajar dari setiap apa pun yang dihadapi. Apalagi, filosofi pendidik (guru) itu adalah belajar sepanjang hayat karena sama kita tahu bahwa guru akan mencetak insan pembelajar. Jadi, tidak mengherankan jika pada zaman milenial sekarang, profesi guru menuntut kompetensi tinggi dan memuaskan. Beraneka ragam permasalahan pendidikan yang begitu kompleks harus dituntaskan. Majalah Literasi Indonesia | MG

282 ARTIKEL OPINI MG MEI 2022 peserta didiknya akan terus dalam mengembangkan terjalin dari pagi hingga siang. kepercayaan diri dan Dengan demikian, dengan kemampuan peserta didiknya. adanya hubungan dan Meskipun kecil, guru sejati ikatan batin yang baik, maka akan bangga dengan akan tercipta suasana yang perkembangan yang terjadi menyenangkan dan membuat pada peserta didiknya. nyaman antara kedua belah pihak. Tidak heran jika profesi guru adalah profesi yang strategis Guru sejati adalah dan sarat akan kekayaan. guru yang mampu Guru tidak saja profesi yang menumbuhkembangkan mengajar untuk menciptakan kasih sayang di hati para semua profesi, tapi guru juga peserta didiknya, yang mampu profesi yang mendapatkan menghidupkan rasa peduli dan untung banyak. Gaji dapat, kasih di dalam sanubari para pahala pun dapat. Tentunya peserta didiknya dengan tujuan dengan pengabdian yang agar mereka bisa mencintai dan baik dan benar, sesuai dengan menyayangi sesama makhluk tupoksinya sebagai pembuka ciptaan Allah Swt. jendela dunia. Jadi, baik guru ataupun Guru mana yang tidak peserta didik akan tercipta menginginkan ketika peserta hubungan harmonis ketika didiknya menyapanya mereka saling paham dengan riang gembira di dan mengerti peran dan waktu dia baru saja sampai kedudukan mereka. Peserta di sekolah. Para peserta didik didik menjemput ilmu dan berebut menyalaminya dan guru membukakan pintu membawakan barang bawaan gerbang Pendidikan dan sang guru ke kantor ataupun pembelajaran. Karena kita ke kelas dengan wajah yang sama-sama tahu, bahwa tulus dan bahagia. Terlihat gurulah kunci peradaban binar kasih di mata-mata dunia, melalui gerbang ilmu indah dan polos tersebut. Pendidikan yang diajarkannya. Guru mana yang tidak Tidak saja memanusiakan Bahagia ketika para peserta manusia, dengan ilmu, siswa didiknya merengek manja saat tahu akan kemampuan yang berpisah beberapa hari karena dimilikinya, percaya akan dia pergi melaksanakan tugas kemampuannya. Dengan di luar sekolah. Ketika sang demikian, peran gurulah guru pergi mengawas ke MG | Majalah Literasi Indonesia

ARTIKEL 283 OPINI MG MEI 2022 sekolah lain, peserta didik itu kita ketahui bersama, menangis dan meminta untuk kesejahteraan guru sudah tetap bertemu. Tentu saja itu dapat dikatakan lebih baik semua karena kedekatan batin bila dibandingkan beberapa antara sang guru dan peserta dekade silam. didiknya. Semua itu tidak terjadi begitu saja, namun ada Kita tentunya sepakat bahwa sesuatu hal yang menautkan jasa guru dalam menempa keduanya, yaitu cinta. dan mendidik bukanlah kerja ecek-ecek. Itu merupakan Guru mana yang tidak jasa yang sejatinya sangat terharu ketika para peserta besar dan mesti diapreasi. didiknya tak tahan melihat Dengan apa? Yaitu dengan dia terbaring sakit. Belum pengabdian dan pembuktikan beberapa hari tidak hadir di kemudian hari bahwa ke sekolah, mereka telah pengorbanannya tidak sia-sia menyediakan makanan untuk ketika kita mampu menjadi dipersembahkan kepada insan yang bermanfaat bagi guru tercinta. Sejatinya, itulah orang banyak. kebahagiaan hakiki seorang guru. Mendapat perhatian, Pendidikan merupakan kepeduliaan, dan cinta kasih motor untuk menggenggam dari para peserta didiknya. dunia. Dengan ilmu kita bisa Tidak saja terjalin hubungan ke mana pun dan mengubah antara guru dan murid, tapi dunia dengan pemikiran. lebih seperti hubungan anak Seperti kata bijak, “Pendidikan dengan ibu ataupun (bestie) adalah senjata paling ampuh sahabat. untuk mengubah dunia” (Nelson Mandela). Guru mana yang tidak akan bahagia tiada terkira ketika Jadilah guru yang para peserta didiknya menyatu dirindukan, bukan yang tanpa batasan yang kentara. ditakutkan. Karena sejatinya Adanya benang merah antara guru itu adalah sahabat kedua. Rasa yang saling bagi anak dan peserta menghargai, menyayangi, dan didiknya. Seperti pesan yang memperhatikan satu sama lain. disampaikan Ali bin Abi Thalib, “Ajaklah anak bermain dengan Alangkah bahagianya menyenangkan pada 7 tahun menjadi guru itu. Pasalnya, di pertama, disiplinkanlah anak samping kebahagiaan batin pada 7 tahun kedua, dan seperti yang sebelumnya bersahabatlah dengan anak dijelaskan, sebagaimana usia 7 tahun ketiga.” n Majalah Literasi Indonesia | MG

284 ARTIKEL OPINI MG MEI 2022 PEMBIASAAN SALAT DUHA SEBAGAI PENDIDIKAN DISIPLIN DIRI Oleh: Warjiyah Guru di MIN 1 Cilacap Alah bisa karena Sebelum memulai biasa. Demikian pelajaran, sesudah berdoa kata sebuah akan dilanjutkan dengan pepatah yang menghafal. Materi hafalan sudah lazim kita sudah terangkum dalam dengar. Kita akan menjadi buku panduan tahfiz untuk bisa karena sudah terbiasa setiap tingkatan kelas mengerjakan sehingga dengan materi yang berbeda menjadi kebiasaan yang di setiap semester. Mulai mandarah daging dalam dari kelas satu berkelanjutan kehidupan sehari-hari. hingga kelas 6 dan akhirnya Banyak pendidikan karakter akan diadakan wisuda tahfiz yang bisa ditumbuhkan di akhir kelas enam. Program untuk peserta didik antara lain jujur, disiplin, dan tanggung jawab. Semua itu membutuhkan waktu dan proses yang tidak sebentar dan butuh kerja sama yang baik di antara beberapa pihak yang terkait. Demikian juga dengan pembiasaan yang dilaksanakan di MIN 1 Cilacap yang beralamat di Jalan Mataram Nomor 38 Pekuncen Kroya Cilacap. Setiap pagi semua melakukan pembiasaan tahfiz dan asmaul husna. MG | Majalah Literasi Indonesia

ARTIKEL 285 OPINI MG MEI 2022 tahfiz banyak dilaksanakan di pernah bosan untuk selalu sekolah-sekolah dan menjadi mengingatkan. Seperti program unggulan untuk alarm yang otomatis akan bersaing secara sehat dalam bergetar bila berada di waktu syiar penerimaan peserta yang telah ditentukan dan didik baru (PPDB) yang menggetarkan hati serta dipromosikan di sekolah- menggugah jiwa yang haus sekolah tertentu. Tujuannya akan panggilan-Nya. Bila hal untuk mencetak generasi itu sudah menyatu dalam Qur’ani sebagai output raga maka semua akan lulusannya. terjaga. Pembiasaan salat Duha Semoga semua bisa berjamaah juga dilakukan menjaganya dengan baik secara rutin setiap hari dan bahwa untuk mendisiplinkan terjadwal dengan tertib diri itu butuh waktu, proses, terpasang di tiap kelas dan perjuangan. Tetap khususnya untuk kelas semangat dan istikamah. tinggi. Setelah itu istirahat Amin. n untuk menikmati bekal sebelum menempa diri atau kembali belajar. Kewajiban dilaksanakan dengan hati yang riang, santai, dan penuh kesadaran bukan sebagai satu beban yang membuatnya tidak nyaman. Pembiasaan harus dilakukan secara terus- menerus semenjak dini sehingga bisa terinternalisasi dalam pribadi dan menjadi kebiasaan yang melekat. Penanaman nilai luhur yang diciptakan di sekolah akan membekas dengan baik bagi peserta didik. Dewan pendidik tidak Majalah Literasi Indonesia | MG

286 ARTIKEL OPINI MG MEI 2022 GURU PROFESIONAL SIAGA PANDEMI COVID-19, SIAP HADAPI DINAMIKA PJJ DAN PTM Oleh: Wisnu Purbaningsih SMA Negeri 2 Rembang Dunia pendidikan yang beralih dari kembali menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) sorotan dan menjadi pembelajaran tatap perbincangan muka (PTM) 50 % hingga nasional. PTM 100 % selama pandemi Pelaksanaan pembelajaran Covid-19, kini harus dikaji MG | Majalah Literasi Indonesia

ARTIKEL 287 OPINI MG MEI 2022 kembali. Ada usulan PTM “ Guru profesional 100% harus dihentikan dan yang dibutuhkan kembali ke PTM 50%, bahkan saat ini adalah ada juga usulan kembali guru yang siap PJJ. Meningkatnya kembali siaga melaksanakan kasus Covid-19 di awal bulan pembelajaran di Februari menjadi alasannya. musim pandemi Covid-19. Ada beberapa Guru sebagai ujung peranan guru yang tombak pendidikan harus harus dikuasai. siap siaga menghadapi perubahan kebijakan dari di musim pandemi Covid-19. PJJ ke PTM atau mungkin Peranan guru yang harus sebaliknya. PTM dan PJJ dikuasai meliputi: memiliki perbedaan strategi dan teknik pembelajaran Pertama, planner. dalam memperoleh Guru sebagai perancang pencapaian tujuan pembelajaran harus kreatif pembelajaran. Pembelajaran mempersiapkan RPP yang sudah dipersiapkan untuk kegiatan PJJ dan secara PTM, baik rencana PTM. Berpikir cepat jika ada pelaksanaan pembelajaran perubahan kebijakan yang (RPP), peralatan, media, serta teknik evaluasi harus diubah menjadi skenario PJJ. Hal ini dilakukan jika sewaktu- waktu sekolah menerapkan kebijakan PJJ. Tidak hanya cukup mengumumkan kepada siswa untuk mengubah jadwal masuk atau melaksanakan tugas di rumah. Akan tetapi, guru juga memikirkan bagaimana konsep materi pembelajaran tetap dikuasai siswa dengan perubahan tersebut. Guru profesional yang dibutuhkan saat ini adalah guru yang siap siaga melaksanakan pembelajaran Majalah Literasi Indonesia | MG

288 ARTIKEL OPINI MG “ Guru sebagai MEI penilai, 2022 mengevaluasi tingkat keberhasilan suatu secara mendetail dalam PJJ. proses pembelajaran. Guru harus memilih teknik Evaluasi secara evaluasi secara jeli yang langsung dalam PTM bisa mengukur proses dan tidak bisa dilakukan hasil belajar siswa secara secara mendetail menyeluruh meskipun dalam dalam PJJ. PJJ. terjadi sewaktu-waktu. Keempat, teacher counsel. Kedua, organizer. Guru Peran guru tidak hanya mentransfer ilmu, tapi juga berperan dalam mengatur memberi bimbingan bagi proses pembelajaran. Jika siswa. Guru harus siap 24 jam PTM berubah menjadi PJJ menjawab permasalahan atau sebaliknya, guru harus yang dihadapi siswa dalam mampu menyelenggarakan pandemi Covid -19. kegiatan pembelajaran yang menarik. Memilih media yang Kemampuan guru sesuai dan mudah diakses, memenuhi peranan di atas peralatan, dan bahan belajar akan membantu siswa yang mudah ditemukan terhindar dari loss learning siswa. Teknik dan metode dalam proses pembelajaran pembelajaran dicari yang di musim pandemi Covid-19. sesuai dengan konsep yang n akan diajarkan. Ketiga, evaluator. Guru sebagai penilai, mengevaluasi tingkat keberhasilan suatu proses pembelajaran. Evaluasi secara langsung dalam PTM tidak bisa dilakukan MG | Majalah Literasi Indonesia

ARTIKEL 289 OPINI MG PJJ DI KAMPUNG TAJIR MEI 2022 Oleh: Yandefita, S.Pd. Guru di UPTD SMPN 2 Kec. Gunuang Omeh, Kab. Lima Puluh Kota, Sumbar Pandemi Covid-19 perekonomian masyarakat, telah membawa serta pola kehidupan seperti dampak di segala cara berinteraksi antarsesama sektor baik masyarakat, dan peribadatan. perdagangan, Bahkan dunia pendidikan pariwisata, dan juga terkena imbasnya, yaitu Majalah Literasi Indonesia | MG

290 ARTIKEL OPINI MG MEI 2022 cara belajar mengajar tatap “ Bagi siswa yang muka ditiadakan. sudah memiliki HP Android tetap Untuk mengurangi belajar daring penyebaran virus ini dari rumah melalui pemerintah melalui WhatsApp atau kementerian pendidikan sejenisnya yang harus membuat kebijakan baru diawasi oleh orang tua. yang mengharuskan Inilah sekilas problem pembelajaran dijalankan PJJ di kampung tajir secara daring atau (tak ada jaringan pembelajaran jarak jauh internet). Semoga (PJJ). Untuk mengatasi menjadi pertimbangan dan memprediksi supaya dan perhatian program PJJ ini dapat bagi pemangku berjalan dengan baik, kita kepentingan. harus mengetahui terlebih dahulu kondisi-kondisi yang Di samping permasalahan akan memengaruhi jalannya tempat serta jaringan yang program tersebut dengan harus dicari, guru harus efektif. Salah satunya yang sangat penting adalah kemudahan mengakses internet. Di sinilah berawal timbulnya dilema dan permasalahan karena begitu banyak kendala yang dihadapi terutama yang berada di suatu daerah perkampungan di sela- sela bukit yang masih sulit terjangkau sempurna oleh jaringan telekomunikasi baik telepon maupun jaringan internet. Kalaupun ada, sinyalnya masih sangat lemah dan tidak mencukupi untuk mengakses internet dan tempatnya pun harus dicari-cari. MG | Majalah Literasi Indonesia

ARTIKEL 291 OPINI MG MEI 2022 memiliki kemampuan di sedikit orang tua siswa yang bidang teknologi seperti mengeluhkan pembelajaran mengoperasikan komputer daring ini. Tapi kita tidak untuk membuat media boleh patah semangat pembelajaran maupun HP karena segala yang Allah Android untuk mengirimkan berikan ini adalah ujian yang materi atau menerima harus kita jalani dengan hati tugas dari siswa. Begitu juga yang ikhlas. Semua itu pasti sebaliknya, problem yang ada hikmahnya. dihadapi oleh siswa-siswi yang sebagian besar berada Sebagai solusinya, di daerah perkampungan agar selama pandemi yang sulit terjangkau, ini siswa tidak dirugikan jangankan jaringan internet, dan tetap mendapatkan transportasi pun masih pelajaran maka melalui terbatas dan juga masih musyawarah guru dan banyak dari siswa tersebut kepala sekolah dapatlah yang ekonominya sulit atau satu keputusan bahwa kurang mampu sebagai siswa secara bergantian dampak dari pandemi. datang ke sekolah agar Jangankan untuk membeli terhindar dari kerumunan HP Android serta kuota dengan mematuhi internet, untuk makan protokol kesehatan untuk sehari-hari saja masih banyak mengumpulkan tugas atau yang pas-pasan. Tidak menjemput tugas yang baru terutama bagi siswa yang belum memiliki HP Android. Hal ini disebut dengan pembelajaran luring (luar jaringan). Bagi siswa yang sudah memiliki HP Android tetap belajar daring dari rumah melalui WhatsApp atau sejenisnya yang harus diawasi oleh orang tua. Inilah sekilas problem PJJ di kampung tajir (tak ada jaringan internet). Semoga menjadi pertimbangan dan perhatian bagi pemangku kepentingan. Terima kasih. n Majalah Literasi Indonesia | MG

292 ARTIKEL OPINI MG MEI 2022 DILEMA ANTARA PJJ DAN PTM Oleh: Yayah Rokayah Guru Matematika ASN DPK Madrasah Swasta Al-Mursyidiyyah Kasus Covid-19 resmi yang diedarkan melalui akhir-akhir ini grup WhatsApp pada 5 Feb- merebak lagi. Di ruari 2022 menginformasikan, madrasah tempat bahwa pembelajaran tatap penulis menga- muka (PTM) harus kembali jar, ada satu keluarga yang ke pembelajaran jarak jauh terpapar korona. Per hari (PJJ). Hal ini menimbulkan Sabtu, 5 Februari 2022, di keresahan guru dan orang lingkungan RT dan RW tem- tua. Pasalnya, PTM sudah pat penulis tinggal, tercatat berjalan baik dan anak-anak 40 pasien positif korona. Ada di sekolah sudah mulai aktif yang dirawat di rumah sakit, mengenal dan bersosialisasi namun kebanyakan isolasi selama 3 bulan ini. Ternyata, mandiri di rumah. Di sekolah mereka harus kembali PJJ. anak-anak penulis, baik SD Begitu juga dengan anak- dan SMA, ada juga teman- anak, mereka mengatakan teman dan guru yang positif lebih senang belajar bersama korona. Belum lagi pember- guru dibandingkan dengan itaan di media massa yang orang tuanya di rumah. mengabarkan kasus Covid-19 terus meningkat. Data per Masalah baru muncul hari Minggu, 6 Februari 2022, kembali, terutama bagi di wilayah Indonesia ter- orang tua yang bekerja. catat 4.446.694 jiwa Positif, Mereka harus meninggal- 4.161.987 jiwa sembuh, dan kan anak-anaknya di rumah. 144.453 jiwa meninggal dunia Tentu orang tua tidak bisa (sumber: https://covid19.go.id). mengawasi secara langsung pembelajaran anak-anakn- Pemerintah daerah se- ya di rumah. Bahkan, bagi tempat berdasarkan surat yang memiliki anak usia TK MG | Majalah Literasi Indonesia

ARTIKEL 293 OPINI MG MEI 2022 dan SD, peranan orang tua “ Orang tua sangatlah dominan. Anak harus memiliki usia TK dan SD belum bisa peranan penting belajar mandiri. Apalagi seperti ini membuka tugas-tugas yang karena ia juga harus sudah dibagikan di aplikasi bekerja. Bagi orang pembelajaran. Mengerjakan tua yang memiliki tugas-tugasnya pun harus asisten rumah dibantu dan dimotivasi oleh tangga (ART), tidak orang tua, hingga tugas bisa menyerahkan daring tersebut bisa terkirim sepenuhnya kepada kepada gurunya atau berhasil ART. Sementara kita di-upload di aplikasi pembe- sebagai guru harus lajaran sekolahnya. mendampingi dan mengajar daring. Orang tua harus memiliki peranan penting seperti ini karena ia juga harus bekerja. Bagi orang tua yang memiliki asisten rumah tangga (ART), tidak bisa menyerahkan sepenuhnya kepada ART. Sementara kita sebagai guru harus mendampingi dan mengajar daring. Walaupun kita sudah berusaha menga- tur waktu karena guru harus mengajar online dari sekolah (WFO) bukan WFH. Ini terkait kepada kinerja seorang guru dan laporan kinerja harian (LKH) yang harus dilaporkan secara tertulis ke kantor dinas setiap awal bulannya. Kita semua tentu ber- harap, pandemi segera bera- khir. Kegiatan belajar kembali normal seperti biasa. Sejat- inya belajar itu ada interaksi yang baik antara guru dan siswa. n Majalah Literasi Indonesia | MG

294 ARTIKEL OPINI MG MEI 2022 MEMBUMIKAN PANGGUNG LITERASI DI SD SEMEN PADANG Oleh: Yesi Arisanti, S.Pd. SD Semen Padang, Yayasan Igasar Semen Padang Pandemi Covid-19 dilakukan secara tatap muka, selama dua 50% dari jumlah siswa. Hal tahun mengubah ini tergantung daerah yang pembelajaran terdampak virus korona. Tapi, yang dilakukan banyak program sekolah secara tatap muka menjadi yang tidak bisa dilakukan lagi pembelajaran jarak jauh akibat PJJ ini. (PJJ). Walaupun beberapa kali pembelajaran masih PJJ membawa dampak yang sangat luar biasa. Dua MG | Majalah Literasi Indonesia

ARTIKEL 295 OPINI MG MEI 2022 tahun pembelajaran sudah biasa dilakukan telah merenggut dan membuat kesempatan program-program anak untuk baru untuk berinteraksi menunjang dengan teman- kreativitas siswa. teman dan Kepala SD gurunya. Mereka Semen Padang hanya belajar melalui gadget. Efi Asmanto juga baru saja menginisiasi Berdasarkan aturan kegiatan “Panggung Literasi” pembelajaran tatap muka yang dilakukan setiap Rabu penuh tertuang dalam pagi. “Panggung Literasi” Surat Keputusan Bersama merupakan bagian dari (SKB) 4 Menteri tanggal 21 gerakan literasi sekolah (GLS) Desember 2021 Nomor 05/ SD Semen Padang. GLS ini KB/2021, Nomor 1347 Tahun terbagi dalam beberapa tim. Di 2021, Nomor HK.01.08/ antaranya, event, karya, inovasi MENKES/6678/2021, dan perpustakaan, kreatif, dan Nomor 443-5847 Tahun administrasi. Kegiatan ini akan 2021 tentang Panduan bermuara kepada hasil karya Penyelenggaraan yang dihasilkan oleh siswa. Pembelajaran di Masa Tidak menutup kemungkinan Pandemi Covid-19. kolaborasi antara siswa dengan Kemdikbudristek Nadiem guru untuk berkarya bersama- Makariem menyebutkan, sama. SKB terbaru dikeluarkan Kegiatan ini adalah upaya mengingat PTM terbatas yang untuk menumbuhkan budi diberlakukan selama pandemi pekerti siswa sehingga dirasa belum optimal (www. tercipta pembelajaran kemdikbud.go.id). sepanjang hayat. Hal ini juga menjadikan sekolah Alhamdulillah, awal sebagai taman belajar yang semester 2 ini pembelajaran menyenangkan agar warga sudah dilakukan secara sekolah mampu mengelola tatap muka, sama seperti pengetahuan. Literasi sebelum pandemi. Tapi, bukan hanya membaca dan tetap mematuhi protokol menulis. Tapi, seperti yang kesehatan. Dengan kita ketahui cakupannya demikian, sekolah kembali sangat luas. Di antaranya, memulai kegiatan yang Majalah Literasi Indonesia | MG

296 ARTIKEL OPINI MG MEI 2022 ada literasi numerasi, literasi bisa melihat mereka tenang. sains, literasi finansial, Butuh trik tertentu agar digital, serta budaya dan mereka tertib. kewarganegaraan (kompas. com). Salah satu caranya adalah penilaian dari guru yang Kegiatan ini dilakukan bukan wali kelas. Artinya, selain mengembangkan tim penilai adalah guru minat dan bakat siswa, juga bidang studi. Wali kelas melatih kepercayaan diri tidak mendampingi mereka dan mengajarkan mereka saat acara berlangsung. untuk berani tampil di Mereka diberi tanggung depan umum. Berbicara jawab sendiri. Kelas paling di depan ratusan orang itu tertib diberi reward, piala bukan perkara yang mudah. bergilir, oleh kepala sekolah Peserta yang tampil pada untuk juara 1, 2, dan 3. Tapi, acara “Panggung Literasi” ini proses mereka untuk bisa mulai dari siswa yang sudah tenang dan tertib selama biasa tampil di muka umum acara berlangsung yang sampai yang belum pernah penulis beri jempol. Penulis tampil sekalipun. Bahkan, sangat menghargainya. dari siswa yang sudah tergali Apalagi mereka sudah potensinya, sampai yang terbiasa untuk belajar di belum terdeteksi potensi rumah. Terbiasa belajar yang dimilikinya. Setiap dengan menggunakan perwakilan kelas bergiliran gadget. Untuk memusatkan menampilkan minat konsentrasi mereka sekarang dan bakatnya. Ada yang tidaklah mudah. membaca puisi, bercerita, story telling, menari, karate, Semoga dengan dirilisnya silat, senam lantai, membaca program “Panggung Literasi” pantun, dan lain sebagainya. di SD Semen Padang akan melahirkan generasi yang Selain melatih siswa berani cerdas dengan berbagai tampil di depan umum, siswa aktivitas. Kegiatan ini yang lain pun belajar tertib merupakan salah satu ketika melihat kakak atau upaya yang dilakukan adik kelasnya tampil. Pasti sekolah sebagai organisasi ada saja ulah siswa ketika pembelajar yang siswanya melihat peserta yang tampil. berani tampil di depan Apalagi bagi siswa SD, hanya umum untuk menampilkan beberapa menit saja untuk minat dan bakatnya.n MG | Majalah Literasi Indonesia

ARTIKEL 297 OPINI MG HILANGNYA SENYUM MANIS MEI ANAK DIDIKKU 2022 Oleh: Yuli Handayani, S.Pd., M.M. Guru Kimia di SMA Negeri 1 Cerme Globalisasi (khusus antarperempuan), membuat ilmu dan tersenyum antara pengetahuan guru dan staf karyawan dan teknologi selalu menjadi contoh semakin maju sikap karakter yang positif sehingga dapat mengubah bagi anak-anak didik kami. tatanan hidup manusia. Bahkan bapak ibu guru Salah satunya pendidikan atau staf yang merasa lebih karakter yang ditanamkan di muda selalu mencium lingkungan sekolah dengan tangan bapak ibu guru yang istilah budaya 5S, yaitu dianggap lebih tua. budaya membiasakan diri agar selalu senyum, salam, Kebiasaan karakter yang sapa, sopan, dan santun. baik dapat dilihat ketika siswa datang melewati Menurut Dr. Thomas pintu gerbang disambut (1992) pendidikan berbasis oleh bapak ibu guru kepada karakter adalah upaya yang siswanya serta pada orang dilakukan pendidik untuk tua yang mengantarkan membentuk anak didiknya anak-anaknya ke sekolah. dapat mengerti, peduli, dan Hal semacam itulah yang bertindak berdasarkan nilai- menjadi nilai-nilai budaya nilai etika. 5S kepada seluruh warga di SMAN 1 Cerme yang Sebelum adanya pandemi, secara tidak langsung dapat budaya 5S sudah tertanam membentuk karakter siswa dalam karakter semua lebih baik lagi. warga sekolah di SMAN 1 Cerme. Keakraban seperti Pembelajaran online bersalaman, merangkul yang dilakukan setiap hari Majalah Literasi Indonesia | MG

298 ARTIKEL OPINI MG MEI 2022 membuat para siswa kurang “Budaya 5S mengenal antarsesama merupakan teman. Bukan hanya pada bentuk karakter di teman, siswa juga kurang lingkungan sekolah. mengenal bapak dan ibu Sayangnya, hal ini belum guru yang mengajar. Hal itu sesuai harapan. sering dialami oleh anak- anak kelas X yang menjadi siswa melalui penerapan bagian anggota baru di pendidikan berbasis karakter SMAN 1 Cerme. Saat ini, dengan membudayakan ketika PTM sudah dilakukan 5S di sekolah memerlukan 100%, karakter 5S sudah bantuan dari berbagai pihak. tidak tampak lagi. Di era Seluruh pihak terkait seperti teknologi yang semakin orang tua, guru, siswa, dan canggih, siswa lebih senang warga sekitar diharapkan berinteraksi dengan gadget turut berpartisipasi dibandingkan berinteraksi membantu dan mendukung dengan teman sebangkunya. suksesnya budaya 5S ini Hal itu membuat karakter sehingga dapat membentuk 5S di SMAN 1 Cerme tidak karakter siswa ke arah lebih tecerminkan dengan baik lagi. n baik. Contohnya, ketika siswa bertemu dengan gurunya, mereka hanya bisa menganggukkan kepala bahkan senyum manisnya tak bisa terlihat karena adanya masker yang menutup wajahnya. Budaya 5S merupakan bentuk karakter di lingkungan sekolah. Sayangnya, hal ini tidak sesuai dengan harapan, tidak semua warga sekolah mengindahkan tradisi baik tersebut dan apabila dibiarkan maka lambat laun budaya 5S pun akan luntur. Pembentukan karakter MG | Majalah Literasi Indonesia