Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore Perahu Kertas

Perahu Kertas

Published by SPEGASALIBRARY, 2023-07-23 01:02:01

Description: Novel Perahu kertas ini bertemakan persahabatan dengan konflik-konflik pembaca meresapi cerita

Search

Read the Text Version

["\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 \u201cDari semua orang di rumah ini,\u00a0Poyan\u00a0yang paling dekat dengan kalian berdua. \u00a0Poyan \u00a0bisa merasakan perubahan di antara kalian ...\u201d Kening Luhde berkerut tanda protes, \u201cSiapa\u2014?\u201d \u201c\u2026 kamu dan Keenan,\u201d Pak Wayan dengan lugas ber- kata. Luhde tak bersuara lagi. Hanya matanya saja yang me- ngerjap gugup. \u201cHati-hati, De. Pelan-pelan. Jatuh sedikit-sedikit, jangan sekaligus. Belajar dari pengalaman pamanmu sendiri ...\u201d ujar Pak Wayan lembut. Namun, senyum samar di wajahnya itu terlihat getir. Perlahan, Luhde mengangguk. Ia tahu kisah yang di- maksud pamannya. \u201cTidak mudah menjadi bayang-bayang orang lain. Lebih \u00a0baik, tunggu sampai hatinya sembuh dan memutuskan da- lam keadaan jernih. Tanpa bayang-bayang siapa pun,\u201d lanjut Pak Wayan lagi. Ditepuknya bahu Luhde pelan, lalu beranjak\u00a0 pergi dari sana. Luhde mematung lama di tempatnya. Merenungi sekian \u00a0banyak hal yang otomatis berseliweran di dalam kepalanya \u00a0jika hal satu itu disentuh. Terakhir, matanya berlabuh pada \u00a0buku tulisnya sendiri. Menyadari apa yang selama ini telah ia usahakan dan upayakan dengan sepenuh hati. Menyadari \u00a0bayang-bayang apa yang dimaksud oleh pamannya. Matanya pun terasa panas. B a n d u n g , M ei 2 0 0 2 ... Eko terlambat datang lagi. Padahal Noni sudah harus berang- tkeantgdaahritathemunpatetrkaokshniryainsie, jNakonsiempuelnughajmarenleist yparnivgatlaBluah. aSsea- 238 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4 251\/457","\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 Inggris untuk anak-anak SMP. Seminggu sekali ia pergi ke rumah salah satu murid lesnya untuk mengajar. Dengan wa- \u00a0jah memberengut dan tangan melipat di dada, Noni me- nunggu di teras depan. Beberapa tasnya yang berisi kertas- kertas dan buku-buku sudah terparkir di dekat kaki kursi. Melihat pemandangan itu, Eko sudah langsung membaca nasib apa yang akan menimpanya. \u201cNon\u2014\u201d Noni mengangkat semua barang bawaannya. Bergegas menuju Fuad dengan mulut terkunci rapat. \u201cSini, aku bawain ...\u201d \u201cNggak usah,\u201d sambar Noni ketus. \u201cUdah, langsung pergi aja. Aku udah telat banget, nih.\u201d \u201cSori banget, Non ...\u201d \ue03b\ue017\ue023\ue02e\ue031 \ue02d\ue023\ue02f\ue036 \ue02f\ue027\ue02f\ue023\ue030\ue029 \ue030\ue029\ue029\ue023\ue02d \ue034\ue023\ue030\ue029\ue029\ue036\ue032 \ue02c\ue027\ue02f\ue032\ue036\ue035\ue002 \ue024\ue02b\ue02e\ue023\ue030\ue029 \ue026\ue031\ue030\ue029\ue000 \u00a0Aku bisa naik angkot kok, atau naik taksi, atau nebeng sama siapa kek. Tapi kalo gini kan jadwalku jadi berantakan. Ka- sihan murid-muridku jadi nungguin. Kamu ke mana, sih?\u201d \u201cTadi ada emergency,\u00a0Non. Soriii ... soriii ...\u201d Eko me- mohon-mohon ampun. \u201c\u00a0Emergency\u00a0apa?\u201d \u201cKomputernya Kugy sempat crashed,\u00a0 sementara dia kan udah mau sidang dua minggu lagi. Jadi tadi dia panik ba- nget, dan aku nolongin dia bawain komputernya ke tempat servis. Untung datanya bisa selamat. Gila. Nggak tahu apa \u00a0jadinya deh kalo sampai harus ngetik ulang lagi.\u201d Noni ingat, sudah beberapa minggu belakangan ini, Eko \u00a0bolak-balik ke tempat kos Kugy dengan alasan membantu anak itu skripsi. Bahkan pernah satu kali Eko terpaksa mem- \u00a0batalkan janji kencannya dengan Noni karena membantu Kugy mengetik sampai malam. lesnSyeap,aNnjoannigdjaialamn mdaermi tbeimsup.at kosnya menuju rumah murid 239 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4 252\/457","\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 Fuad berhenti di tepi pagar rumah yang dituju. Eko me- matikan mesin dan menatap Noni dengan putus asa, \u201cNon ... ngomong, dong. Kamu kan biasanya maki-maki, ngomel- ngomel, apa kek ... jangan diam gitu, dong. Lebih baik kamu marah-marahin aku daripada aksi bisu gitu.\u201d Sambil menenteng tas-tasnya sendirian dengan susah pa- \u00a0yah, Noni keluar dari mobil. \ue03b\ue01a\ue031\ue030\ue000 \ue01f\ue036\ue030\ue029\ue029\ue036\ue002 \ue026\ue031\ue030\ue029\ue000 \ue00d\ue02d\ue036 \ue024\ue023\ue030\ue035\ue036\ue02b\ue030\ue000 \ue017\ue023\ue02f\ue036 \ue02d\ue027\ue030\ue023\ue032\ue023\ue002 \ue034\ue02b\ue02a\ue00c\ue03c Eko buru-buru keluar dari mobil menyusul Noni yang ber- \u00a0jalan cepat seperti orang minggat. \u201cLebih baik, kamu tungguin aja tuh Kugy selesai sidang, \u00a0baru ketemu aku lagi. Percuma kalo sekarang-sekarang. \ue00e\ue036\ue023\ue030\ue029\ue003\ue024\ue036\ue023\ue030\ue029 \ue038\ue023\ue02d\ue035\ue036\ue004 \ue019\ue023\ue02e\ue023\ue02a \ue024\ue02b\ue02d\ue02b\ue030 \ue02a\ue02b\ue026\ue036\ue032\ue02d\ue036 \ue035\ue023\ue02f\ue024\ue023\ue02a \ue033\ue027\ue032\ue031\ue035\ue000\ue03c tukas Noni pedas seraya terus berjalan. B a n d u n g , J u n i 2 0 0 2 . .. Sambil diiringi album Duran Duran dan berjoget-joget kecil, Kugy mengecek lagi kelengkapan dokumennya untuk pre- sentasi besok, termasuk catatan-catatan yang sudah ia buat untuk menjawab aneka pertanyaan saat sidang. Memastikan segala sesuatunya siap, termasuk dirinya. Ia lalu mengembus- kan napas panjang. Hatinya siap. Musik ini pun terasa ma- kin sedap. \u201cAman terkendali?\u201d tanya Eko, juga sambil berjoget ke- cil. \u201cDelapan-enam, Komandan,\u201d Kugy menjawab mantap \ue034\ue023\ue02f\ue024\ue02b\ue02e \ue02f\ue027\ue030\ue029\ue023\ue025\ue036\ue030\ue029\ue02d\ue023\ue030 \ue02c\ue027\ue02f\ue032\ue031\ue02e\ue004 \ue03b\ue011\ue02a\ue002 \ue02d\ue02b\ue035\ue023 \ue024\ue02b\ue02d\ue02b\ue030 \ue02d\ue031\ue033\ue027\ue031\ue029\ue033\ue023\ue03e\ue002 \u00a0yuk, Ko. Kayak joget prajurit gitu.\u201d \u201cSiapa takut?\u201d kata Eko sambil mengentak-entakkan ke- pcearliat.an\u201cLyaihgaot ynainhg,-Ggoyy.aMngakksaugdumgergaiktua.nGkueapanlaggianki nniyha,nggukaa 240 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4 253\/457","\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 sobat gua jadi salah satu segelintir gerombolan laknat yang lulus di bawah empat tahun.\u201d Mendadak Kugy menghentikan joget prajuritnya. \u201cKo ... makasih, ya,\u201d ia berkata sungguh-sungguh. \u201cGua bener-bener \u00a0berutang budi sama lu. Nggak tahu apa jadinya skripsi ini kalo nggak ada lu.\u201d \u201cUdah gua bilang, jangan sok melankolis di depan gua. \u00a0Yang ada gua pingin nyolok mata lu,\u201d Eko terkekeh. \u201cGua serius, gila,\u201d kata Kugy lagi. \u201cKalo ada apa pun yang \u00a0bisa gua bantu buat lu, \u00a0please let me know, \u00a0ya. \u00a0I owe you one.\u201d Mendengar itu, Eko pun berhenti bergoyang. Diam, ber- pikir. \u201cSebetulnya ... ada, sih. Gua pingin minta tolong se- suatu.\u201d \u201cAnything.\u201d\u00a0 \u201cGua minta lu bicara sama Noni setelah lu sidang. Baikan lagi, gih,\u201d Eko berubah serius, \u201cGua juga nggak jamin kalian langsung bisa akur. Tapi setidaknya lu nyoba satu kali untuk\u00a0 \u00a0bicara sama dia. Oke?\u201d katanya lembut. \u201cBuat gua? \u00a0Please?\u201d\u00a0 Dari semua kemungkinan permintaan Eko, Kugy paling enggan membayangkan yang satu itu. Tapi janji adalah janji. Ia pun mengangguk. Pintu itu membuka, dan Noni langsung menyambutnya de- ngan ucapan datar, \u201cYa. Ada apa?\u201d \u201cKamu masih marah, Non?\u201d tanya Eko hati-hati. \u201cNggak penting,\u201d jawab Noni pendek, \u201cselama Kugy be- lum sidang, apa pun jadi nggak penting ....\u201d kas\u201cihBessuopkpdoriat.\u00a0sDidiaanpga,s\u201dtiseselaneEnkgo,b\u201caknagmetukabliosakadmatuanagdau.n\u201d tuk\u00a0 241 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4 254\/457","\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 \u201cDia atau kamu yang seneng?\u201d \ue03b\ue01a\ue031\ue030\ue000 \ue017\ue023\ue02e\ue02b\ue023\ue030 \ue035\ue036\ue02a \ue035\ue027\ue02f\ue027\ue030\ue023\ue030 \ue036\ue026\ue023\ue02a \ue024\ue027\ue033\ue023\ue032\ue023 \ue035\ue023\ue02a\ue036\ue030\ue002 \ue034\ue02b\ue02a\ue00c \ue019\ue023\ue034\ue023 kalah sama masalah beginian doang? Masalahnya apa juga nggak jelas, tahu-tahu diem-dieman, terus dua-duanya sama-sama keras kepala. Heran,\u201d Eko mulai dongkol. \u201cBuatku, masalahnya selalu jelas, yaitu: dia NGGAK\u00a0 \ue016\ue011\ue018\ue00d\ue01e\ue000 That\u2019s it!\u201d\u00a0\u00a0 tegas Noni. \u201cDan yang bikin semua ini makin-makin menyebalkan adalah karena kamu selalu ada \ue026\ue02b \ue032\ue02b\ue02a\ue023\ue02d \ue026\ue02b\ue023\ue000\ue03c \u201cNoni ... itu nggak benar sama sekali. Aku nggak\u00a0 \u00a0berpihak, justru aku kepingin kalian\u2014\u201d \u201cKamu tuh naif atau pura-pura polos, sih, Ko?\u201d Noni ber- decak tidak sabar, \u201cNgaku aja, kenapa sih?\u201d Eko mengerutkan alis. \u201cNgaku apa?\u201d \u201cKamu naksir dia dari SMP. Jauh sebelum kita pacaran. Iya, kan? Dan sebagian dari diri kamu yang tergila-gila sama Kugy tuh nggak berubah. Kamu selalu memuja dia. Dia nggak pernah salah buat kamu. Aku tahu kamu sayang ba- nget sama aku, dan kamu pacarku, tapi sebagian hati kamu selalu ada buat Kugy. Iya, kan?\u201d Noni setengah mati me- nahan tangis. Suaranya bergetar-getar. Apa yang selama ini ia tahan-tahan akhirnya keluar juga. \ue011\ue02d\ue031 \ue02f\ue027\ue030\ue029\ue023\ue030\ue029\ue023 \ue035\ue023\ue02d \ue032\ue027\ue033\ue025\ue023\ue039\ue023\ue004 \ue03b\ue01a\ue031\ue030\ue000 \ue010\ue02b\ue023 \ue034\ue023\ue02a\ue023\ue024\ue023\ue035\ue02d\ue036\ue000 \ue00d\ue02d\ue036 \ue034\ue023\ue039\ue023\ue030\ue029 \ue024\ue023\ue030\ue029\ue027\ue035 \ue034\ue023\ue02f\ue023 \ue02f\ue023\ue030\ue036\ue034\ue02b\ue023 \ue029\ue02b\ue02e\ue023 \ue02b\ue035\ue036\ue000 \ue01f\ue023\ue032\ue02b \ue024\ue036\ue02d\ue023\ue030 \ue034\ue023\ue039\ue023\ue030\ue029 \u00a0yang seperti kamu sangka. Ampun, deh. Kamu kenapa, sih?\u201d \ue03b\ue01f\ue023\ue030\ue039\ue023 \ue034\ue023\ue02f\ue023 \ue026\ue02b\ue033\ue02b \ue02d\ue023\ue02f\ue036 \ue034\ue027\ue030\ue026\ue02b\ue033\ue02b\ue000 \ue017\ue023\ue02f\ue036 \ue035\ue036\ue02a \ue017\ue011\ue01a\ue00d\ue01c\ue00d\ue00c\ue03c seru Noni putus asa. Pintu itu membanting di depan muka Eko. Dan seberapa kali pun dia mengetuk dan memanggil-manggil, pintu itu tak\u00a0 membuka. 242 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4 255\/457","\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 28. ADVOCADO SIDANG \u00a0 yang dilakukan secara terbuka itu ditonton oleh teman-teman terdekat Kugy. Ada Ami, Ical, Eko, Bimo, dan \u00a0beberapa teman lain. Hanya Eko yang menunggu sampai pengumuman sidang. Mereka berdua duduk di bangku ta- man dekat ruang sidang. Tidak banyak bicara. Dengan dua gelas jus buah di tangan masing-masing, pandangan yang sama-sama kosong, menunggu dengan tegang. Mas Danar, petugas administrasi yang sudah akrab de- ngan Kugy, tahu-tahu melongokkan kepalanya dari dalam \ue02d\ue023\ue030\ue035\ue031\ue033\ue004 \ue03b\ue013\ue039\ue002 \ue032\ue027\ue030\ue029\ue036\ue02f\ue036\ue02f\ue023\ue030\ue030\ue039\ue023 \ue036\ue026\ue023\ue02a \ue02d\ue027\ue02e\ue036\ue023\ue033\ue000\ue03c \ue032\ue023\ue030\ue029\ue029\ue02b\ue02e\ue030\ue039\ue023\ue004 \u201cDari muka Mas Danar kayaknya lu dapet A, Gy ...\u201d bisik\u00a0 Eko yang berjalan di belakang Kugy. \u201cKok, gua malah ngelihat di mukanya tergambar huruf C ... atau bahkan nggak lulus? Huuu ... tegang, nih, Ko ...\u201d Kugy melangkah sambil meringis-ringis. \u201cNih, saya tempel, ya. Silakan baca sendiri,\u201d kata Mas Danar sambil merekatkan kertas hasil nilai pengumuman tigaBseirdhaunbguynagnhgadniygaelaardatatdigi apangai.ma di sana, dengan cepat 243 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4 256\/457","\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 Kugy menemukan namanya. Ia dan Eko sama-sama terce- ngang. \u201cA\u2014plus?\u201d teriak Eko. Kugy menutup mulutnya dengan kedua tangan. Matanya sudah mau terjun bebas keluar. \u201cKooo ... gua nggak percaya ....\u201d \ue03b\ue01a\ue02b\ue02e\ue023\ue02b \ue02e\ue036 \ue032\ue023\ue02e\ue02b\ue030\ue029 \ue035\ue02b\ue030\ue029\ue029\ue02b\ue002 \ue02f\ue031\ue030\ue039\ue031\ue030\ue029\ue000 \ue017\ue023\ue02f\ue032\ue033\ue027\ue035\ue000 \ue00e\ue023\ue030\ue029\ue034\ue023\ue035\ue000 \ue014\ue027\ue003 \u00a0\ue024\ue023\ue035 \ue024\ue023\ue030\ue029\ue027\ue035 \ue034\ue02b\ue02a \ue02e\ue036\ue036\ue036\ue000\ue03c \ue011\ue02d\ue031 \ue024\ue027\ue033\ue035\ue027\ue033\ue02b\ue023\ue02d \ue02d\ue027\ue034\ue027\ue030\ue023\ue030\ue029\ue023\ue030 \ue034\ue023\ue02f\ue024\ue02b\ue02e \ue02f\ue027\ue030\ue029\ue003 goyang-goyang bahu Kugy. Spontan, Kugy membalik badan. Memeluk Eko erat. \u201cThank you, ya, Ko. Kalo bukan karena lu, gua nggak akan mungkin bisa berhasil hari ini,\u201d bisiknya terharu. Eko sempat tersentak kaget dengan reaksi yang tiba-tiba itu. Namun, lambat laun badannya yang mengunci mulai mengendur, ia pun mendekap Kugy balik. \u201cSama-sama, Gy. Gua hepi banget buat lu ...\u201d tahu-tahu satu tangannya men- \u00a0jitak kepala Kugy pelan, \u201ceh, awas lu ya, jangan pakai acara nangis segala. Udah cukup gua jadi kacung lu dua bulan, \u00a0jangan sampai bikin gua malah terharu atas kesialan gua selama ini ....\u201d Perlahan, Kugy melepaskan pelukannya. \u201cSesudah ini, gua yang mengabdi jadi kacung lu,\u201d katanya berseri. Eko merogoh kantong, menyerahkan kunci mobil. \u201cLu \u00a0bisa mulai dengan jadi sopir.\u201d \u201cDelapan-enam, Komandan,\u201d Kugy menyahut sigap. \u201cMari, saya antar. Saya kasih makan. Saya kasih minum. Tapi nanti tetap saja Komandan yang bayar.\u201d \ue03b\ue00d\ue030\ue023\ue02d \ue024\ue036\ue023\ue02a \ue030\ue029\ue027\ue02a\ue027 \ue027\ue02f\ue023\ue030\ue029 \ue02e\ue036\ue000\ue03c \ue034\ue027\ue02f\ue032\ue033\ue031\ue035 \ue011\ue02d\ue031 \ue034\ue023\ue02f\ue024\ue02b\ue02e \ue035\ue027\ue033\ue003 gelak. Dari kejauhan, seseorang mengamati keduanya berjalan \u00a0berangkulan. Noni. DanP,atgibi ata-tdibi,ai,aiamjeurgaasatemrgeenraykesuanl tautkasmtuendeumhauninKyuagpyakdeakEakmo-. 244 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4 257\/457","\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 pus demi memberikan dukungan. Dengan segala kegentaran dan keengganan yang padahal masih membebani hatinya, Noni berhasil melawan itu semua untuk akhirnya datang ke kampus dan mencari Kugy ke ruang sidang. Namun, apa \u00a0yang dilihatnya barusan memupuskan keduanya. Sebagian dirinya remuk ketika melihat satu hal yang pa- ling ia takutkan ternyata menjadi kenyataan. Eko memang mencintai Kugy. Dan, dari apa yang ia lihat barusan, seperti- nya cinta itu tidak hanya searah. Noni berusaha keras untuk tetap kuat berjalan pergi de- ngan tegak. Dadanya naik turun, menahan tangis. Ia ber- harap seandainya saja bisa terbang dan cepat-cepat pergi dari tempat itu. Ia tidak kuat lagi. Rasanya sudah lama sekali Kugy tidak ke tempat itu. Tem- pat yang dihuninya dua tahun bersama Noni. Rumah per- tamanya di Bandung. Dan tak lama lagi ia akan mening- galkan kota ini. Kugy berdiam sebentar, memandangi sudut-sudut di tempat kos itu. Sudut-sudut yang membang- kitkan rentetan kenangan di benaknya. Kugy lalu meng- geleng kepala sendirian, seolah-olah ingin menepis sesuatu. Kembali melangkah menuju kamar itu. Sekilas membaca tulisan:\u00a0NONI ADA.\u00a0 Kugy mengetuk pintu. Tak lama, pintu membuka, dan tampaklah Noni yang terkejut bukan main. Sama sekali ti- dak menyangka kedatangan Kugy. Kugy mengangkat kedua sudut bibirnya tinggi-tinggi, ter- \ue034\ue027\ue030\ue039\ue036\ue02f \ue034\ue027\ue02e\ue027\ue024\ue023\ue033 \ue02f\ue036\ue030\ue029\ue02d\ue02b\ue030\ue004 \ue03b\ue014\ue027\ue02e\ue031\ue002 \ue01a\ue031\ue030\ue000 \ue00d\ue032\ue023 \ue02d\ue023\ue024\ue023\ue033\ue00c\ue03c Noni tidak bereaksi sama sekali. Hanya menatap Kugy\u00a0 den\u201cgGaunatlautlaupsansidtiadnagk tmadaiupdaiggia, nNgognu.. Dan Karel udah cariin 245 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4 258\/457","\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 gua kerja di Jakarta, gua mulai coba magang sambil nunggu \u00a0wisuda. Jadi, gua mau pamitan, sekalian pingin ngobrol- ngobrol aja,\u201d dengan nada secerah mungkin Kugy bercerita. \u201cHmm. Boleh masuk?\u201d tanyanya hati-hati. Namun, Noni bergeming di tempatnya. \u201cSelamat buat kelulusan lu. Tapi gua lagi banyak kerjaan. Sori,\u201d katanya dengan nada datar. \u201cAda yang bisa gua bantu, nggak?\u201d Kugy menawarkan diri. Noni hanya menggeleng. \u201cNon ... sebenarnya gua pingin bicara sesuatu sama lu. Gua pingin kita temenan lagi kayak dulu. Gua mau minta maaf atas semuanya. Selama ini gua bingung mulai dari mana ...\u201d terbata-bata Kugy berusaha menjelaskan. \u201cGy, gua hargai maksud lu,\u201d sela Noni, \u201ctapi buat gua, semua itu udah jadi sejarah. Dan gua merasa lebih baik hu- \u00a0bungan kita kayak gini aja. Jauh lebih mudah buat gua. Buat elu. Dan mungkin buat Eko.\u201d Sesuatu seperti menyodok hatinya tiba-tiba. Namun, Kugy tidak tahu pasti apa. \u201cKenapa gitu, Non?\u201d Rahang Noni mengencang. Ingin sekali rasanya ia mun- tahkan semua kekesalannya selama ini seperti berondongan peluru. Namun, ia pun tak tahu harus memulai dari mana. \u201cSeumur hidup gua temenan sama lu, gua harus mengakui lu lebih cantik, lebih pintar, lu serba bisa, tapi gua nggak\u00a0 mau sirik sama lu, karena gua sayang banget sama lu, Gy. Tapi baru kali ini gua sakit hati sama lu, karena lu meman- faatkan semua kelebihan lu untuk kepentingan lu sendiri ....\u201d Noni berkata dengan suara tertahan. Kugy terlongo mendengar kalimat-kalimat itu. Berusaha mencerna, memahami, dan tetap belum ia temukan maksud Non\u201cGi uyaantgahsuebEeknoarmnyeam. ang simpati sama kondisi lu. Dia sa- 246 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4 259\/457","\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 \u00a0yang sama lu. Dulu kita semua juga gitu. Tapi jangan gara- gara cuma tinggal dia sendirian yang masih nganggap lu, terus lu merasa lebih. Kalo lu memang punya hati, lu bakal tahu menempatkan posisi lu di mana. Belagak temen, tapi makan temen. Atau jadi orang asing, tapi nggak makan temen. Gua sarankan lu pilih yang kedua. Karena gua nggak\u00a0 punya tempat buat lu lagi, selain posisi itu.\u201d \ue03b\ue01a\ue031\ue030 \ue004\ue004\ue004 \ue02e\ue036 \ue034\ue023\ue02e\ue023\ue02a \ue034\ue023\ue030\ue029\ue02d\ue023 \ue004\ue004\ue004 \ue035\ue031\ue035\ue023\ue02e\ue000\ue03c \ue017\ue036\ue029\ue039 \ue034\ue023\ue02f\ue032\ue023\ue02b \ue02f\ue027\ue030\ue023\ue02a\ue023\ue030 napas saking kagetnya. \u201cGua nggak ada niatan kayak gitu sama sekali ... nggak pernah ada apa-apa di antara gua dan Eko selain temenan doang ....\u201d \u201cOke. Gua mau mengaku satu hal sama lu,\u201d potong Noni tajam, \u201ctadi siang gua datang ke kampus, mau kasih support\u00a0 untuk lu sidang. Nah, sekarang giliran gua mau tanya sama lu,\u201d muka Noni semakin kencang, \u201cpernah nggak Ojos me- nemani gua dengan setianya berminggu-minggu? Pernah nggak gua meluk-meluk Ojos di depan umum?\u201d Kugy terkesiap. Berusaha setengah mati memahami apa \u00a0yang tengah terjadi, apa yang Noni lihat, apa yang Noni kira. \u201cAstaga, Non ... maksud lu kejadian tadi siang di kam- pus? Gua tuh ... ya ampun, Non ...,\u201d Kugy nyaris kehilangan kata-kata, \u201cgua sobatan sama Eko udah hampir sepuluh ta- hun, kita udah kayak kakak-adik. Mana bisa lu samain hu- \u00a0bungan gua dan Eko dengan hubungan lu dan Ojos?\u201d \u201cKalo lu memperhitungkan perasaan gua, lu nggak perlu membela diri kayak gitu. Lu cuma perlu tahu diri. Jangan sok polos, Gy. Eko selalu punya hati buat lu. Sekarang ting- gal gimana elunya aja. Masih nganggap gua ada atau nggak.\u201d Kugy menunduk lunglai, mengingat perjalanannya se- tahun ke belakang, dua tahun ke belakang, tiga tahun ke \u00a0pbeallainkgantgol.o..l myeanndgadpaekrniaahleglauha ldueanrgbeirasdaa. r\u201ciItluu,a\u201ddaulcaahpnhyaal 247 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4 260\/457","\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 pelan. Hati Noni langsung tertusuk mendengarnya. Namun, ia \u00a0berusaha tampak tegar. \u201cNah, sekarang lu ngerti, kan? Kenapa gua tadi bilang nggak ada yang perlu diubah dari hubungan kita? Lebih baik gini, deh,\u201d cetusnya dingin. Kugy pun mengangguk. \u201cIya, lebih baik gini.\u201d Pintu itu pun ditutup. Kugy pun membalikkan badan. Pulang. Begitu sampai di tempat kosnya, Kugy tidak buang \u00a0waktu. Malam itu juga, ia berkemas-kemas. Ia akan pulang ke Jakarta secepat mungkin. Tidak ada lagi yang menahan- nya di sini. Sama sekali. Malam itu Kugy pun memutuskan, segala kenangan dan perkara yang hanya akan membebani hatinya, ia buang \u00a0jauh-jauh. Noni resmi menjadi satu di antaranya. Jak ar ta, Agustu s 200 2 ... 261\/457 Kugy mematut-matut diri di kaca. Kegiatan yang telah di- lakukannya bolak-balik sejak setengah jam yang lalu. Ba- rangkali inilah rekor terlama ia bercermin. Selama ini bah- kan ia jarang menggunakan jasa cermin karena tidak terlalu peduli apa yang dilihatnya di sana. Namun, hari ini, ia me- rasa ada yang benar-benar tidak beres. \u00a0Ada yang salah dengan rok selutut yang dikenakannya, dengan sepatu hak lima senti yang menempel di kakinya, dengan clutch bag itu, dengan rambutnya yang mendadak\u00a0 \u00a0bervolume karena di-roll\u00a0 sejak pagi tadi. \u201cGua kok ancur banget, sih?\u201d keluhnya pada Karin, yang merupakan penyalur semua barang yang kini ada di badan- nya itu. \u201cYang ancur adalah mata lu dan wawasan busana lu se- lama ini, Kugy. Kalo orang mau ngantor, supaya tampak\u00a0 248 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4","\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 menarik, enak dilihat, dan profesional, ya begini dandanan- \ue030\ue039\ue023\ue000\ue03c Karel, yang baru selesai sarapan, melongok dari pintu. \u201cmGeyn,abtaepraandgikkatp,eyruemk\u2014pu\u201d aKnanlyima.atnya terhenti. Karel bengong \u201cKamu\u2014nggak salah info, kan, Gy? Kamu bakal jadi co- \u00a0py-wri-ter,\u201d\u00a0\u00a0 eja Karel penuh penekanan, \u201cbukan \u00a0fa-shion e-di-tor!\u00a0 \ue016\ue036\ue029\ue023 \ue024\ue036\ue02d\ue023\ue030 \ue033\ue027\ue003\ue034\ue027\ue032\ue003\ue034\ue02b\ue031\ue003\ue030\ue02b\ue034\ue000 \ue010\ue023\ue030 \ue024\ue036\ue02d\ue023\ue030 \ue01e\ue003\ue01c\ue003\ue013\ue000\ue03c Karin mendelik sewot. \u201cKarel, ini namanya \u00a0STYLE,\u00a0 oke? Sesuatu yang bukan keahlian kamu. \u00a0So ... leave it to the exp\u201ceKrta,rpinle, aaskeu?\u201d\u00a0udah sering ke kantor advertising \u00a0 tempat Kugy nanti kerja. Bosnya aja ngejins kalo ke kantor. Dan Kugy bakal ditempatkan di bagian kreatif. Dalam hal ini, \u00a0I\u00a0 am the expert. So, please,\u00a0 jangan jadikan adik kita kelinci percobaan\u00a0fashion-mu, oke?\u201d balas Karel tegas. \ue021\ue005\ue013\ue017\ue00f\ue000 \ue024\ue017\ue00f\ue000\ue022\u00a0 Karin melengos, \u201cudah jelas, masalahnya di sini adalah kesenjangan selera.\u201d \ue013\ue02b\ue02e\ue02b\ue033\ue023\ue030 \ue017\ue036\ue029\ue039 \ue024\ue027\ue033\ue034\ue031\ue033\ue023\ue02d \ue029\ue02b\ue033\ue023\ue030\ue029\ue004 \ue03b\ue014\ue031\ue033\ue027\ue000 \ue016\ue023\ue026\ue02b \ue023\ue02d\ue036 \ue032\ue023\ue02d\ue023\ue02b \ue024\ue023\ue02c\ue036\ue003 ku aja, ya?\u201d Ia pun berlari-lari masuk kamar untuk ganti \u00a0baju. Tak lama Kugy kembali dari kamarnya. \u201cKalo gini gi- mana?\u201d ia berdiri di ruang makan, meminta pendapat se- mua. Kugy, berdiri dengan rok panjang hitam yang dibelinya untuk sidang skripsi, kemeja putih peninggalan penataran P-4, jaket jins Karel yang nyaris menutup tubuhnya seperti sarung HP, dan tak lupa, jam tangan Kura-kura Ninja-nya \u00a0yang mencuat hingga rasanya menggaplok mata. Karel menelan ludah, kembali melirik Karin, meminta pertolongan. 249 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4 262\/457","\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 Sebelum masuk, Kugy mengamati kantor itu sejenak. Ter- tera tulisan besar berwarna hijau daun di dinding batu: \u00a0AdVocaDo. Segalanya masih serba baru. Berlokasi di derah perumahan Jakarta Selatan, gedung mungil dua lantai itu sangat artistik dan bergaya galeri. Desainnya serba mini- malis, tapi ada aksen warna-warna berani seperti pintu dan kusen serba merah, patung-patung logam dengan lapis alu- minium cemerlang. Kantor itu pun dilingkungi taman tropis \u00a0bergaya Bali yang rimbun dan asri. Interiornya tidak kalah memukau. Dari mulai pencaha- \u00a0yaan hingga furnitur, Kugy segera tahu bahwa selera pemi- liknya di atas rata-rata. Dan dari terlihatnya barang-barang seni di mana-mana, dengan mudah Kugy menyimpulkan \u00a0bahwa pemilik kantor ini seorang pencinta seni yang bukan sembarangan. Sambil menunggu bersama Karel di sofa depan, mata Kugy tak henti-hentinya jelalatan ke sana kemari, menga- gumi calon kantor barunya. Tak lama, seseorang berjalan keluar menghampiri me- \ue033\ue027\ue02d\ue023\ue004 \ue03b\ue017\ue023\ue033\ue027\ue02e\ue000 \ue014\ue023\ue02b\ue000\ue03c Karel langsung bangkit berdiri, dan keduanya berangkulan akrab. Kugy spontan ikut berdiri. Kaku. Ia menyadari se- suatu. Jarang sekali ia terkesiap melihat seseorang. Namun, kehadiran orang itu memang seketika mengubah atmosfer ruangan. Dalam benaknya, Kugy membayangkan sosok\u00a0 Remigius Aditya yang jauh lebih tua. Tapi ternyata pemilik\u00a0 \u00a0biro iklan AdVocaDo ini masih sangat muda, berpenampilan gaul dengan kemeja lengan pendek, jins hitam, dengan wa- \u00a0jah tampan dan segar seperti baru keluar dari spa. \u201cRemi, kenalin, ini adik gua, Kugy,\u201d Karel menyorongkan Kugy ke muka. Kug\u201cRy,e\u201cmpiagniugsg,i\u201dl aijaa bReermkai.t\u201da ramah sambil menjabat tangan 250 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4 263\/457","\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 Karel menggeleng cepat, \u201c\u00a0No ... no, panggil \u2018Pak\u2019 Remi.\u201d Remi tertawa renyah. \u201c\u00a0No,\u00a0Karel. Remi. \u00a0Please.\u201d\u00a0 Kugy ikut tersenyum. \u201cKugy,\u201d ia memperkenalkan diri. \u201cMakasih banget ya buat kesempatannya,\u201d kata Karel lagi. \u201cMudah-mudahan dia nggak malu-maluin.\u201d \u201cThe K family?\u00a0 Gua percayalah,\u201d Remi tergelak, \u201cresume kamu juga sangat bagus, kok,\u201d tambahnya pada Kugy, \u201cdan kamu masuk pada saat yang tepat.\u201d \u201cOh, ya?\u201d Kugy terlongo. \u201cKita lagi banyak banget proyek baru, media campaign, pokoknya kenyang, deh. Sudah bisa dipastikan kamu lang- sung sibuk,\u201d ujar Remi santai, \u201cyuk, kamu bisa mulai seka- rang. Saya kenalin dulu sama tim yang lain, ya.\u201d Kugy bisa merasakan telapak tangannya berkeringat per- tanda gugup. Masih terbayang jelas suasana kampus, tempat kosnya, Sakola Alit. Rasanya semua itu baru kemarin ia alami. Dan sekarang ia sudah memulai sesuatu yang sama sekali baru. Mendadak, Kugy ingin terbang kembali ke Ban- dung saat itu juga. 251 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4 264\/457","\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 29. BUMI PUN BERPUTAR J a k a r t a , Sep t em b er 2 0 0 2 ... Kugy tak percaya bisa lolos dari sebulan pertamanya di \u00a0AdVocaDo. Ia resmi menyandang titel pegawai termuda ka- rena dialah satu-satunya yang bekerja dengan status magang sambil menunggu ijazah. Kugy ditempatkan di satu tim yang dikepalai seorang creative director\u00a0yang juga membawahkan \u00a0beberapa tim lain di AdVocaDo. Tim yang ia tumpangi ter- diri dari seorang art director \u00a0 bernama Siska, dan seorang copy writer\u00a0senior bernama Iman. Lantai bawah menjadi lantai area untuk bagian account, sementara departemen kreatif menghuni lantai dua. Suasana lantai bawah lebih tertib dengan orang-orang yang berbaju lebih rapi, sementara lantai dua ingar-bingar, urakan, dan lebih berantakan. Kugy adalah bagian dari lantai dua, me- nempati satu pojok berpartisi, dengan sebuah meja dan satu set komputer. tar-Rseembeinbteanr aard.aIayamnegmnaonnggolalndgisbuanlgiksipbaurktisluinayrab;i\u201caGsay.,Stoebloenng- 252 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4 265\/457","\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 di-scan \u00a0 ya,\u201d sambil menyerahkan setumpuk gambar; \u201cGy, tolong fotokopi ini semua, ya,\u201d sambil menyerahkan se- tumpuk dokumen; \u201cGy, gambar yang udah ditandain, tolong diguntingin, ya. kita mau buat dummy storyboard,\u201d\u00a0 sambil menyerahkan setumpuk majalah dan gunting kecil. Kugy\u00a0 merasa, satu-satunya pekerjaan yang belum diperintahkan padanya adalah membuat kopi atau teh, dan itu pun hanya karena sudah ada\u00a0\ue018\ue010\ue024\ue00d\ue00f \ue00c\ue018\ue020\u00a0dan\u00a0\ue018\ue010\ue024\ue00d\ue00f \ue011\ue013\ue01a\ue015.\u00a0 Kadang-kadang, Kugy merasa lebih tepat disebut\u00a0\ue01b\ue00f\ue017\ue013\ue018\ue01a \ue018\ue010\ue024\ue00d\ue00f \ue011\ue013\ue01a\ue015\u00a0 ketimbang seorang \u00a0junior copy writer. Jam kerjanya pun tak tentu. Sementara para \u00a0 \ue018\ue010\ue024\ue00d\ue00f \ue00c\ue018\ue020 dan \u00a0 \ue018\ue010\ue024\ue00d\ue00f \ue011\ue013\ue01a\ue015\u00a0\u00a0 sudah bisa pulang dari pukul enam sore, Kugy kadang harus menetap sampai pukul sebelas malam, apalagi kalau sudah menjelang presentasi pada klien, pada- hal saat presentasinya nanti ia tidak pernah diikutsertakan. Begitu sampai di rumah, Kugy pun harus menghadapi \u00a0berondongan pertanyaan dari keluarganya yang begitu ber- semangat dengan karier barunya. Sebentar-sebentar ada saja \u00a0yang mengusiknya untuk bertanya; \u201cGy, gimana kerjaan lu? Betah, nggak?\u201d; \u201cGy, udah bikin iklan apa aja, nih?\u201d; \u201cDe- nger-denger bos lu ganteng, ya?\u201d. Kugy selalu menjawab apa adanya, bahwa selama bekerja di AdVocaDo ia semakin ahli menggunting, memotong, dan cekatan memfotokopi. Dan semua itu kelak berguna jika ia memutuskan untuk bikin kios fotokopi sendiri. Kadang, semua pertanyaan itu ia jawab dengan dengkuran, menggeletak di sofa ruang tamu dan ter- tidur sampai pagi. Jumat. Hari yang paling ditunggu oleh Kugy karena berarti msealelapsaasn.hSaertiidinaki niayaa,kdainakphuirnypaekdaunabhesaorki ,uinattuekrbbeberams taulgaass- 253 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4 266\/457","\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 karena belum ada lagi \u00a0pitching\u00a0yang mendesak. Pikirannya sudah melayang ke akhir hari, ke tempat tidur, bermain de- ngan Santai, dan melalap tumpukan komik Jepangnya yang sudah begitu banyak tertunda. Namun, siang ini ia harus terjebak dalam rapat internal, membahas sebuah produk permen cokelat yang berencana akan kampanye besar-besaran. Sementara Kugy tahu keter- libatannya tak akan lebih dari menggunting dan men-scan. Sambil mengaduk-aduk secangkir kopinya, Kugy berusaha memasang tampang menyimak, padahal ia sudah mau mati \u00a0bosan. Iman berusaha keras meyakinkan Remi atas usulan kon- sepnya, \u201cTapi teks ini catchy\u00a0banget, Bos. Memang banyak\u00a0 \u00a0yang terpaksa dipersingkat, supaya ada ruang buat visual. Tapi pesannya kan tetap jelas.\u201d Remi berpikir, \u201cIya, sih. Tapi ... kenapa, ya? Saya kok\u00a0 merasa belum ... kena. Udah banyak iklan produk sejenis \u00a0yang pakai angle\u00a0sama.\u201d \u201cKalo konsep tim kita sih lebih condong ke narasi, supaya \ue02f\ue027\ue030\ue029\ue023\ue02d\ue031\ue02f\ue031\ue026\ue023\ue034\ue02b \ue02f\ue023\ue036\ue030\ue039\ue023 \ue02d\ue02e\ue02b\ue027\ue030 \ue039\ue023\ue030\ue029 \ue02d\ue027\ue032\ue02b\ue030\ue029\ue02b\ue030 \ue03e\ue035\ue036\ue033 \ue032\ue033\ue031\ue026\ue036\ue02d\ue030\ue039\ue023 \u00a0bisa maksimal keluar. Tammies Bar\u2014cokelat Swiss, real\u00a0 caramel, crispy wafer, hazelnut cr\u00e8me, bla-bla-bla ... kita \u00a0push\u00a0aja semua keterangan itu,\u201d usul Fani, dari tim lain. Remi menggeleng. \u201cBasi, ah. Dan kayaknya nggak cocok\u00a0 \u00a0\ue024\ue036\ue023\ue035 \ue032\ue033\ue031\ue03e\ue02e \ue034\ue027\ue029\ue02f\ue027\ue030 \ue039\ue023\ue030\ue029 \ue02f\ue027\ue033\ue027\ue02d\ue023 \ue035\ue027\ue02f\ue024\ue023\ue02d\ue004\ue03c \u201cIya, tapi, kan mau kliennya gitu. Dia pingin kualitas cokelatnya tersampaikan, karamelnyalah, wafernya, rasanya, \ue029\ue023\ue02f\ue024\ue023\ue033 \ue02d\ue027\ue02f\ue023\ue034\ue023\ue030\ue030\ue039\ue023\ue004 \ue017\ue023\ue02e\ue031 \ue024\ue036\ue02d\ue023\ue030 \ue030\ue023\ue033\ue023\ue034\ue02b \ue023\ue035\ue023\ue036 \ue035\ue027\ue02d\ue034 \ue029\ue033\ue023\ue03e\ue034\ue002 \ue023\ue032\ue023 lagi?\u201d desak Iman. Gina, account director,\u00a0berdehem, \u201cTeman-teman, tanpa \u00a0bermaksud bikin kalian tambah stres, tapi sebenarnya iya, \u00a0spaitycahicnugm\u00a0daenmgaanu pnrogidnugketyinangkasluosamhe. rTeakpai,mbeegmitaungyansegnsgaatjua 254 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4 267\/457","\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 ini gol, semua produk mereka bakal lari ke kita. Tahun ini produsennya mau\u00a0 launching \u00a0 empat produk di Indonesia. Tammies Bar cuma kasus uji coba doang. Tapi sekaligus \u00a0yang paling menentukan.\u201d \u201cJadi, kita maju pakai yang mana, nih? Tim saya, Iman, atau Fani?\u201d tanya Tasya, tim terakhir yang juga presentasi- nya ditolak mentah-mentah oleh Remi. Remi menghela napas.\u00a0 \u201cSorry, guys. Saya masih belum puas.\u201d Muka-muka protes langsung bermunculan. Kerja keras mereka beberapa hari bisa jadi percuma, bahkan harus mengulang lagi dari awal. Remi menebarkan pandangan, tatapan-tatapan gelisah yang menunggu keputusannya. Ke- cuali yang satu itu. Mata Remi tertumbuk pada Kugy yang tampak mengaduk-aduk kopi di ujung meja sana, dengan satu siku menopang dagunya yang sudah mau roboh, dan kelopak setengah menggantung pertanda ngantuk nyaris pingsan. \u201cSaya pingin tahu pendapat yang belum bicara. Kugy, menurut kamu gimana?\u201d Mendengar namanya disebut, seketika kantuknya melesat kabur. Kugy terduduk tegak. \u201cKenapa ... pendapat? Tentang apa, ya?\u201d \u00a0Yang lain langsung cekikikan melihat pemandangan ko- mikal itu. Antara Kugy yang bagaikan murid tertangkap ba- sah tidur di kelas, dengan Remi yang bagaikan guru killer siap menghukum. \u201cIklan Tammies Bar. Apa pendapat kamu?\u201d Remi meng- ulang. Suara itu menajam. \ue03b\ue01b\ue02a\ue000 \ue019\ue023\ue034\ue02b\ue02a \ue030\ue029\ue031\ue02f\ue031\ue030\ue029\ue02b\ue030 \ue039\ue023\ue030\ue029 \ue035\ue023\ue026\ue02b\ue00c\ue03c \ue034\ue023\ue02a\ue036\ue035 \ue017\ue036\ue029\ue039 \ue032\ue031\ue02e\ue031\ue034\ue004 Cekakak-cekikik di ruang itu makin menjadi. Benar-benar hib\u201cuMraenn,upriuktirkmameruek.a..sdeamrui ak.etiga konsep tadi ... mana ... 255 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4 268\/457","\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 \u00a0yang ... paling mengena?\u201d Remi sengaja melambatkan tempo \u00a0bicaranya, seolah menjelaskan pada anak kecil. Kugy diam sejenak, memeras otaknya agar memutar balik\u00a0 memori tentang rapat yang sudah berlangsung sejak sejam \u00a0yang lalu itu, yang mudah-mudahan masih tersimpan di kepalanya. \u201cMmm ... saya nggak suka tiga-tiganya,\u201d akhirnya ia berkata. Suara ketawa-ketiwi sontak lenyap. Muka-muka jahil tadi \u00a0berubah serius dalam sekejap. \u201cOke. Alasan kamu?\u201d tanya Remi penasaran. \u201cMenurut saya, tiga-tiganya standar.\u201d Suasana yang sudah hening tadi sekarang beku. Tatapan tajam menghunjam Kugy dari kiri-kanan. Kali ini kantuknya benar-benar sirna, dan Kugy mulai sadar apa yang barusan ia utarakan, plus konsekuensinya. Tapi sudah kepalang basah untuk mundur. Terpaksa ia me- lanjutkan, \u201cTiga konsep tadi memang padat info, tapi cere- \u00a0wet. Secara visual, tiga-tiganya memenuhi syarat tapi nggak\u00a0 nendang. Kalau saya jadi penonton, saya nggak kepingin \u00a0beli, tuh. Biasa-biasa aja soalnya. Nggak bikin ngiler. Kita harus membuat Tammies Bar ini bikin orang penasaran dan kepingin coba.\u201d Iman tidak tahan lagi, \u201cTeori sih gampang. Tapi realisasi konsepnya gimana?\u201d cetusnya dengan nada tinggi. Kugy terdiam. Sumpah, aku juga nggak tahu,\u00a0balasnya dalam hati. Namun, semua orang di ruangan itu sudah me- nanti jawabannya seperti singa-singa kelaparan. Terlalu ga- nas dan buas untuk diberi jawaban \u2018\u2018tidak tahu\u2019\u2019. Dan akhir- nya, Kugy memilih untuk menceletukkan apa pun yang lewat di pikirannya pertama kali. \u201cGini ... bayangkan: tiba-tiba muncul background\u00a0 hitam, smuantyi,i,tatapniptiadmaku.s.i.km, tuanncpuallsauhasreal,aspeipsewrtaifeterv, elakluitammenegnadliardlaahk\u00a0 256 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4 269\/457","\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 hazelnut cr\u00e8me, lalu selapis wafer lagi, lalu melelehlah ca- ramel, lalu mencairlah lapisan cokelat, menutupi semuanya, lalu berjatuhanlah butiran rice crispy,\u00a0lalu cokelat itu mem- \u00a0beku. Dengan efek bunyi yang dramatis. Seperti waktu Iceman mau membekukan satu Gotham City. Terakhir, co- kelat itu terbungkus. Tammies Bar. Dan muncul satu ka- limat: Kelezatan Tanpa Banyak Kata.\u201d Ruangan itu tetap sunyi. Namun, sunyi yang kali ini lain. Semuanya hanyut bersama visualisasi ide Kugy dalam pi- kiran mereka masing-masing. \u201cTagline-nya oke,\u201d Fani berkata lirih. Mukanya masih ti- dak rela, tapi ia sungguhan suka. \u201cNggak standar,\u201d Tasya mengakui. \u201cSaya suka efek teve mendadak mati itu,\u201d lanjutnya lagi, \u201cdan efek Iceman tadi\u2014 whatever it is. But it\u2019s memorable.\u201d\u00a0 \u201cJujur, gua kayaknya jadi pingin beli, tuh. Ngebayanginnya aja ngiler,\u201d celetuk Siska. \u201cPe-er berat memang jadi di visual, tapi gua optimis bisa banget dikejar.\u201d Gina terkekeh, \u201cEkonomis pula. Nggak usah pakai \u00a0jingle, overdub,\u00a0dan sebagainya.\u201d Iman melirik ke arah Remi. Diikuti oleh semua mata. Tinggal dia yang belum bersuara. Remi menepukkan tangannya ke meja, \u201cSip. \u00a0Done, deal. pTearmsims ideesnBgaarn, Kaeplaezyaatnagn dTiadnepsakrBipansiykaaknKKautag,ye. fLekandgasnunvigsujaa-l lan, ya? Khusus untuk\u00a0\u00a0pitching \u00a0 ini, saya mau Kugy jadi \u00a0project leader. Siap-siap presentasi, ya, Gy. Good luck,\u201d Remi pun berdiri, menatap Kugy hangat dan menepuk ri- ngan bahunya, \u201c\u2026 and good job.\u201d\u00a0 Kugy merasa darahnya mendadak hangat. Dan kete- gMaunkgaannyyaabnegratandgisumrebnegrusnercii. tKuubguyhnsaydaabre, rbaanrgasnugrkamlienincialairh. 257 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4 270\/457","\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 akhir kariernya menjadi petugas prakarya AdVocaDo, sekali- gus hari pertamanya sungguhan \u201cbekerja\u201d. Lena langsung melesat ke rumah sakit begitu ia mendapat kabar dari kantor suaminya. Setengah berlari, kakinya me- langkah terburu-buru di koridor, mencari kamar tempat \u00a0Adri diobservasi. Tak lama, Jeroen pun datang menyusul, masih dengan seragam sekolah. Di kamar itu, suaminya terbaring dalam posisi setengah duduk. Wajahnya pucat. Namun, tampak jelas ia berusaha kelihatan baik-baik saja. \u201cHai, Lena ... Jeroen ...\u201d sambutnya dengan senyum yang dipaksakan muncul. \u201cPapa kenapa? Sakit apa?\u201d tanya Jeroen panik. \u201cNggak pa-pa ... cuma stroke ringan. Nih ... tangan yang kanan tahu-tahu aja nggak bisa gerak. Tapi sebentar juga normal lagi kok. Ini udah mulai bisa gerakin jari dikit-dikit,\u201d \u00a0jawab Adri, berusaha menenangkan anaknya. \u201cStroke \u00a0 itu kenapa sih, Ma?\u201d Jeroen gantian bertanya pada ibunya. \u201cMacam-macam, Sayang. Bisa karena terlalu capek, atau stres, atau ....\u201d Lena bahkan tak sanggup menyelesaikan ka- limatnya karena masih terengah dan shock, \u00a0 meski ia juga \u00a0berusaha tampak tenang, kekhawatiran mendalam yang ter- pancar di mukanya tak bisa disembunyikan. \u00a0Adri bisa melihat itu. \u201cAku nggak pa-pa. Betul. Fisioterapi \u00a0beberapa minggu aja pasti udah bisa normal lagi,\u201d ucapnya lagi sambil mengelus lengan istrinya dengan sebelah tangan. \u201cSemuanya akan normal lagi ....\u201d Ia mengulang, lebih seperti untLueknma teenremneannugknagn. Bdairgiinnyyaa,siennidlierbi.ih dari sekadar masalah 258 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4 271\/457","\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 \ue03e\ue034\ue02b\ue031\ue035\ue027\ue033\ue023\ue032\ue02b\ue004 \ue015\ue023 \ue02e\ue027\ue024\ue02b\ue02a \ue02f\ue027\ue030\ue029\ue02d\ue02a\ue023\ue038\ue023\ue035\ue02b\ue033\ue02d\ue023\ue030 \ue023\ue032\ue023 \ue039\ue023\ue030\ue029 \ue035\ue023\ue02d \ue035\ue027\ue033\ue036\ue025\ue023\ue032\ue002 apa yang tersembunyikan, dan apa yang masih akan terus membayangi keluarga mereka dari hari ke hari. U b u d , Sep t em b er 2 0 0 2 ... Sedari tadi tangannya sudah menggenggam kuas blok. Kanvas putih sudah siap di hadapannya. Namun, tak sesapu pun warna tergores di sana. Tangannya seperti lumpuh. Sejak ia kembali melukis lagi dua tahun lalu, baru kali ini Keenan merasa buntu. Perasaan itu sungguh asing. Bahkan menakutkan. Keenan dapat merasakan energi kegelisahan yang ber- gerak menyusupi tubuhnya. Lambat laun, kian merasuk. Keenan mulai resah. Langit sore yang cerah pun tak ada makna baginya hari ini. Ada yang salah. Namun, rasanya tak\u00a0 \u00a0bisa menunjuk apa-apa, siapa-siapa. Tampak Banyu berjalan melewati bale. Keenan langsung \ue02f\ue027\ue02f\ue023\ue030\ue029\ue029\ue02b\ue02e\ue030\ue039\ue023\ue002 \ue03b\ue00e\ue023\ue030\ue039\ue036\ue000 \ue018\ue036\ue02a\ue026\ue027 \ue02d\ue027 \ue02f\ue023\ue030\ue023\ue002 \ue039\ue023\ue00c\ue03c \u201cDia tadi pergi ke pura kota. Sebentar lagi pulang,\u201d jawab Banyu sambil terus melenggang. Barangkali karena belum ada Luhde, pikir Keenan. \u00a0Biasa- nya jika dia ada di sini, semuanya baik-baik saja. \u00a0Akhirnya ia memutuskan untuk berbaring, dan menunggu. Namun, \u00a0badannya bolak-balik terus seperti kepanasan. Keresahan itu makin tidak tertahankan. Keenan hanya menunggu, dan me- nunggu .... \u201cKeenan ... kamu cari saya, ya?\u201d Suara Luhde muncul dari belakang. Serta-merta Keenan bangkit, mukanya lega bukan main. \u201crDayea, mkaemnuarkikoktalnagmaan bLaunhgdeet. sih perginya?\u201d ujar Keenan se- 259 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4 272\/457","\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 Luhde terkejut dengan sambutan ekstra hangat itu. \u201cKeenan sudah menunggu dari tadi? Maaf, ya. Mmm ... me- mangnya kita janjian?\u201d Keenan tertawa lepas. \u201cNggak, kita memang nggak jan- \u00a0jian. Tapi hari ini rasanya aneh. Seperti ada yang kurang. Dan nggak tahu kenapa, saya merasa kehilangan kamu. \u00a0Aneh rasanya kamu nggak ada menemani saya di sini.\u201d Luhde menelan ludah. Tak pernah membayangkan kata- kata itu akan terlontar dari mulut Keenan. Belum usai kaget- nya, ia dikejutkan lagi dengan Keenan yang tahu-tahu me- rebahkan kepala di pangkuannya. \u201cDamai sekali rasanya kalau sudah begini ...\u201d gumam Keenan. Matanya memejam. Tubuh Luhde menegang. Namun, dibiarkannya Keenan \u00a0yang tampak begitu rileks beralaskan simpuhan kakinya. Pelan-pelan, Luhde berusaha membiasakan dirinya dengan kondisi itu, pemandangan itu. \u201cDe, kok saya nggak bisa melukis hari ini, ya?\u201d Tiba-tiba Keenan bersuara. \u201cHati saya hampa, kepala saya kosong. Nggak ada yang mengalir keluar seperti biasanya.\u201d \u201cWajar kalau Keenan jenuh. Sudah berbulan-bulan ham- pir tidak pernah berhenti berkarya,\u201d ucap Luhde. \u201cMungkin saya jenuh, ya?\u201d sahut Keenan, \u201ctapi ... gimana kalau ternyata bukan sekadar jenuh? Mungkin nggak saya\u2014\u201d Dan Keenan rasanya tidak bisa meneruskan ucapannya. \u201cKadang-kadang langit bisa kelihatan seperti lembar hi- tam yang kosong. Padahal sebenarnya tidak. Bintang kamu tetap ada di sana. Bumi hanya sedang berputar,\u201d Luhde me- lanjutkan dengan lembut. Keenan mengembuskan napas panjang, berharap bahwa memang benar demikian. Digenggamnya tangan Luhde, lalu ndiglgeatakkakdaan kdaimatua,s\u201d bdiasdikannyyaa.. \u201cNggak tahu apa jadinya kalau 260 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4 273\/457","\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 Mereka berdua kembali ke dalam keheningan. Namun, sepotong bisikan itu terasa bergaung memenuhi seluruh pe- losok ruang batin Luhde. Belum pernah ia mendengar Keenan mengutarakan perasaannya segamblang itu, sejelas itu. Belum pernah Luhde merasa sebahagia ini. Perlahan, satu tangannya bergerak, menelusuri rambut Keenan. Mem- \u00a0belainya dengan penuh perasaan. Luhde berharap, dalam setiap gerakan jemarinya, Keenan dapat merasakan apa yang ia rasakan. 261 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4 274\/457","\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 30. AGEN NON-AQUARIUS J a k a r t a , Sep t em b er 2 0 0 2 ... Begitu kakinya melangkah ke lobi kantor, Kugy langsung mendapat pesan untuk menemui Remi di ruangannya. Kugy\u00a0 melirik jam. Akibat persiapan presentasi Tammies Bar, su- dah empat hari terakhir ia masuk kantor di atas pukul se- \u00a0belas siang. Setiap malam ia harus bekerja sampai larut, dan Kugy benar-benar tidak sanggup membuka mata sebelum pukul delapan pagi. Kugy tidak heran kalau hari ini ia bakal dapat teguran. \u201cSiang, Kugy. Silakan masuk,\u201d Remi menyambutnya de- ngan ceria. Di dalam ruangan itu ternyata juga sudah ada Gina, account director. \u201cSori, ya. Saya agak telat. Kemarin, sesudah presentasi, \u00a0badan saya rasanya capek banget. Jadi, di rumah saya se- ngaja tidur terus, takut sakit,\u201d jelas Kugy polos. \u201cOh, ya. Kamu memang harus jaga kesehatan, Gy. Bener- \u00a0sbiemnperul,jainagmanelisraikmRpeami is.akit. Soalnya ...,\u201d Gina tersenyum 262 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4 275\/457","\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 \u201cTammies Bar gol. Klien kita suka banget sama konsep kamu. Mereka mau launch kampanye besar-besaran,\u201d Remi melanjutkan. \u201cMereka juga kepingin jalan dengan kita untuk semua produk barunya. Tapi ...\u201d Gina berdehem, \u201cmereka kepingin ide yang secemerlang Tammies Bar, konsep yang out of the box,\u00a0 \u00a0fresh, jadi ....\u201d Remi langsung menyambar, \u201cKita mau kamu yang jadi \u00a0project leader untuk produk-produk mereka.\u201d Kugy ternganga. \u201cSaya? Tapi ... kok ... kenapa saya?\u201d \u201cKarena, saya pikir kamu punya syarat itu semua. Ide kamu \u00a0fresh, out of the box,\u00a0dan justru karena kamu anak\u00a0 \u00a0baru, kamu belum banyak distorsi ini-itu. Kamu punya ka- rakter yang pas untuk spirit klien ini. Dan jarang-jarang \u00a0juga kita punya klien yang memilih untuk nggak \u2018main aman\u2019. Jadi, saya pikir, sinergi mereka dan kamu bakal co- cok banget,\u201d papar Remi lugas. \u201cTapi ... saya belum pengalaman ... presentasi aja baru ikutan sekali ....\u201d \u201cKan kamu punya tim, darling?\u00a0 Ya, mereka pasti bantu kamulah,\u201d ujar Gina sambil tertawa ringan. Kugy berusaha mencerna ucapan yang barusan ia dengar. Dia\u2014\u00a0punya tim?\u00a0\u00a0 Dari tukang fotokopi, tiba-tiba sekarang dia punya tim sendiri? Dalam hatinya, ia sudah ingin me- lorot ke lantai, terpingkal-pingkal. Walaupun ia tahu Remi dan Gina tidak main-main, semua ini terlalu lucu baginya. Namun, ia berusaha setengah mati menunjukkan muka se- rius. \u201cOke,\u201d Kugy menghela napas, bingung mau berkomentar apa, \u201cjadi\u2014\u201d \u201cJadi, kalau kita meeting\u00a0lagi, kamu punya kerjaan lain sseelnayinumngkeelaciml.un dan nahan ngantuk,\u201d cetus Remi dibarengi 263 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4 276\/457","\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 \u201cCongrats,\u00a0\ue039\ue023\ue023\ue023\ue000\ue03c \ue013\ue02b\ue030\ue023 \ue02f\ue027\ue030\ue023\ue02f\ue024\ue023\ue02a\ue02d\ue023\ue030\ue004 Tak lama, Kugy keluar dari ruangan itu. Kembali ke po- \u00a0jok kecilnya. Cekakak-cekikik sendirian sepuasnya di sana. Sudah setengah jam Kugy menunggu taksinya yang tak kun- \u00a0jung datang. Inilah risiko jika pulang pada waktu standar orang-orang bubaran kantor, yakni kompetisi kendaraan umum yang sangat ketat. Namun, Kugy terlalu lelah untuk\u00a0 mencoba alternatif lain selain taksi. Ia hanya ingin duduk\u00a0 tenang di jok belakang, bahkan kalau mungkin tertidur, dan tahu-tahu sudah sampai di rumah. \u201cKatanya mau pulang cepat.\u201d Kugy menoleh ke samping. Remi tengah berdiri di sisi- nya. Berpakaian lebih rapi dari biasa. \u201cTaksi saya belum datang-datang,\u201d jawab Kugy, \u201cmau ada acara lagi, ya? Rabu gaul?\u201d Kugy terkekeh. \u201cTadinya memang mau ada appointment.\u00a0Tapi dibatalkan. Kamu mau pulang, ya? Saya antar sekalian, yuk? Taksinya di-cancel\u00a0 aja.\u201d Dan sebelum Kugy sempat membuka mulut, Remi sudah keburu berbicara pada Anita, resepsionis kantor, untuk membatalkan pesanan taksi Kugy. Dan sebelum Kugy\u00a0 Rmeemrainscuadnagh kbeabsau-rbuabsierukanttau,k\u201cTmunergegsupodni ssinai,jaykaa.nSatyearsaembubitl, mobil.\u201d Sebentar kemudian, dia sudah menghilang. Kembali lagi bersama mobilnya di pelataran lobi, pintu depan yang sudah dibukakan, tinggal menunggu Kugy melangkah masuk. Kugy memasuki mobil Remi dengan sedikit canggung. \u00a0\u00a0wWaahlaaunpnuyna, RKeumgiysteentaanptisausnagbkearnsikjiakpa rhilaerkusskedpiaandtaarpaprualabnag- 264 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4 277\/457","\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 oleh bosnya sendiri. Namun, Remi tampak datar dan biasa- \u00a0biasa saja. Kugylah yang akhirnya memutuskan untuk me- redam kecanggungannya sendiri. Mobil itu bersih sekali. Wangi jok kulit meruap ber- campur pengharum mobil. Alunan musik berkumandang sayup. Dan, mendadak telinga Kugy siaga. \u201cDead Or Alive?\u201d tanyanya langsung. Mulutnya pun langsung ikut bernyanyi, \u201cYou spin me right round ... baby, right round, like a record, baby, right round, round round ....\u201d\u00a0 \u201cKok\u2014kamu tahu grup ini? Suka New Wave juga?\u201d tanya Remi, takjub. \u201cMemang dulu kamu udah lahir waktu zaman- nya lagu ini?\u201d \u201cYa udahlah,\u201d Kugy tergelak. \u201cTapi orang-orang bilang saya memang kelainan. Ini tuh musik yang saya dengar dari kecil, dan selera musik saya, nggak tahu kenapa, dari dulu nggak berubah-rubah sampai sekarang. Saya kayak\u00a0 stuck di musik \u201980. Nggak bisa dengar yang lain,\u201d Kugy menjelas- kan. \u201cIya. Itu unik,\u201d Remi pun manggut-manggut setuju, \u201ctapi saya nggak terlalu kaget. Karel sudah bilang kalau kamu me- mang unik.\u201d \u201cDalam kasus saya, kata \u2018unik\u2019 itu seringnya merupakan ungkapan halus dari kata \u2018aneh\u2019.\u201d \u201cBagi saya, hidup terlalu singkat untuk dilewatkan de- ntegrahnadbaipassae-gbaialasasessaujaat.uSyaaynag ournainkg, anyaenhg, dsaanngnagtgaakprbeiasisaat,i\u201df\u00a0 Remi berkata tenang, \u201cmungkin karena itu juga saya mau terima kamu kerja di AdVocaDo. Intuisi saya bisa membaui \u2018keanehan\u2019. Dan ternyata betul, saya nggak salah pilih.\u201d Senyum Kugy melebar tanpa bisa ia tahan. \u201cRemi, ma- kasih ya untuk kesempatannya jadi \u00a0project leader. Saya sa- dar banget, modal saya sebetulnya cuma beruntung\u2014\u201d Remi langsung menggeleng. \u201cKalau kamu menang lotere, itu baru namanya cuma modal beruntung. Tapi kamu lain, 265 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4 278\/457","\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 kamu memang punya bakat alam. Kamu hanya tinggal jadi diri kamu sendiri, dan jadilah kamu di posisi kamu yang sekarang. Yang orang-orang seperti kamu butuhkan sebenar- nya cuma kesempatan.\u201d Kugy cuma bisa manggut-manggut pelan tanpa suara. Terlalu salah tingkah untuk berkata apa-apa. Kugy melempar pandangannya ke jendela sebagai distraksi, mengamati lalu lintas yang padat dan nyaris tidak bergerak pada jam bu- \u00a0baran kantor ini. \u201cKamu buru-buru banget harus pulang?\u201d Remi bertanya. \u201c\u201cMMeamceatnnyganypaakraenha, pnai?h\u201d. Mendingan kita tunggu sampai agak lengang baru jalan lagi. Keberatan, nggak?\u201d \u201cNggak \u2026,\u201d Kugy menggeleng pelan. Remi menunjuk sebuah kafe yang terletak di tepi jalan, hanya seratus meter dari posisi mobil mereka. \u201cKita mampir ke sana dulu aja, yuk? Kopinya lumayan enak.\u201d \u201cOke,\u201d Kugy mengangkat bahu ringan. Namun, dalam hati- nya ia tercengang-cengang sendiri. Hari yang aneh, pikirnya. Tak hanya ia tiba-tiba naik pangkat drastis, ia juga diantar pulang dan diajak nongkrong oleh bos nomor satunya. Tak\u00a0 sabar rasanya ingin menulis surat laporan untuk Neptunus. Selepas dua cangkir cappuccino, dua porsi es krim, dan se- piring besar kentang goreng, mereka tak ubahnya dua teman sebaya yang berbincang asyik tanpa jarak dan hierarki. Kugy\u00a0 lupa perbedaan umur mereka yang terpaut delapan tahun, dan kasta pangkat mereka yang bagaikan bumi dan langit\u2014 \u00a0yang satu anak magang lulus kemarin sore, yang satunya lagi pemilik perusahaan. Kugy bercerita dari mulai masa kecilnya hingga ter- 266 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4 279\/457","\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 dampar di AdVocaDo karena kesenangannya berurusan de- ngan kata-kata. Seperti biasa, ia bercerita dengan gaya pen- dongengnya yang bersemangat dan berapi-api. Remi bereaksi dari mulai mendengarkan serius, melongo, tersenyum, sam- pai terpingkal-pingkal. \u201cMulai menyesal kan merekrut aku jadi pegawai?\u201d Kugy\u00a0 \u00a0bertanya kocak sambil berkacak pinggang. Ia sudah benar- \u00a0benar nyaman menjadi dirinya sendiri di hadapan Remi. \u201cSebagai pegawai, saya tetap merasa kamu salah satu aset paling menjanjikan yang pernah saya temukan. Sebagai te- man, iya, kayaknya saya mulai menyesal ...,\u201d Remi terkekeh geli, \u201ctapi saya juga mau dong jadi agen rahasia Neptunus ....\u201d \u201cZodiak kamu apa?\u201d \u201cLibra.\u201d Kugy menggeleng dengan tampang serius, \u201cSusah. Salah satu syarat dasar jadi agen Neptunus adalah berzodiak\u00a0 \u00a0Aquarius. Kalau Libra, jadi agen apa ya cocoknya?\u201d \u201cAgen BULOG ... kerjanya nimbang beras.\u201d \u201cBoleh. Karena agen Neptunus juga butuh makan nasi, toh? Apalagi aku. Jadi kita asas saling membutuhkan aja.\u201d \u201cKayaknya nggak imbang, Gy. Saya kasih kamu nasi, kamu kasih saya apa? Air laut?\u201d Gim\u201cSaenaaf?ooKde,r\u201d\u00a0ejnawnagbgaKku, gtuyhm?\u201dantap, \u201cbuat teman makan nasi. \u201cOke. Besok malam, ya? Kita dinner\u00a0di restoran seafood. \u00a0Ada yang enak banget di Radio Dalam. Kita jalan jam 6-an aja dari kantor.\u201d Kugy merasa kejadian di lobi tadi berulang. Jika di- ibaratkan permainan silat, tanpa ia sempat mengambil kuda- rkaundgaa,ndebnegraknalsi-igkaapli.daDnanlihKaiuRgyemkiaslauhdathelmake.mTasaukkksaemn psea-t 267 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4 280\/457","\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 \u00a0bersiap dan tak sanggup melawan. Perlahan, kepalanya mengangguk. Menerima ajakan Remi. B an du n g, Sept em ber 200 2 ... \u201cPermisi ... Mbak Noni?\u201d Noni yang sedang menyapu kamarnya langsung menyan- darkan sapunya ke dinding dan menghampiri pintu. Maha- siswa angkatan baru bernama Ellen yang sekarang menghuni kamar sebelahnya sedang berdiri sambil memegang sesuatu di tangannya. \u201cIya, Ellen. Kenapa?\u201d \u201cMbak, tadi aku baru beres-beres lemari. Terus ada satu dus yang ketinggalan. Isinya cuma kertas-kertas sama \u00a0barang-barang bekas gitu. Tadinya mau kubuang, tapi un- tungnya aku sempat periksa lagi. Aku menemukan ini, Mbak\u00a0 ...\u201d Ellen menyerahkan benda yang dipegangnya. Kotak\u00a0 persegi panjang berlapis kertas kado warna biru polos. Noni menyambutnya dengan kening berkerut. Benda itu cukup tebal dan berat. Bentuknya mirip buku atau album foto. \u201cYang dulu tinggal di kamar ini kan temannya Mbak\u00a0 Noni, ya? Mungkin itu punya dia, Mbak,\u201d kata Ellen lagi. \u201cSaya belum pernah lihat barang ini sebelumnya, sih,\u201d Noni mengangkat bahu, \u201ctapi nggak pa-pa, saya simpan saja. Nanti kalau ketemu orangnya akan saya tanyakan. Makasih \u00a0ya, Ellen.\u201d Sepeninggal tetangga barunya, Noni menimang-nimang \u00a0benda itu di pangkuannya sambil merenung. Sudah pasti \u00a0barang ini milik Kugy, pikirnya. Dan Noni merasa ketiban \u00a0sbiaarlaknagreKnuagmy ayuantagkkmetainugmgaelnanja.di orang yang harus ketitipan 268 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4 281\/457","\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 Selintas tebersit keinginan untuk membuka bungkusan itu, tapi Noni ragu. Akhirnya ia membuka laci meja belajar- nya, menyimpan benda itu di sana. \u00a0Nggak usah dipikirin. Noni pun kembali menyambar sapu yang tersandar di din- ding. J a k a r t a , Sep t em b er 2 0 0 2 ... Kugy menghitungi cangkang udang di kedua piring mereka. \u201cKamu kalah dua,\u201d katanya pada Remi. \u201cTapi di klasemen kerang rebus, kamu kalah tiga,\u201d balas Remi yang sedari tadi menghitungi cangkang kerang. \u201cKalo itu bukan salahku, tapi ketimpangan porsi dari restoran ini. Kalo di piringku ada ekstra sepuluh kerang, pasti semuanya juga kumakan, tauk,\u201d protes Kugy. \ue03b\ue015\ue035\ue036 \ue030\ue023\ue02f\ue023\ue030\ue039\ue023 \ue030\ue023\ue034\ue02b\ue024\ue000\ue03c \ue01d\ue027\ue02f\ue02b \ue030\ue039\ue027\ue030\ue029\ue02b\ue033\ue004 \ue03b\ue016\ue023\ue026\ue02b\ue002 \ue02f\ue023\ue02d\ue023\ue030 \ue034\ue023\ue039\ue023 udah cukup banyak buat jadi agen Neptunus, nggak?\u201d \u201cSebentar, sebentar,\u201d Kugy berpikir. \u201cDalam primbon per- aturan agen, andaikan agen non-Aquarius ingin bergabung, maka syarat-syaratnya adalah: pertama, harus jago makan seafood\u00a0 ....\u201d \u201cYang itu udah lolos, dong,\u201d sela Remi. Kugy memandangi lagi piring-piring kosong hasil per- \u00a0juangan mereka sejam terakhir. \u201cOke, boleh, deh. Syarat per\u201ctSaimnia, lsoalyoas.bKuekdtuikaa,nh,\u201darkuastabiRsaembiikisnerpaeyraahmuenkeyratmasba..r..\u201dse- \ue02e\ue027\ue02f\ue024\ue023\ue033 \ue032\ue023\ue02f\ue03f\ue027\ue035 \ue02f\ue027\ue030\ue036 \ue039\ue023\ue030\ue029 \ue035\ue027\ue033\ue029\ue027\ue02e\ue027\ue035\ue023\ue02d \ue034\ue027\ue024\ue023\ue029\ue023\ue02b \ue023\ue02e\ue023\ue034 \ue02f\ue023\ue02d\ue023\ue030 \ue026\ue02b atas meja. Dengan cekatan, ia melipat-lipat kertas itu, dan tak lama kemudian jadilah sebuah perahu. \ue03b\ue021\ue023\ue02a\ue000 \ue014\ue027\ue024\ue023\ue035\ue000\ue03c \ue017\ue036\ue029\ue039 \ue024\ue027\ue033\ue035\ue027\ue032\ue036\ue02d \ue035\ue023\ue030\ue029\ue023\ue030\ue004 \ue03b\ue01e\ue039\ue023\ue033\ue023\ue035 \ue02d\ue027\ue026\ue036\ue023 \ue02e\ue031\ue003 \ue02e\ue031\ue034\ue000\ue03c Remi menggosokkan kedua telapak tangannya dengan mata berbinar, \u201cSaya mulai optimis, nih. Apa syarat berikut- nya?\u201d 269 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4 282\/457","\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 Kugy berpikir lagi, dan berpikir. Terakhir, ia tersenyum lebar-lebar. \u201cBelum disusun sampai syarat ketiga ... hehe, menyusul, ya.\u201d \ue03b\ue014\ue01d\ue010\ue003\ue030\ue039\ue023 \ue032\ue023\ue039\ue023\ue02a\ue000\ue03c \ue031\ue02f\ue027\ue02e \ue01d\ue027\ue02f\ue02b \ue024\ue027\ue033\ue025\ue023\ue030\ue026\ue023\ue002 \ue03b\ue01c\ue023\ue026\ue023\ue02a\ue023\ue02e \ue036\ue026\ue023\ue02a \ue034\ue027\ue02f\ue023\ue030\ue029\ue023\ue035\ue002 \ue030\ue02b\ue02a\ue000\ue03c \u201cSecepatnya saya bawa perihal persyaratan ini ke forum departemen HRD Kerajaan Bawah Laut. Nanti dikabari lagi, \u00a0ya, Mas. Sabar ... sabar,\u201d ujar Kugy sok serius. Mendadak, ruangan itu jadi temaram. Beberapa lampu dimatikan. Keduanya pun tersadar, restoran itu sudah mau tutup. Para pelayan sudah berdiri memandangi mereka de- ngan senyum dipaksakan. Sopan, sekaligus ingin mengusir. Sambil menahan tawa geli, keduanya beranjak dari sana. Kugy tiba di rumahnya pukul sebelas lebih. \u201cSalam untuk Karel, ya,\u201d kata Remi sebelum Kugy keluar dari mobil. \u201cNanti aku sampaikan,\u201d Kugy mengangguk, \u201cmakasih ya makan malamnya.\u201d Pintu pun membuka, dan setengah kaki Kugy sudah melangkah keluar. Tiba-tiba Remi menahannya, \u201cGy, bentar. Titip ini, ya,\u201d katanya sambil menyerahkan perahu kertas yang tadi ia lipat di restoran. \u201cIni buat apa?\u201d tanya Kugy heran. \u201cBuat kamu hanyutkan besok. Saya ingin kirim pesan \u00a0buat Neptunus,\u201d Remi menjawab halus, diikuti sorot mata \u00a0yang menghangat. Kugy tertegun melihat gradasi perubahan itu. \u201cMmm ... pesan? Well,\u00a0berarti kamu harus nulis sesuatu di kertas ini,\u201d sahutnya cepat. Kugy menyadari dirinya mulai gugup. \u201cNo problem, sini, saya tulis dulu,\u201d ujar Remi santai. Ia menyalakan lampu, mengambil pulpen dari tasnya, mem- \u00a0bmuekliapalitpualtaanng kpeerrtaahsu, mituendualnismseembebnetrairkadninaytaaskedpaasdhabKouagrdy., 270 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4 283\/457","\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 \u201cDan karena kamu kurirnya, kamu boleh baca isi pesan saya, kok,\u201d tambah Remi lagi. Dan sorot mata itu, entah kenapa, kian membuat Kugy gugup. \u201cSebetulnya dilarang melakukan surat-menyurat sampai lamaran kerja positif dikabulkan, tapi ... aku coba, ya. Cuma nggak janji lhooo ...\u201d Kugy tertawa, siap menutup pintu. \u201cIt\u2019s okay,\u201d Remy mengangkat bahu, \u201cnamanya juga usaha. \u00a0Bye,\u00a0Gy. Sampai besok.\u201d \u201cBye!\u201d\u00a0 Kugy melambaikan tangan. Memandangi mobil itu melaju hingga hilang di tikungan jalan. Tanpa menunggu lebih lama, dibukanya lipatan-lipatan perahu kertas itu, membaca tulisan Remi yang tertera di bagian belakang pam- \ue03f\ue027\ue035 \ue033\ue027\ue034\ue035\ue031\ue033\ue023\ue030\ue002 \ue026\ue02b\ue032\ue027\ue033\ue024\ue023\ue030\ue035\ue036\ue02d\ue023\ue030 \ue032\ue027\ue030\ue027\ue033\ue023\ue030\ue029\ue023\ue030 \ue02e\ue023\ue02f\ue032\ue036 \ue02c\ue023\ue02e\ue023\ue030\ue00b \u00a0Makasih sudah mengirimkan agen Kugy ke kantor saya, dan membuat malam ini menjadi malam yang sangat me- nyenangkan. Saya nggak kepingin-kepingin amat kok jadi agen, saya lebih kepingin ditemani makan lagi sama agen kamu yang satu itu. Mudah-mudahan dia mau. Kugy pun mematung bersama selembar kertas di tangan- nya. Di hatinya terasa ada kebingungan, kegugupan, dan \u00a0juga ... rasa senang. Kugy tak bisa menentukan mana yang lebih dominan. Ketiganya bercampur jadi satu. Entah nama- nya apa. Kugy merasa satu-satunya penawar yang jitu adalah ... tidur. 271 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4 284\/457","\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 31. ARISAN TOILET J a k a r t a , Ok t o b er 2 0 0 2 ... Untuk pertama kalinya Kugy ikut acara gathering\u00a0biro-biro periklanan. Sebagai anak baru dan anak bawang, inilah ma- lam pertamanya bergaul dan berinteraksi dengan sesama pekerja periklanan, melihat langsung tokoh-tokoh yang se- lama ini hanya ia kenal namanya saja, dan berkenalan de- ngan orang-orang dari berbagai kantor, dari mulai yang se- nior sampai sesama anak bawang. \u00a0Acara yang berlangsung di sebuah wine lounge itu di- hadiri hampir seratus orang. Sedari tadi penganan yang di- suguhkan adalah gelas-gelas berisi anggur merah dan putih, serta makanan-makanan ringan berukuran mungil yang di- edarkan di atas baki. Perut Kugy yang belum diisi nasi mulai menunjukkan reaksi pemberontakan. \u201cIman ... di sini nggak bisa pesan nasi, ya?\u201d bisiknya padIamIamnakno.ntan tertawa. \u201cIni wine lounge,\u00a0Neng. Dan kalo 272 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4 285\/457","\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 udah jam segini kayaknya mereka udah nggak menyediakan makan besar. Kecuali kalo lu keluar dan cari nasi goreng di pinggir jalan.\u201d \u201cOke, deh. Thanks\u00a0infonya,\u201d jawab Kugy masam. Ia me- nebar pandangan. Semua orang kelihatannya tidak ada yang \u00a0bermuka kelaparan seperti dirinya. Entah karena mereka lebih berpengalaman sehingga sudah mengantisipasi dengan makan malam duluan, atau pergaulan dan wine \u00a0 kadang- kadang bisa mengenyangkan perut. Yang jelas, tidak bagi- nya. Matanya lantas tertumbuk pada Remi. Manusia satu itu seperti madu yang dikerubungi para lebah. Yang melingkari- nya semua perempuan. Tampak jelas mereka berusaha sekali mencuri perhatian Remi dengan mengobrol, atau melucu, atau apa pun, hanya sekadar supaya Remi mengalihkan se- \u00a0bentar tatapannya dan meladeni barang satu atau dua kali- mat. Mereka yang baru bergabung berkesempatan untuk\u00a0 sejenak menyerobot, cium pipi kiri-kanan, sambil melingkar- kan tangan mereka sejenak di pinggang Remi. Namun, se- sudah satu \u2018\u2018tiket sosial\u2019\u2019 itu berlalu, mereka kembali harus menunggu giliran. Kugy menontoni itu semua sampai akhir- nya tersenyum geli. Entah apa yang mengarahkan tatapan Remi, tiba-tiba saja matanya menemukan Kugy yang tengah mengamatinya. Buru-buru, Kugy membuang muka. Jantungnya seperti men- ciut mendadak. \u00a0Malu-maluin, pikirnya. Dan Kugy tambah gelisah ketika menyadari bahwa Remi keluar dari lingkaran lebahnya, berjalan menuju tempat ia berdiri. \u201cKok sendirian, Gy? Nggak\u00a0 mingle?\u201d\u00a0\u00a0 tanya Remi yang sekarang sudah berdiri di sampingnya. \u201cLagi cari makanan,\u201d Kugy menjawab dengan cengiran leba\u201cTr.uh ...\u201d Remi menunjuk baki berisi roti-roti mungil dan 273 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4 286\/457","\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 ,keripik yang disajikan sejumput-sejumput di mangkok ker- tas. \u201cCari yang porsinya lebih niat,\u201d sahut Kugy sambil me- nepuk perutnya, \u201canakonda-ku mulai aksi huru-hara, nih. Kayaknya nggak mungkin lagi disumpal makanan basa-basi. \u00a0Aku pamit duluan, ya. Mau cari makan aja.\u201d \u201cSaya temani, ya? Lima belas menit? Saya pamitan dulu sama orang-orang. Ketemu di pintu depan, ya.\u201d Remi pun melesat pergi. Kugy tergagap mau mengatakan sesuatu, tapi manusia itu sudah lenyap di kerumunan orang. Gila, ngomong \u2018\u2018iya\u2019\u2019 aja belum.\u00a0Ia berdecak takjub atas kegesitan Remi. Sambil menunggu Remi, Kugy pergi ke toilet. Di depan cermin, sekumpulan perempuan sedang berjajar memper- \u00a0baiki dandanan mereka. Semuanya tidak ada yang ia kenal. Namun, dengan cepat, Kugy bisa mengikuti pembicaraan massal yang sedang terjadi di sana. \ue03b\ue01e\ue02b\ue023\ue02e\ue023\ue030\ue004 \ue019\ue023\ue02d\ue02b\ue030 \ue029\ue023\ue030\ue035\ue027\ue030\ue029 \ue035\ue036\ue02a \ue031\ue033\ue023\ue030\ue029\ue000\ue03c \u201cGua mau dikerem seminggu sama dia.\u201d \u201cGua sebulan. Hayo?\u201d \u201cLu tahu Sandy, AE-nya ViaAd? Dia sempat sukses lho nge-date\u00a0sama Remi.\u201d Beberapa dari mereka langsung mangap. \u201cHaa? Sandy?\u201d \u201c\u201cDFaakmtonr! bLeumckpyergdirelp!\u201da\u00a0 n, tuh ....\u201d \ue019\ue027\ue033\ue027\ue02d\ue023 \ue035\ue027\ue033\ue029\ue027\ue02e\ue023\ue02d \ue024\ue027\ue033\ue034\ue023\ue02f\ue023\ue004 \ue03b\ue012\ue02b\ue034\ue02b\ue02d \ue02e\ue031\ue000\ue03c \u201cTapi, cuma sebatas kencan doang, nggak sampai pa- caran.\u201d \u201cIyalah, segede-gedenya toket, mau dibawa sampai mana, sih? Akhirnya kan yang ngaruh tetap faktor kepala.\u201d sese\u201cBoroa,n\u00a0pglebaesrec,e\u00a0dleethu.kDdienndginang sseekteanrganahg bpeardbaispiku,n\u201cyJaakdui,pminagk,\u201d- 274 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4 287\/457","\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 sud lo, Sandy nggak punya otak? Oops!\u201d\u00a0 Tawanya langsung \u00a0berderai, diikuti semua temannya. \u201cWell, \u00a0 siapa pun yang cuma modal bodi doang, nggak\u00a0 \u00a0bakalan lama. Ini kan zaman inner beauty.\u201d\u00a0 \u201cIye, maksudnya apa yang ada di \u2018inner\u2019\ue003\u00a0 \ue030\ue039\ue023 \ue024\ue023\ue02c\ue036 \ue027\ue02e\ue031\ue000\ue03c Mereka tertawa lagi. \u201cJadi, sekarang Remi lagi nggak deket sama siapa-siapa? \u00a0Still eligible?\u201d\u00a0 \u201cKayaknya masih. Mata-mata gua di Alpukat sih belum ngelapor apa-apa.\u201d \u201cEh, nggak ada anak Alpukat, kan?\u201d Tiba-tiba satu orang \u00a0berceletuk. Kugy langsung memalingkan kepalanya ke arah tembok. \u2018\u2018Alpukat\u2019\u2019 adalah julukan gaul untuk AdVocaDo. Diam-diam, Kugy bersyukur dengan status anak barunya sehingga muka- nya belum dikenal dalam lingkup pergaulan tersebut. \u201cBo, nggak ngaruhlah kalo pun dia lagi ada pacar. Se- \u00a0\ue024\ue027\ue02e\ue036\ue02f \ue02c\ue023\ue030\ue036\ue033 \ue02d\ue036\ue030\ue02b\ue030\ue029 \ue024\ue027\ue033\ue026\ue02b\ue033\ue02b\ue002 \ue02d\ue031\ue02f\ue032\ue027\ue035\ue02b\ue034\ue02b \ue02f\ue023\ue034\ue02b\ue02a \ue035\ue027\ue033\ue024\ue036\ue02d\ue023\ue000\ue03c \ue03b\ue014\ue023\ue033\ue02b \ue029\ue02b\ue030\ue02b\ue02b\ue02b \ue004\ue004\ue004 \ue02c\ue023\ue030\ue036\ue033 \ue02d\ue036\ue030\ue02b\ue030\ue029 \ue036\ue026\ue023\ue02a \ue030\ue029\ue029\ue023\ue02d \ue030\ue029\ue023\ue033\ue036\ue02a\ue000 \ue01e\ue027\ue024\ue027\ue02e\ue036\ue02f \ue00e\ue011\ue01a\ue010\ue011\ue01d\ue00d \ue017\ue020\ue01a\ue015\ue01a\ue013 \ue024\ue027\ue033\ue026\ue02b\ue033\ue02b\ue002 \ue02d\ue031\ue02f\ue032\ue027\ue035\ue02b\ue034\ue02b \ue035\ue027\ue035\ue023\ue032 \ue035\ue027\ue033\ue024\ue036\ue02d\ue023\ue000 \ue014\ue023\ue02a\ue023\ue000\ue03c \ue03b\ue01a\ue023\ue02c\ue02b\ue034 \ue02e\ue031\ue000\ue03c Seusai mendapat gilirannya masuk ke kamar mandi, Kugy\u00a0 cepat-cepat menyelinap keluar. Hawa di dalam toilet itu pe- ngap rasanya. Bukan karena temperatur, tapi karena per- saingan ketat demi atensi seorang Remigius Aditya. Sungguh ia tidak sangka, manusia itu sebegitu populernya. Melihat \u00a0bagaimana Remi begitu diminati, Kugy tidak bisa memutus- kan haruskah ia merasa beruntung atau justru sial. Andaikan perempuan-perempuan itu tahu bahwa dalam lima menit dirinya akan keluar makan bersama Remi, Kugy ragu bisa keluar dari toilet tadi dalam keadaan utuh. 275 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4 288\/457","\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 Kugy baru saja melahap tandas sepiring nasi goreng, dan ia sudah ngiler melihat roti bakar yang dipesan Remi. \u201cAku mau pesan juga, ah ..,.\u201d katanya seraya celingak-celinguk\u00a0 mencari pelayan. \u201cDahsyat, ya, makan kamu. Tapi saya bingung, larinya ke mana semua, ya? Badan mungil tapi kok muat sih makanan sebanyak gitu?\u201d Remi tak habis pikir. \u201cUsusku di mana-mana. Kalo tanganku dibelek, ketemu- nya juga usus,\u201d seloroh Kugy. Tak lama, ia memesan setam- puk roti bakar dan segelas cokelat panas. \u201cCewek-cewek pasti ngiri sama kamu,\u201d komentar Remi lagi. Spontan, tawa Kugy menyembur. \u201cMalam ini aku bisa \u00a0bilang kalo ucapan kamu ada benarnya, tapi bukan karena faktor makanku. Tapi ...,\u201d Kugy mencoba menelan tawanya, \u201cjustru karena teman makanku.\u201d Remi mengerutkan keningnya. \u201cMaksud kamu?\u201d \u201cAku baru sadar aku sedang makan dengan the most wanted eligible bachelor\u00a0yang dipuja-puja dan diperebutkan hampir semua cewek di acara tadi,\u201d Kugy terkikik geli, \u201csam- pai ada forum arisan yang bahas kamu di toilet tadi.\u201d tingR,\u201demkaittaenryseansyeurmayasammebnilgimbaesleknagnotsa.n\u201cgAapna., sih. Nggak pen- \u201cMemang,\u201d sahut Kugy, \u201ctapi lucu aja. Karena kayaknya cuma aku satu-satunya yang nggak nyadar betapa ...,\u201d nada itu meragu, antara melanjutkan atau tidak, \u201c... betapa ber- harganya kesempatan ini,\u201d Kugy menahan napas, \u201csetidaknya dari kacamata mereka,\u201d cepat-cepat ia menambahkan. meRmebmeriikmanenpatearpahKu ukgeyr.taTsatdaipamnobyialnngyasabmebaerkaeptaikamiRnegmgui 276 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4 289\/457","\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 \u00a0yang lalu. Dan kembali Kugy merasakan kegugupan sama menyerangnya. \u201cSaya lebih senang kalau kamu nggak nyadar. Kamu bisa \u00a0jadi diri sendiri, saya juga. Dan menurut saya itulah yang paling menyenangkan dari pertemuan kita selama ini,\u201d kata Remi lembut. Kugy menelan ludah. \u201cSetuju, menjadi diri sendiri itu memang yang paling enak,\u201d ia menyahut sekenanya. Sambil menyeruput teh panas, Remi pun berkata ringan, \u201cMereka yang justru nggak tahu betapa berharganya kesem- patan ini buat saya.\u201d Bertepatan dengan itu, roti bakarnya datang. Kugy lang- sung menyantap dengan lahap. Antara masih lapar dan upaya mengompensasi salah tingkah. Dalam hatinya, ia mu- lai merasa ada yang tidak beres dengan ini semua. Dengan Remi. Dengan dirinya. U b u d , N o v em b er 2 0 0 2 ... Di bale \u00a0 tempat ia menghabiskan ratusan harinya, Keenan duduk bersandar pada tiang kayu. Sama seperti hari-hari sebelumnya. Namun, segalanya tak lagi sama. Bali tak lagi sama. Bom yang meledak di Kuta sebulan yang lalu tak hanya meledakkan satu tempat saja. Seolah ada kabut asap yang terus tersisa, bertengger, dan menyelimuti seisi Bali. Me- nyihir pulau bahagia ini menjadi pulau kecemasan. Semua orang bicara tentang masa depan Bali. Masa suram yang akan menjelang. Meski seluruh keluarganya selamat karena tak ada yang PtinakggWaladyiaKnu. tTa,adkuakdaayyananggsalmupauttetdaapritesriahsiar ditiur.umTearhmbaessuakr\u00a0 277 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4 290\/457","\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 Keenan. Bedanya, Keenan telah merasakan kesuraman da- lam batinnya bahkan sebelum bom meledak di Kuta dan mengubah segalanya. Untuk kesekian kali, Keenan membolak-balik buku tulis itu dengan resah. Semua halaman sudah habis ia baca, bahkan \u00a0berkali-kali dan tak terhitung lagi. Semua cerita sudah habis ia wujudkan ke dalam lukisan. Yang tersisa dari buku itu hanyalah selembar terakhir yang kosong. Dan itu jugalah yang sudah ia hadapi beberapa bulan terakhir ini. Kanvas kosong. Hampir semua orang berkomentar senada, \u201cObjek lukisan kamu selama ini sudah senyawa dengan kamu. Kenapa kamu harus bingung mau melukis apa?\u201d Dan dirinya hanya \u00a0bisa diam. Bagaimana bisa ia menjelaskan bahwa semua \u00a0yang ia lukis adalah karya Kugy di sebuah buku tulis kumal, dan ketika semua kisah dalam buku itu habis ... habislah inspirasinya. Bukannya Keenan tidak mencoba berimajinasi di luar \u00a0buku Kugy. Sudah ratusan kali ia coba, tapi tetap saja tidak\u00a0 \u00a0bisa. Bukan dirinya yang ikut dalam petualangan itu, bukan dirinya yang menulis semua cerita itu. Dan semua pujian \u00a0yang orang sampaikan untuk lukisannya kini justru terasa menyudutkan, membawanya pada satu kesimpulan, bahwa ia tidak ada apa-apanya tanpa buku itu. Satu kenyataan \u00a0yang begitu mengerikan. Tepat dua tahun sejak kedatangannya ke Lodtunduh. Te- pat dua tahun ia memulai segalanya di bale \u00a0 ini. Hatinya gentar membayangkan bahwa segalanya pun bisa berakhir di sini. \u201csAekdaali.apKaadmeungkaenmkbaamlius, eGpuerst?i\u00a0 Kweankatpua pkeorntadmisaimkuamli ednautraunng 278 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4 291\/457","\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 kemari,\u201d ucap Pak Wayan sehati-hati mungkin. Keenan tam- pak seperti boneka kaca yang pecah jika sedikit saja tersen- til. Semilir angin mengembus, melewati mereka berdua, menggoyang kentungan bambu. Bebunyian yang kini bahkan terasa perih menusuk hatinya. Keenan rasanya tak sanggup \u00a0berkata-kata. Hanya menunduk dan memandangi lantai kayu di bawah kakinya. \u201cKamu bisa cerita apa saja pada\u00a0Poyan,\u201d kata Pak Wayan lagi, \u201ctapi kalau kamu belum merasa siap, tidak apa-apa. Saya tidak akan memaksa.\u201d \u201cSebenarnya\u2014\u201d susah payah Keenan berusaha mengurai- kan kebekuan yang mengadangnya selama ini, \u201csebenarnya saya ingin bicara, \u00a0Poyan.\u00a0Tapi tidak tahu mulai dari mana ... saya \u2026,\u201d matanya mengerjap-ngerjap bingung. \u201cKetidaktahuan adalah awal yang baik. Segala sesuatu diawali dengan tidak tahu, ikuti saja ...,\u201d Pak Wayan menepuk lembut bahu Keenan. \u201cSemuanya hilang, \u00a0Poyan.\u00a0 \ue01e\ue027\ue02f\ue036\ue023\ue030\ue039\ue023\ue000 \ue00e\ue027\ue029\ue02b\ue035\ue036 \ue034\ue023\ue02c\ue023\ue000 \ue01e\ue023\ue039\ue023 nggak bisa melukis. Saya nggak tahu harus melukis apa lagi ....\u201d \u201cKamu tidak sendirian, Nan. Semua orang sedang ber- kabung di pulau ini.\u201d Keenan menggeleng keras, \u201cBukan cuma karena itu, \u00a0Poyan!\u201d\u00a0 sergahnya. \u201cSudah lama saya nggak bisa melukis. Saya benar-benar buntu. Seperti ada yang mati di dalam sini,\u201d Keenan menunjuk dadanya sendiri, \u201cdan kalau saya nggak menghasilkan apa-apa, saya merasa nggak berguna tinggal di sini.\u201d Setengah meratap, ia berkata. \u201cGus,\u00a0semua orang di sini sudah menganggap kamu ke- luarga. Melukis atau tidak, kehadiranmu berarti buat kami. NTigdearkti?saJtaungkaanli bpeubnansakyaan phearl nsaephemrtienitsuyparaadtakadnirismesuusaetnudsiuri-. 279 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4 292\/457","\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 paya kamu bisa tinggal di sini. Ini rumahmu. Dan ingat, se- mua pelukis pun pernah mengalami apa yang kamu hadapi sekarang. Saya juga pernah. Bahkan bertahun-tahun, Gus. Tapi bukan berarti kita harus menyerah. Melukis adalah ja- lan yang saya pilih, jodoh saya. Dan bukannya itu juga jalan \u00a0yang kamu pilih?\u201d Kepala Keenan semakin dalam merunduk. Hatinya tam- \u00a0bah remuk mendengar itu semua. \u201cGus,\u00a0bersabar. Jangan bebani dirimu seperti ini. Rumah- mu di sini. Kamu tidak usah lari lagi,\u201d tegas Pak Wayan. Keenan mendongak, nanar menatap pria yang sudah di- anggapnya ayah sendiri, memohon pertolongan. \u201cBuku itu habis, \u00a0Poyan,\u201d\u00a0bisiknya. Pak Wayan terkesiap. \u00a0Setergantungkah itu dia?\u00a0 Setelah diam beberapa saat, Pak Wayan pun berkata pelan, \u201cMau tidak mau, buku itu harus ada yang meneruskan, Gus.\u00a0Atau, kamulah yang berusaha mencari \u2018bintang\u2019 baru. Mengerti maksudku? Tidak mudah, saya tahu. Sekarang ini, terimalah saja kalau kamu belum bisa melukis lagi. Jalan itu akan ter- \u00a0buka dengan sendirinya.\u201d Jauh di dalam hatinya, Pak Wayan sangat memahami kepedihan Keenan. Luka yang sama pernah dialaminya. Pu- luhan tahun yang lalu. Susah payah, ia berusaha bangkit, tertatih-tatih, mencari sesuatu yang baru untuk mengganti- kan bintang hatinya, inspirasinya. Kini ia sudah kembali \u00a0berdiri tegak. Namun, ia sadar, bintang yang sama tak akan pernah kembali untuk yang kedua kali. J a k a r t a , N o v em b er 2 0 0 2 ... tSuebjaukhnpyaag.iItaabdai,nAgudnripmageiradseangaadna ryaasnagletliadhakyabnegrelusadrebniagsaan. 280 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4 293\/457","\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 Dan lelah itu tak kunjung pergi meskipun ia sudah sarapan dan senam ringan, seperti yang biasa ia lakukan setiap hari untuk menyegarkan badannya. Meskipun begitu, Adri tetap memilih pergi ke kantor. Ia tidak ingin Lena curiga dan mempertanyakan soal kesehatannya jika ia memilih ber- istirahat di rumah. \u201cPak Adri, ada telepon dari Pak Ong dari Malaysia.\u201d Suara sekretarisnya terdengar dari interkom telepon. \u00a0Adri mengangkat telepon dan mulai berbicara dengan relasinya. Setelah dua menit berbicara, tangan kanannya \u00a0yang memegang gagang telepon tahu-tahu gemetar. Dan da- lam hitungan detik, gemetar itu berubah menjadi bergetar. Dalam kekagetannya, Adri segera memencet tombol speaker karena tangannya tak bisa lagi memegang telepon. \u201cMaaf, Pak Ong, sepertinya saya harus menelepon Anda kembali ... saya ....\u201d Dan tiba-tiba sesuatu seperti menyapu seluruh tubuhnya, mengisap kekuatannya. Dalam sekejap, \u00a0Adri melorot jatuh ke lantai. Tubuhnya terbujur kaku. Tak\u00a0 \u00a0bergerak lagi. 281 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4 294\/457","\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 32. NINJA ASMARA U b ud , D esem ber 20 0 2 ... Kali ini Keenan berusaha. Benar-benar berusaha. Memutus- kan bahwa ia tidak akan menyerah kalah pada kebuntuan- nya. Buku tulis itu disimpannya di kamar dan tak pernah ia \u00a0bawa lagi ke mana-mana. Keenan mencamkan pada dirinya sendiri bahwa jiwa seorang seniman adalah jiwa yang bebas, \u00a0bukan jiwa yang terpenjara atau tergantung. Ia ingin ter- \u00a0bebas dari buku itu. Sudah saatnya. Keenan pun melukis, dan melukis. \u00a0Ada Luhde yang duduk setia di sampingnya. \u201cKuas-kuas- nya saya bersihkan, ya,\u201d kata gadis itu sambil mengambili kuas-kuas Keenan yang sudah mengeras. Satu pekerjaan \u00a0yang sudah biasa ia lakukan sejak kecil dengan telaten ka- rena sering membantu saudara-saudaranya yang pelukis. \u201cMakasih, De,\u201d sahut Keenan. Dan sejenak ia berhenti, mengamati Luhde yang dengan tekun mencuci kuas-kuasnya. \u201ctaKnapmaubsiseapeiarttiamhaanla.iEkaktsp..r..e\u201dsiKmaluimrnait yitaungtebrleorngtearrakbedgairtui hsaatjia. 282 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4 295\/457","\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 Luhde mendongak. \u201cSaya senang melihat Keenan melukis lagi,\u201d ucapnya tulus. Keenan tersenyum, \u201cSaya melukis untuk kamu.\u201d Cepat, Luhde menunduk. Pipinya bersemu merah. \u201cYa, tapi Keenan juga melukis untuk diri Keenan sendiri,\u201d kata- nya setengah berbisik. Namun, bibirnya tak kuasa memben- tuk senyuman. Keenan meletakkan kuas yang sedang ia pegang. Sesuatu mendorongnya untuk bergerak mendekati Luhde. Duduk di hadapan gadis itu. Dengan pelan dan khidmat, Keenan ber- kata, \u201cTitiang tresne teken\u00a0Luhde31.\u201d Tangan Luhde yang tadinya sibuk bergerak langsung ber- henti. Jantungnya seperti berhenti berdegup. Dua tahun ia menanti. Dua tahun ia berharap. Dua tahun ia mendekat, mencurahkan apa pun yang ia mampu dan ia sanggup beri- kan. Baru kali itulah ia mendengar Keenan mengungkapkan perasaannya. Langsung dan sederhana. Luhde mengangkat mukanya perlahan-lahan. Menatap mata Keenan dengan perasaan campur aduk. Antara ba- hagia, haru, dan tersipu. Keenan menahan napas melihat keindahan yang terben- tang di hadapannya. Dan sesuatu menggerakkannya untuk\u00a0 terus mendekat. Mengecup lembut bibir Luhde. J a k a r t a , D e sem b er 2 0 0 2 ... \u00a0AdVocaDo kini punya topik hangat yang selalu diulas siapa pun, di mana pun, dan kapan pun: Kugy. Tidak hanya po- puler karena dianggap \u00a0prodigy \u00a0 atas ide-idenya yang gila, Kugy juga punya julukan baru, yakni \u201cSi Ninja Asmara\u201d. Ju- 31\u00a0Saya cinta pada Luhde. 283 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4 296\/457","\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 lukan itu khusus diperolehnya karena tidak ada satu pun \u00a0yang menyangka sarjana kemarin sore berjam tangan Kura- kura Ninja telah berhasil mematahkan hati banyak perem- puan yang selama ini mengincar Remi. Kedekatan Remi dan Kugy selama dua bulan terakhir su- dah terlalu kentara untuk diabaikan. Hampir setiap hari Remi terlihat mengantar Kugy pulang. Setidaknya dua atau tiga kali dalam seminggu, mereka pergi bersama untuk ma- kan malam. Kugy, duduk di jok depan mobil Remi, menjadi sebuah pemandangan yang disaksikan hampir setiap hari oleh satu kantor. Sementara itu, Si Ninja Asmara sendiri tak ambil pusing, \u00a0bahkan tak menyadari bahwa dirinya tengah jadi sorotan. Bagi Kugy, tugasnya yang bertumpuk terlampau menyita \u00a0waktu dan tak sempat lagi ia memikirkan lejitan kariernya \u00a0yang mengagetkan semua orang. Dan baginya, Remi adalah teman jalan yang begitu menyenangkan hingga membuatnya tak lagi peduli akan kompetisi di luar sana. Kugy tidak me- rasa ada dalam sebuah kompetisi apa-apa. Dirinya tidak\u00a0 merasa punya target atau agenda untuk dekat dengan Remi. Semuanya mengalir begitu saja. Dan urat cueknya terlalu kuat untuk memusingkan apa kata orang. Malam itu, teman-teman kantornya berencana untuk\u00a0 clubbing ramai-ramai. Meski tadinya enggan, Kugy didaulat untuk ikut. Akhirnya bergabunglah ia dengan segerombolan orang dalam gelap remang diiringi dentuman musik yang menekan jantung. Banyak wajah yang tak asing. Kebanyakan ia temui waktu acara gathering\u00a0bulan lalu. Ada sekelompok\u00a0 perempuan yang juga ia kenali. \u00a0Arisan Toilet, \u00a0 Kugy men- \u00a0juluki dalam hati. Kugy bisa bertahan agak lama kali ini karena ia sudah dNaatmanugn, dleewngatandupaerjsaimap, aina mmualkaai ngemlisaalha.mPesreubtelkuemnynaynag. 284 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4 297\/457","\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 tidak berarti menjadi betah. Sementara hampir semua orang sudah pindah medan kesadaran, Kugy, yang cuma numpang \u00a0berdiri sejak tadi, menjadi pihak terasing karena \u201cnggak\u00a0 nyambung\u201d. Pelan-pelan ia beringsut, dengan rencana kabur secara bertahap. Tahu-tahu, badannya berbenturan dengan bahu sese- \ue031\ue033\ue023\ue030\ue029\ue004 \ue03b\ue01e\ue031\ue033\ue02b\ue002 \ue034\ue031\ue033\ue02b \ue004\ue004\ue004\ue002\ue03c \ue017\ue036\ue029\ue039 \ue033\ue027\ue03f\ue027\ue02d\ue034 \ue02f\ue027\ue02f\ue02b\ue030\ue035\ue023 \ue02f\ue023\ue023\ue028\ue004 \ue00e\ue023\ue033\ue036 \ue034\ue023\ue02c\ue023 ia mencoba melangkah ke arah lain, sudah ada sosok baru \u00a0yang menghalangi jalannya. Kugy mencoba mundur, dan ternyata berbenturan lagi dengan badan seseorang. Akhirnya Kugy tersadar, ia sedang dikepung. \u201cKamu yang namanya Kugy?\u201d Salah satu dari mereka ber- tanya. Kugy mengamati muka itu, dan mengenalinya sebagai anggota Arisan Toilet. \u201cIya, saya Kugy ...,\u201d katanya sambil mengangguk. Curiga. \u201cYang lagi magang di AdVocaDo, kan?\u201d Ada yang ber- tanya lagi. Kugy mengangguk. \u201cRemi ke mana? Kok nggak bareng?\u201d Seseorang yang lain lagi bertanya. \u201cNg\u2014nggak, nggak tahu,\u201d jawab Kugy. Ia mulai tidak nya- man dengan interogasi ini. Kugy benar-benar tidak tahu apa maksud mereka. \u201cUdah lama pacaran sama Remi?\u201d Nada itu ketus dan menusuk. \u201cNggak pacaran kok ...,\u201d Kugy menggelengkan kepala. Bi- ngung. \u201cKalo iya juga nggak pa-pa, jangan jadi minder gitu, \ue026\ue031\ue030\ue029\ue004 \ue01e\ue027\ue02e\ue023\ue02f\ue023\ue035\ue002 \ue039\ue023\ue023\ue000\ue03c \ue020\ue025\ue023\ue032\ue023\ue030 \ue02b\ue035\ue036 \ue026\ue02b\ue024\ue023\ue033\ue027\ue030\ue029\ue02b \ue026\ue027\ue030\ue029\ue023\ue030 \ue034\ue027\ue030\ue039\ue036\ue02f\ue004 Senyum yang tidak menyenangkan. Jen\u201cgIy?\u201da,Ykaonkgbbiesart,asnihy?a Spuusnutkenrygaelkaekluseanradnirdi.ari dukun mana, 285 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4 298\/457","\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 \ue03b\ue011\ue02a\ue002 \ue02c\ue023\ue030\ue029\ue023\ue030 \ue034\ue023\ue02e\ue023\ue02a\ue004 \ue016\ue02b\ue02f\ue023\ue035 \ue026\ue027\ue034\ue027 \ue035\ue036\ue02a \ue02c\ue023\ue02f \ue035\ue023\ue030\ue029\ue023\ue030\ue030\ue039\ue023\ue002 \ue02e\ue02a\ue031\ue000 Makanya lu semua pada beli. Cari di Pasar Baru, gih. Lu cari jam Spiderman, lu Superman, lu cari jam Barbie ... \ue032\ue031\ue02d\ue031\ue02d\ue030\ue039\ue023 \ue02c\ue023\ue02f \ue032\ue02e\ue023\ue034\ue035\ue02b\ue02d \ue039\ue023\ue030\ue029 \ue030\ue031\ue033\ue023\ue02d\ue000\ue03c \u201cMenurut majalah Vogue, that is so 2002, you know!\u201d Dan mereka tertawa. Kugy mulai merasa terintimidasi dengan percakapan se- tengah bercanda setengah cari gara-gara tersebut. Yang jelas, \u00a0baginya semua itu mulai tidak lucu. Ia kepingin kabur se- cepatnya. Namun, langkahnya dibendung dari kanan-kiri, dan Kugy tak bisa bergerak. Tahu-tahu, ada lengan yang menyeruak lingkaran itu, menggamit dan menarik tangan Kugy keluar. Remi berdiri dengan senyuman karismatiknya, menatap mereka semua dengan sopan, \u201cSori, pinjam Kugy-nya, ya.\u201d Lalu, seolah sudah ratusan kali melakukannya, Remi me- mKuegluykkepainragghatnugbuKhungyya. d\u201cPenulgaanng,lyuuwke,s\u201d,kamtaenraypaartiknagnant.uDbuanh \u00a0jemarinya membelai rambut depan Kugy. Tak hanya mereka yang terlongo, Kugy pun kaget bukan main. Namun, ia menjaga agar kekagetannya tidak terbaca. Kugy lalu tersenyum manis pada Remi, menggenggam balik\u00a0 tangan Remi yang melingkar di pinggangnya, \u201cYuk,\u201d katanya Tdeonilgeat,n \u201cadnuglguuakna,nykaec.i.l.,,\u201dpaiandbaenrgkaantnayadepnugnanbernaaldiha kseeArarmisaanh mungkin seraya berlalu dari sana. Sesampainya di luar, keduanya tertawa terpingkal-ping- kal. \u201cLihat nggak muka cewek yang tadi berdiri di sebelahku? \u00a0\ue00d\ue034\ue02e\ue02b \ue02d\ue023\ue039\ue023\ue02d \ue025\ue027\ue025\ue023\ue02d \ue024\ue036\ue030\ue035\ue036\ue035\ue030\ue039\ue023 \ue025\ue031\ue032\ue031\ue035\ue000\ue03c \ue034\ue027\ue033\ue036 \ue017\ue036\ue029\ue039 \ue034\ue023\ue02f\ue024\ue02b\ue02e \ue02f\ue027\ue003 megangi perutnya yang terkocok, \u201cWhat a show! \u00a0 Benar- \u00a0\ue024\ue027\ue030\ue023\ue033 \ue024\ue033\ue02b\ue02e\ue02b\ue023\ue030\ue000\ue03c 286 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4 299\/457","\u00a0 Nove l Pe ra hu Ke r ta s - slide pdf.c om 5\/26\/2018 Remi melihat jam tangannya, \u201cBaru jam satu, nih. Makan \u00a0bubur dulu, yuk.\u201d \u201cBoleh,\u201d kata Kugy riang. Dan mereka berjalan menuju parkiran. Barulah Kugy menyadari sesuatu, dari dalam club tadi sampai mobil, tangan Remi tak lepas-lepas dari ping- gangnya. Bubur yang tadi menggunung di mangkok sudah lenyap, \u00a0yang tersisa hanyalah lapisan tipis, yang itu pun masih di- sendoki Kugy dengan semangat. \u201cKalau saya jadi tukang bubur, saya bakal jadikan kamu brand ambassador. Kamu dapat omzet sepuluh persen dan makan gratis sesering dan sebanyak apa pun yang kamu mau. Dan saya cuma minta kamu makan persis kayak gitu di depan pengunjung. Mereka pasti ngiler luar biasa, dan kepingin nambah biarpun udah kenyang,\u201d ujar Remi yang sedari tadi memperhatikan Kugy. \u201cDasar orang iklan,\u201d celetuk Kugy. Gantian mengamati Remi yang masih menghabiskan buburnya. \u201cSejak kapan sih kamu tertarik ke dunia advertising?\u201d tanyanya penasaran. \u201cDari lulus kuliah. Saya mulai magang seperti kamu, jadi \u00a0\u00a0pjurnoijoerctalretaddeirrescatotur. pTreorduusks,adyaappaet rknlaiehnnygagnagkgseednegabjaanjgaedti, dan mereka suka banget sama ide saya. Iklan yang saya buat \u00a0juga sukses. Saya malah dapat award\u00a0\u00a0 tahun itu, dan se- sudahnya hampir setiap tahun dapat penghargaan terus. Saya lalu keluar dari tempat kerja saya yang lama, coba-coba \u00a0bikin sendiri. Untungnya klien-klien saya yang lama terus meKnduugkyumnga,nmggaukta-nmyaanAggduVto. cIaaDoinbgiasta sseedpeerretit spelkaakraatngp.e\u201dng- 287 http:\/\/slide pdf.c om\/re a de r\/full\/nove l-pe ra hu-ke r ta s-56207389969f4 300\/457"]


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook